Anda di halaman 1dari 44

LAPORAN PERHITUNGAN STRUKTUR

RUMAH TINGGAL 2 LANTAI


BP. JACK CANDRA PRASETYO
GODEAN, SLEMAN
PRAKATA

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat dan hidayah-
Nya, sehingga hitugan struktur beton ini dapat diselesaikan tepat pada waktunya. Laporan
ini disusun mengacu pada Tata Cara Perhitungan Struktur Beton untuk Bangunan Gedung,
SNI 03-2847-2013 dan pedoman perencanaan pembebanan gedung.
Dalam penyusunan laporan ini, tidak lepas dari bantuan berbagai pihak yang telah
membantu. Oleh karena itu, penyusun mengucapkan terima kasih
Dengan segala keterbatasan pengetahuan dan kemampuan yang dimiliki,
penyusun menyadari laporan ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, kritik dan
saran yang membangun dari berbagai pihak senantiasa diharapkan untuk peningkatan
berikutnya.
Semoga laporan hitungan struktur ini dapat bermanfaat sebagaimana mestinya.

Yogyakarta, Juli 2019


Structure Engineer

Yanu Pratomo
DAFTAR ISI

BAB 1 Kriteria Desain


BAB 2 Pembebanan
BAB 3 Beban Gempa
BAB 4 Pemodelan Struktur
BAB 5 Perhitungan Struktur
Lampiran 1 Gambar Struktur
BAB 1
KRITERIA DESAIN

1.1 KRITERIA DESAIN


Perancangan bangunan teknik sipil merupakan perancangan bangunan bertingkat
dengan konstruksi menggunakan beton bertulang yang dengan memperhitungkan konsep
bangunan tahan gempa. Fungsi bangunan merupakan bangunan yang akan digunakan
sebagai Rumah Tinggal. Laporan perhitungan struktur ini menyajikan analisis dan hasil
perhitungan struktur atas dan bawah yaitu meliputi perhitungan plat, kolom, balok, tangga
dan pondasi.

1.2 PERATURAN YANG DIGUNAKAN


Peraturan yang digunakan dalam melakukan perancangan Bangunan Teknik Sipil
ini, antara lain:
a. SNI 1727:2013 (Beban Minimum untuk Perancangan Bangunan Gedung dan Struktur
Lain).
b. SNI 1726:2012 (Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Struktur Bangunan
Gedung dan Non-Gedung).
c. SNI 03-2847-2013 (Tata Cara Perencanaan Struktur Beton untuk Bangunan Gedung)
d. Buku Peta Gempa 2017
e. Peraturan Pembebanan Indonesia untuk Gedung 1983

1.3 DATA PERENCANAAN


Beberapa kriteria data perencanaan dalam melakukan perancangan Bangunan
Teknik Sipil ini, antara lain:
a. Peruntukan bangunan : Rumah Tinggal
b. Lokasi bangunan : Yogyakarta
c. Kategori jenis tanah : Tanah Sedang (SD)
d. Tingkat daktailitas : Daktilitas Penuh
e. Beton, Kekuatan karakteristik silinder beton (fc’) yang didasarkan pada umur beton 28
hari, sebagai:
fondasi : fc’ = 25 MPa / setara K-300
kolom : fc’ = 25 MPa / setara K-300
balok : fc’ = 25 MPa / setara K-300
plat lantai : fc’ = 25 MPa / setara K-300
f. Baja tulangan
- Tulangan D ≥ 8 mm, fy = 240 MPa (BJTP 24)
- Tulangan D ≥ 10 mm, fy = 400 MPa (BJTD 40)
1.4 KOMBINASI BEBAN
Kombinasi pembebanan yang digunakan adalah sebagai berikut:
1. COMB 1 = 1,4D
2. COMB 2 = 1,2D + 1,6L
3. COMB 3 = 1,2D + 1L + 0.3EX + 1EY
4. COMB 4 = 1,2D + 1L - 0.3EX + 1EY
5. COMB 5 = 1,2D + 1L + 0.3EX - 1EY
6. COMB 6 = 1,2D + 1L - 0.3EX - 1EY
7. COMB 7 = 1,2D + 1L + 1EX + 0,3EY
8. COMB 8 = 1,2D + 1L + 1EX - 0,3EY
9. COMB 9 = 1,2D + 1L - 1EX + 0,3EY
10. COMB 10 = 1,2D + 1L - 1EX - 0,3EY

Keterangan :
D = Dead Load
L = Live Load
EX = Gempa arah X
EX = Gempa arah Y
BAB 2
PEMBEBANAN

A. Beban Mati (Q Dead Load) Plat Lt 1-3


Tebal Berat Jenis Total
Beban
m kN/m2 kN/m
Plat Lantai 0.12 24 2.88
Spesi 0.02 21 0.42
Pasir 0.03 16 0.48
Keramik 0.01 24 0.24
Plafond dan Penggantung - 0.18 0.18
ME - 0.2 0.2
QDL 4.4
QDL pada ETABS 1.52

B. Beban Hidup (Live Load)


Beban hidup disesuaikan dengan fungsi masing-masing ruangan atau fungsi gedung
LL Lantai. 1-2 SNI-1723-2013 lembar ke 36-40 = 1.92 kN/m2

C. Beban Mati Tambahan Dinding pada Balok


Beban balok disesuaikan dengan denah gedung tergantung letak
dinding yang menumpu di balok
BJ Dinding tembok = 2.5 kN/m2
Tinggi dinding per lantai = 3.5 m
Beban pada balok B1 = 8.75 kN/m2

D. Beban Atap
Beban atap (genteng) = 0.6 kN/m²
BAB 3
PERHITUNGAN BEBAN GEMPA

A. Kriteria Perancangan
Fungsi Bangunan = Rumah Tinggal
Lokasi Gedung = Yogyakarta
Kondisi Tanah = Tanah Sedang (SD) Tabel 3, SNI-1726-2012 (lembar ke 27)
Daktilitas Bangunan = Daktilitas Penuh

B. Perhitungan Beban Gempa Statik Equivalen Pembebanan gempa berdasarkan PUSGEN2017

1 Menentukan parameter percepatan dasar,yaitu Ss (pada periode pendek) dan S1 (pada


periode 1 detik)
Peta spektrum respons percepatan periode 0,2 detik (Ss) dengan redaman 5% di batua dasar (Sa)
untuk probabilitas perlambatan 2% dalam 50 tahun Buku peta gempa 2017 lembar 305 gambar VI-21

Ss = 1.5 - 2
digunakan Ss = 1.5 g
Peta spektrum respons percepatan periode 0,1 detik (S1) dengan redaman 5% di batuan dasar (Sa)
untuk probabilitas perlambatan 2% dalam 50 tahun Buku peta gempa 2017 lembar 305 gambar VI-22

Ss = 0.6 - 0.7
digunakan S1 = 0.6 g
2 Menentukan Koefisien Situs,Fa dan Fv
Fa adalah faktor amplifikasi periode pendek 0,2 detik Ss = 1.5
Kondosi Tanah = Tanah Sedang (SD)
Parameter respons spektral percepatan gempa (MCER) terpetakan pada perioda
pendek 0,2 detik Tabel 4, SNI-1726-2012 (lembar ke 32)
Koefisien situs, Fa = 1
Fv adalah faktor amplifikasi periode pendek 0,1 detik S1 = 0.6 g

KondIsi Tanah = Tanah Sedang (SD)


Parameter respons spektral percepatan gempa MCER terpetakan pada perioda

pendek 1 detik Tabel 5 SNI-1726-2012 (lembar ke 32)


Koefisien situs, Fv = 1.5

3 Menentukan Parameter Respons Spektrum


Spektrum respons percepatan di permukaan
Parameter respon spektrum pada periode 0.2 detik (SMs) SMs = FA * Ss = 1.5 g
Parameter respon spektrum pada periode 1 detik (SM1) SM1 = Fv * S1 = 0.900 g

4 Membuat spektrum Respons Desain


Parameter Percepatan spektral desain untuk periode pendek (SDS) = 2/3 * SMs = 1.000
Parameter Percepatan spektral desain untuk periode pendek (SD1) = 2/3 * SM1= 0.60
Ts = SD1 / SDS = 0.60
To = 0.2 * Ts = 0.12
Untuk periode lebih kecil dari To, respon spektrum percepatan, Sa didapatkan dari persamaan :
Sa = SDS * ( 0,4 + 0,6 * T / To )
Untuk periode lebih besar dari To, respon spektrum percepatan, Sa didapatkan dari persamaan :
Sa = S1 / T
T(det) Sa(m/det2)
0.00 0.40
To 0.12 1.00
Ts 0.60 1.00
0.80 0.75
SD1 1.00 0.60
1.25 0.48
1.50 0.40
1.75 0.34
2.00 0.30
2.25 0.27
2.50 0.24
2.75 0.22
3.00 0.20
Chart Title
1.20

1.00

0.80

0.60

0.40

0.20

0.00
0.00 0.50 1.00 1.50 2.00 2.50 3.00 3.50

Scale Factor
Tingkat daktilitas gedung = Rangka Beton Bertulang Pemikul Momen Khusus
Tabel 9, SNI-1726-2012 (lembar ke 47) (R) = 8
Kategori Resiko = II
Tabel 1,
SNI-1726-2012 (lembar ke 24)

Faktor keamanan struktur (I) = 1

Tabel 2,
SNI-1726-2012 (lembar ke 25)

5 Menghitung Waktu Getar Alami Struktur


Jumlah Lantai = 2
Tinggi Total (H) = 7 m
Koefisien untuk batas atas pada perioda yang dihitung Tabel 14, SNI-1726-2012 (lembar ke 66)

SD1 = 0.60
Cu = 1.4
Nilai parameter perioda pendekatan Tabel 15, SNI-1726-2012 (lembar ke 66)
Tipe Struktur Rangka beton pemikul momen
Ct = 0.0466
x= 0.9
Waktu getar alami struktur (T)
Ta hitung = Ct * ( H ^ x ) = 0.2685 detik
Ta * Cu = 0.3759 detik
Tc x(mode1) pada ETABS = 0.2774 detik
Tc y(mode2) pada ETABS = 0.2617 detik
Syarat Periode Struktur yang Digunakan
Jika Tc>Ta*Cu maka, digunakan T=Ta*Cu
Jika Ta<Tc<Ta*Cu maka, digunakan T=Tc(terbesar)
Jika Tc<Ta maka, digunakan T=Ta
Maka T pakai = 0.2774

6 Gaya Geser Dasar


Tingkat daktilitas gedung = Rangka Beton Bertulang Pemikul Momen Khusus
Tabel 9, SNI-1726-2012 (lembar ke 47) (R) = 8
Kategori Resiko Tabel 1, SNI-1726-2012 (lembar ke 24) = II
Faktor keamanan struktur Tabel 2, SNI-1726-2012 (lembar ke 25) (I) = 1
a) Menentukan nilai Koefisien Respon Seismik (Cs)
Dengan 3 cara dan digunakan nilai terbesar
Cara 1 : Cs = SDS / ( R / I ) = 0.125
Cara 2 : Cs = SDS / T * ( R / I ) = 0.451
Cara 3 : Cs = 0,044 * SDS * I = 0.044 ≥ 0,01
Maka Cs pakai (Cs terbesar) = 0.4506
b) Menentukan Gaya Geser Dasar (V)
Berat Total (Wt) = 726.213 kN
V = Cs * Wt = 327.24 kN

7 Menghitung Gaya Horizontal GempaStatik Ekuivalen (Fi)


𝑊𝑖.𝐻𝐼 𝑘
𝐹𝑖 = .V
Σ𝑊𝑖.𝐻𝑖 𝑘
dimana :
Fi = Gaya horizontal gempa
Wi = Berat perlantai
Hi = Tinggi (m) bangunan keseluruhan
k = Eksponen yang terkait dengn periode struktur sebagai berikut :

Untuk struktur dengan T≤ 0.5 detik ;k = 1


Untuk struktur dengan T≥ 2.5 detik ;k = 2
Untuk struktur dengan nilai 0,5<T<2,5;k=2 atau harus ditentukan dengan interpolasi linier
T(waktu getar alami) = 0.277 det
k = 1.00
V = 327.24 kN
k = 1.000
𝑊𝑖.𝐻𝐼 𝑘
𝐹𝑖 = .V
Σ𝑊𝑖.𝐻𝑖 𝑘
Lantai Wi Hi Hik Wi.(Hik) Fi
(i) (kN) (m) (m) (kNm) (kN)
2 104.757 7 7.00 733.299 82.51
1 621.456 3.5 3.50 2175.1 244.73
Σ 2908.4 327.24

Kontrol : V = Σ Fi
327.24 = 327.24 kN OK
Input gaya gempa ke ETABS
BAB 4
PEMODELAN STRUKTUR

Tampak Pemodelan ETABS

View 3D Tampak xy

Pembebanan Bending Momen Diagram


Shear Force Diagram Axial Force Diagram
BAB 5
PERHITUNGAN STRUKTUR

REKAP GAYA DALAM

B1 (kNm) BA (kNm)
V2 M3 V2 M3
MIN -72.85 -46.43 -11.24 -8.97
MAX 52.06 42.42 15.78 3.54

PLAT (kNm)
M11 M22
MIN -7.28 -6.10
MAX 8.17 5.99

K1 (kNm)
P V2 M2 M3
MIN -166.33 -19.09 -32.84 -31.18
MAX 37.35 18.39 29.87 30.78
PERHITUNGAN BALOK (B1)

BAHAN STRUKTUR
Kuat tekan beton, f c' = 25 MPa
Tegangan leleh baja (deform) untuk tulangan lentur, fy = 400 MPa
Tegangan leleh baja (polos) untuk tulangan geser, fy = 240 MPa
Beta β= 0.85
Modulus Elastisitas beton Es = 200000
ɛc = 0.003
DIMENSI BALOK
Bentang balok netto 5000 mm
Lebar balok b= 200 mm
Tinggi balok h= 400 mm
Diameter tulangan yang digunakan, = 16 mm
Diameter tulangan susut yang digunakan, = 8 mm
Diameter sengkang yang digunakan, = 8 mm
Tebal bersih selimut beton, ts = 40 mm
MOMEN DAN GAYA GESER RENCANA
Momen rencana positif, Mu- = 46.430 kNm
Momen rencana negatif, Mu+ = 42.420 kNm
Gaya geser rencana positif, vu- = 72.850 kN
Gaya geser rencana positif, vu+ = 52.060 kN

TULANGAN TUMPUAN
Rasio tulangan (ρ)
Untuk : fc' ≤ 30 MPa, b1 = 0.85
Untuk : fc' > 30 MPa, b1 = 0.85 - 0.05 * ( fc' - 30) / 7 = -
Faktor bentuk distribusi tegangan beton, b1 = 0.85
Rasio tulangan pada kondisi balance,
ρb = b1* 0.85 * fc’/ fy * 600 / ( 600 + fy ) = 0.0271
Faktor tahanan momen maksimum, ρmax = 0.75 * ρb = 0.020
ρ = 0.5 * ρb = 0.0135
m = fy / 0.85 * fc' = 18.824
Koefisien Perlawanan R1 = ρ * fy * ( 1 - 0.5 * ρ * m ) = 4.728 Mpa
Momen nominal Mn = Mu- / 0.8 = 58037500 Nmm
bd² = Mn / R1 = 12275640 mm³
dperlu = ( bd² / b ) ^ 0.5 = 247.746 mm
Jarak tulangan terhadap sisi luar beton, ds = ts +  + D/2 = 56.00 mm
Pusat berat tulangan baja desak (z) z= 56.00 mm
Pusat berat tulangan baja tarik (d') d' = 56.00 mm
Perhitungan tinggi perlu (h perlu) h perlu = 303.75 mm
Dipilih hasil minimum dari hasil h perencanaan dengan h perlu h pakai = 303.75 mm
Perhitungan tinggi efektif (d)
ddesak = h - z = 247.746 mm
dtarik = h - d' = 247.746
Jumlah tulangan dlm satu baris, ns = ( b - 2 * ds) / ( 25 + D ) = 2.93
Digunakan jumlah tulangan dalam satu baris, ns = 2 bh

Perhitungan Tulangan Desak


Koefisien perlawanan R2 = γ * R1 = 2.364 Mpa
2
M1 = R 2 * b * d = 29018750 Nmm
M2 = Mn - M1 = 29018750 Nmm
Luas tulangan desak yang diperlukan As' = M2 / ( fy * ( d - d' ) ) = 378.348 mm²
Luas tulangan As D = π/4 * D2 = 201.062 mm2
Jumlah tulangan yang diperlukan n = As' / As = 1.882
2 btg
Digunakan tulangan desak 2 D 16

Perhitungan tulangan tarik


ρbaru = γ * ρ = 0.007
Luas tulangan yang diperlukan As = ρbaru * b * dtarik + As' =
713.967 mm2
Luas tulangan As D = π/4 * D = 201.0619298 mm2
2

Jumlah tulangan yang diperlukan n = As' / As = 3.551


4
Digunakan Tulangan Tarik 4 D 16

Kontrol Momen Tersedia (Mg-)


Luas tulangan desak tersedia As' ada = n * As = 402.124 mm2
Luas tulangan tarik tersedia As ada = n * As = 804.248 mm2
Gaya tekan pada beton Cc = 0,85 . f'c * a * b = 3612.5 c
Gaya tekan pada tulanangan baja tekan
Cs = As' ada (desak) * Ɛc * Es ( c - z / c ) = 241274.32 (c-z/c)
Gaya tarik pada tulanangan baja tarik Ts = As ada (tarik) * fy = 321699.09 Mpa
Cc + Cs - Ts = 0
3612.5 c+ 241274.316 c -13511361.7 -321699.09 = 0
3612.5 c²+ 241274.316 c -13511361.7 -321699.09 c = 0
2 -80424.772
3612.5 c c -13511361.7 = 0
2 -22.26291265
1 c c -3740.16932 = 0
c1 = 73.293 mm
c2 = -51.03 mm
Pakai c = 73.293 mm
fs' = ɛc * Es * ( c -z/ c ) = 141.567
Karena Fs' < fy maka Fs' = 141.567 Mpa
a = 0,85 * c = 62.299 mm
Mg = (0,85.F'c.a.b(ddesak-a/2)) + (As ada desak.Fs'.ddesak) = 71452212.03 Mpa
Tahanan momen balok, 0,8 * Mg = 57161769.62 Mpa
57.16176962 kNm
-
Syarat 0,8Mg > Mu-
57.1617696 > 46.4300  AMAN
= ρada1 = As ada tarik / b * ddesak = 0.016
= ρada2 = As' ada desak / b * ddesak = 0.00811564
ρada1 - ρada2 = 0.008 < 0.020  AMAN

Kontrol Momen Tersedia (Mg+)


Luas tulangan desak tersedia As' ada = n * As = 402.124 mm2
Luas tulangan tarik tersedia As ada = n * As = 804.248 mm2
Cc = 0,85 * f'c * a * b = 3612.5 c
Cs = As ada(tarik) * Ɛc * Es (c - z/ c ) = 482548.63 (c-z/c)
Ts = As' ada(desak)* fy = 160849.5439 Mpa
Cc + Cs - Ts = 0
3612.5 c+ 482548.632 c -27022723.4 -160849.54 = 0
3612.5 c²+ 482548.632 c -27022723.4 -160849.5 c = 0
3612.5 c²+ 321699.088 c -27022723.4 = 0
c1 = 52.752 mm
c2 = -141.8032007 mm
Pakai c = 52.75155012 mm
fs' = ɛc * Es (c - z/ c ) = 36.94810719
Karena Fs' < fy maka Fs' = 400.000 Mpa
a = 0,85* c = 44.8388176 mm
Mg+ (0,85 * f'c * a * b ( dtarik - a / 2 ) ) + (As ada dtarik * Fs' * dtarik) = 122639142.3 Mpa
Tahanan momen balok, 0,8 Mg+ = 98111313.81 Mpa
98.11131381 kNm
+
Syarat 0,8Mg > Mu+
98.1113138 > 42.4200  AMAN

TULANGAN LAPANGAN
Kontrol Perencanaan Tulangan
Momen nominal Mn = Mu+/φ = 53.025 kNm
53025000 Nmm
Cb = (ɛc * Es * ddesak ) / (ɛc * Es + fy ) = 148.6477451 mm
amax = 0,75 * β * Cb = 94.76293752 mm
Mn = 0,85 * f'c * a * b * d - a/2 )
53025000 = 1052921.53 a - 2125 a2
24952.941 = 495.492484 a - -1
0 -24952.941 + 495.492484 a -1 a2
a1 = 56.892 mm
a2 = 438.600 mm
a= 56.892 mm
Jika apakai > amax maka, Tulangan Rangkap jika tidak maka, Tulangan Tunggal
TULANGAN TUNGGAL

Perhitungan Tulangan Desak


Luas Tulangan Desak Perlu R2 = γ * R1 = 2.364 N
M1 = R 2 * b * d 2 = 29018750
M2 = Mn - M1 = 24006250
Luas tulangan desak yang diperlukan As' = M2 / ( fy * ( d - d' ) ) = 242.2463588
Luas tulangan As D = π/4 * D2 = 201.0619298
Jumlah tulangan yang diperlukan n = As' / As = 1.204834545
2 btg
Luas tulangan desak tersedia As' ada = n * As = 402.1238597 mm2
Digunakan tulangan desak 2 D 16
Perhitungan Tulangan Tarik
ρbaru = γ * ρ = 0.006773438
Luas tulangan yang diperlukan As = (0.85*f'c*b*a)/fy 604.4797952 mm2
Luas tulangan = As D = π/4 * D2 = 201.0619298 mm2
Jumlah tulangan yang diperlukan n = As' / As = 3.006
4.000
Luas tulangan tarik tersedia As' ada = n * As = 804.2477193
Digunakan Tulangan Tarik 4 D 16
Kontrol Momen Tersedia (Mn)
a = ( n* fy ) / ( 0,85 * f'c * b ) = 0.376470588 mm
Momen nominal Mn = 0,85 * f'c * a * b ( d - a / 2 ) = 396092.8105
0,8 * Mn = 316874.2484
Syarat
0.8Mn > Mu+  AMAN

PERHITUNGAN TULANGAN SUSUT


Luas tulangan susut tersedia As D = π / 4 * D2 = 50.26548246 mm2
Asst= 0.0018 * b * h untuk BJTD <= 400
Asst= 0.0020 * b * h untuk BJTD >= 400
Luas minimun tulangan susut Asst = 0,002 * b * h = 160 mm2
Jumlah Tulangan Perlu n = Asst/ As D= 3.183
4.0 btg
4 P 8

Momen Kapasitas Negatif (MPr-)


Luas tulangan desak tersedia As' ada = n * As = 402.124 mm2
Luas tulangan tarik tersedia As ada = n * As = 804.248 mm2
Cc = 0,85 * f'c * a * b = 3612.5 c
Cs = As' ada(ddesak) * Ɛc * Es (c - d'/ c ) = 241274.3158 (c-z/c)
Ts = As' ada(dtarik) * fy = 402123.8597 Mpa
Cc+Cs-Ts = 0
3612.5 c+ 241274.3158 c -13511362 -402123.86 = 0
2
3612.5 c+ 241274.3158 c -13511362 -402123.86 c = 0
3612.5 c2 -160849.5439 c -13511362 = 0
c1 = 87.346
c2 = -42.820
Pakai c = 87.346
fs' = ɛc * Es (c - z/ c ) = 215.323
Karena Fs' < fy maka Fs' = 215.323
a = 0,85* c = 74.24408919
MPr- (0,85 * f'c * a * b ( dtarik - a / 2 ) ) + (As ada dtarik * Fs' * dtarik) = 83062439.43
83.06243943
0.8 MPr- = 66.44995154
- -
Syarat 0.8 MPr > Mu
66.4499515 > 46.4  AMAN

Momen Kapasitas Positif (MPr+)


Luas tulangan desak tersedia As' ada = n * As = 402.124 mm2
Luas tulangan tarik tersedia As ada = n * As = 804.248 mm2
Cc = 0,85 * f'c * a * b = 3612.5 c
Cs = As ada(tarik) * Ɛc * Es (c - z/ c ) = 482548.63 (c-z/c)
Ts = As' ada(desak)* fy = 201061.9298 Mpa
Cc + Cs - Ts = 0
3612.5 c+ 482548.632 c -27022723.4 -201061.93 = 0
3612.5 c²+ 482548.632 c -27022723.4 -201061.9 c = 0
3612.5 c²+ 281486.702 c -27022723.4 = 0
c1 = 55.899 mm
c2 = -133.8190863 mm
Pakai c = 55.89889199 mm
fs' = ɛc * Es (c - z/ c ) = 1.085259518
Karena Fs' < fy maka Fs' = 400.000 Mpa
a = 0,85* c = 47.51405819 mm
Mpr+ (0,85 * f'c * a * b ( dtarik - a / 2 ) ) + (As ada dtarik * Fs' * dtarik) = 124930945.1 Mpa
Tahanan momen balok, 0,8 pr+ = 99944756.07 Mpa
99.94475607 kNm
+
Syarat 0.8Mpr > Mu+
99.9447561 > 42.4200  AMAN

PERHITUNGAN TULANGAN GESER BALOK B1

Data struktur dan material


Tegangan leleh baja (polos) untuk tulangan geser, fy = 240 MPa
Diameter sengkang (polos) yang digunakan, P= 8 mm
Momen Kapasitas negatif (MPr-) 83062439 Nmm
Momen Kapasitas Positif (MPr+) 124930945 Nmm
Gaya geser rencana positif akibat beban terfaktor, vu- = 72850 kN
Gaya geser rencana positif akibat beban terfaktor, vu+ = 52060 kN
d desak 248 mm
d tarik 248 mm
Gaya Geser akibat gempa Ve = ( Mpr- + Mpr+ ) / L netto = 41598.68
Gaya geser ultimate
Vu1 = Ve + Vu+ = 93658.68
Vu2 = Ve + (-Vu-) = -31251.32
Kuat geser nominal tulangan geser Vs = Vu1 / 0,75 = 124878.24 N
Jarak antar sengkang ( s )
Jumlah kaki n= 4
Luas tulangan yang digunakan As tul = 1/4 * π * D² = 50.24 mm²
Jarak sengkang yang diperlukan S = ( jumlah kaki * As tul * fy * ddesak ) / Vs = 95.68 mm²
Jarak sengkang maksimum,
smax = d / 4 = 61.94
s = 8 x D tulangan pokok balok = 128.00
s = 24 * Ø sengkang = 288.00
Jarak sengkang yang digunakan 100
Jadi sengkang dalam sendi plastis menggunakan P 8 - 100
Mencari nilai x
x / Vu2 = ( L - x ) / Vu1
-156256615.49 31251.323 x = 93658.68 x
-62407.354 x = 156256615
x = -2503.82
x = 2503.817 mm
L' = L - x = 2496.18 mm
x = 2h = 800 mm
Mencari nilai y
L' / Vu1 = (L-x)/y
2496.183 y = 158862222
y = 63642.0667 N
kuat geser beton 41291.04031 N
Kuat geser nominal tulangan geser Vs = ( y / 0,75 ) - Vc = 43565.05 N
Jarak antar sengkang ( s )
Jumlah kaki n= 3
Luas tulangan yang digunakan As tul = 1/4 * π * D² = 50.24 mm²
Jarak sengkang yang diperlukan S = ( jumlah kaki * As tul * fy * ddesak ) / Vs = 206 mm
Jarak sengkang maksimum,
smax = d / 2 = 123.87
Jarak sengkang yang digunakan 150
Jadi sengkang luar sendi plastis menggunakan P 8 - 150

KETERANGAN :
Kesimpulan :
Tul tumpuan tarik 4 D 16
Tul tumpuan desak 2 D 16
Tul lapangan desak 2 D 16
Tul lapangan tarik 4 D 16
Tul susut 4 P 8
Dalam sendi plastis P 8 - 100
Dalam luar plastis P 8 - 150
PERHITUNGAN BALOK (BA)

BAHAN STRUKTUR
Kuat tekan beton, f c' = 25 MPa
Tegangan leleh baja (deform) untuk tulangan lentur, fy = 400 MPa
Tegangan leleh baja (polos) untuk tulangan geser, fy = 240 MPa
Beta β= 0.85
Modulus Elastisitas beton Es = 200000
ɛc = 0.003
DIMENSI BALOK
Bentang balok netto 4000 mm
Lebar balok b= 150 mm
Tinggi balok h= 250 mm
Diameter tulangan yang digunakan, = 13 mm
Diameter tulangan susut yang digunakan, = 8 mm
Diameter sengkang yang digunakan, = 8 mm
Tebal bersih selimut beton, ts = 40 mm
MOMEN DAN GAYA GESER RENCANA
Momen rencana positif, Mu- = 8.970 kNm
Momen rencana negatif, Mu+ = 3.540 kNm
Gaya geser rencana positif, vu- = 11.240 kN
Gaya geser rencana positif, vu+ = 15.780 kN

TULANGAN TUMPUAN
Rasio tulangan (ρ)
Untuk : fc' ≤ 30 MPa, b1 = 0.85
Untuk : fc' > 30 MPa, b1 = 0.85 - 0.05 * ( fc' - 30) / 7 = -
Faktor bentuk distribusi tegangan beton, b1 = 0.85
Rasio tulangan pada kondisi balance,
ρb = b1* 0.85 * fc’/ fy * 600 / ( 600 + fy ) = 0.0271
Faktor tahanan momen maksimum, ρmax = 0.75 * ρb = 0.020
ρ = 0.5 * ρb = 0.0135
m = fy / 0.85 * fc' = 18.824
Koefisien Perlawanan R1 = ρ * fy * ( 1 - 0.5 * ρ * m ) = 4.728 Mpa
Momen nominal Mn = Mu- / 0.8 = 11212500 Nmm
bd² = Mn / R1 = 2371581 mm³
dperlu = ( bd² / b ) ^ 0.5 = 125.740 mm
Jarak tulangan terhadap sisi luar beton, ds = ts +  + D/2 = 54.50 mm
Pusat berat tulangan baja desak (z) z= 54.50 mm
Pusat berat tulangan baja tarik (d') d' = 54.50 mm
Perhitungan tinggi perlu (h perlu) h perlu = 180.24 mm
Dipilih hasil minimum dari hasil h perencanaan dengan h perlu h pakai = 180.24 mm
Perhitungan tinggi efektif (d)
ddesak = h - z = 125.740 mm
dtarik = h - d' = 125.740
Jumlah tulangan dlm satu baris, ns = ( b - 2 * ds) / ( 25 + D ) = 1.84
Digunakan jumlah tulangan dalam satu baris, ns = 1 bh

Perhitungan Tulangan Desak


Koefisien perlawanan R2 = γ * R1 = 2.364 Mpa
2
M1 = R 2 * b * d = 5606250 Nmm
M2 = Mn - M1 = 5606250 Nmm
Luas tulangan desak yang diperlukan As' = M2 / ( fy * ( d - d' ) ) = 196.738 mm²
Luas tulangan As D = π/4 * D2 = 132.732 mm2
Jumlah tulangan yang diperlukan n = As' / As = 1.482
2 btg
Digunakan tulangan desak 2 D 13

Perhitungan tulangan tarik


ρbaru = γ * ρ = 0.007
Luas tulangan yang diperlukan As = ρbaru * b * dtarik + As' =
324.492 mm2
Luas tulangan As D = π/4 * D = 132.7322896 mm2
2

Jumlah tulangan yang diperlukan n = As' / As = 2.445


3
Digunakan Tulangan Tarik 3 D 13

Kontrol Momen Tersedia (Mg-)


Luas tulangan desak tersedia As' ada = n * As = 265.465 mm2
Luas tulangan tarik tersedia As ada = n * As = 398.197 mm2
Gaya tekan pada beton Cc = 0,85 . f'c * a * b = 2709.375 c
Gaya tekan pada tulanangan baja tekan
Cs = As' ada (desak) * Ɛc * Es ( c - z / c ) = 159278.75 (c-z/c)
Gaya tarik pada tulanangan baja tarik Ts = As ada (tarik) * fy = 159278.75 Mpa
Cc + Cs - Ts = 0
2709.375 c+ 159278.748 c -8680691.74 -159278.75 = 0
2709.375 c²+ 159278.748 c -8680691.74 -159278.75 c = 0
2 0.000
2709.375 c c -8680691.74 = 0
2 0
1 c c -3203.9462 = 0
c1 = 56.603 mm
c2 = -56.60 mm
Pakai c = 56.603 mm
fs' = ɛc * Es * ( c -z/ c ) = 22.296
Karena Fs' < fy maka Fs' = 22.296 Mpa
a = 0,85 * c = 48.113 mm
Mg = (0,85.F'c.a.b(ddesak-a/2)) + (As ada desak.Fs'.ddesak) = 16338409.6 Mpa
Tahanan momen balok, 0,8 * Mg = 13070727.68 Mpa
13.07072768 kNm
Syarat 0,8Mg- > Mu-
13.0707277 > 8.9700  AMAN
= ρada1 = As ada tarik / b * ddesak = 0.021
= ρada2 = As' ada desak / b * ddesak = 0.014074792
ρada1 - ρada2 = 0.007 < 0.020  AMAN

Kontrol Momen Tersedia (Mg+)


Luas tulangan desak tersedia As' ada = n * As = 265.465 mm2
Luas tulangan tarik tersedia As ada = n * As = 398.197 mm2
Cc = 0,85 * f'c * a * b = 2709.375 c
Cs = As ada(tarik) * Ɛc * Es (c - z/ c ) = 238918.12 (c-z/c)
Ts = As' ada(desak)* fy = 106185.8317 Mpa
Cc + Cs - Ts = 0
2709.375 c+ 238918.121 c -13021037.6 -106185.83 = 0
2709.375 c²+ 238918.121 c -13021037.6 -106185.8 c = 0
2709.375 c²+ 132732.290 c -13021037.6 = 0
c1 = 49.030 mm
c2 = -98.01999324 mm
Pakai c = 49.02999015 mm
fs' = ɛc * Es (c - z/ c ) = 66.93874301
Karena Fs' < fy maka Fs' = 400.000 Mpa
a = 0,85* c = 41.67549163 mm
Mg+ (0,85 * f'c * a * b ( dtarik - a / 2 ) ) + (As ada dtarik * Fs' * dtarik) = 33962979.98 Mpa
Tahanan momen balok, 0,8 Mg+ = 27170383.98 Mpa
27.17038398 kNm
+
Syarat 0,8Mg > Mu+
27.170384 > 3.5400  AMAN

TULANGAN LAPANGAN
Kontrol Perencanaan Tulangan
Momen nominal Mn = Mu+/φ = 4.425 kNm
4425000 Nmm
Cb = (ɛc * Es * ddesak ) / (ɛc * Es + fy ) = 75.44397694 mm
amax = 0,75 * β * Cb = 48.0955353 mm
Mn = 0,85 * f'c * a * b * d - a/2 )
4425000 = 400796.127 a - 1593.75 a2
2776.471 = 251.479923 a - -1
0 -2776.471 + 251.479923 a -1 a2
a1 = 11.573 mm
a2 = 239.907 mm
a= 11.573 mm
Jika apakai > amax maka, Tulangan Rangkap jika tidak maka, Tulangan Tunggal
TULANGAN TUNGGAL

Perhitungan Tulangan Desak


Luas Tulangan Desak Perlu R2 = γ * R1 = 2.364 N
M1 = R 2 * b * d 2 = 5606250
M2 = Mn - M1 = -1181250
Luas tulangan desak yang diperlukan As' = M2 / ( fy * ( d - d' ) ) = -23.48597028
Luas tulangan As D = π/4 * D2 = 132.7322896
Jumlah tulangan yang diperlukan n = As' / As = -0.176942403
2 btg
Luas tulangan desak tersedia As' ada = n * As = 265.4645792 mm2
Digunakan tulangan desak 2 D 13
Perhitungan Tulangan Tarik
ρbaru = γ * ρ = 0.006773438
Luas tulangan yang diperlukan As = (0.85*f'c*b*a)/fy 92.2233128 mm2
Luas tulangan = As D = π/4 * D2 = 132.7322896 mm2
Jumlah tulangan yang diperlukan n = As' / As = 0.695
1
Luas tulangan tarik tersedia As' ada = n * As = 132.7322896
Digunakan Tulangan Tarik 1 D 13
Kontrol Momen Tersedia (Mn)
a = ( n* fy ) / ( 0,85 * f'c * b ) = 0.125490196 mm
Momen nominal Mn = 0,85 * f'c * a * b ( d - a / 2 ) = 50270.88659
0,8 * Mn = 40216.70927
Syarat
0.8Mn > Mu+  AMAN

PERHITUNGAN TULANGAN SUSUT


Luas tulangan susut tersedia As D = π / 4 * D2 = 50.26548246 mm2
Asst= 0.0018 * b * h untuk BJTD <= 400
Asst= 0.0020 * b * h untuk BJTD >= 400
Luas minimun tulangan susut Asst = 0,002 * b * h = 75 mm2
Jumlah Tulangan Perlu n = Asst/ As D= 1.492
2 btg
2 P 8

Momen Kapasitas Negatif (MPr-)


Luas tulangan desak tersedia As' ada = n * As = 265.465 mm2
Luas tulangan tarik tersedia As ada = n * As = 398.197 mm2
Cc = 0,85 * f'c * a * b = 2709.375 c
Cs = As' ada(ddesak) * Ɛc * Es (c - d'/ c ) = 159278.7475 (c-z/c)
Ts = As' ada(dtarik) * fy = 199098.4344 Mpa
Cc+Cs-Ts = 0
2709.375 c+ 159278.7475 c -8680692 -199098.434 = 0
2
2709.375 c+ 159278.7475 c -8680692 -199098.434 c = 0
2709.375 c2 -39819.68688 c -8680692 = 0
c1 = 64.427
c2 = -49.730
Pakai c = 64.427
fs' = ɛc * Es (c - z/ c ) = 92.448
Karena Fs' > fy maka Fs' = 92.448
a = 0,85* c = 54.76288709
MPr- (0,85 * f'c * a * b ( dtarik - a / 2 ) ) + (As ada dtarik * Fs' * dtarik) = 18917490.61
18.91749061
0.8 MPr- = 15.13399249
- -
Syarat 0.8 MPr > Mu
15.1339925 > 9.0  AMAN

Momen Kapasitas Positif (MPr+)


Luas tulangan desak tersedia As' ada = n * As = 265.465 mm2
Luas tulangan tarik tersedia As ada = n * As = 398.197 mm2
Cc = 0,85 * f'c * a * b = 2709.375 c
Cs = As ada(tarik) * Ɛc * Es (c - z/ c ) = 238918.12 (c-z/c)
Ts = As' ada(desak)* fy = 132732.2896 Mpa
Cc + Cs - Ts = 0
2709.375 c+ 238918.121 c -13021037.6 -132732.29 = 0
2709.375 c²+ 238918.121 c -13021037.6 -132732.3 c = 0
2709.375 c²+ 106185.832 c -13021037.6 = 0
c1 = 52.445 mm
c2 = -91.63711843 mm
Pakai c = 52.44511596 mm
fs' = ɛc * Es (c - z/ c ) = 23.5089655
Karena Fs' < fy maka Fs' = 400.000 Mpa
a = 0,85* c = 44.57834857 mm
Mpr+ (0,85 * f'c * a * b ( dtarik - a / 2 ) ) + (As ada dtarik * Fs' * dtarik) = 34727386.6 Mpa
Tahanan momen balok, 0,8 pr+ = 27781909.28 Mpa
27.78190928 kNm
+
Syarat 0.8Mpr > Mu+
27.7819093 > 3.5400  AMAN

PERHITUNGAN TULANGAN GESER BALOK B1

Data struktur dan material


Tegangan leleh baja (polos) untuk tulangan geser, fy = 240 MPa
Diameter sengkang (polos) yang digunakan, P= 8 mm
Momen Kapasitas negatif (MPr-) 18917491 Nmm
Momen Kapasitas Positif (MPr+) 34727387 Nmm
Gaya geser rencana positif akibat beban terfaktor, vu- = 11240 kN
Gaya geser rencana positif akibat beban terfaktor, vu+ = 15780 kN
d desak 126 mm
d tarik 126 mm
Gaya Geser akibat gempa Ve = ( Mpr- + Mpr+ ) / L netto = 13411.22
Gaya geser ultimate
Vu1 = Ve + Vu+ = 29191.22
Vu2 = Ve + (-Vu-) = 2171.22
Kuat geser nominal tulangan geser Vs = Vu1 / 0,75 = 38921.63 N
Jarak antar sengkang ( s )
Jumlah kaki n= 2
Luas tulangan yang digunakan As tul = 1/4 * π * D² = 50.24 mm²
Jarak sengkang yang diperlukan S = ( jumlah kaki * As tul * fy * ddesak ) / Vs = 77.91 mm²
Jarak sengkang maksimum,
smax = d / 4 = 31.43
s = 8 x D tulangan pokok balok = 104.00
s = 24 * Ø sengkang = 288.00
Jarak sengkang yang digunakan 100
Jadi sengkang dalam sendi plastis menggunakan P 8 - 100
Mencari nilai x
x / Vu2 = ( L - x ) / Vu1
8684877.21 -2171.219 x = 29191.22 x
-31362.439 x = -8684877.21
x = 276.92
x = 276.920 mm
L' = L - x = 3723.08 mm
x = 2h = 500 mm
Mencari nilai y
L' / Vu1 = (L-x)/y
3723.080 y = 94085643.8
y = 25270.9145 N
kuat geser beton 15717.4952 N
Kuat geser nominal tulangan geser Vs = ( y / 0,75 ) - Vc = 17977.06 N
Jarak antar sengkang ( s )
Jumlah kaki n= 2
Luas tulangan yang digunakan As tul = 1/4 * π * D² = 50.24 mm²
Jarak sengkang yang diperlukan S = ( jumlah kaki * As tul * fy * ddesak ) / Vs = 169 mm
Jarak sengkang maksimum,
smax = d / 2 = 62.87
Jarak sengkang yang digunakan 150
Jadi sengkang luar sendi plastis menggunakan P 8 - 150

KETERANGAN :
Kesimpulan :
Tul tumpuan tarik 3 D 13
Tul tumpuan desak 2 D 13
Tul lapangan desak 2 D 13
Tul lapangan tarik 1 D 13
Tul susut 2 P 8
Dalam sendi plastis P 8 - 100
Dalam luar plastis P 8 - 150
PLAT LANTAI (PL)

Data Material & Struktur Tulangan Rencana


fy = 240 MPa Pb = 25 mm
f'c = 25 MPa Φ ARAH X = 10 mm
Lx = 2500 mm = 78.571 mm²
Ly = 4000 mm Φ ARAH Y = 10 mm
h = 120 mm = 78.5714 mm²
b = 1000 mm ds X = 30 mm
Data Beban dX = 90 mm
Mu X = 8.17 kNm ds Y = 40 mm
Mu Y = 6.1 kNm dY = 80 mm

ARAH X

Momen Nominal As tersedia


Mn X = 10212500.000 Nmm As tersedia = 487.727 mm²
Mencari Nilai a Jarak Tulangan
Mn X = 0.85 x f'c x a x b (d - ½a) s = 161.097 mm
0.85*f'c*b*d = 1912500 a/2 = 170 mm
0.85*f'c*b*0.5 = 10625 d s max = 240 mm
Persamaan : a -1 a²
b 180 a DIGUNAKAN :
c -961.1764706 P 10 - 160

a1 = 5.508 mm
a2 = 174.492 mm
a pakai = 5.508 mm

ARAH Y

Momen Nominal As tersedia


Mn Y = 7625000.000 Nmm As tersedia = 408.94 mm²
Mencari Nilai a Jarak Tulangan
Mn Y = 0.85 x f'c x a x b (d - ½a) s = 192.134 mm
0.85*f'c*b*d = 1700000 a/2 = 200 mm
0.85*f'c*b*0.5 = 10625 d s max = 240 mm
Persamaan : a -1 a²
b 160 a DIGUNAKAN :
c -717.6470588 P 10 - 190

a1 = 4.619 mm
a2 = 155.381 mm
a pakai = 4.619 mm

Kesimpulan
h Pelat = 120 m

Tul. Arah X = P 10 - 150 dibulatkan


Tul. Arah Y = P 10 - 150 dibulatkan
PERHITUNGAN KOLOM (K1)

A. DATA BAHAN STRUKTUR KOLOM

Kuat tekan beton, f c' = 25 MPa


Tegangan leleh baja (deform) untuk tulangan lentur, fy = 400 MPa
Tegangan leleh baja (polos) untuk tulangan lentur, fy = 240 MPa
Gaya aksial hasil dari SAP 2000 Pu = 166.33 kNm
Momen ultimate SAP 2000 Mu = 31.18 kNm
Dimensi kolom h= 250 mm
b= 300 mm
Diameter tulangan pokok yang digunakan, Dp = 16 mm
Diameter tulangan geser yang digunakan, DS = 10 mm
Tebal bersih selimut beton, ts = 40 mm
Jarak titik berat tulangan ke tepi serat beton d' = t1 + Ds + 1/2 + DP = 58 mm
Tinggi efektif penampang kolom d = h - d' = 192.00 mm

B. DIAGRAM INTERAKSI MN & PN


Ag = b * h = 75000 mm2
Misal Ast = 3 * % * Ag = 2250 mm2
As' = Ast / 2 = 1125 mm2
1. Dalam keadaan aksial murni (Mn = 0)
Pn = 0.85 * f'c * ( Ag - Ast ) + ( Ast * fy ) = 2445.938 kN
Mn = 0.000
2. Dalam keadaan seimbang (Fs = Fy)
d = h - d' = 192.000 mm
Xb = ( 600 / ( 600 + fy) ) * d = 115.200 mm
a = 0.85 * Xb = 97.920 mm
fs = (( Xb - d' ) / * b ) * 600 = 297.917 MPa
Karena Fs' < fy maka Fs' = 297.917 MPa
Cc = (0.85 * f'c * a * b ) /1000 = 624.240 kN
Cs = ( As' * ( fs' - 0.85 * f'c )) / 1000 = 311.250 kN
Ts = ( As * fs ) / 1000 = 335.156 kN
Pn = Cc + Cs - Ts = 600.334 kN
Mn = Cc * ( h / 2 - a / 2 ) + Cs * ( h / 2 - d' ) + Ts ( d - h / 2 ) = 90.776 kNm
eb = Mn / Pn = 0.151 m

3. Dalam keadaan patah desak


d = h - d' = 192.000 mm
X = 1.5 * Xb = 172.800 mm
a = 0.85 * Xb = 146.880 mm
Fs = (( X - d' ) / * X ) * 600 = 398.611 MPa
Karena Fs' > fy maka Fs' = 398.611 MPa
Fs' = (( d - x ) / x ) * 600 = 66.667
Karena Fs' > fy maka Fs' = 66.667 MPa
Cc = (0.85 * f'c * a * b ) /1000 = 936.360 kN
Cs = ( As' * ( fs' - 0.85 * f'c )) / 1000 = 424.531 kN
Ts = ( As * fs ) / 1000 = 75.000 kN
Pn = Cc + Cs - Ts = 1285.891 kN
Mn = Cc * ( h / 2 - a / 2 ) + Cs * ( h / 2 - d' ) + Ts ( d - h / 2 ) 81.747 kNm
eb = Mn / Pn = 0.064 m
4. Dalam Keadaan Patah Tarik
d = h - d' = 192.000 mm
X = 0.5 * Xb = 57.600 mm
a = 0.85 * Xb = 48.960 mm
Fs = (( X - d' ) / * X ) * 600 = -4.167 MPa
Karena Fs' < fy maka Fs' = -4 MPa
Fs' = (( d - x ) / x ) * 600 = 1400.000
Karena Fs' > fy maka Fs' = 400 MPa
Cc = (0.85 * f'c * a * b ) /1000 = 312.120 kN
Cs = ( As' * ( fs' - 0.85 * f'c )) / 1000 = -28.594 kN
Ts = ( As * fs ) / 1000 = 450.000 kN
Pn = Cc + Cs - Ts = -166.474 kN
Mn = Cc * ( h / 2 - a / 2 ) + Cs * ( h / 2 - d' ) + Ts ( d - h / 2 ) = 59.609 kNm
eb = Mn / Pn = -0.358 m
5. dalam keadaan lentur murni
a = ( As * fy ) / 0.85 * f'c * b = 71 mm
Pn = 0
Mn = As * fy * ( d - ( a / 2 )) = 70.518 kNm
Rekap nilai Mn dan Pn
Momen nominal Gaya aksial
Keadaan
Mn (kN) Pn (kN)
Aksial murni 0.000 2445.938
Patah desak 81.747 1285.891 X 75 75
Seimbang 90.776 600.334 Y 166.33 0
Patah tarik 59.609 -166.474 X 0 75
Lentur murni 70.518 0 Y 166.33 166.33

Diagram Mn vs Pn
3000

2500

2000

1500
Pn (kN)

1000

500

0
0 50 100

-500
Mn (kN)
Gambar Diagram Interaksi Mn - Pn Kolom K1 250 x 300
Letak koordinat data dari SAP2000 yaitu Pu = 166 kN & Mu = 31 kNm ternyata berada
di dalam area diagram interaksi Mn - Pn (pada Gambar) dengan demikian luas tulangan sebesar
3 % aman digunakan. Nilai Momen hasil pembacaan, . Me = 75 kNm

C. Perhitungan tulangan pokok kolom K1 250 x 300


a. Data perencanaan
Gaya aksial hasil dari ETABS Pu = 166.33 kNm
Momen ultimate ETABS Mu = 31.18 kNm
Momen pembacaan grafik Me = 75 kNm
b. Perhitungan kebutuhan tulangan
2
Ag = b * h = 75000 mm
2
Ast = 3 % * Ag = 2250 mm
2
Luas tulangan yang dibutuhkan As' = Ast / 2 = 1125 mm
2
Luas tulangan tersedia As Dtul = π/4 * D = 201.0619298
Jumlah tulangan yang diperlukan n = As' / As = 5.5953 bh
Jumlah tulangan yang digunakan n pakai = 6 bh
Jumlah tulangan pada satu sisi kolom n 1 sisi = n pakai / 2 = 3 bh
Digunakan tulangan pokok kolom 8 D 16

Kontrol Strong Column Weak Beam

Lantai Mu Pu Me Ф x f'c x Ag CEK(Mu<Me) CEK


1 31.18 166.33 75 188 OK OK
2

SCWB
Mg- = 57.16176962
Mg+ = 98.11131381
Mg- + Mg+ = 155.2730834

D. Perhitungan tulangan geser kolom K1

Data dari Perhitungan Balok


b h Mpr- Mpr+ Mg- Mg+
mm mm kNm kNm kNm kNm
Balok 1 200 400 66.450 99.945 57.162 98.111
Balok 1 200 400 66.450 99.945 57.162 98.111

Lbalok Lkolom L' ha=hb ha'-hb' αa αb


m m m m m m m
6 0.35 5.65 3.5 3.1 0.5 0.5

MuKA 109.5047 kNm


MuKB 125.2570 kNm
ΣMuK 234.7617 kNm
Syarat , ΣMuK > 1,2ΣMgB
234.7617 kNm > 186.3277001 kNm OKE

Momen Kapasitas Kolom


Dimensi Kolom
h b z Tulangan Fy F'c
mm mm mm mm Nmm Nmm
250 300 62.5 10 240 25

Daerah Tumpuan
Vu 67.07476745 kNm
Vs 83.84345931 kNm
As Tul. 78.53981634 mm2
d 188 mm
Jml. Kaki 2
Av 157.0796327 mm2
S 84.30691587
Maka digunakan,
P 10 - 100
Daerah Lapangan
Ag 75000 mm2
Pu 166.33 kNm
Vc 7.426446429 kNm
Vs 9.901928571 kNm
As Tul 78.53981634 mm2
Jml. Kaki 2
Av 157.0796327 mm2
S 713.8592669 mm
Maka digunakan,
P 10 - 150
PERHITUNGAN BALOK SLOOF (S1)

Perencanaan Sloof
Data Perencanaan :
Momen pembacaan grafik Me = 75 kNm
Gaya aksial hasil dari SAP 2000 Pu = 166.33 kNm
Dimensi kolom h= 250 mm
b= 250 mm
L kiri = 4 m
L kanan = 4 m
f'c = 25 Mpa
My = Me / 1.6 * 0.65 = 72.115 kNm
M sloof Ka = M Sloof Ki
M sloof = ((1 / Lki ) / ((1 / Lki ) + (1 / Lki ))) * My = ((1 / Lka )/ ((1 / Lki ) + (1 / Lki ))) * My
34.408 = 37.707
P sloof Ka = 1/10 * Pu Kol = 16.633 kNm
16633000 Nmm
Jika P sloof > 0.1 * Ag * f'c, maka hitungan tulangan sloof menggunakan perhitungan kolom penulangan 2 muka.
Jika P sloof < 0.1 * Ag * f'c, maka hitungan tulangan sloof mengunakan perhitungan balok tulangan tumpuan.
Dimensi rencana Sloof :
b= 150 mm
h= 300 mm
Ag = b * h = 45000 mm²
f'c = 25 Mpa
Menentukan analisis yang digunakan :
P sloof < 0.1 * Ag * f'c
16.633 < 112.5 kN
Analisis selanjutnya menggunakan analisis balok tulangan tumpuan, karena P sloof < 0.1 * Ag * f'c

DATA BALOK SLOOF S1

BAHAN STRUKTUR
Kuat tekan beton, fc' = 25 MPa
Tegangan leleh baja (deform) untuk tulangan lentur, fy = 400 MPa
Tegangan leleh baja (polos) untuk tulangan geser, fy = 240 MPa
Beta β= 0.85
Modulus Elastisitas beton Es = 200000
ɛc = 0.003
DIMENSI BALOK
Diameter tulangan yang digunakan, = 13 mm
Diameter tulangan susut yang digunakan, = 8 mm
Diameter sengkang yang digunakan, = 8 mm
Tebal bersih selimut beton, ts = 40 mm
MOMEN DAN GAYA GESER RENCANA
Momen sloof Mu- = 34.408 kNm
Gaya geser sloof vu- = ( Msloof * 2 ) / ( Lki-Ln Sloof) = 18.351 kN
Gaya geser sloof vu- = ( Msloof * 2 ) / ( Lki-Ln Sloof) = 286.960 kN

A. TULANGAN TUMPUAN
Rasio tulangan (ρ)
Untuk : fc' ≤ 30 MPa, b1 = 0.85
Untuk : fc' > 30 MPa, b1 = 0.85 - 0.05 * ( fc' - 30) / 7 = -
Faktor bentuk distribusi tegangan beton, b1 = 0.85
Rasio tulangan pada kondisi balance,
ρb = b1* 0.85 * fc’/ fy * 600 / ( 600 + fy ) = 0.0271
Faktor tahanan momen maksimum, ρmax = 0.75 * ρb = 0.020
ρ = 0.5 * ρb = 0.0135
m = fy / 0.85 * fc' = 18.824
Koefisien Perlawanan R1 = ρ * fy * ( 1 - 0.5 * ρ * m ) = 4.728 Mpa
Momen nominal Mn = Mu- / 0.8 = 43009992 Nmm
bd² = Mn / R1 = 9097139 mm³
dperlu = ( bd² / b ) ^ 0.5 = 246.267 mm
Jarak tulangan terhadap sisi luar beton, ds = ts +  + D/2 = 54.50 mm
Pusat berat tulangan baja desak (z) z= 54.50 mm
Pusat berat tulangan baja tarik (d') d' = 54.50 mm
Perhitungan tinggi perlu (h perlu) h perlu = 300.77 mm
Dipilih hasil minimum dari hasil h perencanaan dengan h perlu h pakai = 300.00 mm
Perhitungan tinggi efektif (d)
ddesak = h - z = 245.500 mm
dtarik = h - d' = 245.500
Jumlah tulangan dlm satu baris, ns = ( b - 2 * ds) / ( 25 + D ) = 1.84
Digunakan jumlah tulangan dalam satu baris, ns = 1 bh

Perhitungan Tulangan Desak


Koefisien perlawanan R2 = γ * R1 = 2.364
M1 = R2 * b * d2 = 21371194.99
M2 = Mn - M1 = 21638797
Luas tulangan desak yang diperlukan As' = M2 / ( fy * ( d - d' ) ) = 283.230
2
Luas tulangan As D = π/4 * D = 132.732
Jumlah tulangan yang diperlukan n = As' / As = 2.134
3
Digunakan tulangan desak 3 D 13
mm
Perhitungan tulangan tarik mm
ρbaru = γ * ρ = 0.007 mm
Luas tulangan yang diperlukan As = ρbaru * b * dtarik + As' = 532.662
Luas tulangan As D = π/4 * D2 = 132.7322896
Jumlah tulangan yang diperlukan n = As' / As = 4.013 Mpa
5 Nmm
Digunakan Tulangan Tarik 5 D 13 Nmm
mm²
Kontrol Momen Tersedia (Mg-) mm2
Luas tulangan desak tersedia As' ada = n * As = 398.197
Luas tulangan tarik tersedia As ada = n * As = 663.661 btg
Gaya tekan pada beton Cc = 0,85 . f'c * a * b = 2709.375
Gaya tekan pada tulanangan baja tekan
Cs = As' ada (desak) * Ɛc * Es ( c - z / c ) = 238918.12
Gaya tarik pada tulanangan baja tarik Ts = As ada (tarik) * fy = 265464.58
Cc + Cs - Ts = 0 mm2
2709 c+ 238918.121 c -13021037.6 -265464.579 = mm2
2709 c²+ 238918.121 c -13021037.6 -265464.58 c =
2709 c2 -26546.458 c -13021037.6 =
1 c2 -9.798000617 c -4805.9193 =
c1 = 74.397
c2 = -64.60
Pakai c = 74.397 mm2
fs' = ɛc * Es * ( c -z/ c ) = 160.464 mm2
Karena Fs' < fy maka Fs' = 160.464 c
a = 0,85 * c = 63.237
Mg = (0,85.F'c.a.b(ddesak-a/2)) + (As ada desak.Fs'.ddesak) = 58798252.32 (c-z/c)
Tahanan momen balok, 0,8 * Mg = 47038601.86 Mpa
47.03860186
Syarat 0,8Mg- > Mu-
47.0386 > 34.4080  AMAN
= ρada1 = As ada tarik / b * ddesak = 0.000
= ρada2 = As' ada desak / b * ddesak = 8.10992E-06
ρada1 - ρada2 = 0.00001 < 0.020  AMAN mm
mm
Kontrol Momen Tersedia (Mg+) mm
Luas tulangan desak tersedia As' ada = n * As = 398.197
Luas tulangan tarik tersedia As ada = n * As = 663.661 Mpa
Cc = 0,85 * f'c * a * b = 2709.375 mm
Cs = As ada(tarik) * Ɛc * Es (c - z/ c ) = 398196.87 Mpa
Ts = As' ada(desak)* fy = 159278.7475 Mpa
Cc + Cs - Ts = 0 kNm
2709 c+ 398196.869 c -21701729.4 -159278.748 =
2709 c²+ 398196.869 c -21701729.4 -159278.7 c =
2709 c²+ 238918.121 c -21701729.4 =
c1 = 55.678
c2 = -143.8601465
Pakai c = 55.6781409
fs' = ɛc * Es (c - z/ c ) = -12.69590776
Karena Fs' < fy maka Fs' = 400.000 mm2
a = 0,85* c = 47.32641977 mm2
+
Mg (0,85 * f'c * a * b ( dtarik - a / 2 ) ) + (As ada dtarik * Fs' * dtarik) = 98636291.29 c
Tahanan momen balok, 0,8 Mg+ = 78909033.03 (c-z/c)
78.90903303 Mpa
Syarat 0,8Mg+ > Mu+
78.909 > 34.4080  AMAN
B. PERHITUNGAN TULANGAN SUSUT
Luas tulangan susut tersedia As D = π / 4 * D2 = 50.26548246 mm2
Asst= 0.0018 * b * h untuk BJTD <= 400
Asst= 0.0020 * b * h untuk BJTD >= 400
Luas minimun tulangan susut Asst = 0,002 * b * h = 81 mm2
Jumlah Tulangan Perlu n = Asst/ As D= 1.611
2 btg
2 P 8

1. Momen Kapasitas Negatif (MPr-)


Luas tulangan desak tersedia As' ada = n * As = 398.197 mm2
Luas tulangan tarik tersedia As ada = n * As = 663.661 mm2
Cc = 0,85 * f'c * a * b = 2709.375 c
Cs = As' ada(ddesak) * Ɛc * Es (c - d'/ c ) = 238918.1213 (c-z/c)
Ts = As' ada(dtarik) * fy = 331830.724 Mpa
Cc+Cs-Ts = 0
2709 c+ 238918.1213 c -13021038 -331830.724 = 0
2
2709 c+ 238918.1213 c -13021038 -331830.724 c = 0
2
2709 c -92912.6027 c -13021038 = 0
c1 = 88.560
c2 = -54.267
Pakai c = 88.560
fs' = ɛc * Es (c - z/ c ) = 230.760
Karena Fs' < fy maka Fs' = 230.760
a = 0,85* c = 75.27620219
MPr- (0,85 * f'c * a * b ( dtarik - a / 2 ) ) + (As ada dtarik * Fs' * dtarik) = 67425561.12
67.42556112
0,8 MPr- = 53.9404489
Syarat 0.8 MPr- > Mu-
53.9404 > 34.4  AMAN

2. Momen Kapasitas Positif (MPr+)


Luas tulangan desak tersedia As' ada = n * As = 398.197 mm2
Luas tulangan tarik tersedia As ada = n * As = 663.661 mm2
Cc = 0,85 * f'c * a * b = 2709.375 c
Cs = As ada(tarik) * Ɛc * Es (c - z/ c ) = 398196.8688 (c-z/c)
Ts = As' ada(desak)* 1.25 * fy = 199098.4344 Mpa
Cc+Cs-Ts = 0
2709 c+ 398196.8688 c -21701729.35 -199098.434 0
2 -21701729
2709 c+ 398196.8688 c -199098.434 c = 0
2 -21701729
2709 c+ 199098.4344 c = 0
c1 = 60.004 mm
c2 = -133.489 mm
Pakai c = 60.004 mm
fs' = ɛc * Es (c - z/ c ) = -55.0359212 Mpa
Karena Fs' < fy maka Fs' = 400.0000000
a = 0,85* c = 51.003
+
MPr (0,85 * f'c * a * b ( dtarik - a / 2 ) ) + (As ada dtarik * Fs' * dtarik) = 86469568.73
86.46956873
0,8 MPr+ = 69.17565499
Syarat 0,8 MPr+ > Mu-
69.1757 > 34.4  AMAN
D. PERHITUNGAN TULANGAN GESER
Data struktur dan material
Tegangan leleh baja (polos) untuk tulangan geser, fy = 240 MPa
Diameter sengkang (polos) yang digunakan, P= 8 mm
-
Momen Kapasitas negatif (MPr ) = 67425561 Nmm
+
Momen Kapasitas Positif (MPr ) = 86469569 Nmm
Gaya geser rencana positif akibat beban terfaktor, vu- = 18350930 kN
Gaya geser rencana positif akibat beban terfaktor, vu+ = 286960
d desak 246 mm
d tarik 246 mm

Daerah dalam sendi plastis


Kuat geser nominal tulangan geser Vs = Vu1 / 0.75 = 24467907 N
Jarak antar sengkang ( s )
Jumlah kaki n= 2
Luas tulangan yang digunakan As tul = 1/4 * π * D² = 50.24 mm²
Jarak sengkang yang diperlukan S = ( jumlah kaki * As tul * fy * ddesak ) / Vs = 241.96 mm²
Jarak sengkang maksimum,
smax = d / 2 = 122.75
s = 8 x D tulangan pokok balok = 104.00
s = 24 * D sengkang = 288.00
Jarak sengkang yang digunakan 240
Jadi sengkang tumpuan menggunakan P 8 - 100
Di daerah luar sendi plastis
Vc = ( 1 + ( pu / ( 14* Ag ) ) x 1/6 * √𝑓𝑐′ * b * d desak = 84.08862103
Kuat geser nominal tulangan geser Vs = Vc / 0,75 = 112.1181614 N
Jarak antar sengkang ( s )
Jumlah kaki n= 2
Luas tulangan yang digunakan As tul = 1/4 * π * D² = 50.24 mm²
Jarak sengkang yang diperlukan S = ( jumlah kaki * As tul * fy * ddesak ) / Vs = 528 mm
Jarak sengkang maksimum,
smax = d / 2 = 61.38
s = 8 x D tulangan pokok balok = 104.00
s = 24 * D sengkang = 288.00
Jarak sengkang yang digunakan 520
Jadi sengkang lapangan menggunakan 2 P 8 - 150

Kesimpulan :
Tul tumpuan tarik 5 D 13
Tul tumpuan desak 3 D 13
Tul susut 2 P 8
Sengkang tumpuan P 8 - 100
Sengkang lapangan P 8 - 150
PERHITUNGAN FONDASI FOOTPLAT
BENTUK EMPAT PERSEGI PANJANG

[C]2010 : M. Noer Ilham F1

A. DATA FONDASI FOOT PLAT

DATA TANAH
Kedalaman fondasi, Df = 2.00 m
Berat volume tanah, g= 16.00 kN/m3
Sudut gesek dalam, f= 34.00 
Kohesi, c= 0.00 kPa
Tahanan konus rata-rata (hasil pengujian sondir), qc = 200.00 kg/cm2
DIMENSI FONDASI
Lebar fondasi arah x, Bx = 1.60 m
Lebar fondasi arah y, By = 1.60 m
Tebal fondasi, h= 0.20 m
Lebar kolom arah x, bx = 0.25 m
Lebar kolom arah y, by = 0.30 m
Posisi kolom (dalam = 40, tepi = 30, sudut = 20) as = 20
BAHAN KONSTRUKSI
Kuat tekan beton, fc' = 25.0 MPa
Kuat leleh baja tulangan, fy = 400 MPa
Berat beton bertulang, gc = 24 kN/m3
BEBAN RENCANA FONDASI
Gaya aksial akibat beban terfaktor, Pu = 166.33 kN
Momen arah x akibat beban terfaktor, Mux = 32.84 kNm
Momen arah y akibat beban terfaktor, Muy = 31.18 kNm
B. KAPASITAS DUKUNG TANAH

1. MENURUT TERZAGHI DAN PECK (1943)

Kapasitas dukung ultimit tanah menurut Terzaghi dan Peck (1943) :


qu = c * Nc * (1 + 0.3 * B / L) + Df * g * Nq + 0.5 * B * Ng * (1 - 0.2 * B / L)

c= kohesi tanah (kN/m2) c= 0.00 


Df = Kedalaman fondasi (m) Df = 2.00 m
g= 3
berat volume tanah (kN/m ) g= 16.00 kN/m3
B= lebar fondasi (m) B = By = 1.60 m
L= panjang fondasi (m) L = By = 1.60 m
Sudut gesek dalam, f= 34.00 
f = f / 180 * p = 0.59341195 rad
a = e(3*p / 4 - f/2)*tan f = 4.01140898
Kpg = 3 * tan [ 45 + 1/2*( f + 33) ] = 72.4763059
2

Faktor kapasitas dukung tanah menurut Terzaghi :


Nc = 1/ tan f * [ a2 / (2 * cos2 (45 + f/2) - 1 ] = 52.637
Nq = a2 / [ (2 * cos2 (45 + f/2) ] = Nc * tan f + 1 = 36.504
Ng = 1/2 * tan f * [ Kpg / cos2 f - 1 ] = 35.226
Kapasitas dukung ultimit tanah menurut Terzaghi :
qu = c*Nc*(1+0.3*B/L) + Df*g*Nq + 0.5*B*Ng*(1-0.2*B/L) = 1190.69 kN/m2
Kapasitas dukung tanah, q a = qu / 3 = 396.90 kN/m2

2. MENURUT MEYERHOF (1956)

Kapasitas dukung tanah menurut Meyerhof (1956) :


qa = qc / 33 * [ ( B + 0.3 ) / B ]2 * Kd ( dalam kg/cm2)
dengan, Kd = 1 + 0.33 * Df / B harus  1.33

2
qc = tahanan konus rata-rata hasil sondir pada dasar fondasi ( kg/cm )
B = lebar fondasi (m) B = By = 1.60 m
Df = Kedalaman fondasi (m) Df = 2.00 m
Kd = 1 + 0.33 * Df / B = 1.4125 > 1.33
 diambil, Kd = 1.33
Tahanan konus rata-rata hasil sondir pada dasar fondasi, qc = 200.00 kg/cm2
2
qa = qc / 33 * [ ( B + 0.3 ) / B ] * Kd = 11.367 kg/cm2
Kapasitas dukung ijin tanah, qa = 1136.67 kN/m2
3. KAPASITAS DUKUNG TANAH YANG DIPAKAI

Kapasitas dukung tanah menurut Terzaghi dan Peck : qa = 396.90 kN/m2


Kapasitas dukung tanah tanah menurut Meyerhof : qa = 1136.67 kN/m2
Kapasitas dukung tanah yang dipakai : qa = 396.90 kN/m2

C. KONTROL TEGANGAN TANAH

Luas dasar foot plat, A = Bx * By = 2.5600 m2


Tahanan momen arah x, W x = 1/6 * By * Bx2 = 0.6827 m3
Tahanan momen arah y, W y = 1/6 * Bx * By2 = 0.6827 m3
Tinggi tanah di atas foot plat, z = Df - h = 1.80 m
Tekanan akibat berat foot plat dan tanah, q = h * gc + z * g = 33.600 kN/m2
Eksentrisitas pada fondasi :
ex = Mux / Pu = 0.1974 m < Bx / 6 = 0.2667 m (OK)
ey = Muy / Pu = 0.1875 m < By / 6 = 0.2667 m (OK)
Tegangan tanah maksimum yang terjadi pada dasar fondasi :
qmax = Pu / A + Mux / W x + Muy / W y + q = 192.349 kN/m2
qmax < qa  AMAN (OK)
Tegangan tanah minimum yang terjadi pada dasar fondasi :
2
qmin = Pu / A - Mux / W x - Muy / W y + q = 4.796 kN/m
qmin > 0  tak terjadi teg.tarik (OK)
D. GAYA GESER PADA FOOT PLAT

1. TINJAUAN GESER ARAH X

Jarak pusat tulangan terhadap sisi luar beton, d' = 0.075 m


Tebal efektif foot plat, d = h - d' = 0.125 m
Jarak bid. kritis terhadap sisi luar foot plat, ax = ( Bx - bx - d ) / 2 = 0.613 m
Tegangan tanah pada bidang kritis geser arah x,
qx = qmin + (Bx - ax) / Bx * (qmax - qmin) = 120.551 kN/m2
Gaya geser arah x, Vux = [ qx + ( qmax - qx ) / 2 - q ] * ax * By = 120.393 kN
Lebar bidang geser untuk tinjauan arah x, b = By = 1600 mm
Tebal efektif footplat, d= 125 mm
Rasio sisi panjang thd. sisi pendek kolom, b c = bx / b y = 0.8333
Kuat geser foot plat arah x, diambil nilai terkecil dari Vc yang diperoleh dari pers.sbb. :
Vc = [ 1 + 2 / bc ] * √ fc' * b * d / 6 * 10-3 = 566.667 kN
Vc = [ as * d / b + 2 ] * √ fc' * b * d / 12 * 10-3 = 296.875 kN
Vc = 1 / 3 * √ fc' * b * d * 10-3 = 333.333 kN
Diambil, kuat geser foot plat,  Vc = 296.875 kN
Faktor reduksi kekuatan geser, f = 0.75
Kuat geser foot plat, f * Vc = 222.656 kN
Syarat yang harus dipenuhi,
f * Vc ≥ Vux
222.656 > 120.393  AMAN (OK)

2. TINJAUAN GESER ARAH Y

Jarak pusat tulangan terhadap sisi luar beton, d' = 0.085 m


Tebal efektif foot plat, d = h - d' = 0.115 m
Jarak bid. kritis terhadap sisi luar foot plat, ay = ( By - by - d ) / 2 = 0.593 m
Tegangan tanah pada bidang kritis geser arah y,
qy = qmin + (By - ay) / By * (qmax - qmin) = 122.896 kN/m2
Gaya geser arah y, Vuy = [ qy + ( qmax - qy ) / 2 - q ] * ay * Bx = 117.573 kN
Lebar bidang geser untuk tinjauan arah y, b = Bx = 1600 mm
Tebal efektif footplat, d= 115 mm
Rasio sisi panjang thd. sisi pendek kolom, b c = bx / b y = 0.8333
Kuat geser foot plat arah y, diambil nilai terkecil dari Vc yang diperoleh dari pers.sbb. :
Vc = [ 1 + 2 / bc ] * √ fc' * b * d / 6 * 10-3 = 521.333 kN
Vc = [ as * d / b + 2 ] * √ fc' * b * d / 12 * 10-3 = 263.542 kN
Vc = 1 / 3 * √ fc' * b * d * 10-3 = 306.667 kN
Diambil, kuat geser foot plat,  Vc = 263.542 kN
Faktor reduksi kekuatan geser, f = 0.75
Kuat geser foot plat, f * Vc = 197.656 kN
Syarat yang harus dipenuhi,
f * Vc ≥ Vux
197.656 > 117.573  AMAN (OK)

3. TINJAUAN GESER DUA ARAH (PONS)

Jarak pusat tulangan terhadap sisi luar beton, d' = 0.085 m


Tebal efektif foot plat, d = h - d' = 0.12 m
Lebar bidang geser pons arah x, c x = bx + 2 * d = 0.365 m
Lebar bidang geser pons arah y, c y = by + 2 * d = 0.415 m
Gaya geser pons yang terjadi,
Vup = ( Bx * By - cx * cy ) * [ ( qmax + qmin ) / 2 - q ] = 156.488 kN
Luas bidang geser pons, Ap = 2 * ( cx + cy ) * d = 0.179 m2
Lebar bidang geser pons, bp = 2 * ( c x + c y ) = 1.560 m
Rasio sisi panjang thd. sisi pendek kolom, bc = bx / by = 0.8333
Tegangan geser pons, diambil nilai terkecil dari fp yang diperoleh dari pers.sbb. :
fp = [ 1 + 2 / b c ] * √ fc' / 6 = 2.833 MPa
fp = [ as * d / bp + 2 ] * √ fc' / 12 = 1.448 MPa
fp = 1 / 3 * √ fc' = 1.667 MPa
Tegangan geser pons yang disyaratkan, fp = 1.448 MPa
Faktor reduksi kekuatan geser pons, f = 0.75
Kuat geser pons, f * Vnp = f * Ap * fp * 103 = 194.78 kN
Syarat : f * Vnp ≥ Vup
194.781 > 156.488  AMAN (OK)
f * Vnp ≥ Pu
194.781 > 166.330  AMAN (OK)

E. PEMBESIAN FOOTPLAT

1. TULANGAN LENTUR ARAH X

Jarak tepi kolom terhadap sisi luar foot plat, ax = ( Bx - bx ) / 2 = 0.675 m


Tegangan tanah pada tepi kolom,
qx = qmin + (Bx - ax) / Bx * (qmax - qmin) = 113.225 kN/m2
Momen yang terjadi pada plat fondasi akibat tegangan tanah,
Mux = 1/2 * ax2 * [ qx + 2/3 * ( qmax - qx ) - q ] * By = 48.250 kNm
Lebar plat fondasi yang ditinjau, b = By = 1600 mm
Tebal plat fondasi, h= 200 mm
Jarak pusat tulangan thd. sisi luar beton, d' = 75 mm
Tebal efektif plat, d = h - d' = 125 mm
Kuat tekan beton, fc' = 25 MPa
Kuat leleh baja tulangan, fy = 400 MPa
Modulus elastis baja, Es = 2.00E+05 MPa
Faktor distribusi teg. beton, b1 = 0.85
rb = b1* 0.85 * fc’/ fy * 600 / ( 600 + fy ) = 0.02709375
Faktor reduksi kekuatan lentur, f = 0.80
Rmax = 0.75 * rb * fy * [1-½*0.75* rb * fy / ( 0.85 * fc’ ) ] = 6.574
Mn = Mux / f = 60.313 kNm
Rn = Mn * 106 / ( b * d2 ) = 2.41252
Rn < Rmax  (OK)
Rasio tulangan yang diperlukan,
r = 0.85 * fc’ / fy * [ 1 -  {1 – 2 * Rn / ( 0.85 * fc’ ) } ] = 0.0064
Rasio tulangan minimum, rmin = 0.0025
Rasio tulangan yang digunakan,  r = 0.0064
Luas tulangan yang diperlukan, As = r * b * d = 1283.82 mm2
Diameter tulangan yang digunakan, D 16 mm
Jarak tulangan yang diperlukan, s = p / 4 * D * b / As =
2
251 mm
Jarak tulangan maksimum, smax = 200 mm
Jarak tulangan yang digunakan,  s= 200 mm
Digunakan tulangan, D 16 - 200
Luas tulangan terpakai, As = p / 4 * D2 * b / s = 1608.50 mm2

2. TULANGAN LENTUR ARAH Y

Jarak tepi kolom terhadap sisi luar foot plat, ay = ( By - by ) / 2 = 0.650 m


Tegangan tanah pada tepi kolom,
qy = qmin + (By - ay) / By * (qmax - qmin) = 116.156 kN/m2
Momen yang terjadi pada plat fondasi akibat tegangan tanah,
Muy = 1/2 * ay2 * [ qy + 2/3 * ( qmax - qy ) - q ] * Bx = 45.073 kNm
Lebar plat fondasi yang ditinjau, b = Bx = 1600 mm
Tebal plat fondasi, h= 200 mm
Jarak pusat tulangan thd. sisi luar beton, d' = 85 mm
Tebal efektif plat, d = h - d' = 115 mm
Kuat tekan beton, fc' = 25 MPa
Kuat leleh baja tulangan, fy = 400 MPa
Modulus elastis baja, Es = 2.00E+05 MPa
Faktor distribusi teg. beton, b1 = 0.85
rb = b1* 0.85 * fc’/ fy * 600 / ( 600 + fy ) = 0.02709375
Faktor reduksi kekuatan lentur, f = 0.80
Rmax = 0.75 * rb * fy * [1-½*0.75* rb * fy / ( 0.85 * fc’ ) ] = 6.574
Mn = Muy / f = 56.341 kNm
Rn = Mn * 106 / ( b * d2 ) = 2.66261
Rn < Rmax  (OK)
Rasio tulangan yang diperlukan,
r = 0.85 * fc’ / fy * [ 1 -  {1 – 2 * Rn / ( 0.85 * fc’ ) } ] = 0.0071
Rasio tulangan minimum, rmin = 0.0025
Rasio tulangan yang digunakan,  r = 0.0071
Luas tulangan yang diperlukan, As = r * b * d = 1312.98 mm2
Diameter tulangan yang digunakan, D 16 mm
Jarak tulangan yang diperlukan, s = p / 4 * D * b / As =
2
245 mm
Jarak tulangan maksimum, smax = 200 mm
Jarak tulangan yang digunakan,  s= 200 mm
Digunakan tulangan, D 16 - 200
Luas tulangan terpakai, As = p / 4 * D2 * b / s = 1608.50 mm2
3. TULANGAN SUSUT

Rasio tulangan susut minimum, rsmin = 0.0014


Luas tulangan susut arah x, Asx = rsmin* d * Bx = 280.000 mm2
Luas tulangan susut arah y, Asy = rsmin* d * By = 257.600 mm2
Diameter tulangan yang digunakan,  12 mm

Jarak tulangan susut arah x, sx = p / 4 *  * By / Asx


2
= 646 mm
Jarak tulangan susut maksimum arah x, sx,max = 200 mm
Jarak tulangan susut arah x yang digunakan,  sx = 200 mm
Jarak tulangan susut arah y, sy = p / 4 * 2 * Bx / Asy = 702 mm
Jarak tulangan susut maksimum arah y, sy,max = 200 mm
Jarak tulangan susut arah y yang digunakan,  sy = 200 mm
Digunakan tulangan susut arah x,  12 - 200
Digunakan tulangan susut arah y,  12 - 200
TANGGA

DESAIN TANGGA
PENULANGAN TANGGA

Data Material & Struktur Tulangan Rencana


fy = 240 MPa Pb = 30 mm
f'c = 25 MPa Φ = 10 mm
h = 150 mm = 78.571 mm²
b = 1000 mm ds = 35 mm
Data Beban d = 115 mm
Mu (Dari SAP 2000)
= 18 kNm Φsusut = 10 mm

ARAH X

Momen Nominal As tersedia


Mn X = 22500000.000 Nmm As tersedia = 850.759 mm²
Mencari Nilai a Jarak Tulangan
Mn X = 0.85 x f'c x a x b (d - ½a) s = 92.3545 mm
0.85*f'c*b*d = 2443750 a/2 = 100 mm
0.85*f'c*b*0.5 = 10625 d s max = 300 mm
Persamaan : a -1 a²
b 230 a DIGUNAKAN :
c -2117.647059 P 10 - 100

a1 = 9.609 mm
a2 = 220.391 mm
a pakai = 9.609 mm

JIKA MERUPAKAN PELAT 1 ARAH MAKA TUL. SUSUT

As Tersedia
Ø susut = 10 mm
= 78.5398 mm2
Asst = 270 mm2
Jarak Tulangan
s = 290.8882 mm

P 10 - 200

Kesimpulan
h Pelat = 150 m

Tul. Arah X = P 10 - 100


Tul. Susut = P 10 - 200
------------------LAMPIRAN------------------

Anda mungkin juga menyukai