Anda di halaman 1dari 2531

Petunjuk Cepat Penggunaan

Kamus Kedokteran Dorland


Untuk penjelasan yang lebih detail, lihat "Catatan untuk
Penggunaan Kamus lni" yang dimulai pada halaman xv.

Unsur Kaia yang


rt,,---v-L-
unsur 1-aden(ol. lY:un. adEn, gen. adenos kelenjarl bentuk gabung yang
rata ---L- Digunakan pada
-
menuniukkan hubungan dengan keienjar atau kelenjar-kelenjar. Etimologi
lnformasi mata + -ifisl
Biografis va.
Rujukan Silang ke
Eponim--a% ahli matematika dan filosofi Perancis, Istilah yang
diielaskan (1ihat
ealil Descemet,
entri di bawah)

Kata kepala tipis yang datar atau L- Etimologi


sering digunakan tersen-
Genitif dan lamina arkus Terminologi Resmi
famak oph.thal.mia fYun. dan ophthalmos malalPetadangan hebat dari mata
atau konjungtiva ataupun struktur-struktur mata yang lebih dalam.
Medical Subject
ophthaimiineonatbrum @ Heading
mua konjungtivi tis purulenta EplperaFufyang tt- adi 6Ep-uluh
hari pertama kehidupan, biasanya didapat sewaktu keiahiran dari

Entri utama

Rujukan Silang
ke Subentri

Definisi
dr'eamy 3.r 9uatu keadaan Kesadaran yan
sung selama beberapa menit yang dit={3i
' Rujukan Silang ke
Istilah Terkait
KAMUS
KEDOKTERAN
DOND

:'

It-lguku asli berstiker hologram 3 dimensi I


Kutipan Pasal T2:
Sanksi Pelanggaran Undang-Undang Hak Cipta
(Undang-Undang No. 19 Tahun 2002)

1. Batangsiapa dengan sengaja dan tanpa hak melakukan perbuatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (l)
dipidana dengan pidana penjara masing-masing paling singkat 1 (satu) bulan dan/atau denda paling sedikit
Rp.1.000.000,00 (satu juta rupiah), atau pidana penjara paling lama7 (tujuh) tahun darVatau denda paling lanyak
Rp.5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah).
2. Barangsiapa dengan sengaja menyiarkan, memamerkan, mengedarkan, atau menjual kepada umum suatu ciptaan
atau barang hasil pelanggaran Hak Cipta atau Hak Terkait sebagaimana dimaksud pad a ayat (1) dipidana dengan
pidanapenjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyakRp.500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah).

PnvrmcDncrcrul
Penerbit adalah rekanan pengarang untuk menerbitkan sebuah buku. Bersama pengarang, penerbit menciptakan buku
untuk diterbitkan. Penerbit mempunyai hak atas penerbitan buku tersebut serta distribusinya, sedangkan pengarang
memegang hak penuh atas karangannya dan berhak mendapatkan royalti atas penjualan bukunya dari penerbit.

Percetakan adalah perusahaan yang memiliki mesin cetak dan menjual jasa pencetakan. Percetakan tidak memiliki hak apa
'
pun dari buku yang dicetaknya kecuali upah. Percetakan tidak bertanggung jawab atas isi buku yang dicetaknya.

Pengarang adalah pencipta buku yang menyerahkan naskahnya untuk diterbitkan di sebuah penerbit. Pengarang memiliki
hak penuh atas karangannya, namun menyerahkan hak penerbitan dan dishibusi bukunya kepada penerbit yang
ditunjuknya sesuai batas-batas yang ditentukan dalam perjanjian. Pengarang berhak mendapatkan royalti atas karyanya
dari penerbit, sesuai dengan ketentuan di dalam perjanjian Pengarang-Penerbit.

Pembajak adalah pihak yang mengambil keuntungan dari kepakaran pengarang dan kebutuhan belajar masyarakat.
Pernbajak tidak mempunyai hak mencetak, tidak memiliki hak menggandakan, mendistnbusikan, dan menjual buku yang
digandakannya karena tidak dilindungi copyright ataupun perjanjian pengarang-penerbit. Pembajak tidak peduli atas
jerih payah pengarang. Buku pembajak dapat lebih murah karena mereka tidak perlu mempersiapkan naskah mulai dari
pemilihan judul, editing sampai persiapan pracetak, tidak membayar royalti, dan tidak terikat perjanjian dengan pihak
mana pun.

Pnnrnl.rAKAN Buxu Ao,qLAH KRTMTNAL!


Anda jangan menggunakan buku bajakan, demi menghargai jerih payahpara pengarang yang notabene adalah para guru.
EDISI 31

WI]S
IGDOKTEN
DOD
i

ME
EGC 1824

KAMUS KEDOKTERAN DORLAND, EDISI3l


(DORLAND'S ILLUSTRATED MEDICAL DICTIONARY 3l.t EDITION)
by W. A. Newman Dorland
originalcopyrighta^2007,2003,2000,1994.1988,1985,1981,1974,1965,1957,1951,1947,1944,1941,1938, 1935,1932,
1929,1927,1923,1921,1919,1917,1915,1913,1911,1909,1906,1903,1901,1900 byElsevierlnc.Allrightsreserved.
Alih bahasa: dr. Retna Neary Elseria, dkk.
Editor edisi bahasa Indonesia: dr. Alberrus Agung Mahode, dkk.
Copyright @ 2010 by Elsevier (Singapore) Pte Ltd and EGC Medical Publisher. All rights reserved.
This edition of DORLAND'S ILLUSTRATED MEDICAL DICTIONARY Thirty-First Eclition by Dorland is published by arrange-
ment ivith Elsevier Inc.
Hak Cipta dilindungi undang-undang, Tidak diperbolehkan melakukan reproduksi atau pemindahan bagian mana pun dari buku ini
dalam bentuk apa pun atau dengan cara apa pun, baik elektronik maupun mekanis, termasuk fotofopi, rekaman, atau bentuk
penyimpanan informasi dan sistem pelacakan ulang, tanpa izin tertulis dari penerbit. Izin dapat diperoieh dari Elsevier's Health
Science Rights Department di singapura telepon +65-6349 0200, faksimil i: +65-6733 lglT

Elsevier (Singapore) Pte Ltd


3 Killiney Road
#08-01 Winsland House I
Singapore 239519

EGC Medical Publisher


Jl. Agung Timur 4 Blok O/1 No. 39
Sunter Agung Podomoro, J akarta I 43 50
Indonesia

Perhatian:
Ilmu Kedokteran selalu berubah. Tindakan pengamanan standar harus dilaksanakan, tetapi karena riset baru dan pengalaman klinis
memperluas pengetahuan kita, perubahan di bidang terapi dan pengobatan mungkin perlu dilakukan atau harus dilakukan. pembaca
dianjurkan untuk merujuk informasi produk paling baru yang waji6 disediakan oletr pabrik obat untuk melakukan verifikasi tentang
dosis yang dianjurkan, cara dan lama pemberian, serta kontraindikasi. Penetapan dosis dan terapi yang paling baik untuk masing-
masing pasien tetap menjadi tanggung jawab dokter praktik. sesuai dengan pengalaman dan pemahamanriya ternaaap pasien. Penerb*it
maupun para penulis buku tidak bertanggung jawab atas cedera dan/atau kerusakan apa pun pada orang atau properti yang timbul
akibat penerbitan buku ini.
Penerbit
UK ISBN : 9'78-141-602-364-7
Singapore ISBN : 978-981-272-269-0
IndonesialSBN : 978-979-044-001-2
Hak cipta terjemahan Indonesia
A 2007 Penerbit Buku Kedokteran EGC
P.O. Box 4276llakarta 10042
Telepon: 6530 6283
Anggota IKAPI
Desain kulit muka: Yohanes Duta Kurnia tjtama
Penata letak: Amsir & Andryan Yudha Pratama

Cetakan 20 I 2

Perpustakaan Nasional: Katalog Dalam Terbitan (KDT)


Dorland
Kamus kedokteran Dorland / penulis, W. A. Newman Dorland ; alih bahasa, Retna Neary Elseria ...
[et al.] ; editor edisi bahasa Indonesia, Albertus Agung Mahode ,.. let al.]. Edisi 31 Jakarta : EGC, 2010
: . xxvii, 2500 hlm. ;21 x29,5 cm, - -
Judul asli: Dorland s illustrated medical dictionary.
rsBN 978-979 -044-001 -2
1. Kedokteran Kamus. I. Judul. IL Dorland, W. A. Newman. lII. Retna Nearv Elseria.
-
IV. Albertus Agung Mahode.

610.3

lsi di luar tanggungjawab percetakan


ALIH BAHASA:
TIM PENERJEMAH EGC
(disusun menurut abjad nama depan)

dr. Alifa Dimanti


dr. Andry Hartono
dr. Aryandhito Widhi Nugroho
dr. Brahm U. Pendit
dr. Diana Susanto
dr. Frans Dany
dr. Huriawati Hartanto
dr. Husny Muttaqin
dr. Leo Rendy
dr. Liena
dr. Linda Dwijayanthi
-dr. Luqman Yanuar Rachman
dr. Retna Neary Elseria
dr. Victor Bourman

EDTTOR EDISI BAHASA INDONESIA:


TIM EDITOR ECC
(disusun menurut abjad nama depan)

dr. Ahmad Arfan


dr. Albertus Agung Mahode
dr. Dian Marina lntansari
dr. Dorothy
dr. Dyani Pitra VelYani
dr. Ferry Sahat P. Sagala
dr. DwiAjeng Rembulan
dr. Melda Lamtiur
dr. Rahmat Fitra
dr. Rebekka Daulay
dr. Risha Ayuningtyas
dr. Ronald Andreas
dr. Teuku lstia Muda Perdan
dr. Veda Charissa N,P.
dr. Yohanes Joko Suyono
dr. Yulianto Santoso Kurniawan

v
KONSULTAN

ANNEMARIE W. BLOCK, PHD, FACMG DAVID T. JOHN, MSPH, PHD


Associate Professor of OncologY Professor of MicrobioloSy and Parasitolog,v
Director, Clinical Cytogenetics Laboratory Associate Dean for Biomedical Sciences and Graduate
Department of Pathology and Laboratory Medicine Studies
Roswell Park Cancer Institute Oklahoma State University College for Osteopathic
Buffalo, New York Medicine
Tulsa, Oklahoma
WILLIAM Z. BORE& MD
Professor CLAUDIA L. PUCCI, MD
Department of PathologY Instructor in Psychiatry
]efferson Medical College at Thomas ]efferson University Harvard Medical School
Philadelphia, Pennsylvania Beth Israel Deaconess Medical Center
Boston, Massachusetts
BEAU BENJAMIN BRUCE, MD
Associate JULIE K, SILVE& MD
Ophthalmology, Patient Care Medical Director
E.^ory University School of Medicine Spaulding-Framingham Outpatient Center
Atlanta, Georgia Framingham, Massachusetts
Assistant Professor
KENNETH CHRISTOPHE& MD, PHD Department of Physical Medicine and Rehabilitation
Instructor in Medicine Harvard Medical School
Harvard Medical School Boston, Massachusetts
Associate Physician
Brigham and Women's HosPital WAYNE VOGI. PHD
Boston, Massachusetts Professor of Anatomy and Cell Biology
Director of Gross AnatomY
RICHARD L. DRAK4 PHD Department of Anatomy and Cell Biology , -
Director of Anatomy University of British Columbia Faculty of Medicine
Professor of Surgery Vancouver, British Columbia
Cleveland Clinic Lerner College of Medicine of Case Canada
Westem Reserve UniversitY
Cleveland, Ohio WILLIAM B. WHITMAN, PHD
Professor
AMRUTA K. IANGID, MS Department of MicrobiologY
Department of MicrobiologY University of Georgia,
University of Georgia, Athens, Georgia
Athens, Georgia

UIT
KATA PENGANTAR

Kata pengantar pada Knmus Kedokteran Dorland edisi ke-30 . Terminologi Psikiatri: Diagnostic and Statistical Manual of
memuat iubjudut "Penampilan Baru bagi Kawan Lama." Mental Disorders,4th Edition (DSM-IV), diterbitkan oleh
Setelah bertahun-tahun dicetak hitam-putih, Dorland ktnl American Psychiatric Association'
tampil dengan beberapa sajian berwama, suatu terobosan . Obat-obatan yang sudah dikenal tercantumdalamUnited
yang patut diacungi jempol oleh para_penggulanya Kami kedua puluh sembilan (USP 29)
States Pharmicopeia edisi
hanyJmehkukan beberapa perubahan kecil pada edisi ke-31 atauNational Formulary edisi kedua puluh empat (NF 24),
ini; jadi, sebagian besar tampilan kamus ini masih tetap sama keduanya resmi diterbitkan sejak 1 Januari 2006'
seperti edisi iebelumnya. Perubahan yang akan Anda lihat . Singkatin-singkatan yang digunakan dalam edisi ini
pada edisi baru ini adalah "Iedakan" entri dan ilustrasi- terintum dalim daftar "Do Not Use" yang dibuat oleh
ietelah dilakukannya penambahan ilustrasi pada edisi ke-30 Joint Committee on Accreditation of Health Care Organi-
hingga mencapai lebih dari dua kali lipat jumlahnya semula, zations (JCAHO), catatan pengingat "(on the ICAHO 'Do
p".u6uharr terpopuler saat itu. Dalam edisi yang sekarang, Not l-lse' Lisil" selalu dicantumkan, baik dalam daftar
tami menambahkan sekitar 500 ilustrasi baru sehingga resmi maupun dalam daftar tambahan potensial.
totalnya mencapai lebih dari 1500 ilustrasi. Penambahan lebih' Kami menyampaikan terima kasih kepada para pe-
dari 5b00 entri 6aru mmjadikan totalnya mencapai lebih dari nyusun, pu.u edito., dan para penerbit atas sumbangsih
124.000 entri; sejauh ini, jumlah tersebut merupakan iurnlah yang telih diberikan. Sekali lagi kami -tekankan bahwa
terpanyak yang tidak mungkin ditemukan pada kamus setiip ketidakakuratan yang mungkin ditemukan dalam
kedokteran volume-tunggal lainnya. transkripsi atau interpretasi terhadap materi isi merupakan
Salah satu perubahan cukup signifikan yang kami tanggung jawab kami semata.
lakukan dalam edisi kali ini adalah penghilangan sebagian "neUerapa
sumber dalam daftar pedoman di atas sebagian
besar bentuk posesif pada entri-entri eponim (lihat hlm' atau seluruhnya ada di intemet-pada edisi-edisi sebe-
xviii). Hal ini merupakan jawaban atas perdebatan panjang lumnya, semua sumber yang terdapat dalam daftar pedoman
di antara para edltor Dorland selamabertahun-tahun. Selama r"*pu hanya tersedia dalam bentuk salinanrrya (print-out)'
ini, Dorlnnd menyajikan campuran ilkonsisten antara Meskipun al<ses online tentang in-formasi kesehatan sangat
bentuk posesif dan non-posesif, mencerminkan bahwa apa penting guna menjadikan entri-entri tetap uplo-dnte, kami
yang ditemukan pada sumbernya berbeda dengan fakta pgu *"titu perlu untuk terus melakukan penilaian terhadap
yanf ada; hal ini jelas menimbulkan kebingungan dalam se6anyak mrlngkin data yang ada. Di samping itu, kosakata
pu^gg*uu.t rutinnya. Kami akhirnya memufuskan, demi dalam ilmu kesehatan terus berkembang dengan sangat
konJiitensi, untuk mengadopsi penggunaan bentuk non- pesat. Kami tidak mungkin bisa men;,rrsun seluruh materi isi
posesif (yang makin sering dipakai orang) bagi kebanyakan ianpa sistem pengaturan isi yang baik dan sistem yalg lmi
istilah eponim. Keputusan tentang bentuk mana yang mau pakai sekarang, Visont (dari Vasont Systems, Emigsville, PA),
dipakai terserah masing:masing orang (atau, kadang- iudah memberikan dukungan memuaskan bagi kami dalam
ka^dang, terganhmg gaya apa yang diadopsi oleh penerbit tiga edisi terakhir ini.
bersan-gkutan); para pengguna yang lebih menyukai bentuk Tidak lupa, kami menyampaikan terima kasih kepada
posesii(orang-otaog seperti itu bahkan ada di antara staf para konsuftan atas bantuannya dalam merevisi materi
Dorland sendiri)' bebas menggunakannya terus. yang sudah ada, menyeleksi entri-entri baru, serta menS-
Seperti edisi-edisi terdahulu, kami menggunakan se- iritut-tgtutt entri-entri yang tak-lazim dan sudah usang'
jumlah tata nama standar dan resmi sebagai pedoman: Seper-ti pada edisi-edisi ying lalu, kami berterima kasih
r Anatomi: Terminologia Anatomica, disahkan oleh Federative kepada Wiitiu* Z.Borer yang kembali mengizinkan kami
lntemational Committee on Anatomical Terminology' untuk mencantumkan lampiran "Kisaran Rujukan untuk
o Tata Nama Enzim: Recommendations of the Nomencla- Interpretasi Uji Laboratorium" pada edisi kalijni'
ture Committee of the International Union of Biochemis- Tentu saja, kami juga menyampaikan terima kasih kepada
try an{ Molecular Biology on the Nomenclature and Anda, para pe.tggut"ti Dorland, atas semua saran, kritik,
Classification of EnzYmes. koreksi, aukungan, dan doa Anda. Para pengguna bahasa
. Prokariota: "Taxonomic Outline of the Archaea and Bac- kedokteran d"tg* sendirinya akan menjadi sangat tertadk
teria," oleh GM Garrity dan JG Holt, dalam Bergey's Ma- pada terminologi kedokteran, dan ketertarikan itu mem-
nual of Systematic Bacteriology Volume 1, edisi ke-2, terikan kontribusi besar bagi kami dalam mempertahankan
beserti berbagai artikel yang sudah diterbitkan sejauh keakuratan, kemutakhiran, dan kesahjhNr Dorland-aspek-
ini; selain itu, kami terus melakukan upaya-upaya guna aspek yang menjadikan Dorland sebagai kamus. kedokteran
memasukkan berbagai update sejak diterbitkannya terpopuleidi dunia selama lebih dari satu abad.
Bergey's "Outline."
DOUGLASM. ANDERSON
. Viru; The Universal Virus Database of the International
Chief Lexicographer
Committee on Taxonomy of Viruses (ICTVdB)' F,lseaier

lx
DAFTAR ISI

v11
KONSULTAN . . .
KATAPENGANTAR . . .
ix
INDEKSTABEL xii
INDEKS SAJIAN xiv
INDEKS LAMPIRAN xvi
CATATAN UNTUK PENGGUNAAN KAMUS INI ' XV1I

Entri Utama dan Subentri . . . . XVlI

Pemenggalan Kata ' xvll


XVlI
Urutan Entri
xv11l
Petunjuk Pelafalan.
XlX
Panduan Pelafalan
Penyajian Bentuk Jamak dan Bentuk Ubahan Lainnya. xlx
.
Etimologi. xix
XX
Terbitan-Terbitan Resmi
XX
Penempatan Definisi dan Rujukan Silang
XX
Bentuk Eponim.
Lambang dan Singkatan .
xxi
Singkatan-Singkatan yang Digunakan dalam Kamus lni xxr

DASAR-DASAR ETIMOLOGI KEDOKTERAN


XXllI
Alfabet dan Pelafalan .
XXIV
Transliterasi . . .
Pembentukan Kata xxiv
KOSA KATA
LAMPIRAN ....; 2447
2501.
KREDIT

xt
INDEKS TABEL

Asam-asamAmino:20Asamcr-AminoyangDinyatakandenganKodeGenetiknya .....'.7r
SudutKavitas . . . 101
SpesiesA4ophelesPembawaMalaria ...110
SistemGolonganDarahManusiadanDeterminanAntigenikEritrositik... ..266
BronchiSegmentales. .....295
InsektisidaKarbamat . . .335
KariesGigi,KlasifikasiBlack ....g46
KolekalsiferoldanMetabolityangBerkaitandariVitaminD. ......409
Simbol-SimbolyangDigunakandalamNomenklaturKromosom ...422
BeberapaKlemBedah . . .432
KlasifikasiNewYorkHeartAssociationuntukPasien-PasienJantung ......4g4
KodeGenetik. . .

DefekpadaBerbagaiKomponenKomplemendanBeberapaProteinRegulatorik .....463
Preparat Kontrasepsi Oral
KriteriaRansonuntukDerajatKeparahanPankreatitisAkut ......511
JenislnjeksiElektrolitMultipel ...209
EnterobacteriaceaeyangMenimbulkanlnfeksi : ....229
BeberapaAsamlemakAlami. . . 800
Forseps Bedah Pilihan
KlasifikasiNyhusuntukHernialnguinalis ....991
Hiperlipoproteinemia . . lflgg
Hiperplasia Adrenal Kongenital . 1.042
Gangguan, Penyakit, dan Sindrom Defisiensi imun Primer . 1070

*llfif#HffiffitiltH*"*,
KlasifikasiMaloklusiMenurutAngle
Adenovirus Manusia
,,,,,,,, ::::::r::r::r:r:r:r
'
: iii
....7279
Beberapa Agen Etiologik Misetoma . . 1474
]enisMikotoksikosis .. .141.s
lnsektisidaOrganoklorin(HidrokarbonBerklorin).. ....1553
InsektisidaOrganofosfor . . . . 1553
Oxydcidsof Chlorine . . . .1577
NASPE/BPEGGenericNBG)PacemakerCode . ...1581
TipePneumokoniosis . . .1709
TipePneumonitisHipersensitivitas ....I71,s
TanamanyangdapatMenimbulkanKeracunanAkibatSianida ....1722
TanamanyangdapatMenimbulkanKeracunanOksalat . ..1724
SeleniumAccumulqtors:TanamanyangdapatMenimbulkanKeracunanAkibatSelenium ....1724
PosisilanindalamBerbagaiPresentasi. .....7742

xtl
Indeks Tabel xiii
Metode B r i ef P sy co ther apyTerpilih 1804

Kelas Reseptor Opioid 1868

Beberapa Retraktor Bedah 1904


Rodentisida Antikoagulan . 1924
Rongeur Khusus 1925
Rule of Nines 1931.

Gunting Pilihan 1956


Segmenta Bronchopulmonalia (Segmen Bronkopulmonar) 1965
Sensasi 1970
Ular-UlarBerbisayangPenting .',.. 2011.
DelapanTahapanManusiaMenurutErickson ""'"" 2049

Radiofarmaseutikal Technetium Tc 99m Pilihan 21,81,

Satuansl . .
ZJJ/

Virus-Virus Ensefalitis Tertentu yang Ditularkan Sengkenit 2408


INDEKS SAIIAN

l.AberasiKromosom
2.Arteri-ArteriUtamapadaTubuhdanVena_Venapulmonal ....3
3.Arteri-ArteripadaKepala,Leher,danDasarOtak.. ....775
4.Arteri-ArteripadaToraksdanAxilla ...776
5.Arteri-ArteripadaAbdomendanpelvis. ..I77
6. Arteri-Arteri pada Ekstremitas Atas
....77g
Z.Arteri-ArteripadaEkr,r;;;;;u"*"n......,.. "17e
8' struktur umum sel-Sel Bakteri ripikal dan Tru.rrr", nrur^ia
antar-set u"t*rr t"i"r.r, , ::i
.9.BerbagaiJenisBebat "orrru,
.......2g0
l0.Struktur,Vaskularisasi,danperkembanganTulang
ll.BerbagaiBagianOtakdanMedullaSpinalis ...276
12' Hemiseks-i Kepala dan Leher, yang Melnperlihatkan
....2g6
Berbagai Bagian otak
dalamHubungannyadenganStrulitur_Stiukturlain . . . :
13.Sel:StrukturSeldanTipeSelEpitel ... . 2g7
l4.OrganelseldanMembranplasma ....g79
l5.BerbagaiJenisDislokasi. ....3g0
l6.StrukturEksternaldanlnternalTelinga ...64t
l7.MatadanStrukturTerkait ......6g6
l8.BerbagaiJenisFraktur ....77g
19. Kelenjar-KelenjarEndokrin
...g6g
20.StrukturJantung . . . g70
2l.Hernialnguinalisdanlntestinalis ....965
22. StrukturGinjal
....990
. . . . t74B
23.LigamenArtikular
2L.LigamenArtikular ..7206
25.LigamenArtikular . .1207
26. Struktur Ha ti
..720g
27'SegmenPulmo.al,'per"uUungu'trrut"oU.o.f.iutnit-,.,U.,r',gkandenganSubaivtlpa*
28.GambaranDiagramatikAliranlimfatikBerbagaiBagianTubuh. ..... ::::
29.StrukturKhaspadaKapangUmum ....:
.....I2Sg
30.Otot-OtotKepaladanleher ..lg65
..i|.3g7
31. Otot-OtotBatangTubuh,pandanganAnterior
. 13gg
32. Otot-OtotBatangTubuh,pandanganposterior
. 13g9
33.Otot-OtotSuperfisialEkstremitasAtas.
34.Otot-OtotSuperfisialEkstremitasBawah ..:.1890
35.JenisdanStrukturOtot. ....1391
36.StrukturJaringanSaraf... ..:.. ....7g92
37.SarafSuperfisialSertaOtotKepaladanleher ..744g
. . . . .7449

xtv
Indeks Sajinn xv
38. Saraf Profunda yang Diperlihatkan Bersama dengan Tulang Wajah 1,450

39. Saraf Profunda Leher, Aksila, dan Toraks Atas 1.457

40. Saraf Pro{unda Trunkus Bagian Bawah L452


41. Saraf Ekstremitas Atas 1,453

42. Sar af Ekstremitas Bawah . 1,454

43. Berbagai Posisi yang Digunakan dalam Pemeriksaan atau Pengobatan 1745
44. Teknik Resusitasi dengan Pemijatan Jantung Tertutup 1898
45. PandanganAnteriordanPosteriorRangkaManusia :... . 2007

46. Berbagai Tipe Alat Penguat (Strapping) 2073


47. BerbagaiTipePenjahitan(Sutura). .. . 2110
48. Sistem Saraf Autonom 21.64

49. Organ Sistem Respiratorius 21.67

50. Organ Sistem Urogenital . 21,68

51, Vena Kepala danLeher . 2368


52. VenaUtamaTubuh 2369
S3.VenaSuperfisialEkstremitasAtas . -.. '2370
S4.VenaSuperfisialEkstremitasBawah -.2371
55.StrukturBerbagaiVirusdanSiklusHidupHumanlmmunodeficiencyVirus ....2402
56, Organ Dalam Toraks dan Abdomen .' . 2411'
INDEKS LAMPIRAN

1. Imbuhan yang Sering Digunakan. 2449


2.SingkatanPilihanyang'DigunakandalamKedokteran. 2458
3. Simbol. 2480
4. Phobia. 2484
5. Tabel l]nsur 2489
6. Kesetaraan Suhu Celsius dan Fahrenheit. 2490
7. Satuan Pengukuran 2491
8. Kisaran Rujukan untuk Interpretasi Uji Laboratorium 2493

xvl
CATATAN UNTUK
PENGGUNAAN KAMUS INI

Entri Utama dan Subentri Senyawa-senyawa kimia yangnamanya terdiri dari dua
kata akan ditemukan di bawah kata pertamanya' |adi,
Entri utama dicetak tebal, dengan titik-titik yang meftln- aluminum acetate, aluminum hydroxide, dan aluminum sulfate
jukkan pemenggalan kata. Istilah-istilah yang terdiri dari berada di bawah aluminum; ferric citrate, di bawah ferric.
dua kata atau lebih disajikan sebagai subentri-subentri di
bawah kata bendanya, seperti yang lazim pada kamus- Nama Obat
kamus kedokteran; setiap subentri juga dicetak tebal dan
dicantumkan pada baris baru. Meskipun mungkin pada Nama-nama obat ditemukan di bawah gugus aktifnya,
awalnya membingungkanbagi mereka yang sudah terbiasa kalau gugus aktif tersebut merupakan entri utama. Sebagai
dengan kamus umum, susunan seperti ini memiliki contoh, prednisolone acetate, pr ednisolone hemisuccinate, dan
kelebihan karena memungkinkan pengelompokan istilah- prednisolone sodium phosphate ditemukan di bawah predni-
istilah yang berkaitan (sebagai contoh, semua subentrilym- solone. KaIau gugus aktifnya sendiri bukan entri utama,
phocyte tersaji di bawah entri utama lymphocyte). keseluruhan nama obat tersebut tersaii sebagai entri utama,
Sesuai dengan skema im, Howell-lolly bodies, ketone eg. methadone hydrochoride di bawah M.
bod,ies, dan pineal body dapat ditemukan di bawah entri
utimabody; carotid pulse, dicrotic pulse, danparailoxical pulse, Pemenggalan Kata
dapat ditemukan di bawah entri utama pulse. Pata
pengguna kamus ini harus memahami bahwa tidaklah Pemenggalan kata yang bisa diterima diberikan untuk
mungkin untuk menyajikan semua entri untuk setiap entri-entri utama dengan mencantumkan titik-titik di an-
variasi dari masing-masing istilah. ladi, frase yang tidak tara suku katanya; pemenggalan kata ini berdasarkan
ditemukan di bawah sebuah entri utama sebaiknya dicari pelafalannya. Tidak semua suku kata dipisahkan; sebagai
di bawah entri utama sinonimnya. Sebagai contoh, entitas iontoh, pemisahan satu vokal dari awal atau akhir sebuah
kata tidak diperbolehkan sehingga tidak ditampilkan. Pada
yang sama bisa dijelaskan sebagai penyakit atau bisa juga
sebagai sindrom (seperti Fabry disease-Fabry syndrome, kata-kata yang kompleks, huruf tunggal juga tidak boleh
yang dapat ditemukan di bawah disease). Dalam hal ini, dipisahkan dari unsur kata yang mencakupnya. Pada ba-
entri utama sebaiknya dirujuk ke entri sinonimnya yang nyak kasus, sebuah kata mungkin dipenggal pada tempat-
mungkin menyajikan frase yang dicari. tempat yang tidak semestinya; sebagai contoh, pelafalan
yang berbeda menghasilkan rangkaian pemenggalan yang
berbeda pula, seperti melanocyte dapat dipenggal menjadi
Contoh: meLa'no'cyte atau me'lano'cyte, tergantllng pada suku kata
treatment . . . penatalaksanaan dan perawatan pasien mana yang mau ditekankan, yang pertama atau kedua.
guna menyembuhkan penyakit atau Sangguan. Lihat Pada kasus apa pun, pemenggalan yang membingungkan
juga di bawah cnre, inaneuaer, method, technique, test, dan pembaca, seperti merancukan makna kata tersebut, sedapat
therapy. mungkin dihindarkan.

Pada subentri, kata entri utamanya hanya ditulis huruf Urutan Entri
awalrrya, eg. cogrtsheel r. di bawah respiration, kecuali sub-
Entri Utama
entri yang bentuknya jamak. Bentuk jamak Inggris reguler
dinyatakan dengan huruf awalnya diikuti 's, seperti b's Entri-entri utama disusun sesuai urutan abjad, tanpa
lumt:rk bones di bawah bone. Benfitk jamak Inggris ireguler, memperhatikan spasi atau tanda hubung yang terdapat di
seperti teeth dibawahtooth, danbentuk jamak Latin, seperti antarinya. (Aturan'aturan khusus mengatur istilah-istilah
foramina Qi*iawah foramen, ditulis lengkap. yang diawali dengan nama diri, yang terutama berupa
eponim; tihat di bawah.) Jadi, akan ditemukan urutan
SenYawa Kimia sebagai berikut:
Terdapat pengecualian pada penyajian subentri untuk formboard heart
asam spesifik, enzim, dan defisiensi enzim. Nama-nama form-class heartbeat
asam spesifik akan ditemukan sebagai. entri utama di ba- forme heart block
wah huruf pertamanya, eg. sulfuric acid dibawah S; begitu form-family heartburn
juga untuk nama-nama enzim, eg. acetyl-CoA carboxylase dr
bawah A. Defisiensi enzrm, kalau merupakan entri Subentri
terpisah, akan ditemukan sebagai entri utama tepat setelah
entri untuk enzim bersangkutan, eg' carbamoyl phosphate Subentri, seperti entri utama, disusun sesuai urutan abjad.
synthetase deficiency setelah carbamoyl phosphate synthetase. Kata entri utu-a, baik yang tersaji dalam bentuk huruf

xvlr
xvlll Catatan untuk Penggunaan Kamus Ini
awalnya, huruf awalnya diikuti 's, atau bentuk jamaknya (4) Umlaut (ij, ii) diabaikan guna memudahkan
yang ditulis lengkap, termasuk kata depan, kata sambung, pengabjadan. Lbwe ring, Lowe syndrome, Lowe-Terry-
dan kata sandang, diabaikan dalam pengabjadan subentri. MacLachlan syndrome, Ldzoenberg canal, Ldwenthal
Bentuk-bentuk ubahan, seperti bentuk genitif dan jamak tract, Lower rings disajikan berturut-turut demikian.
kata Latin, diperlakukan -ama seperti bentuk nominatif (5) Nama-nama yang diawali Mac atauMc diabjadkan
tunggakrya (Untuk memahami apa yang dimaksud dengan sebagaimana kalau dieja Mac.
"bentuk ubahan," lihat "Penyajian Bentuk jamak dan
Bentuk Ubahan Latnnya," hlm. xix.) Bentuk-bentuk Subentri-subentri yang diawali nama diri juga meng-
berikut, semuanya berasal dari os craniale "tulangkranial," ikuti aturan-aturan di atas dalam pengabjadannya.
dianggap sama dalam pengabjadannya: os craniale, ossis Nomina diri (atau entri-entri yang diawalihuruf ka-
cranialis, ossa cranialia, dan ossium cranialium. pital) disajikan sebelum nomina umum (atau entri-entri
Sesuai dengan aturan-aturan di atas, urutan yang diawali huruf kecil). ]adi, Bacillus mendahului ba-
subentri berikut akan ditemukandi bawah ganglion cillus.
dan prolapse:
ganglion prolapse lstilah-lstilah Kimia
Andersch ganglia anal p.
ganglia aorticorenalia p. of anus Dalam pengabjadan nama-nama kimia, awalan yang
auditory g p. ofcord dicetak miring (eg. o-, p-, m-, tfans-, crs-) diabaikary terma-
Auerbach g. frank p. suk bilangan, ublud Yunani, dan awalan D-, L-, d-, l-, (+)-,
g. autonomicum p. of iris dan (-)-. Namun, ketika sebuah awalan dieja dalam bentuk
lengkapnya, istilah yang mengandung awalan tersebut
Kasus yang khusus adalah kasus subentri terbalik, kata akan ditemukan di bawah huruf awal bentuk ejaan leng-
at4u beberapa kata awal dipindahkan ke belakang entri, kapnya, seperti leoodopa di bawah L, orthocresol di bawah O,
dipisahkan dengan koma. Hal ini dilakukan guna me- dan beta-naphtholsulfonic acid di. bawah B.
ngelompokkan istilah-istilah yang berkaitan menjadi
sebuah daftar subentri; pembalikan semacam ini terutama
sering dilakukan pada kosakata anatomi untuk struktur-
Petunjuk Pelafalan
struktur anterior/posterior dan sejenisnya. Istilah-istilah Pelafalan (ejaan fonetik) sebuah istilah disajikan dalam
ini disusun berdasarkan abjad seperti biasa sampai pada tanda kurung di belakang kata entri yang dicetak tebal.
koma yang menandai pembalikan tersebuf kata-kata di Pelafalan diberikan unfuk semua entri utama; umumnya
belakang koma tidak diperhitungkan, kecuali dalam tidak diberikan untuk subentri, tetapi tetap dicantumkan
kelompok entri berulang: untuk beberapa subentri yang berupa frase asing. Kese-
lobe pakatannya, pelafalan yang disajikan adalah bentuk yang
inferior 1., left paling umum/ tanpa menyertakan varian-variannya,
inferior 1., right sekalipun tetap ada beberapa perkecualian. Pelafalan
inferior l. of left lung disajikan sesederhana mungkin, dengan beberapa tanda
inferior L of right lung diakritik; satu-satunya karakter khusus yang dipakai
adalah a, schwa, untuk memberi tekanan vokal sebagai-
Nama-Nama Diri mana terdengar pada pelafalan vokal akhir kata sofa. Schwa
juga digunakan bersama r pada suku kata yang tidak diberi
Sejumlah entri utama yang disajikan merupakan istilah-
tekanan sebagaimana pelafalan suku kata kedua pada szl-
istilah yang diawali nama diri, biasanya berupa eponim;
entri-entri ini memberikan informasi tentang asal mula fur atau other.
istilah bersangkutan (paling sering mengenai sedikit Ada empat afuran dasar:
informasi biografis) dan rujukan silang ke entri-entri yang
(1) Vokal yang tidak ditandai dan mengakhiri sebuah
memuat definisinya. Rujukan-rujukan silang ini dapat
membantu untuk memberi petunjuk ke mana harus men- suku kata (suku kata "terbuka") adalah vokal pan-
jang. Jadi, may dllafalkan ma.
cari sebuah entri yang mungkin mempunyai lebih dari
(2) Vokal yang tidak ditandai pada suku kata yang
satu nama (seperti disease atau syndrome). Entri-entri
semacam ini disusun menurut abjad sebagaimana entri
diakhiri konsonan (suku kata "tertutup") adalah
yang berupa nama diri vokal pendek. Jadi, knot dllafalkan not.
saja, mengikuti aturan-4turan
(3) Vokal panjang pada suku kata tertutup ditandai
sebagai berikut:
dengan mauon. ladi, mate dllafalkan mat.
(1) 's, kalau ada, tidak diperhitungkan dalam peng- (4) Vokal pendek yang mengakhiri sebuah suku kata,
i pbjadan. lackson's law, lackson membrane, lackson atau vokal itu sendiri merupakan suku kata,
, safety triangle, jacksonian disajikan berturut-turut ditandai dengan brezre. Jadr, immune dilafalkan
demikian. tmtJn -
(2) Kata-kata yang mengikuti nama tidak diperhi-
tungkan dalam pengabjadan, kecuali kalau nama- Tanda petik tunggal (') atau ganda (") dicantumkan
nama tersebut sama. ladi, Addison disease rrren- pada kata-kata yang suku katanya banyak, disertai tanda
dahului Addison planes. hubung setelah suku kata yang tidak diberi tekanan. Suku
(3) Hanya nama pertama, pada sebuah istilah yang kata tunggal tidak diberi tanda tekanan, kecuali kalau
mengandung lebih dari satu nama'diri, yang di- suku kata itu menjadi bagian sebuah istilah majemuk;
perhitungkan dalam pengabjadan, kecuali kalau tanda tekanan diberikan pada masing-masing kata guna
ada kesamaan nama pertama dan nama lainnya di memperjelas. ladi, brown dilafalkan broun, sementara
antara entri-entri tersebut. Babisnski reflex, B abinski- Denis Browne (splint) dilafalkan den'is broun'. Tanda petik
Frohlich syndrome, Babinski-Nageotte syndroffie, tunggal juga dicantumkan sebagai bagian subentri yang
Babinski-Vaquez syndrome disajikan berfurut-turut dicetak tebal untuk frase-frase asing. Narnun, dalam
demikian. istilah majemuk sekalipun, tanda petik tidak dicantumkan
Catatan untuk Penggunaan Kamus Ini xIx
pada kata depan, kata sambung, dan kata-kata singkat Bentuk Latin dan Yunani (dan sejumlah bahasa lainnya,
sejenisnya. seperti Jerman dan Rusia) semacam ini disebut bentuk
Fonetik yang disederhanakan sesuai dengan pelafalan ubahan, ie. berubahnya bentuk kata untuk menunjukkan
aslinya tidak .mungkin dapat disajikan dalarn Kamui keterkaitan kata tersebut dengan kata lain dalam sebuah
Kedokteran Dorlandkarena begitu banyaknya kata asing dan kalimat. Salah satu contohnya adalah frase " aottae't di atas,
nama diri. Fonetik disajikan dalam fonetik Inggris, sedekat perubahan pada akhir kata tersebut bersesuaian dengan
mungkin dengan fonetik aslinya. penggunaan kata depan Inggris "of'.Bentuk ubahan Latin
iainnya ditemukan pada subentri; bentuk-bentuk ini
berfungsi sebagai objek dalam sebuah frase preposisionaL
Panduan Pelafalan
Sebagai contoh, di bawah entri utama/is sura, ada subenttif.
Vokal in ano; ano adalah objek dari kata depan iz dan merupakan
salah satu dari keenam bentuk ubahan kala anus, salah satu
(Untuk penggunaan breae dar. macron, lihat keempat aturan
di atas.)
entri utama dalam Kamus ini yang disajikan bersama
bentuk genitifnya dan jamakttya, ani. Untuk semua subentri,
g0t
perbedaanbentuk tunggal dan jamak tidak diperhitungkan
e sofa o
I fuel dalam pengabjadan; begitu juga dengan kata depan atau
e rrMte
but kata sambung (eg. et "dan", in "dalam"); jadi, di bawah
F. bat n
bearr. aw all entri utama fissura, subentri f. in ano mendahului f. anso-
pa ramed ian is ce rebel I i.
d met oi boil
i bite oo boom
i bit 66 book Etimologi
o home ou fowl
Informasi tentang asal sebuah kata disajikan dalam thnda
Konsonan kurung di belakang pelafalan atau bentuk jamak (kalau
dicantumkan) entri bersangkutan. Informasi ini harus
b book S sigh
t fin singkat, tetapi pembaca harus sering-sering memPer-
d dog
hatikan etimon ini, kata asli yang merupakan- asal
'f fog w wood
kata-kata lain, untuk memahami artinya. Sebagai contoh,
I get z size, phase
chin
bagian etimologis pada entri utama dualism disajikan
h heat ch
sebagai lL. duo dual. L. berartibahasa Latin (bahasa dapat
j fewel, gem ks sir
disingkat atau ditulis lengkap; lihat "Singkatan-Singkatan
k cart, pick kw quote
yang Digunakan dalam Kamus ini," hlm. xxl). Kata duo
1 look ng sing
adalah etimonnya, dan"dua" adalah terjemahan Indone-
m mouse sh sftould
sia untuk etimon tersebut, bukan terjemahan entrinya.
n new th thin, than
Dari kata duo ini, pembaca melanjutkannyake dual,lalu
p park zh measure
dualism. Sebagai tambahan, keterbatasan ruang membuat
r rat
tahap-tahap perkembangan kata, mulai dari etimonnya
hingga turunin terkininya (ie. entri bersangkutan), tidak
Penyajian Bentuk Jamak mungkin semuanya disajikan. Sebagai contoh, bagian
dan Bentuk Libahan LainnYa etimologis pada entri oein hanya bertuliskan lL. uena];
yang lengkip seharusnya [Inggris Pertengahan oeine, dati
Pada entri-entri utama yang berupa nomina asing (hampir
Perancis Kuno, dari L. aenal.
selalu Yunani atau Latin), bentuk jamak aslinya atau yang
Untuk kata atau frase asing yang diserap seluruhnya
di-Inggris-kan disajikan setelah pelafalan; bentuk jamak ke dalam bahasa Inggris, asal bahasanya saia yang
ireguler untuk nomina Inggris juga dicantumkan.
dituliskan, diikuti terjemahannya yang disajikan dalam
Contoh: tanda kutip.
sto.ma (sto'me) jam. stomas, sto'mata... Contoh:
tooth (tooth) jarn. teeth... d6ii vu [Per. "sudah terlihat"]...
Bentuk jamak asli nomina asing sering disajikan sebagai
Kalau arti kata atau frase asing tersebut sama dengan
entri bercetak tebal tersendiri.dalam daftar kbsakata sesuai
kata entrinya, terjemahan kata itu tidak dicantumkan pada
urutan abjadnya. bagian etimologis.
Contoh: . Ada tiga hal lain yang perlu diperhatikan:
sto.ma.ta (sto'me-te) lYun.l bentuk iamak dari stoma. (1) Banyak istilah teknis turunan istilah Yunani atau
lstilah Latin, khususnya dalam anatomi, digunakan un- Latin disajikan dua kali sebagai entri utama (dan
' keduanya disertai definisi dan rujukan silang);
tuk membentuk frase-frase tipe "X kepunyaan Y," misal-
lrya, arcus aortae, "lengkung aorta." Frase preposisional yang disajikan lebih dulu adalah bentuk tak-
yang didahului" of 'bercesuaian dengan kasus genitif Latin
ieriiatnya'(disertai etimologinya), baru kemudian
(aoriae "of the aorta," dari aorta).Karena itu, kasus genitif (=
bentuk terikatnya (tanpa etimologi), eg. ectomy dan
-ectomy.
"of" Inggris) untuk nomina Latin juga sering disajikan,
(2) Ada sebuah esai, "Dasar-Dasar Etimologi Kedok-
didahului singkatan gezl.
teran" (lihat hlm. xxiii), yang menjabarkan aturan-
Contoh: aturan dasar penurunan dan perribentukan istilah-
pa.pil.la ...
gen. dan jam. papil'Iae... istilah kedokteran dari bahasa Yunani, Latin, dan
osr...gen. o'ris, jam. o'ra... Yunani-Latin. Lampiran 1 menyajikan sebuah daf-
os2...gen. os'sis, jam. os'sa... tar-kata analitis yang mencakup akar-akar kata,
xx Catatan untuk Penggunaan Kamus Ini
awalan-awalan, dan bentuk-bentuk terikat bahasa alternatif untuk sebuah istilah mungkin sedikit atau
Yunani dan Latin; daftar ini merupakan alat bantu bahkan tidak ada; sementara pada kasus-kasus lainnya,
dalam menganalisis istilah kedokteran yang sudah ejaan atau istilah yang lebih banyak dipakai mungkin
ada dan menciptakan istilah baru. berbeda-beda antar-pengarang, antar-bidang keahlian,
(3) Awalan (e.g., hyper-, hypo-), akiran (e.9., -ia, -oid), atau antar-negara. Pada kasus-kasus semacam ini, tidak
dan bentuk terikat (e.g., action-, -emia) yang ada dicantumkannya definisi yang sama berulang kali pada
daiam daftar-kata anaiitis juga disajikan sebagai beberapa istilah, cukup di satu tempat saja, semgta-mata
entri-entri utama dalam daftar kosakata. dilakukan guna mengecilkan ukuran Kamus ini; Anda 1'uga
harus ingat bahwa adanya rujukan silang atau definisi
Terbitan-Terbitan Resmi tidak selalu menunjukkan pengutamaan pada salah satu
bentuk atau sinonim dibanding yang lain.
Istilah-istilah tertentu yang termasuk dalam terbitan resmi
ditandai dengan singkatan dalam tanda kurung. Pada entri Entri-Entri yang Berkaitan
utama, singkatan ini biasanya dicantumkan setelah eti-
mologi (atau setelah pelafalan kalau tidak ada etimo- Dalam kamus ini, juga disajikan rujukan silang untuk
loginya). Pada subentri, singkatan ini langsung dicantum- entri-entri yang berkaitan atau untuk entri yang memuat
kan di belakang kata subentri yang bercetak tebal. Pada informasi tambahan. Rujukan silang semacam ini diawali
istilah yang definisinya lebih dari satu, singkatan tersebut " lihat juga," " cf .," dan " q.v ." (atau " qqv." ). (Untuk kepan-
ditaruh pada bagian awal definisi yang memakai terbitan jangannya, lihat "Singkatan-singkatan yang Digunakan
resrhi itu. Singkatan-singkatan yang dipakai adalah sebagai dalam Kamus Ini," hlm. xxi). Rujukan silang yang diawali
berikut: "llhat juga" atau "cf ." dicetak miring.

' [DSM-IV] Diagnostic and Statistical Manual of Mental


Terminologi Resmi
Disorders of the American Psychiatric
Association, 4th Edition, 1994 Pada umumnya, ketika sebuah istilah termasuk dalam
[EC] Enzyme Commission number (e.g., citrate salah satu terbitan resmi yang sudah disebutkan di atas
(si)-s1mthase... [EC 2.3.3.U) berdasarkan (lihat "Terbitan-Terbitan Resmi"), definisinya dicantum-
Recommendations of the Nomenclature kan pada istilah resminya. Jadi, definisi untuk "pelvic
Committee of the International Union of bone" dapat ditemukan pada os coxae; rujukan silang ke
Biochemistry and Molecular Biology on istilah resmi tersebut terdapat pada subentri dibawahbone,
the Nomenclature and Classification of Ada perkecualian pada beberapa kasus, ie. istilah-istilah
Enzymes, diterbitkan dalam Enzyme No- yang sangat penting ataulazim, tetapi bukan istilah resmi;
menclature (1992), dengan update terbit- dalam hal ini, sangatlah logis untuk mencantumkan de-
annya pada situs http://www.chem. finisi pada istilah tersebut (sebagai contoh, heart yang di-
qmal. ac, uk/iub mb / enzy me / definisikan, bukan cor).
tTA] T erminolo gia Anat omica (1998)
INF] The National Formulanl, 24th edition Entri-Entri yang Mengandung Nama Diri
(2006)
[USP] The United States Pharmacopeia, 29th Entri-entri yang mengandung nama diri umumnya disa-
edition (2006) jikan dua kali. Definisi lengkapnya terdapat pada subentri
di bawah entri utama yang sesuai, seperti Down syndrome di
bawah syndrome. Informasi biografis, geografis, atau in-
Penempatan Definisi dan Rujukan Silang formasi lainnya terkait nama diri tersebut dicantumkan
Meskipun ada beberapa perkecualian, definisi umumnya pada sebuah entri utama (lihat "Nama-Nama Diri" pada
hanya diberikan di satu tempat untuk dua atau lebih istilah bagian "Urutan Entri," hlm. xviii.) Rujukan silang diberi-
yang sama artinya. Pada entri yang memuat istilah yang kan pada entri utama ini untuk menunjukkan lokasi
merupakan sinonim istilah lain, terdapat rujukan silang ke subentri yang memuat definisinya. Sebagai contoh:
entri lain tempat dicantumkannya definisi istilah tersebut. Down syndrome (disease| (doun) [John Langdon
Rujukan silang samacam ini ditaruh di bagian tempat Haydon Doutn, dokter Inggris, 1828-1896) lihat di
definisi dan dicetak miring dalam huruf romawi: bawah sllndrome-
mas.to.plas.ty (mas'to-pl as" te) mammaplasty.
Bentuk Eponim
Jadi, definisi istilah di atas akan ditemukan pada entri
mamruaplasty.. Pada banyak kasus, sebuah daftar sinonim Akhir-akhir ini, 's cenderung dihilangkan dari eponim-
dicarltumkan pada bagian akhir entri yang memuat definisi eponim kedokteran dan bentuk non-posesif menjadi lebih
sebuah istilah. Daftar ini didahului frase "disebut juga" dan sering dipakai untuk nama diri. Meskipun kecenderungan
sinonim-sinonimnya dicetak miring. ini belum bersifat universal dan bentuk posesif masih se-
Rujukan silang dari satu subentri ke subentri lainnya ring ditemukan, akhirnya disepakati (setelah melalui per-
dalam entri yang sama disajikan dalam bentuk singkatan debatan panjang) bahwa demi konsistensi, 's akan
entri utamanya: dihilangkan dari entri-entri bentuk eponim dalarn Kamus
Kedokteran Dorland edisi ke-31 ini. Ada perkecualian untuk
syndrome
beberapa kategori (seperti entri-entri untuk law) yang
hypersomnia-bulimia s. Kleine-Leoin s.
memuat banyak terminologi non-medis; bentuk posesif
Perujukan silang juga digunakan untuk istilah-istilah kuno dipakai di sini karena masih menjadi aturan baku bagi
yang sudah diperbarui dan untuk ejaan-ejaan yang istilah-istilah umum. Namun, kesepakatan ini sebaik-
beragam dari sebuah istilah. Dalam hal ini, definisi ditaruh nya-tanpa maksud apa pun-jangan dianggap sebagai
pada istilah yang lebih banyak dipakai saat ini. Namun, ada larangan terhadap pengguraan eponim posesif; seseorang
hal-hal yang harus diperhatikan. Pada beberapa kasus, bebas memilih untuk tetap memakainya ataupun tidak.
Catatan untuk Penggunaan Kamus Ini xxt
Anda sebaiknya memahami bahwa beberapa istilah, seperti c. sekitar (L. circa)
Apgar score, tidak pernah mengandung 's dan pada bebera- cf. bandingkan (L. confer)
pa istilah lain, seperti Christmas disease danDown syndrome, def. definisj
bentuk non-posesifnya selalu menjadi pilihan utama. dim. diminutif
EC Enz)..rne Commission
e.g. sebagai contoh (L. exempli gratia)
Lambang dan Singkatan
gen. genitif
Lambang, singkatan, dan akronim termasuk dalam entri i.e. yaitu (L. id est)
utama; definisinya berupa istilah kepanjangannya, disertai inf. inferior
terjemahannya kalau istilah itu dalam bahasa asing selain It. Italia
bahasa Inggris. Istilah-istilah ini biasanya akan ditemukan ja-. jamak
pada tempat yang sesuai dalam daftar kosakata; namun, Jer. Jerman
beberapa istilah mudah dipahami dan tidak memiliki entri L. Latin
tersendiri, seperti nama organisasi dan frase berikut: l. ligamen (L. Iigamentum)
1at. Iateral
q,h. [L.] qua' que ho' ra (setiap jam).
Ligamen-ligamen (L. Iigamenta)
ligg.
Pada beberapa kasus, definisi dicantumkan pada entri m. otot (L. musculus)
singkatan atau akronim, bukan pada entri istilah kepan- med. medial; median
jangannya, e.g., ELISA; pada kasus semacam ini, yang lebih mm. otot-otot (L. musculi)
sering dipakai dalam wacana sehari-hari adalah bentuk n. saraf (L. neraus)
singkatannya, bukan istilah kepanjangannya. neg. negatif
Ada singkatan yang disajikan dengan titik, ada juga NF National Formulary
yang tanpa titik. Hal ini jangan dianggap sebagai pedoman nn. saraf-saraf (L. nerai)
penggunaan yang benar, karena singkatan sebenamya bisa obs. obsolete (kuno)
disajikan dalam kedua bentuk tersebut; belakangan ini, Per. Perancis
kecenderungannya adalah penggunaan singkatan tanpa Port. Portugis
titik. post. posterior
'Daftar singkatan pilihan jrga disajikan pada q.v. lihat entri ini (L. quod oide)
Lampiran 2. qq.v. lihat entri-entri ini (L. quae ztide)
Sp. Spanyol
SUP. superior
Singkatan-Singkatan yang Digunakan Terminologia Anatomica
TA
dalam Kamus Ini
tung. tunggal
a. arteri (L. arteria); agar USAN United States Adopted Names
aa. arteri-arteri (L. arteriae) USP Un ited States Pharmacopeia
ant. anterior V. vena (L. aena)
Ar. Arab vv. vena-vena (L. aenae)
A.S. Anglo-Saxon Yun. Yunani
DASAR-DASAR
ETIMOLOGI KEDOKTERAN
loseph M. Patwell, PhD

Dua ribu enam ratus tahun yang lalu, bahasa Yunani Asia mengandung vokal panjang atau diftong atau diikuti dua
dari Ionia dan Yunani Italia di Magna Graecia mengawali konsonan atau lebih; kalau tidak, tekanan diberikan pada
ilmu-ilmu pengetahuan spekulatif dan investigasional, suku kata sebelum penult (sttku kata yang ketiga dari suku
mendorong perkembangan bahasa tersebut (yang se- kata terakhir).
lanjutnya dikenal sebagai bahasa Yunani) hingga batas Alfabet Yunani yang digunakan sekarang ini berbasis
maksimumnya, terus mendorongnya hingga melampaui pada alfabet yang dipakai di Athena pada akhir abad
batas ifu, dan menanamkan pengertian baru pada kata-kata kelima Sebelum Masehi (SM). Tabel di bawah ini me-
lama, menciptakan kata-kata baru guna menghasilkan nyajikan satu pelafalan Inggris modern untuk setiap ka-
gagasan dan temuan baru-philosophin, "cinta kebijak- rakter Yunani kuno dalam istilah Inggris.
sanaan," diperkirakan dipakai pertama kali oleh Pythago-
ras. Kapi- Huruf Bunyi Nama Transkripsi
.IImu pengetahuan masih terus berkembang pesat se- tal Kecil
cara radikal, tetapi tetap menghormati dan tidak melu- A cl Iather alpha a
pakan tradisi kunonya. Dalam anatomi, ilmu bedah, B barbarism beta b
B
kedokteran klinis, dan kedokteran laboratorium, bahasa f gamma
v Sranunar c
Yunani, Latin, dan Yunani-Latin, yang polanya selalu A 6 diet delta d
tersusun rapi, menjadi dasar pembentukan bagi lebih dari E t elephant epsilon e
sembilan puluh persen istilah teknis yang dipakai. Pe- Z zoology zeta z
C
ngetahuan tentang dasar-dasar pembentukan kata Yunani H rabies eta
n C
dan Latin akan sangat membantu dalam pembelajaran o e,s theory theta th
kosakata kedokteran modern atau ilmu pengetahuan mo- I t machrne iota i
dern lainnya, serta mutlak diperlukan oleh siapa saja yang K K skeleton kappa katauc(Latin)
hendak menciptakan kata baru yang akan dipakai pada A 1. lithograph lambda I
hipotesis, teori, proses, atau entitas baru. Tujuan penge- M. music mu m
Ir
nalan ini adalah untuk menyajikan dasar-dasar tersebut N neolithic nu n
sepraktis dan seringkas mungkin; setiap pernyataan yang F qt exegesis xi X
bertentangan dengan fakta linguistik historis dan kom- o o obelisk omicron o
paratif pada halaman-halaman berikut ini memang dise- n fl spasm pi P
ngaja untuk mendukung tujuan di atas. P p arachnid rho r
o, q symbol sigma S

Alfabet dan Pelafalan T r sfadium tau t


Alfabet Latin merupakan hasil modifikasi salah satu dari
Y D il, uber (jer.) upsilon v
(D g photo phi ph
sekian banyak alfabet Yunani. Uruian dan bentuk huruf X x Bach (lerman) chi ch
Latin sama seperti yang kita pakai sekarang, tetapi tidak psi
ada j, u, ata! w (baru dikembangkan pada Abad Per-
Y V dipsomania ps
f) o ocher,Shnw omega o
tengahan) dalam alfabet Latin Klasik.
Konsopan alfabet Latin dilafalkan hampir sama seperti
Vokal terdiri dari a, s, rl, L, o, o, a, kebanyakan dapat
alfabet In$gris, kecuali c, ch, g, s, t, dan o dilafalkan seperti t alau u untuk membentuk diftong; tabel berikut
diikuti
pada co\d, chrome, get, so, tin, danwine, bukan seperti pada
menyajikan bentuk-bentuk diftong yang paling umum.
cent, chill, gem, rose, menfion, dan zrine. Ph danth dilafalkan
seperti pada phllosophy dan theology. Diftong Bunyi Tianskripsi
Vokal Latin dapat panjang atau pendek. Vokal pendek
dilafalkan seperti pada kata Amerika wander,bed, it,hope, d.t aisle ae, e, atau ai
dan put; y pendek bunyinya seperti rl dalam kata Jerman au out au
dilnn. Yokal panjang dilafalkan seperti pada father, hey, tt eight i atau ei
marlne, stove, dan rude; y panjang dilafalkan seperti rl eu euphony eu
dalam kata lerman iiber. ot polson oe, e, atau oi
Kata-kata ditekankan pada suku kata yang kedua dari ou ghoul ou atau u
suku kata terakhir, disebut penulf, kalau suku kata tersebut ut suite ui

xxllt
xxlv Dasar-Dasar Etimologi Kedokteran
Transliterasi seperti pada kata heterodoxia di atas, dan huruf yang diberi
tanda napas kasar tersebut biasa4ya ditranskripsikan
Dalam bahasa Romawi, kappa ditransliterasikan menjadi c, menjadi h dalam bahasa Inggris. Kata-kata yang dimulai
bukan k, dan chi menja di ch,bukan kh; jadi, " character" dieja dengan rho atau upsilon selalu diberi tanda napas kasar
characteri bukan kharakter. Kamus ini mentransliterasikan (inep,hyper; pe0pra, rheuma). Tanda napas halus (') menun-
kappa menjadi k pada etimologinya guna memperjelas sifat jukkan tidak adanya aspirasi sehingga tidak memengaruhi
bunyi Yunani aslinya: Ejaan cystis unluk kystis (kista) dapat pelafalannya (ap<,rponrc6s, aromatikos; ait oy pa$os, auto-
menimbulkan keraguan mengenai pelafalannya, apakah graphos).
"kystis" atau "systis." Hambatan serupa untuk chl tidak Sejumlah kesepakatan lain dalam transliterasi kata-kata
begitu sering diteinukan, sehingga Kamus Dorland mem- Yunani adalah sebagai berikut: Gamma (y),yung terletak di
pertahankan ch sebagaimana transliterasi aslinya; karena muka gamma (y), knppa (rc), chi Q), atau xi (f) diucapkan
itu, "character" dieja charakter pada etimologinya. seperti huruf n sebagaimana pada finger, dan ditrans-
Abjad Yunani Klasik er dilafalkan seperti pada skein, kripsikan menjadi n.* Rho inisial dan tanda napas kasarnya
tetapi, sejak akhir abad keempat SM, diftong ini dilafalkan (p) ditranskripsikan menja di rh,bukanhr, seperti pada kata
seperti pada seize;jadi, kota yang dibangun oleh Alexander rheuma di atas; rho ganda (pp) ditranskripsikan menjadi rrft
Agung di Mesir, Alexandreia, menjadi "Alexandria" dalam (6 r dp p o r o, diarrhoe a, diarrhe a). Up silon (u) ditranskripsikan
bahasa Latin. Bahasa Inggris umunrnya banyak meng- menjadi y (pu0p6s, rhythmos), kecuali pada diftong, yang
adopsi transliterasi Latiry tetapi penggunaan ei untuk er ditranskripsikan menjadi u ((;etp"a, rheuma).
menjadi makin sering. Kamus ini mentransliterasikan er Beberapa kata Yunani diserap ke dalam bahasa Inggris
menjadi ei pada etimologinya. tanpa mengalami perubahan (orce.l.er6u, skeleton;
Diftong Yunani ar dan or ditransliterasikan n,:ienjadi ae uit6purou, automaton);kebanyakan kata Yunani diserap ke
dan oe dalam bahasa Romawi, yang pelafalannya hampir dalam bahasa Inggris melalui bahasa Latin sehingga
sama. Pada akhir perkembangannya, diftong Yunani dan mengalami sedikit perubahan (Yunani or€puou, sternon;
Latin kuno akhirnya menjadi vokal turtggal setelah Latin sternum); selain itu, ada beberapa kata Yunani yang
melewati evqlusi bertahap, eg. aisle ke aft ke aim. Ejaarvrya diserap ke dalam bahasa Inggris melalui bahasa inter-
juga tidak konsisten, kadang-kadang memakai diftong mediat sekunder, seperti Perancis, sehingga perubahannya
lama, kadang-kadang memakai ejaan baru. Ejaan yang lebih banyak (Yunani Xerpoupyia, cheirourgia;' Latin chi'
tidak konsisten ini masih tetap ada dalam bahasa Inggris: rurgia; Perancis cirurgerie; Inggris surgery). Perubahan-
Inggris-British memakai diftong (oedema, haemorrhage), perubahan lain timbul karena kecenderungan kita untuk
sementara Inggris-Amerika memakai vokal tunggal menghilangkan akhiran-akhiran ubahan Yunani dan Latin
(edema, hemorrhage). Pada etimologi Kamus ini, supaya (rifiopa, axioma, menjadi axiom; dorsalis menjadi dorsal)
jelas, diftong Yunani ar dan or ditransliterasikan menjadi al
atau menggantinya dengan e yang sebenarnya tidak
dan ol, sedangkan diftong L atin ae danoe dipertahankan. diucapkan (final mute) sebagaimana penyerapan kata-kata
Orang Roma, Cockney, dan, khususnya, Yunani tersebut ke dalam bahasa Inggris melalui bahasa Perancis
bermasalah dengan huruf h, sering dihilangkan, padahal (youo<p6pos, gonophoros, menjadi gonophor e; spina menjadi
seharusnya ada, dan ditambahkan, padahal seharusnya spine).
tidak ada. Dalam bahasa Yunani, ft- inisial umumnya tetap
ada pada kata-kata yang sederhana (haima, darah), tetapi
Pembentukan Kata
akan menghilang kalau didahului sebuah awalan atau
berasimilasi dengan awalan tersebut. Contoh asimilasi: Perubahan tersering, terpenting, dan tak-terprediksi pada
hypo dan haima mem.bentuk hyphaimos, terisi darah (per- kata-kata Yunani atau Latin (atau, karena berkaitan juga,
tama kali ditemukan pada zaman Hippocrates); contoh pada kata-kata Inggris)'timbul bukan ketika kata-kata
penghilangan: a-, an-, danhaima membenluk anaimia, ane- bersangkutan diserap dari bahasa Yunani atau Latin ke
mia (pertama kali ditemukan pada zarr.ar. Aristoteles), dalam bahasa Inggris, tetapi sewaktu kata-kata tersebut
bukan ahaimia atau ahemia. pertama kali dibentuk dalam bahasa aslinya.
Bahasa Latin biasanya mempertahankan h- inisial Banyak kata dalam bahasa Inggris dan hampir semua
sekalipun terletak di belakang sebuah awalan (Homo habilis, kata dalam bahasa-bahasa Klasik merupakan kombinasi
habilitas, inhabilitas; honor, honestus, inhonestus), tetapi sa- antara bentuk dasar dan imbuhan. Bentuk dasar sebuah
ngat banyak kata-kata Latin yang sudah diserap ke dalam kata mengandung makna leksikal dasar, sementara
bahasa Perancis dengan ejaan dan pelafalan yang tidak imbuhan membuat bentuk dasar tersebut menjadi sebuah
konsisten (setidaknya bisa dikatakan demikian): able, ability kata. (Kebanyakan imbuhan berupa awalan dan akhiran,
dan inability,bukan hable, hability, dan inhability; honor dan termasuk bentuk-bentuk ubahan, yang ditambahkan di
honest,bukan onor dan onest. depan atau di belakang bentuk dasarnya.)
P4"ra penutur bahasa Inggris Amerika umumnya tidak Sebagai contoh, dalam kata-kata Inggris lozte, loaes, Ioaer,
sulif melafalkan h- dan mengucapkannya sebagai sebuah Ioaers, looing, looed, Ioaingly, unloaed, dan unloztable, bentuk
konsonan utuh pada kata-kata berawalan; dengan begitu, dasarnya adalahlozre;berbagai awalan (ur-) dan akhiran (-s,
kita akan menjumpai pelafalan inharmonious, bukan anar- -r, -r-s, -ing, -ing-Iy, etc.) membuatbentuk dasar ini menjadi
monious; ahaptoglobinemia, bukan anaptoglobinemia; dan an- sebuah kata dan mengubah kata tersebut sesuai peng-
hydride, bukan any dride atau ahy dride. gunaannya dalam sebuah ungkapan.
Kata-kata Yunani ditulis dengan beberapa aksen (' ' ^) Dalam bahasa Inggris, sangat sering dijumpai bentuk
yang saat ini dipakai untuk menunjukkan suku kata yang dasar yang berfungsi sebagai kata independen, sepeftiloae,
diberi tekanan. Kata-kata yang dimulai dengan sebuah hate, smile, frown, milk; "bentuk-bentuk dasar" semacam ini
vokal, diftong, atau rho (p) ditulis dengan apa yang dina-
makan "tanda napas" (breathing mark) di atas vokal atau rho *Selama Perang DuljalI, Ancistrodon (dari &ryrntpou,kall, dan 66our-, gigl)
inisial, atau di atas huruf kedua pada diftong (erepo6o(la, diubah menjadi Agkistrodon, yang merupakan ejaan resminya. Ancistrodon
heterodoxia; oio0r1rr.rc6q, aisthEtikos; pu0p6s, rhythmos). mauprm Ankistrodon sama-sama merupakan istilah yang benar, bukan
Tanda napas kasar (') menunjukkan bahwa suku kata Agkistrodm: kata Yunani &,yyil"os (pengirim) menjadi angelus dalambahasa
Latin dan angel dalam bahasa Inggris, bukan aggelus dan aggel.
bersangkutan dimulai dengan sebuah aspirasi (aitch),
Dasar-Dasar Etimologi Kedokteran
sangat jarang ditemukan dalam bahasa-bahasa Klasik. factor faktor
Dalam bahasa Latin dan Yunani, biasanya dalam bahasa factura seperti pada marufacture
Inggris juga sebuah kata hampir seialu merupakan faction- konflik
kompleks yang terdiri dari sebuah bentuk dasar dan factiosus kontroversial
sebuah imbuhan atau lebih; kata itu sendiri bukanlah kata facil- dapat dilakukan, memr.mgkinkan, mudah
independen dan mungkin hanya digunakan untuk
mengubah bentuk dasamya dengan menambahkan im-
Darifacil-, dapat diturmkan lagi menjadi:
buhan tertentu (seperti Ltn-, -ert -ed); kala-kala seperti ini
disebut "kata tumnan".
facultat- fakultas
Kalau bentuk dasar ini tidak berubah dari satu kata
facilitat- fasilitas
turunan ke kata furunan lainnya (oentuk dasar "beratsran"
atau "lemah") dah imbuhan-imbuhannya tidak terpe- Sekarang, coba kita tambahkan awalan ex pada bentuk
ngaruh dalam berbagai konteks, keseluruhan sistem dasar fac-.Er berasimilasi menjadi ef- di depan f dan
kata-kata turunan tersebut akan tampak jelas polanya mengubah artt fac- menjadi "komplet." Awalan ini atau
sehingga mudah dipahami, seperti pada kata loae darr awalan lainnya akan mengub ah d pendek menjadi i pendek
bentuk-bentuk turunarrnya. jadi, dalam bahasa Latin dan (di depan satu konsonan) atau E pendek (di depan dua
Yunani: ada kejelasan sistematik untuk turunan-turunan konsonan). Perhatikan perubahan pada bentuk-bentuk
bentuk dasar Latin laud- (memuji)-kata bendanya laudis utama kata kerja berawalan berikut:
dan laudatory (pujian, pemuji); bentuk utama kata kerja
beraturannya laudo (saya memuji) dan lauilare (memuji); efficio dari exfacio
serta kata sifatnya laudabilis darrlaudatorizs (pantas dipuji, efficere dari exfacere
bersiJat pujian). Ada juga sistem beraturan pada bentuk efectus dari exfactus
dasar Yunani pau- $erhentt): kata bendanya pausis (1eda)
dan pauster (pereda, penenang); bentuk utama kata kerja Kita bisa rnemahami penurunan kata-kata Latin paling
beraturannya pauo (saya berhenti) dan pauso (saya akan jelas dari kata-kata seperti fficio.KiLa dapat membentuk
berhenti); serta kata sifahrya pausteon fterakhir) dan present participle dengan menghilangkrr. -re dari bentuk
paustErios (meredakan, menenangkan). present actiae infinitiae, yar.g merupakan bentuk yahg di-
' Dalam bahasa Inggris, Latin, dan Yunani, timbul ke- gunakan dalambagian etimologi di KamusDorlandiri, dan
sulitan pada bentuk dasar yang berubah dari satu kata ke menambahkan -nt (pada kata-kata kerla sepertr efficio,
kata lainnya (benfuk dasar "tak-beraturan" atau "kuat"), dengan menghilangkan akhiran -ere dan menambahkan
seperti pada kdta-kata Inggris sing, sang, sungl song; se- -ient).Bentukpresent participle dari efficio, efficere adalah ffi-
mentara ifu, orang biasanya mengatakan singer, bt*arr cient- (efisien). Dari bentuk present participle ini, diturunkan
songer; unsung, bskan unsinS; dan unsingable, btrkarr kata benda fficientia (efisiensi).
unsungable. Satu contoh ini saja tampaknya sudah cukup. Dari bentuk utama yang terakhir, efectus, kita daPat
Bentuk dasar ten- (regarrg) terdapat dalam bahasa Latin dan membentuk tutunan-furunarurya dengan menghilangkan
Yunani (juga dalam bahasa Inggris, fftln). Bentuk dasar -us dan menambahkan akhiran-akhiran lain. Jadi, dari
Latin ini sama beraturannya sepefti bentuk dasar lrggris ffict-, l<ta dapat menurunkan:
falk, dan turunan-turunannya juga tampak jelas: ferdo (ten-
don), fensio (tegangan), lenius (lemah, tipis), exlenuatus effectum efek
(teregang, menipis, melemah). Namun, bentuk-bentuk efector efektor
dasar ten-, tein-, ton-, tA-, tan-, dan tain- dianggap sama ffictit:us efektif
dalam bahasa Yunani. Kenyataannya, aturan-aturan dalam
pembentukan kata Yunani kuno akan menjadi sebuah buku Kadang-kadang, bentuk berawalan ini akan disusun
tebal.kalau ditulis; jadi, demi efisiensi, daftar awalan, kembali oleh orang Roma karena mereka tidak terbiasa
akhiran, dan bentuk-bentuk terikat (Lampiran 1,,h1m. 2449) menggunakan awalan. Contoh yang paling umum, dan
menyajikan contoh-contoh imbuhan yang melekat pada patlng ideal untuk penggunaan dalam dunia kedokteran,
bentuk dasamya, baik untuk kata Latin yang sistematik adalah calefacio, saya menghangatkan, bukan calefcio, dan,
maupun kata Yunani yang sangat beragam. dengan begitu, calefacienl-, bukan calefcienl-.
Dalam sistem Latin, terdapat ketakkonsistenan pada Sayangnya, ada banyak perkecualian. Tenant muncul
banyak kata Latin yang umum dan, dengan begitu, phda dalam kosa kata Inggris tidak langsung dari kata Latin
kata-kata Inggris serapannya: benfuk dasar Latin yang tenEre (memegang), yang seharusnya diserap menjadi
mengandung vokal pendek akan mempunyai penekanan tenent, melabtkan melalui kata Perancis tenir. Dalambahasa
vokal yang normal kuat pada kata-kata sederhana tanpa Perancis, semua kata kerja membentuk present participle
awalan,:ldtapi penekanan vokal tersebut akan melemah lewat penambahart -ant. ladi, tenir .menjadi tenant; Iocum
pada kata-kata berawalan. tenens menjadi lieu tenant.
Perhatikan bentuk dasar Latinfic- (melakukan/ mem- Asimilisi dapat memengaruhi konsonan pada bentuk
buat). I y€lng normal tetap ada pada kata-kata tanpa dasar ataupun bentuk berimbuhan. Dalam bahasa Inggris,
awalan; dengan demikian, benfuk-bentuk utama kata o tidak diucapkan dalam kata drioe dan thripe danberubah
kerjanya adalah: menjadi/di depim akhiran -f (juga tidak diucapkan) yang
membentuk k atabenda drift dan thrift. Dalam bahasa Latin,
f\cio Saya membuat asimilasi biasanya minimal dan jelas: suibo ("Saya me-
ficue membuat nulis") danscriba ("penulis, penyalin") bisa diganli dengan
ftctus terbuat scripsi ("Saya sudah menulis") dan suiptura (tulisan, ayat
Turunan-turunan tanpa awalan lainnya adalah: Kitab Suci). Kadang-kadang, asimilasi pada kata Latin, baik
bentuk dasar, bentuk berawalan, ataupun bentuk ber-
facies
'
sesuatu yang dibuat atau dibentuk, wajah, akhiran, dapat menimbulkan cukup banyak distorsi se-
"facies" hingga membingungkan. Daftar di bawah ini menyajikan
xxvt Dasar-Dasar Etimologi Kedokteran
beberapa awalan Latin yang lazim (kebanyakan di antara- ePi ePi- epinephrine
nya juga dipakai sebagai kata depan), menunjukkan asi- eP- eparterial
milasi awalan terhadap unsur di belakangnya. Perlu dicatat hyper hyper- hypertrophy
bahwa awalan ln-'berasal dari dua sumber sehingga hyPo hyPo- hypodermic
berfungsi ganda: sebagai awalan spatial yang bemrttTi hvp- hypanal
dalam, di atas, atau ke dalam (lnscribe, .imbibe, l/luminate, kata kata- catalepsy
lrradiate) dan sebagai awalan antonim (insentle, imma- kat- cation
ture, lllegible, lrreverent). meta meta- metamorphosis
Perubahan Konsonan Inggris met- mefencephalon
pararnasloid
ad- di depan c menjadi ac- accelerate Para Para-
parohd
ad- di depan/menjadi af- afilruty
peri
Par-
peri- peritoneum
ad- di depang menjadi ag- agglutinant
prognosis
ad- di depan p m.enjadi ap- appendix Pro
syn
Pro-
s)m- synthesis
ad- di depan s meirjadi as- assimilate
sym- symphysis
ad- di depan t menjadi at- aftrition
syl- syllepsis
ex- didepan/menjadief- e.rfusion
sy- systole
in- di depan I menjadi ll- lllinition
in- di depan mmenjadiim- ilnmersion
Banyak akhiran latin sudah dinaturalisasi ke dalam
in- di depan r menjadiir- lrradiation
bahasa Lggrs selama berabad-abad, dan perlu ada sedikit
ob- di depan c menjadi oc- occlusion
komentar tentang morfologi dan penggunaannya. Bebe-
sub- didepan/menjadisuf- suftocate
rapa akhiran lazim yang digunakan khusus dalam dunia
sub-. di depan p menjadi sup- suppository
kedokteran,'beserta turunan-furunan Inggrisnya, disajikan
trans- di depan s menjadi trun- transpiration
pada daftar di bawah ini. Perlu dicatat b ahw a alrhiran -abilis
dan -alis/-aris melekat pada aturan pokok kata kerja
Dalam bahasa Yunani, asimilasi dapat menyebabkan
konjugasi pertama (bentuk infinitifnya berakhiran -dre,
perubahan drastis pada sebuah kata; hukurir-hukum fo-
seperti pada laudare memuji); sementara itu, -ibilis dan -ilis
. netik yang mengatur asimilasi ini berada jauh di luar
digunakan berdasarkan aturan pada konjugasi-konjugasi
batasan Kamus ini. Namun, awalan-awalan Yunani
lainnya (aidEre, aisibilis; legEre, legibilis; aufrre, audibilis).
untungnya cukup teratur. Sebagaimana awalan Latin,
awalan Yunani dapat juga berfungsi sebagai kata depan
Komponen Latin Inggris
untuk gerakan atau lokasi. Kebanyakan awalan Yunani avary
aois + -arium
berakhir dengan sebuah vokal, yang dipertahankan kalau
dormio (dormitus) + -orium dormitory.
unsur di belakangnya diawali sebuah konsonan dan nutrio (nutrius) + -io nl'ftrition
dihilangkan (luluh) kalau unsur tersebut diawali sebuah
moaeo (motus) + -or motor
vokal: sebagai contoh, iota pada epi ("di atas, pada") tidak
porosus + -tas porosi{
berubah pada epidemic, tetapi luluh di depan o pada ftnbIe
ftio+ -abilis
eponychium ("kutikula"). Kalau sebuah awalan Yunani ber-
edo + -ibilis edible
akhir dengan sebuah konsonan dan unsur di belakangnya
corpus (corporis) + -alis corporal
diawali sebuah konsonan juga, hasil proses asimilasinya
sebagaimana pada bahasa Latin: nu (n) pada syn febris + -ilis febrile
ocillus + -afis octiar
("dengan") berubah pada symphatheia dan syllogismos
cilium + -arius ciltnry
(simpati dan silogisme). Perlu dicatat bahwa awalan
sensus + -orius sens0ry
pravokal an-berasal dari dua sumber sehingga berfungsi reticulum + -atus rcttculate
ganda: sebagai kata depan spatial ana ("atas, belakang"),
morbus + -idus morbld
seperti pada anabolism dan anode; juga sebagai awalan
aborior (abortus) + -iaus aborlioe
antonim a-, an-, seperti pada atheist dan anodyne, berasal
dari sumber yang sama dengan awalan antonim Latin dan
squama + -osus squamou
Inggris -in dan un-.
-osus
adeps (adipis) + adipose

Daftar berikut menyajikan beberapa awalan Yunani


plae + caaeo (cautus) + -io + -arius precaulionary

yang lazim beserta contoh-contoh peluluhannya dan asi- Akhiran Yunani pada umumnya belum dinaturalisasi
milasinya.
ke dalam bahasa Inggris, tidak seperti bahasa Latin;
Awalan Bentuk Terikat Inggris namun/ famili akhiran ini me4unjukkan pengecualian
amphi' amphi- amphicrania menakjubkan pada -izo (-rze), yartg menandai kata kerja,
amph- ampheclexis -lsfEs (ist), kata benda agen, dan -ismos (-ism), kata benda
ana ana- anabohsm verbal.
an- anode Sejauh ini, kita sudah membahas berbagai bentuk dasar,
anti anti antigen kata dasar, dan kata turunan; hanya kata majemuk yang
ant- arfhelminthic belum diuraikan. Kata majemuk adalah kata yang dibentuk
aPo apo- apophysis dari dua (atau lebih) kata independent, kata pertama
aP- apandria mengubah, bergantung pada, atau merupakan objek kata
dia dia- diather,my berikutnya. Dalam bahasa Lrggris, housevtife, kidney trans-
di- dluretic plant, salesman, schoolboy, store-bought, backbreaking, dan an-
ek ek- ectopia teater adalahkata-kata majemuk. Dalam kata-kata majemuk
ex ex- exosmosis Inggris, masing-masing unsumya hanya mengalami sedikit
en en- enostosis perubahan, kalau memang ada, dari bentuk dasamya atau
em- embohrc bentuk leksikahya, tetapi tetap berdiri sendiri, setidaknya
Dasar-Dasar Etimologi Kedokteran xxvil
bisa dikatakan demikian, dan definisi barunya semata- Ada sejumlah perkecualian:
mata diperoleh lewat proses jukstaposisi/penjajaran (salah iilea, gagasan + Iogos = ideology adalah bentuk
satu contohnya adalah perbedaan antata house guest dan beraturan,
guest house).
Kondisi-kondisi di atas sangat jauh berbeda pada tetapi
bahasa Latin dan Yunani; pada bahasa-bahasa Klasik, kita genea, keluarga, keturunan + Iogos = genealogia,
harus menggunakan bentuk terikat yang dinamakan sub- genealogy adalah bentuk tak-beraturan, demikian juga
stantif (i.e., kata benda dan kata si{at, termasukpast partici- architecton brtkan ar chot ekton, architect
ple) yang sering kali sangat berbeda dengan bentuk ar che@ o s bvkan ar chotyp o s, at chetySt e
leksikalnya.
Dalam bahasa Latin, semua kata majemuk asli Kenyataannya, bentuk beraturan archo- srrgat iarang
normalnya terdiri dari bentuk dasar kata pertama; diikuti digunakan ketimbang arche- dan archi- seYtngga dianggap
sebuah vokal penghubung, biasanya -i-, kadang-kadang sebagai "bentuk tak-beraturan."
-u-; lalu bentuk dasar kata kedua; baru kemudian akhiran Pembentukan kata majemuk dari substantif-substantif
pengubahnya: magn-!ficient-ia, magnificientia, kebesaran' lain merupakan proses yang rumit karena bentuk terikat
Dalam ilmu pengetahuan, ada banyak kata majemuk, pada sebuah substantif tidak bisa diprediksi secara umum
seperti dorsoradial darr frenosecretory, yang mengandung dari entri leksikalnya; pada kenyataannya, biasanya kita
kata-kata Latin dan vokal Yunani penghubungnya (lihat malah memprediksi entri leksikal dari bentuk terikatnya,
parugraf selanjuhrya); bentuk-bentuk Latin mumi untuk bukan sebaliknya.
kata-kata majemuk tersebut seharusnya dorsiradialis dan Dalam bahasa Yunani, substantif-substantif berakhiran
f'renisecretorius. -ma meririliki bentuk dasar atau bentuk terikat yang
Dalam bahasa Yunani, afuran-aturan pembentukan mengandung -mat-; sehingga haima (darah), haimat-, dan
kata rriajemuk jauh lebih rumit. Kalau substantif Pertama poiEsis (pen$uatan, "puisi") membentuk haimatopoiesis,
pada sebuah kata majemuk Yunani berakhiran -a (selain hematopoiesis. Namun, Hippocrates sendiri menggunakan
-ma) atar -6, orang Yunani hdmpir selalu mengubahnya haimorrhagia, perdarahan, bukan haimatorrhagia. Di
menjadi -o-: samping ifu, tidak seorang Pun yang mamPu memprediksi
bentuk terikat gynaik-, asal kata gynecology, dari norninatif
glossa,lidah + ptosis, jatuh = glossoptosis gyne (perempuan), yang tampak seperti kata benda beraturan;
ph6nE, suara, bunyi + logos, kata,' alasan, ilmu = aiau memprediksi galakt-, asal kata galactophorous, dari gala
phonologia, phonology (susu).
Bahasa Latin tidak sedemikian tak-beraturannya.
Biasanya, konsonan terakhir dihilangkan dan vokal Meskipun begitu, lac (susu) memiliki bentuk letlkal lact-
tidak diubah pada substantif-substantif berakhiran -on, -os, (lactacidemia); cor (jantung), cord- (cordial); miles (tentara),
atau -ysi mitit- (military); rex (raja), reg- (regicide); nomen (nama),
nomin- (nominate). Homo (manusia, orang) memiliki bentuk
osteon, t:tiLarrg + arthritis, gout (pertama kali mr:ncul terikat homin- (hominoid ape), tetapi Cicero sendiri
pada zaman Hippocrates) = osteoarthritis menggunakan homicida (pembunuh, pembunuhan), bukan
myelos, sumsum + poilsis, produksi = myeloPoiesis hominicida.
pachys,tebal + derma,ktiit = pachydermia (pertama kali
muncul pada zaman Hippocrates)
Awalan, Akhiran, dan Bentuk Terikat yang
Digunakan dalam Etimologi Kedokteran
Kalau unsur kedua diawali sebuah vokal, orang Yunani
hanya menghilangkan -a atau -e terakhir pada unsur yang Untuk daftar unsur-unsur Latin dan Yunani yang
pertama tanpa menambahkan -o-: digunakan dalam terminologi kedokteran,lihat Lampiran 1
pada halaman 2449.
arche, petmlJlaan, utama, aturan + enteton, usus =
archenteron
bradys, lambat, tumpul + akusis, pendengaran =
bradyacousia
LAMPIRAN
:

1. Imbuhan yang Sering Digunakan 2449


2. Singkatan Pilihan yang Digunakan dalam Kedokteran 2458
3. Simbol 2480
4. Phobia 2484
5. Tabel Unsur. 2489
6. KesetaraanSuhuCelsius danFahrenheit . .' 2490
7. Satuan Pengukuran 2491
8. Kisaran Rujukan untuk Interpretasi Uji Laboratorium 2493

2447
LAMPIRAN 1
IMBUHAN YANC
SERING DIGUNAKAN

Daftar berikut menyajikan kata-kata Yunani dan Latin yang Latin. Adanya tanda hubung sebelum atau sesudah
sangat sering ditemukan dalam Kamus ini, berupa unsur-kata semacam itu menunjukkan bahwa unsur
bentuk-bentuk terikat yang disusun secara alfabetis sebagai tersebut bukanlah kata yang bisa berdiri sendiri dalam
rubrik. Tanda hubung (-) yang ditambahkan pada bentuk- bahasa aslinya. Informasi yang diperlukan untuk me-
benluk terikat menuniukkan bahwa bentuk ini bukanlah mahami bentuk tersebut disajikan di dalam tanda kurung
kata lengkap dan, kalau tanda hubung mendahului bentuk sesudahnya. Selanjutnya, diuraikan definisi (satu atau
terikatnfa, umumnya berfungsi sebagai akhiran pada Iebih) kata itu, dan, kalau perlu, diikuti dengan rujukan ke
sebuah kata majemuk. Meskipun tidak begitu sering, bentuk-bentuk terikat sinonimnya. Akhirnya, disajikan
sebuah bentuk terikat dapat sekaligus didahului dan juga sebuah contoh guna menjelaskan penggunaan bentuk
diikuti oleh tanda hubung, menunjukkan bahwa bentuk teiikat tersebut dalam sebuah turunan kata maiemuk
tersebut biasanya terdapat di antara dua unsur-kata Inggris.
Iainnya. Bentuk-bentuk yang berkaitan erat disajikan Kalau daftar ini digunakan bersama-sama informasi
dalam satu entri saja, dengan ditambahkan tanda kurung: etimologis yang disajikan pada entri-entri dalam Kamus
iadi, carbo(n)- bisa mewakili carbo-, seperti pada carbohy-
ini, tidak akan timbul kebingungan mengingat adanya
drate, ataupun carbon-, seperti pada carbonuria unsur yang sama pada kata-kata seperti melalgia,
Pada penjelasan untuk setiap bentuk terikat, informasi melancholia, dan melicera; sekalipun turirnan masing-
pertama yang dicantumkan adalah asal kata tersebut, masing kata tersebut berbeda, kesamaan unsur ielas terlihat
Yunani atau Latin, ditulis [Yun.] atau [L.]. Kadang-kadang, pada kata-kata itu.
kata yang disaiikan merupakan kata Yunani sekaligus

a_r n- [Yun.] (n ditambahkan di depan kata yang -agogue agogos [Yun.] menyebabkan, memicu. galacta-
diawali sebuah vokal) awalan negatif. Cf. in-3 gogue
ametria -agra agra fYun.l menular, serangan. podagra
a- [L.] pemisahan, menjauh dari. avulsion -alt -alis [L.] berkenaan dengan, ditandai dengan
a-2
ab- ab [L.] menjauh dari. Cf. apo-. abducent arterinl, diarrhea/
abdomen, abdomlnis [L.] abdomen. abdominoscopy -al2 -alia lL.l kerja, proses. denia/
abdomin-
abs- abs IL.l varian dari ab. abscess alb- albus lL.l putih. Cf. leuk-. albiduria
ac- Lihat ad-. accretion alg- algos [Yun.] nyeri. neuralgia
algesi- a/gesls [Yun.] sensasi nyeri. analgesia, aLgesimeter
acanth- aknntha [\tn.l berduri. acanthocyre
acar- aknri un.l tungau. acarodetrnatitts all- allos [Yun.] lain, berbeda. a/lergy
IY
acetum lL.l cuka. acefic acid allant- allas, allantos [Yun.] sosis. allantiasis, allantoid
acet-
acid- acidus IL.l asam. aclduric allel- allelon [Yun.j satu sama lain. allelic
acou- akord [Yun.] dengar. acousic. fluga dieja acu-) allotri- allotrios [Yun.] asing. allofriogeustia
acr- akron lYw.l ekstremitas, puncak' acromegaly alve- alaeus lL.l terusan, saluran, rcngga. Alae'
act- ago, actus [L.] melakukan, menjalankan, bekerja obronchiolitis
reacfion alveol- alzteolus, dim. darialaeus IL.] alveolus. aloeolitis
actin- aktis, aktinos [Yun.] sinar, radius. Cf . radi- ambi- ambi- lL.l (i mungkin dihilangkan di depan kata
Actinobacillus yang diawali vokal) pada semua sisi. ambidex-
acu- Lihat acou-. dysacttsis terity
ad- ad lL.l (d berubah menjadit', 8, p, s, atau f di
c, ambly- amblys lY'n.l tumpul. amblYoPia
depan kata yang diawali konsonan- konsonan ambo- ambo [L.] keduanya. ambosextal
tersebut) menuju. adrenal ameb- amoibE lYun.l berubah. ameboid
-adr 'ad IL.) ke arah. cepahaiad amni- amnion lYun.l mangkuk, membran pembungkus
-ad2 -as, ados [Yun.] kelompok, turunan dari, janin. amniocentesis
hubungan dengan. pseudomonnd amphi- amphi [\un.l (l dihilangkan di depan kata yang
-adelphus adelhos lYun.l saudara laki-laki. deradelphus diawali vokal) pada kedua sisi. amphicentrlc
aden- adEn [\un.] keleniar. Cf. gland-. adenoma ampho- ampho lYun.l keduanya. amphogenrc
adeps, adipis [L.] lemak. Cf. lip- and stear- amygdal- amygdale [Yun.] buah badam. amygdalin, amyg-
adip-
adipocellular daloid
aer- aer [Yun.l udara. annerobiosis amyl- amylon l\un.] tepunS. amqlutia
af- Lihat ad-. aferenl an-l Lihat a-1. aniridia
ag- Lihat ad-. agglqtinant an-2 [-ihat ana-. anode

2449
2450 Lampiran 1

ana- ana lYun.l (a terakhir dihilangkan di depan breph- brEhos l\un.l embrio, bayi baru lahir. breph-
kata yang diawali vokal) naik, positif. oplastic
anabolisrr:. brevi- breais [L.] pendek. brer:icollis
ancyl- Lihat ankyl-. arcylostomiasis brom- bromos fYun.l bau busuk. bromhidrosis
andr- aner, andros [Yun.] laki-laki. androgen bronch- bronchos [Yun.] pipa angin. bronchoscopy
angi- angeion fYun.l pembuluh. Cf. vas-. angioma bry- bryo fYun.l benar-benar hidup. embryonic
anis- anisos lYun.] tak-sama, tak-simetris. anisocoia bucc- bucca lL.l pipi. baccocclusion
ankyl- anleylos [Yun.l bengkok, melengkung. anl<ylosis. bulb- bulbus [L.] tonjolan. bulbospiral
(Juga dieja ancyl-1 butyr- boutyron [Yun.] mentega. butyroid
anomal- an6malos [Yun.] ireguler. anomalous cac- kakos [Ytrn.] buruk, abnormal. Ct. maI-. caco-
ant- Lihat anti-. antacid geusia. (Lihat juga dys-)
ante- ante [L.] sebelum. anteflexion calc-1 cabi, calcis [L.] batu (cf. iith). batu kapur, kapur.
anti- anti [Yun.l (l mungkin dihilangkan di depan kata calcipexy
yang diawali vokai) lawan, melawan. Cf. con- calc-2 calx, calcis [L.] tumit. calcaneodynia
tra. antiprttrllic calor- calor lL,l panas. Cf. therm-. calorimeter
antr- antron fYun.l rongga. antrocele campt- camptos [Yun.] bengkok. cffiptodactyly
apJ Lihat apo-. apeidosis cancr- cancer, cancri [L.] kepiting, kanker. Cf. carcin-.
aP-2 Lihat ad-. appendage cancrotd. (Juga dieja chancr-)
aph- hapto, haph- [Yun.] sentuhan. dysaphia. (Lihal canth- kanthos [\un.] asing.
juga hapt) capit- caput, capitis [L.] kepala. Cf. cephal-. decaplfation
apo- apo lY:ur..l (o mungkin dihilangkan di depan kata capn- kapnos lYun.l asap. capnography
yang diawali vokai) jauh dari, lepas. Cf. ab-. caPs- capsa lL.l (dari capio; Iihat cept-) wadah. capsule
apolipoprotein carbo(n)- carbo, carbonis [L.] batubara, arang. carbohydrate,
arachn- arachne [Yun.] iaba{ab a. ar achnodactyly carbonic aci.d
arch- arche lYun.l awa1, asal. archenteron carcin- karkinos [Yun.] kepiting, kanker. Cf. cancr-.
arteri- arterin lYun.) (l kadang-kadAng dihilangkan) csrcinoma'
pipa angin, arteri. arterioscler osis, pefilrteritis cardi- kardia [Yun.] jantung. lipocardiac
arthr- arthron lYun.) sendi. Cf. articul-. synnrthrosis cari- caries IL.] pembusukan. carlogenesis
articul- articulus [L.] sendi. Cf. arthr-. disarticulation cary- Lihat kary-. Eucaryole
as- Lihat ad-. assirnilation cata- kata lYun.l (a terakhir dihilangkan di depan kata
asthen- asthenEs [Yun.] lemah. asthenocoria yang diawali vokal) turun, negatif. catacro-
astr- astron fYun.l bintang. astrocyte tism, cafion
at- Lihat ad-. attentate caud- cauda lL.l ekor. caudad
atel- ateles IY un.) inkomplet. atelocar dia cav- caaus [L.) rongga. Cf. coel-. corrcaae
ather- atherC fYun.l bubur gandum. atherosclerosis cec- caecus lL.l buntu. Cf. typhl. cecotomy
atlant- atlas, atlantos [Yun.] atlas. atlantoaxial cel-1 Lihat -cele. varicoce/ectomy
atm- atmos fYun.l asap, uap. atmosphere cel-2 Lihat coel-. acelomate
atret- atretos lYun.l tidak berlubang. atretostomia cel-3 Lihat celi-. celitis
atri- atrium lL.l atrium. atriov entricular -cele1 kele [Yun.] tumor, hernia. gastrocele
atroph- atrophia [Yun.] susah makan. atrophoderrna -cele2 koilos [Yun.] rongga. rhinocele
audi- audire lL.l mendengar. audiorrrelry celi- koilia lYun.l perut. celiotomy
aur- auris [L] telinga. Cf. ot-. aurinasal cell- cella lL.l ruang, sel. Cf. cyt-. celltlar
aut- autos fYun.f sendiri. arfoimmunity cemenl- caetnentum [L.] batu kasar. cementoblast
aux- auxo fY un.l meningkat. auxotrophic cen- koinos lYun.l umum. cenesthesia
ax- aror [Yun.] atau axis [L.] sumbu. axolemma cente- kenteo IY trn.] rnenusuk. Cf. punct-. enterocer?fesis
axon- axdn l\lrn.l sumbu. axonopathy centi- centum lL.l seratus. Cf. hect-: Menunjukkan fraksi
ba- baino, ba- [Yun.] pergi, jalan, berdiri. abasia dalam sistem metrik. [Awalan ini memper-
bacill- baciLlus lL.l tongkat kecil, batang. Cf. bacter-. lihatkan kebiasaan pada sistem metrik untuk
actinobacillosis menggunakan imbuhan Latin dalam mena-
bacter- bacterion [Yun.] tongkat kecil, batang. Cf. bacilt- makan fraksi-fraksi satuan, seperti centimeter,
bacteriophage decimeter, millimeter; untuk kelipatan-
balan- balanos lYun.) buah/biji poliron onk. balanitrs kelipatan satuan, digunakan imbuhan serupa
ball- ba1l6, bol- [Yun.] lemparan. bal/ismus. (Lihat juga dari bahasa Yunani, seperti hectometer,
bol-) decameter, dan kilometerf centirneter, cent-
bar- baros [Yttn.) berat. bcrosinusitis ipede
bas- Lihat basi-. basophil centr- kentron lYun.l ata:u centrunx [L.] titik, pusat.
basi- bnsis [Yun.] dasar. basioglossus, basrhyoid cetrifugaT, centr omer e
n
bath(y)- b a tlry s lY un.l dal arl:r. b athorho dop sin, b ntlry pne a cephal- kephale fYl;rn.l kepaia. Cf. capit-. encephalitis,
bi-1 blos [Yun.] hidup. Cf. v!t-. aerobic cephalocentesis
bi-2 bi- lL.l (n mungkin ditambahkan di depan kata cept- capio, -cipientis, -ceptus [L.] mengambil, mene-
yang diawali vokal) dua. blcornuate. (Lihat rima. receptor
juga di-l) cer- ur:;'s5f ata! cera [L.] lilin. ceroprasry,
bil- bilis lL.l empedu. Cf. chol-. biliary
bin- Lihat bi-2. binoatlar cerat- Lihat kerat-. cerntocricoid
bis- bls [L.] dua kali. brsferious cerc- kerkos[Yltn.] ekor. Onchocerca
blast- blastos lYun.lkuncup, anak, sesuatu yang sedang cerebell- cerebellum [L.] dim. dari cerebrum otak kecil.
. tumbuh pada tahap awa1. Cf. germ-. blastoma, cerebelllfugal
monoblast cerebr- cerebrum [L.] otak. cerebrospinal
blenn- blenna [Yun.] mukus. blennorrhea cervic- cerztix, ceraicis [L.] leher. Cf. trachel-. ceraicitts
blep- blepO fYun.l pandang, lihat. monob/epsia chancr- Lihat cancr-. chancroid
blephar- blephar on [Yurr.] (dari blepo; hhal blep-) kelopak cheil- cheilos fYun.l bibir. Cf. labi-. clzeiloschisis
mata. Cf. cilt-. blephaAns cheir- cheir [\un.] tangan. Cf. man-. mactocheiria. (luga
bol- Lihat ball-. embolism dieja chir-)
brachi- brachion [Ynn:] lengan. brachiocephalic chem- chemeia IY un.l alkimia. chemistry, chemother apy
brachy- un.l pendek. b r a chy dactyly
br achy s lY chir- Lihat cheir-. chiropraclic
brady- bradys fYun.l lambat. bradycardia chlor- cltlor os IY un.] hljau. chl or ophyl\
Lampiran 1 2451
cult- colo, cultus [L.] merawat, menanam. clllure
choan- choane IY un.l corong. choanomastl'gole
cholo [Yun.] empedu. Cf. bi1-. cholangitis cune- cuneus lL.l baji. Cf. sptren-. cuneiform
chol-
cut- cutis lL.l kulit. Cf. derm(at)-. subcrfaneous
chondr- chondros [Yun.] kartilag o. chondromalacia
cyan- l<y anos lY un.l biru. cY anoPhil
chondri- chondrion [Yun.] granula. milochondria
cycl- tcyktos lYun.l lingkaran, siklus. cyclophoria
chord- chorde lYw.l tali, senar. petichotdal
-cyesis kyesls [Yun.] kehamilan. psetdocyesis
chore- choreia fYw.f tartan. choreoathetosis
lilmbc fYw.l perahu. cymbocephaly
chorion lYrn.f membran. clzorjocarcinoma cymb-
chori-
cyn- lcyon, lcynos [Yun.] anjing. cynophobia
chro- clrros [Yun.] warna. polychromatic
cyst- kystis [Yun.] kandung kemih' Cf. vesic-. cysfalgia
chron- chronos fYun.f waktu. synchronous
cyt- kvfos [Yun.] sel. Cf. cell-. cyfotaxis
chrys- chrysos [Y'gn.] emas. cftlysotheraPy
dacry- iakry [Yun.) air mata dacrYocYst
chy- che6, chy- [Yun.] menuang. eccftymosis
"-ciir'ts jari tangan, iari kaki' Cf digit-'
dactyl- daktulos [Yun.]
-cid(e) caedo, tL.] memotong, membunuh' hexadactyly
fungicide, germicidal
cili- cilium" lLj kelopak mata. Cf. blephar-' de- de [L.l turun dari. decomPosition
superclllary deca- deka lYm.l sepuluh' Menuniukkan keiipatan
Lihat kine-. acrocinesis dalam sistem metrik. Cf. deci-. decagram
cine-
deci- decem lL.l sepuiuh. Menunjukkan fraksi dalam
-cipient Lihat cept-. exciPient Cf.
sistem metrik (sepersepuluh). deca-'
circum- cir cumlL.| sekeiiling. Cf . peri-. cir cumferential
kirsos [Yun.] varix. clrsophthalmia
decbel, deciliter
cirs-
demi- demi [P er.], dari dimidius [L.] separuh demigaunt-
cis- cls [L.] pada sisi ini. clsPlatin
1et
-cis- ,otdo, -ritrt[L.] memotong, membunuh' exclsion
dendr- dendron [Yun.] pohon. dendrinc
-clast klao [Yun.] pecah. osteoclasf
klavikula. cleidocranial dent- dens, dentis tl-.l gigi. Cf. odont-. interdental
cleid- kleis, kleidos [Yun.] kunci,
w] membungkus. colpocleisis derm(at)- derma, dermatos [Yun.] kulit' Cf. cut-. endoderm,
-cleisis kleiein lY
dermatilis
clin- kllno [Yun.] bengkok, miring, merebahkan'
-desis desis lYunj pengikatan bersama. arthrodesis
cllnocephaly
desm- desmos f\unj pita, ligamen. syndesmoplasty
clus- claudo, -clusus [L.] menutup. malocclasion
deut(erl deuteros [Yun.] kedua. deutetanopia, deutan
cnid- knidc IYw.l jelatang. cnidoblast
dextr- dexter, dettr- [L.] kanan. ambldextrous
co- Lihat conr. cohesion
kokkos [Yun.] berry. gonococcus di-1 dl [Yun.] dua. dlmorphism. (Lihat juga bi-'z)
cocc-
kollos [Yun.] rongga. Cf. cav-. coelozoic' (Juga di-2 Lihat dia-. dluresis
coel-
dieja cei-) di-3 Lihat dis-l. divergenl
T.ihat coei-. blastocoele dia- dia [Yun.) (a dihilangkan di depan kata yang di-
-coele
awali vokal) melalui, terpisah. Cf-per- diagnosis
coen- Lihat cen-. coenocyle
coin- Lihat cen-. coinosite dicty- diktyon f\n.l sarang dictYotene
Lihat colon-. colic didym- didymos [Yun.] kembar. Cf. gemin-. epiditlymal
col-1
col-2 Lihat conr. collaPse digit- digitus lLj jari tangan, jari kaki. Cf. dactyl-'
digitigrade
colon- knlon [Ytn.] usus bawah. colonic
colp- kolpos lY:un.] rongga, vagina. Cf. sin- dan vagin-' diplo- diptoos lYtn.l ganda. diplomyelia
colpins dips- dipsa lYun.l haus. polydipsia, dipsoget
dis'1 diis- lL.l (s mungkin dihilangkan di depan kata
com- Lihat conl. commensal
con- lL.l (menjadi co- di depan vokal atau lz; col-
yang diawali konsonan) terpisah, jauh dari'
con-1
dlslocation
di depan l; com- di depan b, m, atau p; cor- di
depan r) dengan, bersama. Cf. syn-. contraction dis-2 dls {Yun.l dua ka1i. dlsdiaclast
kozoJ [Yun.] kerucut. corotruncal disc- diskos [Yun.] alau discus [L.] cakram dlsc-
con-2
konis fYun.l debu. corzlofibrosis oplacenta. (Juga dieja disk-)
coni-
contra lL.) melawan, berlawanan. Cf' anli-' con- dolich- dolichos Uunj panjang. dol ichocephalic
contla-
fraindication dors- dorsum lL.f Punggung. dorsoventral
dromos f\un.f lintasan' dromograph
copl- kopros [Yun.] kotoran, feses. Cf sterco-' drom-
coprophllta -ducent Lihat duct-. adducent
-duct duco, ducentis, ductus lL.l memimpin, memandu'
cot-1 kore [Yun.] boneka, bayangan kecil, pupil'
tsocoria oviduct
Lihit conl. correlation dur- durus lL.l keras. Cf' scier-. induration.
cot-2
Lihat chord-. cordolomy dynam- dynamis [Yun.] daya. dynamorneter, thermo-
cord-
Cf. somat-' intra- dynamics
corpor- corpus, corporis [L ] badan.
corporeal dyr- dys- 1Vun.l buruk, tidak pantas. Cf mal-'
dystrophic. (Lihat iuga cac-)
cortic- cortex, corticis [L.] kulit kayu, kulit buah'
e- e [L.] keluar dari. Cf' ec-1 and ex-. emission
colticosterone
ec-1 ek [Yun.] di 1uar. Cf. e- dan ex-. eccentric
cost- lL.l iga. Cf. pleur-. intercosfal
costa
olkos [Yun.] rumah. ecogenetics
crani- kraniin l{unj aiau cranium [L ] tengkorak' ec-2
pericranium -ech- echo [Yun.] mempunyai, menahan, berada'
synecholomy
-crasia krasls [Vun.] campuran. dyscrasia
echin- echino s lY un.l landak. e chinophthalmia
creat- kreas, kreato- [Yun.] daging, olot. creat\ne
-clescence cresco, crescentis, cretus [L.] tumbuh' excrescence ect- elcfos [Yun.] di luar. Cf. extra-. ecfoderm. (Lihat
juga exo)
cret-1 cerno, uetus [L.] membedakan, memisahkan' Cf'
crin-. discrefe ectr- e,tjroils [yun.] keguguran. ectrodactyly
ede- oldeo [Yun.] bengkak. edematous
cret-2 Lihat -crescence. accretion
ef- Lihat ex-. eflorescent
. crin- krino {Y:cr:..l membedakan, memisahkan Cf'
elast- elasticus [L.] elastik. elastofibroma
cretl. endocrinology
crus, cruris [L.] tulangkerin g,tungkai' lalocrural elc- Lihat helc-. cYstelcosis
crur-
cryesthesia. (Lihat juga electro- ctectron [Yun.] kuning gading. electrotherapy
cry- lcryos fYrn.l dingin. Lihat en-. embolisfi, emPalhY
crym) em-
[\ unj dat ah. anemia (Lihat iuga hem(at))
crym- kry ios lY un.lmembeku. crymodlmia (Lihat juga -em- haima
crY-)
-emesis cmein l\tn.l muntah hYPerenesis
krypia fYun.) bersembunyi, menyembunyikan' en- er [Yun.] (n berubah menjadi m didepanb,m,p,
crypt-
atau plz) di dalam, di atas. Cf . in-l. ezarthrosis
crypforchidism
Lampiran'J. 2451

choan- choane lY un.l corong. choanomasttgole cult- colo, cultus [L.] merawat, menanam. culfure
cune- cuneus lL.l baji. Cf. splnen'. cuneiform
chol- cftole [Yun.] empedu. Cf. bil-. cholangilis
cut- cufls [L.] kul it. Cf. derm(at)-. subcilfaneous
chondr- chondros [Yun.] kartilag o' chondromalacia
cyan- kyanos f\un. birtt. cyanophll
chondri- chondrion [Yun.] granula . milochondria
cycl- kyklos lYun Iingkaran, siklus. cYcloPhoria
chord- chorde lYun.l tali, senar. perichordal
-cyesis kyesls [Yun kehamilan. pseudocYesls
chore- choreia fYun.] larian. choreoathetosis lcymbe lYun. perahu. cymbocePhalY
chorion lYurn.l membran. choriocarcinoma cymb-
chori- Yun.l anjing. cYnoPhobia
cyn- kyon, lcynos
chro- cftros [Yun.] warna. polycfuromatic
cyst- kystisfYun. kandung kemih. Cf . vesic-. cysfalgia
chron- chronos fYun.] waktu. synclrron ous
cyt- kytos [Yun. sel. Cf. cell-. cYtotaxis
chrys- chry sos lY un.) emas. chry sother apy
dacry- dakry [\un air mata. dacrYocYst
chy- che6, chy-[Yun.] menuang' ecchymosis
"-cistts dactyl- daktylos [\un.I iari tangan, jari kaki. Cf' digit-.
-cid(e) caedo, tL.] memotong, membunuh' hexadactyly
fungicide, gerrnicidal
cili- cilium" lLj kelopak mata Cf' blephar-' de- de [L.] turun dari. decomPosition
deca- deka lYun.l sepuluh. Menunjukkan kelipatan
superciliarY
dalam sistem metrik. Cf. dec\- decagrarn
cine- Lihat kine-. acrocinesis
deci- decem lL.l sepuluh. Menunjukkan fraksi dalam
-cipient Lihat cept-. exciPient
circum ILj sekeiiling. Cf. peri-. circumferentl'al
sistem metrik (sepersepuluh). Cf. deca-'
circum-
decbel, deciliter
cirs- klrsos [Yun.] varix. clrsophthalmia
demi- demi lPer.l, dari dimidius [L.] separuh. demigaunt-
cis- cls [L.] pada sisi ini. clsPlatin
let
-cis- caedo, -cisus lL.]memotong, membunuh' exclsion
dendr- dendron [Yun.] Pohon' dendrtlic
-ciast klao [Yun.] pecah. osteoclast
klavikria. cleidocran\al dent- dens, dentis [L.] gigi. Cf. odont-. inlerdental
cleid- kleis, kleidos iY un.l kunci,
kleiein lY un.l membungkus' colpocleisis derm(at)- derma, dermatos Uun.l kulit. Cf. cttl-. endoderm,
'cleisis dermatitis
clin- klino f\un.l bengkok, miring, merebahkan' ,
.desis desls [Yun.] pengikatan bersama. arthrodesis
clizocephaly
claudo, -clusui [L.] menutup. malocclasion desm- desmos [Yun.] pita, ligamen. syndesmoplasry
clus-
deut(er)- deuteros [Yun.] kedua. deuteranopia, deutan
cnid- knidc lYm.l jelatang cnidoblast
dextr- dexter, dextr- [L.] kanan. ambidextrous
co- Lihat coil. cohesion
kokkos [Yun.] berry. gonococcus di-1 dl [Yun.] dua. dlmorphism. (Lihat itgabi-2)
cocc-
kollos [Yun.] rongga. Cf. cav-. coelozoic' (Jtga di-2 Lihat dia-. dluresis
coel-
dieja cei-) di-3 Lihat dis-l. divergent
-coele Lihat coel-. blastocoele dia- dia lYrnj (a dihjlangkan di depan kata yang di-
awali vokal) melalui, terpisah. Cf. per-' diagnosis
coen- Lihat cen-. coenocyte
Lihat cen-. coinosTte dicty- diktyon lYran.l sarang. dictyotene
coin-
didym- didymos [Yun.] kembar. Cf. gemin-' epldidyma.I
col-1 Lihat colon-. colic Cf'
digit- disxtus tL.l jari tangan, iari kaki. dactyl-'
col-2 Lihat con-l. collaPse
digitrgrade
colon- kalon [\un.l usus bawah. colonic
vagin-' liplo- diploos lYun.l ganda. diplomyelia
colp- kolpos lYun.l rongga, vagina. Cf. sin- dan
'colpltis diPs- diipsa lYun.l haus. polydipsia, dipsogen

com- Lihai con-l. commensal dis-r dis- lL.l (s mungkin dihilangkan di depan kata
con- [L.l (menjadi co- di depan vokal atau h; col-
yang diawali-konsonan) terpisah, jauh dari'
con-1
dlslocation
di depan l; com- di depan b, m, arau p; cor-.di
depanr) dengarybersama. Cf syn-' contraction dis-2 dls {Yun.l dua kali. dlsdiaclast
kelucut. conotruncai disc- dlslcos [Yun.] atau discus [L.] cakram' dlsc-
con-2 konos [Yun.]
oplacenta. (Juga dieja disk.)
coni- konis [Yun.l debu. conrofibrosis
Cf antl-' con- dolich- doliihos l\un.l panjang dolichocephalic
contra- contra lL.f melawan, berlawanan.
dors- dor sum lL.f punggung. dor sov enlt al
fraindication
dromos lYun.f lintasan. dromograph
coPl- kopros [Yun.] kotoran, feses. Cf sterco- drom-
'roprop:ntliu- -ducent Lihat duct-. adducent
duco, ducentis, ductus lL.] memimpin, memandu'
kore' [Vun.] boneka, bayangan kecil, pupil' -duct
!ot-t oviduct
ispcoria
Lihat con-l. correlation dur- durus [L.l keras. Cf. scler-. induration'
cot-2
dYnam- dynamis [Yun.] daya. dynamornete.r, thermo-
cord- Lihat chord-. cordotomy
dynamics
corPor' corpus, corporis [L.] badan. Cf. somat-' intra-
,orpor.ui dYs- ays- [Vun.1 buruk, tidak pantas' Cf' mal-'
dystrophic. (Lihat juga cac-)
cortic- cortex, corticis [L.] kulit kayu, kulit buah'
€- e [L.] keluar dari. Cf. ec-1 and ex-. emission
corllcosterone
ek [Yun.] di luar. Cf. e- dan ex-. eccentric
cost- costa fL.l iga. Cf. pleur-. intercos/a1 ec-1
olkos [Yun.] rumah. ecogenetics
crani- kraniin-liw) atau cranium [L'] tengkorak' ec-2

pericranitm -ech- echO [Yun.] mempunyai, menahan, berada'


campuran. dyscrasia synechotomY
-crasia krisis IYun.l
o s lY :trn.l landak. e chin ophthalmia
kreas, kreato- [Yun.] daging, otot. cteatine echin- e ch i n
creat-
ekfos [Yun.] di luar. Cf. extra-. ecfoderm' (Lihat
cresco, crescentis, cretus [L.] tumbuh excrescence
ect-
'clescence
juga exo-)
cret-1 cerno, cretus [L.] membedakan, memisahkan' Cf'
discrefe ectr- e/ciroils [Vun.] keguguran. ectrodaclyly
crin-.
crel-2 tihat -crescence. accretion ede- oideo lYun.l bengkak. edematous
. crin- krino lYun.l membedakan, memisahkan Cf ef- Lihat ex-. erfflorescent
elast- elasticus [L.] elastik. elastoflbroma
cret-]. endocrizology
uus, cruris [L.] iulang"kering, tungkai talocrlral elc- Lihat helc-. cYstelcosis
clur- other apy
electron lYtn.l kuning gading . electr
cry- kryos [Yun.] dingin. cryelthesia. (Lihat juga electro-
cD/n) em- Lihat en-. embolism, emPat\
-em- haima l\un.l dar ah. anemia. (Lihat juga hem(at))
cfym- krymosfYun.lmembeku. crymodynia,(Lihatjuga
-emesls emein l\un.l muntah. hYPercmesis
cry-)
en lYm.l (n berubah menjadi m di depanb, m' p,
crypt- krypia l\un.lbersembunyi, menyembunyikan en-
atau ph) di dalam, di atas Cf . in-1. enarthrosis
cryptorchidism
2452 Lampiran 1

encephal- enkephalos [Yun.] otak. encephaLopathy generon


Senl- fYun.l dagu. gerzloplasty
end- endon [Yun.] di dalam. Cf. intra-. endangttis. genit- genitalis [L.] berkenaan dengan kelahiran. genit-
(Lihat juga eso-) ourinary
ent- entos fYun.l di dalam. entoptic ger- geras
enter-
[Yun.] usia tua. geroderma
enteron fYun.l tsus. dysentery germ- germen, germinis [L.] kuncup, sesuatu yang sedang
entom- entomon [Yun.] serangga. entomology tumbuh pada tahap awal. Cf. blast-. germinal
,[Yun.l (i dihilangkan di depan kata yang
ePi- epi geront- geron, gerontos [Yun.] orang tta. gerontology
diawali vokal) pada, setelah, tambahan'lagi-. gest- gero, gerentis, gestus [L.l mengandung, memba_
epigloths, epaxial wa. congesfion
epipl- epiploon [Yun.] omentu m. gastroepiploic gingiv- gingiua [L.) gusi. grnglairis
episi- episiin [Yun.] regio pubik. episiotamy gland- glans, glandis [L.] buah pohon oak.
er8-
Cf. aden-
ergon [Yun.] kerja, usaha. energy umglandular
erot- erds, erotos [Yun.] hasrat seksual. erotomania gli- glla [Yun.] lem. neuroglia, glioma
erythr- erythros [Yun.] merah. Cf. rub(r)-. erythrocyte glomerul- glomerulus, dim. dari glomus lL.l boia kecil. gio-
eso- eso [Yun.] di dalam. Cf. intra-. esogastritis. (Lihat
merulonephrilis
juga end-) gloss- g/ossa lYun.l lidah, Cf. lingu-. trichog/ossia
esthe- aisthanomai, aisthe- [Yun.] memersepsikan, glott- glOtra [Yun.] lidah, bahasa. gloffic
merasakan. Cf. sens-. anesthesia gluc- Lihat glyc(y)-. glucophore
eu' eu [Yun.] baik, normal. eupepsia glutin- gluten, glutinis [L.] lem. agglutinatton
ex- er [Yun.] ata:u ex [L.] di tuar. Cf. e- dan ec-r. glyc(y)- glylcys [Yun.] manis. g/ycemia, glycyrrhiza. (fuga
ercretion dieja gluc-)
exo- ero [Yun.] di luar. Cf. extra-. eroskeleton. (Lihat gnath- gnathos lYun.l rahang. orthognafftous
juga ect-) gno- gignoso, gro- [Yun.] mengetahui, menemukan.
extra- extralL.l di luar, meiampaui. Cf. ect- and exo-. ex- diagnosis
tracellular. (Juga ditulis extro) gon-r gond [Yun.] keturunan, biji, genitalia. gonocyte,
extro- Lihat extra-. extroveft gonorrhea
faci- facies lL.l wajah. Cf. prosop-. /4clolingual gony lY un.l lutut. gonarthrosis, gorzocampsis
80n-:
-facient facio, facientis, factus, -fectus [L.] membuat. Cf. gonad- gonas, gonadis [L.] gonad. gonadoblastoma
poie-. calefacient goni- ganin lYun.l sudut. goirlomeler, goniotomy
-fact- Lihat -facient. arttfact grad- gradior [L.] berjalan, meJangkah. retrograde
fasci- fascio lL.l pita. t'asciotomy -gram gramma [Yun.] surat, menggambar. citdiogram
febr- t'ebris [L.l demam. Cf. pyr-. febricit5 granum [L.] butir, partikel. lipogranuloma
Sran-
-fect- Lihat -facient. defective graph- grapho lYtn.] menggores, menulis, merekam.
femor- femur lL.l femur. femorohbial angiography
-ferent fero, ferentis, latus lL.l mengandung, membawa. Srav- graais lL.l berat. muitigraoida
Cf. phor-. elferent gymn- gymnos [Yun.l telanjang. gymnospore
-ferous ferre lL.l mengandung. lact-rferou s gyn(ec)- gyno, gynaikos [Yun.] perempuan, istri. andro-
ferr- ferrum lL.) besi. /erroprotein gyny, gynecologic
fet- fetus [L.l fetus. /efoscope gyt- gy;os [Yurr.] cincin, lingkaran. gylospasm
fibr- fibra lL.) serat. Cf. in-3. chondrofbroma haem(at), Lihat hem(at)-. haemaphysalis, haemitoxylon
fil- filum lL.] benang. fililorm hamart- hamartia [Yun.] kesalahan. hamartoma
fiss- findo, fissus [L.] terbelah. Cf. schis-. /rssion hapl- haploos [Yun.] sederhana, tunggal. haplotype
flagell- Jlagel I u m I L.] cambuk. / agellation hapt- hapto [Yun.] sentuhan. ftaplics
flav- flaztus lL.l kuning. Cf. xanth-. riboflauin. (Llhat hect- heknton [Yun.] seratus. Cf. cent-. Menunjukkar
juga lute) kelipatan dalam sistem mekik. heclogram
-flect- flecto, llexus tl-.l bengkok, membelokkan. hel- helos [Yun.] kuku, clavus (corn), callus.Teloma
deflection helc- helkos [Yun.) luka, uikus. keratohelcosis
-flex- Lihat-fl ect-. xomeler
reJTe heli- hellos [Yun.] matahari. heliolaxjs
flu- fluo, fluxus [L.] aliran. Cf . rhe-. fluid helic- helix, helikos [Yun.] spiral. helicotrema
flux- Lihat flu-. defluxion hem(at)- haima, haimatos [Yun.] darah. Cf. sanguin-
for- foro lL.l lubang. impey'orate hemangroma, hematocele. (Lihat juga -em-)
-form forma lL.l bentuk. Cf. -oid. tucilorm
lJuga ditulis haem(at)-l
fract- .frango, factus [L.] pecah. refraction hemi- hemi [Yun.] separuh. Cf. semi-. hemiageusia
front- frons, f'rontis lL.] dahi, depan. nasoy'onral hen- heis, henos [Yun.] satu. Cf. un-. henogenesis
-fug(e) fugio lL.l lolos, menghindar. vermiTtrge, cen- hepat(ic)- hEpar, hepatos [Yun.] hati. hepatolele, hepa
trlfugal flcolithotomy
funct- fungor, functus [L.] melakukan, berfungsi. mal- hept(a)- h e p t a IY l;ln.] tujtth. CI. sep t-2. h ep t av alent,
h ep t os e
function hered- heres, heredis [L.] keturunan. heredofamilial
fund- fundo, fusus [L.] menuang. tnfundibultm herpet- herpo, herpet- [Yun.] merayap, merangkak.
fusJ Lihat fund-. difytrsion herpetophobia
fus-2 fusus IL.l gelendong. /zsocelluiar heter- heteros [Yun.l lain, berbeda. heterochromia
galact- gala, galactos [Yun.] susu. Cf. lact-. galactonhea hex- echo, hech- [Yun.l (hech- ditambahkan pada s
gam- gamos lYun.l perkawinan, penyatuan repro- menjadi hex-l mempunyai, memegang.
duktif. gamete menjadi. cachexia
gangli- ganglion [Yun.] benjolan, plexus. gangliitis hex(a)- hex [Yun.) enam. Cf. sex-r. lze:rose, hemdactylv
gastr- gaster, gastros [Yun.] lambung. cholangiogas- hidr- hid ros lY un.l keringat. hvperlridrosis
frostomy hipp- hippos [Yun.] kud,a. hippocarnpus
ge- ge [Yun.] tanah. geophagia hist- hlstos [Yun.] jaring, jaringan. ftlsfocompatibility
gelat- gelo, gelatus [L.] membekukan, mengentalkan. hod- hodos [Yun.l jalan, jalur. ftodoneuromeie. (Lihir
gelatn juga od- and -ode1)
gemrn' geminus tl-.l kembar, ganda. Cf. didym- hol- holos [Yun.] seluruh. ftolosystolic
qluadrigeminal hom- homos [Yun.] n-lr*, rurnu. homograft
gen-1 gignomai, gen-, gon- [Yun.] menjadi, dihasilkan, home- homoios [Yun.] mirip, menyerupai. homeostasis
berasal dari. endogenous horm- hormE [Yun.l dorongan, impuls. hormone
gen-2 gennao fYun.l menghasilkan, berasai dan. cvto- hyal- hyalos IYun.] kaca. /ryaloplasm
genic hydat- hvdor. hvdatos fYun-l air. hqdatoid
Lampiran 1 2453
hydr- hydor, hydr- [Yun.] air. achlorhydria. (Lihat iuga lact- Lac, lactis[L.] susu. Cf. galact-. lactiferous
iymph-) lal- laleo [Yun.] bicara,.celoteh. glossolalia
lapar- Iapara lYtrn.l pinggang. laparotorny
hyg.- hygros l\un.) lembap. hygrometry
hyl- hylc fYun.l zat, bahan. hYlotroPY laryng- Iarynx, Iaryngos [Yun.] pipa angin. Iary ngectomy
hymen- hymcn [\un.] membran. hymenopteran, hy' lat- fero, latus [L.] mengandung, membawa. Lihat
meneclomy -ferent. translafion
hyp- Lihat hypo-. hypaxi.al later- Iatus, lateris [L.] samping. venltolateral
hyper- hyper lYun.l di atas, meiampaui, ekstrem. Cf. lecith- lekithos [Yun.] kuning telur, vitellus. isoLecithal
super-. hypertrophy leio- lelos [Yun.l halus. lelomyoma
hyP.- hypnos [\yn.l Iidrx. hypnotic -lemma lemma l\un.l kulit buah, sekam. axolemma
hyPo- hypo fYun.l (o dihilangkan di depan kata yang lent- lens, lentis lL.l lentil (sejenis kacang). Cf. phac-
diawali vokal) di bawah. Cf. sub- hypocal- lenficonus
cemia l"P- lamban6, lep [Yun.] mengambil, menangkap.
hyPt- hypsos l\w.l nnggi. hypsarrhythmia catalepsy
Cf . uter-. hysteropexy (Lihat lept- leptos lY un.l ramping, /eptomeninges
hyster- hqstera l\un.) rahim.
juga metr-2) leuc- Lihat leuk-. leucine
iatr- rafros [Yun.] dokter. pedratrics leuk- Ieukos [\un.] putih. Cf. aib-. leukorrhea. (Juga
ichthy- ichthr1s lYun.l ikan. ichthyosrs dieja ieuc-)
icter. ikteros lYun.l ikterus. lcferohepatitis lev- laeous lL.) kiri. lezrocardia, leuorotatory
id, eidos lYun.l bentuk. hominld, dermatophytrd lien- lien [L.] limpa. Cf. splen-. llenocele
idi- idlos [Yun.] aneh, terpisah, berbeda. ldiosyncrasy lig- Iigo lL.l mengikat. llgature
il-1 Lihat in-1. lllumination lingu- lingua lL.l lidah. Cf. gloss-. subllngual
il-2 Lihat in-2. lllegible lip- llpos [Yun.] iemak. Cf. adip-. glycollpid
Lihat ili- [ile- umumnyadigunakan untuk lith- llfhos [Yun.l batu. Cf. calc-l. nephrolltftotomy
ile-
merujuk pada bagian usus yang dikenal loc- locus lL.l tempat. Cf. top-. /ocomotion
sebagai ileuml. lleostomy log- lego, log- [Yun.] bicara, memberi keterangan
ilium (ileum) [L.] perut bawah, usus lili- logorrhea, embryology
ili -
umumnya dipakai untuk meruiuk pada loph- tumpukan. lopirotrichous
Iophos IY un.] tonjolan,
bagian yang melebar pada Pinggul, yang lumb- lumbus IL.) pinggang. lumbago
dikenal sebagai iliuml. illofemoral lute- luteus[L.]kuning. Cf. xanth-. Iuteoma. (Lihat juga
Lihat in-l. immersion flav-)
im'l
Lihat in-2. imperforate lymph- Iympha
" [\un.l air. lymphadenopathy. (Lihat juga
im-2
in-1 ln [L.] (r berubah menjadi I di depan l, menjadi n hydr-)
di depan b, m, alarp, danmenjadi r di depan r) lyo- lyo [Yun.] longgar,larut. Cf. solut-. lyophilization
di dalam, di atas. Cf. en-. lnsertion lys- lvsis [Yun.] pelarutan. keratolysis, lysogen
rr- [L.] (n berubah menjadi I di dePan l, menjadi ,1 macr- makros lYun.] panjang, besar. macromyeloblast
in'2
di depan b, m, alaup, danmeniadi r di depan r) mal- malus lL.] buruk, abnormal. Cf. cac- and dys-.
awalan negatif . CL a-. lncompatible malformation
ls, rnos [Yun.] serat. Cf. fibr-. inotropic malac- malakos lYun.l lunak. osteotiralacia
in-:
infra lL.l di bawah. infraorbital mamm- mamma [L.l payudara. Cf. mast-. submammarv
infra-
inion IY un.l oksiput. iniencephaly man- manus lL.) tangan. Cf. cheir-. manipulat\on
ini-
insula [L.] pulau. lnszlin mani- mania fYlln.l aberasi mental. kleptomania
insul-
inter lL.l di antara. intercostal mast- masfos [Yun.] payudara. Cf. mamm-. hypermasfia
inter-
intra- intralL.]didaIam. Cf. end- and eso-. lntravenous mechan- mEchane [Yun.] mesin. mechanoreceplor
intro- intro [L.l di dalam. introspection medi' medius [L.] tengah. Cf. mes-. mediolateral
mega- megas f\un.j besar. Juga menunjukkan kelipatan
ipsi- ipselL.) sendiri. ipsilateral
ir-1 Lihat in-1. lrradiation (sejuta) dalam sistem metrik. megacolon,
Lihat in-2. lrreducible megavolt
ir-2
irid- iris, iridos [Yun.] pelangi, lingkaran berwarna megal- megas, megalou [Yun.] besar. acromegaly
iridocyclins mel-1 melos lYun.] ekstremitas, anggota. symmelia
ls- lsos [Yun.] sama. lsotope mel-2 melon [Yun.] pipi. meloplasty
ischein [Y:un.l menekan. ischemra melan- melas, melanos [Yun.] hitam. melanocyre
isch-
pangkal paha. lsclziopubic meli(t)- meli, melitos [Yun.] madu. melbrose, melituria
ischi- ischion [\ rn.) pinggul,
-ism -lszos [Yun.] akhiran pembentuk kata benda men- rner [Yun.] bulan. dysmezrorrhea
vegetarianism, thigmotropisrz, alcohollsn mening- mdninx, mEningos [Yun.] membran. meningtrts
-lfls [Yun.] peradangan. dermatifls, phleblfls ment- mens, mentis [L.] pikiran. Cf. phren-, psych-, and
-itis
-ize -izein [Yun.] akhiran pembentuk kata keria thym-. dementta
cauterize, oxidize mer-1 meros lYun.l bagian. polymeric
jact- iacio, iactus [L.] melempar. jactitation mer-2 rneros [Yun.] paha. meralgia
-ject iacio, -iectus [L.] melempar. iniection mes- nesos [Yun.] tengah. Cf. medi-. mesod.erm
ieiunus lL.] kosong. gastr oj ej unoslomy mesi- zesos [Yun.] di tengah. mesiodens
iejun- meta- meta lYun.l (a dihilangkan di depan kata yang
iug- iugum [L.l bersatu. confzgation
junct- iungo, junctus [L.] bersatu, bergabung. con- diawali vokal) setelah, melampaui, menyertai
junctiva metacarp al, mef encephalon
juxta- juxta lL.l dekat, berdekatan. Tuxtaglomerular metr-1 metron fYun.l ukuran. audiometry
kacang, biji, inti. Cf nucle-. metr-2 metra lYun.l rahim. endorzefritis. (Lihat luga
kary- karyon [Ym.) hyster-)
megaknryocyte. (Juga dieja carY-)
kerat- keras, keratos [Yun.l tanduk. keratolysis. Quga mi- nreion [Yun.] lebih kecil. rriosis
dieja cerat-) micr- mikros fYrn.l kecil. Juga menunjukkan fraksi
dalam sistem metrik (satu per seiuta). photo-
kilo- chilioi [\tn.) seribu. Cf. milli-. Menuniukkan micrograph, microgram
kelipatan dalam sistem metrik. kilogram
kineo [Yun.] bergerak. kinescope. (Juga dieia milli- mille lL.l seribu. Juga menunjukkan fraksi dalam
kine-
cine-) sistem metrik. Cf. kilo-. milligram, tnillipede
kleptein lY un.] mencuri. kleptomania -mimetic mimetikos [Yun.] meniru. sympalhomimetic
klept-
koil- kollos [Yun.] rongga. kollonychia mis- nisos [Yun.l kebencian. rzisogamy
labi- Iabium lL.\ bibir. Cf. cheil-. labiomental miss- Lihat -mittent. intromlssion
2454 Lampiran 1

-mittent mitto, mittentis, missus fL.l mengirim. intermittent orth- orthos [Yun.) lurus, benar, normal. orthopedics
mne- mimnesko, mnd,- fY:.:n.l mengingat. amnesia oscill- [L.] mengayun. oscillopsi.a
oscillare
mogi- mogis fYun.l dengan kesulitan. mogiarthria -osis -osls [Yun.] akhiran pembentuk kata benda.
mon- monos lYun.i hanya, sendiri. monoplegia Dipakai untuk merujuk pada sebuah proses,
morph- morphe ttn.] bentuk. po\ytnorphonuclear
IY khususnya sebuah penyakit. dermatosls,
mot- mozteo, motus [L.] bergerak. vasomotor bacteriosl.s
muc- mucus lL.l mukus. mucilage, mucogingival, osm-1 osme [Yun.] bau. osnophore
mucoprotein osm-2 oszos [Yun.] dorongan. osrzoreguiation
multi- multus [L.] banyak. multipara oss- os, ossis [L.] tulang. Cf. ost(e)-. ossiferous
my- mys, myos [Yun.] otot. lei.omyoma ost(e)- osteon lyrn.) tulang. Cf. oss-. enostosis, osfe-
-myces mykes, myketos [Yun.] jamur. Streplomyces oarthritis
myc(et)- Lihat -myces. streptomy cin, my cetoma -ostomy stoma fYun.l mulut. colostomy
myel- my elos lY un.l sumsum. poliomy elitis ot- lus, otos [Yulr.] telinga. C{. a.ur-. parotid,olotoxic
myx- myxa lYun.l mukus. myxedema ov- ooum [L.l teiur. Cf. oo-. s]'no?ia, ozrovegetarian
nan- nanos lYun.f kerdil. Juga menunjukkan fraksi ovari- oaarium [L.] ovarium. Cf. oophor-. oaariopexy
(satu per satu miliar) dalam sistem metrik. oxy- orys [Yun.] (3r kadang-kadang dihilangkan, se-
nanophihalmos, nanometer ring merujuk pada hubungan dengan oksigen)
nalc- narke lYun.l rasa baa1. nnrcolepsy tajam. orycephalic, oxidation
nas- nasus lL.l hidung. Cf. rhin-. nasopalatine pachy- pachtts lYun.l tebal, pachtlderma
ne- neos [Yun.] baru, muda. neonate pa8- pagnymi, pag- fYun.l memfiksasi, mengencang-
necr- nekros fYun.l mayat. necrophllia kan. thoracopagus
nemat- nema, nAffiafus [Yun.] benang. nematocyst palat- palqtum [L.] palatum. Cf. uran-. palatorrhaphy
nephel- nephele lYun,l awan, kabut. nephelometer pale- palaios l\un.l tua. paleocorlex
nephr- nephros fYrn.l ginjal. Cf. rcn-. paranephric pali(n)- palin fYun.l mundur, lag| palikinesta, palingene-
neur- neuron lYun.l saraf . neuralgia sis
neutr- neuter lYun.l tidak keduanya. heutrophll pan- pon lYun.l semira. pnndemic
nev- naeous lL.l tahi lalat. ncuolipoma Par-r pario lL.l mengandung, melahirkan. prirr:ipara
noci- noceo lL.) mencederai. nociceptor Pat-z Lihat para-. par occipital
nod- nodus lL.l simpul. nodositl' para- para fYun.l (a terakhir dihilangkan di depan kata
nom- nomos fYun.l (dati nemo membagikan, menye- yang diawaii vokai) di samping, di atas.
barkan) hukum, adat. taxonomy pa racervical, pa raoral, pa ramnesia
non-1 non lL.) bukan. zon disjunction pariet- paries, p nrietis [L.] dinding. p arietofrontal
non-2 nona lL.l sembilan. nonapephde part- pario, partus [L.] mengandung, melahirkan,
norm- norma fL.l aturan. norffotensive partuihon
nos- nosos [Yun.] penyakit. nosology path- pathos IYun.) yang dialami seseorang, penyakit.
nucle- nucleus lL.l (darinux, nuciskacang) inti. Cf. kary-. p sy chop athic, car diop a thy
nucleocapstd pauci- paucus [L.] sedikit. Cf. olig-. pauciarticu\ar
nutri- nutrio lL.l memberi makan. malnutrition Pec- pcgnymi,peg- [Yun.] (pCk- di depan /) memflksasi,
nyct- nyx, nyctos [Yun.] malam. nyctophobia mengencangkan. amylopectin, (Lihat juga
nymph- nymphe [Yun.] pengantin perempuan. nympho- PCX-)
rnania, nympholomy ped-1 pais, paidos [Yun.] anak. pediatrics
ob- ob [L.] (b berubah menjadi c di depan kata yang ped-2 pes, pedis [L.] kaki. pedl.cr:re, pedometer
diawali konsonan tersebut) menghadap, pell- peLlis lL.j kulit, bulu. pellagra
mengarah ke. obtusion -pellent pello, pellentis, pulsus [L.l mendorong. chemore-
oc- Lihat ob-. occlude pellent
oct- okfo [Yun.] alau octo [L.] delapan. octigravida pen- penomai [Yun.] memerlukan, kekurangan. neu-
ocul- oculus lL.l mata. Cf. ophthalm-. oculomotor tropenia
-od- Lihat -odei. esthesodic pend- pendeo lL.l menggantung. appendix
-ode1 hodos IYtn.] jalan, jalur. cathode, (Lihat juga hod-) pent(a)- pente lYun.l trima. Cf. quint-. penfose, pentalogy
-ode2 Lihat -oid. nematode peps- ppplo, peps- [Yun.] mencerna. eupepsia
odont- o dous, o donto s [Yun.] gigi. Cf . d ent-. orlho dontia pept- pepto fYtn.l mencerna. dyspeptic
-odyn- odyne fYun.l nyeri, distress. gastrodynta, odyn- Per- per lL.l melalui Cf. di.a-. peroral
6phagia peri- peri [Yun.] sekeliling. Cf. circum-. periphery
-oid eidos lYun.l bentuk. Cf. -form,hyoid Pero- poros fYun.l terpotong. perosplancLmia
-ol Lihat ole-. cholesterol pet- peto [L.] mencari, cenderung mengarah ke. cen-
ole- oleum lL.l minyak. oleoresin tripetal
olig- ollgos [Yun.] sedikit, kecii. oft3.ospermia pex- p1gnymi, peg- [Yun.] (pcg- di, depan s menjadi
om- omos [Yun.] bahu. omalgia pex-) memfiksasi, mengencangkan. hepato-
-oma oma f\un.l akhiran pembentuk kata benda. pexy
Dipakai untuk merujuk pada sebuah neo- pha- phCmi, pha- [Yun.] berkata, berbicara. dysphasia
plasma. hep aloma, car cinoma phac- phakos lYun.l biji, lensa. Cf. lent-. plracoscierosis.
omphal- omphalos [Yun.] pusar. omphnlectomy (uga dieja phak-)
onc-1 orkos [Yun.l massa. oncogenesis Phag- phagein fYun.l makan. dysphagia
onc-2 onkos fYun.l duri, kait. oncosphere phak- Lihat phac-. phakitis
onch- Lihat onc-2. Onchocerca phalang- phalanx, phalangos [Yun.] barisan atau susunan
onych- onyx, onychos [Yun.] cakar, kuku. anonychi.a tentara. phalan gectomy
oo- oor [Yun.l telur. Cf. ov-. oogenesis phall- phallos [Yun.] pents. phalloplasty
oophol- oophoros [Yun.] mengandung telur. Cf. ovari-. phan- Lihat phen-. phonerosis
oophorectomy pharmac- pharmakon [Yr:n.] obat. pharmacognosy
op- horao, op- [Yun.] melihat. hetelopsia pharyng- pharynx, pharyng- [Yun.] tenggorokan. phnryng-
ophthalm- ophthalmos [Yun.] mata. Cf. ocul-. exophthalmos ocele
opisth- opisthen [Ynn.] di belakang. opisthotonos -phas- phasis IY un.] pembicar aan. aphasia
or- os, oris lL.l mulut. Cf. stom(at)-. inkaoral phe- phaios [Yw.] abu-abu kecokelatan, berwarna
orb- orbis [L.] lingliaran. subo/bital gelap. pheomelanin
olchi- orchis [Yun.] testis. Cf. test-. orchiopalhy phen- phaino, phan- [Yun.] memperlihatkan, terlihat.
olgan- organon [Yun.] alat, instrumen. organomegaly phosphene, phenocopy
Lampiran 1 2455
pher- phero, phot- [Yun.] menahan, menyangga. pless- premo, pressus [L.] menekan. pressoreceptive
periphery pro- pro atau pto [L.] sebelum (untuk waktu
fYunj
phil- phileo [Yun.] menyukai, memPunYai afinitas atau tempat). prohormone, proLabium, pro-
terhadap. eosinophilia lapse
phleb- phleps, phlebos [Yun.] vena. perlphlebitis proct- prokfos [Yun.] anus. Cf. recl-. ptoctology
phleg- phlogo, phlog- [Yun.] membakar, menimbulkan prosop- plosopon [Yun.] wajah. Cf. faci-. prosopagnosia
radang. phlegmon prot' profos [Yun.] pertama. protoplasm, prototype
phlog- Lihat phleg-. phlogogenic PSamm- psammos [Yun.l pasir. psommonla
phob- phobos f\tn.l takut, ketakutan. claustrophobia pseud- pseu des lY w.l p alstt. p seudoparaplegia
psych- psyche [Yun.] jiwa, piklran. Cf. rirent-. psych-
phon- phone lYwt.l suara. echophony
phor- Lihat pher-. Cf. -ferent. exophotia osomatic
phos- Lihat phot-. pftosphorus psychr- psychros [Yun.] dingin. psychroalgia
phot- phos, photos [Yun.] cahaya. photophobia pto- pipto, pto- [Yun.] jatuh. nephropfosis
phrag- phrasso, phrag- lYun.l membungkus, membagi, ptyal- ptyalon f\un.l saliva. ptYalism
menyumbat. Cf. sept-t. diaPhragm pub- pubes lL.ldewasa. ischioprbic. (Lihat iuga puber)
phrax- phrasso, phrag- l\un.l (phrag- di depan s menjadi puber- puber lL.l dewasa. puberty
phrax-) membungkus, membagi, menyumbat. pulmo(n)- pulmo, pulmonls [L.] paru. Cf. pneumo(n)-.
urethrophraxis p ul mo gr arn, c ar diop ulm on ary
phren- phien lYun.l pikiran, sekat rongga badan. Cf. puls- pello, pellentis, pulsus lL.l dorongan. ptopulsion
.rnent-. phr enoplegia, phrenofropic. (Lihat juga punct- pingo, pLLnctus [L.] menusuk, menembus. Cf.
psych- dan thym-2) cente-. punctiform
phthi- phthino [Yw.] membusuk, melisut. phthisis pupill- pupilla lL.l perempuan atau pupi1. pupillometty
phyo fYun.l menyebabkan, melahirkan, meng- pur- pus, puris [L.] pus. Cf py-. supprration
Phv-
hasilkan, ada secara alami. osleophyle py' pyon lYun.l pus. Cf. pur-. spondylopyosis
phyc- phykos fYun.l ganggang laut. plzycochrome Pyel- pyelos [Yun.] cekungan, basin, pelvis. nephro-
phvl- phylon [Yun.] suku, jenis. phylogeny pyelitis
phylac- phylax lY un.l menjaga. prophylactic pvc- pyge [Yun.] ujung belakang pygalgia
phyll- phyllon lYtn.l daun. chloroplryll, phylloerythtin pykn- pyknos lYtn.l tebal, sering. pyknomorphous,
phys- physao fYun.] menghembuskan, mengembang- pyknophrasia
kan. physometra pvr- pyle [Yun.] pintu, lubang. pylephlebitis
physe- phVsao, physe [Yun.] menghembuskan' me- pyt- pyr [Yun.] api. Cf. febr-. pyrogen
ngembangkan. etnphy sema quadr- quadr- [L.] empat. Cf. tetr(a)-. quadrigemtnal
physi- physis l\tn.l aIam. physiologY quasi- quasi lL.l seolah-olah. 4lasldominance
phyton lYrn.] tumbuhan. phytobezoat, dermato- quint- quintus lL.l kelima. Cf. pent(a)-. quintvplet
Phyt-
phute rachi- rachis lYun.l tulang belakang. Cf. spin-. rachi-
picr- pikros lYun.l asam. picrogeusia odynia
piesis lY: uu;..l penekanan atau pemerasan aniso- radi- r adius lL.f sinar. Cl. aclin-. irradiation, r adiocarpal
-piesis
piesis re- re- [L.] kembali, lagi. retraction
piez- piezo lY un.l menekan. piezoeleclticity rect- rectum lL.] rektum. Cf. proct-. recfocele
pil- pilus lL.l rambut. epilation r€n- r en lL.l gtnjaL Cf . nephr-. a d r en al, r en o gr aphy
e s

pituit- pituita lL.l lendir, sekret. pituitary ret- rete [L.] jaring. refiform
placent- placenta [L.] (dari plakous [Yun.]) kue. extra- retr- retro lL.] mundur. retrodeviation
placental rhabd- rhabdos IY tn.\ batang. rhabdomyolysrs
plas- plasso [Yun.] mencetak, membentuk. rhinoplasty rhag- rhegnymi, rhag- [Yun.) pecah, menyembur.
platy- platy- lYun.l iebar, datar. platypodia hemorrhagic
pleg- plcsso [Yun.l menyerang. drplegia rhaph- rhaphc lYtn-l jahitan. arleriorrhaphv
pleo- pleion fYun.l lebih. pleomorphisn, pleiotropy. rhe- rheos fYun.j aliran. Cf. flu-. diarrheal
(Juga dieja pleio-) rhex- rhegnymi, rheg- [Yun.] (rhcg- di depan s meniadi
plet- pleo, -pletus [L.] mengisi. plethora rhcx-) pecah, menyembur. metrorrhe.ris
pleur- pleura lYwr.l iga, sisi. Cf. cost-. pleuralgia rhin- rhis, rhinos [Yun.] hidung. Cf. nas-. thinopTasty
plex- plcsso,pleg- [Yun.] (p/eg- di depan s menjadi ple:r-) thiz- rhiza fYun.l akar. rhizolomy
menyerang. apoplexy rhod- rhodon fYun.] mawar. rhodopsin
plic- plico lL.l melipat. cornplication, plicale rhytid- rhy tis, rhy tidos [Yun.] kerutan . rhy tidectomy
pluri- plus, pluris [L.] lebih. pluriglandular rot- rota lL.l roda. rofation
pne- pneuma, pneumatos [Yun.] bernapas. orlhopnea rub(r)- ruber, rubri [L.] merah. Cf. erythr-. bilirubin, rub-
pneum(at)- pneuma, pneumatos [Yun.] napas, udara. pneumo- rospinal
arthrosis, pneumatocele sacchar- sakcharon [Yurr.] gula. saccharimeter
pneumo(n)- pneum'n [Yun.] paru. Cf. pulmo(n)-. pneumoen- sacr- sacrum fL.l sakral, sakrum. sacralgia
leritis, pneumotlotomy salping- salpinx, salpingos [Yun.] tabung, terompet.
pod- pous, podos [Yun.] kaki. podialtY salpingilis
poie- poied [Yun.] membuat, menghasilkan. Cf. sangui(n)- sanguis, sanguinis IL.] darah. Cf. hem(at)-. sangrl-
-facient. sarcopoietic facient, sanguineots
poikil- poikitos l\un.l bernoda, bebercak, beraneka sapr- sapros fYrn.] membusuk. sap i'ophyte
warna. poikiloderma sarc- sarx, sarkos [Yun.] daging. sarcorfla
pol- polos [Yun.] sumbu sebuah bola' unipolar scaph- skaphe fYun.] sampan, perahu kecil. scapft-
poli- polios lY un.l abu-abu. poliornyelopathy ocephaly
poly- polys lYun.l banyak. polyspermY scat- sk6r, skatos [Yun.] kotoran. scatology
pont- pons, pontis [L.] jembatan. pontocerebellar schis- schizo, schid- lYun.] (schid- di depan f atau s men-
poros [Yun.) jalan. poradenitis jadi schis-) terbelah. Cf. fiss-. scltistocyte,
POr-1
poros [Yun.] callus. porokeratosis thoracoscftlsis. (Juga dieja schiz-)
POTJ
posit- pono, positus [L.] meletakkaru menaruh. reposlfor schiz- Lihat schis-. schizonychia
post- post lL.l setelah, sesudah (untuk waktu atau scirrh- skirrhos lYun.l keras. Cf. dur-. scirrhotts
tempat). postlatal, pastuenal scler- skleros [Yun.] keras. Cf. dur-. sclerosis
pre- prae [L.] sebelum (untuk waktu atau tempat). scoli- skollos [Yun.] terpilin. scollokyphosis
prenatal, prevesical scop- skopeo [Yun.] melihat, mengamati. endoscope
presby- presbys lYun.l orang tua. presbyopia scot- scofos [Yun.] kegelapan. scofophobia
2456 Lampiran 1

sect- seco, sectus [L.] memotong. Cf. tom-. seclion styl- sfllus IL.l pancang, tongkat. stylohyoid, stltl-
semi- semi lL.l separuh. Cf. hemi-. semiflexion osteophyte
sens- sentio, sensus [L.] memersepsikan, merasakan. Cf . sub- sub lL.l (bberubah menjadi/atau p di depan kata
esthe-. sensory yang diawali konsonan-konsonan tersebut) di
seP- ,epci [Yun.] membusuk, terurai. sepsis bawah. Cf. hypo-. sr;blingual
septr saepio, saeptus [L.] membungkus, membagi, me- suf- Lihat sub-. srfusion
nyumbat. Cf. phrag-. septonasal sup- Lihat sub-. suppository
sePt-2 septum [L.] tujuh. Cf. hept(a)-. septrplet super- super IL.]diatas, melampaui, ekstrem. Cf. hyper-
ser- serum [L.l air dadih, substansi encer. sel- supermotility
osynovitis suPra- supra [L.] di atas. supraduction
sex-l sex [L.] enam. Cf. hex(a)-. sertuplet sy- Lihat s1m-. systole
sex-2 sexus tL.l seks. seropathy sym- Lihat syn-. symbiosis, symmetry, sympalhelic,
sial- sialon IYun.] saliva. sraladenitis symPhysis
sider- slderos [Yun.] besi. slderoblast syn- syn [Yun.] (n luluh di depan s, berubah menjadi /
sin- sinus lL.l rongga, lipatan. Cf. colp-. sinobronchitis di depan l, dan berubah menjadi m di depan b,
sinistr- sinister [L.l kiri. sln lsfrocerebral m, p, dan ph) dengan, bersama. Cf. con-. syn-
-sis sis [Yun.] akhiran yang menunjukkan proses. arthrosis
amebiasis, psychosis, diagnosis syring- syrinx, syringos [Yun.] pipa, tabung, fistula.
sit- sifos [Yun.] makanan. parasltic syt'ltxSocystadenoma
solen- solon [Yun.] saluran, parit, pipa. solenonychia ta- Lihat ton-. ec/csia
solut- solao, solztentis, solutus lL.) melonggarkan, me- tac- tasso, tag- [Yun.] (fag- berubah menjadi fak- di
larutkan, membebaskan. Cf. 1y-. dissofufion depan f) urutan, sUsunan. atacttform
-solvent Lihat solut-. resolaent tach(y)- tachys lYun.) bergerak cepat. tachography , tachy-
som(at)- soma, somatos [Yun.] badan- Cf. corpor-. psy- cardia
chos omatic, chromosom e tact- tango, tactus [L.] menyentuh. contact
somn- somnus lL.) tidur. somnambulism taenia- taenia lL.l pita. taeniafuge. Juga dieja teniaJ
spas- spa6, spas- [Yun.] menarik. spasm, spastrc tars- farsos [Yun.] permukaan datar yang lebar. tarsot
spectr- spectrum [L.] gambaran, apa yarrg terlihat. mi- rhaphy, farsoclasis
crospeclroscope taur- taurus lL.l banteng. fuztrodontism
sperm(at)- sperma, spermafos [Yun.] benih. spermicide, sper- taut- fnufos [Yun.] sama. tarfomerism
matozoon tax- tasso, tag- [Yun.] (faC- di depan s menjadi fa.r-)
sPers- sparSo, -spersus [L.] menyebarkan. dispersion urutan, susunan. ataxia
sphen- sphdn l\un.l baji. Cf. cvr.e-. sphenoid tect- Lihat teg-. protecfive
spher- sphaira lYun.l bola. hemisphere te8- tego, tectus [L.] menutupi. infegument
sphygm- sphygmos [Yun.] denyutan. spftygmomanometer tel- felos [Yun.] ujung. felomere
spin- spina {L.) duri, tulang belakang. Cf. rachi-. tele- iele [Yun.] berjarak jauh. leleceptor
spinocerebellar tempor- tempus, temporis [L.] waktu, pelipis. temport>-
spir- speira IYun.] spiral. splrochete mandibular
spir(at)- spiro, spiratus [L.] bernapas. spirometry, rnspi- tend(in)- tendo, tendines [L.] tendon. tendovaginal, tendinltts
ratory ten(ont)- tendn, tenontos IYun.] (dari lefuo meregangkan)
splanchn- splanchna [Yun.] "organ dalam, visera. neuro- pita yang sangat teregang. tenodynia, tenon
splanchnic fology
splen- splen lYlrn.l limpa. Cf. lien-. splenomegaly tens- tendo, tensus IL..] meregangkan. Cf. ton-. exfensor
spondyl- spondylos [Yun.] vertebra . spondylolisthesis terat- teras, teratos [Yun.] monster. teratoma
spongi- spongia lL.) spons. spongioblastoma ter(ti)- fer [L.] tiga kaii. Cf. tri-. termolecular,tertigravida
spor- sporos [yvn.) benih. sporocyst, zoospore test- testislL.l testis. Cf. orchi-. fesfitis
squam- squama [L.l sisik. desquamahon tetr(a)- tetra- fYun.) empat. Cf. quadr-. tetradactyly,
sta- histdmi, sta- [Yun.] menahan, menghentikan. tetroxide
hemoslasis thanat- thanatos [Yun.] kematian. thanatophobta
stal- stell6, stal- [Yun.] mengirim. perisfalsis. (Lihat the- tithemi, the- [Yun.] meletakkan, menaruh. syn-
juga -stol) thesis
staphyl- staphylE [Yun.l segerombol anggur, uvula, sfa- thec- flzeke [Yun.] wadah penyimpan, koper. flzecos-
phyl ococcus, s t aph y I ede ma tegnosis
stear- stear, stentos [Yun.] lemak. Cf. adip-. stearate thel(e)- fhelc [Yun.] puting susu. theletethism, theleplasty
(Lihat iuga lip-) therap- therapeia [Yun.] terapi. chemothe/apy
steat- Lihat stear-. steatorrhea therm- therme lYun.) panas. Cf. calor-. diathermy
sten- sfenos [Yun.] sempit, tertekan. sfenothorax thi- theion fYun.l sulfur. fftiazole, thiocyanale
ster- sfereos [Yun.] padat. cholesferol thigm- thigma fYllrul sentuhan. thigmotaxis
sterc- stercus lL.l kotoran, feses. Cf. copr-. stelcoroma thorac- thdrax, thdrakos [Yun.] dada. thoracoplasty
stern- sternon [Yunl sternum. sternalgia, sfernoschisis -thrix Lihat trich-. monilethrix
steth' sfelftos [Yun.] dada. sfefhoscope thromb- thrombos [Yun.] gumpalan, bekuan. thrombo-
sthen- sthenos lYvn.l kekuatan. asthenia cytopenia
-stol- stello, stol- [Yun.] mengirim. diasfole thym-t tlrymos lYun.l thymus. thymorna
stom(at)- stoma, stomatos [Yun.] mulut, lubang. Cf. or-. thym-z thymos lYun.l iiwa. Cf. ment-. dysthymia, thym-
anas t omosrs, st omat algia oleptic
strep(h)- strepho, strep- (di depan i) [Yun.] memilin. Cf. thyr- thyreos [Yun.l perisai (berbentuk seperti pintu
lors-. strephosymbolia, sfreptomycin. (Lihat fthyral). tltyroid
juga stroph-) -tme- temno, tm6, [Yun.] memotong. axonofmesis
strict- stringo, sttingentis, strictus [L.] menarik dengan toc- lokos [Yun.] pelahiran. dysfocia
kuat, menekan, menimbulkan nyeri. con- tom- temno, tom- [Yun.] memotong. Cf. sect-.
striction app endect o my, tom o gr aphy
-stringent Lihat strict-. astringent ton- teino, ton-, fa- [Yun.] meregangkan, menegang-
stroph- streph6, stroBh- [Yun.] memilin. Cf. tors-. angio- kan. Cf. tens-. perifoneum
strophe. (Lihat juga strep(h)-) top- fopos [Yun.] tempat. Cf. loc-. iopesthesia, isofope
struct- st/uo, structus [L.] mernadati (sehingga meng- tors- torqueo, torsus [L.] memilin. Cf. strep(h)- dan
halangi sesuatu). obstruction stroph-. forsion
Lampiran 1 2457
tox(ic)- toxicon LYun.) (dari toxon busur) racun panah, uter- uterus lL.l rahim. Cf. hyster- dan melr-2. uter
racun. foxemia, toxicology orectal
trache- tracheia lYrn.l pipa angin. tracheotomy vacc- oacca [L.l sapi.. oaccine
trachel- trachelos [Yun.] leher. Cf. cervic-. trachelopexy vagin- oagina lL.l sarung. inaaginalion, uaginilis
tract- traho, tructus [L.] menarik, menyeret. protraction varic- uarix, aaricis [L.] vena varicosa. uaricocele
trans- trans lL.l meialui. transaortic, transfecion vas- ucs [L.] pembuluh. Cf. angi-. oascular
traumat- trauma, traumatos [Yun.] fuka. traumatic ven- oena lL.l vena. Cf. phleb-. zrenopressor
trepo- trepo lYun.l berbelok. trepopnea, treponena ventr- uenter [L.) pefl)|. aentrocystorrhaphy, uentri-
tri- treis, tria [Yun.] atau tri- lL.) tiga. Cf. ter(ti)- culotomy
trilaminar vers- Lihat vert-. inuersion
trich- thrix, trichos [Yun.] rambut. trichobezoar vert- uerto, oersus [L.] berbelok. diaerficulum
trip- trlbo [Yun.] menggosok. lithotripsy vesic- aesicalL.lkandung kemih. Cf . cyst-. aeslcovagina I

trop- trepo, trop- l\ un ] berbelok, bereaksi. sitolropism video- aideo [L.] melihat. aideolapatoscopy
troph- trepo, troph- [Yun.] merawal. atrophy viscer- uiscus, aisceris [L.] organ dalam. alsceromotor
tub- tubus lL.l pipa. tuboplasty vit- oita lL.) hidup. Cf. b|. deuitalize
tuber- tuber lL.l benjolary nodus. tubercle vivi- oiaus lL.l hidup. aialparous
tyP- typos IY un.] (dari typto menyerang) jenis. afypical vuls- uello, oulsus fL.]menarik, menyentak. conuulsion
typh- typhos lYun.l kabut, stupor. fypftus xanth- xanthos lYun.l kuning, pirang. Cf. flav- and lute-
typhl- typhlos lYun.l buta. Cf. cec-. typhlectomy xanthochromia
tyr- htros lY.ur:..l keju. fyrogenous xen- xeros [Yun.] asing. xenografr
ul-r oul6 [Yun.] parut. ulerythema xer- xeros [Yun.] kering. reroderma
ul-2 oulon l\un.l gusi. ulatrophy xiph- xiphos [\un.] taju pedang, processus xiphoideus
ultra- ultra [L.) melampaui. ultrastructure xiphodynia
uni- unus [L.) satu. Cf. hen-. unilateral -yl- hyle lYun.l zat. carboxyl
ur- ouron lYun.] urine. polyilria zo- zoe [Yun.] hidup atau z6on [Yun.J hewan. mt-
uran- ouranos lYun.l atap surga, atau dtap mulut. Cf, croz00n
p alat-. ur anostaphyloplasty zyg- zygon lYun.i kuning telur, Penyatuan. zygo-
ureter- ourEter lY un.l ureter. ur eterogr aphy dactyly
urethr- ourdthra [Yun.l uretra. urethropexy zym- zr.1 me lY un.l mdra gikan. enzv m e
LAMPIRAN 2

SINGKATAN PILIHAN YANG DIGUNAKAN


DALAM KEDOKTERAN

A accommodation; adenine; adenosine; alveolar ADCC antibody-dependent cell-mediated cytoioxicity


gas (sebagai subskrip); ampere; anode; ante- add. L. adde (tambahkan); L. addatur (tambahkan)
rior ADH alcohol dehydrogenase; antidiuretic hormone
A, L. annum (tahun) Adhib. L. adhibendus (berikan)
A absorbance; activity; admittance; areai mass ADL activities of daily living
number ad lib. L. ad libitum (sesukanya)
AI first auditory area admov. L. admove (tambahkan); L. admoveatur (tam-
AII second auditory area bahkan)
Az aortic second sound AdoCbl adenosylcobalamin
A angstrom ADP adenosine diphosphate
a accommodation; arterial blood (sebagai sub- ADPKD autosomal dominant polycystic kidney disease
skrip); atto- Ad pond. om. L. ad pondus omnium (sampai berat keselu-
a. L. annum (tahun); L. aqua (air); L. arteria (arteri) ruhannya)
11 acceleration; activity; specific absorptivity adst. feb. L. adstante febre (kalau demam)
a- L. ante (sebelum) Adv. L. adversum fterlawanan)
c[ alpha chain of hemoglobin; Bunsen coefficient; Ad 2 vic. L. ad duas vices (untuk dua kali, untuk dua
heavy chain of IgA; probability of Type I er- dosis)
ror A-8, AE above-e1bow
AA achievement age; amino acid AED automatic external defibrillator
aa. L. arteriae (arteri-arteri) A"g. L. aeger, aegra (pasien)
AAV adeno-associated virus AEP auditory evoked potential
AB L. Artium Baccalaurerrs (Bachelor of Arts) aet. L. aetas (usia)
Ab antibody AF atrial fibriilation
ABC argon beam coagulator; aspiration biopsy cytol- AFib atrial fibrillation
ogy AFI atriai flutter
ABCD Adriamycin (doxorubicin), bleomycin, CCNU AFO ankle-foot orthosis
(lomustine.;, dan dacarbazine AFP alpha fetoprotein
ABE acute bacterial endocarditis AFX atpical fibroxanthoma
ABG arterial blood gases AG atrial gallop
ABI ankle-brachial index Ag antigen; perak (L. argentum)
ABMT autologous bone marrow transplantation AGEP acute generalized exanthematous pustulosis
ABP arterial blood pressure AGEPC acetyl glyceryl ether phosphoryl choline
ABR auditory brainstem response aggred. fed. L. aggrediente febre (kalau sedang demam)
abs. feb. L. absente febre (kalau tidak dernam) Agit. vas. L. agitato vase (vial dikocok)
abst, abstl a!stract AGT antiglobulin test
ABVD Adriamycin (doxorubicin), bleomycin, vinblas- ah hyperopic astigmatism
tine, dan dacarbazine AHF antihemophilic factor (Faktor VIII)
AC acromioclavicular; air conduction; alternating AHG antihemophilic globulin (Faktor VIII)
current axiocervical; Adriamycin (doxoru- AHP Assistant House Physician
bicin) dan cyclophosphamide AHS Assistant House Surgeon
Ac actinium AI anaphylatoxin inactivator; aortic incompetence;
a,c. L. ante cibum (sebelum makan) aortic insuf{iciency; apical impulse; artificial
ACAT acyl CoA:cholesterol acyltransferase insemination
Acc accommodation AICC anti-inhibitor coagulant complex
ACD acid citrate dextrose AICD activation-induced cell death; automatic im-
ACE angiotensin-converting enzy me piantable.cardioverter-def ibrillator
ACG angiocardiography; apexcardiogram AID artificial insemination by donor
AcG accelerator globulin (faktor V) AIDS acquired immunodeficiency slndrome
ACh acetylcholine AIH artificial insemination by husband
AChE acetylcholinesterase AIHA a utoimmune hemolytic anemia
ACP acid phosphatase AILD angioimmunoblastic lymphadenopathy with
ACPS acrocephalopolysyndactyiy dysproteinemia
ACTH adrenocorticotropic hormone AIP acute intermi ttent porphyria
AD alcohol dehydrogenase; L. auris dexha (telinga A-KAK above-knee
kanan) AI aiuminum
ADA adenosine deaminase ALA aminolevulinic acid

245'E
LamPiran 2 2459
alanine ARPKD autosomal recessive polycystic kidney disease
Ala
ALARA as low as reasonably achievable (dosis pajanan ART Accredited Record Technician; assisted repro-
radiasi) ductive technology; automated reagin test
ALAS 5-aminolevulinate synthase AS aortic stenosis; arteriosclerosis; L. auris sinistra
ALAT alanine aminotransferase (telinga kiri)
antilymphocyte globulin As arsenic; astigmatism
ALG
ALL acuie lymphoblastic leukemia ASA acetylsaiicylic acid; argininosuccinic acid;
ALP alkaline phosphatase antisperm antibodY
ALS amyotrophic lateral sclerosis; .antilymphocyte 5-ASA 5-aminosalicyiic acid
serum. ASAT aspartate aminotransferase
ALT alanine transaminase ASCT autologous stem ceil transplantation
Alt. dieb. L. alternis diebus (setiap hari yang lain) ASCVD arteriosclerotic cardiovascular disease
Alt. hor. L. alternis horis (setiap jam yang lain) ASF anilin, formaidehid, dan sulfur
AM L. Artium Magister (Master of Arts) AS}I asynmetrical septal hypertrophy
americium ASHD arteriosclerotic heart disease
Am
am ametropia; meter angle; myopic astigmatism ASI Addiction Severity Index
Amh mixed astigmatism with myopia predominating ASL antistreptoiysin
over hyperopia Asn asparagine
AMI acute myocardial infarctidn ASO arteriosclerosis obliterans
AML acu te myelogenous leukemia AsP aspartic acid
AMP adenosine monophosphate asRNA antisense RNA
3"s'.AMP cfclic AMP; cyclic adenosine monophosphate ASS anterior superior spine (pada ilium)
ams amount of substance AST aspartate transaminase
amu atomic mass unit Ast. astigmatism
An anodal; anode Asth. asthenopia
ANA antinuclear antibodies AT atrial tachycardia
anat. anatomical; anatomy At astatine
ANCA antineutrophil cytoplasmic autoantibody (atau ATA alimentary toxic aleukia
antibody) ATCC American Type Culture Collection
ANCOVA analysis of covariance ATG antithymocyte globulin
ANF antinuclear factor ATL adult T-cell leukemia/Iymphoma
ANNA.1 type 1 antineuronal antibodY atm atmosphere
ANNA-2 type 2 antineuronai antibodY ATN fyrosinase-negative (ty-neg) oculocutaneous al-
ANOVA analysis of variance binism
ANP atrial natriuretic PePtide at no atomic number
anterior nasal spine; autonomic nervous system ATP adenosine triphosphate
ANS
ant. anterlor ATPase adenosinetriphosphatase
ANTU alphanaphthyl thiourea ATS antitetanic serum
ANUG acute necrotizing ulcerative gingivitis at vol atomic volume
AO ankle orthosis; opening of the atrioventricular at wt atomic weight
valves AU L. aures unitas (kedua teiinga bersama-sama);
AP action potential; angina pectoris; anterior pitu- L. auris uterque (setiaP telinga)
itary; interoposterior; arterial Pressure Au Australian antigen; emas (L. aurum)
Apaf-l apoptotic Protease activating factor 1 AUC. area under the curve
A.PB atrial premature beat AUL acute undif f erentiated leukemia
APC atrial premafure complex; activated protein C AV,A-V atrioventricular; arteriovenous
APCA anti-Purkinje ce1l antibodY av avoirdupois
APCC anti-inhibitor coagulant complex AVA anthrax vaccine adsorbed
APD atrial premature depolarization; aminoiry- AVN atrioventricular node
droxypropylidene diphosphonate (pamidro- AVP arginine vasopressin
nate) AVRT atrioventricr.rlar reciprocating tachycardia
APF acidulated phosphate fluoride awu atomic weight unit
APP amyloid precursor Protein ax, axis
APS antiphospholipid (antibody) syrrdrome Az azote
APTT, APTT activated partial thromboplastin time AZQ diaziquone
APUD amine precursor uptake (and) decarboxylation AZT zidovudine
AQ achievement quotient B bel; borrrn
Aq. L. aqua (air) B magnetic flux density
Aq. dest. L. aqua destillata (air suling) b barn; base (asam nukleat)
Aq. pur. L. aqua pura (air murni) B beta chain of hemoglobin
Aq. tep. L. aqua tepida (air hangat) BA Bachelor of Arts
AR alarir realtion; aortic regurgitationi artificial Ba barium
respiration BAC bacterial artificial chtomosome
Ar argon BACOP bleor4ycin, Adriamycin (doxorubicin), cyclo-
ara-A adenine arabinoside phosphamide, Oncovin (vincristine), dan
ara-C arabinosylcytosine prednisone
ARC AlDS-related complex; anornalous retinal corre- BAEP brainstem auditory evoked potential
spondence BAL British antilewisite; biphenotypic acute leuke-
ARD acute respiratory disease (segala bentuk yang mia
tidak 6isa ditentukan); acute respiratory dis- BAN British Approved Name
tress BAO basal acid output
ARDS acute respiratory distress slmdrome; adult re- BATO boronic acid adduct of technetium oxime
spiratory distresq sYndrome BBB blood-brain barrier; bundle branch block
ARF acute renal failure BBBB bilateral bundle branch block
Atg arginine BBT basal body temperature
AROA autosornal recessive ocular albinism BC bone conduction
2460 Lampiran 2

BCAA branched-chain amino acids c konsentrasi moiar; kapasitas kaior spesifik;


B-CAVe bleomycin, CCNU (lomustine), Adriamycin kecepatan cahaya dalam ruang hampa
(doxorubicin), dan vinblastine a L. cum (dengan)
BCDF B cell differentiation factors X2 chi-square
BCF basophil chemotactic factor CA cardiac arres! chronological age; cold agglutinin;
BCG bacille Calmette-Gu6rin; bicolor guaiac test; coronary artery; croup-associated (virus)
ballistocardiogram cA 125 cancer antigen 125
BCGF B cell growth factors Ca calcium
BCNU carmustine ca L. circa (sekitar)
b.d. L. bis die (dua kali sehari) CABG coronary artery bypass graft
BDS Bachelor of Dental Surgery CAD coronary artery disease; chronic actinic dermati-
BDSc Bachelor of Dental Science tis
B-E, BE below-elbow CAH congenital adrenal hyperplasia
Be beryllium Cal large calorie (kilocalorie)
BF blastogenic factor cal calorie
BFP biologic f alse-positive Cale{. L. calefac (menghangatkan); L. calefactus (diha-
BFU.E burst-forrning unit-erythroid ngatkan).
BH4 tetrahydrobiopterin CALLA common acute lymphoblastic leukemia antigen
BHA butylated hydroxyanisole CAM cell adhesion moiecules; complementary and al-
BHC benzene hexachloride ternative medicine
BHT butylated hydroxytoluene cAMP cyclic adenosine monophosphate
Bi bismuth CAP catabolite (gene) activator protein
Bib. L. bibe (minum) caP. L. capiat (pakailah)
b.i.d. L. bis in die (dua kali sehari) CAPD continuous ambulatory peritoneal dialysis
B.K, BK below-knee Capsul. L. capsula (kapsul)
BK berkelium CASA computer-aided (atau assisted) semen analysis
8KV BK virus CAT computerized axial tomography
BMI body mass index Cath. L. catharticus (katartik)
BMP bone morphogenetic protein CAVB complete atrioventricular block
BMR basal metabolic rate CB L. Chirurgiae Baccalaureus (Bachelor of Sur-
BMS Bachelor of Medical Science gery)
BMT behavioral marital therapy; bone marrow trans- cbc complete blood count
plantation CBF cerebral blood flow
BNA Basle Nomina Anatomica CBG corticosteroid-binding globulin
BNP brain natriuretic peptide cbt cobalamin
BoI. L. bolus (pil) CC chief complaint
BOOP bronchiolitis obliterans with organizing pneu- cc cubic centimeter
monia ccA congenital contractural arachnodactyly
BP blood pressure; British Pharmacopoeia CCAT conglutinating complement absorption test
bp base pair; boiling point CCF crystal-induced chemotactic factor
BPH beni gn prostatic hyperplasia ccK cholecystokinin
BPh British Pharmacopoeia ccP complement control protein
BPI bactericidal permeability increasing protein CCPD continuous cycling peritoneal dialysis
BPIG bacterial polysaccharide immune globulin CCU . coronary care unit; critical care unit
BPRS Brief Psychiatric Rating Scale CD cadaveric dohor; cluster designation; coniugata
Bq becquerel diagonalis; curative dose
Br bromine CDso median curative dose
BrdU 5-bromodeoxyuridine cd cadmium; caudal; coccygeal
BTIDA mebrofenin cd candela
BRM biologic response modifier 2-CdA cladribine
BS Bachelor of Surgery; Bachelor of Sciencei blood CDC Centers for Disease Control and Prevention
, sugar; breath sounds CDDP cls-diamminedichloroplatinum (cisplatin)
BSA body surface area cdf cumulative distribution function
BSF B lymphocyte stimulating factor CDH congenital dislocation of the hip
BSS Bernard-Soulier syndrome cDNA complementary DNA; copy DNA
BTK Bruton ty'rosine kinase CDP cytidine diphosphate
BTU British thermal unit Ce cerium
BUDR 5-bromodeoxyuridine CEA carcinoembryonic antigen
Bull. L. bulliat (didihkan) Cel Celsius
BUN blood urea nitrogen CEM contagious equine metritis
But. L. butyrum (mentega) CEP congenital erythropoietic porphyria
EVAD biventricular assist device ces central excitatory state
C canine (tooth); carbon; cathode; Celsius (scale); CESD cholesteryl ester storage disease
cervical vertebrae (C1-C7); cionus; closure; CETP cholesteryl ester transfer protein
color sense; compiement (Cl sampai C9); CF carbolfuchsin; cardiac failure; Christmas factor;
compliance (subskrip menunjukkan struk- citrovorum factor
turnya, e.g., Ct, lulrg compliance); contrac- Cf californium
tion; coulomb; cyiinder; cylindrical lens; CFAP cfuonic functional abdominal pain
cytidine; cytosine; large calorie CFC chlorofluorocarbon
capacitance; clearance (subskrip menunjukkan cff critical fusion frequency
zat\ya,e.g.,Cr atau Crn inulin clearance); heat CFT complement fixation test
capacity CFTR cystic fibrosis transmembrane regulator
oc derajat Celsius CFU colony-forming unit
c centi-; small c'alorie CFU-C colony-forining unit-culture
c. L. cibus (makanan); L. cum (dengan) CFU-E colony-forming unit-erythroid
Lampiran 2 2461
CFU.GM colony-f orming unit-granulocyte-macropha ge coBs cesarean-obtained barrier-sustained
CFU-S colony-forming uni t-spleen coc ca lcifying od ontogenic cyst

CGD cfuonic granulomatous disease cochl. L. cochleare (sesendok penuh)


CGH comparative genomic hybridization cochl. amp. L. cochleare amplum (sesendok munjung)
cGMP cyclic guanosine monophosphate cochl. mag. L. cochleare magnum (satu sendok-makan be-
CGS, cgs centimeter-gram-second system sar)
cGy centrigray cochl. med. L. cochleare medium (satu sendok-makan
CH crown-heel (panjang fetus) sedang)
CH50, CHso total hemolytic complement cochl. parv. L. cochleare parvum (sesendok teh)
Chart, L. charta (kertas) Coct. L. coctio (mendidih)
chB L. Chirurgiae Baccalaureus (Bachelor of Sur- Col. L. cold (regangan)
gery) Colat. L. colatus (teregang)
CHD congenital heart disease; coronary heart disease COLD chronic obstructive lung disease
chD L. Chirurgiae Doctor (Doctor of Surgery) Colet. L. coletur.(regangkan)
chE cholinesterase Collut. L. collutorium (obat kumur)
CHF congestive heart failure Collyr. L. collyrium (obat tetes mata)
CHL crown-heel length (fetus) Color. L. coloretur (warnai)
ChM L. Chirurgiae Magister (Master of Surgery) Comp, L. compositus (gabungan)
cHo Chinese hamster ovary (cell) ConA concanavalin A
CHOP cyclophosphamide; hydroxydaunomycin (doxo- Concis. L.concisus (memotong)
rubicin), Oncovin (vincristine), dan predni- Cons. L. conserva (menyimpan)
sone Cont. L. contusus (memar)
CHOP.BLEO ryclophosphamide; hydroxydaunomycin (doxo- Contin. L. continuetur (lanjutkan)
rubicin), Oncovin (vincristine), prednisone, Cont. rem. L. continuetur remedium (lanjutkan obat ter-
dan bleomycin sebut)
Chr chromosome coP cyclophosphamide, Oncovin (vincristine), dan
cHs cholinesterase prednisone
CI cardiac index; Colour Index COP-BLAM cyclophosphamide, Oncovin (vincristine), pred-
ci curie nisone, bleomycin, Adriamycin (doxoru-
cib. L. cibus (makanan) bicin), dan Matulane (procarbazine)
CIDP cfuonic inflammatory demyelinating poly- COPD chronic obstructive pulmonary disease
newopathy COPP cyclophospharnide, Oncovin (vincristine), pro-
CIE counterimmunoelec irophoresis carbazine, dan prednisone
CIH Certificate in lndustrial Health Coq. L. coque (didihkan)
Ci-hr curie-hour Coq. in s. a, L. coque in sufficiente aqua (didihkan dalam air
CIN cervical intraepithelial neoplasia secukupnya)
C1 INH C1 inhibitor Coq, s. a, L. coque secundum artem (didihkan dengan
CK creatine kinase benar)
CI chlorine Cort. L. cortex (kulit kayu)
CIC chloride channel. CP candle power; chemically pure
CLIP corticotropin-like intermediate lobe peptide cP centipoise
CM L. Chirurgiae Magister (Master of Surgery) C3PA C3 proactivator (sebelumnya dinamakan faktor
Cm cunum B)
cM centimorgan CPAP continuous positive airway pressure
cm centimeter cPc clinicopatholo gical conf erence
cm2 square centimeter CPD citrate phosphate dextrose
cm3 cubic centimeter CPDA-1 citrate phosphate dextrose adenine
CMA Certified Medical Assistant CPDD calcium pyrophosphate deposition disease
CMAP compound muscle action potential C Ped Certified Pedorthist
CMD cerebromacular degeneration CPH Certificate in Public Health
CMF cyclophosphamide, methokexate, dan S-fluo- CPI California Personality Inventory; congenital
rouracil p alatopharyngeal incompetence

CMHC corhmunity mental health center CPK creatine phosphokinase


cm HzO centimeter(s) of water cPm counts per minute
CMI cell-mediated immunity CPP cerebral perfusion pressure
CML ce11-mediated iympholysis CPPD calcium p1'rophosphate dihydrate
cmm cubic millimeter CPR cardiopulmonary resuscitation
C.MOPP cyclophosphamide, Oncovin (vincristine), pro- CPS carbarnoyl phosphate synthetase
carbazine, dan prednisone CPSI carbamoyl phosphate sl.nthetase I
CMP cytidine monophosphate CPSII carbamoyl phosphate synthetase II
c.m.s. L. cras mane sumendus (pakailah besok pagi) cPs cycles per second
CMT California mastitis tes! Certified Medical Trans- CR complement receptor; conditioned resPonse;
criptionisf Charcot-Marie-Tooth disease crown-rump (panjang fetus)
cMv cytomegalovirus cR3 complement receptor type 3
CN chloroacetophenone Cr chromium
c.n. L. cras nocte @esok malam) Crast. . L. crastinus (r:rrtuk besok)
cN-cbl cyanocobalamin CREG cross-reactive group (pada antigen HLA)
C3 NeF C3 nephritic factor CRF chronic renal failure
CNM Certified Nurse-Midwife CRH corticotropin-releasing hormone
cNs central nervous system CRL crown-rump length (fetus)
c.n.s. L. cras nocte sumendus (pakailah besok maiam) CRM cross-reacting material
CNV conthgent negative variafi on CRNA Certified Registered Nurse Anesthetist
co cardiac output cRNA complementary RNA
Co cobal! coccygeal (dalam forrnula vertebra) CRP C-reactive protein
CoA coenzyme A CRPS complex regional pain syndrome
CoA-SH coenzl'rne A CRRT continuous renal replacement therapy
2462 Lampiran 2
Crys' crystal dCMP deoxycytidine monophosphate
cs cesarean section; conditioned stimulus; coro- DCOG Diploma of the Coilege of Obstetricians dan Cy-
nary sinus; o-chlorobenzylidenemalononi- naecologists (British)
hile dCTP deoxycytidine triphosphate
Cs cesium DCx double convex
csc Per. coup sur coup (benturan pada benturan) d.d. L. detur ad (berikan kepada)
CSF cerebrospinal fluid; coiony-stimulating factor ddc dideoxycytidine
csF-1" macrophage colony-stimulating factor DDH developmental dysplasia of the hip
CSII continuous subcutaneous insulin infusion ddI dideoxyinosine
CSM cerebrospinal meningitis DDP, cls-DDP cls-diamminedichloropiatinum (cisplatin)
C-spine cervical spine DDS diaminodiphenylsulfone (dapsone); Doctor of
csr contraction stress test Dental Surgery
CT computed tomogaphy DDSc Doctor of Dental Science
CTBA cetrimonium bromide Deb. spis. L. debita spissitudine (dalam konsistensi yang
CTL cytotoxic T lymphocytes tepat)
CTP cytidine hiphosphate Dec. L. decanta (tuang)
Cu tembdga (L. cuprum) Decoct. L. decoctum (rebusan)
cuj. L. cujus (kepunyaan) Decub. L. decubitus (berbaring)
cv cardiovascular; closing volume; coefficient of de d. in d. L. de die in diem (dari hari ke hari)
variation DEF decayed, extracted, filied
c.v, L. cras vespere (besok sore); L. conjugata vera D"g degeneration; degree
(diameter-konjugat pintu atas panggul yang Deglut. L. deglutiatur (telanlah)
sebenarnya) del deletion
cvA cerebrovascular accident; costovertebral angle Dep. L. depuratus (dimumikan)
CVID common variable immunodefi ciency DES diethylstilbestrol
CVP central venous pressure;. cyclophosphamide, dest. L. destilla (menyuling); L. destillatus (disuling)
vincristine, dan prednisone destil. L. destilla (menyuling)
cvs cardiovascular systemi chorionic villus sam- DET diethyltryptarnine
pling Det. L. detur @erikan)
cx circumflex artery Det. in dup., L. detur in duplo @erikan dua kalinya)
Cx cervix; convex Det. in 2 plo
Cy cyanogen D. et s. L. detur et signetur fterlkan dan tandai)
Cyath. L. cyathus (segelas penuh) DFP diisopropyl flurophosphate
cYc cyclophosphamide DFI defibrillation threshold
cyclic AMP cyclic adenosine monophosphate dG deoxyguanosine
cyclic GMP cyclic guanosine monophosphate DGC dystrophin-glycoprotein complex
cyl cylinder; cylindricai lens dGDP deoxyguanosine diphosphate
cys cysteine dGMP deoxyguanosine monophosphate
Cys-Cys cystine dGTP deoxyguanosine triphosphate
D dalton; deciduous (too*i); decimal reduction DH delayed hypersensitivity
time; density; deuterium; died; diffusing ca- DHA 2,8-dihydroxyadenine; docosahexaenoic acid
pacity; diopter; distal; dorsal vertebrae DHEA dehydroepiandrosterone
(Dt-D12); dose; duration; dwarf (colony) DHF dihydrofolate; dihydrofolic acid
D, L. da (berikan); L. detur (berikan); L. dexter DHFR dihydrofolate reductase
(kanan); L. dosis (dosis) DHg Doctor of Hygiene
Dr diffusing capacity of the lung DHom Doctor of Homeopathic Medicine
d day; deci-; deoxyribose DHPG 3,4-dihydroxyphenyl glycol;
d. L. da @erikan); L. detur @erikan); L. dexter 9-[(1,3-dihydroxy-2-propoxy)methyl] gua-
(kanan); L. dosis (dosis) nine (ganciclovir)
d density; diameter DHPR 6,7-dihydropteridine reductase
A perubahan (seperti pada suhu); kenaikan DHT dihydrotestosterone
6 delta chain of hemoglobin; heavy chain of IgD DHv Doctor of Hygiene
DA developmenta I age; diphenylchlorarsine DIC diffuse inkavascular coagulation; disseminated
Da dalton intravascular coa gulation
DAC decitabine Dieb. alt. L. diebus alternis (pada hari-hari lain)
DACT dactinomycin Dieb. tert. L. diebus tertiis (setiap hari ketiga)
DAD delayed afterdepolarization Dig. L. digeratur (makanlah)
dADP deoxyadenosine diphosphate dil. L. dilue (mengencerkan, melarutkan)
DAEC diffusely adherent Escherichia coli Diluc. L. diluculo (saat fajar)
DAF decay acceierating factor dilut. L. dilutus (encer)
dAMP deoxyadenosine monophosphate dim. L. dimidius (separuh)
DandC dilation and curettage D. in p. aeq. L. divide in partes aeguales (bagi sama banyak-
dATP deoxyadenosine kiphosphate nYa)
DAy Doctor of Ayurvedic Medicine Dir. prop. L. directione propria (dalam arah yang benar)
dB, db decibel DIS Diagnostic Interview Schedule
DBA dibenzanthracene DISIDA diisopropyl iminodiacetic acid (disofenin)
DBS deep brain stimulation Dist. L. distilla (menyuling)
DC direct current; Doctor of Chiropractic Div. L. divide (membagi)
D&C diiation and curettage dk deca-
dC deoxycytidine Dr. diffusing capacity of ihe lung
DCA desoxycorticosterone acetate dL deciliter
DCc double concave DLE discoid lupus erythematosus
dCDP deoxycytidine.dipho_sphate DM diabetes mellitus; diphenylamine chlorarsine
DCF direct cenhifugal flotation DMAPN dimethylaminopropionitrile
DCH Diploma in Child Health DMARD disease-modifying antirheumatic drug
DCIS ductal carcinoma in situ DMBA 7,12-dimeihylbenz Ia] anthracene
Lampiran 2 2463
DMD Doctor of Dental Medicine e electron
DMF decayed,missing,filled;dimethylformamide e satuan dasar muatan listrik; basis logaritma na-
DMPE 3,4-dime thoxyphenyle thylamine tural
DMRD Diploma in Medical Radio-Diagnosis (British) e+ positron
DMRT Diploma in Medical Radio-Therapy (British) e- electron
DMSO dimethyl sulfoxide epsilon chain of hemoglobin; heavy chain of IgE;
DMT dimethyltryptamine molar absorptivity
DN dibucaine number n absolute viscosity
DNA deoxyribonucieic acid EAC erythrocyte, antibody, and complement
DNase deoxvribonuclease EACA epsilon-aminocaproic acid
DNB dinitiob'enzene; Diplomate of the National EAD early afterdepolarization
Board 1of Medical Examiners) ead. L. eadem (sama)
DNCB dinitrochlorobenzene EAE experimental allergic encephalomyelitis
DNFB dinitrofluorobenzene EAEC enteroadherent Escherichia coli
DNOC dinitro-o-cresol EAggEC enteroaggregativ e Es cherichia coli
DNR do not resuscitate EAHF eczema, asthma, hay fever
DO Doctor of Osteopathy EAP epiallopregnanolone
DOA dead on arrival EAR expired air resuscitation
DOC 1 1 -deoxycorticosterone Ea, R. Jer. Entartungs-Reaktion (reaksi degenerasi)
DOM 2,5-dimethoxy-4-methylamphetamine EAV electroacupuncture after Voll
Donec alv, L. donec alvus soluta fuerit (sampai usus ter- EB elementary body
sol. fuerit buka, i.e., sampai timbul pergerakan usus) EBCT electron beam computed tomography
DP Doctor of Pharmacy; Doctor of Podiaky; L. EBL enzootic bovine leukosis
directione propria (dalam arah yang benar) EBV Epstein-Barr virus
DPH Diploma in Public Health EC Enz)'rne Commission
DPM Diploma in Psychological Medibine; Doctor of ECD ethyl cysteinate dimer
Podiatric Medicine ECF extracellular fluid; eosinophil chemotactic fac-
DPT diphtheria and tetanus toxoids and pertussis tor; extended care facility
vaccine ECF-A eosinophil chemotactic factor of anaphylaxis
DR reaction of degeneration ECG electrocardiogram
dr dram ECI eiectrocerebral inactivity
DRG Diagnosis-Related Group ECM extracellular matrix
DrPH Doctor of Public Health ECMO extracorporeal membrane oxygenation
DRPLA dentatorubral-paliidoluysian atrophy ECS electrocerebral silence
DSC Doctor of Surgical Chiropody ECT electroconvulsive therapy
dsDNA double-stranded DNA ED effective dose; emergency department; erectile
DSM Diagnostic and Statistical Manual of Mental Dis- dysfunction; erythema dose
orders EDto median effective dose
dsRNA double-stranded RNA EDR effective direct radiation; electrodermal res-
DT diphteria and tetanus toxoids Ponse
Dt duration tetany EDRF endothelium-derived relaxing factor
dT deoxythymidine EDTA ethylenediaminetetraacetic acid
DTaP diphtheria and tetanus toxoids and acellular EDV end-diastolic volume
pertussis vaccine EEE eastern equine encephalomyehtis
D,T.D. L. datur talis dosis (berikan sejumlah dosis EEG electroencephalogram
tersebut) EENT eyes/ ears, nose, and throat
dTDP deoxyt\midine diphosphate EERP extended endocardial resection procedure
DTH delayed-type hlpersensiiivity EFA essential fatty acid
DTIC, DtiC dacarbazine EGD esopha go gastroduodenoscopy
dTMP deoxythymidine monophosphate EGF epidermal growth factor
DTP diphtheria and tetanus toxoids and pertussis EGTA egtazic acid
vaccine EHBF estimated hepatic blood flow
DTPA dieihylenetriamine pentaacetic acid EHDP etidronate (ethane-1-hydroxy-1,2-diphospho-
dTTP deoxythymidine triphosphate nate)
dU deoxyuridine EHEC enterohemorrh agic Escheri cia coli
DUB dysfunctional uterine bleeding EI erythema infectiosum
dUMP deoxyuridine monophosphate EIA enzyme immunoassay
Dur. dolor. L. durante dolore (kalau masih nyeri) EIEC enteroinvasive Escherichia coli
dUTP deoxyuridine triphosphate EIT erythrocyte iron hrmover
dv double vibrations Ejusd. L. ejusdem (serupa)
DVM Doctor of Veteri-naty Medicine EKG electrocardiogram
DVT deep vein thrombosis; deep venous thrombosis EKY electrokymogram
Dy dysprosium ELBW extremely low birth weight
dyt dyne ELISA enz).'rne{inked immunosorbent assay
E emmetropia; enzyme; exa- Em emmetropia
E elastance; energy; exPectancy; electromotive EMB eosin-methylene blue
force; illumination; eleclric intensity; redox EMC encephalomyocarditis
potential EMF electromotive force
Er estrone EMG electromyogram
Ez estradiol E-P. L. emplasrrum (pleste4
Es estriol EMS Emergency Medical Service
Ea estetrol emul. L. emulsum (emulsi)
En redox potential ENA extractable nuclear antigens
E0 standard reduction potential ENaC epithelial sodium channel
2464 Lampiran 2
ENC electronystagmography s-Fc flucytosine
ENT ear/ nose, and throat fci femtocurie
EOG electro-olfactogram FDA Food and Drug Adrninistration; L. fronto-dextra
EP evoked potential antedor (frontoanterior kanan [posisi fetus])
EPA eicosapentaenoic acid FDP fibrin degradation products; fibrinogen degra-
EPEC enteropathogenic Escherichia coli dation products; L. fronto-dextra posterior
EPM progressive myoclonic epilepsy (frontoposterior kanan [posisi fetus])
EPP erythropoietic protoporphyria FDT L. fronto-dextra fransversa (frontotransversal
EPR electron paramagnetic resonance; electrophre- kanan [posisi fetus])
nic respiration F-dUMP S-fiuorodeoxyuridine monophosphate
EPSP excitatory postsl'naptic potential FEu. fractional excretion of sodium
ER emergency room; endoplasmic reticulum; estro- FEN" excreted fraction of filtered sodium
gen receptor Fe besi (L. ferrurn)
Er erbiurn Feb. dur. L. febre durante (kalau masih demam)
ERBF effective renal blood flow FEF forced expiratory flow
ERCP endoscopic retrograde cholangiopancreatogra- Fem. intern. L. femoribus internus (pada sisi dalam paha)
Phv FEP free erythrocyte protoporphyrin
ERG electroretinogram Ferv. T-. fervens (mendidih)
ERGIC endoplasmic reticulum-Golgi intermediate FES functional electrical stimulation; functional en-
compartment doscopic sinus surgery
ERM egriry radixin, dan moiesin FEV forced expiratory volume
ERP endocardial resection procedure FFA free fatty acids
ERPF effective renal plasma flow FFT flicker fusion threshold
ERV expiratory reserve volume F.h. L. fiat haustus ftuatlah sediaan cair)
Es einsteinium FIA fluorescence immuloassay; fluorescent
ESE Jer. elektrostatische Einheit (satuan elektrosta- immunoassay; uoroimmunoassay
fl
tik) FIAC Fellow of the International Academy of Cytol-
ESF erythropoietic stimulating factor ow
ESP extrasensory perception FICD Fellow of the International College of Dentists
ESR electron spin resonance; erythrocyte sedimenta- FICS Fellow of the International College of Surgeons
tion rate FIGLU formiminoglutamic acid
ESRD end-stage renal disease FIGO Fdddration Internationale de Gyndcologie et
.EST electric shock therapy; electroshock therapy; ex- d'Obstdtrique (lnternational Ferderation of
pressed sequence tag G1'necology and Obstetrics) (classification)
esu electrostatic unit FISH fluorescence in situ hybridization
ESV end-systolic volume FITC fl uorescein isothiocyanate
Et ethyl Fl. fluid
ETEC enterotoxigeni c Escherichia coli FLA L. frontolaeva anterior (frontoanterior kiri
ETF electron transfer fl avoprotein [posisi fetus])
ET.NANB enterically transmitted non-A, non-B hepatitis f.l.a. L. fiat lege artis (kerjakan sesuai aturan)
Eu europium fld fluid
CV electron volt fl dr fluid dram
EWHO elbow-wrist-hand orthosis Flor. L. flores ftunga-bunga)
Exhib. L. exhibeatur (berikan) floz fluid ounce
ext. extract FLP L. frontolaeva posterior (frontoposterior kiri
F Fahrenheit (scale); farad; fertility (plasmid); flu- lposisi fetusl)
orine; formula; French (scale); phenylala- FLT L. fronto-laeva transversa (frontofransversa kiri
nine; visual field [posisi fetus])
F, L. fiat (buatlah) F.M. L. fiat mistura (buailah mixtura)
F coefficient of inbreeding; faraday; force Fm fermium
Fr first filiai generation FMN flavin mononucleotide
Fz second filial generation FMNHT bentuk FMN tereduksi
0F derajat Fahrenheit FNH focal nodular hyperplasia
f femto-; jarak fokus FNS functional neuromuscuiar stimulation
fFA frequency FNTC fine needle transhepatic cholangiography
fatty acid; fluorescent antibody F,p. L. fiat potio (buatlah potio)
FAB French-American-British (classification) fp freezing point
Fab fragment, antigen-binding FPG fasting plasma glucose
Facb fragment, antigen-and-compiement-binding F.pil. L. fiani pilulae (buatlah pil)
FACD Fellow of the American College of Dentists Fr francium
FACOG Fellow of the American College of Obstetricians Fract. dos. L. fracta dosi (dalam dosis terbagi)
and Gynaecologists FRC functional residual capacity
FACP Fellow of the American College of Physicians FRCP Fellow of the Royal Coilege of Physicians
FACR Fellow of the American College of Radiology FRCP(C) Fellow of the Royal College of Physicians of
FACS Fellow of the American College of Surgeons; flu- Canada
orescence-acfivated ce11 sorter FRCPE Fellow of the Royal College o{ Physicians of Ed-
FACSM Feliow of the American Coilege of Sports Medi- inburgh
cine FRCP(Glasg) Fellow of the Royal College of Physicians and
FAD flavin adenine dinucleotide Surgeons of Glasgow qua Physician
FADHu bentuk FAD tereduksi FRCPI Fellow of the Royal College of Physicians in Ire-
FandR force and rhythm (pulse) land
FAP familial adenomatous polyposis FRCS Fellow of the Royal College of Surgeons
FAPAH Fellow of the Ameriean Public Health Associa- FRCS(C) Fellow of the Royal College of Surgeons of Can-
tion ada
fasc, L. fasciculus (berkas) FRCSEd Fellow of the Royal College of Surgeons of Edin-
FC fragmen! crystallizable burgh
Lampiran 2 2465
FRCS(Glasg) Fellow of the Royal Coliege of Physicians and Gly glycine
Surgeons of Glasgow quaSwgeon gm gram
FRCSI Fellow of the Royal College of Surgeons in Ire- GMC General Medical Council (British)
land GM-CSF granulocyte-macroPhage colony-stimulating
FRCVS Fellow of the Royal College of Veterinary Sur- factor
geons GMK green monkey kidney (ce1ls)
FRFPSG Felbw of the Royal Faculty of Physicians and GMO genetically modifi ed organism
Surgeons of Glasgow GMP guanosine monophosPhate
FRS Fellow of the Royal Society 3,,5'-GMP, cyclic guanosine monoPhosPhate
Frust. L. frustillatim (dalam potongan kecil-kecil) cyclic GMP
F.s.a, L. fiat seiundum artem (buatlah dengan teram- GMS Gomori methenamine silver
Gn-RH gonadotropin-releasing hormone
Pil)
FSF fibrin-stabilizing factor (faktor XII! GOT glutamic-oxaloacetic transaminase
FSG focal segmental glomerulosclerosis GP general paresis; general practitioner
FSGS focal segmental glomerulosclerosis GPCR G protein-coupled recePtor
FSH f ollicle-stimulating hormone G6PD glucose-6-phosphate dehydro genase
FSH/LH-RH foilicle-stimulating hormone and luteinizing GPT glutamic-pyruvic transaminase
hormone-releasing hormone gt grain
FSH.RH follicle-stirnuiating hormone-releasing hor- Grad. L. gradatim (sedikit demi sedikit)
mone GRH growth hormone-releasing hormone
Ft. L. fiat, fiant Oua-tlah) csc gas-solid chromatograPhY
ft foot GSH glutathione tereduksi
Ft. mas. L. fiat massa dividenda in pilulae @uatlah css Gerstmann-Striiussler-Scheinker syndrome
div. in pil. sekaligus banyak dan bagilah ke dalam se- GSSG glutathione teroksidasi
jumlah pil) gt. L. gutta (tetes)
Ft. pulv. L. fiat pulvis (buatlah serbuk) GTH gonadohopic hormone
5-FU 5-fluorouracil GTN gestationai trophoblastic neoplasia
FUD& FUdR 5-fluorowacil deoxyribonucleoside (floxuri- GTP guanosine kiphosphate
dine) GTT glucose tolerance test
FUO fever of unknown origin ttt. L. guttae (tetes-tetes)
FUS feline urological syndrome GU genitourinary
FVC forced vitai capacity Guttat. L. guttatim (tetes demi tetes)
G gauss; giga-; gravida; guanine; guanosine GutL quibusd. L. guttis quibusdam (dengan beberapa tetes)
G conductance; G force; Gibbs free energy; gravi- GVH graf t-versus-host (disease)
tational constant GXT graded exercise test
gram Gy ETAY
c
I standard gravity H ]er. Hauch (napas, dipakai r:ntuk merujuk pada
gamma chain of fetal hemoglobin; heavy chain koloni bakteri); henry; histidine; Hounsfield
of IgG unit; hydrogen; hyperoPia
Ga gallium H enthalpy
GABA y-arninobutyric acid Ho null hypothesis
GAD generalized anxiety disorder Hr altemative hypothesis
GAG glycosaminoglycan H, alternative hypothesis
GalNAc N-acetylgalactosamine h hecto-; hour
GALT guFassociated lymphoid tissue h, L. hora (jam)
Galv. galvanic h PIanck's constant; height
GAPD glyceraldehyde-3-phosphate dehydrogenase HA hemadsorbent; hepatitis A
Garg L. gargarisma (kumur) HAA hepatitis-associated antigen
GBM glomerular basement membrane HAART highly active antiretroviral therapy
GC gas chromatography HAI hemagglutination inhibition (test)
g-cal. gram calorie HandE hematoxyiin-eosin (stain)
G-CSF granulocyte colony-stimulating factor HANE hereditary angioneurotic edema
Gd gadblinium HAT hypoxanthine-aminopterin-thymidine (me-
GDP guanosine diphosphaie dium)
Ge germanium Haust. L. haustus (cairan)
Gel. quav. L. gelatina quavis (dalam segala jenis jelly) HAV hepatitis A virus
GERD gastroesophageal reflux disease HB hepatitis B
GeV gigaelectron volt (1.0e electron volts) Hb hemoglobin
GFAP glial fibrillary acidic protein HBc hepatitis B core (antigen)
GFR glomerular fi-ltratjon rate HBcAg hepatitis B core antigen
GGR global genome repair Hbcv Haemophilus inlluenzae b conjugate vaccine
GGT y-glutamylkansferase HBE His bundle electrogram
GH growth hormone HBe hepatitis B e (antigen)
GHA glucoheptonate (gluceptate) HBeAg hepatitis B e antigen
GH-RH growth hormone-releasing hormone HbOz oxyhemoglobin
GI gastrointestinal HbPV Haemophilus influenzae b p oly saccharide vaccine
GIFT gamete intrafallopian transfer HBs hepatitis B surface (antigen)
GIP gastric inhibitory polyPePtide HBsAg hepatitis B surface antigen
GL greatest length HBV hepatitis B virus
gl. L. glandula (kelenjar) HC Hospital Corps
GLC gas-liquid chromato graphy HCG, hCG human chorionic gonadotroPin
GlcNAc N-acefylglucosamine HCM hypertrophic cardiomYoPathY
GLI glucagon like immunoreactivitY HCP hereditary coproporphyria
Gln giutamine Hct hematocrit
GLP glucagon-like peptide HCV hepatitis C virus
Glu glutamic acid HD hemodialysis; Huntington disease
2466 Lampiran 2
H.d. L. hora decubitus (menjelang tidur) HPRT hyp oxanthine phosphoribosyltransferase
HDCV human diploid cell (rabies) vaccine HPTA hepatopoietin A
HDL high-densify lipoprotein HPV human papillomavirus
HDL-C high-density lipoprotein cholesterol HRA high right atrial (electrogram)
HDN hemolytic disease of the newbom HRCT high-resolution computed tomography
HDP hydroxymethylene diphosphonate (oxidronate) HRF histamine-releasing factor; homologous restric-
HDV hepatitis D virus tion factor
H&E hematoxylin-eosin (stain) HRP horseradish peroxidase
He helium HRT hormone replacement therapy
HED Jer. Haut-Einheits-Dosis (dosis kulit satuan) HS house surgeon
HeGF human epidermal growth factor h.s, L. hora somni (menjelang tidur)
HEK human embryo kidney (biakan sel) HSA human serum albumin
HEL human embryo lung ftiakan sel) HSAN hereditary sensory and autonomic neuropathy
HEMPAS hereditary erythroblastic multinuclearity with HSAN-I hereditary sensory and autonomic neuropathy
positive acidified serum (type I)
HEP hepatoerythropoietic porphyria HSAN.II hereditary sensory and autonomic neuropathy
Herb. recent L. herbarium recentium (dari tanaman segar) (tfpe II)
HERV human endogenous retroviruses HSAN-III hereditary sensory and autonomic neuropathy
HETE hydroxyeicosatetaraenoic acid (type III)
HF Hageman factor (faktor XII); high frequency HSR homogeneously staining regions
Hf hafnium HSV herpes simplex virus
Hfr high frequency of recombination 5-HT 5-hydroxyiryptamine (serotonin)
Hg raksa (L. hydrargyrum) Ht total hyperopia
HGA human granulocytic anaplasmosis HTACS human thyroid adenylate cyclase stimulators
Hgb hemoglobin HTC homozygous typing cells
HGBV hepatitis GB virus 3H-TdR tritium-iabeled thymidine
HGE human gran ulocytic ehrlichiosis HTLV.1 human T-lymphotropic virus 1
HGF hepatocyte growth factor HTLV-2 human T-iymphotropic virus 2
HGG human gamma globulin HTLV.III human T-cell Iymphotropic virus t1,?e III (hu-
HGH,hGH human growth hormone man immunodeficiency virus)
hGHr human growth hormone recombinant HUIFN human interferon
HGPRT hypoxanthine-guanine HVA homovanillic acid
phosphoribosyltransf erase HVL half-value iayer
HGV hepatitis G virus Hz hertz
HHT hydroxyheptadecafrienoic acid I incisor; inosine; iodine; isoleucine
HI hemagglutination inhibition I eleckic current; lntensity (energi radiasi); ionic
5-HIAA 5-hydroxyindoleacetic acid strength
HIDA hepatobiliary iminodiacetic acid IAB infra-aortic balloon (cor:nterpulsation)
HIDS hyperimmunoglobulinemia D slmdrome IABP infra-aortic balloon pump
His histidine IADL instrumental activities of daily living
HIV human imm unodef.iciency virus IAEA International Atomic Energy Agency
HKAFO hip-knee-ankle-f oot orthosis IAHA immune adherence hemagglutination assay
HI Iatent hyperopia IAP inhibitor o{ apoptosis protein
HLA human leukocyte antigen IAPP islet amyloid polypeptide
HLHS hypoplastic left heart slmdrome IB inclusion body
Hm manifest hyperopia IBC iron-binding capacity
HMDP hydroxymethylene diphosphonate (oxidronate) IBF immunoglobuiin-binding f actor
HMG 3-hydroxy-3-meihyl glutaryl IBS irritable bowel syndrorne
hMG human menopausal gonadotropin IC inspiratory capacity ; irritabie colon
HMM hexamethylmeiamine ICAM-I intercellular adhesion molecule 1
HMO health maintenance organization ICAM.2 intercellular adhesion molecule 2
HMPA hexamethylphosphoramide ICD implantable cardioverter-defibrillator; Interna-
HMPAO hexamethylpropyleneamine oxime tional Classification of Diseases (of the World
HMSN hereditary motor and sensory neuropathy Health Organization); intrauterine contra-
HMWK high-molecular-wei ght kinino gen ceptive device
HMW-NCF high-molecular-weight neutrophil chemotactic ICF intracelluiar fluid
factor ICP intracranial pressure
HNPCC hereditary nonpolyposis colorectal cancer ICSH interstitial cell-stimuiating hormone (lutei-
hnRNA heterogeneous nuclear RNA nizing hormone)
hnRNP heterogeneous nuclear ribonucleoprotein ICSI intracytoplasmic sperm injection
HO hand orthosis; hip orthosis ICT insulin coma therapy
Ho holmium ICU intensive care rmit
HOCM hypertrophic obstructive cardiomyopathy ID intradermal; inside diameter; infective dose
HOP hydroxydaunomycin (doxorubicin), Oncovin IDso median infective dose
(vincristine), dan prednisone Id. L. idem (sama)
Hor. decub. L. hora decubitus (menjelang tidur) IDA iminodiacetic acid
Hor, interm. L. horis intermediis (pada jam-jam di antaranya) IDD, IDDM insulin-dependent diabetes melliius (type 1 dia-
Hor. un. L. horae unius spatio (satu jam setelahnya) betes mellitus)
spatio IDL intermediate-density lipoprotein
HP house physician IDU idoxuridine
Hp haptoglobin IEP immunoelectrophoresis
HPA hyp erphenylalaninemia IF intrinsic factor
HPETE hydroperoxyeicosatetraenoic acid IFA lmmunofluorescence assay
HPF high-power fieid IFN interferon
HPL, hPL human placental lactogen Ig immunoglobuiin
HPLC high-performance liquid chromatography IGF insulin-Iike growth f actor
Lampiran 2 2467
ICIV immune globulin intravenous (human) keV kiloelectron volt (1000 electron volts)
IGT impaired glucose tolerance kg kilogram
IHD ischemic heart disease kg-cal large calorie
IHSS idiopathic hypertrophic subaortic stenosis kHz kilohertz
IL interleukin kj knee jerk
Ile isoleucine krn kilometer
ILT inf ectious laryngotracheitis KP keratic precipitates
ILVEN inflammatory linear verrucous epidermal nevus Kr krypton
IM intramuscular 17-KS 17-ketosteroid
ImDso median immunizing dose KUB kidney, ureter, and bladder
IMF inframarhmary fold kv kilovolt
IMPA incisal mandibular plane angle kvp kilovolts peak
IMV intermittent mandatory ventilation L iambert; left; leucine; light chain; liter; lung;
IMViC, imvic indole, methyl red, Voges-Proskauer, dan cikate lumbar vertebra (L1-L5)
In indium L. L. libra (pon)
in inch L luminance; self-inductance
in d. L. in dies (per hari) Lo limes nui (dose)
In{. L. infunde (masukkan) L+, L* limes tod (dose)
INH isonicotine hydrazine (isoniazid) LO limes nul (dose)
INN International Nonproprietary Name I iambang untuk liter (dulu)
InsPg inositol 1",4,5-triphosphate t. L. ligamentum (ligamen)
IOL intraocular lens I length;levo-
IOP intraocular pressure l konstanta peluruhan; salah satu dari kedua tipe
IORT intraoperative radiotherapy rantai ringan imunoglobulin; paniang ge-
IP intraperitoneal; isoelectric point lombang
IP: inositol 1.,4,5-triphosphate L&A light and accommodation (reaksi pupii)
IPD intermittent peritoneal dialysis La lanthanum
IPPB intermittent positive pressure breathing LAC laparoscopic-assisted colectomy
IPSID immunoproliferative smail intestine disease LAD left anterior descending (coronary artery); Iefi
IPSP inhibitory postsynaptic potential axis deviation
IPV poliovirus vaccine inactivated LAE left atrial enlargement
IQ intelligence quotieni Lag' L. lagena (labu)
Ir iridium LAH left anterior hemiblock
IRMA immunoradiometric assay LAM lymphangiomyomatosis
IRV inspiratory reserve volume LAO left anterior oblique (posisi fetus)
IS insertion sequence; intercostal space LAP leukocyte adhesion protein; leukocyte alkaline
ISA intrinsic sympathomimetic activity phosphatase
ISO Intemational Standards Organization LAS lymphangioscintigraphy
ITP idiopathic thrombocytopenic purpura; inosine LASIK laser-assisted in-situ keratomileusis
triphosphate Lat. dol. L. laieri dolenti (pada sisi yang sakit)
IU lnternational Unit LATS long-acting thyroid stimulator
IUD intrauterine device LATS-p long-acting thyroid stimulator protector
IUGR intrauterine growth reshriction; intrauterine LAV lymphadenopathy-associated virus (human im-
growth retardation munodeficiency virus)
IUI intrauterine insemination LAVH laparoscopically assisted vaginal hysterectomy
ry intravenous lb pon (L. libra)
M inferior vena cava LBBB left bundle branch block
IVF in vitro fertilization LBP Iow back pain
IVP intravenous pyelogram; intravenous pyelo- LBW low birth weight @ayi)
graphy LCA left coronary artery; leukocyte common antigen
IVRT isovolumic relaxation time LCAT lecithin-cholesterol acyltransf erase
IVS interventricular septum (pada jantung) LCIS lobular carcinoma in situ
J joul'e LCR locus conkol region
JAK Janus kinase LD lethal dose; light difference
ICV JC virus LDso median lethal dose
juscul. L. jusculum (sup atau kaldu) LDA left dispiacement of the abomasum; left dor-
K kelvin; lysine; potassium (L. kalium) soanterior (posisi fetus)
K konstanta kesetimbangan LDH. L-lactate dehydrogenase
K^ konstanta disosiasi asam LDL low-density iipoprotein
Kt konstanta disosiasi basa LE left eye; lupus erythematosus
Ka konstanta disosiasi LEMS Lamberi-Eaton myasthenic syndrome
K"q konstanta kesetimbangan les local excitatory state
Krur, K^ konstanta Michaelis LET linear energy transfer
K"p konstanta hasil kali kelarutan Leu Ieucine
Kw konstanta disosiasi air Lf iimes flocculating (dose)
k kilo- LFA left frontoanterior (posisi fetus)
k konstanta Boitzmann; konstanta laju reaksi LFA-1, leukocyte function-associated antigen 1
K konstanta dielektrik; salah satu dari kedua tipe LFA-2 leukocyte function-associated antigen 2
rantai ringan imunogiobulin LFA-3 Ieukocyte function-associated antigen 3
KAFO knee-ankle-fooi orthosis LFP lefi frontoposterior (posisi fetus)
kat katal LFT left frontotransverse (posisi fetus)
kb kilobase LGB laparoscopic gastric banding
kbp kilobase pairs (1000 base pairs) LH luteinizing hormone
kcal kilocalorie LH-RH luteinizing hormone-releasing hormone
kci kilocurie Li lithium
KD, KDA kilodalton LIA leukemia-associated inhibitory activlty
2464 Lampiran 2
LIF left iiiac fossa; leukocyte inhibitory factor MAF macropha ge-activating f actor
lig. ligamenf ligamentum Mag' L. magnus @esar)
ligg. L. ligamenta (ligamen-ligamen) MALT mucosa-associated lymphoid tissue
Liq. L. liquor (cairan) Man., Manip. L. manipulus (segenggam)
LLL left lower lobe (pada paru) Man, pr. L. mane primo (saat bangun pagi)
LM Iight minimum; linguomesial MAO maximal acid ouput; monoamine oxidase
lm lumen MAOI monoamine oxidase inhibitor
LMA 1eft mentoanterior (posisi fetus) MAP mean arterial pressurei microtubule-associated
LMF lymphocyte mitogenic factor protein
LMO living modified organism MAPK mitogen-activated protein kinase
LMP Ieft mentoposterior (posisi fetus); last menstrual masc mass concentration
period; latent membrane protein Mas. pil. L. massa pilularum (massa pil)
LMT left mentotransverse (posisi fetus) MAST military (or medical) anti-shock trousers
LMWK low-moiecular-weight kininogen MAT multifocal atrial tachycardia
ln logaritma natural Matut. L. matutinus (pada pagi hari)
LNMP last normal menstrual period MB Medicinae Baccalaureus (Bachelor of Medicine)
LNPF lymph node permeability factor Mb megabase
LOA left occipitoanterior (posisi fetus) m.b. L. misce bene (campurkan hingga homogen)
LOAEL lowest observed adverse effect level MBC minimal bactericidal concentration
Loc, dol. L. loco dolenti (di tempat yang sakit) MBP major basic protein; myelin basic protein
LOEL lowest observed effect ievel MBq megabecquerel
LOH loss of heterozygosity MC L. Magister Chirurgiae (Master of Surgery);
LOP left occipitoposterior (posisi fetus) Medical Corps
LOT left occipitotransverse (posisi fetus) mC millicoulomb
Lot. L. Iotio (lotion) pC microcoulomb
LPF low-power field MCA 3-methylcholanthrene
LPH left posterior hemiblock; lipotropic hormone MCD mean of consecutive differences
LPN licensed practical nurse MCE myocardial contrast echocardiography
LPS lipopolysaccharide MCF macrophage chemotactic factor
LPV lymphotropic papovavirus MCFA medium-chain fatly acid
Lr limes reacting (dose) mcg microgram
LRD living related donor MCH mean corpuscular hemoglobin
LSA left sacroanterior (posisi fetus) MCHC mean corpuscular hemoglobin concentration
LScA ieft scapuloanterior (posisi fetus) MCi megacurie
LScP left scapuloposterior (posisi fetus) mCi millicurie
LSD lysergic acid diethylamide pci microcurie
LSO lumbosacral orthosis MCVMI methylchloroisothiazolinone dan methyliso-
LSP left sacroposterior (posisi fetus) thiazoline
L-spine lumbar spine MCMI Million Clinical Muitiaxial Inventory
LST left sacrotransverse (posisi fetus) MCP membrane cofactor protein
LT l}'rnphotoxin Mcps megacycles per second (10e siklus per detik)
LTF lymphocyte-transf orming f actor M-CSF macrophage colony-stimulating {actor
LTR long terminal repeats MCT mean circulation time
Lu iutetium MCV mean corpuscular volume
LUL left upper lobe (pada paru) MD L. Medicinae Doctor (Doctor of Medicine)
LVAD left ventricular assist device Md mendelevium
LVEDP left ventricuiar end-diastolic pressure MDA methylenedioxyamphetamine; L. mento- dextra
LVEDV left ventricular end-diastolic volume anterior (mentoanterior kanan [posisi fetus])
LVET left ventricular ejection time MDF myocardial depressant factor
LVH lef t ventricular hyperkophy MDMA 3,4-methyienedioxymethamphetamine
LVN licensed vocational nurse MDP methylene diphosphonate; L, mento-dextra pos-
Lw lawrencium terior (mentoposterior kanan [posisi fetus])
lx Iui MDS myelodysplasia
Lys lysine MDT L. mento-dextra transversa (mentotransversa
M komponen frekuensi rendah pada bunyi jan- kanan [posisi fetus])
tung pertama; mega-; methionine; molar; 2-ME 2-mercaptoethanol
morgan; mucoid (colony); myopia Me methyl
M. L, misce (campurkan); L. mistura (campuran) MeCbl methylcobalamin
M mutual inductance; molar mass; molar MED minimal effective dose; minimal erythema dose
Mr mitral valve closure MEDLARS Medical Literature Analysis and Retrieval Sys-
Mr relative molecular mass tem
m median; meter; milli- MEDLINE MEDLARS on line
m, L, musculus (otot); minim MEG magnetoencephalo graph
,n mass; molal MEGX monoethyl giycinexylidide
m- meta- MEN multiple endocrine neoplasia
p electrophoretic mobility; heavy chain of IgM; MEP maximum expiratory pressure
iinear attenuation coefficien! micro-; micron; mEq, meq milliequivalent
population mean MESA microsurg"ical epididymal sperm aspiration
MA Master of Arts; mental age; meter angie MeSH Medical Subject Headings
mA milliampere Met methionine
pA microampere M. et sig. L. misce et signa (campurkan dan cantumkan la-
MA.A, macroaggregated albumin bel)
MAC membrane 4ttack c-omplex; minimal alveolar MeV megaelectron volt (106 electron volts)
concenkation; Mycobacterium aaiun complex pF microfarad
Mac. L. macerate (mengalami maserasi) M. flac, L. membrana flaccida (pars flaccida membranae
MADD muitiple acyl CoA dehydrogenation deficiency tympanicae)
Lampiran 2 2469
MFR monthly fecundity rate mP melting point
M. ft. L. mistura fiat (buatlah mixtura) MPD maximum permissible dose
Mg magnesium MPH Master of Public Health
mg milligram MPO myeloperoxidase
pg microgram MPS mononuclear phagocyte system; mucopoly-
MGUS monoclonal gammopathy of undetermined sig- saccharidosis
nificance MR mitral regurgitation
3MH 3-methylhistidine mR milliroentgen
MHA-TP microhemaggiutination assay-Treponema palli' pR microroentgen
dum MRA Medical Record Administrator; magnetic reso-
MHC major hiitocompatibility complex nance angiography
MHz megahertz MRACP Member of Royal Australasian College of Physi-
MI myocardial infarction cians
MIBG, mIBG rz-iodobenzyl guanidine (iobenguane) mrad millirad
MIBI sestamibi MRCP Member of Royal College of Physicians
MIC minimal inhibitory concenlration MRCPE Member of Royal College of Physicians of Edin-
MID minimum infective dose burgh
MIF migration inhibition factor; migration inhibitory MRCP(Glasg) Member of Royal College of Physicians dan Sur-
factor geons of Glasgow qua Physician
min. L. minimum (satLr' minim, kira-kira setara MRCPI Member of Royal College of Physicians of Ire-
dengan setetes) land
MIO mirrimal identifiable odor MRCS Member of Royal College of Surgeons
MIP maximum inspiratory pressure MRCSEd Member of Royal College of Surgeons of Edin-
MIRL membrane inhibitor of reactive lysis (protectin) burgh
miRNA microRNA MRCSI Member of Royal College of Surgeons of Ireland
mist, L. mistura (campr,rran) MRCVS Member of Royal College of Veierinary Sur-
MIT monoiodotyrosine geons
Mit. L. mitte (mengirim) MRD minimum reacting dose
MID Machado-Joseph disease MRDM malnutrition-related diabetes mellitus
MK monkey lung (biakan sel) mrem millirem
MKS meter-kilogram-second system MRI magnetic tesonance imaging
mL milliliter mRNA messenger RNA
pL microliter MRSA methicillin-resistant S taphylococcus aureus
MLA L. mento-laeva anterior (mentoanterior kiri [po- MS Master of Science; Master of Surgery; mitral ste-
sisi fetusl) nosis; mu ltiple sclerosis
MLBW moderately low birth weight @ayi) ms millisecond
MLC mixed lymphocyte cuiture; minimal lethal con- ps microsecond
centration MSE Mental Status Examination
MLD median lethal dose; minimum lethal dose msec millisecond
MLNS mucocutaneous lymph node slmdrome MSG monosodium glutamate
MLP L. mento-1aeva posterior (rnentoposterior kiri MSH melanocyte-stimulating hormone
[posisi fetus]) MSI microsatellitb instability
MLR mixed 11'rnPhocYte reaction MSL midsternal line
MLT L. mento-laeva transversa (mentotransversa kiri MSLT multiple sleep latency test
[posisi fetus]) MS/MS tandem mass spectrometry
MM mucous membrane MSUD maple syrup urine disease
mM millimolar MT Medical Technologist; L. membrana tympanica
mm millimeter (gendang telinga)
pM micromolar MTD maximum tolerated dose
pm micrometer mtDNA mitochondrial DNA
mm Hg millimeter of mercury MTHFR methylenetetrahydrof olate reductase
MMHS megacystis-microcol on-i n testina I MTOC microtubule organizing center
hypoperistalsis synd rome MTX methotrexate
mmol millimole mU milliunit
MMP matrix metalloproteinase m.u, mouse unit
MMPI Mrnnesota Multiphasic Personality Inventory pU microunit
MMR measles-mumps-rubella (vaccine) MUAP motor unit action potential
MMRV measles, mumps, rubella, and varicella vaccine MUC maximum urinary concentration
live Muc, L. mucilago (musilase)
Mn manganese (mangan) MUGA multiple gated acquisition (scanning)
MNGIE mitochondrial neurogastrointestinal encepha- MUP motor unit potential
lomyopathy MV megavolt (10e electron volts); minute volume; L.
MO Medical Officer Medicus Veterinanus (dokter hewan)
Mo molybdenum mv millivolt
Mod. praesc. L. modo praescripto (sesuai aturan di resep) pV microvoit
MODY maturity-onset diabetes of youth M-VAC methotrexate, vinblastine, Adriamycin (doxo-
Mol wt, molecular weight rubicin), dan cisplatin
mol wt MVP mitral valve prolapse
MOPP mechlorethamine, Oncovin (vincristine), pro- Mlry maximal (atau maximum) voluntary ventilation
carbazine, dan prednisone MW molecular weight
MORC Medical Officers Reserve Corps pW microwatt
Mor, dict. L. more dicto (sesuai aturan di resep) Mx Medex
Mor. sol. L. more solito (sebagaimana cara lazimnya) My myopia
mOsm miiliosmole N newton, nitrogen; normal (larutan)
MOTT mycobacteria other than tubercle bacilli N bilangan Avogadro; bilangan neutron; normal
6-MP 6-mercaptopurine (larutan); bilangan; besar populasi
2470 Lampiran 2
N,r bilangan Avogadro NSCLC non-small ceil lung carcinoma
n nano; neutron; indeks bias nsec nanosecond
n. L. nervus (saraf) NSILA nonsuppressible insulin{ike activity'
n (haploid) bilangan kromosom; indeks bias; be- NSR normal sinus rhythm
sar sampel NST nonstress test
n- normal NTP normal temperature and pressurei National
ND, indeks bias Toxicology Program
degrees of freedom; frequency; kinematic vis- NU nanounit
cosity; neuhino NUG necrotizing ulcerative gingivitis
NA Nomina Anatomica; numerical aperture nvCJD new variant Creutzfeldt-Jakob disease
Na sodium (L, natrium) NYD not yet diagnosed
NAAT nucleic acid amplification test o Jer. ohne Hauch (tanpa napas; dipakai untuk
NAD nicotinamide adenine dinucleotide; no appre- merujuk pada koioni bakteri); oxygen
ciable disease o. L. oculus (mata)
NADn bentuk NAD teroksidasi o- ortho-
NADH bentuk NAD tereduksi o ohm
NADP nicotinamide adenine dinucleotide phosphate OA ocular albinism
NADP* bentuk NADP teroksidasi OAE otoacoustic emissions
NADPH bentuk NADP tereduksi OAF osteoclast activahng factor
NAN N-acetylneuraminic acid OAP Oncovin (vincristine), ara-C (cytarabine), dan
NANBH non-A, non-B hepatitis prednisone
NAP nasion, titik A, pogonion OAT ornithine aminotransf erase
NASH nonalcoholic steatohepatitis OB obstetrics
NAT nucleic acid test OCA oculocutaneous albinism
Nb niobium OCD obsessive-compulsive disorder,
NBS National Bureau of Standards'(National lnsti- OCT optical coherence tomography; ornithine
tute of Standards and Technology) carbamoyltransferase; oxytocin challenge test
NBT nitroblue tetrazolium OD L. oculus dexter (mata kanan); Doctor of Optom-
NBTE nonbacterial thrombotic endocarditis etry; optical density; outside diameter; over-
NCF neutrophil chemotactic factor dose
NCHS National Center for Health Statistics ODA occipito-dextra anterior (oksipitoanterior kanan
NCI National Cancer Instifute [posisi fetus])
nCi nanocurie oDc orotidine 5-phosphate decarboxylase
NCV nerve conduction velocity ODP L. occipito-dextra posterior (oksipitoposterior
ND Doctor of Naturopathy kanan [posisi fetus])
Nd neody'rrium ODT L. occipito-dextra transversa (oksipitotrans-
nDNA nuclear DNA versa kanan [posisi fetus])
NDV Newcastle disease virus OFD oral-facial-digital (syndrome)
Nd:YAG neodymium:yttrium-aluminum- garnet (iaser) OGTT oral glucose toierance test
Ne neon oH-cbl hydroxocobalamin
NED no evidence of disease L7-OHCS 1 7-hydroxycorticosteroid

NEFA nonesterified fatty acids OI osteogenesis imperfecta; oxygenation index


NER nucleotide excision repair oIc osteogenesis imperfecta congenita
NF National Formulary OIH orthoiodohippurate
n8 nanogram OIT osteogenesis imperfecta tarda
NGF nerve growth factor OL L. oculus laevus (mata kiri)
Ni nikel ol. L. oleum (minyak)
NIDD, NIDDM non-insulin-dependent diabetes mellitus (type OLA L. occipito-laeva anterior (oksipitoanterior kiri
2 diabetesmellitus) [posisi feius])
NIST National Institute o{ Standards and Technology OLP L. occipito-laeva posterior (oksipitoposterior
NL nanoliter kiri [posisi fetus])
nm nanometer OLT L. occipito-laeva transversa (oksipitotransversa
NMDA N-tnethyl-D-aspartate kiri [posisi fetus])
NMN nicotinamide mononucleotide o,m. L. omni mane (setiap pagi)
NMR nuclear magnetic resonance OMD Doctor of Oriental Medicine
NMS neuroleptic malignant syndrome Omn. bih. L. omni bihora (setiap dua jam)
nn. L. nervi (saraf-saraf) Omn. hor. L. omni hora (setiap jam)
No nobelium Omn, noct. L. omni nocte (setiap nalam.l
No. numero (sebanyak) OMPA octamethyl pyrophosphoramide
NOAEL no observed adverse effect level 0m. quar, hor. L. omni quadrante hora (setiap seperempat jam)
Noct. L. nocte (pada malam hari) o.n. L. omni nocte (setiap malam)
Noct. maneg. L. nocte maneque (pada malam dan pagi hari) OPRT oroiate phosphoribosyitransferase
NOEL no observed effect level oPv poliovirus vaccine live oral
non repetat. L. non repetatur (jangan diulang) OR operating room
NOR nucleoiar organizing region ORF open reading frame
Np neptunium Orn ornithine
NPH neutral protamine Hagedorn ORS orai rehydration salts
NPN nonprotein nitrogen ORT oral rehydration therapy
NPO L. nil per os (tidak ada yang lewat mulut) OS L. oculus sinister (mata kiri)
NRC normal retinal correspondence Os osmium
NREM non-rapid eye movement OSAS obstructive sleep apnea syndrome
NRI selective norepinephrine reuptake inhibitor OSHA Occupational Safety and Health Administrahon
ns nanosecond OT old term (anatomi); Old tuberculin
NSAIA nonsteroidai inti-inflammatory analgesic (atau oTc over the counter; ornithine transcarbamoylase
agent) OTD organ tolerance dose
NSAID nonsteroidal anti-infl ammatory drug OU L. oculus uterque (masing-masing mata)
Lampiran 2 2471
OVD occlusal vertical dimension Pd palladium
oz ons (It. onza) PDA patent ductus arteriosus; posterior descending
P para; peta-; phosphate group; phosphorus; (coronary) artery
poise; posterior; premolar; proline; pupil PE phosphatidylethanolamine
P power; pressure; probability PEA pulseless electrical activity
Pr parental generation PEARS porcine epidemic abortion and respiratory syn-
Pz pulmonic second sound drome
PCOz tekanan parsial karbon dioksida (tekanan PEEP positive end-expiratory pressure
karbon dioksida) PEF peak expiratory flow
Pi orthophosphate PEFR peak expiratory flow rate
POz tekanan parsial oksigen (tekanan oksigen) PEG percutaneous endoscopic gashotomy; pneumo-
p pico-; proton; lengan pendek kromosom encephalography; polyethylene glycol
p150,95 glycoprotein p150,95 PEG-ADA PEG-adenosine deaminase
p momentum; (dalam statistika) probabilltas PEM protein-ener gy malnutrition
suatu kejadian PEN pharmacy equivalent name
p- Para- PEP phosphoenolpyruvate; preejection period
n hasil kali (dalam matematika) PET positron emissron tomography
n rasio keliling terhadap diameter lingkaran, PETN pentaerythritol tetranitrate
kurang-lebih 3 .1415926536; osmotic pressure PFES pelvic fl oor electrical stimulation
o fluks magnetik PG prosiaglandin; Pharmacopoeia Germanica
(| pseudouridine pc picogram
PA physician assistant; posteroanterior; pulmonary PGD preimplantation genetic diagnosis
PGD2, PGE2, lambang untuk berbagai prostaglandin
Pa pascal; protactinium PGFzq PGIz
PAB, PABA p-aminobenzoic acid PGL paraganglioma s;'ndrome
PAC premature atrial complex Ph Pharmacopeia; phenyl
PACU postanesthesia care unit PHA phytohemagglutinin
PAF platelet activating factor PHAl pseudohypoaldosteronism type 1
PAGE polyacrylamide gel electrophoresis phar pharmaceutical; pharmacopeia; pharmacy
PAH p-aminohippuric acid; phenylalanine hydroxy- Phar B L. Pharmaciae Baccalaureus (Bachelor of Phar-
lase macy)
PAHA p-aminohippuric acid Phar C Pharmaceutical Chemist
PAI plasminogen activator inhibitor Phar D L. Pharmaciae Doctor (Doctor of Pharmacy)
PALS periarterial lynnphoid sheath Phar G Graduate in Pharmacy
t-PAM L-phenylalanine mustard Phar M L. Pharmaciae Magister (Masier of Pharmacy)
PAN polyarteritis nodosa pharm pharmaceutical; pharmacopeia; pharmacy
PAO peak acid output Pharm D L. Pharmaciae Doctor (Doctor of Pharmacy)
PAP peroxidase-antiperoxidase (technique) PhB British Pharmacopoeia
Par. aff. L. pars affecta ftagian yang terkena) PhD L. Philosophiae Doctor (Doctor of Philosophy)
Part. aeq. L. partes aequales @agian-bagian yang sama) Phe phenylalanine
Part. vic. L. partitis vicibus (da1am dosis terbagi) PhG Graduate in Pharmacy ; Pharmacopoeia Germanica
PAS p-aminosalicylic acid; periodic acid-Schiff (reac- PHPA p-hydroxyphenylpyruvic acid
tion) PI phosphatidylinositol
PASA p-aminosalicylic acid PID pelvic inflammatory disease
PASG pneumatic antishock garment PIE pulmonary interstitiai emphysema; pulmonary
PAT paroxysmal atrial tachycardia infiltration with eosinophilia
PAWP pulmonary artery wedge pressure PIF proiactin-inhibiting factor; peak inspiratory
PB Phar ma c op o eia Bri t annic a flow
Pb timbal (L. plumbum) Pil. L. pilula (pil); L. pilr,rlae (pil-pil)
PBB polybrominated biphenyl PIP phosphatidylinositol 4-phosphate
PBG porphobilinogen PIPz phosphatidylinositol 4,5-biphosphate
PBI protein-bound iodine PIT plasma iron furnover
PBPC peripheral blood progeniior celis PJRT permanent julctional reciprocating tachycardia
PC phosphocreatine; phosphatidylcholine P'T paroxysmal junctional tachycardia
P.c, L. post cibum (setelah makan) PK pyruvate kinase
PCA passive cutaneous anaphyiaxis PKU, PKU1 phenylketonuria
PCB polychlorinated biphenyl PLED periodic lateralized epileptiform discharge
PcB titik dekat pada konvergensi PLEVA pityriasis iichenoides et varioliformis acuta
PCC prothrombin complex concentrate PLP proteolipid protein
PCD pterin-4o-carbinolamine dehydratase PLT primed ll.mphocyte tlping
PCE pseudocholinesterase PLTP phospholipid transfer protein
PCEC purified chick embryo cell vaccine Pm promethium
PCG phonocardiogram PMI point of maximal impulse
PCI percutaneous coronary intervention PMMA polinnethyl methacrylate
pci picocurie PMN poiyrnorphonuclear; polymorphonuclear neu-
Pcoz tekanan parsial karbon dioksida (tekanan kar- trophil
bon dioksida) PMR proportionate mortality ralio
PCOS polycystic ovary syndrorne PMS premenstrual slmdrome
PCP phencyclidine hydrochloride; Pneumocystis ca- PNET peripheral neuroectodermal tumor; primitive
rinll pneumonia neuro-ectodermal lumor
PCR poly.rnerase chain reaction; protein catabolic rate PNH paroxysmal nocturnal hemoglobinuria
PCT porphyria cutanea tarda PO L. per os (1ewat mu1ut, per oral)
PCV packed-ce1l volume - Poz tekanan parsial oksigen (tekanan oksigen)
PCWP pulmonary capillary wedge plessure Po polonium
PD prism diopter; interpupillary distance; perito- pOz, pOz tekanan parsial oksigen (tekanan oksigen)
neal dialysis POA pancreatic oncofetal antigen
Lampiran 2 2473
RDE receptor-destroying enzyme s entropy
RE radium emanation; right eye; retinol equivalent Sr first heart sound
Re rhenium Sz second heart sound
Rect, L. rectificatus (diralat) Ss third heart sound
Redig. in L. redigatur in pulverem (haluskan menjadi Sa fourth heart sound
pulv. serbuk) S1 Svedberg flotation unit
'detik
Red. in pulv. L. reductus in pulverem (haluskan menjadi s
serbuk) s, L. semis (setengah); L. sinister (kiri)
REG radioencephalography s L. sine (tanpa)
REM rapid eye movements; reticular erythematous s deviasi standar sampel
mucinosis s-1 seperdetik
R"p. L. repetatur (hendaknya diulang) jumlah
RES reticuloendothelial system o deviasi standar
radio frequency; rheumatoid factor g2 varians
RF
RFA right frontoanterior (posisi fetus) SA sinoatrial
RfD reference dose S.A, L. secundum artem (berdasarkan seni)
RFI renal failure index SACH solid ankle cushion heel
RFLP restriction fragment length polymorphism SAD seasonal affective disorder
RFP right frontoposterior (posisi fetus) SADS Schedule for Affective Disorders and Schizo-
RFT right frontotransverse (posisi fetus) phrenia; sudden adult arrhythmia (atau
RGN Registered General Nurse (Scotland) arrhythmic) death syndrome
RGO reciprocating gait orthosis s.A.L. L. secundum artis leges fterdasarkan kaidah-
Rh rhodium kaidah seni)
r-HUEPO recombinant human erythropoietin SAP sphingolipid activator protein (saposin)
RIA radioimmunoassay SARS severe acute respiratory syndrome
RID radial immunodiffusion SARS-CoV SARS-associated coronavirus
RIF resistance-inducing factor; right iliac fossa; SB sinus bradycardia
rilampin Sb antimon (L. stibium)
RIND reversible ischemic neurologic deficit SBE subacute bacterial endocarditis
RIPA radioimmunoprecipitation assay SBMA spinobulbar muscular ahophy
RISC RNA-induced silencing complex SC closure of semilurar valves; secretory comPo-
RIST radioimmunosorbent test nent; subcutaneous
RLF retrolental fibroplasia Sc scandium
RLL right lower lobe SCAT sheep celI agglutination test
RMA right mentoanterior (posisi fefus) ScD L. Scientiae Doctor (Doctor of Science)
RML right middle lobe ScDA L. scapuio-dextra anterior (skapuloanterior ka-
RMP right mentoposterior (posisi fetus) nan [posisi ferus])
RMT dght mentotransverse (posisi fetus) scDNA single copy DNA
RN registered nurse ScDP L. scapulo-dextra posterior (skapuloposterlor
Rn radon kanan [posisi fetus])
RNA ribonucleic acid SCFA short-chain fatty acid
RNAi RNA interference SChE serum cholinesterase
RNase ribonuclease SCI spinal cord injury
RNase I, pancreatic rib onuclease SCID severe combined immunodeficiency
RNase A ScLA L. scapuloJaeva anterior (skapuloanterior kiri
RNP ribonucieoprotein [posisi fetus])
ROA right occipitoanterior (posisi fetus) SCLC small cell lung carcinoma
rob robertsonian translocation ScLP L. scapulo-Iaeva posterior (skapuloposterior kiri
ROP right occipitoposterior (posisi fetus) [posisi fetus])
ROT right occipitotransverse (posisi fetus) SCM State Certified Midwife
RPF renal plasma flow sct scruple
RPh Registered Pharmacist scu-PA singie chain urokinase-type plasminogeh acti-
RPLND retroperitoneal lymph node dissection vator
IPIn revoiutions per minute SD skin dose; standard deviation
RQ respiratory quotient SDA L. sacro-dextra anterior (sakroanterior kanan
RRA Registered Record Administrator [posisi fetus])
rRNA ribosomal RNA SDE specific dynamic effect
RSA right sacroanterior (posisi fetus) SDP L. sacro-dextra posterior (sakroposterior kanan
RScA right scapuloanterior (posisi felus) [posisi fetus])
RSCN Registered Sick Children's Nurse SDS sodium dodecyl suifate
RScP right scapuloposterior (posisi fetus) SDS-PAGE SDS-poiyacrylamide gel electrophoresis
RSP right sacroposterior (posisi fetus) SDT L. sacro-dextra transversa (sakrotransversa
RST right sacrotransverse (posisi fetus) kanan [posisi fetus])
RSV respiratory syncytial virus; Rous sarcoma virus SE standard error; sphenoethmoidal suture
RTA renal tubular acidosis Se selenium
RTF resistance hansfer factor SED skin erythema dose
Ru ruthenium semel in d. L. semel in die (sekali sehari)
RUL right upper lobe Semih. L. semihora (setengah jam)
RV residual volume SEP somatosensory evoked potential
RVA rabies vaccine adsorbed Sept. L. septem (tujuh)
RVAD right veniricular assisi device seq. luce L, sequenti luce (hari berikutnya)
RVH right ventricular hypertrophy Ser serine
S sacral verteb.rae {S1-S5); serine; Siemens; SERM selective estrogen receptor modulator
smooth (colony); spherical lens; substrate; Serv. L. serva (menyimpan; mengawetkan) -,

sulfur; Svedberg unit SEWHO shoulder-elbow-wrist-hand orthosis


S, L. signa (tandai) SF-1 steroidogenic {acior 1
2474 Lampiran 2
SFEMG single fiber electromyography SR stimulation ratio
SGA Selective Global Assessment Sr strontium
SGOT serum glutamic-oxaloacetic transaminase sr steradian
SGPT serum glutamic-pyruvic transaminase SRBC sheep red blood cell
SHBG sex hormone-binding globulin SRF skin reactive factor
SHH Sonic Hedgehog (gene) SRH somatotropin-reieasing hormone
SHML sinus histiocytosis with massive lympha- SRIF somatotropin release-inhibiting f actor
denopathy (Rosai-Dorfman disease) SRN State Registered Nurse (England and Wales)
SI stimulation index; Systdme Intemational SRS-A slow-reacting substance of anaphylaxis
d'Unit6s (Sistem Satuan Internasional) SRT speech reception threshoid; speech recognrtion
Si silicon threshold
SIADH syndrome of inappropriate antidiuretic hor- SS somatostatin
mone ss. L. semis (setengah)
s.i.d. L. semel in die (sekali sehari) SSD source-skin distance
SIDS sudden infant death syndrome ssDNA single-stranded DNA
sig. L. signa (tandai) SSPE subacute sclerosing panencephalitis
Sig. n. pro. L. signa nomine proprio (iabeli dengan nama SSR simple sequence repeat
yang tepat) SSRI selective serotoni.n reuptake inhibitor
SIMV s;'nchronized intermittent mandatory ventila- ssRNA single-stranded RNA
tion SSS sick sinus syndrome; specific soluble substance
sing. L. singuiorum (masing-masing) s.s.s. L. stratum super stratum (lapisan di atas
Si non val. L. si non valeat (kalau jumlahnya tidak cukup) Iapisan)
Si op. sit L. si opus sit (kalau perlu) S.S.V. L. sub signo veneni (termasuk golongan racr-rn)
siRNA small interfering RNA ST sinus tachycardia
SISI short increment sensitivity indeS St stoke
SIV simian immunodeficiency virus st. L. stet (diamkan); L. stent (diamkan)
Si vir. perm. L. si vires permittant (kalau cukup kuat) STAT signai transducer and activator of transcription
SK streptokinase stat. L. statim (sekarang juga, segera)
SKSD streptokinase-streptodornase STD sexually transmitted disease
SKY spectral karyotype STE Subperiosteal tissue expander
sl slyke STI sexually transmitted infection; systolic time in-
SLA L. sacro-laeva anterior (sakroanterior kiri [posisi tervals
fetusl) STP standard temperature and pressure (0" C dan
SLAC scapholunate advanced collapse 760 mm Hg)
SLE systemic lupus erythernatosus STPD standard temperafure and pressure (dry)
SLO scanning laser ophthalmoscope STR short tandem repeat
SLP L. sacro-laeva posterior (sakroposterior klri STRP short tandem repeat polymorphism
. [posisi fetus]) STS serologic test for syphilis
SLT L. sacro-laeva transversa (sakrotransversa kiri su. L. sumat (pakailah)
[posisi fetus]) Sub fin. coct. L. sub finem coctionis (sampai mendidih)
Sm samarium SUDS sudden unexplained death syndrome
Sm 153-EDTMP samarium Sm 153 lexidronam sum. L. sumat (pakailah); L. sumendum (untuk
SMC selenomethylnorchoiesterol dipakai)
SMO supramalleolar orthosis SUZI subzonal insemination
SMON sub acute myelo-opticoneuropathy SV sinus venosus; simian virus; stroke volume
SMR standardized morbidity ratio; standardized sv40 simian virus 40
mortality ratio Sv sievert
s.N. L. secundum naturam (sesuai hakikatnya) SVC suPerior vena cava
Sn timah (L. stannum) SVT supraventricular tachycardia
SNAP sensoty nerve action potential syr. L. syrupus (sirup)
SNGFR single nephron glomerular filtration rate T intraocular tension; tera-; tesla; threonine; thy-
snoRNA small nucleolar RNA mine; ih)rmidine; tetanus toxoid; thoracic ver-
snoRNP small nucleolar ribonucleoprotein tebrae (T1-T12); triangulation number
SNP single nucleotide polymorphism T absolute temperature; kansmittance; lwisting
SNRI serotonin-norepinephrine reuptake inhibitor number
snRNA small nuclear RNA Tuz half-iife; half-time
snRNP smaIl nuclear ribonucleoprotein Tr tricuspid valve closure
SNS sympathetic nervous system T: triiodothyronine
SO sphenooccipital (sy'nchondrosis) Tr thyroxine
SOB shorbress of breath T- melting temperature; transport maximum; tu-
SOFAS Social and Occupational Functioning Assess- bular maximum
ment Scale t translocation
Sol. solution t temperature; .time
solv. L. solve (meiarutkan) hrz half{ife; half-time
SOMI sternal-occipital-mandibular immobilizer (p angle
S. op. s., S.O.S. L. si opus sit (kalau perlu) .E
mean life; torque (torsi)
sp. L. spiritus (roh) TA T erminologia Anatomica; toxin-antitoxin
SPA sperm penetration assay Ta tantalum
SPCA serum prothrombin conversion accelerator TAA tumor-associ.ated antlgen
(faktor Vll) TAC tetracaine, epinephrine (adrenaline), and co-
SPECT single-photon emission computed tomography caine (solution)
SPF specific-pathogen free; sun protection factor TAD 6-thioguanine, ara-C (cytarabine), dan dauno-
sp gr specific gravity mycin
sph spherical; spherical lens TAT Thematic Apperception Test; toxin-antitoxin
spir., Spt. L. spirihrs (roh) TB luberculosis
sQ subcutaneous Tb terbium
-

Lampiran 2 2475
TBG thyroxine-binding globulin TPA" t-PA tissue plasminogen activator
TBI traumatic brain injury; totai body irradiation TPHA Tr eponema pallidum hemagglutination assay
TBII TSH-binding inhibitory immunoglobulins TPN total parenteral nutrition; triphosphopyridine
TBW total body water nucleotide
TC transcobalamin TPP thiamine pyrophosphate
Tc technetium TR tricuspid regurgitation
TCDD 2,3,7,8 -teh achlorodibenzo-p-dioxin TRA tumor rejection antigen (tumor-specific trans-
TCIDso median tissue culture infective dose plantation antigen)
TCM traditional Chinese medicine TRALI transfusion-related acute lung injury
TCMI T cell-mediated immunitY TRAPS TNF-receptor-associated periodic syndrome
TCR T cell antigen receptor; transcription-coupled re- TRH thyrotropin-releasing hormone
pair Trid. L. triduum (tiga hari)
TCV tota] celi volume Trit. L. tritura (menghaluskan)
TDso median toxic dose tRNA transfer RNA
Td tetanus and diphtheria toxoids troch. L. trochiscus (tablet-isap) kyptophan
TDA TSH-displacing antibody Trp try-ptophan
Tdap diphtheria and reduced tetanus toxoids and TRU turbidity reducing unit
acellular pertussis vaccine TRUS transrectal ultrasonography
TDE tetrachl orodipheny lethane TS test solution; tricuspid stenosis
TDI toluene diisocyanate TSA lumor-specific antigen
t.d.s. L. ter die sumendum (untuk dipakai tiga kali TSD Tay-Sachs disease
sehari) TSE transmissible spongiform encephalopathy
TdT terminal deoxynucleotidyl transferase (prion disease)
Te tellurium TSF triceps skinfold
TeBG testosterone-esiradiol-bindin g globulin TSH thyrold-stimulating hormone
TED threshold erythema dose T-spine thoracic spine
TEE transesophageal echocardiography TSTA tumor-specific transplantation antigen
TENS transcutaneous electrical nerve stimulation TT therapeutic touch; thrombin time
TEOAE transient evoked otoacoustic emissions TTV thrombotic threshold velocity
TEPP tetraethyl pyrophosphate TU tuberculin unit
TESE testicular sperm extraction TUIP tralrsurethral incision of the prostate
TET treadmill exercise test; tubal embryo transfer TULIP transurethral laser-induced Prostatectomy
TF transfer factor TUMT transurethral microwave thermotherapy
TFF trefoil factor TUNA transurethral needle ablation
6-TG 6-thioguadne TUR transurethral tesection
TGE transmissible gastroenteritis TURBT transurethral resection of bladder tumor
TGF transforming growth factor TURP transurethral resection of the prostate
TGN trans-Go1gi network tus. L. tussis &atuk)
TGT ihromboplastin generation test TUVP transurethral vaporization of the prostate
TH tyrosine hydroxylase TWZ triangular working zone
Th thorium TXAz thromboxane Az
THA total hip arthroplasty TXBz thromboxane Bz
THAM tris (hydroxymethyl) aminomethane (trometha- Tyr tyrosine
mine) 'tzD thiazolidinedione
THC tetrahydrocannabinol U internationai unit of enzyme activity; unit; ura-
THF tetrahydrofolate; tetrahydrofolic acid cil; uranium; uridine
Thr threonine u atomic mass unit
Ti titanium UDP uridine diphosphate
TIA transient ischemic attack UK urokinase
TIBC total iron binding capacity ult. praes, L. ultimum praescriptus (terakhir diresepkan)
t.i.d. L. ter in die (tiga kali sehari) UMP uridine rnonophosphate
tinct. L. ti,nctura (tingtur) ung' L. unguentum (salep)
TIPS transjugular intrahepatic portosystemic shunt UPP urethral pressure profile
TIA total joint arthroplasty UPPP uvulop alatopharyngoplastY
TK thymidine kinase URR urea reduction ratio
TKA total knee arthroplasty US ultrasound
TKD tokod)'namometer USAN United States Adopted Names
TKG tokodymagraph USP Unit ed St at es Plurmacope ia
TI thailium USRDS United States Renai Data System
TLC total lung capacity; thin-layer chromatography Ut dict. L. ut dictum (sesuai atuian di resep)
TLI total lymphoid irradiation Utend. L. utendus (untuk dipakai)
TLSO thoracolumbosacra I orthosis UTI urinary tract infection
TLV threshold limit value UTP uridine triphosphate
Tm thulium w uitraviolet
TMA kimellitic anhydride UVA ultraviolet A
TMI transmandibular imp lant UVB ultraviolet B
TMST treadmill stress test UVC ultraviolet C
Tn normal intraocular tension V valine; vanadium; vision; volt; volume
TND lransmissible neurodegenetative disease (prion v voltage; volume
disease) V** laju maksimum reaksi yang dikatalisis oleh enzim
TNF tumor necrosis factor Vr tidal volume
TNM tumor-nodes-metastasis (staging) L. vena (vena)
TNS transcutaneous nerve stimulation 1) velocity; voltage
TNT trinitrotoluene VA visual acuity
TORCH toxoplasmosis, other agents, rube1la, cytomega- VAC vincristine, dactinomycin, dan cyclophospha-
lovirus, herpes simplex (syndrome) mide
2476 Lampiran 2
VACTERL vertebral, anal, cardiac, tracheal, esophageal, re- VPD ventricular premafure depolarization
nal, and limb (association) VPF vascular permeability factor
VAD ventricular assist device VPRC volume of packed red cells
Val valine VR vocal resonance
VAMP vincristine, methotrexate, 6-mercaptopurine, VRE vancomycin-resistant enterococci
dan prednisone VS volumetric solution
var. variety VSG variable surface glycoprotein
VATER vertebral defects, imperforate anus, Lracheo- VT ventricular tachycardia
esophageal fistula, radial and renal dysplasia L. venae (vena-vena)
(association) volume (zat terlarut) per volume (pelarut)
VATS" video-assisted thoracic (atau thoracoscopic) sur- VVS vulvar vestibulitis sprdrome
gery vw vessel wall
VBG vertical banded gastroplasty vwF von Willebrand factor
VC vital capacity vztc varicella-zoster immune globulin
VCG vectorcardiogram w frlptophan; tungsten (Jer. Wolfram); watt
VCU voiding cystourethro graphy w work; writhing number
VCUG voiding cystourethrogram; voiding cysto- WAIS Wechsler Adult Intelligence Scale
urethrography Wb weber
VD venereal disease WBC white blood cell; white blood cell count
VDH valvular disease of the heart WEE western equine encephalomyelitis
VDRL Venereal Disease Research Laboratories WHHL Watanabe heritable hyperlipidemic (kelinci)
VEE Venezuelar equine encephalomyelitis wHo World Health Organization; wrist.hand
VEGF vascular endothelial growth factor orthosis
VEP visual evoked potential wlsc Wechsler Intelligence Scale for Children
Vesic. L. vesicula (lepuhan) wt weight
VF vocal fremitus weight (zat terlarut) per volume (pelarut)
vt visual field X Kienbock unit; xanthine; xanthosine
VFib ventricular fibriilation x reaktansi
VFI ventricular flutter x rata-rata sampel
VHDL very-high-density lipoprotein x abscissa
VIG vaccinia immune globulin Xe xenon
VIP vasoactive intestinai polypeptide XIST X-inactivation-specific transcript (gene)
VISA vancomycin-intermediate Staphylococcus aureus XMP xanthosine monophosphate
VLA very late activation (antigen) XOAN X-linked ocular albinism (Nettleship-Fal1s)
VLBW very 1ow birth weight (bayi) XU excretory urography
VLCD very low calorie diet Y tyrosine; yttrium
VLDL very low-density lipoprotein v ordinate
VMA vanillylmandeiic acid YAC yeast artificial chromosome
VMD L. Veterinariae Medicinae Doctor (Doctor of Yb ytterbium
Veterinary Medicine) z nomor atom; impedansi
VNS vagal nerve stimulation ZIFT zygote intraf allopian transfer
VNTR variable number tandem repeats; variable num- Zn zirrc
ber of tandem repeats Zr zicronium
VP variegate porphyria ZSR zeta sedimentation ratio
VPB ventricular premature beat Zz. L. zingiber (jahe)
VPC ventricular premature complex
LAMPIRAN 3

SIMBOL

Alfabet'Yunani
Untuk informasi lebih lengkap tentang alfabet Yunani, termasuk pelafalannya dan transli-
terasinya, lihat bagian Daiar-dasar Etimologi Kedokteran, hlm. xxi di depan.

Kapital Huruf Kecil Nama Huruf Transkripsi

A d, alpha a
B B beta b
f v gamma
-
o
b
A 6 delta d
E epsilon e
Z C zeta z
H q eta c
@ e theta th
I t iota i
K K kappa 'k
A 2, lambda I
M tl mu m
N nu n
F F xi X
o o omicron o
II 1t pi P
P p rho r
t 6r9 sigma s
T I tau t
Y D upsilon y (kadang-kadang u)
o o Phi ph
X x chi ch (kadang-kadang kh)
V v psi Ps
f) (D omega 6

Simbol-simbol yang Lazim Digunakan dalam Silsilah Keluarga

ilo Laki-lakidan percmpu.ran bukan pengidap Propo$itus

:t Laki-ldkidaftperempu*npengidap n
"l
O
rfr
Subjek yaftg diperiksa

Moninggal @ Dua perempuan bukan pengidap

rc Menikah + Jenis kelamin tidak diketahui

n=c Pemlkahan sedarah


+ Hemil

ftlo Bercorai I Aborsi

rc
frc
Tldak ada keturunan t
S
Penggugu(an janin lakilaki pengidap
saat dalam kandungan
Lahir mati
Anakpercmpuandananaklaki-iaki
no o Perempuan karier t*rkait-X

rho Keturuna* tertarang (ilegal) ll O Karier resesil autosomal.

n ao Cki (lrad) multipei

db Kembarnoft-identik n O Kader penyu$uran-ul&ng kroffissomal

A Kembarid*ntik
m 0
_tr
llt?t
Nomal secara kromO$omal

Genolipe pada lokus-lokus polimorfik


berk€ltan
Uzl

Dari Rimoin; DL, el al., eds: Emery & Rimoin's Principles and Practice of Medical Genetics, srd ed. New
York: Churchill Livingstone, 1 995.

2477
247A Lampiran
Matematika dan Statistika
Simbol Arti
cx, probabilitas kesalahan Tipe I
B probabilitas kesalahan Tipe II
1-B power \dalam uji statistik)
* chi-square
Covar kovarians A dan B
CV koefisien keragaman
D t ik nonparame t r ik
st a t is
d statistik parametrik
E ekspektansi
e basis logaritma natural
F statistik F
f frekuensi, fungsi
Ho hipotesis nol
Ht hipotesis alternatif
HA hipotesis alternatif
ln logaritma natural
m median
Ir rata-rata populasi
N besar populasi
besar sampel
u derajat kebebasan
P probabilitas
P probabilitas suatu kejadian
P(A) probabilitas kejadian A
P(AD) probabilitas kejadian B setelah kejadian A (probabilitas kondisional)
q probabilitas kejadian alternatif (sama dengan 1 / p)
r koefisien korelasi sampel
R laju
p koefisien korelasi populasi
fs koefisien korelasi tingkat Spearman
t jumlah
s deuiasi standar sampel
92 aarinns sampel
o deviasi standar populasi
62 varians populasi
SD deviasi standar
SE kesalahan standar
t ( Student's) variabel uji-f
X absis
x rata-rata satnpel
l*l nilai absolut x
v ordinat

l plus
minus
t plus atau minus
X kali
bagi
sama dengan
mendekati
kongruen dengan, kurang{ebih sama dengan
=
kurang{ebih sama dengan
tidak sama dengan
lebih dari
lebih dari atau sama dengan
l tidak lebih dari
kurang dari
kurang dari atau sama dengan
d tidak kurang dari
r identik dengan
akar kuadrat
3l
akar pangkat tiga
'! faktorial
Persen
@ tak-terhingga
(n\
koefisien binomial
[rJ'"0
* pendekatan (dengan penyimpangan), dipakai di atas sebuah simbol
pendekatan (tanpa penyimpangan), dipakai di atas sebuah simbol
c himpunan bagian dari
l mengandung, himpunan semesta dari
("topi") irisan
("cangkir") gabungan
Lampiran 3 2479
Simbol-simbol Lain

@ axilla seperti (dalam rasio)


@ axilla jadi
@ hipodermik fraktur
o hipodermik gau8?
@ intramuskuler sudah dilakukan
@ intravena sudah diberikan
(Ll kiri jumlah
@ murmur Pon
@ mulut @ pada
lewat mulut @ tak-terbatas
murmur tak-terhingga
@ lewat mulut ketakterhinggaan
oral A perubahan
@ rektal perbedaan
rektum energi bebas Gibbs
kanan diopter prisma
tidak ada AA perubahan absorbansi
tanpa respons APH perubahan pH
asam At rentang wakfu
dan menyrmpang
meningkat bergeser
plus bertambah
positif naik
ada 1 meningkat
sedikit terdeteksi gas
++ sedang bertambah
aktif normal naik
reaksi nyata 1l respons ekstensor, tanda Babinski
terdeteksi adescensus testrs (undescended testis)
+++ meningkat + naik
aktif sedang \ turun
derajat keparahan sedang menurun
++/+ plus 2 di kanan, plus 1 di kiri J turun
0/0 0 di kedua sisi menumn
G) bermakna defisiensi
tidak ada defisit
alkali tertekan
menurun berkurang
berkurang mengendapkan
minus turun secara bilateral
negatif kdduanya turun
(-) tak-bermakna respons plantar, tanda Babinski
t plus atau minus descensus testis
positif atau negatif + turun
(t) mungkin bermakna TV meningkat karena efek in aioo
1x sekali JV menurun karena ef.ek in aivo
x2 dua kali fC meningkat karena interferensi kimiawi
2x dua kali selama assay
bagi JC menurun karena interferensi kirniawi
dalam selama assay
Per menyebabkan
derajat distal
iam tanpa perubahan
10 derajat satu reaksi berjalan ke kanan
satu jam - mengakibatkan
primer memindahkan ke
sekunder menghasilkan
derajat dua disebabkan oleh
dua jam berasal dari
30 tersier terjadi karena
derajat tiga reaksi berjalan ke kiri
240 24jam + reaksi reversibel
dua ? meragukan
F kaki,. ambigu
menit kedap-kedip
univalen mungkin
bivalen patut dipertanyakan
inchi tidak diketahui
detik sejajar
sampai dengan dua garis paralel
rasig normal
2480 Lampiran 3
Simbol-simbol Lain
c dengan oo laki-Iaki
6 tanpa
menandai
I
O
laki-laki
Perempllfln
memerikra tli lahir
{'d ditandai belum dipastikan
/e menandaidengan dianggap
q tidak sama sekali mati
" tekanan darah sistnlik kematian
' tekanandarah diastolik meninggal
L kuadran kananbawah & resep, arrbil
sudut siku-*iku $ otr$
T kuadran kanan atas fi ons cair
-I
J
kuadrankiri atas
kuadran kiri bawah
I
m
s{tuplt
mirtiffi
IA sudut
sudutmasuk
3
fr
draclnn, hnn
fluidrachm,fiuidrtn
A snrdut keluar
LAMPIRAN 4
PHOBIA

Takut akan: Phobia

air aquaphobia, hydrophobia, nautophobia


alat musik tiup aulophobia
alat penghukum rhabdophobia
aliran udara aerophobia, anemophobia
am{ibi herpetophobia
anak cacat, mengandung teratophobia
anak perempuan parthenophobia
anak-anak pedophobia
angin anemophobia
angka tiga belas triskaidekaphobia
anjing cynophobia
aPi pyrophobia
arah kanan/objek-objek di kanan dextrophobia
arah kiri/objek-objek di kiri levophobia
bacilli bacillophobia
banjir antlophobia
banyak hal pollphobia
batang mastigophobia, rhabdophobia
bau olfactophobia, osmophobia, osphresiophobia
bau, diri sendiri automysophobia, bromidrosiphobia
baulketidakbersihan diri sendiri automysophobia, bromidrosiphobia
bekerja ergasiophobia
benda tajam aichmophobia, belonephobia
bepergian hodophobia, dromophobia
berbau tidak sedap automysophobia, bromidrosiphobia
bercakap-cakap laliophobia, lalophobia
berdiri dan berjalan stasibasiphobia
berdiri stasiphobia
berjalan basiphobia
berkata tidak jujur mythophobia
berpikir phronemophobia, psychophobia
bicara keras phonophobia
bicara glossophobia, laliophobia, lalophobia
bintang siderophobia
boneka pediophobia
bulu hewan doraphobia
bunyr acousticophobia, phonophobia
burung ornithophobia
cacing pita taemophobia
cahaya matahari heliophobia
cahaya utara auroraphobia
cahaya photophobia
cedera traumatophobia
cermin eisoptrophobia, spectrophobia
coitus coitophobia
darah hematophobia, hemophobia
debu amathophobia
defek tubuh, imajiner dysmorphophobia
defekasi coprophobia
demam febriphobia, pyrexiophobia

2481
2482 Lampiran 4

Takut akan: Phobia

dicambuk mastigophobia, rhabdophobia


dit'tg cheimaphobia, cryophobia, psychropophobia
dipandangi scopophobia, scoptophobia
diri sendiri autophobia, monophobia
ditertawakan cata gelophobia, katagelophobia
dongeng/legenda mythophobia
dosa atau berdosa enosiophobia, hamartophobia, peccatiphobia
duduk thaasophobia
duduk, mengambil posisi cathisophobia, kathisophobia
ejekan catagelophobia, katagelophobia
ekskreta rektal coprophobia, scatophobia
fajar esophobia
feces coprophobia
gagasan ideophobia
gangguan ataxiophobia, ataxophobia
gedung, berada di dalam domatophobia
gelas/kaca crystallophobia, hyalophobia
gemetar tremophobia
genitalia perempuan eurotophobia
gerakan kinesophobia
gigi odontophobia
goresary mengalami amychophobia
gravitasi barophobia
hal-hal baru kainophobia, kainotophobia, neophobia
halilintar astraphobia, astrapophobia, brontophobia,
keraunophobia, tonitrophobia
hanfu phasmophobia, demonophobia
hereditas /penyakit herediter patroiophobia, patriophobia
hewan atau objek kecil microbiophobia, microphobia
hewan zoophobia
hewan-hewan kecil microbiophobia, microphobia
hubungan seksual coitophobia, cypridophobia, cypriophobia
hujan/hujan badai ombrophobia
hukuman poinephobia
hutan hylophobia
iblis/monster demonophobia
ikan ichthyophobia
inovasi neophobia
jalan agoraphobia, agyiophobia
jalan, menyeberang dromophobia
jalur kereta api siderodromophobia
jarum belonephobia
jembatan, menyeberang gephyrophobia
jenis kelamin genophobia
kabut homichlophobia
kanker cancerophobia, cancerphobia, carcinomatophobia,
carcinophobia
kapal laut nautophobia
kasih sayang seksual erotophobia
kasih sayang erotophobia
kata spesifik onomatophobia
kata, spesifik onomatophobia
katak batrachophobia
keabadian apeirophobia
keadaan sakit nosophobia, pathophobia
keadilan dikephobia
keasaman acerophobia
kebaruan kainophobia, kainotophobia, neophobia
kebasahan hygrophobia
kebugilan gymnophobia, nudophobi a
kecacatan dysmorphophobia
kecemburuan zelophobia
kedalaman bathophobia
kegagalan kakorrhaphiophobia
Lampiran 4 248,3

Takut akan: Phobia

keganasan cancerophobia, cancerphobia, carcinomatophobia, carcino-


carcinophobia
kegelapan achluphobia, noctiphobia, nyctophobia, scotophobia
kehampaan cenophobia, kenophobia
kehidupan sosial anthropophobia
kejutan/guncangan hormephobia
kekekalan apeirophobia
kekosongan cenophobia, kenophobia
kekotoran, diri sendiri automysophobia
kelelahan kopophobia
kelemahan asthenophobia
kelembapan hygrophobia
kelistrikan electrophobia
kematian necrophobia, thanatophobia
kemiskinan peniaphobia
kendaraan/wahana amaxoPhobia
keramaian demophobia, ochlophob ia
kereta api siderodromophobia
kerja berlebihan ponophobia
kerja ergasiophobia, ponophobia
kesalahan hamartophobia
kesenangan hedonophobia
kesendirian eremophobia, monophobia
ketakutan atau rasa takut phobophobia
keterasingan autophobia, eremophobia, monophobia
ketidakbenaran mythophobia
ketidakbersihan, diri sendiri automysophobia
ketidakrasionalan lyssophobia, maniaphobia
ketidakteraturan ataxiophobia, ataxophobia
ketinggian acrophobia, hyposophobia
kilat astraphobia, astrapophobia, keraunophobia
kilatan cahaya photaugiaphobia
komet cometophobia
kontaminasi coprophobia, molysmophobia, mysophobia, scatophobia
kotoran coprophobia, mysophobia, rhlpophobia, rupophobia
kotoran tubuh coprophobia, scatophobia
kucing ailurophobia, galeophobia, gatophobia
kuda equinophobia, hippophobi a
kulit hewan pterophobia
kulit, hewan doraphobia
kurungan claustrophobia
laba-laba arachnephobia, arachnophobia
laki-laki androphobia
laut nautophobia, thalassophobia
lebah apiphobia, melissophobia
lesi kulit dermatophobia
logam metallophobia
lorong/terowongan aulophobia
makan cibophobia, phagophobia, sitophobia
makanan cibophobia, phagophobia, sitophobia
makhluk halus demonophobia
malam achluphobia, noctiphobia, nyctophobia
mata ommatophobia
mayat necroPhobia
melahirkan anak maieusiophobia, tocophobia
melalaikan tugas paralipophobia
melewati objek yang tinggi batophobia
memanjat climacophobia
mencuri kleptophobia
mengandung anak cacat teratophobia
menjadi telanjang gymnophobia, nudophobia
menjadi tidak bersih automysophobia
menulis graphophobia
menyeberang jalan dromophobia
2484 Lampiran 4

Takut akan: Phobia

menyeberangi jembatan,/ sungai gephyrophobia


menyentuh aphephobia, haphephobia, haptephobia
meteor meteorophobia
mikroorganisme microbiophobia, microphobia
misil/peluru ballistophobia
mitos mythophobia
muntah emetophobia
nama/menamai/ dinamai onomatophobia
neraka hadephobia, stygiophobia
nyeri algophobia, ody.nophobia
obat pharmacophobia
objek yang tinggi batophobia
objek-objek besar megalophobia
objek-objek kecil acarophobia, microbiophobia, microphobia
objek-objek keramat hierophobia
operasi gigi odontophobia
orang anthropophobia
orang asing xenophobia
orang jahat sclerophobia
panas thermophobia
Parasit acarophobia, parasitophobia
pemecutan mastigophobia, rhabdophobia
pencambukan mastigophobia, rhabdophobia
pencekikan pnigerophobia
pencuri sclerophobia
penghinaan catagelophobia, katagelophobia
peniti belonephobia
penyakit jantung cardiophobia
penyakit kelamin cypridophobia, cypriphobia
penyakit kulit dermatosiophobia
penyakit otak meningitophobia
penyakit spesifik monopathophobia
penyakit turunan patroiophobia, patriophobia
penyakit nosophobia, pathophobia
penyakit, spesifik monopathophobia
peralatan mekanis mechanophobia
perampok harpaxophobia
PeremPuan gynephobia, gl.nophobia
pergerakan ergasiophobia
pernikahan gamophobia
perubahan kainophobia, kainotophobia, neophobia
phobia, perkembangan phobophobia
pikiran psychophobia
pisau aichmophobia
puing,/reruntuhan atephobia
rabies clmophobia, lyssophobia
racnn iophobia, toxiphobia, toxicophobia
radiasi radiophobia
rambut trichopathophobia, trichophobia
ramuan/obat pharmacophobia
rasa kecap/mengecap geumaphobia
rektum proctophobia
reptil herpetophobia
ruang terbuka agoraphobia, agyiophobia
ruang terfutup claustrophobia
rumah domatophobia, oikophobia
rumah" kembali ke nostophobia
salju chionophobia
samudera nautophobia, thalassophobia
segala hal panophobia, panphobia, pantophobia
semen spermatophobia
sendirian autophobia, eremophobia, monophobia
serangSa acarophobia, entomophobia
setan,/roh jahat demonophobia, satanophobia
Lampiran 4 248'5

Takut akan: Phobia

siang hari phengophobia


sifilis slphilophobia
simbolisme symbolophobia
sinar-X radiophobia
skabies scabiophobia
*"oo' phonophobia
:IXII phonophobia
sungai potamophobia
sungai, menyeberangi gephyrophobia
surga siderophobia, uranophobia
tali linonophobia
tangga climacophobia
tanggung jawab hypengyophobia
tebing curam cremnophobia
tempat tandus cenophobia, kenophobia
tempat-temPat tertentu topophobia
tempat-tempat umum agoraphobia, agyiophobia
tentara necrophobia
terbang aviophobia
tercekik anginophobia, pnigophobia
tergores amychophobia
terkubur hidup-hidup taphephobia
terkunci clithrophobia
terkurung claustuophobia, clithrophobia
tersentuh aphephobia, haphephobia, haptephobia
tidur hlpnophobia
tikus musophobia
tinja mysophobia, rhypophobia, rupophobia
tinja, diri sendiri automysophobia
trichinosis trichinophobia
tuberculosis phthisiophobia, tuberculophobia
tubuh telanjang/ketelanjan gan gymnophobia, nudophobia
Tuhan theophobia
tungau acarophobia
uang chrematophobia
udara segar aerophobia
udara aerophobia
ujung runcing/benda tajam aichmophobia
ular ophidiophobia
vaksinasi vaccinophobia
wajah memerah ereuthophobia, erythrophobia
waktu chronophobia
warna merah erythrophobia
warna chromatophobia" chromophobia
Lampiran 4 248'5

Takut akan: Phobia

siang hari phengophobia


sifilis syphilophobia
simbolisme symbolophobia
sinar-X radiophobia
skabies scabiophobia
*"uo' :
phonophobia
phonophobia
:xxlx
sungai potamophobia
sungai, menyeberangi gephyrophobia
surga siderophobia, uranophobia
tali linonophobia
tangga climacophobia
tanggung jawab hypengyophobia
tebing curam cremnophobia
tempat tandus cenophobia, kenophobia
tempat-temPat tertentu topophobia
tempat-tempat umum agoraphobia, agyiophobia
tentara necrophobia
terbang aviophobia
tercekik anginophobia, pnigophobia
tergores amychophobia
terkubur hidup-hidup taphephobia
terkunci clithrophobia
terkurung claustrophobia, clithrophobia
tersentuh aphephobia, haphephobia, haptephobia
tidur hlpnophobia
tikus musophobia
tinja mysophobia, rhypophobia, rupophobia
tinja, diri sendiri automysophobia
trichinosis trichinophobia
tuberculosis phthisiophobia, tuberculophobia
tubuh telanjang/ketelanjan gan gymnophobia, nudophobia
Tuhan theophobia
tungau acarophobia
uang chrematophobia
udara segar aerophobia
udara aerophobia
ujung runcing/benda tajam aichmophobia
ular ophidiophobia
vaksinasi vaccinophobia
wajah memerah ereuthophobia, erythrophobia
waktu chronophobia
warna merah erythrophobia
wama chromatophobia" chromophobia
TAMPIRAN 5

TABEL UNSUR
No.' No. No. No.
Nama* Simbol Atom Massat Nama* Simbol Atom Massat

Actinium Ac 89 1227) Meitnerium Mt 109 [268)


Aluminum A1 13 26.982 Mendelevium Md 101 [2s8]
Americium Am 95 [2431 Molybdenum Mo 42 95.94
Antimony sb 51 121,.760 Natrium Na 11 22.990
Argentum Ag 47 107.868 Neodarnium Nd 60 LM24
Argon Ar 18 39948 Neon Ne 10 20.180
Arsen As JJ 74.922 Neptunium Np e3 [237]
Astatin At 85 [2101 Nikel Ni 28 58.693
Aurum Au 79 196.967 Niobium Nb 41, 92.906
Barium Ba 56 137.327 Nitrogen N 7 74.007
Berkelium BK 97 12471 Nobelium No 102 lzsel
Beryllium Be 4 9.012 Osmium Os 76 190.23
Bismuth Bi 83 208.980 Oxygen o 8 1.5.999
Bohrium Bh r07 12641 Palladium Pd 46 106.42
Boron B 5 10.811 Phosphorus P 15 30.974
Bromin Br 35 79.904 Platinum Pt 78 195.078
Cadmium cd 48 1,12.41,1 Plumbum Pb 82 207.2
Calcium Ca 20 40.078 Plutonium Pu e4 12441
Califomium Cf 98 [2s1] Polonium Po 84 12091
Carbon C 6 12.007 Praseodymium Pr 59 140.908
Cerium Ce 58 1.40.1.L6 Promethium Pm 6r [145]
Cesium Cs 55 132.906 Protactinium Pa 9't 231.036
Chlorin C1 1.7 35.453 Radium Ra 88 [226]
Chromium Cr 24 5'1..996 Radon Rn 86 [222]
Cobalt Co 27 58.933 Rhenium Re 75 186.207
Cuprum Cu 29 63.546 Rhodium Rh 45 102.906
Curium Cm 96 12471 Rubidium Rb 37 85.468
Dubnium Db 105 [2621 Ruthenium Ru 44 t0].07
Dysprosium Dy 66 162.50 Rutherfordium Rf 104 12611
Einsteinium Es 99 [2s21 Samarium Sm 62 150.36
Erbium Er 68 167.26 Scandium Sc 2r M.956
Europium Eu 63 15t.964 Seaborgium Sg 106 [262]
Fermium Fm 100 12571 Selenium S€ u 78.96
Ferrum Fe 26 55.845 Silicon Si 14 28.086
Fluorin F 9 18.998 Stannum Sn 50 LL8.71.0
Francium Fr 87 12231 Strontium Sr 38 87.62
Gadolinium Gd 64 1,57.25 Sulfur S 76 32.066
Gallium Ga 31 69.723 Tantalum Ta 83 180.948
Germanium Ge 32 72.61. Technetium Tc 43 [e8]
Hafnium Hf 72 178.49 Tellurium Te 52 1,27.60
Hassium Hs 108 [2651 Terbium Tb 65 1,58.925
Helium He 2 4.003 Thallium TI 81 204.383
Holmium Ho 67 1,64.930 Thorium Th 90 232.038
Hydragyrum Hg 80 200.59 Thulium Tm 69 1.68.934
Hydrogen H 1 1.008 Titanium Ti 22 47.867
Indium In 49 114.818 Tungsten w 74 183.84
Iodin I 53 1.26.905 Unsur 110 110 12691
Iridium Ir 192.21.7 Unsur 111 111 [2721
Kalium K 19 39.098 Unsur 112 't12 12771
Krypton Kr 36 83.80 Uranium U 92 238.029
Lanthanum La 57 138.906 Vanadium V 23 50.942
Lawrencium Lw 103 12621 Xenon Xe 54 L3L.29
Lithium Li 3 6.941, Ytterbium Yb 70 173.04
Lutetium Lu 7L 174.967 Yttrium Y 39 88.905
Magnesium Mg 12 24.305 Zinc Zn 30 65.39
Mangan Mn 25 54.938 Zirconium Zr 40 91.224

:Nama untuk unsu|l lb dan selerusnya masih dalam penelitian.


tNomor-no.or
massa dikoreksi guna menyesuaikan dengan ke-1995 nilai menurut lnternational Union ol Pure and Applied Chemistry, dinyatakan hingga
titik desimal keempat, dibulatkan ke,sdperseribuan terdekat. Unluk unsur-unsur lanpa nuklida yang stabil, nomor massa isotop yang wakfu

248,6
LAMPIRAN 6
KESETARAAN SUHU CELSIUS DAN FAHRENHEIT
Celsius-Fahrenheil Fahrenheit-Celsius
.F .c "c
-40 40,0 9 48,2 58 L36,4 -40 40,0 55 1.2,7 ^146 OJ,J
19 18,2 10 50,0 59 138,2 -39 -39,4 60 15,5 1.47 63,8
-38 -36,4 11 51,8 60 140,0 -38 18,9 65 18,3 1.48 &,4
12 53,6 141,8 _47 70 149 65,0
-3/ -34,6 61. -38,3 21.,1
16 -32,8 13 55,4 62 143,6 -36 -37,8 75 23,8 150 65,5
-35 -31,0 74 57,2 63 745,4 -35 17,2 80 26,6 151 66,'1.
14 _)q ) 15 59,0 54 147,2 -34 16,7 85 29,4 L52 65,6
_JJ
-27,4 76 50,8 65 L49,0 _JJ *36,r 86 30,0 153 67,2
-32 -25,6 77 62,6 66 150,8 12 15,6 87 30,5 1.54 67,7
-31 *23,8 18 u,4 67 752,6 -31 -35,0 88 31,0 155 68,3
-30 -22,0 19 66,2 68 1.54,4 -30 144 89 37,6 156 68,8
:29 -20,2 20 68,0 69 156,2 -29 13,9 90 32,2 ^157 69,4
158,0 -28 21 7 158 70,0
-?'8 -1.8,4 2't 69,8 70 -J ),J 91
J7 -1.6,6 22 7t,6 71 159,8 12,8 92 JJ,J 1.59 70,5
-26 -14,8 23 73,4 72 161.,6 16 93 33,8 160 71.,1.

-25 -t3,0 24 75,2 73 163,4 -25 -J l,/ 94 34;4 "16't 71",6


-24 25 77,0 74 165,2 -24 95 35,0 L62 7t,
-1.L,2 -31,1
t3 -9,4 26 78,8 75 767,0 -/J 10,6 96 35,5 ^153

-22 -7,6 27 80,5 76 1.58,8 )2 -30,0 97 36,7 764 / J,J


11 -5,8 28 824 77 770,5 )1. --294 98 36,6 165 73,8
4,0 29 84,2 78 172,4 _20 18,9 98,6 37,0 766 74,4
-20
-19 30 86,0 79 174,2 -1.9 -28,3 99 167 75,0
-18 4A 31 87,8 80 176,0 -18 -27,8 100 J/,/ 168 75,5
-'t7 +14 JZ 89,6 81 177,8 -17 101 38,3 169 76,1
-16 91,4 82 179,6 -16 16,7 702 38,8 170 76,6
-15 5,0 34 93,2 83 181.,4 -15 -26,L 103 39,4 17't
-1.4 5,8 35 95,0 84 L83,2 -14 -25,6 704 40,0 172 77,7
-13 8,6 36 95,8 85 185,0 -13 15,0 105 40,5 1.73 78,3
-72 L0,4 J/ 98,6 86 1-86,8 -1.2 -24,4 105 41,1. 774 78,8
-11 L2,2 38 100,4 87 1.88,6 -11 -23,9 1.07 47,6 175 79,4
-10 1.4,0 39 1.02,2 88 190,4 -10 )3,3 108 42,2 776 80,0
15,8 40 L04,0 89 10, t -9 J2,8 109 42,7 177 80,5
-9
-8 1.7,6 41. 105,8 90 194,0 -8 110 43,3 \78 87,1
-7 79,4 42 107,6 9L 195,8 -7 111 43,8 179 81,6
-6 21,2 43 109,4 92 1.97,6 4 -21,'t L12 M,4 180 82,2
-5 23,0 44 11.1.,2 93 799,4 -5 -20,6 113 45,0 181 82,7
4 24,8 45 113,0 94 201.,2 4 -20,0 .t74 45,5 782 83,3
_J zo,o 46 114,8 95 203,0 115 46,7 183 83,8
-J -19,4
*2 28,4 47 1.16,6 96 204,8 -18,9 1.1.6 46,6 184 84,4
-1 30,2 48 718,4 97 206,6 -l -18,3 1.77 47,2 l6t 85,0
-0 32,0 49 720,2 98 208,4 0 -1.7,8 118 47,7 1.86 85,5
+l 33,8 50 1.22,0 99 21.0,2 +1 1.1.9 48,3 r87 86,L
2 35,6 51 123,8 100 272,0 5 -15,0 720 48,8 188 86,6
3 37,4 52 125,6 101 213,8 10 =12,2 72] 49,4 189 87,2
4 39,2 53 1a7 L 1.02 215,6 15 -9,4 122 50,0 190 87,7
5 4t,0 5! 1)a 7 103 21.7,4 20 4,6 123 50,5 1.97 88,3
6 42,8 55 131,0 704 2't9,2 1a -3,8 124 51,7 192 88,8
7 M,6 56 1.32,8 105 221.,0 30 -L,1 125 51,6 193 89,4
8 46,4 57 134,6 106 ,)i I 31 -0,5 126 52,2 794 90,0
J1 0 127 52,7 195 90,5
+0,5 128 5J,3 1.96 91.,1.
u 1.,L 129 53,8 t97 9L,6
35 1,6 130 544 198 o1 a
36 11 131 55,0 ,t99 92,7
.7/ 2,7 132 55,5 200 93,3
38 J,J 133 55,1. 207 93,8
39 3,8 134 56,6 202 94,4
40 4,4 135 57,2 203 95,0
4L 5,0 136 57,7 204
5,5 1.37 58,3 205 96,L
43 6,1. 138 58,8 206 96,6
44 6,6 L39 59,4 207 97,
45 t40 60,0 208 oav
46 7,7 T4"I 60,5 209 98,3
8,3 L42 61.,1 2L0 98,8
48 8,8 143 61.,6 2t1. 99,4
49 AL 1.44 52,2 212 100,0
50 10,0 t45 627 213 100,5

2487
LAMPIRAN 7

SATUAN PENCUKURAN

Kelipatan dan Subkelipatan pada Sistem Metrik

Kelipatan dan Subkelipatan Faktor Pengali Awalan Lambang

1.000.000.000.000 (1otz; tera- T


1.000.000.000 (10) giBa- G
1.000.000 (109 mega- M
1.000 (10:; kilo- k
100 (10'?) hecto- h
10 (10) deka- da

' 0'1' (10') deci- d


0,01 (10') centi- c
0,001 (10 3) milli- m
0,000 001 (10-6) micro- p
0,000 000 001 (1tr) nano- n
0,000 000 000 001 (10-tz; pico- p
0,000 000 000 000 001 (ro+; femto- f
0,000 000 000 000 000 001 ta; atto-
Qo a

TABEL SATUAN MASSA


Satuan Massa
Metrik dan Avoirdupois

Kilogram Gram Miligram Grain Dram Ons Pon


1 1000 1,0 x 10e 7'5432 x lQ+ 564,3776 35,2736 2,2045
0,001 1 1000 1,5,4324 0,5644 0,0353 0,002205
1,0 x 10< 0,001 1 0,0154 = 5,6438 x10a 3,53 x 10-s 2,2046 x1,0a
6,48 x 10 s 0,0648 64,8 1, 0,0366 0,0023 1,4 x 10a
0,0018 1,,772 1771,632 27,34 1 0,0625 0,0039
0,0284 28,350 2,8350 x 70a 437,5 1,6 1 0,062s
0,4536 453,5924 4,536 x 70s 7000 256 76 1"

Metrik dan Apothecary

Kilogram Gram Miligram Grain Scruple (9) Dram (3) Ons (s) Pon (s)
1 1000 1,0 x 106 1,,5432 x 104 771,6049 257,2076 32,7512 2,6792
0,001 1 1000 15,4324 0,7776 0,2572 0,03215 0,002679
1,0 x 1Qt 0,001 1. 0,0154 7,7160 x 70a 2,5720 x70a 3,21,51, x 10-s 2,6792 x 1,0-6
6,48 x 10-s 0,0&8 64,8 1 0,05 0,0767 0,0021 I,7 xlQ-t
0,007296 1,,296 1296 20 1 0,333 0,042 0,0035
0,003888 3,888 3888 60 J 1 0,725 0,0104
0,03110 31,1.03 31,103 x 10a 480 24 8 1 0,0833
0,3732 373,241,8 Z,7J x 1-0a 5760 288 96 12
.l

-Joint
Committee on Accreditation of Health Care Organizations (JCAHO) merekomendasikan penggunaan saluan metrik, bukan satuan apothecary

24Aa
Lampiran 7 2489

Metrik dan lroy

Satuan Kapasitas Cairan


Metrik dan Apothecarf

Dram Ons
Liter Desiliter Mililiter Minim Cairan Cairan Pint Quart Galon (AS)

1 10 1000 1,,623 x70a 270,5 33,8 2,773 7,056 0,2647.


0,1 1 100 1623 27,05 3,38 0,2113 0,1056 0,0264
0,001 0,01 1 16,23 0,2705 0,0338 0,0021,13 0,001056 2,6406 x10a
6,1"61 x !Q-s 6,161 x10+ 0,061,61. 1 0,01,66 0,002 1,,302 x 70< 6,51 x 1.0-s 1,,628 x 10-s
0,003697 0,03697 3,6967 60 L 0,1,25 0,0078 0,0039 9,7656 x 10-s
0,02957 0,2957 29,5737 480 , 81 0,0625 0,0312 0,0478
04731 4,731,8 473,179 7680 128 1,6 1 0,5 0,125
0,9464 9,4636 946,358 1,536 x 10+ 256 32 2 1 0,25
3,7854 37,8543 3785,434 6,1440 x1.04 1024 128 8 4 1

*Joint committee on Accreditation ol Health care organizations (JCAHO) merekomendasikan penggunaan satuan metrik, bukan satuan apothecary

Kesetaraan Kasar Takaran-Takaran Rumah Tangga

Tetes Minim SendokTeh Sendok Makan Ons Cairan Cangkir (atau gelas)* Mililiter

1 1 1/ 60 0,061,61,

60 60 1 1/3 r/8 5
180 180 J 1 1/2 itu 15
240
48 16 8 1,

*Satu gelas dianggap setara dengan satu cangkir (8 ons).

Satuan Paniang

Mikrometer Milimeter Sentimeter Meter Kilometer lnchi


1 0,001 1,0 x 1f 1,0 x 10{ 1,0 x10-e 3,937 x 10 5 3,281' 1.04 1.,0936 x 10+
1,0 x 10s 1 1,0 x 10{ 1,0 x 10-: 1,0 x 10{ 0,03937 . 0,003281. 0,001094 u2rr, , ro ,
1,0 x 104 10, t 1,0 x 10-2 1,0 x 10-s 0,3937 0,0328r 0,01094 6,21.37 xI0<
1,0 x 10e 1000 100 i 0,001 39,37 3,2808 1.,0936 6,2^137 xLV
1,0 x 10s 1,0 x 100 1,0 x 10s 1000 1 3,937 x 1.04 3280,84 1093,51.21. 0,621.4

1,0 x 10to 1,0 x 107 1,0 x1.04 1,0 x 10+ 10


' 3,937 x10s 3,281 x 1.04 1,0936 x 1.04 6,2137
2,54xlU , q/- 0,0254 2,54 x 10 s 1 0,08333 0,02778 1,5783 x 10-5
3,048 x 10s 304,8 3048 0,3048 3,048 x 104 72 1 0,3333 1,8939 x 101
9,1.44 x 7Os 914,4 91,44 0,9144 9,lM'104 36 3,0 1 5,6818 x 10r
"t760
1,6093 x 10e 1.,6093 x 06 1,6093 x 10s 7609,34 1,6093 6,336 x L0a. 5280 1
LAMPIRAN 8
KISARAN RUIUKAN UNTUK INTERPRETASI
UJI LABORATORIUM'F
Kisaian Rujukan untuk Hematologi

uii Satuan Konvensional Satuan Sl

Hemolisis asam (uji Ham) Tidak ada hemolisis Tidak ada hemolisis
Fosfatase alkali, leukosit Skor total, 14-100 Skor total, 14-1.00
Hitung sel
Eritrosit
Laki-laki 4,6-6,2 juta/mn:.3 n'UU,, lgtz/L
Perempuan 4,2-5,4 jrfia/mms
"r 1gtz/L
n,r-U,n
Anak-anak (bervariasi sesuai umur) 4,5-5,L jfta/rnmt n,r-U,, * lgtz/L
Leukosit, total 4500-11.000/mm3 4,5-1L,0 x 1,0e /L
Leukosit, hitung jenis+
Mielosit o"/" 0/L
Neutrofil batang 3-5% 150-400 x706/L
Neutrofil segmen 54-62% 3000-5800 x1,06/L
Limfosit 25-33% 1500*3000 x1,06/L
Monosit 3-7% 300-500 x106/L
Eosinofil 1.-3% 50-250 x L06 /L
Basofil o-1% 15-50 x 106/L
Trombosit 150.000-400.000/mma 15H00 xlje/L
Retikulosit 25.000-2S.000/--, 25-75 x 10e /L
(0,5-1,,5% dari jumlah eritrosit)
Uji koagulasi
Masa perdarah an (template) 2,75-8,0 mnt 2,75-8,0mnt
Masa pembekuan (tabung kaca) 5-15 mnt 5-15 mnt
DDimer <0,5 pg/mL <0,5mg/L
Faktor VIII dan faktor koagulasi lainnya 50-150% dari nilai normal 0,5-1,5 kali nilai normal
Produk degradasi fibrin (uji Thrombo-Wellco) <10 pglmL <70mg/L
Fibrinogen 200-400 mg/dL 2,04,0 g/L
Masa tromboplastin parsial, teraktivasi (aPTT) 20-25 det 20-35 det
Masa Protrombin (PT) 12,0-74,0 det 12,0--t4,0 det
Uji Coombs
Direk Negatif Negatif
Indirek Negatif Negatif
Nilai-nilai korpuskuler eritrosit
Hemoglobin korpuskuler rata-rata (MCH) 26-34pg/ sel 26-34p9/sel
Volume korpuskuler rata-rata (MCV) 80-96 pma 80-96 fL
Konsentrasi hemoglobin korpuskuler rata-rata(MCHC) 32-36 g/dL 32V360 g/L
Haptoglobin 20-L65mg/dL 0,N-1,65 g/L
Hematokrit
Laki-laki 40-54mL/dL 0404,s4
Perempuan 3747 mL/dL 0,37-0,47
Bayi baru lahir 49-54mL/dL 0,494,54
Anak-anak (bervariasi sesuai umur) 3549mL/dL 0,354,49
Hemoglobin
Laki-laki 13,0-18,0 g/dL 8,I-11,2 mmol/L
Perempuan 12,0-1,6,0 g/dL 7,4-9,9 mmol/L
Bayi baru lahir 16,5-19,s g/dL 1,0,2-12,Lmmol/L
Anak-anak (bervariasi sesuai umur) 11,,2-1,6,5 g/dL 7,0-L0,2 mmol/L
Hemoglobin, janin <1,0% dari kadar total <0,01 kali kadar total
Hemoglobin A1" 3-5% dari kadar total 0,03-0,05 kali kadar total
Hemoglobin Az 1,5-3,0o/" dari kadar total 0,015--0,03 kali kadar total
Hemoglobin, plasma 0,0-5,0 mgldl 0,0-3,2 pmol/L
Methemoglobin 30-130 mgldl, 19-80 pmol/L
Laju Endap Darah (LED)
Wintrobe:
Laki-laki 0-5 mm/jam 0-5 mm/jam
Perempuan 0-15 mm/jam 0-15 mm/jam
Westergren:
Laki-laki 0-15 mm/jam 0-15 mm,/jam
Perempuan 0-20 mm/jam 0-20 mm/jam
'Dari William Z. Borer, MD, dan Laura J. McCloskey, PhD, Relerence lntervals for the lnterpretation of Laboratory Tests. Dalam Robert E, Rakel (ed.), Conn's
Current Therapy 2007. Philadelphia,' Elsevier, 2003.
tsatuan konvensional berupa persentase; satuan Sl berupa hitung-sel absolut.

2490
Lampiran 8 2491

Kisaran Rujukan'untuk Kimia Kllnis (Darah, Serum, dan Plasma)

Analit Satuan konvensional Satuan Sl

Asetoasetat plus aseton


Kualitatif Negatif Negatif
KuantitatiJ 0,3-2,0mg/dL 30-200 pmol/L
Fosfatase asam, serum (substrat timolftalein monofosfat) 0,1.4,6U/L 0,1,4,6U/L
ACTH (lihat Kortikotropin)
Alanin aminotransferase (ALT), serum (SGPT) 145U/L 145U/L
Albumin, serum 3,3-5,2g/dL 33-s2g/L
Aldolase, serum 0,0-7,0u/L 0,0-7,0u/L
Aldosteron, plasma
Berdiri 5-30 ngldl. 140-830 pmol/L
Berbaring 3-'l.0ng/dL 80-275pmoI/L
Fosfatase alkali (ALP), serum
Dewasa 3s-150 U/L 35-150 U/L
Remaja 100-500 u/L 100-s00 u/L
Anak-anak 100-350 u/L 100-350 u/L
Nitrogen amonia, plasma 10-50 pmol/L 10-50 pmol/L
Amilase, serum 25-125U/L 25-12sU/L
Anion gap, serum hitungan &16mEq/L 8-16 mmol/L
Asam askorbat, darah 0,4-l,5mg/dL 23-85 pmol/L
Aspartat aminotransferase (AST), serum (SGOT) 1-36V/L r-36U /L
Ekses basa, darah arteri, hitungan 0 t 2 mEq/L 0+2 mmol/L
Bikarbonat
Plasma vena 23-29mEq/L 23-29 mmol/L
Darah arteri mEq/L
21.-27 2l-27 mmol/L
Asam empedu, serum 0,3-3,0 mgldl- 0,8-7,6 pnol/L
Bilirubin, serum
Terkonjugasi O,1.4,4mg/dL 1.,7-4,8 Vmol/L
Total 0,3-1,1m9/dL 5,1,-1,9,0 pmol/L
Kalsium, serum 8/-10,6mg/dL 2,10-2,65mmol/L
Kalsium, terionisasi, serum 4,25-5,25lr.g/dL 1,05-1,30 mmol/L
Karbon dioksida, total, serum atau plasma 24-31.mEq/L 24-Slmrr.ol/L
Karbon dioksida, tekanan parsial (Pcoz), darah 3545mmHg 35-45 mmHg
60-260 pg/dL 1.,1.-8,6 pmol/L
B-karoten, serum
Seruloplasmin, serum 23-44m9/dL 230-M0mg/L
Klorida, serum atau plasma 96-106mEq/L 9G106 mmol,i L
Kolesterol, serum atau plasma EDTA
Kisaran ideal <200mg/dL <5,20 mmol,/L
Kolesterol low4ensi ty lipoprotein (LDL) 60-180 mgldL 1.,5A,65 mmol/L
Kolesterol hlf 4ensity lipoprotein (HDL) 3G-80 mgldl 0,80-2,05 mmol/L
Tembaga 70-140 pg/dL 71-22pmol/L
Kortikohopin (ACTH), plasma, 8 pagi 10-80 pglml 2-1.8pmol/L
Kortisol, plasma
8 PaF 6-23 pg/dL 17M30 pmol/L
4 sore 3-1s pg/dL 80-410 pmol/L
10 malam <50% dari kadar 8 pagi <50% dari kadar 8 pagi
Kreatin, serum
Laki-Iaki 0,24,5mg/dL 15-40 pmol,/L
Perempuan 0,34,9m9/dL 25-70 vlr.ol/L
Kreatin kinase (CK), serum
Laki-laki 55-170U /L 55-170U/L
Perempuan 30-135 U/L 30-135 U/L
Kreatinin kinase MB, isoenzim, serum <5% dari aktivitas CK total <5% dari aktivitas CK total
<5,A ng / mL, dengan immunoassay <5,0 ng / nr.L, dengan immunoassay
Kreatinin, serum 0,6-l,2mg/dL 50-110 pmol/L
Estradiol-17B, dewasa
Laki-laki 1G-65 pglml 35-240pmoI/L
Perempuan
Fase folikuler 30-100 pg,/ml L10-370pmol/L
Fase ovulatorik 200400pg/mL 730-1470 pmol/L
Fase luteal 5G-140 pglmL 180-510 pmol/L
Ferritin, serum 20-200ng/mL 20-200 pg/L
Fibrinogen, plasma 200-400 mg/dL 2,04,0 g/L
Folat, serum }-18 nglml- 6,84,7nmol/L
Eritrosit 145-540 nglmL 33G-1220 nmol/L
F ollicle-*timulating hormone (FSH), plasma
Lakilaki +-25mU/mL 4-25U/L
Perempuan, pramenopause rt-30 mU/mL 4-30U/L
Perempuan, pascamenopause 4G-250 mU/mL 40-250U /L
Gastrin, puasa, serum G-100 pglmL G-100 mgll-
Glukosa, puasa, plasma atau serum 70-100n9/dL 3,9-5,55 nmol,/L
y-glutamiltransferase (GGT), serum 540V/L 540U/L
2492 Lampiran 8

Kisaran Rujukan* untuk Kimia Klinis (Darah, Serum, dan Plasma) lanjutan

Analit Satuan konvensional Satuan Sl

Hormon pertumbuhan (hGH), plasma, dewasa, puasa 0-6ng/mL 0-6 pg/L


Haptoglobin, serum 20-1.65mg/dL 0,20-7,65 gm/L
B-Hidroksibutirat 0,2-2,Bmg/dL 20-280 prnol/L
Imunoglobulin, serurn (lihat tabel Kisaran Rujukan
untuk Uji-uji Fungsi Imunoiogik)
Besi, serum 75-175 pg/dL 13-31 pmol/L
Kapasitas pengikatan besi, serum
Total 25041,0 pg/dL 45-73 pmol/L
Saturasi 20-55% 0,20-0,55
Laktat
Venous whole blood 5,0-20,0 mg/ dL 0,6-2,2mmol/L
Arterisl whole blood 5,0-15,0 mg/ dL 0,6-1,7 mmol/L
Laktat dehidrogenase (LD), serum 11,0-220U /L 710--220U/L
Lipase, serum 1,0-140U/L 1,0-140U /L
Lutropin (LH), serum
Laki-laki 1-9U/L 1-9 U /L
Perempuan
Fase folikuler 2-1,0U/L 2-1,0U/L
Puncak pertengahan-siklus 15-65U/L 15-65U/L
Fase luteal 1,-12U/L 1"-12U/L
Pascamenopause 12-65U/L 12-65U /L
Magnesium, serum 1,3-2,1"mg/dL 0,65-1,05 mmol/L
Osmolalitas 275-295 mOsm/kg air 275-295 mOsm/kg air
Oksigen, darah, arteri, udara ruangan
Tekanan parsial (PaOz) 80-100 mm Hg 80-100 mm Hg
Saturasi (SaOz) 95*98% 95-980/"
pH, darah arteri 7,35-7,45 7,35-7,45
Fosf at, inorganik, serum
Dewasa 3,04,5mg/dL 1,0-1,5 mmol/L
Anak-anak 4,0-7,0mg/dL 1,3-2,3mrrrol,/L
Kalium
Serum mmol/L
3,5-5,0 3,5-5,0 mEq/L
Plasma 3,54,5mBq/L 3,54,5mBq/L
Progesteron, serum, dewasa
Laki-laki 0,0-0,4ng/mL 0,0-1,3 mmol/L
Perempuan
Fase folikuler 0,1-1,,5ng/mL 0,3-4,8 mmol/L
Fase luteal 2,5-28,0 ng/mL 8,0-89,0 mmol/L
Prolaktin, serum
Laki-laki 1,0-15,0 ng/mL 1,,0-1,5,0 ptg/L
Perempuan L,V20,0ng/mL 1,,0+0,0 1tg/L
Protein, serum, elektroforesis
Total 6,0-8,0 g/dL 60-80 g/L
Albumin 3,5-5,5 g/dL 3s-55 g/L
Globulin
d,1 0,2-0,4g/dL 2,0a,0 g/L
d2 0,5-0,9 g/dL 5,0-9,0 g/L
B 0,6-1,,1, g/dL g/L
6,0-1,1,,0
v 0,7-7,7 g/dL 7,0-77,0 g/L
Piruvat, darah .A3-0,9 rr:.g/dL 0,03-0,10 mmol/L
Faktor reumatoid 0,0-30,0 lUlmL 0,0-30,0 kru/L
Natrium, serum atau plasma L35-145 mEq/L 135-145 mmol/L
Testosteron, plasma
Laki-laki, dewasa 300-L200 ng/ dL L0,44L,6nmol/L
Perempuan, dewasa 20-75 ng/dL 0,7-2,6nmol/L
Perempuan hamil 40-200 ngldl 1.,4-6,9 rrmol/L
Tiroglobulin 342ng/mL 342ytg/L
Tirohopin (hTSH), serum 0,4-4,8 yil /mL 0,44,8mIU/L
Thyrotropin-releasing hormone (TRTI) 540pg/mL 5-60ng/L
Tiroksin (FTa), bebas, serum 0,9-2,7ng/dL 1.2-27 pmol/L
Tiroksin (T+), serum 4,5-72,0 1tg/dL 58-154 nmol/L
T1'ry r oxtne-b in din g gl obulin (T BG) 1,5,0-34,0 pg/mL 1,5,0-34,0rrrg/L
Transferin 250430mg/dL 2,54,3g/L
Trigliserida, serum, pasca-puasa 12 jam 40-150 mgldL 0,4-1,,5 g/L
Triiodotironin (T:), serum 70-190 ng/ dL L,L-2,9 nmol/L
Ambilan triiodotironin, resin (T3RU) 25-38% 0,254,38
Urat
Laki-iaki 2,5-8,0mg/dL 150-480 vmol/L
Perempuan 2,2-7,0rr.9,/dL L30420 pmol/L
Lampiran I 2493

Kisaran Rulukan* untuk Kimia Klinis (Darah' Serum, dan Plasma) Ianiutan

Analit Satuan konvensional Satuan Sl

Urea, serum atau plasma 2449 mg/dL 4,0-8,2nmol/L


Urea, nitrogen, serum atau plasma 1L-23m9/dL 8,0-1.5,4 nmollL
Viskositas, serum I,4-1,8 x viskositas air 1.,4-1.,8 x viskositas air
Vitamin A, serum 20-80 1tg/dL 0,70-2,80 pmol/L
Vitamin Bu. serum 180-900 Pglml 133-664pmol/L

'Nilai rujukan dapat bervariasi, tergantung pada metode dan sumber sampel yang dipakai

Kisaran Rujukan untuk Pemantauan Obat Terapeutik (Serum atau Plasma)*

Analit Kisaran Terapeutik Konsentrasi Toksik Nama Dagang

Analgesik
Acetaminophen 10-40 pglml >150 prglml- Tylenol, Datrii
Salicylate 100-250 pglml >300 pg,/ml Aspirin, Bufferin

Antibiotik
Amikacin 20-30 pg/mL Purcak 235 pglml Amkin
Terendah >10 pglml
Gentamicin 5:10 pglml Puncak >10 pglmL Garamycin
Terendah >2 pg/mL
Tobramycin 5-10 pglml Puncak >10 pglml Nebcin
Terendah >2 pg/mL
Vancomycin F-35 pg,/ml Puncak >40 pg/mL Vancocin
Terendah >10 pglml
Antikonvulsan
Carbamazepine 5-12 pg/mL >15 prglmL Tegretol
Ethosuximide 40-100 pglml >250 Stg/mL Zarontin
Phenobarbital 1540 pg/mL 40-100 nglmL (sangat bervariasi) Luminal
Phenytoin 10-20 pg/mL >20 pg/mL Diiantin
Primidone 5-72 pg/mL >L5 ytg/mL Mysoiine
Asam valproat 50-100 pglml >100 Pg,/mL Depakene

Antineoplastik dan Imunosupresan


Cyclosporine 100-300 >400 nglml Sandimmune
Methotrexate, dosis tinggi,48 jam Bervariasl^g/mL >1 prnol / L, 48 1am setelah pemberian
Tacrolimus (FK-506), whole blood 3-20 1tg/L >15 pgll Prograf

Bronkodilator dan Stimulan Pernapasan


Caffeine 3-15 nglml, >30 nglml, Elixophyllir
Theophylline (aminophylline) 1.0-20 pg/mL >30 pglmi, Quibron'
Obat Kardiovaskuler
Amiodarone (spesimen diambil iebih 7,01,0 pg/mL >2,0 pg/mL Cordarone
dari 8 jam setelah dosis terakhir)
Digoxin (spesimen diambil lebih dari 0,8-2,0 ng/mL >2,+ng,/mL Lanoxin
6 jam setelah dosis terakhir)
Disopyramide 2-5 pg/mL >7pg/mL Norpace
Flecainide 0,2-1,0 1t"g/mL >1pglml- Tambocor
Lidocaine 1,5-5,0 pg/mL >6pg/mL Xylocaine
Mexiletine 0,7-2,0 pg/mL >2pg/mL Mexitii
Procainamide 4-1,0 pg/mL >12 ytg/mL Pronestyl
Procainamide plus NAPA (N-acetyl-p- 8-30 pglrnl >30 prglmi-
aminophenoi)
Propranoiol 50*100 nglmL Bervariasi Inderal
Quinidine 2-5 pg/mL >6pg/mL Cardioquin
Quinaglute
Tocainide 4-10n9/mL >10 ng,/ml Tonocard

Obat Psikofarmakologik .
Amitriptyiine 120-150 JrglmL >500 ng,/ml Elavil
Triavil
Bupropion 25-100 nglml- Tidak sahih Wellbutrin
Desipramine 150-300 nglml >500 nglmL Nolpramin
Imipramine 125-250 nglmL >400 nglml- Tofranil
Litium (spesimen diambil 12 jam 0,5-7,5 mEq/L >1,5 mEq/L Lithobid
setelah dosis terakhir)
Nortriptyline 50-150 nglml. >500 nglml Aventyl
I'amelor
.Nilai,nilai ini dapat bervariasi, bergantung pada metode dan alat yang dipakai sewaklu pengumpulan sampel. Anda harus selalu berpatokan pada kisaran
rujukan yang digunakan di laboralorium tempat dilakukannya analisis sampel tersebut.
2494 Lampiran 8

Kisaran Rujukan* untuk Kimia Klinis (Urine)

Analit Satuan Konvensional Satuan Sl


Aseton dan asetoasetat, kualitatif Negatif Negatif
Albumin
Kualitatif Negatif Negatif
Kuantitatif 10-100 mg,/24 jam 0,15-1,5 pmol/hr
Aldosteron 3-20 ytg/24 jam 8,3-55 nmol/hr
Asam 8-aminolevulinat (6-ALA) 7,3-7,0 mg/241am 10-53 pmol/hr
Amilase <17 U /jam <1,7 U /jarn
Rasio bersihan amilase / kreatinin 0,01-0,04 0,01-0,04
Bilirubin, kualitatif Negatif Negatif
Kalsium (diet reguler) <250 mg/241am <6,3 nmol/hr
Katekolamin
Epinefrin <1.0 1tg,/24 jam <55 nmol/hr
Norepinefrin <700 Stg/24 jam <590 nmol,/hr
Katekolamin bebas total 4-125 p,g/24 jam 24-745 nmol/hr
Metanefrin total 0,7-7,6 mg/24 jam 0,5-8,1 pmol/hr
Klorida (bervariasi sesuai asupan) 110-250 mEq/24 jam 110-250 mmol/hr
Tembaga 0-50 ptg/24 jam 0,0-0,80 pmol/hr
Kortisol, bebas 10-100 1tg/24 jam 27,6-276 nmol/hr
Kreatin
Laki-iaki 040mg/24 jam 0,0-0,30 mmol/hr
Perempuan 0-80 mgl24 jam 0,0-0,60 mmol/hr
Kreatinin 15-25 mg/kg/241am 0,13-0,22 mmol/kglhr
Bersihan kreatinin (endogen)
Laki-1aki 1 10-150 mL / nlult / I,7 3 m2 110-150 mL/mnt/7,73 mz
Perempuan 705-732mL/mnt/1,73 m2 105-132 mL / mnt / 7,73 rnz
Sistin atau sistein Negatif Negatif
Dehidroepiandrosteron
Laki-laki 0,2-2,0 mg/24 jam 0,7-6,9 p,mol/hr
Perempuan 0,2-L,8 mg/24 jam 0,7-6,2 plr.ol/hr
Estrogen, total
Laki-laki 4-25 1tg/24 jam 14-90 nmol/hr
Perempuan 5-100 pg/24jam 18-360 nmoi/hr
Giukosa (sebagai zat pereduksi) <250 mg/24 jam <250 mg/hr
Hemoglobin dan miogiobin, kualitatif Negatif Negatif
Asam homogentisat, kualitatif Negatif Negatif
1 7-Hidroksikortikosteroid
Laki-laki 3-9 mg/24 jam 8,3-25 pmol/hr
Perempuan 2--8mg/24 jam 5,5-22 pmol/hr
Asam S-Hidroksiindoiasetat
Kualitatif Negaiif Negatif
Kuantitatif 2-6 mg/24 jam 10-31 pmol/hr
Steroid 17-ketogenik
Laki-laki 5-23 mg,/24 jam 17-80 pmol/hr
Perempuan 3-75 mg/24 jam 10-52 pmol/hr
17-Ketosteroid
Laki-1aki 8-22mg/24 jam 28-76 pmol/hr
Perempuan 6-L5 mg/24 jam 2L-52 pmol/hr
Magnesium 6-70 mBq/24 jam 3-5 mmol,/hr
Metanefrin 0,05-1,2 nglmg kreatinin 0,03-0,7 0 mrnol/mmol kreatinin
Osmolalitas 38-1400 mOsm/kg air 38-1400 mOsm/kg air
pH 4,6-8,0 4,6-8,0
Asam fenilpiruvat, kualitatif Negatif Negatif
Fosfat 0,4-1,3 g/24 jam 13-42 mmol/hr
Porfobilinogen
Kualitatif Negatif Negatif
Kuantitatif <2mg/24 jam <9 prmol/hr
Porfirin
Koproporfirin 50-250 p.g/24 jarr. 77-380 nmol/hr
Uroporf irin 10-30 1tg/24 jam 12-36 nmol/hr
Kalium 25-1.25 mEq/24 jarr. 25-125 mmol/hr
Pregnandiol
Laki-laki 0,0-1,9 rng/24 jam 0,0-6,0 pmoi/hr
Perempuan
Fase proliferatif 0,0-2,6mg/24 jam 0,0*8,0 pmol/hr
Fase luteal 2,6-10,6 mg/24 jam 8-33 pmoi/hr
Pascamenopause 0,2-7,0 mg/24 jam 0,6-3,1 pmol/hr
Pregnantriol 0,0-2,5 mg,/24 jalr. 0,0-7,4 pl:rrol/hr
Protein, total
Kualitatif Negatif Negatif
Kuantitatif 10-150 mg/24 janr. 10-150 mglhr
Rasio protein/kreatinin <0,2 <0,2
Lampiran B 2495

Kisaran Rujukan* untuk Kimia Klinis (Urine) lanjutan

Analit Satuan Konvensional Satuan Sl

Natrium (diet reguler) 60-260.m8q/24 jam 60-260 mmol/hr


Berat jenis
Spesimen sewaktu 1,003-1,030 i,003-1,030
Spesimen 24-jam 7,0L5-7,025 1,075*7,425
Urat (diet reguler) 250-750 mg/241am 1,5-4,4 mmol/hr
Urobilinogen 0,54,0m9/24 jalr. 0,6-6,8 pLmol/hr
Asam vanililmandeiat (VMA) L,0*8,0 mg/24 jam 5*40 pmol/hr
-Nilai-nilai
dapat bervariasi, tergantung metode yang digunakan

Kisaran Rujukan untuk Zat Toksik

Analit Satuan Konvensional Satuan Sl

Arsen, urine jam


<1.30 ytg/24 <1,7 pmol/hr
Bromida, serum, inorganik <i00 mgldL <10 mmoi/L
Gejala toksik 140;1000 mgldL 14-100 mmo1,/L
Karboksrhemoglobin, darah Saturasi, persen
Lingkungan kota <5" <0,05
Perokok <0,12
Gejaia
Sakit kepala >1,5% >0,15
Mual dan muntah >25% >0,25
Berpotensi letai >50% >0,50
Etanol, darah <0,05 mgldL <1,0 mmol/L
<0,005%
Intoksikasi >100 mg,/dL >22mmo|/L
>0,1%
Intoksikasi nyata 300-400 mg/dL 65*87 mmol/L
0,3-0,4%
Stupor aikoholik 400-500 mg/dL 87-109 mmol/L
0,4-0,5%
Koma >500 mgldL >109 mmol/L
>0,5%
Timbal, darah
Dewasa <20 pg/dL <1,0 pmol/L
Anak-anak <70 pg/dL <0,5 pmol/L
Timbal, urine <80 prg/24 jam <0,4 pmol/hr
Raksa, urine <70 1tg/24 jarn <150 nmol/hr

Kisaran Rujukan untuk Uji-uii yang Dikeriakan pada Cairan Cerebrospinal

uii Satuan Konvensional Satuan Sl

Sel <5 mm3, semua mononukiear <5 x 106 /L, semua mononuklear
Elektrof oresis protein Predominan albumin Predominan albumin
Clukosa 50-75 mg/ dL (20 mg/dl lebih kecil 2,84,2mrr.ol/ L (1,1 mmol/L lebih kecil
dari kadarnya dalam serum) dari kadarnya dalam serum)
IgG
Anak <14 th <8% dari protein total <0,08 kali protein total
Dewasa <14ok dari protein total <0,14 kaii protein toial
Indeks IgG
f Rasio lgClserum I 0,3-0,6 0,3-0,6
i n"r. "fU"*. CSI-/**;
Pengikatan oiigoklonal pada elektrof oresis Tidak ada Tidak ada
Tekanary permulaan 70-180 mm HzO 70-180 mm HzO
Protein, total 15-45 mgldl 150-450 mg/L
2496 Lampiran I
Kisaran Rujukan untuk Uli-uji Fungsi Gastrointestinal

uji Satuan Konvenslonal


Bentiromida Ekskresi arilamina >57% dalam urine setelah 6-jam menyingkirkan
kemungkinan insufisiensi pankreas
p-Karotery serum 60-250 ng/ dL
Estimasi lemak feses
Kualitatif Tidak tampak gelembung lemak pada mikroskop pembesaran-kuat
Kuantitatif <6 g/24 jarn (>95% koefisien absorpsi lemak)
Keluaran asam iambung
BasaI
Laki-Iaki 0,0-10,5 mmol/jam
Perempuan 0,0-5,6 mmol/jam
Maksimum (setelah pemberian histamin
atau pentagastrin)
Laki-laki 9,0-48,0 mmol/iam
Perempuan 6,0-31,0 rnrnoi/jam
Rasio: basal/maksimum
Laki-laki 0,0-0,31
Perempuan 0,0-0,29
Uji sekretin, cairan pankreas
Volume >1,8mL/kg/jam
Bikarbonat >80 mEq/L
Uji absorpsi D-Xilosa, wine >20% dosis asupan yang diekskresi dalam 5 jam

Kisaran Rujukan untuk Uji-uii Fungsi lmunologik

uii Satuan Konvensional Satuan Sl

Komplemen, Serum
C3 85-175 mg/dL 0,85-1,75 g/L
C4 15-45 mg,zdl i50-450 mglL
Hemolitik totai (Cl{so) 150-250 U/mL 150-250 U/mL
Imunoglobuliry serum, dewasa
IgG 640-1350 mg/ dL 5,4-13,5 g/L
IgA 70-310 mgldL 0,701,1g/L
IgM 90-35Gmg/dL 0,90-3,s g/L
IgD 0,0-6,0 mg/dL 0,0-60 mg/L
IgE 0,0-430 ngldL 0,0430 pg/L
Autoantibodi, serum, dewasa
Antibodi antinuklear <1:40
Antibodi anti dsDNA 0-41 IUlmL
Anti CCP 0-19 unit
Faktor reumatoid 0-30 mgldl

Subset Limfosit, Whole Blood)dengan Heparin

Antigen yang Terekspresi Tipe Sel Persentase (%) Hitung Sel Absolut
CD3 Sel T totai 56-77 860-1880
CD19 Sel B total 140170
CD3 dan CD4 Sel pemicu-penolong g2-54 550-1190
CD3 dan CD8 Sel penekan-sitotoksik 2+-57 430-1060
CD3 dan DR Sei T aktif 5-1.4 70-31,0
CD2 Sel T roset E 73-87 7040-2760
CD16 and CD56 SeI natural killer (NK) 8-22 130-500
Rasio sel penolong/penekan: 0,8-1,8
Lampiran 8 2497."

Kisaran Rujukan untuk Analisis Semen

uii Satuan Konvensional Satuan Sl

Volume 2-5 mL 2-5 mL


Pencairan (likuefaksi) Komplet dalam 15 mni Komplet dalam 15 mnt
pH 7,2-8,0 7,2-4,0
Leukosit Tidak ada atau hanya sesekali ditemukan Tidak ada atau hanya sesekali ditemukan
Spermatozoa
Jumlah 60_150 x 106/mL 60-150 x L06/mL
Motilitas >80% motil >0,80 motil
Morfologi 80-90% bentuk normal >0,80-0,90 bentuk normal
Frukfosa >150 mgldL >8,33 mmol/L
KREDIT
GAMBAR DAN TABEL

Abbas, AK ei al: Cellular and Molecular Immunology, 4th ed. Cohen, BA: Pediatric Dermatology,2nd ed. Mosby, 1999
Saunders,2000 Cohen, BA: Pediatric Dermatology,3rd ed. Mosby,2005
Abrahams, P et al: McMinn's Color Atlas of Human Anatomy, 5th Cohen, S, Burns, RC: Pathways of the Pulp, 8th ed,, 2002
ed. Mosby,2003 Cohen, PR, Scher, RK: J Am Acad Dermatol 26:521,-53L. Mosby,
Albert, DM, ]akobiec: FA: Principles & Pr.actice of Ophthalmology, 7992
2nd ed. Saunders,2000 Conover, MB: Understanding Electrocardiography, 8th ed. Mosby,
Aloia, fF: A Color Atias of Osteoporosis. Mosby, 1993 2003
Apple, DJ, Rabb, MF: Ocular Pathology,5th ed. Mosby, 1998 Cotran, RS et ai: Robbins Pathologic Basis of Disease, 6th ed.
Aspinall, RJ, Taylor-Robinson, SD: Mosby's Color Atlas of Saunders, 1999
Gastroenterology and Liter Disease. Mosby, 2p02 Damjanov, I, Linder, J: Anderson's Pathology, 1Oth ed. Mosby, 1996
Aspinall, RJ, Taylor-Robinson, SD: Mosby's Color Atlas of Damjanov, I, Linder, J: Pathology: A Color Ailas. Mosbp 2000
Gastroenterology and Liver Disease. Mosby, 2002 Daniel, Sj, Harfst, SA: Mosby's Dental Hygiene, 2004 Update.
Atkinson, BF: Atlas of Diagnostic Cytopaihology, 2nd ed. Mosby,2004
Saunders,2004 Drake, RL et al: Gray's Anatomy for Students, Churchill
Ballinger, PW, Frank, ED: Merriil's Atlas of Radiographic Positions Livingstone, 2005
and Radiologic Procedures,9th ed. Mosby, 1999 Eisenbetg, RL, Johnson, NM: Comprehensive Radiographic
Ballinger, PW, Frank, ED: Merrill's Atias of Radiographic Positions Pathology,3rd ed. Mosby, 2003
and Radioiogic procedures, 10th ed. Mosby, 2003 Emond, RTD et al: Colour Atlas of Infectious Diseases, 4th ed.
Barkauskas, V et al: Heaith & Physical Assessment,3rd ed. Mosby, Mosby, 2003
2002 Erlandsen, SL, Magney: JE, Color Atlas of Histology. Mosby, 1992
Beare, PG, Myers. JL: Adult Health Nursing, 3rd ed. Mosby, 1998 Fawcett, DW: The Cell. Saunders, 1981
Beeching, N, Nye, F: Diagnostic Picture Tests in Clinical Infectious Feldman, M et al: Sleisenger and Fordtran's Gastrointestinal and
Diseases. Mosby, 1996 Liver Disease, 7th ed. Saunderc,2004
Befuman, RE et al: Nelson Textbook of -Pediatrics, 17th ed. Forbes, CD, Jackson, WF: Color Atlas and Text of Clinicai Medicine,
Saunders, 2004 3rd ed. Mosby, 2003
Berkovitz, BKB et al: Oral Anatomy, Embryology and Histology, Gartner, LP, Hiatt, jL: Color Textbook of Histology, 3rd ed.
3rd ed. Mosby,2002 Saunders, 2007
Bernstein AD, et al: The NASPE/BPEG Generic Pacemaker Code Gartner, IC,'ZIteIli, BJ: Common & Chronic Symptoms in
for Antibradyarrhythmia and Adaptive-Rate Pacing and Pediatrics. Mosby, 1998
Antittachyarrhythmia Device s. P ACE1.0:79 4, 1.987 Gerbert, J: Textbook of Bunion Surgery, 3rd ed. Saunders,2001
Bibbo, M: Comprehensive Cytopathology,2nd ed. Sai.rnders, 1997 Gilbert-Bamess, E: Potter's Atlas of Fetal and Infant Pathology.
Bingham, BIG et al: Clinical Atlas of Otoiarl'ngology. Mosby, 1992 Mosby, 1999
Bird, DL, Robinson, DS: Torres & Ehriich Modern Dental Assisting, Goetz, CG: Textbook ofCllnical Neurology,2nd ed. Saunders,2003
7th ed. Saunders,2002 Goldberger. AL: Clinical Electrocardiography, 7th ed. Mosby, 2006
Bird, DL, Robinson, DS: Torres and Ehrlich Modern Dental Goldman, L, Ausiello, D: Cecil Textbook of Medicine, 22nd ed.
Assisting, 8th ed. Saunders,2005 Saunders, 2004
Black, JM et al: Medical Surgical Nursing, 6th ed. Saunders, 2001 Goldmary L, Bennett, JC: Cecil Textbook of Medicine, 21st ed.
Bolognia, JL et al: Dermatology. Mosby, 2003 Saunders,2000
Bontrager, KL, Lampignano, IP; Textbook of Radiographic Grossman, JA: Atlas of Minor Injuries and Repairs. Mosby, 1993
Positioning and Reiated Anatomy, 5th ed. Mosby,2005 Habif, TP: Clinical Dermatology: A Color Guide to Diagnosis and
Brenner, BM: Brenner & Rector's The Kidney, 7th ed. Saunders, Therapy,3rd ed. Mosby, 1995
2004 Habif, TP: Clinical Dermatology: A Color Guide to Diagnosis and
Brier, SR: Primary Care Orthopedics. Mosby, 1999 Therapy, 4th ed., 2003
Canale, ST: Campbell's Operative Orthopedics, 10th ed. Mosby, Habif, TP et al: Skin Disease, 1st ed.,2001
2003 Harris, ED, Jr et al: Kelley's Textbook of Rheumatology, Tth ed.
Capen, DA, Haye, W: Comprehensive Management of Spine Saunders,2005
Trauma. Mosby, i998 Helm, KF, Marks, JG, Jr.: Atlas of Differential Diagnosis rn
Carlson, BM: Human Embryology and Developmenial Biology. Dermatoiogy, Churchill Livingstone, 1998
3rd ed. Mosby,2004 Henry, MC, Stapleton, ER: EMT Prehospital Care,3rd ed. Mosby,
Carr, JH, Rodak, BF: Clinical Hematology Atlas, 2nd ed. Saunders, Inc, 2004
2005 Herkowitz, HN et al: Rothman-Simeone The Spine, 4th ed.
Chou, T-C: Electrocardiography in Clinical Practice, 3rd ed. Saunders,1999
Saunders, 1991 Hochberg, MC et al: Rheumatology,3rd ed. Mosby,2003
Christensen, GJ: A Consumer's Guide to Dentistry,2nd ed. Mosby, Holgate, ST et al: A11ergy,3rd ed. Mosby,2006
2402 Hordinsky, M et al: Ailas of Hair and Nails, Churchill Livingstone,
Chrisiian, PE et al: Nuclear Medicine and PET: Technology and 2000
Techniques,Sth ed. Mosby, Inc, 2004 Houghton, GR: Pocket Piciures Guide to Splne Injuries, Gor,ver,
C1ark, DA: Atlas of Neonatology.. Saunders, 2000 1989

2498'
kedit 2499
Ignatavicius, DD, Workman, ML: Medical-Surgicat Nursing, Sih Palay, DA, Krachmer, JH: Ophthalmology for the Primary Care
ed. Saunders, 2006 Physician. Mosby, 1998
Ishihara: Tests for Color Blindness, 1973 Palay, DA, Krachmer, JH: Primary Care Ophthalmology, 2nd ed.
Jacob, S: Atlas of Human Anatomy, Churchiil Livingstone, 2002
Mosby,2005
John, DT, Petri: WA, Jr, Markell and Voge's Medical ParasitologY,
Perlofi jK: Clinical Recognition of Congenital Hcart Disease, 5th
9th ed. Saunders,2006 ed. Saunders, 2003
Peters, AV, Pasvol, G: Atlas of Tropical Medicine and Parasito.logy,
Johnson, WT: Color Atlas of Endodontics. Saunders, 2002
ed Mosby,2003 oth ed. Mosby,2007
Jorde, LB et al: Medicai Genetics,3rd
Kamal, A, Brocklehurst, JC: Coior Atlas of Geriatric Medicine,2nd Phipps, WJ et al: Medical-Surgical Nursing, 7th ed, Mosby,2003
ed. Mosby, 1991 Potier, PA, Perry, AG: Fundamentais of Nursing, 6th ed. Mosby,
Kanski, JJ Nischal, KK: Ophthalmology. Mosby, 1999 2005
Kierszenbaum, AL: Histology and Cel1 Biology, 2nd ed Mosby, Price, SA, Wilson, LM: Pathophysiology, 5th ed. Mosby, 2003
2007 Proffit, WR et a1: Contemporary Orthodontics, 4th ed. Mosby,
Kumar, V et a1: Basic Pathology, 7th ed. Saunders, 2003 2007
Kumar, V et al: Robbins and Cotran Pathologic Basis of Disease, 7th Proffit, WR, Fields, HW: Contemporary Orthodontics, 3rd ed.
ed. Saunders, 2005 Mosby,2000
Larsen, W]: Human Embryology, 3rd ed. Churchill Livingstone, Regezi, JA et al: Atlas of Oral & Maxillofacial Pathology. Saunders,
2001 2000
Lawrence, CM, Cox, NH: Physical Signs in Dermatology, 2nd ed' Regezl, JA et al: Oral Pathology, 4th ed. Saunders, 2003
Mosby, 2001 Itegezi, JA, Sciubba, iJ; Oral Pathology, 3rd ed. Saunders, 1999
Lemmi, Fb, Lemmi, CAE: Physical Assessment Findings CD-ROM' Roberson, TM et al: Sturdevant's Art and Science of Operative
Saunders, 2000 Dentistry, Sth ed. Mosby, 2006
Liebgott, B: The Anatomical Basis of Dentistry, 2nd ed. Mosby, Rodak, BF: Hematology,2nd ed. Saunders,2002
2001 Roitt, I et al: Immunology, 6th ed. Mosby, 2001
Lissauer, T, Clayden, G: Illustrated Textbook of Pedjatrics,2nd ed. Rosai, J: Ackerman's Surgical Pathology, 8th ed Mosby' 1998
Mosby,2001 Rosai, J: Rosai and Ackerman's Surgical Pathology,9th ed Mosby,
Lookingbill, DP, Marks, JG; Principles of Dermatoiogy, 3rd ed. 2004
Saunders, 2000 Rosenstiel, SF et al: Contemporary Fixed Prosthodontics, 3rd ed.
Mahon, CR et ai: Textbook of Diagnostic Microbiology, 3rd ed. Mtrsby,2001
Saunders, 2007 Rutherford, RB: Vascular Surgery,6th ed Sawrders,2005
Mahon, CR, Manuseiis, G: Textbook of Diagnostic Microbiology, Sabiston, DC: Textbook of Surgery, 15th ed. Saunders, 1997
2nd ed. Saunders, 2000 Samchukov, ML et al: Craniofacial Distraction Osteogenesis.
Male, D et a1: Immunology,Tth ed. Mosby,2006 Mosby,2001
Markell, EK et al: Markell & Voge's Medical Parasitology, Bth ed Sapp, JP ei al: Contemporary Oral and Maxillofacial Pathoiogy,
Saunders,1999 2nd ed. Mosby,2004
Marks, JG, Jr, Miller, iJ: Principles of Dermaiology, 4th ed. Seidel, HM et al: Mosby's Guide to Physical Examination, 5th ed.
Saunders, 2006 Mosby, 2003
McPherson, RA, Pincus, MR: Henry's Clinical Diagnosis and Seidel, HM et a1: Mosby's Guide to Physical Exarnination, 6ih ed.
Management by Laboratory Methods, 21si ed. Saunders, Mosby,2006
2007 Shah, BR, Laude, TA: Atlas of Pediatric Clinical Diagnosis.
Mercier, LR: Practical Orthopedics, 5th ed. Mosby, 2000 Saunders, 2000
Mettler, FA, Jr: Essentials of Radiology, 2nd ed. Saunders, 2005 Sigler, BA, Schuring, LT: Ear, Nose, and Throat Disorders. Mosby,
Mettler, FA, Jr et ai: Primary Care Radiology. Saunders, 2000 1993
Mettler, FA, Jr, Guiberteau, M]: Essentials of Nuclear Medicine Spicer, i: Clinical Bacteriology, Mycology and Parasitology,
Imaging,4th ed. Saunders, 1998 Churchill Livingstone, 2000
Moore, kL et al: Color Atlas of Clinical Embryology, 2nd ed' Standring, S et a1: Gray's Anatomy,39th ed. Churchill Livingstone,
Saunders, 2000 2005
Moore, KL, Persaud, TVN: The Developing Human, 7th ed. Stevens, A, Lorn'e, JS: Human Histology, 3rd ed. Mosby, 2005
Saunders, 2003 Stone, DR, Gorbach, SL: Atlas of Lrfectious l)iseases. Saunders,
Morse, SA et al: Atlas of Sexually Transmitted Diseases and AIDS, . 2000
3rd ed. Mosby,2003 Swartz, MH: Textbook of Physical Diagnosis, 5th ed. Saunders,
Murphy, GF, Herzberg, Ai: Atlas of Dermatopathology. Saunders' 2006
1996 Symonds, EM, MacPherson, MM: Color Atlas of Obstetrics &
Murray, PR et al: Medical Microbioiogy, 4th ed. Mosby, 2002 Gynecolo gy. Mosby, 19 9 4
Murray, PR et al: Medical Microbiology, 5th ed. Mosby, 2005 Thibodeau, GA, Patton, KT: Anatomy & Physiology, 5th ed.
Murray, JF: Textbook of Respiratory Medicine, 3rd ed. Saunders, Mosby, 2003
2000 Thibodeau, GA, Patton, RT: Anatomy & Physiology. 6th ed. Mosby,
Nadeau, SE et al: Medical Neuroscience. Saunders, 2004 2007
Newell, FN: Ophthalmology, 8th ed. Mosby, 1996 Thompson, iM et ai: Mosby's Clinicai Nursing, 4th ed. Mosby,
Newman, MC et al: Cartanza's Clinical Periodontology, 9th ed. 1997
Saunders, 2002 Tighe, SM: Instrumentation for the Operating Room, Sth ed.
Newman, MG et a1: Carranza's Clinlcal Periodontoiogy, 10th ed. Mosby, 1999
Saunders, 2006 Tighe, SM: Instrumentation for the Operating Room: A
Nicholas, JA, Hershman, EB, The Upper Extremify in Sports Photographic Manual, 6th ed., 2004
Medicine. 2nd ed. Mosby, 1995 Tilton, RC et al: Clinical Laboratory Medicine. Mosby,7992
Nishimura, H it al: Prenatal Development of the Human wiih Townsend, CM et al: Sabiston Textbook of Surgery, 17th ed
Special Reference to Craniofacial Structures: An Atlas, Saunders, 2004
National Institutes of Health,1977 Tucker, SM: Pocket Guide to Fetal :Monitorlng and Assessment, 5th
Nolte, j: The Human Brain: An Introduction to Its Functional ed. Mosby,2004
Anatomy, Sth ed. Mosby, 2002 Vidic, B, Suarez, FR: Photographic Atlas of the Human Body.
Nolte, J, Angevine, JB, Jr: The Human Brain in Photographs and Mosby, 1984
Diagrams,2nd ed. Mosby, 2000 Walsh, PC ei al: Campbell's Urology, Tth ed. Saunders, 1998
Novak, DE: Contemporary Dental Assisting. Mosby,2001 Walsh, PC et ai: Campbell's Urology, Bth ed. Saundets,2002
Nussbaum, RL et a1: Thompson & Thompson Genetics ln Medicine, Wein, AJ et a1: Campbell-Wa1sh Urology,9th ed. Saunders,2007
6th ed., revlsed reprint, Saunders, 2004 Weir, J, Murray, AD: Mosbv's Ailas & Text of Clinical Imaging,
Orrison, WW, Jr: Neuroimaging. Saunders, 2000 Mosby, 1998
2500 Kredit
Weiss, CM, Weiss, A: Principles & Practice of Implant Dentistry' Wilson, SF, Thompson, JM: Respiratory Disorders. Mosby, 1990
Mopby,2001 Yanoff, M, Duker, fS: Ophthalmol,ogy, 2nd ed. Mosbv, 2004
White, GMr-Color Atlas of Regional Dermatology. Mosby, 1994 Zipes, DP et a1: Braunwald's HeartDisease, Tthed. Saunders,2005
White, SC, Pharoah, MJ: OraI Radiology,5th ed.,2004 Zitelli, BJ, Davis, HW: Atlas of Pediatric Physical Diagnosis, 4th ed.
Williams, PL et al: Gray's Anatomy, 38th ed. Churchill Livingstone, Mosby,2002
1995
A accomodation; admine atau adenosine; alanine; Aar.on sign (ar'an) [Charles Dettie Aaron, dokter Amerika,
ampere; anode; anterior; (sebagai subskrip) alaeolar 1856-19511 lihat di bawah sign.
gas. Aar.skog syndlome (ahrs'kog) [Dagfinn Charles Aarskog,
A. [L.] an'num (tahun). ahli pediahi Norwegia, lahir tahun 19281 lihat di bawah syir-
A absorbance, actiaity (def.3), admittance, area; drome.
mass number, Aar.skog-Scott syndrome (afus'kog skot') [D. C. Aarskog,
A, aorticsecondsound. Charles L Scott,lr., ahli pediatri Amerika, abad ke-201 sindrorn
A angstrom. Aarskog; lihat di bawah syndrome.
AI frst auditory area;lihal auditory area, dibawah area. Aase syndrome (ahz) [Jon Morton Aase, ahli pediatri Amerika,
ail second auditory area;lihal auditory area, dibawah area. lahir tahun 19361 lihat dibawahsyndrome.
a accomodation; atto-; (sebagai subskrip) arterial blood. AATA American Art Therapy Association.
a. [L.] an'num (tahurr); a'qua (air); arte'ria (arteri). AAV adeno-associated airus; lihat Dependottirus.
a-r [Yun.] awalan yang tak telpisahkan, menyatakan ketiadaan AB [L. ] Ar 'tium Baccalau'reus, (Bachelor of Arts).
atau absen; berbentuk an- di depan akar kata yang dimulai Ab antibody.
dengan huruf hidup atau dengan ft. ab kata depan Latin yangarnnya dari.
a.' [L.] awalan yang menyatakanpemisahan, atau menjauh dari. ab. lL. ab daril awalan yang attnya jauh dari, dari.
a acceleration (def.2\; actiuity (def.2); specific absorptiaity. abac.a.virsul.fate (e-bak'e-vir) inhibitor non-nucleoside re-
I [L.] an'te (sebelum). uerse transcriptaie yang digr:nakan sebagai terapi antiretrovirus
a alfa, huruf pertama abjad Yunani; simbol untuk Bunsen coffi- untuk inJeksi &uman immunodeficiency oirus; diberikan per orai.
cient, rcntai panjang IgA (lihat immunoglobulin), rantai a hemo- abac.te.ri.al (a"bak-t6r'e-el)bebasbakteri.
globin, dan probabililasType I error. Aba.die eign (ah-bah-de') [Joseph Louis lren6e Abadie, ahli
o- awalan yang mbnunjukkan (1) atom karbon yang berdam- saraf Perancis, 1873-19461 Iihat di bawah sign.
pingan dengan gugus fungsional utama, e.g. ct-asam amino, abap.tis.ton (a"bap-tis'tan) jam. abaptis'ta laL + Yun. baptein
huruf berurutan, F, y, 6, dll. , digunakan untuk menunjukkan mencelup) alat pembolong tulang tengkorak yang berbentuk
atom karbon yang berturutan pada suatu rantai; (2) rotasi sedemikian rupa sehingga tidak akan menembus otak.
spesifik suatu zat optik aktif, e.g., a-o-glukosa; (3) orientasi atom abat.og.nos.is (a"bar-eg-no'sis) [a-' + baro+Yvn gnoslspenge-
atau gugus atom eksosiklik, e.g. 3o,-hidroksi-5o-androstan- tahuan] baragnosis.
17-on (androsteron); (4) prgtein plasma yang bermigrasi ke arah ab.ar.thro.sis (ab"ahr-thro'sis) [ab- + L. arthrosisf diarthrosis.
pita tr (dibagi menjadi subkelompok pita o, dan ar) pada ab.ar.tic.u.lar (ab"ahr-tik'u-lor) 1. tidak memengaruhi sendi.
elektroforesis protein, e.g., a-fetoprotein; (5) bagian dari suatu 2. jauh dari sendi.
-rangkaian
senyawa kimiawi terkait, terutama rangkaian bentuk ab.ar.tic.u.la.tion (ab"ahr-tik"u-la'shen) lab- + L. articulatio
stereoisomer, isomer, polimer atau alotropik, e.g., o-karoten; sendil 1. dislokasi sendi.2. junctura synoaialis.
dan (6) bagian dari suatu entitas terkait, e.g., sinar'ct. Untuk aba.sia (e-ba'zhe) [a-' + Yun. basls langkah + la] tidak sangguP
senyawa yang diawali dengan lambang o-,lihatbentuk yang tak berialan.
berawalan. a. -astatsia astasia-abasia.
AA achieztement age; Alcoholics Anonymous; amino acid. a. atac'tica abasia yang ditandai dengan ketidakpastian
AA [Yun. aza masing-masing] aa gerak, akibat gangguan koordinasi.
aa. [L. ] arteriae (arteri-arteri). ihoreic a. bentuk abasia akibat khorea pada tungkai.
fi singkatan yang digunakan dalam penulisan reseP, sesudah paralytic a. bentuk abasia akibat paralisis otot tungkai. .

penulisan nama dua atau lebih konstifuen dan menyatakan paroxysmal trepidant a.
astasia-abasia yang disebabkan
"masing-masing"; dihrlis juga sebagai AA dan ana. oleh kakunya tungkai secara spastis ketika berusaha berdiri;
AAA American Association of Anatomists. disebutjuga spastic a.
AAAS American Association for the Advancement of Science. spastic a. paroxysmal trepidant a,
AABB American Association of Blood Banks. trembling a., a. tretpidans abasia akibat gemetarnya tung-
AACP American Academy of Child Psychiatry' kai.
AAD American Academy of Dermatology. aba.sic (a-ba'sik) berkenaan dengan abasia.
AADS American Association of Dental Schools. ab.a.ta.cept (ab"e-ta'sept) protein fusi sintetik yang'dihasil-
AAE American Association of Endodontists. kan dengan teknologi rekombinan, terdiri dari domain ekstra-
AAFP American Academy of Family Physicians. sel,ilar himan cyt ot oxic T lympho cy t e- asso ciat ed antigen 4 (CTLA- )
AAI American Association of Immr:nologists. yang terkait dengan ba$an human immunoglobulin Gl (IgGl),
AAID American Academy of lmplant Dentistry. Letpetatt sebagai inhibitor aktivasi sel T; digunakan dalam te-
AAll{ American Association of Induskial Nurses. rapi rheumatoid arthritis sedang sampai berat yang tidak mem-
AAMA American Association of Medical Assistants. berikan respons terhadap terapi lain, diberikan secara intra-
AAMC Association of American Medical Colleges. vena.
AAMR American Association on Mental Retardation. abate (e-bat') mengurangi atau mereda.
AAMT American Association for Medical Transcriptioh. abate.ment (a-bat'ment) berkwangnya derajat nyeri atau ge-
AAN American Acaderny of Neurology. jala penyakit.
AAilP American Academy of Naturopathic Physician. abat.ic (a-bat'ik) abasic.
AAO American Association of Orthodontists; American Aca- ab.bau (ahp'bou) [Jer. "dekomposisi", "penguraian"] 1. peng-
demy ffOphthalmology; American Academy of Otolaryngol- uraian eksergonik zat kimia. 2. dekomposisi zat kimia. 3. pro-
ogy; Anerican Academy of Osteopathy. duk katabolik.
AAOMR American Acaderhy of Oral and Maxillofacial Radiology. Ab.be condenser (ah'be) [Ernst Karl Abbe, a]rli fisika ferman,
AAOP American Academy of Oral Pathology. 1840-19051 lihat di bawah condenser.
AAOS American Academy of Orthopaedic Surgeons. Ab.be flap, operation (ab'e) [RobertAbbe, ahlibedah Amerika,
AAP American Academy of Pediatrics; American Academy of 1851-19281 lihat di bawah flap danoperation
Pedodontics; American Academy of Periodontology; American Ab.be-Zeiss counting chamber (apparatusl (ah'be tsis')
Association of Pathologists; Association of Academic Phy- lE. K. Abbe; Carl Zeiss, ahli mata
jerman, 1815-18881. Bilik hitung
siahists. Thoma-Zeis.s.
AAPA American Academy of Physician Assistants. Ab.bott's meth.od (ab'et) [Edville Gerhardt Abbott, ahJi be-
AAPB American Association of Pathologists and Bacteriologists. dah Amerika, 1870-19381 lihat di bawah Table of Methods'

AAPMR American Academy of Physical Medicine and Rehabili- Ab.bott-Mit.ler tube


(ab'at mil'sr) [William Oslet Abbott'
tation. dokter Amerika, 1902-1943; T. Grier Miller, dokter Amerika,
AARC American Association for Respiratory Care. 18S6-198U hhat Miller-Abbott tube, dibawah tube'
Ab'bott-Raw'son tube 2 ab'er'ra'tion
U
ab.dom.i.no.hys.ter.ec.to.my (ab-dom"i-no-his"tor-ek'te-
me) ab dominal hy s t er ect omy.
ab.dom.i.no.hys.ter.ot.o.my (ab-dom"i-no-his"tar-ot'e-me)
ab d ominal hy st er ot otny.
ab.dom.i.no.plas.ty (ab-dom'i-no-plas"te) bedah plastik pa-
da permukaan abdomen.
ab.dom.i.nos.co.py (ab-dom'i-nos'ka-pe) laparoscopy.
ab.dom.i.no.scro.tal (ab-dom"i-no-skro'tal) berkenaan de-
ngan abdomen dan skrotum.
ab.dom.i.no.tho.rac.ic (ab-dom"i-no-th+'ras'ik) berkenaan
dengan abdomen dan toraks; thgracoabdominal
ab.dom.i.no.uter.ot.o.my (ab-dom"i-no-u-tor-ot' e-me) ab d o-
minal hysterotomy.
ab.dom.i.no.vag.a.nal (ab-dom"i-no-vaj'i-nol) berkenaan de-
I Regio+egio abdomen: 1 . regio epigastrium, 2. hipokondrium kanan, 3. hi-
ngan abdomen dan vagina.
pokondrium kiri, 4. lateralis kanan, 5. umbilicus, 6. lateralis kiri, 7. inguinalis
kanan, 8. regio pubik, f. inguinalis kiri, A. bidang transpilorik, B. bidang ab.dom.i.no.ves.i.cal (ab-dom"i-no-ves'i-kal) 1.. abdomino-
transtubecularis, C. linea midclavicularis. cystic. 2. berkenaan dengan atau menghubungkan rongga ab-
dominal dan vesica urinaria. Disebut jrga abdominocystic atau
aesicoabdominal
Ab.bott.Raw.son tube (ab'at raw'sen) IW.O. Abbott ; Arthw
l. ab.du.cens (ab-doo'sonz) [L. "menarik pergi"] berperan untuk
Rawson, ahli fisika kedokteran Amerika, 789G19631 lihat di mengabduksi suatu bagian, digunakair untuk nama struktur
bawah tube. (e.9., nervus abducens).
ABC argon beam coagulator; aspiration biopsy cytology. ab.du.cent (ab-doo'ssnt) lL. abducensl menyebabkan abduksi
ABGD regimen kemoterapi kanker yang terdiri dari Adriamycin atau pemisahan, seperti newus abducens.
(doxorubicin), bleomycin, CCNU (lomustine), dan dacarbazine. ab.duct (ab-dukt') lab- + ductl gerakan menjauhi bidang me-
ab.cix.i.mab (ab-sik'simab) fragmen Fab antibodi monoklo- dian atau (pada jari) menjauhi garis sumbu lengan.
nal human-murine yang menghambat agregasi trombosit, digu- ab.duc.tio (ab-duk'she-o) [L. ] tTAl abduction.
nakan sebagai antitrombosis dalarn percutaneous transluminal ab.duc.tion (ab-duk'shen) gerakan abduksi atau dalam
coronary angioplasty; dtberikan melalui infus intravena. keadaan abduksi.
ab.do.men (ab'da-rnen) [L., mungkin d ari abdere bercembunyrl ab.duc.tor (ab-duk'tor) [L. ] yang mengabduksi; lihat di bawah
[TA] bagian badan yang terletak di antara toraks dan pelvis; musculus,
terdapat suatu rongga (abdominal caaity) yang di bagian atas ABE acute bacterial endocarditis; lihat infectiue endocarditis, diba-
dipisahkan oleh diafragma dengan rongga toraks, dan di bagian wa]r. endocarditis.
bawah dipisahkan oleh bidang yang membentuk pintu atas Abel.cet (a'bel-set) merek dagang sediaan amphotericin B lipid
panggul dengan rongga pelvis dan dilapisi membran serosa, complex.
peritoneum. Rongga ini berisi visera abdomen (lihat Sajian 55), ab.em.bry.on.ic (ab"em-bre-on' ik) lab- + embryonicl menjauh
dan dibungkus dinding (abdominal wall) yang dibentuk oleh dari embrio.
otot'otot abdomery kolumna vertebralis, dan ilium. Disebut juga ab.e.quose (ab'e-kwos) gula yang tidak lazim ditemukan dan
belly dartaenter. Abdomen terbagi menjadi sembilan daerah oleh temyata adalah antigen somatikpolisakarida d4ri spesies Salmo-
empat garis imajiner pada dinding anterior (lihat ilustrasi); dua nella.
di antaranya imajiner horizontal mengelilingi badan (yang atas Ab.er.ne.thy fascia (ab'ar-ne"the) llohn Abernethy, alli
bedah
setinggi fulang rawan.iga kesembilan, yang bawah setinggi dan anatomi In ggris, 1764-18311 hhat fascia iliaca.
bagian atas crista iliaca), dan dua lainnya vertikal di kiri dan ab.er.ran.cy (ab-er'on-se) aberration (def .3.).
kanan tubuh, yaitu dari hrlang rawan iga kedelapan hingga ke acceleration-dependent a. aberansi akibat gangguan kon-
pertengahan ligamentum inguinale. Daerah-daerah itu adalah: duksi intraventrikular ketika jantung mencapai denyut kritis
tiga di atas-hypochondriaca dextra, epigaskica, hypochon- spesifik.
driaca sinisha; tiga tengah-lateralis dextra, umbilicalis, late- bradycardia-dependent a. deceleration-dependent a.
ralis sinistra; dan tiga bawah-inguinalis dextra, pubica, ingui- deceleration-dependent a. aberansi akibat gangguan kon-
nalis sinistra. duksi intraventrikular setelah jeda yang panjang atau penu-
acute s. kondisi abdomen dengan onset tiba-tiba, biasanya runan den'"ut jantung sampai ke tingkat kritis. '
disertai nyeri perut akibat peradangan, perforasi, obstruksi, tachycardia-dependent a. acceleratian-dependent a.
infark, atau ruptur organ intra-abdbmen; biasanya, diperlukan ab.er.rant (6-ber'ant, ab'er-ant) pindah atau menyimpang dari
intervensi bedah darurat. Disebut juga surgical a. jalan yang biasa atau normal.
boat-shaped a., carinate a. scaphoida. ab.er.ra.tio (ab"er-a'she-o) [L., dari aberrare menytmpang dari]
gridiron a. abdomen dengan jaringan parut yang saling- abenation (def. 1).
silang akibat prosedur bedah yang berulang kali, seperti yang a. tes'tis ietak testis di lokasi yang jauh dari jalur desensus
terjadi pada sindrom Munchausen yang berat. yang normal.
navicular a. scaphoida. ab.er.ra.tion (ab"er-a'shsn) lL. abenatio, q.v.l 1. menyimpang
a. obstitpum kelainan kongenital berupa musculus rectus dari jalur atau kondisi biasa. 2, pembiasan atau pemfokusan
abdominis yang pendek. berkas cahaya yang tidak sama oleh lensa sehingga mengha-
peidulous a.
keadaan relaksnya dinding abdomen sehingga silkan gambar yang buruk. 3. dalam kardiologi, konduksi im-
dinding anterior abdomen tergantung di depan pubis; disebut puls Iistrik yang menyimpang.
juga a enter prop endens. chromatic a. deviasi tidak sama pada berkas cahaya dengan
scaphoid a. abdomen yang dinding anteriornya cekr:ng; ter- paniang gelombang yang berbeda melalui media refraksi,
lihat pada anak dengan penyakit serebral. Disebut jrga boat- menghasilkan gambar dengan bayangan berwarna di seke-
shaped, carinate, dannaaicular a. lilingnya; disebut juga neujtonian a.
surgical a, acute a. chromatic a., lateral perbedaan pembesaran akibat perbe-
ab.dom.i.nal (ab-dom'i-nal) lL. abdominalislberkenaan dengan daan posisi titik-titik penting cahaya dengan panjang gelom-
abdomen. Diseb:ul juga c eliac. bang yang berbeda; juga perbedaan jarak fokus.
abdomin(of. [L. abdomm, q.v.] bentuk gabungan yang menun- chromatic a., longitudinal perbedaan posisi titik-titik fo-
jukkan hubungan dengan abdomen. kus cahaya sepanjang sumbunya, akibat penyimpangan yang
ab.dom.i.no.cen.te.sis (ab-dom"i-no-sen-te'sis) fabdomino- tak-sama dari berkas cahaya dengan panjang gelombang
+ -centesisl abdominal paracentesis. berbeda oleh suatu lensa.
ab.dom.i.no.cys.tic (ab-dom"i-no-sis' flk) abdominooesical. chromosome a. ketidakteraturan jumlah atau shuktw kro-
ab.dom.i.no.gen.i.tal (ab-dom"i-no-jen'i-tol) berkenaan de- mosom yang dapat mengubah jalannya perkembangan embrio,
ngan abdomen dan organ reproduksi. biasanya berupa penambahan (duplikasi), kehilangan (delesi),
ru

^ $lA Ge*{} si}il


$' + -fi
n

*ll :
*ilr
-ilB,frfi*EBi
-ilt
gc
Delesi terminal
*il
;t
tt
iu=u:$il$$li**
Deles interstisial Translokasi Robertson

-$l
*[f:- $l
. ile llc

il:
lnversi parasentrik
fiifi$l$l-$lti{lxl Translokasi resiprokal

:ff -ffi $l $I
-$$l $l

lnversi perisentrik
$$i lnsersi
{l
$|o
E
AB
...'.--..q&.<
BA
/A \XF trrr{}*
+tltgD{ { FED c c DE F *ffi*- -dQ
&#, *
qg:Qw
P" " D E
$c rT F

Kromosom cincin lsokromosom

T SAJIANl
- ABERASI KROMOSOM -
I Gen dilambangkan oleh huruf; pemecahan dilambangkan oleh panah kecil

3
abeta'lipo'pro'tein. emia 4 ab.lu.to.ma.nia
pertukaran (translokasi), atau perubahan sekuens (inversi) abio.troph.ic (a"bi-o-tro'fik) berkenaan dengan atau ditandai
materi genetik. Lihat Sajian 1 dan lihat genetic disease, di bawah dengan abiotrophy.
disease. abi.ot.ro.phy (a"bi-ot're-fe) la-l + bio- + lrophylkehilangan v!
dioptrica, spherical a. talitas pada jaringan atau organ tertentu secara progresif yang
distantial a. kabumya penglihatan untuk objek yang jauh.
-penyiirpangan menuju pada gangguan atau hilangnya fungsi; terutama me-
intraventricular a. konduksi vintrikel aki- ngenai penyakit herediter degeneratif onset lambat, e.g. penya-
bat pembentukan impuls di regio supravenkikularis; dengan kit Huntington.
ciri bizarre, biasanya kompleks QRS yang lebar. Abnormalitas retinal a. istilah umum untuk sekelompok penyakitdegene-
akibat defek konduksi organik yang menetap tidak termasuk ke ratif retina, seperti retinitis pigmentosa dan neuronal ceroid-
dalamnya. lipofuscinosis.
lateral a.
deviasi cahaya dari titik fokus, diukur pada garis ab.ir.ri.ta.tion (ab-ir-i-ta'shen) 1. hilangnya kepekaan terha-
tegak lurus terhadap sumbu di titik fokus. dap stimulasi. 2. atony.
longitudinal a.
deviasi cahaya dari titik fokus yang diukur abi.u.ret (a-bi'u-ret) la-| + biuretl tidak memberikan reaksi
sepanjang sumbu optik. positif pada uji biuret.
mental a.
semua deviasi aktivitas mental normal yang pato- abi.u.ret.:c (rbi"u-rd'tik) tidak responsif pada uji biuret.
logis, biasanya terbatas pada deviasi tertentu pada individu ab.lac.ta.tion (ab"lak-ta'shen) [ab- + lactationl menyapih anak
yang mampu beradaptasi. atau berhentinya sekresi susu.
'(a"b1as-tem'ik)
meridional a.
pembiasan berkas cahaya yang tak sama aki- abfas.tem.ic la-t + blastemLcl tidak menyang-
bat variasi daya bias pada bagian-bagian berbeda dari meridian kut germinasi.
yang sama pada suafu lensa. abla$.tin (a"blas'tin) antibodi yang diproduksi oleh tikus yang
newtonian a. chromatic a.. terinJeksi hipanosoma, yang menghambat perkembangbiakan
penta-X chromosomal a. terdapat lima kromosom X pada tripanosoma; tidak diketahui fr:ngsi lainnya, bukan lisin
seorang wanita. maupun opsonin.
sphdrical a. aberasi zona dalam hubungannya dengan titik ab.late (ab-lat') lL. ablatus diangkatl mengangkat, terutama
aksial; lihat spfterical a., negatioe, dan spherical a., positiae. Disebut dengan cara memotong; mengekstirpasi.
jula dioptric a. ab.la.tio (ab-la'she-o) lL.l ablation.
spherical a., negative pembiasan berkas cahaya yang tak a. placen'tae abruptio placentae.
sama oleh suatu lensa, berkaspeiifer akan difokuskan lebihjauh a. re'tinae retinal detachment.
dari lensa, sementara berkas paraksial difokuskan lebih dekat. ab.la.tion (ab-la'shen) lL. ablatus terbawa pergil 1. pemisahan
spherical a., positive pembiasan berkas cahaya yang tak atau pelepasan; ekstirpasi; eradikasi. 2. pembuangan atau pe-
r sama oleh suatu lensa, berkas perifer akan difokuskan lebih rusakan suafu bagian, terutama dengan cara memotong.
dekat ke lensa, sementara berkas paraksial difokuskan lebih alcohol a. lihat chemical a
j""h. androgen a. Iihat dibawah ilepriaation.
tetra-X chromosomal a. terdapat empat kromosom X pada ' catheter a. penyaluran energi listrik destruktif, biasanya
seorang wanita atau tetra-XY pada pria. arus bolak-balik frekuensi radio atau energi tinggi, melalui elek-
triple-X chtomosomal a. , terdapat tiga kromosom X pada troda pada suafu kateter.
seorang wanita atau tripel-XY pada pria. chemical a.perusakan jaringan dengan inieksi sedikit alko-
zonal a.
pembiasan yang tak sama dari berkas cahaya oleh hol atau fenol; digunakan dalam pengobatan takiariknia dan
lensa, sinar yang menembus zona lensa yang berbeda akan kardiomiopati hipertrofik serta untuk penghancuran sel tumor
difokuskan pada jarak yang berbeda pula dari lensa. dalam pengobatan kanker.
abeta.lipo.pro.tein.emia (a-ba"te-lip"o-pro"te-ne'me-o) electrical a; fulguration; istilah ini
terutama digunakan r.rntuk
gangguan autosomal resesif metabolisme lipoprotein berupa menggambarkan destruksi jaringan miokardium dalam peng-
tidak terbentuknya lipoprotei. y-g mengandung apolipo- obatan takiaritmia.
protein B (kilornikron" aeryJow-density lipoprotein, dan low-den- endometrial a. pengangkatan endometrium; metode yang
sity lipoprotein)i dita-ridai dengan adanya akantosit dalam plas- digunakan meliputi metode frekuensi radio, energi listrik,laser,
ma, hipokolesterolemia, neuropati ataksik progresif, degenerasi dan cairan yartg panas atau dingin.
retina pigmentosa, defek absorpsi lipid usus, dan defisignsi vita- photochemical a. ablasi jaringan dengan sinar laser, yaitu
min yang larut dalam lemak. cahaya yang diserap akan melepaskan ikatan molekul jaringan.
normotriglyceridemic a. varianabetalipoproteinemiayang photomechanical a. ablasi jaringan dengan sinar laser, yaitu
mempunyai apolipoprotein (apo) B-48, tetapi tidak ditemukan energi cahaya yang diserap menyebabkan penekanan kekuatan
apo 8-100; kilomikron terbentul sedangk an lotn - density lip opr o- jaringan yang berlebihan.
tein hdak, dan dapat terjadi absorpsi lemak. photothermal a. ablasi jaringan dengan sinar laser, yaitu
ab.frac.tion (ab-frak'shen) hilangnya struktur gigi secara pa- cahaya diserap oleh jaringan dan diubah menjadi panas, meng-
tologis akibat gaya biomekanis (fleksi, kompresi, atau tensi) atau hasilkan koagulasi, nekrosis, dan penguapan.
degradasi kimia; ini paling jelas terlihat sebagai cekungan radiofrequency a., radiofreqrrency catheter a, destruksi
berbentuk V pada area servikal gigi. area jaringan yang terkontrol menggunakan panas yang
ABG nrterialblood gases. ditimbulkan dari gelombang elektromagnetik dengan frekuensi
ABI ankle-brachial index. yang rendah, digunakan untuk berbagai keperluan, termasuk
ab.i.a.tro.phy (a-bi-['tre-fe) hilangnya vitalitas atau substansi untuk terapi aritmia dan reduksi tumor.
jaringan secara dini dan endogen. Lihat juga abiotrophy. rotational a, rotablation.
ab.i.eit (ab'e-ent) menghindari sumber stimulasi; digunakan transurethral needle a. (TUNA) bentuk radiofrequency ab-
untuk respons atas suatu stimu-lus. Cf. adient. latian menggttnakan jarum interstitial yang dimasukkan melalui
Abi.es (ahe-Ez) pohon cemara, suatu genus tanaman el)ergreen urefra ke dalam lobus lateral prostat, panas yang dihasilkan
dari famili Pinaceae, terutama ditemukan di Amerika Utara. A. akan menimbulkan nekrosis lokal pada jaringan prostaq di-
balsa'mea (L.) Mill. adalah cemara balsam, yang menghasilkan gunakan pada terapi hiperplasia prostat jinak.
balsam Kanada. able.pha.ria (a"ble-far' e-e) cryptophthalmos.
abi.et.ic ac.id (ab"e-et'ik) resin asam yang merupakan kom- abf eph.a.ron (a"blef'o-ron) cryptophthalmos.
ponen aktif ltarr.a rosin (q.v.); digunakan da-lam pembuatan ableph.ar.ous (a"blef e-res) berkenaan dengan ablepharia.
sabun dan esternya digunakan dalam pembuatanlak dan pernis. ab.f u.ent (ab'loo-ent) lab- + L. luezs mencucil t. detergent. 2.ba-
Abil.i.fy (a-bii' -fi) merek dagangpreparat aripiprazole. han pembersih.
abi.on.er.gy (a"bi-on'er-je) [a-' + Yun. &lo- hidup + eryonke1al ab.lu.mi.nal (ab-1oo'mi-nel) menjauhi lumen suatu sbilkhu tubular.
abiotrophy. ab.lu.tion (ab-loo'shan) lL. ablutio pencucianl tindakan men-
abi.oe.is (a"bi-o'sis) la-l + bio- + -oslsl tidak ada kehidupan. cuci atau membersilrkan; membasahi tangan dengan air, yang
abi.ot.ic (a"bi-ot'ik) berkenaan atau ditandai dengan tidak dapat ditutupi dengan handuk.
adanya kehidupan; tidak mampu hidup; berlawanan dengan ab.fu.to.ma.nia (abJoo"to-ma'ne-e) [L. ablutio pencieian +
kehidupan. -manial preokupasi obsesional terhadap tindakan pembersihan,
ABMT 5 abra'sion
mandi, atau mencuci, sering disertai dengan ritual kompulsif, induced a. abortus yang disengaja; disebttiuga artificial atau
suatu gejala lazitrr. pada keadaan obsesif-kompulsif . therapeutic a.
ABMT autologous bone marrow transplantation; Ilhat bone marrow inevitable a. keadaan berupa perdarahan per vaginam yang
transplnntation, di bawah transplantion. masif dan berlangsung lama, serviks telah rnengalami dilatasi
ab.nor.mal (ab-nor'mal) fab- + normal] tidak normal; berlawan- dan mendatar, dan abortus akan berlangsung secara alami.
an dengan struktur, posisi, kondisi, perilaku, dan aturan yang infected a. abortus yang disertai infeksi traktus genitalia.
biasa. infectious a. 1. abortus pada ternak yang disebabkan oleh
ab.nor.mal.i.ty (ab"nor-maf i-te) 1. kualitas atau kenyataan Brucella abortus, spesies Campylobacter, atauberbagai virus mau-
abnormal. 2. malformasi, deformitas, atau anomali. punbakteri lain. Disebut juga Bang disease.Lihatjtga enzootic a. of
potential a. of glucose tolerance (pot AGT) klasifikasi iattle. 2. aborsi pada kuda yang disebabkan oleh Salmonella
statistik yang mencakup individu yang memPunyai risiko abortus equi atau virus herpes. Lihat juga equine epizootic a. dan
mengidap diabetes melitus lebih tinggi dari rata-rata secara equine airus a. 3. abortus pada domba yang disebabkan oleh
bermakna, seperti kembar identik pada penderita diabetes tidak spesies Campylobacter fetus, Chlamydophila, atau bakteri lain.
tergantung insulin. Lihat juga enzootic a. of ewes.
previous a. of glucoie tolerance (prev AGT) klasifikasi missed a. retensi abortus yang telah mati di dalam uterus,
statistik yang mencakup individu yang pemah didiagnosis diabe- ditandai dengan terhentinya pertumbuhan dan pengerasan
tes melitus, diabetes gestasional, atau tolerarrsi glukosa terganggu, uterus atau oleh pengurangan besar yang sesungguhnya; hi-
tetapi sekarang mempunyai toleransi glukosa yang normal. langnya denyut jantung janin yang pemah terdengar sebe-
ab.oma.sal (ab"o-ma'sel)berkenaandenganabomasum. lumnya juga merupakan hal yang memastikan; keteranganyang
ab.oma.si.tis (ab"o-me-si'tis) peradanganabomasum lebih pasti mengenai kematian janin diperoleh dengan elektro-
ab.o.ma.so.pexy (ab"o-ma'so-pek"se) fiksasi bedahaboma- . kardiografi janin dan ultrasonografi.
sum untuk mengoreksi pergeseran abomasum ke arah kiri atau mycotic a. abortus, biasanya pada sapi, akibat infeksi jamur;
kanan (lihat di bawah displacement). infeksi jamur yang lazim adalah spesies Absidia, Mortierella,
ab.o.ma.sot.omy (ab"o-ma-sot'e-me) pemotongan abomasum Mucor, dan Rhizopus. Lihat juga mucormycosis'
secara bedah, biasanya untuk menghilangkan bezoar atau im- recurrent a. abortus sPontan sebanyak tiga kali kehamilan
paksi. atau lebih yang berurutan, pada sekitar Periode Perkembangan
ab.oma.sum (ab"o-ma'sum) lab- + L. omasumf lambung ke- yang sama.
empat pada binatang pemamah biak, dapat disamakan dengan septic a. abortus yang disertai infeksi berat uterus, menye-
struktur dan fungsi lambung binatang yang bukan pemamah babkan in{eksi umum; lebih sering terjadi setelah abortus yang
biak; berisi kelenjar lambung yang menyekresikan cairan tidak legal.
Jambung. spontaneous a. abortus yang terjadi secara alami; lebih di-
ab.orad (ab-or'ad)menjauhimulut. kenal sebagai miscarriage.
ab.oral (ab-or'ei) berseberangan dengan, menjauh dari, atau therapeutic a.
abortus yang disengaja guna menyelamatkan
jauh dari mulut. nyawa atau kesehatan (fisik ataupun mental) seorang wanita
ab.orig.i.nal (ab-e-rij'i-nol) penduduk asli yang mendiami sua- himii; kadang-kadang, dilakukan sesudah pemerkosaan atau
tu tempat. inses.
abort (e-bort') fL. aboriri menggugurkan] 1. memeriksa perja- threatened a. suatu kondisi dengan pengeluaran cairan
Ianan penyakit yang lazim. 2. menyebabkan, menjadi, atau berdarah dari uterus, tetapi perdarahan tidak sebanyakpadain-
mengalami keguguran sebelum janin viabel. 3. terhenti dalam eztitable abortion dan belum didapatkan dilatasi serviks; dapat
perkembangan. berlanjut ke abortus sesungguhnya, atau gejalanya mereda dan
abor.tient (e-bor'shont) abortfocient. kehamilan berlanjut sampai cukup bulan.
abor.ti.fa.cient (e-bor "t -fa'shent)IL. abortio abortos + -facientl tubal a. keluarnya hasil konsepsi melalui ujung tuba uterina
1. menyebabkan abortus. 2. agen yang menyebabkan abortus; yang terbuka ke dalam rongga abdomen, terjadi pada kehamilan
disebut juga abor tient. tuba.
abor.tion (o-bor'shen) lL. abortio) 1. pengeluaran hasil konsepsi vibrio a. abortus inlektif pada sapi, domba, dan kambing,
secara prematur dari uterus, baik berupa embrio ataupun fetus yang disebabkan oleh Campylobacter fetus.
yang belum dapat hidup. 2. penghentian dini suatu proses yang abor.iive (e-bor'tiv) [L. abortiousl L. berkembang tidak sem-
alarni ataupun patologis. pwna.2. abortifacient (del.1.) 3. mempersingkat perjalanan suatu
accidental a. abortus akibat suatu kecelakaan. penyakit.
ampullar a. abortus tuba yang terjadi pada bagian ampula abor.ius (o-bor'tas) [L. ] fetus dengan berat kurang dari 500
tuba uterina. gram atau umur kehamilan kurang dari 20 minggu pada saat
artificial a. induced o. feluar dari uterus, yang tidak mempunyai kemungkinan
chlamydial a. enzootic a. of ewes. hidup.
complete a. abortus yang seluruh hasil konsepsinya telah abouche.ment (ah-boosh-maw') [Per. ] bermuaranya suatu
keluar dari uterus dan dikenali. pembuluh pada pembuluh yang lebih besar.
contagious a. infectious a. abou.lia (a-boo'Ie-e) abulia'
enzootic a. ofcattle
abortus inJektif yang disebabkan oleh ABP arterial blood pressure.
organisme dari genus Chlamydia; juga dikenal sebagaifoothill a. ABB auditory brainstem resPonse.
di Amerika Serikat bagian barat. Disebut iuga epidemic atat abra.chia (e-bra'ke-e) la] + L. brachial tidak adanya lengan se-
epizootic,booine a.. cara kongenital.
enzootid a. of ewes abortus pada domba betina, biasanya abra.chi.a.tism (ah-bra'ke-ah-ti z" aml abrachia. .
yang sedang hamil tua, disebabkan olel. Chlamydophila psittaci. abra.chio.ceph.a.lia (a-brd"ke-o-se-fa'le-a) [a-' + brachb +
bpidemic bovine a., epizootic trovine a. enzootic a of cattle cEhal + -ial acephalobrachin.
equine epizootic a. abortus infektifpada kuda, disebabkan abra.ch io.ceph.a.lus (e-br6"ke-o-sef ' a-hts) acephalobr achius'
oleh virus penyebab rhinopneumonitis viral pada kuda. abra.chi.us (e-bra'ke-as) individu dengan abrachia'
equine virus a. abortus yang terjadi sebagai bagian dari abrad.ant (o-bra'dent) abrasiae.
rhinopneumonitis viral pada kuda. abrade (a-brad') menghapus lapisan luar atau pembungkus
.

foothill a. , enzootic a. of cattle. suatu bagian; lihat juga Planing'


- (e-bra'der) alat yang digunakan untuk mengabrasi;
habitual a. recurrent a. abrad.er
idiopathic a. abortus sPontan yang tidak diketahui sebab disebutjtga abrasor.
organiknya. Abrams helrt rcflex (ahramz) lAlbert Abrams, dokter Amerika,
imminent a. abortus mengancam disertai perdarahan yang 1 563 -\9241lihat di b aw ah r efle x,
banyak, pelunakan dan pelebaran serviks, dan kontraksi uterus abra.sio (a-bra'se-o) lL.labrasion'
yang mirip dengan nyeri saat melahirkan' a. cor'neae corneal abrasion.
incomplete a. abortus dengan isi uterus yang tidak keluar abra.sion (a-bra'zhan) lL. afuasiol 1. ausnya suatu substansi
seluruhnya. atau struktur (seperti kulit atau gigi) oleh suatu proses mekanik
abra'sive 6 ab'scess
alveolar a. apical a., (def. 2).
amebic a. abses yang terlihat pada amebiasis, biasanya di
dalam hati, tapi terkadang dapat pula di paru, limpa, atau otak.
amebic liver a. abses yang terbentuk pada amebiasis hepa-
tik, akibat nekrosis pencairan akibat masuknya Entamoebn
histolytica ke dalam sirkulasi portal.
anorectal a. abses yang terdapat dalam jaringan anorektum.
apical a. 1. abses pada apeks suatu organ.2. radangjaringan
yang mengelilingi apeks gigi, disertai dengan kumpulan pus,
akibat infeksi yang terjadi setelah infeksi pulpa melalui iesi
karies atau sebagai akibat cedera yang menyebabkan nekrosis
pulpa. Disebut juga alueolar a., dentoalaeolar a., danperiapical a.
apical a., acute abses pada apeks gigi yang ditandai dengan
I Abrasi kornea (pewarnaa fluoresein\. onset cepat, nyeri akut, nyeri gigi bila disentuh, pembentukan
nanah, dan pembengkakan jaringan pada stadium lanjut.
apical a., chronic abses pada apeks gigi yang ditandai de-
abnormal atau tak-biasa. 2.bagian dari permukaan badan yang ngan pengeluaran pus secara intermiten meialui saluran sinus,
kulitnya atau selaput lendirnya telah terlepas oleh suatu proses dengan onset bertahap, jaringan yang terkena tidak atau hanya
mekanik abnormal atau tak-biasa. sedikit mengalami pembengkakan, dan hanya sedikit rasa tidak
air a. suatu jenis mikroabrasi menggunakan partikel kecil nyaman.
yang ditiupkan oleh dorongan udara pada permukaan gigi atau- appendiceal a., appendicular a. abses di sekitar appendix
pun kavitas. vermiformis pada apendisitis perforasi; disebut juga peri-
corneal a. pengikisan lapisan superfisial pada kornea. appendiceal a.
abra.sive (e-bra'siv) 1. menyebabkan abrasi. 2. bahan yang di- Bartholin a., bartholinian a. abses duktus ekskretorius
gunakan untuk mengikis, mengasah, atau menggosok. glandula Bartholin.
abra.sor (e-bra' zar) abrader. Bezold a. abses di leher akibat mastoiditis aku.t (Bezold mas-
ab.re.ac.tion (ab"re-ak'shon) [ab- + reaction) menghidupkan toiditis) yangpusnya merembes sampai ke permukaan superior
kembali suafu pengalaman sedemikian rupa, sehingga emosi m. sternocleidomastoideus dan sepanjang venter posterior m.
yang dahulu ditekan dapat dibebaskan, biasanya juga meng- d igastricus.
hasilkan insight. bicameral a. abses dengan dua rongga atau kantong, lihat
. motor a. abreaction yang dicapai dengan ekspresi gerak atau shirt-stud a.
muskular. bile duct a. cholangitic a.
Abri.ko.sov (Abri.kos.soff) tumor (ah"bre-kos'of) [Aleksei biliary a. abses kandung empedu atau bagian saluran empedu.
Ivanovich Abrikosoa (atatt Abrikossffi, ahli patologi Rusia, bone a. abses pada osteomielitis.
1875-1,955)lihat granular cell tumor, dibawah tumor. brain a. abses yang mengenai otak akibat penjalaran infeksi
abrin (a'brin) fitotoksin atau toksalbumin kuat yang terdapat (e.g. otitis media) dari tempat yang berdekatan atau infeksi yang
dalam biji Abrus precatorias (kacang jequirity) dan digunakan menular melalui darah. Disebut juga pyencephabts atar pyo-
dalam sintesis imunotoksin; pernah digunakan sebagai obat luar cephalus.
unfuk gangguan mata menahun tertentu. broad ligament a. abses di antara lipatan ligamentum latum
abrism (a'brizm) keracunan kacang jequirity; lihat abrin. uteri; disebut ju ga parametric atau parametrial a.
ab.rup.tio (ab-rup'she-o) lL., dari abr ump er e lep as daril mengo- Brodie's a. daerah destruksi tulang berbentuk kurang-lebih
yak sampai tercerai berai. sferis, berisi pus atau jaringan ikat, biasanya di daerah metafisis
a. placen'tae keadaan terlepasnya plasenta sebelum waktu- tulang panjang dan disebabkan oleh Staphylococcus aureus.
nya, sering disertai reaksi sistemik pada ibu berupa syok, canalicular a. abses payudara yang berhubungan dengan
oliguria, dan abnormalitas koagulasi. ductus lactiferi.
Abtus (a'bres) genus pohon dari famili Leguminosae, ditemu- caseous a. .abses yang mengandung zal mirip keju, seperti
kan pada daerah yang hangat. A. precato'rius L. ditemukan di pada tuberkulosis paru. Disebutjuga cheesy a.
daerah tropis dan subtropis Asia dan Amerika; bijinya (disebut central mammary a. abses mammae pada parenkim pro-
kacang jequirity, rosary pee, ataLl tab's eye) digunakan untuk fundus payudara; bisa unisentrik atau multisentrik. Lihat
membuat biji rosario dan perhiasan, tetapi mengandung gambar.
toxalbumin abrin (q.v.). cervical a. streptococcal lymphadenitis of swine.
abs- [L. abs, v arian abf awalan yang artinya j auh dari, dari. cheesy a. caseous a.
ab.scess (ab'ses) lL. nbscessus, dari ab jauh + cedere pergil cholangitic a. abses intrahepatik sebagai komplikasi kola-
kumpulan pus setempat yang terdapat dalam jaringan, orgar9 ngitis bakterial; disebut juga bile duct a.
atau rongga yang tertutup. Lihat juga empyena. chronic a. cold a. (def. 1).
acute a. abses dengan proses yang reiatif singkat, menimbul- eircumtonsillar a. , peritonsillar a.
kan demam dan peradangan setempat yang nyeri. cold a. yang perkembangannya reiatif lambat, dengan
1. abses
sedikit tanda radang. Disebut juga chronic a. 2. tuberculous a.
collar-button a. abses superficial yang dihubungkan de-
Fus ngan bagian yang lebih profundus oleh suatu saluran; juga
disebut dengan shirt-stud a.
dental a. abses pada atau di sekitar gigi.
dentoalveolar a,, apical a. (def. 2).
diffuse a. abses yang tidak berbatas jeias, pusnya tersebar ke
jaringan sekitar.
Douglas a. abses dalam excavatio recto-uterina.
Dubois a. abses timus pada sifilis kongenital; disebut juga
Dubois' disease dan thymic a.
epidural a. extradural a.
epiploic a. abses pada omentum; juga disebut omental a.
extradural a. abses otak, di antara dura mater dan tulang
tengkorak; disebut juga epidural a.
fecal a. suafu abses berisi pus dan {eses, biasanya di sekitar
kolon atau rektum, akibat perforasi usus bagian bawah; pen-
Jaringan granulasi Lemak jalaran ke kulit atau selaput lendir menimbulkan fistula fekal.
I Potongan melintang abses. foontal a. abses pada lobus frontalis cerebri.
ab'scess 7 ab'scess

Fascia pectoralis

$ubkutan

Rstromammae
lnterlobular
(Periduklal)

I Abses gigi.
Subareolar

gasa. kumpulan bahan seropurulen setempat yang me-


ngandung gas, disebabkan oleh bakteri pembentuk gas,
seperl Clostridium perfringens. Disebut juga tympanitic a. alau
Welch a.
gingival a. lesi radang gingiva setempat yang nyeri, biasanya
terbatas pada gingiva marginalis atau papilla interdentalis.
Lihat juga periodontal a. Unisentrik Multisentrik
gravitation a., gravity a. abses yang pusnya bermigrasi
atau turun ke bagian tubuh yang lebih rendah atau lebih
Sentral
dalam.
heel a. abses pada tumit domba, dengan kepincangan dan Lemak subkutan
supurasi pada peraiihan kulit-tanduk, biasanya akibat pen-
jalaran infeksi pada dermatitis interdigitalis. Disebud. iuga infec-
I Abses payudara.

tious bulbar necrosis.


helminthic a. worm a.
hot a. abses akut dengan geiaia radang setemPat. periapical a. apical a. (def. 2).
hypostatic a. wandering a. periappendiceal a.' periappendicular a. appendiceal a.
interlobular a., interlobular mammar:r' a. abses mamlnae pericolic a. di luar kolon akibat perfo-
abses yang berada
yang terletak di dalam ductus iactiferi payudara; disebut juga rasi, sebagai komplikasi diverkulitis; disebut iuga peridiaer-
periductal atau periductnl mammary a. Lihat gambar. ticular a.
intersphincteric a. abses anorektal yang terletak dalam, di pericororial a. abses di sekitar mahkota gigi yang baru meng-
bawah sphincter ani internus. alami erupsi sebagian.
intradural a. abses di dalam lapisan dura mater. peridental a. periodontal a.
intramastoid a. mastoid a. peridiverticular a, pericolic a.
ischiorectal a. abses anorektal yang terdapat di fossa ischio- periductal a., periductal mammary a. interlobular a.
rectalis. perinephric a. abses pada jaringan perinefrik; cf .perinephritis,
jowl a. streptococcal lymphadenitis of swine. periodontal a. abses pada jaringan periodontal; dapat me-
kidney a. renal a. ngenai jaringan penyokong periodontal atau dinding jaringan
lacrimal a. abses pada atau di sekitar saccus lacrimalis'' Iunak kantong periodontal. Disebut juga lateral a., lateral alaeolar
lacunar a. abses pada lacunae urethrales. a.,parietal a., danperidental a.Lihatltga gingioal a'
lateral a., lateral alveolar a. periodontal a. peritoneal a. peritonitis dengankomplikasiabses.
mammary a. abses pada payudara, sering disebabkan oleh peritonsillar a. abses dalam jaringan peritonsilar yang
Staphylococcus aureus atali bakteri streptokokus, terutama pada meluas sampai ke dalam capsula tonsillae, akibat supurasi ton-
wanita yang sedang menyusui. Jenis=jenisnya berupa subkutis, sil; disebut juga quinsY.
subareolar, interlobular, sentral, dan retromammaria. Lihat periureteral a.
abses di sekitar ureter.
gambar. phl"gmoooos a.
abses yang terkait dengan radang akut
mastoid a. abses di dalam processus mastoideus danair cells, jaringan ikat subkutis.
sebagai komplikasi mastoiditis. Disebut juga intramastoid a dan phoenix a. abses dengan gejala yang mirip dengan gejala ab-
mastoid empyema. ses apikal akut, merupakan kelanjutan granuloma apikal kronis
metastatic a. abses sekunder, biasanya berasal dari emboii, dan mendadak menjadi simptomatik.
yang organismenya terbawa sirkulasi ke tempat yang jauh dari Pott's a. abses yang ada hubungannya dengan tuberkulosis
lesi primer. tulang belakang.
metastatic tuberculous a. tuberculous gumma. prema-mary a. abses pada kulit dan jaringan bawah kuiit
migrating a, .wandering a. payudara.
miliarj'd. satu dari kelompok abses kecil muitipel p"oas a. abses yang berasal dari penyakit vertebra lumbal atau
Munro a. lihat di bawah microabscess. dorsal bawah, pusnya turun ke dalam seiubung otot psoas.
omental a. epiploic a. pulp a., pulpal a. 1. radang pulpa gigi, disertai dengan kum-
palatal a. abses apikal pada gigi rahang atas, yang menonjol pulin jaringannekrotik yangberbatas jelas danpus yangberasal
atau meluas ke arah palatum. hari penghincuran leukosit dan bakteri, kadang-kadang dike-
parafrenal a. abses glandula preputialis. lilingi jaringan penyambung. 2. whitlow.
parametrial a., parametric a. broad ligament a. pyemic a. abses akibat piemia. Disebut j:uga septicemic a.
paranephric a. abses pada jaringan sekitar ginjal. renal a. abses parenkim ginjal setempat akibat infeksi
parietal a. periodontal a. bakteri.
Pautrier a. lihat di bawah microabscess. residual a. abses berulang yang terjadi pada tempat abses
pelvic a. abses peritoneum pelvis, biasanya dari excavatio terdahulu yang belum sepenuhnya sembuh.
recto-uterina. retromammary a. abses yang terdapat pada jaringan lunak
pelvirectal a. abses yang terletak tepat di atas m. levator ani, di belakang parenkim payudara; lihat gambar.
sangat dekat dengan dinding rektum. retroperiton eal a. subperitoneal a.
perianal a. abses anorektal superfisial tepat di bawah kulit retrophar5mgeal a. radang supuratif kelenjar getah bening
sekitar anus. pada dinding posterior dan lateral faring.
ab'sces'sus 8 ab'sorp'tion
retrotonsillar a. abses di belakang tonsil yang dapat dise- ab.scis.sion (ab-si'zhen) lL. abscindere memotongl pengang-
babkan oleh salah satu bakteri piogenik yanglazim, biasanya katan dengan cara memotong.
bersama-sama atau segera setelah tonsilitis atau faringitis akut. corneal a. eksisi penonjolan kornea pada stafiloma.
ring a. abses berbentuk cincin di perifer kornea. ab.scon.sio (ab-skon'se-o) j arn. absconsi'ones [L. ] rongga pada
root a. kondisi pusfuler menahun atau akut pada jaringan tulang yang menerima dan menyembunyikan caput fulang lain.
penyokong akar gigi; bila berasal dari endodontik, disebfi apical ab.scop.al (ab-sko'pel) berkenaan dengan efek pada jaringan
a.; jika berasal dari periodontik, disebutperiodontal a. yang tidak disinari akibat penyinaran jaringan lain pada
satellite a. abses sekunder yang berasal dari abses primer dan organisme itu.
terdapat di dekatnya. ab.sence (ab'sens) 1.. absence epilepsy.2. absence seizure.
septicenic a, puemic a. abs. feb [L.) absen'te feb're (waktu tidak ada demam).
shirt stud a. collar button a. Ab.sid.ia (ab-sid'e-e) genus fungus dari famili Mucoraceae. 4.
splenic a. abses limpa. corymbi'fera (disebut juga A. ramo'sa, Mucor corymbifer, dar. M.
stercoraceous a., stercoral fecala. * ramosus) tumbuh pada roti dan tumbuh-tumbuhan yang mem-
sterile a.
abses yang tidak menglndung mikroorganisme. busuk, kadang-kadang menyebabkan mukormikosis dan oto-
stitch a- abses yang terbentukberdekatan dengan tempat jahitan. rnikosis pada manusia, hewan percobaan, ternak, dan hewan
subaponeurotic a.
abses dibawah aponeurosis atau fascia. lainnya.
subareolar a.
abses subkutis jaringan payudara di bawah ab.sinthe (ab'sinth) 1.. absinthium (def.1). 2. minuman beralkohol
areola puting susu; lihat gambar. yang dibuat dari ekstrak A. absinthium dan tanaman beraroma
subcutaneous a. abses dibawahkulit. menyengat lainnya; pemakaiarmya telah ditinggalkan karena me-
subdiaphragmatic a.
abses di bawah diafragma. ngandung neurotoksin dan pemakaian dalam waktu yang lama
subdural a. abses otak yang berada tepat di bawah dura mater. dapat menyebabkan trismus, ambliopia, neuritis optik, dan
subfascial a. abses di bawah fascia. kejang.
subgaleal a. abses di bawah galea aponeurotica. ab.sin.thi.um (ab-sin'the-um) 1. tanaman spesies Artemisia
subhepatic a. abses dibawahhepar. absinthium (disebut juga wormwood).2. daun kering dan pucuk
submammary a. abses di bawah glandula mammaria. bunga A. absinthium, dulu digunakan sebagai bitter tonic. 3.
,
subpectoral a. abses di bawah otot pektoral. minyak yang diekstraksi dari 1. absinthium dan digunakan
subperiosteal a. abses tulang tepat di bawah periosteum. rfit]uk absinthe.
subperitoneal a. abses di antara peritoneum parietale dan ab.so.lute (ab'sa{oot) [L. nbsolutus, dari. absoloere melepaskan]
dinding abdomen. bebas dari pembatasan; tak-terbatas; tak-digabungkan.
subphrenic a. subdiaphtagmatic a. ab.sorb (ab-sorb') lL. absorberel 1. menyerap atau mengasi-
subscapular a.
abses di antara musculus serrafus anterior milasi, seperti menyerap bahan-bahan ke dalam atau melintasi
dan dinding toraks posterior. jaringan, e.g. kulit, usus, atau tubulus ginjal. 2. bereaksi dengan
sudoriparous a. sweat gland a. energi radiasi unfuk melemahkannya. 3. mempertahankan pan-
superficial a. abses yang terietak di dekat permukaan. jang gelombang radiasi tertentu terhadap suatu bahan, dengan
suprahepatic a. abses yang terdapat di ligamentum suspen- menaikkan suhu atau mengubah tingkat energi molekul-
sorium antara hepar dan diafragma. molekuhya.
supralevator a. abses anorektal yang terletak di atas muscu- ab.sorb.able (ab-sorb'e-be1)dapatdiserap.
lus levator ani dan di bawah peritoneum pelvicum. ab.sor.bance (ab-sor'bens) 1. dalam kimia analisis, logaritma
sweat gland a. abses kelenjar keringat, seperti pada hidra- negatif dari transmitans, -logro(I/I), dengan I adalah intensitas
denitis suppurativa; disebut juga sudoriparous a. cahaya yang ditransmisikan oleh larutan yang sedang dianalisis
syrnpathetic a. abses yang timbul pada tempat tertentu, di dan Io adalah intensitas yang ditransmisikan oleh pelarut murni
luar lokasi pemicunya. atau larutan rujukan lainnya. Lambang ,4. Dahulu, merujuk
syphilitic a. abses tulangpada sifilis tersier. pada absorbancy atau optical density. 2. dalam fisika radiasi,
thecal a. abses pada selubung pembungkus, seperti sarung Iogaritma negattl dari transmitars, didefinisikan sebagai perban-
tendon. dingan energi radiasi yang ditransmisikan oleh suatu objek (1)
_ Thornwaldt a, Tornwaldt a. terhadap energi radiasi yang mengenanya (I).
thymic a. Dubois a. ab.sor.ban.cy (ab-sor'ben-se\ absorbance.
toe a. abses pada jari kaki domba, dengan supurasi pada tan- ab.sor.be.fa.cient (ab-sor"bo-fa'shent) [L. absorbere menye-
duk kaki dan mengakibatkan kepincangan, biasanya mengenai ftp + facientl l. menyebabkan atau memudahkan absorpsi. 2. a&-
satu jari kaki depan. sorbent (def.3).
Tornwaldt (Thornwaldt) a. abses pada adenoid, biasanya ab.sor.bent (ab-sor'bant) lab- + sorbentl1. sanggup menyerap/
disertai adenoidisme. atau mengisap dan menggabungkan. 2. struktur jaringan yang
tuberculous a,
abses akibat infeksi basil tuberkel(Mycobacte- terlibat dalam absorpsi. 3. substansi yang menyerap atau yang
rium tuberculosls); disebut juga cold a. memudahkan absorpsi.
tubo-ovarian a. abses pada tuba uterina dan ovarium. ab.sorp.ti.om.e.ter (ab-sorp"she-om'o-ter) fabsorption- + -me-
tympanitica. gns a. fer] 1. alat untuk mengukur daya larut gas dalam suatu cairan. 2.
tsrmpanocervical a. abses yang timbul di membran timpani alat r:nfuk mengukur lapisan cairan yang terserap di antara dua
dan meluas ke leher. Lihat juga Bezold's a. lempeng kaca; digunakan sebagai hematoskop.
tympanomastoid a- absespadamembrantimpanidanmastoid. ab.sorp.ti.om.e.try (ab-sorp"she-om'e-he) dalam radiologi,
urinpry a. abses yang disebabkan ekskavasasi urine yang ter- pengukuran derajat emisi radiasi oleh radioisotop, hingga selu-
infelisil ruhnya dihamburkan di dalam jaringan.
verririnous a. worm a. dual enerry x-ray a. (DEXA) teknik pencihaan yang meng-
vitreous a. abses corpus vitreum pada rnata akibat infeksi, gunakan 2 sinar-x dengan tingkat energi yang berbeda untuk
trauma, atau benda asing. menghasilkan suatu gambar detail komponen tubuh; digunakan
von Bezold a. Bezold a. terutama untuk pengukuran densitas minerai tulang.
wandering a. di antara jaringan dan
abses yang menyusup dual photon a. pengukuran kandungan mineral tulang pa-
akhirnya muncul di suatu tempat jauh dari tempat asalnya; di- da rangka aksial, terutama tulang belakang lumbal, dengan
sebut juga hypostatic a. danmigrating a. membandingkan dua puncak energi fotoelektrik terpisah yang
Welch a, gas a. diemisikan oleh gadolinium 153 pada jaringan lunak maupun
lvorrn a.
abses yang disebabkan oleh atau mengandung ca- tulang.
cing; disebut juga helminthic a. dan aerminous a. ab.sorp.tion (ab-sorp'shen) lL. absorptiol 1. ambilan bahan-
ab.sces.sus . (ab-ses'us) [L. ] abscess. bahan ke dalam atau melalui jaringan, misalnya kulit, usus, dan
ab.sci3.sa (ab-sis'e) lL. (Iinea) abscissa garis potong, dari abscin- tubulus ginjal. 2. dalam psikologi, pemusatan pikiran pada satu
dere memotong] koordinat horizontal dalam sistem koordinat objek atau aktivitas, tanpa mempedulikan hal lain. 3. radiation a.
dua dimensi; jarak horizontal suatu titik dari sumbu y (atau 4. dalam ilmu kimia, penetrasi suatu bahan ke dalam struktur
veriikal). Dilambangkan dengan.r. Cf . ordinate. dalam bahan lainnya. Cf. adsorption.
ab'sorp'tive 9 Aca'cia
agglutinin a. pemisahan antibodi dari serum imun dengan
pemberian partikel antigen (biasanya bakteri) yang homolog
terhadap antibodi tersebut, diikuti dengan pemisahan kornpleks
antigen-antibodi.
chemical a, . absorption (def. 4).
digestive a. pelintasan produk akhir pencernaan dari traktus
gastrointestinal ke dalam pembuluh darah ataupun pembuluh
limfe dan menuju sel di dalam jaringan; ini dapat melalui proses
difusi atau transpor aktif.
enteral a. intestinal a. a lmplant abutment.
external a. absorpsi makanan, racun, atau bahan lain melalui
kulit atau selaput lendir.
internal a. digestiae absorption.
interstitial a. pengeluaran produk sisa melalui sistem ab- motivasi seksual yang tidak normal pada anak kecil, serta
sorben. tindakan yang berhubungan dengan eksploitasi seksual pada
intestinal a. ambilan cairan, solut, protein, iemak, dan anak, termasuk aktivitas yang berkaitan dengan pornografi atau
nutrien lain dari lumen intestinum ke daiam sel epitel intes- prostitusi yang melibaikan orang yang belum dewasa dan
tinum, darah, limfe, atau cairan interstisial intestinum. paksaan terhadap orang yang belum dewasa untuk melakukan
net a. selisih antara yang diserap dan yang dikeluarkan oleh tindakan cabui.
suatu jaringan atau sel. substance a. [DSM-WI gangguan penggunaan zat yang di-
parenteral a. cara iain absorpsi selain melalui saluran cerna. tandai dengan pemakaian zat pengubah mood atau perilaku da-
radiation a. ambilan energi oleh suatu zat melalui interaksi lam pola maladaptif yang mengakibatkan gangguan atau distres
radioaktif. Cl. attenuation (def. 3). yang bermakna, seperti kegagalan memenuhi kewajiban sosial
ab.sorp.tive (ab-sorp'tiv) mampu menyerap; absorbent; berke' atau akupasional atau penggunaan berulang dalam sifuasi yang
naan dengan absorpsi. berbahaya secara fisik atau yang berakhir dengan masalah hu-
ab.sorp.tiv.i.ty (ab"sorp-tiv'i-te) ukuran jumlah cahaya yang kum, tetapi tidak memenuhi kriteria substance dependence(q.v.).
diserap oleh suafu larutan, dinyatakan sebagai absorbans per Gangguan spesifik diberi nama sesuai dengan etiologi, e.8., Pe-
satuan konsentrasi per satuan panjang jejak cahaya. Menurut nyalahgunaan alkohol, penyalahgunaan steroid anabolik.
Beer's law (q.v.), absorptivitas berbanding lurus dengan kon- DSM-IV memasukkan gangguan penyalahgunaan spesifik
sentrasi larutan penyerap. Disebr:3. jrga absorbancy index, absorp- untuk alkohol, amfetamin ataLl za! serupa, ganja, kokain, halu-
,tion constant, absorption co{ficient, dan extinction coefficient. sinogen, inhalan, opioid, PCP atau zat serupa, dan sedatii
molar a. (e) absorptivitas yang dinyatakan sebagai konsen- hipnotik, a tau ansiolitik.
trasi dalam mol per liter. abut (o-but') menyentuh,berdampingan,berbatasan dengan.
specific a. (o) absorptivitas yang dinyatakan sebagai kon- abut.ment (e-but'mant) 1. tempat terjadinya persinggungan. 2.
sentrasi dalam gram per liter. bagian dari suafu struktur yang menahan dorongan atau tekanan.
abst abstract. 3. gigi atau akar gigi yang digunakan sebagai peganganbagi pros-
ab.ster.gent (ab-sturJant) lL. abstergere membersihkanl 1. tesis gigi permanen atau yang bisa dilepas-pasang, atau alat-alat
membersihkan atau memurnikan. 2. alat atau obat pembersih. lain dengan fungsi yang sama. Lihat juga dibawahtooth.
ab.sti.nence (ab'sti-nens) pantang memperoieh kepuasan dari auxiliary a, secondary a.
makanary stimulan, atau hubungan seks. implant a. bagian implant subperiosteal, intraperiosteal, atau
periodic a. rhythmmethod. intraoseus yang menonjol ke dalam rongga mulut dan bertindak
abstr. abstract. sebagai abutmenf untuk menahan dan menstabilkan gigi palsu.
ab.stract (ab'strakt) lL. abstractum, dari abstrahere mengeluar- intermediate a. gigi atau akar gigi asli, tanpa kontak proksi-
kan] kesimpulan atau ringkasan suatu buku, makalah, atau mal dengan gigi asli lain, yang digunakan sebagai abutment,
riwayat kasus. selain dua abutment akhir. Disebut juga pier.
ab.strac.tion (ab-strak'shon) fL. abstractus past part dari abstra- isolated a. jenis intermediate abutment, terutama yang diguna-
here pergi menghilangl 1. pengeluaran bahan apa pun dari kan untuk menyokong gigi palsu parsial yang bisa dilepas-
suatu senyawa. 2. kondisi gigi dan struktur lain di maxilla dan pasang.
mandibuia yang lebih rendah dari posisi normal, menjauhi multiple a. , abutment yang terbentuk melalui pengikatan per-
bidang oklusi, sehingga muka meniadi lebih p anjang. Cf . attrac- manen terhadap dua atau lebih glgi asli yang berdekatan yang
Iion (def.2). bertindak sebagai suatu kesafuan dalam menyokong dan me-
ab.ter.min.al (ab-tur 'mi-nel) lab+ L. terminus akhirl bergerak nahan gigi palsu parsial (permanen atau bisa dilepas-pasang).
dari ujung ke pusat; merujuk pada aliran listrik dalam otot. primary a. gigi asli yang berfungsi sebagai penyokong lang-
ab.tor.sion (ab-tor'shan) extorsion. sung gigi palsu.
abu.lia (a-boo'le-e) [a-1 + Yun. boullhasrat + -in] 1.. hilangnya secondar5r a. gigi asli yang digunakan sebagai tambahan
hasraf ketidakmampuan mengambil keputusan. 2. mutisme abutment primer unfuk menyokong atau menahan secara tak
akinetik yang belum sampai total. Disebut juga aboulia. langsung gigi palsu parsial yang bisa dilepas-pasang; disebut
abu.lic (e-boo'lik) dipengaruhi atau berkenaan dengan abulia. ju.ga auxiliary a.
abuse (e-bls') penggunaan yang salah, terutama Penggunaan terminal a. gigi asli yang letaknya di ujung gigi tiruan cekat dan
sesuatu gecara berlebihan. digr.makan sebagai penyokong dan penahan gigi palsu tersebut.
child ei'penyiksaan fisis, emosional, atau seksual terhadap ABVD regimen kemoterapi yang terdiri dari Adriamycin (doxo-
anak-anak, biasanya dilakukan oleh orang tua, kerabat, atau rubicin), bleomycin, vinblastine, dan dacarbazine, digunakan
pengasuh. Liha t jrga battered-child syndrome, dibaw ah syndrome. pada terapi penyakit Hodgkin.
drug a. substance a. AC 1.. acromioclazsicular; air conduction; alternating current; axio-
physical a. semua tindakan yang mengakibatkan cedera fisik ceruical. 2. regimen kemoterapi kanker yang terdiri dari
yang disengaja, tidak hanya serangan yang disengaja tetapi juga Adriamycin (doxorubicin) dan cyclophosphamide.
hasil hukuman yang tidak masuk akal. Ac actinium.
psychoactive'subltance a. substance a. a.c. [L. ] an'te ci'bum (sebelum makan).
sexual a. semua tindakan yang bersifat seksual yang dila- AGA American College of Angiology; American College of
kukan dengan cara kriminal, terhadap anak kecil atau orang Apothecaries.
dewasa yang tidak menginginkannya, termasuk pemerkosaary Aca.cia (e-ka'she) lL., dariY:ulr.. akaklal genus semak atau pohon
inses, sodomi, kopulasi oral, dan penetrasi benda asing ke dalam dari famili Leguminosae. A. ca'na adalah tumbuhan kaya-sele-
lubang genital atau anal; juga termasuk tindakan cabul dan nium yang dapat menyebabkan keracunan selenium pada
menimbulkan gairah terhadap anak kecil atau segala tindakan ternak. A. ca'techu Willd. adalah pohon kecil yang berasal dari
seksual yang diperkirakan mengiritasi, menyusahkao atau India dan Burma yang menghasilkancatechu. A. georgi'naeF.M-
menyakiti anak kecil yang dilakukan oleh seseorang dengan Bail. adalah pohon Australia yang daulnya dapat menyebabkan
aca.cia 10 Acan'tho'po'di'na
keracunan fluoroasetat yang fatal pada ternak. A. se'n.egal adalah r ,,1

pohon Afrika yang menghasilkan akasia (gum arabic).


aca.cia (e-ka'she) 1. tanaman dari genus Acacia.2. [NF] eksudat ge-
,:" \ :lr"!'':" ,l , '
tah kering dari batang dan cabang Acacia smegal,berbentttk sferis, i-
serpihary.bubuk; granula, atau spray kering, dan diolah menjadi \ t'it''.'i""
musilase atau sirup; digunakan sebagai agen suspensi, emoliery :tr ,: ,:Ii:
I
dan demulsen r.rntuk preparat farmasi. Dsebut juga gum arabic. lati,,,,,..,' rlr:i.r';lid',r1':,-
acal.cu.lia (e-ka1-ku'1e-a) [a-' + L. calculare menghitung + -ln]
ketidakmampuan mengerjakan perhitungan aritmetika se-
derhana. Cf . dyscalcul ia.
acam.pro.sate cahci.um (e-kam'pro-sdt) sonyawa sintetik
\
yang digunakan untuk mempertahankan absiinensia alkohol I Akantosit
sebagai bagian dari pengobatan kecanduan alkohol, diberikan
per oral. Meskipun mekanisme kerja obat ini masih belum
diketahui dengan jelas, obat ini dianggap bekerja melalui inter- acan.tho.ceph.a.lous (a-kan"tho-sef'e-1es) berkenaan dengan
aksinya dengan sistem biokimiawi (yang berubah akibat alko- atau disebabkan oleh cacing dari filum Acanthocephala.
holisme), guna mengembalikan keseimbangan normal antara Acan.tho.ceph.a.lus (e-kan"tho-sef'+1es) genus cacing dari filum
inhibisi dan eksitasi neuronal. Acanthocephala; beberapa spesies merupakan parasit pada ikan.
acamp.sia (e-kamp'se-e) [aJ + Yun. kamptein menekuk + -la] Acan.tho.chei.Io.ne.ma (e-kan"tho-ki"lo-ne'me) genus nema-
kekakuan atau ketaklenturan suatu bagian atau suatu sendi. toda filarial, dengan status yang tidak jeias, memiliki relasi vang
acan.tha (o-kan'the) .lYun. akantha duril 1. spina (def. 1). 2. dekat dengan Mansonella. Spesies A. pers'tans dan A. streptocer'ca
pr o ces sus spinosus a er tebr ae. telah kembali diklasifikasikan sebagai spesies Mansonella.
acan.tha.ceous (ak"an-tha'shes) mengandung duri atau taji. acan.tho.chei.lo.ne.mi.a.sis (e-kan"tho-ki"1o-ne-mi'e-sis)
acan.tha.me.bi.a.sis (e-kan"the-me-bi'a-sis) infeksi oleh spe- infeksi yang diakibatkan oleh spesies Acanthocheilonemal me-
sies Acanthamoeba; manifeslasi yang paiing umum adalah ense- miliki gejala yang mirip dengan mansonellosis.
falitis amebik granulomatosa dan keratitis,4 canthamoeba. acan.tho.cyte (o-kan'iho-sit) lacantho- + -cyte) eritrosrt berspi-
Acan.tha,moe.ba (a-kan"tha-me'be) lacanth- + amoebal genrl kula dengan lima sampai sepuluh tonjoian protoplasma ber-
protozoa ameboid yang hidup bebas dari ordo Centramoebida, bentuk duri yang panjangnya beragam, tersebar tak-teratur di
biasanya ditemukan di air segar atau tanah lembab. Spesies ter- seluruh permukaan; terlihat pada abetalipoproteinemia, mal-
tentu, seperti A. astronyxis, A. castellanii, A. culbertsoni, A. nutrisi, penyakit hepar, dan beberapa keadaan 1ain. Disebut juga
hatchetti, A. polyphaga, dan A. rhysodes, bisa merupakan kuman acanthrocyte dan spur cell.
patogen bagi manusia. Lihat juga acanthamebiasis. acan.tho.cy.to.sis (e-kan"tho-si-to' sis) facanthocyte + -osisl L
Acan.thas.ter (a"kan-thas'tar) genus bintang laut. A. plan'ci terdapatnya akantosit dalam darah. 2. abetalipoproteinemia.
merupakan bintang laut bermahkota duri, spesies beracun. acan.thoid (e-kan'thoid) facanth- + -oldl mirip duri; berduri.
acan.thes.the.sia (e-kan"ihes-the'zhe) facanth- + esthesiaf acan.thol.y.sis (ak"anthof i-sis) facantho- + -lasis) kerusakan
sensibilitas yang menyimpang, berupa perasaan seakan-akan jembatan interselular antara se1-sel keratin epidermis, disebab-
ada tekanan benda tajam. kan oleh lisis zat semen interselular, dan tipe sekundernya
Acan.thia iec.tu.la.ria (e-kan'the-e lek"too-1ar'e-a) Cimex lec- ditandai dengan kondisi-kondisi yang serupa dengan tipe-tipe
tularius. pemfigus atau diskeratosis. Kerusakan sekr.rnder pada desmo-
acan.thi.on (a-kan'the-on) fYun. akanthion duri kecil] daerah som sering kali te4adi, disamping sekuens klasik reaksi-reaksi
pada ujung spina nasalis anterior. degeneratif seluier.
acanth{ol. fYun. akantha, duril bentuk gabung yang berarti acan.tho.lyt.ic (a-kan"tho-1it'ik) berkenaan atau ditandai de-
berduri atau menunjukkan hubungan dengan duri tajam. ngan akantolisis.
Acan.tho.bdel.lid.ea (s-kan"tho-dE-1id'e-s) ordo lintah dari ke- ac.an.tho.ma (ak"an-tho'ma) jam. acanthomas, acantho'mata
las Hirudinea, ditandai dengan dwi pada permukaan tubuhnya. (acanth- + -oma) tumor yang terdiri dari sei epidermal atau se1
Acan.tho.ceph.a.la (e-kan"tho-sef'e-ia) facantho- + Yun. skuamosa.
kephalckepalal cacing berkepala duri, filum parasit yang sering a, adenoi'des cys'ticum multiple trichoepithelioma.
menginfestasi hewan, disebut demikian karena probosisnya clear cell a., Degos a. plak atau papul berbentuk kubah,
mencuat ke depan, dan ditutupi dengan tonjolan mirip duri eritematosa, dengan krusta atau skuama, biasanya terdapat
.yang dipakai untuk melekat pada saluran cerna pejamu. Pada pada tungkai bawah orang tua; ditandai dengan adanya epitel
beberapa sistem klasifikasi, parasit ini dianggap sebagai kelas akantotik yang mengandung sel skuamosa kaya glikogen yang
tersendiri dalam filum Nemathelminthes. besar dan berwarna pucat.
acan.tho.ceph.a.lan (e-kan"tho-sef'e{on) setiap anggota a. fissura'turn nodul jinak, keras, berwarna seperti kulit atau
filum Acanthocephala; disebut juga thorny-headed worm. eritematosa, secara makio memiliki gambaran yang mirip epi-
acan.tho.ceph.a.li.a.sis (e-kan"tho-sef"+li'+sis) infestasi usus telioma sel basal pada jembatan hidung atau di belakang telinga,
pada vertebrata oleh spesies apa pun dari filum Acanthocephala. diakibatkan oleh trauma mekanik minor yang konstan akibat
kacamata yang kurang pas. Disebut juga granuloma fissuro.tum.
pilar sheath a. tumor jinak folikel rambut, biasanya meru-
pakan lesi asimptomatik pada bibir atas orang setengah baya;
ditandai dengan rongga berisi keratin di bagian tengah dan
dilapisi epitel skuamosa berlapis yang menonjol ke arah stroma
iaringan penyambung.
Acan.tho.pa.ryph.i.um (a-kan"tho-pe-rif'e-em) genus trema-
toda dari famili Echinostomatidae. Spesies A. tyrosenen'se
sebelumnya dikenal sebagai parasit intestinal burung, tetapi
kemudian juga ditemukan sebagai penyebab infeksi pada usus
manusia di Korea, dengan moluska air asin sebagai vektornya.
acan.tho.pel.vi s (o-kan"tho-pe1' v is) lac an tho- + p elztisl pelv is
dengan crista pubica yang sangat runcing dan menoniol.
acan.tho.po.di.um (e-kan"tho-po' de-arn) jam. acanthopo'dia.
Pseudopodium seperti duri pada trofozoit gentrs Acanthamoeba.
Acan.lho.phis (s-kan"tho-fis) genus ular famili Elapidae. ,4.
antarc'ticus adalah ular berbisa dari Australia dan New Cuinea
yang mematikan. Lihat tabel pada snake.
Acan.tho.po.di.na (o-kan"tho-po-di'ne) facnntho- + Yun. potts
a Acanthion. kaki] subordo arneba ramiuistate, yang memiiiki subpseudo-
ac'an'tho.sis 1l ac.cen.tu.a.tion
podia hialin dengan ujung yang halus, filiformis, atau bercabang kali disertai ketakutan pada parasit yang merayap di bawah
yang dihasilkan dari lobus hialin yang 1uas. ku Iit.
ae.an.tho.sis (ak"an-tho'sts) facanth- + -osls] hiperplasia difus Acar.to.myia (e-kar"io,mi'ye) genus nyamuk culicine.
stratnm spinosum kulit. Disebut juga hyperacanthosis. Ac.a.rus (ak'o-rus) [L., dari Yun. akari tungau] genus tungau
a, ni'gric4ns akantosis difus mirip beludru dengan pigmen- kecil dari famili Acaridae. Sering berupa ektoparasit, me-
tasi gelap, ditemukan di daerah lipatan kulit, misalnya di aksila mmb'9lkan gatal, kudis, dan penyakit kulit iainnya.
atau lipatan paha. Terdapat suatu bentuk pada orang dewasa ,4ufollicula'rum Demodet folliculorum.
yang sering disertai karsinoma internal, disebut malignant A- ga,Ili'nae Dermanyssus gallinae.
ocanthosis nigricans. Terdapat juga bentuk nevoid yang jinak, ,A- hor'dei kutu barley, suatu tungau yang menggali te-
tersebar hampir di seluruh tubuh dan dapat
menyertai rowongan di bawah kulit manusia.
gangguan endokrin. Bentukjinak ditemukan pada anak, disebut .4- rhyzoglyp'ticus hyacin'thi tr.rngau bawang yang terda-
p se ud oacnnthosis ni gr ican s. pat pada bawang yang membusuk dan menyebabkan dermatitis
ac.an.thot.ic (ak"an-thot'ik)ditandaidenganakantosis. (onion-mite dermatitis) pada orang yang berhubungan dengan-
acan.thro.cyte (e,kan'tfuo-snt) acanthocyte. nya.
acan.thro.cy.to.sis (e-kan"tfuo-si-to'sis) acanthocytosis. A- scabie'i Sarcoptes scabiei.
a ca.pi.te ad cal.cem (a cap'i-te ad kai'sem) [L. ] dari ke- A- si'ro tungau yang menimbulkan vanilisme pada pbkerja
pala sampai ttrmit, yaitu urutan klasik untuk menjelaskan vanilla; disebut juga Tyrophagus siro dan Tyroglyphus siro.
gejaia. ,4- tri'tiei nama lama unhtk Pyemotes uentricosus.
Aca.ra.pis (a-kar'a-pis) genus tungau. A. woo'di, rnerupakan ac.a.rus (ak'e-rus) jam. n'cari lL. I mite.
tungau trakea pada lebah madu, penyebab penyakit IsIe of ACAT acyl CoA: cholesterol acyltransferase; lthat sterol O-acyltrans-
Wight.
ferase.
acar.bia (a-kahr'be-e) keadaan menurunnya kadarbikarbonat acat.a.la.se.mia (a"kat-sJa-se'me-e) acatalasia.
darah. acat.a.la.sia (a"kat-a-1a'zhs) gangguan resesif autosomai
acar.bose (a'kahr-bos) inhibitor o.-glucosidase yang dihasilkan langka akibat tidak adanya aktivitas enzim kataiase, yang
meialui proses fermentasi oleh Actinoplanes utahensis, digunakan ditemukan terutama pada orang Jepang dan Swiss. Gangguan
sebagai agen antihipoglikemik dalam pengobatan diabetes ini biasanya asimptomatik, tetapi pada sekitar separuh kasus di
mellitus tipe 2; diberikan per oral. Jepang, gangguan ini ditandai dengan sindrom ulserasi mulut
acar.dia (a-kahr'de-s) [a-t + Yun. knrdia jant:ungl tidak mem- dan gangren dan disebut ju ga Takahara disease. Lihat jltga hypo-
punyai jantung secara kongenital. calalasia.
acar.di.ac (a-kahr'de-ak) tidakmempunyaijantung. ac.a.thex.is (ak"e-thek'sis) [aJ + Yun. kathexis retensi] ridak
4caf.di.a.cus (a"kahr-di' a-kus) acardius. adanya muatan ernosi (cathexis) terhadap objek atau ide yang
acar.di.us (a-kahr'de-us) [a-1 + cardial fetus kembar yang tidak biasanya tertanam; lepasnya perasaan dari pikiran dan ide.
terbentuk sempurna, tanpa jantung dan bagian badan tertentu ac.a.this.ia (ak"e-thi'zhe) akathisia.
lainnya; disebut jugalef us acardiacus. acau.dal (a-kaw'del) acaudate.
a. ace'phalus lioloacardius acephalus. acau.date (a-kaw'dat) [a-1 + caudate] tanpa ekor.
a. acortmus holoacardius acormus. ACC American College of Cardiology.
a. amortphus holoacardius amorphus. Acc accommodqtion.
a. an'ceps hemiacardius. 3s.ssl.gy.a6t (ak-se1'ar-ent) katalis.
aca.ri (ak'e-ri) [L. ] benhrk jamak dari acarus. ac.cef .er.a.tion (ak-sel"er-a'shen) fL. acceleratio, dari ad- jnten-
ac?r.i.dn (o-kar'e-an) berkenaan dengan acarid atau tungau. sifikasi + celerare mernpercepat] 1. percepatary seperti untuk
ac.a.ri.a.sis (ak"e-ri'a-sis) lacar- + -iasisf rnfestasi acarids (seng- denyut nadi atau respirasi. 2. dalam fisika, perubahan kecepatan
kenit atau tung au);llhat juga mange. Disebut juga acaridiasis din dibagi dengan waktu; lambang a.
acar t nasis. a. ofgravity standard graztity.
chorioptic a. llhal dibawah mange. negative a. perlambatan.
demodectic a. lihat di baw ah mange. psychomotor a. aktivitas fisik dan emosi yang berlebihan
nasal a. infestasi tungau hidung Pneumonyssus caninumpada secara menyelgr.uh terhadap rangsangan internal dan eksternal,
rongga hidung atau sinus seekor anjing, yang menyebabkan rhi- seperti yang terlihat pada fase manik gangguan bipolar.
nitis ringan. ac.cel.er.a.tor (ak-se1'or-a"ter) [L. "pemacu"] 1. bahan atau
acar.i.ci;e (e-kar'isid) lacari + -cidel 1,. destruktif terhadap alat yang digunakan untuk meningkatkan kecepatan bekerjanya
tungau. 2. agen yang membasmi tungau. suatu zat atau objek, atau untuk mempercepat suatu reaksi. 2.
ac.a.rid (ak'e-rid) 1. tungau atau sengkenit dari ordo Acarina. 2. saraf atau otot yang mempercepat kinerja suatu fungsi. 3. ke-
tungau dari famili Acaridae. lompok zat kimia yang dipakai dalam vulkanisasi karet atau
Acar.i.dae (o-kar'i-de) famili tungau kecil yang penting secara reaksi polimerisasi lain; sering mengakibatkan dermatitis pada
medis; meliputi genus Acarus danTyrophagus. Beberapa spesies para pekerja.
menyebabkan ruam kulit, sepertr grocers' itch, copra itch, dan CBb inactivator a. nama lama untu.kfactor H.
oanillism. linear a. akselerator untuk mendorong partikei berenergi
acar.i.dan (a-kar'i,den) acarid. tinggi dalam arah berkas yang linear, dengan menggunakan
acar.i.di.a.sis (a-kar"i-di'e-sis) acariasis. energi dari medan elektromagnetik; pemakaian medisnya ada-
Ac.a.ri.na (ak"e-ri'ne) ordo Arthropoda dari kelas Arachnida, lah pada radioterapi, untuk menembus jaringan dan memini-
termasuk sengkenit dan tungau. malkan dosis radiasi di permukaan tubuh.
ac'a.rini' (ak'e-rin) acarid (def. 1). particle a. alat yang mempercepat partikel bermuatan sam,
acaf.i.nb.sis (s-kar"'i-no'sis) acnriasis. pai kecepatan tertentu sehingga ketika mengenai suafu target
acar.i.o.sis (a-kar"e-o'sis) ncariasis. akan menimbulkan reaksi nuklir.
acar(ol. fL. Acarus genus tungau, dari Yun. akarifbentuk gabung serum prothrombin conversion a. (SPCA) factor VII; lt-
yang menyatakan hubungan dengan tungau. hai di bawah coagulation factors, pada factor.
ac.a.ro.cler.ma.ti.tis (ak"e-ro-dur"me-ti'tis) semua radang serum thrombotic a. faktor dalam serum yang memiliki
kulit yang disebabkan oleh tungau. sifat prokoaguian dan dapat menginduksi koagulasi darah bila
a, urticarioi'd.es grain itch. dimasukkan secara eksperimental ke dalam sistem aliran vang
ac.a.roid (ak'e-roid) [\un. akari tungau + eldos bentuk] me- tertahan secara lokal.
nyerupai tungau. a. uritnae musculus bulbospongiosus.
ac.a.rol.o.gist (ak"e-roi'o-jist) ahli dalam ac ar olo gy. ac.cel.er.in (ak-se1'er-in) factor Vl, dulu dianggap sebagai
ac.a.rol.o.gy (ak"e-ro1'a-je) facaro- + -logy] llmu yang mempe- salah satu coagulation factor (q.v.).
lajari tungau dan sengkenit. 49.991.91.66.9.[gp (ak-sel"cr-om'6-ter) alat untuk mengukur
ac.a.ro.pho.bia (ak"e-ro-fo'be-e) facaro- + -phobiaj ketakutan pelcepatan (laju perubahan kecepatan) suatu objek.
yang tidak masuk akal terhadap tungau atau hewan kecil lain ac.cen.tu.a.tion (ak-sen"choo-a'shen) [L. accentusaksen]ber-
(serangga, cacing) atau benda-benda mati (peniti, jarum), sering tambah keras atau jelasnya suarai intensifikasi.
ac'ceP'tor 12 acen'tric
ac.cep.tor (ak-sep'ter) zat yang bersatu dengan zat lainnya; khu- positive a. penyesuaian mata terhadap jarak dekat dengan
susnya zat yang bersatu dengan hidrogen atau oksigen pada reaksi kontraksi musculus ciliaris.
redoks sehingga memungkinkan reaksi itu berlanjut. Cf . donor. relative a. perubahan akomodasi yang masih mungkin pada
hydrogen a. zat yang dikurangi pada oksidasi dan reduksi derajat konvergensi tertentu.
yang terjadi secara anaerobik di dalam jaringan tubuh. subnormal a. tidak cukupnya daya akomodasi mata.
ac.cess (ak'ses) lL. accessus, past part. dari accedere mendekati] ac.com.mo.da.tive (e-kom'i-da"iiv) berkenaan dengaryber-
cara mendekati sesuatu. . sifat seperti, atau memengaruhi akomodasi.
arteriovenous a. selang yang berawal di arteri dan berakhir ac.com.mo.dom.e.ter (e-kom"e-dom' d-ter) faccommodation +
di vena, alat yang biasa digunakan pada perangkat hemodialisis, -meterl alatuntuk mengukur kapasitas akomodasi matl.
disambungkan ke pembuluh darah; lihat jttga arteriooenous fis- ac.com.plice (ah-kom-ples') [Per.] bakteri yang menyertai
tula dan arterioztenous shunt. agen infeksi utama pada suatu infeksi campuran dan yang
hemodialysib a., hemodialysis vascular a., vascular a. memengaruhi virulensi organisme utama.
selang yang menghubrmgkan dua bagian sistem sirkulasi untuk ac.couche.ment (ah-koosh-maw') [Per.] 1. childbirth. 2. deliaery.
menyediakan akses bagi hemodialisis; biasanya dengan akses arte- a. forc6 (for-sa') ["pelahiran paksa"] pelahiran cepat secara
riovenosa, meskipun terkadang digunakan juga akses venovenosa. paksa dari bawah dengan menggunakan salah satu dari beberapa
venovenous a. selang yang berawal di vena dan berakhir di cara; mula-mula dengan dilatasi serviks secara cepat dengan
vena, digunakan sebagai akses vaskular dalam hemodialisis dan tangan, yang segera diikuti versi dan ekshaksi janin.
hemofiltrasi venovenosa yang berkesinarnbungan. ac.cou.cheur (ah-koo-shurz') IPer.l obstetrician.
ac.ces.si.flex.or (ak-ses'-+flek"ser) setiap otot fleksor tambahan. ac.cou.cheuse (ah-koo-shooz) [Per.] midwife.
ac.ces.sion.al (ak-shesh'on-al) [L. accessus, past part. dari AGCP American College of Chest Physicians.
accedere mendekati] berkenaan dengan sesuafu yang telah ac.cre.men.ti.tion (ak"re-men-tish'en) [L. ad-ke + crementum
ditambahkan atau didapat. meningkatl pertumbuhan atau peningkatan dengan menambah
ac.ces.so.ri.us (ak"ses-o're-as) [L. "tambahan") accessory; jaringan yang serupa.
digunakan untuk mernberi nama pada struktur tertentu yang ac.cre.tio (a-kre'she-o) [L.] adhesi abnormal bagian-bagian
mempunyai fungsi tambahan. yang biasanya terpisah.
ac.ces.so.ry (ak-ses'a-re) fL. accessoriusl tambahan atau pem- a. cor'dis, d. pericar'dii bentuk perikarditis adhesiva yang
berian bantuan kepada hal serupa dan umumnya lebih penting; adhesinya meluas dari perikardium sampai ke pleura,
complement ary ; concomit ant. diafragma, dan dinding toraks.
ac.ci.dent (ak'si-dent) kejadian yang tak diduga sebelumnya, ac.cre.tion (s-kre'shan) [L. ad- ke + crescere tumbuh] 1. per-
terutama yang bersifat menimbulkan cedera; kejadian kompli- tumbuhan dengan cara penambahan materi. 2. accumulation.3.
kasi tak-terduga pada perjalanan suatu penyakit. adhesi bagian-bagian yang biasanya terpisah.
cerebrovascular a. stroke syndrome. Ac.cu.Neb (ak'u-neb) merek dagang untuk preparat albuterol
ac.ci.den.tal (ak"si-den'tel) 1. terjadi sekonyong-konyong, sulfate.
tidak disangka, tidak sengaja. 2. nonesensial; tidak alami atau Ac.cu.pril (ak'-u-pri1") merek dagang untuk preparat quinapril
tidak inkinsik. hyd rochloride.
ac.ci.dent prone (ak'sident pron) mudah mengalami kece- ac.cu.ra.cy (ak'ure-se) kedekatan nilai yang diharapkan
lakaan karena faktor-faktor psikologis. dengan nilai sebenarnya dari jumlah yang diukur atau diper-
ac.cli.ma.ta.tion (e-kli"me-ta'shen) acclimation. kirakan; ukuran yang tergantung kepada ketelitian dan bias. Cf.
ac.cli.ma.tion (aK'1i-ma'shen) proses penyesuaian diri secara precision (def.1).
fisiologis dan psikologis terhadap lingkungan baru. Disebut Ac.cu.ret.ic (ak"u-ret'ik) merek dagang r.rntuk kombinasi
juga ac climatation dan ac climatization. preparat quinapril hydrochloride dan hydrochlorothiazide.
ac.cli.ma.ti.za.tion (e-kli"-ma-ti-za' shen) acclimat ion. Ac.cu.tane (ak'u-tan") merek dagang untuk preparat isohe-
Ac.co.late (ak'e{at) merek dagang untuk preparat zafirlukast. tinoin.
ac.col6 (ah-ko-la') h}Lar appliqud form, dibawahform. Ac.cu.zyme (ak'u-zim) merek dagang untuk kombinasi pre-
ac.com.mo.da.tion (e-kom"e-da'shen) lL. accommodare rne- parat papain dan urea.
nyesuaikan] 1. penyesuaian, terutama pada lensa mata, terha- ACD acid citrate dextrose; lt}rat anticoagulant citrnte dextrose solu-
dap berbagai jarak (lihat gambar). Lambang A atau a.2.nerae a. tion, di. b aw ah solution.
absolute a. akomodasi masing-masing mata secara tersendiri. ACE angiotensin-conaerting enzyme, enzim pengkonversi angio-
binocular a. akomodasi kedua mata bersamaan dengan kon- tenstn. Lihat peptidyl-dip ep tidase A.
.vergensi. ac.e.bu.to.lol (as"a-bu'te-lol) agen penyekat Br-adrenergik
excessive a.
akomodasi mata yang selalu di atas normal. kardioselektif dengan aktivitas simpatomimetik intrinsik; kegu-
histologic a. sekelompok perubahan morfologi dan fungsi sel naannya sama dengan propranolol.
setelah perubahan kondisi. a. hydrochloride [USP] garam hidroklorida dari acebutolol,
negative a. penyesuaian mata terhadap jarak jauh dengan digunakan untuk pengobafan hipertensi, angina pektoris, dan
relaksasi musculus ciliaris. aritmia; diberikan per ora1.
nerve a. peningkatan ambang rangsang sewaktu dilalui arus acec.li.dine (s-sek'liden) agonis kolinergik sintetis yang me-
listrik yang konstan dan searah, sehingga hanya menimbulkan nyerupai arecoline dan pilocarpine (alkaloid alami); digunakan
dan memufuskan arus yang merangsang saraf. untuk mengurangi tekanan intraokular pada glaukoma.
Acel.lmune (a'sel-imun') merek dagang untuk preparat
toksoid difteri dan tetanus dan vaksin pertusis aselular.
acel.lu.lar (a-se1'u-1er) tidak terdiri atas atau mengandung se1.
ace.lo.mate (a-se'la-mat) tidak memiliki coelom atau rongga
badan.
ace.lous (a-se'les) 1a) + cel-2. + -oasl tidak cekung pada kedua
permukaannya; merujuk pada bagian pusat vertebra hewan
terten tu.
ace.nes.the.sia (a-sen"es-the'zha) fa-I + cenesthesia] hilangnya
sensasi normal akan eksistensi dan kesejahteraan fisis serta
fungsi regular organ-organ tubuh.
ace.no.cou.ma.rol (a-se"no-koo'me-rol) salah satu derivat
coumarin yang digunakan sebagai antikoagulan ora1, bekerja
dengan menghambat sintesis hepatik faktor koagulasi ber-
gantung-vitamin K (protrombin serta faktor VII, iX, dan X) dan
I Perubahan selama akomodasi: (A). kontraksi muskulus ciliaris, (B). aprok- protein C dan S.
simasi muskulus ciliaris ke lensa, (C). relaksasi ligamentum suspensorium, acen.tric (a-sen'trik) fYun. akentrikos tidak sentrikl 1. tidak sen-
(D) pencembungan permukaan anterior lensa tral; Iokasinya tidak di tengah. 2. kromosom tanpa sentromer,
Ace'on 13 ace'ta'min'o'Phen
llium
sehineea kromosom itu tidak mampu melakukan pembelahan "i""'

"",:i"T"'li::f,0,o-i;.iilli,l,r t**wti&,
;;ilH;''ffi.}tr?l*:# @r@Foramen
(ordoEugregarinida)yangterdiridarigregarinatakbersekat,ru\i:..l..:.l..llIobturatum

"i#$ftf:"'T"::"; )r,'*"1),Blastogresarininadan r-'"


brachinf
*l -[T::r:
acetabuli
aceph.a.lo.bra.chia
t"-*/.-i"-ui" teie) [o-' + cephalo- + ,,
kelainankongenitalberupa tidak adanya kepala dan lengan E
aceph.a.lo.bra.chi.us (a-sef"eJo-bra'ke-us) fetus yang meng- lncisura
acephalobrachia.
alami ischiadica
aceph.a.l6.car.dia (a-sef"a{o-kahr'de-e) la-1 + cephalo- + cardinf major
kelainan kongenital berupa tidak adanya kepala dan jantung. I Acetabutum.
aceph.a.lo.car.di.us' (a-sef"oJo-kahr'de-us) fetus yang meng-
alami acephalocardia.
aceph.a.f o.chi.ria (a-sef"a{o-ki're -a)la-1 + cephalo + chir- + -ial
kelainan kongenitalberupa tidak adanya kepala dan tangan. urens.2. buah dari pohon-pohon tersebutmerupakan salah satu
aceph.a.lo.chi.rus (a-sef"e-Io-ki'rss) fetus yang mengalami sumber alami vitamin C terbanyak (sekitar 1690 mg per 100
acephalochiria gram buah berbiji); dapat digunakan untuk diet orang yang
aceph.d.lo.cyst (a-sef'o{o-sist") [aJ + cephalo + cysf] kista hi- ilergi terhadap buahjeruk. Disebutjuga Barbados cherry.
datid sejati yang gagal memproduksi kapsul anakan; disebut acer.vu.line (e-sur'vu-hn) lL. aceraulus tumpukan kecil] ber-
juga sterile cyst. kelompok; merujuk pada kelenjar tertentu.
a6epfr.a.lo.ias.ter (a-sef"a-Io-gas'ter) fa-1 + cephalo- + gasterf acer.vu.lus (e-sur'vuJos) jam. acer'ouli [L., dim acefirus tutr.'
fetus yang mengalami acephalogastria. pukanl dalam Fungi Imperfecti, konidioma dengan permukaan
aceph.a.lo.gas.tria (a-sef"e-lo-gas'tre-e) kelainan kongenital berbentuk mangkuk dan bentuk konidianya berada di bawah
berupa tidak adanya kepala, toraks, dan bagian atas abdomen. kubah jaringan yang pecah bila sudah matang untuk mele-
aceph.a.lo.po.dia (a-sef"a-lo-po'de-o) [a-' + cephalo- + pod- + paskan konidia.
-lal kelainan kongenital berupa tidak adanya kepaia dan kaki. ac.e.tab.u.la (as"e-tab'u-le) bentuk jamak dari acetabulum.
aceph.a.lo.po.di.us (a-sef"a-1o-po'de-us) fetus yang meng- ac.e.tab.u.lar (as"e-tab'u-ler) berkenaan dengan acetabulum.
alamiacephalopodia. Ace.ta.bu.ta.fia (as"-e-tab"vlar'e-a) genus ganggang hijau
aceph.a.l;.rha.chia (a-sef"oJo-ra'ke-a) la-1 + cephalo- + uniselular besar yang memiliki nukleus tunggal raksasa. Graft'
rhachi- + -la] kelainan kongenital berupa tidak adanya kepala lng inter- dan intraspesies dan eksperimen genetik lainnya telah
dan columna vertebralis. dilakukan untuk mempelajari pengaruh morfogenetik dari
aceph.a.lo.sto.mia (a-sef"e-1o-sto'me-a)[a-1 + cephalo- + stom- informasi nukleus dan sitoplasma, dan pengaruh timbal
+ -lal kelainan kongenital berupa tidak adanya kepala, tetapi baliknya.
memiliki semacam mulut pada aspek superior fetus. ac.e.tab.u.lec.to.my (as"a-tab"u-lek'te-me) facetabulum +
aceph.a.los.to.mus (a-sef"a-1os'te-mes) fetus yang meng- -ectomyl eksisi acetabulum.
alami acephalostomia. ac.e.tab.u.lo.plas.ty (as"e-tab'u{o-plas"te) lacetabulum +
aceph.a.l6.tho.ra.cia (a-sef"a-1o-tho-ra'se-a) [aJ + cephalo- + -plastyl rekonstruksi plastik acetabulum.
thornc- + -la] kelainan kongenital berupa tidak adanya kepala ac.e.tab.u.lum (as"a-tab'u-lern)jarn.acetab'ulalL."botolcuka",
dan toraks. dari acetum cukal [TA] cekungan besar mirip mangkok pada
aceph.a.lo.tho.rus (a-sef"e{o-tho'res) fetus yang mengalami permukaan lateral os coxae, tempat caput femoris berartikulasi;
acepha lothoracia. disebut juga ac etabular bone , cotyloid caaity , dan os acetabuli .
aceph.a.lous (a-sef'e-les) tanpakepala. sunken a. Ottopelttis.
aceph.a.fus (a-sef'a-1es) jam. aceph'ati fa-| + -cephalus] fetus ac.e.tal (as'e-tel) 1. setiap anggota dalam kelas senyawa or-
tanpa kepala. ganik dengan rumus RCH(OR')r, R dan R'-nya merupakan
a. dibra'chius acephalus dengan kedua ekstremitas superior radikal organik yang terbentuk dari kombinasi molekul aldehid
boleh dikatakan tidak berkembang. dan dua molekul alkohol. 2. CH3CH(OC2H')r, cairan tak ber-
a. di'pus acephalus dengan kedua ekstremitas inJerior boleh warna yang mudah menguap yang digunakan sebagai pelarut
dikatakan tidak berkembang. dan pada kosmetik.
a. monobra'chius acephalus dengan hanya satu ekstremitas ac.et.al.de.hyde (as"at-al'de-hid") cairan tak berwarna yang
superior. mudah terbakar, berbau tajam, digunakan pada pembuatan
a. mo'nopus acephalus dengan hanya satu kaki aiau ekstre- asam aseta! minyak wangi, dan penambah rasa. Juga meruPa-
mitas inferi,or. kan zat antara pada metabolisme alkohol. jika ditelan, asetal-
a. parac.efhalus fetus dengan tengkorak yang terbentuk se- dehid dapat merangsang seiaput lendir, lakrimasi, fotofobia,
bagian, tetapi tanpa otak. konjungtivitis, jejas kornea, rinitis, anosmia, bronkitis, pneumo-
a. iym'pus acephalus dengan kedua ekstremitas inferior men- nia, pleuritis, sakit kepala, dan hilangnya kesadaran. Disebut
jadi satu. jugaacetic aldehyde, ethanal, danethylaldehyde.
aceph.a.ly acephalia.
(a-sef'e{e) ac.et.at.de.hyde de.hy.dro.gen.ase (as"et-al'da-hrd de-hi'
ac.e.prlo.ma.zine maleaie (as"e-pro'm+zen) ltJSPl transquilizcr dro-jen-as) aldehyde dehydrogenase (NAD).
yang digunakan dalam kedokterin hewan untuk imobilisasi acet.am.ide (a-set'e-mid)kristaltakberwarna,digunakanpada
irewin besar. sintesis organik dan sebagai pelarut umumbila telah dilelehkan.
Acet (a'sar) maple, suatu genus pohon berbunga dan semak- ac.et.am.i.dine (as"et-am'i-den) bentuk imin dari asetamid,
semak dari famili Acerace ae. A. ru'brum merupakan maple digunakan untuk sintesis imidazol dan pirimidin; iritatif ter-
merah atau mapel rawa, daunnya yang kering dan layu dapat hadap kulit dan selaput lendir.
menyebabkan anemia hemolitik'pada ternak. ace.ta.min.o.phen (s-se"te-min'a-fen) [USP] bentuk amida
Ace.ta.fia (as"e-rar'e-o) genus nematoda. A. spira'Iis merupa- asam asetat danp-aminofenol, mempunyai efek analgesik dan
kan parasit di esofagus unggas. antipiretik mirip aspirin, tetapi mempunyai efek arrti-inflamasi
ace.ra.la (d-so-ro1J) 1. saiu dari berbagai spesies pohon dari yang lemah. Diberikan per oral dan per rektal. Disebut juga
genrs Malpighia, tetutarrra M. glabra, M. punicifolia, atau M. paracetamol
p-acet'ani'si'dine 14 acet'y'1a'tion
p-acet.ani.si.dine 1a-set"a-ni'si-den) methncetin. jaringan saraf, dan sebagai prekursor kolesterol. Ditulis juga
ac.et.ar.sol (as"st-afu'sol) acetarsone. seb agai acet o acetyl CoA.
ac.et.ar.sone (as"et-ahr's6n) suatu senyawa arsen pentavalen, Ace.to.bac.te.ra.ceae (e-se"to-bak"ter-a'se-e) [L. acetum
digunakan sebagai antihelmintik pada kedokteran hewan. cuka + -bacterf famili bakteri aerob gram-negatif, bakteri yang
Disebut juga ace t phenarsine. menghasilkan asam asetat dari ordo Rhodospirillales; organis-
ace.tas (e-se'tes) lL.l acetate me yang penting secara medis terdapat pada genus Roseomonas.
ac.e.tate (as'e-tet) suatu garam atau ester atau basa konjugat ace.to.form (s-se'to-form) methenamine,
dari asam asetat. ac.e.to.hex.a.mide (as"sto-hek'so-mid) [USP] senyawa
ac.e.tate.CoA li.gase (as'6-tat ko-a'li'gas) [EC 6.2.1.1] enzim sulfonilurea yang digunakan sebagai agen hipoglikemik pada
dari golongan ligase yang mengatalisis pembentukan asetil pengobatan diabetes melitus tipe 2; diberikan per oral.
koenzim A dari asetat dan koenzim A, serta reaksi analog yang ac.e.to.hy.drox.am.ic ac.id (as"e-to-hi"droks-am'ik) [USP]
mengikat asam propionat atau asam akrilat pada koenzim A. penghambat urbase bakteri yang digunakan sebagai profilaksis
Enzim ini terdapat dalam membran mitokondria dan sitosol. dan pengobatan batu ginjal struvit, yang pembentukannya
Disebut juga acetyl CoA synthetase. dibantu oleh bakteri penghasil urease, dan sebagai tambahan
ac.et.a.zol.a.mide (as"et-e-zol'e-mid) [USP] suatu pengharn- dalam pengobatan infeksi saluran kemih yang disebabkan oleh
bat anhidrase karbonat dengan berbagai macam manfaat, bakteri yang menghasilkan urease; diberikan per oral.
termasuk pengobatan tambahan glaukoma dan epilepsi, peng- acet.o.in (o-set'o-in) produk keton hasil fermentasi glukosa
obatan paralisis periodik familial, profilaksis dan pengobatan oleh bakteri tertentu, terutama spesies dari Enterobacteriaceae,
acute mountain sickness, dan sebagai obat alkalinisasi urine pada dan terdeteksi dengan uji Voges-Proskauer.
profilaksis dan pengobatan batu asam urat ginjal; diberikan per ac.e.tol.y.sis (as"a-tol'i-sis) dekomposisi senyawa organik
oral, intravena, dan intramuskular. dengan menggunakan asam asetat atau anhidrida asetat.
ace.te.nyl (o-se't6-nol) ethynyl. ae.e.tom.e.ter (as"s-tom'e-ter) acetimeter,
Ace.test (as'e-test) merek dagang untuk tablet reagen yang ac.e.to.mor.phane (as"e-to-mor' fen) diacetylmorphine.
mengandung natrium nitroprusid, asam aminoasetat, dibasic so- ac.e.to.na.tion (as"e-to-na'shen) kombinasi dengan aseton.
dium phosphate dan laktosa, berubah menjadi ungu kalau ada ac.e.tone (as'e-ton) 1. dimetilketon, cairan tak-berwarna, mu-
benda keton dalam urine, darah, plasma, atau serum; intensitas dah menguap, mudah terbakar, dengan bau eter yang harum;
wama pada reaksi menunjukkan konsentrasi asetoasetat atau biasa digunakan sebagai pelarut dan merupakan salah satu
aseton, berkisar mulai lembayung muda pucat sampai ungu ketone bodies (q.v.) yang dihasilkan pada ketoasidosis. 2.[NF]
gelap sesuai peningkatan konsentrasi. preparat aseton yang digunakan sebagai pelarut dan antisep-
ace.tic (e-se'tik, a-set'ik) berkenaan dengan cuka atau asarrmya; tik.
masam. ac.e.ton.emia (as"e-to-ne'me-e) keadaan kelebihan aseton
ace.tic ac.id (e-se'tik) 1. asam karboksilat dengan dua atom atau benda keton dalam darah;Iihat ketonemin.
karbory CH3COOH, yang merupakan komponen khas cuka, ac.e.to.ni.trile (as"e-to-ni'trtl) cairan tak-berwarna dengan
sebagian besar dalam bentuk asetilkoenzim A, suatu zat antara bau mirip eter, digunakan sebagai ekstraktan, pelarut, dan zat
biokimia yang penting. 2. [NF] preparat yang digunakan sebagai antara kimia; bila tertelan atau terhirup, salah satu hasil
pelarut dan menstruum dan untuk keperluan farmasi dalam metaboliknya adalah sianida anorganik.
benfuk sediaan larutan topikal aluminum subasetat. Nama ac.e.to.num (as"e-to'nam) lL.]acetone.
sistematik: ethanoic acid. ac.e.to.nu.mer.a.tol (as"o-to-noo'mer-a"ter) alat untuk me-
glacial a. a. [USP] asam asetat anhidrat, digrmakan sebagai nenfukan kadar aseton dalam urine.
pelarut, sebagai kaustik dan aesicant (zat pelepuh), dan untuk ac.e.ton.uria (as"e-to-nu're-e) ketonuria.
keperluan farmasi. ac.e.to-or.ce.in (as"a-to-or's6n) orcein yang dilarutkan dalam
acet.i.fy (e-set'ifi, e-set'i-fi) mengubah rnenjadi asam asetat asam asetat, digunakan pada pembuatan sediaan squash dari
atau cuka. kromosom politen.
ac.e.tim.e.tet (as"e-tim'a-tar) facet- + -meterl alat untuk me- ac.e.to.sol.uble (as"e-to-sol'u-bel)larutdalamasamasetat.
nentukan kandungan asam asetat yang ada dalam suatu larutan. ace.tous (as'e-tes) berkenaan dengan, menghasilkan, atau me-
ac.e.tin (as'o-tin) gliseril asetat, biasanya mengandung satu nyerupai asam asetat.
dan kadangkadang dua atau tiga gugus asetil; digunakan ace.to.white (e-se'to-hwit) laceto- + white) rr.enjadi berwarna
dalam penyamakan dan sebagai aditif makanan dan peiarut zat putih akibat acetowhi ten ing.
wama. ace.to.whit.en.ing (e-se"to-hwi'ten-ing) proses perubahan
Ace.ti.vib.rio (e-se"ti-vib're-e) [aceto- +
ztibriol genus bakteri sementara lesi subklinis tertentu pada kulit dan selaput lendir,
anaerob, gram-positif, berbentuk batang lurus atau sedikit terutama kutil yang disebabkan oleh human pnpillomaairrs men-
melengkung dari famili Clostridiaceae, terdiri dari susunan sel jadi warna putih pada saat asam asetat dioleskan secara topikal.
yang motil dengan flagela, dan menghasilkan asam asetat acet.phe.nar.sine (as"et-fen-ahr'sdn) acetarsone.
sebagai asam utama dari karbohidrat. Organisme ini ditemukan ac.e.tract (as'e-trakt) lacetic acid + extractf ekstrak obat herbal
pada usus babi. Spesies tipikalnya adalah A. celluloly'ticus. yang dibuat dengan asam asetat sebagai pelarutnya.
acet(of. awalan yang menyatakan adanya radikal asetil atau ac.e.tri.zo.ate (as" a-tri-zo' al) media kontras radiografi yang
molekul asam asetat. larut dalam air dan teriodinasi, digunakan dalambentuksodium
ac.e.to.ac.e.tate (e-se"to-as'e-tdt) garam atau anion asam acetrizoat e pada histerosalpingografi.
asetoasetat. ace.tum (e-se'tem) jam. ace'ta [L.l ainegar.
ace.lo.ace.tic ac.id (o-se"to-e-se'tik) salah satu ketone bodies ac.e:tu.rate (e-set'u-rat) singkatan USAN untuk N-asetil-
(qiv.) yang dihasilkan di hepar dan terdapat dalam jumlah ber- glisinat.
lebihan di urine dan darah pada ketosis. Disebut juga diacetic ac.e.tyl (as'a-tsi, as'a-td.l", o-se'tal) facet- + -yll radikal mono-
atau B.ketobutyric acid. valen, CH.CO-.
ac.e.to.ac.e.tyl GoA (as"e-to-as'e-tel, a-se'to-as-e-tel"ko-a') ace- a. chloride cairan tanpa warna, korosif, toksik, dan mudah
toacetyl coenzyme A. terbakar, digunakan sebagai reagen untuk membentuk ester
ac.e.to.ac.e.tyl-GoA te.duc.tase (as1'e-to-as's-tal, e-se'to- asetat alkohol.
as-e-tdl"ko-a' re-duk-tas) [EC 1.1.1.36] enzim golongan oksido- a. peroxide senyawa yang sangat mudah terbakar, eksplosif,
reduktase yang mengatalisis reduksi 3-ketoasil koenzim A dan iritatif, yang digunakan sebagai inisiator dan katalis bagi
menjadi 3-hidroksibutiril koenzim A, dengan menggunakan resin.
NADPH sebagai donor elektron. ac.e.tyl.an.drom.e.dol (as"+tal, as"e-tel-an-drom' a-doI) andro'
ac.e.to.ac.e.tylGoAthi.o.lase (as"e-to-as'e-te1, s-se'to-as- medatoxin.
e-tel" ko-a' thi'oJas) acetyl-CoA C-acetyltransferase. agsf.y.lase (s-set'o-las) enzim yang mengatalisis panambahan
ac.e.to.ac.e.tyl co.en.zyme A
(as"e-to-as'e-tsl, +-se'to-as-e- atau pemindahan gugus asetil; enzim yang paling umum adalah
tel" ko-en'zim) tioester dari asam asetoasetat dan koenzim A. asetiltransferase.
Merupakan zal antara metabolik yang penting dalam oksidasi acet.y.la.tion (a-set"o-la'shen) penambahan gugus asetil pada
asam lemak, sebagai bahan bakar siklus asam sitrat di otak dan molekul suafu senyawa organik.
acet'y'la'tor 15 N-ac' e'tyl'glu'tam'ic ac,id
acet.y.la.tor (e-set"e{a'tar) organisme yang mampu mela- acet.y.lene (e-set'e-len) gas tak-berwarna, mudah menguap,
kukan asetilasi metabolik; pada manusia, status asetilator dan mudah meledak; merupakan golongan hidrokarbon tak
(cepat atau lambat) yang ditentukan oleh laju asetilasi sulfame- jenuh (rangkap tiga) yang paling sederhana, alkuna.
taztn. ac.et.yl.eu.ge.nol (as"a-tol-u'jo-nol) minyak esensial yang me-
ac.e.tyl.cho.line (Achf (as"e-tsl-, as"a-tel-ko'len) ester asam rupakan konstituen minor dalam minyak cengkeh.
asetat dari kolin yang reversibel; merupakan agonis kolinergik ll.ac.e.tyl.ga.lac.to.sa.mine {GalNAcl (as"e-tal-, as"e-tel-
dan bertindak sebagai neurotransmiter pada taut otot-saraf pada gal"ak-t6s'e-m6n) derivat asetil dari galaktosamin; merupakan
otot luril sel-sel efektor autonomik yang disarafi oleh saraf komponen glikosaminoglikan shuktural, glikolipid, dan gliko-
parasimpatis, pada sinaps preganglionik susunan saraf simpatis protein membran.
maupun parasimpatis, dan berbagai tempat di susunan safaf tac.e.tyl.ga.lac.to.sa.mine.4.sul.fa.tase (as"+tel-, as"e-
pusat. ACh hanya sedikit digunakan dalam terapi karena cara tel"gal-ak-tos'e-mEn sul'fe-tds) IEC 3.1.6.12] enzim lisosom dari
kerjanya yang difus dan dihidrolisis dengan cepat oleh asetil- golongan hidrolase yang mengatalisis pemecahan gugus sulfat
kolinesterase (AChE); derivat sintetiknya digunakan untuk kerja dari posisi 4 residu N-asetilgalaktosamin. Reaksi ini penting
yang lebih spesifik dan lebih lama. ACh digunakan sebagai dalam degradasi dermatan sulfa! defisiensi enzim ini, yang
vasodilator pada farmakoangiografi, dan diberikan melalui diturunkan secara resesif autosomal, menimbulkan sindrom
infus intra-arterial. Maroteaux-Lamy (mukopolisakaridosis VI). Disebut juga
a. chloride [USP] agen miotik yang diberikan dengan mene- nrylsuvtase B.
teskannya ke dalam camera oculi anterior pada prosedur bedah il.ac.e.tyl.ga.lac.to.sa.mine.6.sul.fa.tase (as"a'tel-, as"e-
intraokular. t0l-gal"ak-tos'e-m€n sul'fe-tas) [EC 3.1.6.4.] enzim lisosom dari
ac.e.tyl.cho.lin.es.ter.ase (AChEl (as" e-te|-, as"e-tel-ko"li- golongan hidrolase yang mengatalisis pemecahan gugus sulfat
nes'ta-ras) [EC 3.1.1.7] enzim golongan hidrolase yang dari posisi 6 residu galaktosa sulfat pada keratan sulfat atau dari
mengatalisis pemecahan asetilkolin menjadi koiin dan aseta! residu N-asetilgalaktosamin sulfat pada kondroitin 6-sulfat,
ditemukan pada susunan saraf pusat, terutama di substansia merupakan salah safu tahap dalam degradasi glikosamino-
grisea jaringan saraf, sel darah merah, dan di ru otor end-plate olot glikan ini. Defisiensi enzim tersebut, ciri resesif autosomal,
rangka. Disebut juga choline esterase I dan true cholinesterase. Cf. menimbulkan sindrom Morquio, tipe A
cholineiterase. l{ ac.e.tyl.gal.ac.to.sa.min.i.dase (as"o-tel-, as" o-tel-gal"
ac.e.tyl CoA (as'e-tel, as"e-tEl'ko-a') acetyl coenzyme A. ak-tos"e,-min'i-das) [EC 3.2.1,.491 heksosaminidase lisosom yang
ac.e.tyl.CoAGac.e.tyl.trans.fer.ase (as'o-ta1-ko-a' as"a- secata khusus mengatalisis pemecahan residu N-asetilgalak-
tol-trans-fer-ds, as"e-tel'ko-a' as"e-tel:trans'for-es) [EC 2.3.1.9] tosamin terminal, terkait<r bukan pereduksi, dari glikokon-
enzim golongan transferase yang mengatalisis pembentukan jugat. Defisiensi enzim ini, ciri resesif autosomal, merupakan
asetoasetil koenzim A dari dua molekul asetil koenzim A; dapat penyebab distrofi neuroaksonal infantil Disebut juga cr-galac-
juga bertindak sebagai tiolase, yang mengatalisis reaksi balik tosidase B.
dan membentuk dua unit karbon dari empat karbon hasil oksi- B.t-ac.e.tyl.gal.ac.to.sa.min.i.dase (as"a-tel-, as" e-tal-gaI"
dasi asam lemak. Bentuk mitokondrial terlibat dalam pem- ak-tos"e-min'i-das) [EC 3.2.1.53] heksosaminidase lisosom yang
buatan benda keton, sedangkan bentuk sitoplasmik terlibat secara khusus mengatalisis pemecahan residu N-asetilga-
dalam pembentukan kolesterol dan isoprenoid lain. laktosamin terminal, terkait-B, bukan pereduksi, dari gangliosi-
ac.e.tyl.CoA Cacyl.trans.fer.ase (as'e-tal-ko-a' a"sol-trans' da atau glikosida lain.
fer-as, as"e-161'ko-a' a"se1-trans'fer-as) IEC 2.3.1.16] satu dari tac.e.tybglu.co.sa.mine lGlcl{Acf (as"a-tel-, as"}tEl"gloo-
beberapa enzim golongan transferase yang mengatalisis kon- kos'e-men) derivat asetil glukosamin; merupakan komponen gli-
versi 3-ketoasil CoA menjadi asetil koenzim A dan asil kosaminoglikan struktural, glikolipid, dan glikoprotein membran.
koenzim A, dengan rantai yang diperpendek oleh dua atom IV.ac.e.tyl.glu.co.sa.mine.6-sul.fa.tase (as'e-tel-, as" e-t1l"
karbon; reaksi itu mengubah rantai asam lemak menjadi dua gloo-k6s'e-men sul'fe-tas) [EC 3.1.6.14] e4zim lisosom yang
unit karbon melalui oksidasi beta. Lihat juga enzim-enzim mengatalisis pemecahan gugus sulfat dari posisi 6 residu
tersendiri, e.g. a-methylacetoacetyl CoA thiolase. Disebut iuga N-asetilglukosamin pada heparan sulfat dan keratan sulfat,
p-ketothiolase. suatu tahap dalam degradasi glikosaminoglikan tersebut.
ac.e.tyl-CoAcar.box.yl.ase (as'a-tal-, as"e-t6l'ko-a' kahr- Defisiensi enzim ini, ciri resesif autosomal, menirnbulkan
bok'se{as) IEC 6.4.1,.2] enzim yang mengandung biotin dari sindrom Sanfilippo, tipe D.
golongan ligase yang mengatalisis karboksilasi asetil koenzim A cr.t-ac.e.tyl.glu.co.sa.min.i.dase (as"e-tel-, as"e-tel"gloo-kos"
untuk membentuk malonil koenzim A. Reaksi tersebut e-min'i-das) [EC 3.2.1.50] heksosaminidase lisosom yang secara
merupakan tahap pengendali laju reaksi, tahap terpenting khusus mengatalisis pemecahan residu N-asetilglucosamin ter-
dalam pembuatan asam lemak dari gugus asetil, dan enzim ini minal, terkait-cr, bukan pereduksi, dari glikosida; reaksi ini
membutuhkan sitrat atau isositrat unfuk aktivitasnya. penting untuk degradasi heparan sulfat. Defisiensi enzim ini, ciri
ac.e.tyl-CoA; 61.glu.cos.am.i.nide tac.e.tyl.trans.fer. resesif autosomal, mengakibatkan sindrom Sanfillipo, tipe B.
ase (as'o-tal-ko-a' gloo"kos-am'i-rud as"o-tol-trans'far-ds, as"e-tEl B.D.ac.e.tyl.glu.co.sa.min.i.dase (as'e-tel-, as'o-tEl"gloo-
'ko-a' gloo"kos-am'i-ru? as"e-tel-trans'far-as) heparun-u-glucosa- kbs"o-min'i-das) suatu heksosaminidase lisosom yang sekarang
minifu N -ace$transfer ase. dikenal sebagai enzim yang sama dengan B-N-acetylhexosa-
ac.e.tyl-CoA syn.the.tase (as'e-tel-, as"e-tel'ko-a' sin'tha-tas) minidase (q.v.).
acetate-CoA ligase. tt'{B-f-ac.e.tyl.9tu.cos.amin.yll-L-as.par.a.gin.ase (as"
ac.e.tyl co.en.zyme A (as'a-tel, as"o-tel' ko-en'zrm) asetil e-tal-, as"e-tEl"gloo-kos"e-min'sl as-par'e-jin"as) [EC 3.5.1,.26]
CoA, sudq tioester dari koenzim A dan asam asetat, gugus tata nama resmi untttk aspartylglucosaminidase.
asetilnyaberasal dari karbohidrat, asam lemak, dan asam amino. B.f,ac.e.tyl.glu.cos.amin.yhgly.co.pep.tide F-l,4.ga.lac.
. Asetil CtiA dapat memasuki siklus asam trikarboksilat, dapat to.syl.trans.fer.ase (as"e-tel-, as"a-tel"gloo-kos"e-min"el-
digunakan untuk mengasetilasi berbagai senyawa, dan dapat gli"ko-pep'fidgal"ak-t6s"ol-kans'far-ds) IEC 2.4.1.38] tata nama
menjadi prekursor steroid dan senyawa isoprenoid lain. Asetil resmi untuk glycoprotein 4-B-galactosyltransferase.
koenzim A yang berlebihan dapat dikonversi menjadi lemak t-ac.e.tyhglu.cos.am.i.nyl.phos.pho.trans.fer.ase (as"
untuk simpanan atau sebagai benda keton. a-tel-, as"e-tel"gloo-kos"e-min"el-fos"fo-trans'fer-as) UDP-N-
ac.e.tyl.cy6.te.ine (as"e-tel-,as"e-161-sis'te-dn) [USP] derivat acetyl glucosamine-|y s osomal- enzyme N - acety I glucosaminephosphot-
N-asetil dari L-sistein yang digunakan sebagai agen mukolitik ransferase.
untuk pengobatan tambahan pada gangguan bronkopulmonal, t-ac.e.tyl.glu.ta.mate (as"e-tel-, as"e-tel-gloo't+.mdt) asam
untuk mengurangi kekentaian lendir dan memudahkan penge- N-asetilglutamat dalam bentuk.terdisosiasi.
luarannya. Diberikan lewat instilasi atau inhalasi; sebagai anti- llac.e.tyl.glu.ta.mate syn.thedase (as"+tel, as"e-t6l-gloo'
dotum keracunan asetaminofen, diberikan per orai. te-mat sin'the-tas) amino-acid N-acetyl transferase.
ac.e.tyl.di.hy.dro.lipo.am.ide (as"e-tel-, as"a-tel"di-hi"dro-. lr.ac.e.tyl.glu.tam.icac.id (as"s-tel-, as"a-tel"gloo-tam'ik)
li-po-am!d) asetil yang terikat pada lipoamid, suatu zat antara asam glutamat yang terasetilasi pada atom N terminal, suafu
pada reaksi yang dikatalisasi oleh pyruttate dehydrogenase com- kofaktor yang penting pada sintesis karbamoil fosfat yang
plex (q.v .). dikatalisis oleh karbamoil-fosfat sintase (amonia). Molekulnya
N-ac'e'tyl'hex'os'amine 16 Acho'le'plas'ma
merupakan aktivator alosterik dari enzim ini dary karenanya, cricopharyngeala. akalasia musculus cricopharyngeus;
merupakan regulator positif dalam pembenfukan urea. llhat Asherson syndrome, dibawah syndrome.
ll.ac.e.tyl.hex.os.amine (as"+tel-, as"e-t6l"hek-s6s'o-men) hek- esophageal a. akalasia sfingter esofagus inferior, sering
sosamin yang terasetilasi pada gugus aminonya, seperti N-ase- disertai dengan peristalsis abnormal esofagus bagian toraks dan
tilglukosamin atau N-aseti kesulitan menelan. Disebut juga a. of cardia, cardial a., cardio-
(as" a-tal-, as"e-tel"hek-sos" chalasia, dan car diosp asm.
e-min'i-das) IBC 3.2.1,.521 enzim lisosom dari golongan hidrolase pelvirectal a, congenital megacolon.
yang mengatalisis pemecahan residu N-asetilheksosamin dari sphincteral a. kegagaian sfingter untuk berelaks4si sebagai
gangliosida atau glikosida lain; enzim ini diperlukan untuk respons terhadap rangsang fisiologi normal, biasanya ditemu-
degradasi keratan sulfat serta gangliosida GM, dan senyawa kan di traktus gastrointestinal.
terkait. Enzim ini terdiri dari dua rantai polipeptida, cr dan B, Achard syndrome (ah-shahr') [Emile Charles Achard, dokter
yang tersusun menjadi tiga isoenzim: A (o B), B (B p), dan S(ct cr). Perancis, 1,860-19441 lihat di bawah syndrome.
Tidak aktifnya isoenzim A, akibat defek pada rantai cx,, me- Achard'Thiers syndrome (ah-shahr' taru') [8.C. Achard; Joseph
nyebabkan penyakit Tay-Sachs; tidak adanya isoenzim A dan B, Thiers, doktetPerancis abad ke-20] lihat dibawah syndrome.
akibat defek pada rantai p, menyebabkan penyakit Sandhof{. Ach.a.ti.na (ak"e-ti'ne) genus keong darat besar dari famili
Enzim ini biasanya disebrt hexosaminidase. Achatinidae, ordo Stylommatophora, berasal dari Afrika. A.
acet.y.l i.za.tion (e-set"el-i-za'sh en) acetyl ation. fuli'ca berperan sebagai hospes perantara cacing pant Angio-
ll-ac.e.tyl.m6n.ne.s241ine (as"a-tel-, as"*.t6l"me-nos's-men) s tr ongylus cant onensis.
rnanosamin yang terasetilasi pada gugus aminonya, suatu zat Acha.tin.i.dae (ak"s-tin'i-de) famili keong darat Afrika dari
antara biosintesis dan degradasi asam sialat dan sialoglikokon- subordo Stylommatophora, ordo Pulmonata; meiiputi genus
jugat. Achatina.
ll-ac.e.tyl.mu.ram.ate (as"e-tal-, as"o-161-m[r'a-mat) bentuk AChE acehtlcholinesterase.
garam, ester, atau anion dari asam N-asetilmuramat. ache (ak) 1. nyeri yang menetap secara terus menerus, berbeda
llac.e.tylhmu.ram.ic ac.id (as"e-tel-, as"e-tel"mu-ram'ik) kon- dengan sakit menusuk. 2. mengalami nyeri semacam itu.
stituen polisakarida pada di^di.g sel bakteri; tersusun atas achei.fia (s-ki'le-:) fa: + cheil- + -lal kelainan kongenital berupa
'N-asetilglukosamin yang berkopel dengan asam laktat. tidak adanya satu atau kedua bibir.
ll-ac.e.tyhneu.ra.min.ate (as"e-tel-, as"o-tel"n6d-ram'i-nat) achei.lous (a-ki'lus) tanpa bibir; memperlihatkan acheilia.
bentuk garam, ester, atau anion dari asam N-asetilneura- achei.ria (e-ki're-a) la] + cheir- + -ial 1. kelainan kongenitai
minat. berupa tidak adanya satu atau kedua tangan. 2 hilangnya sensasi
IV-ac.e.tyl.neu.ram.i.nate ly.ase (as"o-ta! as"+tel"n66-ram' pada tangan atau perasaa4 tidak ada tangary kadang-kadang
i-nat li'es) [EC 4.1.3.3] enzim sitoplasma dari golongan liase yang terdapat pada gangguan konversi.
mengatalisis pemecahan residu piruvat dari N-asetilneuraminat achei.ro.po.dii (o-ki"ro-po'de-e) [a-1 + cheir- + pod- + -ia]
unfuk membentuk N-asetilmnnnosarnin, sebagai safu tahap kelainan kongenital berupa tidak adanya tangan dan kaki.
dalam degradasi asam sialat dan sialoglikokonjugat. achei.rus (a-ki'res) [L.] individu yang mengalami acheiria.
t-ac.e.tyl.neu.ra.min.ic ac.id (as"e-tsl-, as"e-t61-noor"e-min'ik) Achihlea (ak" e-le' a, e-kil'e-e) IY un. achilleios berkenaan dengan
derivat asetil dari gula amino asam neuramina! terdapat dalam Achiiles, .pahlawan yang dianggap telah menggunakan
banyak glikoprotein, glikolipid, dan polisakarida. tanaman dari genus tersebut untuk obat] genus herbal yang
ac.e.tyl.sal.i.cyl.icac.ad(ASAI (e-se'tal-sal"e-sil'ik) nama iuas, terdapat di belahan bumi utara, termas.uk A. millefo'Lium,
kimia tntuk aspirin. salah satu spesies yang dikenal sebagai yarroll, digunakan
ac.e.tyf .stro.phan.thi.din (as" xtel-, as" e-!el" stro-fan'the-din) untuk obat.
preparat sintetik mirip digitalis yang bekerja cepat. Achil.les bur.sa, jerk (reflexl, tendon (e-kil'ez) [Yi.ur.
ac.e.tyhsul.fa.di.a.zine (as"e-tel-, a-tdl"sul"fe-di' e-zen)
as" Achilleus pahlawan Yr:nani, yang oleh ibunya dicelup ke dalam
bentuk ekskresi sulfadiazine dalam urine, sering berupa bola- Styx dengan cara memegang tumitnya] IIhat bursa tendinis
bola kristal berwarna hijau tua. drbawah jerk, dan tendo calcaneus.
calcanei, triceps surae jerk,
ac.e.tyhsul.fs.guan.i.dine (as"e-tel-, as"e-tel"sui"f+gwan' achil.lo.bur.si.t is (o-kil"o-bor-si'tis) lAchil les + bur sitisf p ene-
i-den) bentuk ekskresi sulfaguanidine dalam urine, sering balan dan radang pada bursa sekitar tendo Achilles, khususnya
berupa lempeng-lempeng kristal berbentuk segiempat tipis. pada bursa di depannya; disebut juga cchillodynia.
ac.e.tyl.sul.fa.thi.a.iole (as" e-tel-, as"e-t6l-sul"fe-thi'e-zoi) achil.lo.dy.nia (e-ki1"o-din'e-e) lAchilles (tendo) + -odynial 1.
bentuk ekskresi dalam urine, sering berbentuk kristal berkas- nyeri di tendo Achilles. 2. achillobursitis.
'gandum. ach.il.lor.rha.phy (ak'iJor'e-fe) lAchilles (tendo) + Rhaphyl
ac.e.tyl.trans.fer.ase (as"a-tsl-, as"e-tdl-trans'for-as) asiltrans- penjahitan tendo Achilles.
ferase yang secara khusus bekerja sebagai katalisator pada pe- achil.lo.te.not.o.my (e-kil"o-te-not'a-me) fAchilles + Yulr.
mindahan gugus asetil, sering kali asetil koenzim A, ke senyawa tenon tendo + tomc rrterriotong] pemotongan tendo Achilles
lain. Enzim yang membentuk ester atau amida juga disebut secara bedah.
acetylases. plastic a, pemanjangan tendo Achilles dengan operasi plastik.
ac.e.tyl.tri.bu.tyl cit.rate as"e-tel"tri-bu-tel) [NF]
(as" e-tal-, achil.lot.omy (ak"ilot'e-me) achillotenotomy.
suatu senyawa yang didapatkan melalui esterifikasi dan ase- achi.ria (e-ki're-e) 1. acheiria. 2. ketidakmampuan mengung-
tilasi asam sitrat, digunakan sebagai plasticizer dalam preparat kapkan sisi tubuh mana yang disentuh; cf . dyschiria.
obat. achi.rus (e-ki'res) acheirus.
ac.q.tyl.trireth.yl eit.rate (as"e-tol-, as"e-tel"hi-eth'el) [NF] achfor.hy.dria (a"klor-hi'dre-a) la-' + chlorhydrial tidak adanya
seiryawa yang didapatkan melalui esterifikasi dan asetilasi asam asam hidroklorida pada keadaan rangsangan maksimal lam-
sitrit, dlgunak an sebagai. plnsticizer dalam preparat obat. bung, sebagai akibat atrofi mukosa lambung. Disebut juga gas-
AGG American College of Gastroenterology; angiocardiography; tric anacidity.
apexcardiogram. achlor.hy.dric (a"klor-hi'drik) ditandai dengan akloridia.
AcG accelerator globulin (faktor V; Iihat coagulation factors, di Ach.lya (ak'le-o) genus oiganisme mirip fungus dari ordo
bawahfactor). Saprolegniales, yang membentuk koloni pada ikan dan serangga
ACh acetylcholine. tertentu.
AGHA American College of Hospital Administrators. Acho.le.plas.ma (a"ko-1e-plaz'ma) la-1 + chole- + plasmnl ge-
ach.a.la.sia (ak"a-la'zha) fa: + chalasial 1. kegagalan relaksasi nus bakteri dari famiii .dcholeplasmataceae, tersusun dari
serat-serat otot polos saluran cema pada setiap perbatasan sel-sel berbentuk sferis yang dibungkus oleh membran
bagian yang satu dengan bagian lain. 2. khususnya, kegagaldn berlapis-tiga tanpa dinding seI, dan tidak memerlukan serum
sfingter esofago-gaster untuk berelaksasi pada waktu menelan, atau kolesterol untuk pertumbuhannya. Spesies tipikalnya
akibat degenerasi sel-sel ganglion pada dinding organ itu. adalah A. taidlaw'ii.
Esofagus bagian toraks juga kehilangan aktivitas peristaltiknya A- granula'rurz spesies yang ditemukan pada rongga hidung
dan melebar (megaesofagus). Disebut juga cardiospasm. babi dan dilaporkan dapat diisolasi dari cairan sendi babi yang
a. of cardia, cardial a, esophageal a. mengalami artritis. Disebut jrga Mycoplasma granularum.
Acho'le'plas'ma'ta' ceae 17 ac'id
achro.ma.tism (e-kro'ms-tiz-arn) 1. kualitas atau keadaan
meniadi akromatik. 2. monochromatic ztision.
achro.ma.tize (e-kro'me-trz) menjadikan bersifat akromatik.
achro.ma.to.phil (ak"ro-mat'o-ll1) la-\ + chromato- + -phil) 1.
tidak memiliki afinitas terhadap zat warr'a.2. unsur organisme
atau iaringan yang tidak mudah diwamai.
achro.ma.lo.phil.ia (e-kro"mo-to-fi1'e-e) sifat tahan terhadap
Pewarnaan.
achro.ma.top.sia (e-kro"m a-top'se-e),monochromatic aision.
achro.ma.to.sis (a-kro"mr-to'sis) laL + chromat- + -osisl 1'.
hypopigmentation 2. hilangnya daya pewarnaan pada sel atau
ringan.
ja
achro.ma.tous (a-kro'ma-tus) tidak berwarna.
achro.ma.tu.ria (e-kro"me-tu're-e) [a-' + chromaturiaf ekskresi
urine yang tanPa warna, seperti akibat hiperhidrasi.
achro.mia (a-kro'me-e) hypopigmentation.
cortical a. keadaan suatu daerah di cortex cerebri yang mem-
perlihatkan tidak adanya sel-sel ganglion.
achro.mic (e-kro'mik) tidak berwarna.
Achro.mo.bac.ter (a-kro"mo-bak'ter) la-I + chromo- + -bacterf
genus bakteri gram-negatif, non-fermentatif, berflagela di selu-
iuh permukaan tubuh, berbentuk batang, dari famili Alcali-
genaceae, terdapat di air dan saluran cerna manusia dan
I Anak yang mengalami akondroplasia, ditandai dengan perawakan
kadang-kadang disertai dengan infeksi bermakna.
pendek, ekstremitas dan jari-jari pendek, panjang batang tubuh normal,
kepala relatif besar, penonjolan dahi, dan jembatan hidung melekuk ke achro.mo.cyte (s-kro'mo-s-rt) artifak sel darah merah berben-
dalam. tuk bulan sabit yang berwarna lebih muda daripada sel darah
merah yang intak; cf. ghost ceII. Disebut juga demilune body dan
achromic erythrocyte.
A- Iaid.Iaw'ii spesies yang didapatkan dari berbagai spesimen achto.mo.phil (e-kro'mo-fi1) [a-1 + chromo+ -phill achromato-
klinis manusia, dari rongga.tubuh sapi, babi, dan burung, dan phil.
dari tanah. Disebut juga Mycoplasma laidlawii. achro.moph.i.lous (a"kio-mof i-les) tidak mempunyai afini-
Acho.f e.pf as.ma.ta.ceae (a-ko"Ie-plaz' me-ta'se-e) famili bak- tas terhadap zatwarr.a.
teri dari ordo Acholeplasmatales, terdiri dari organisme yang achro.mo.trich.ia (a-kro"mo-trik'e-o) hilangnya pigmen ram-
tidak membutuhkan sterol untuk pertumbuhannya. Terdiri dari but, seperti pa da canities, leukotrikia, dan poliosis. Disebut juga
genus Acholeplasma. hypochromotrichia.
Acho.f e.plas.ma.ta.les (a-ko"le-p1az" me-ta'lcz) ordo bakteri Achro.my.cin (ak"ro-mi'sin) merek dagang untuk preparat
kelas Mollicutes, terdiri dari famili tunggal Acholeplamata- tetracycline hydrochloride.
ceae. ach.roir.am.y.loid (a-kro"o-am'a-loid) [aJ + Y un. chr oa w atna
acho.lia (a-ko'le-a) la-| + chol- + -ia)kegagalan atau tidak adanya + amyloid] amiloid dalam stadium awal yang tidak dapat
sekresi empedu. diwarnai.
acho.lic (a-ko'lik) berkenaan atau ditandai dengan acholia. ach.roo.dex.trin (e-kro"o-dek'shin) [aJ + Yun. chroa warna +
acho.lu.ric (a"ko-1u'rik) tidak ditandai dengan choluria; meru- dextrinl setiap dekstrin dengan berat molekul rendah yang tidak
juk pada ikterus. dapat diwamai dengan iodin.
achon.dro.gen.e.sis (a-kon"dro-jen'a-sis) gangguan heredi- achy.lia (a-ki'le-s) l\wr. achylos tidak berair + -ial tidak adanya
ter yang ditandai dengan hipoplasia tulang, yang menyebabkan asam hidroklorida dan pepsinogen (pepsin) dalam getah lam-
anggota gerak menjadi pendek secara nyata; kepala dan badan bung. Disebut jrtgaa. gas'trica.
normal. achy.mia (e-ki'me-a) tidak adanya chyme @ubut usus), atau
achon.dro.pla.sia (a-kon"dro-pla'zhe) [a-1 + chondroplasia] pembentukan chymeyangtrdak sempuma atau tidak cukup.
gangguan autosomal dominan yang disebabkan oleh mutasi gen acic.u.lar (e-sik'u-ler) lL. acicularisf berbentuk seperti iarum
fibroblast growth factor receptor 3 GGFR3), yang mengode pro- atau ujung jarum.
tein-tirosinkinase reseptor transmembran yang mengikat faktor acic.u.lum (a-sik'u{um) duri atau bulu bengkok mirip jari
pertumbuhan fibroblas dan menghambat proliferasi kondrosit yang terdapat pada flagelata tertentu.
di dalam lempeng perturnbuhan, menyebabkan aktivasi tidak ac.id (as'id) fI". acidum dari acidus tajam, asaml setiap anggota
beigantuag-ligan pada gen tersebut. Ditandai oleh gangguan daiam golongan besar zat-zat kimia yang digambarkan menurut
pertumbuhan dan maturasi kondroblastik epifisis, menye- tiga konsep kimia berdasarkan generalisasi peningkatan.
babkan formasi tulang enkondral yang tidak memadai dalam Arrhenius acid adalah za! yang menurunkan pH (meningkatkan
bentuk dwarfisme, dengan tungkai pendek, batang tupuh nor- konsentrasi ion hidrogen) bila ditambahkan pada suatu larutan
ma1, wajah kecii, calvaria normal, lordosis, dan trident hand. aqueous; zat-zattersebut mempunyai rasa asam, yang mengubah
Lihat juga achondroplastic dwarf , di'bawah dwarf. lakmus menjadi mera[ dan bereaksi dengan basa membentuk
achon.dro.plas.tic (a-kon'dro-pias'iik) berkenaan dengan garam. Bronsted-Lowry acid adalah zat yang berlaku sebagai do-
atau mert.gi lami akond roplasia. ior proton pada iaiutan; e.g. ion amonium (NFI4) daPat
achon.drat.plas.ty (a-kon'dro-pias"te) achondroplasia mendonorkan protorL menjadi amonia (NH.); kedua zat
achor.dal (a-kor'del) achordate. tersebut dinamakan Pasangan asam-basa konjugasi' Lewis acid
achol.date (a-kor'd[t) tanpa notokord; digunakan untuk meru- adalah zal yang dapat menerima sePasang elektron unfuk
juk pada hewan yang bukan chordatn. membentuk ikatan kovalen; e.g. BF, pada reaksi BF, + NF\ -+
achres.tic (e-kres'tik) tidak menggunakan aiat atau proses BF3NH3. Larutan aqueous senyawa tertentu yang terdisosiasi
yang normal, seperti ketidakmamPuan orang yang mengalami daiam larutan, e.g. hidrogen klorida, ditandai sebagai asam oleh
achrestic anemia (q.v.) untuk menggunakan vitamin Brr' nama yang berawalan hydro-, e.g. asam hidroklorida. Sebagian
achro.ma.sia (ak"ro-ma'zha) 1'. hypopigmentation 2. achroma- besar asam anorganik yang umum lainnya adalahoxo acids (q.v.);
tosis (de{.2). asam organik yang umum meiiputi asam karboksilat, asarn
achro.mat (ak'ro-mat) la-1 + chromatl 1. objektif akromatik. 2. sulfonat, dan fenol. Nama anion yang dibentuk oleh pelepasan
monochromat. hidrogen dari suatu asam @asa konjugatnya) dan nama garam
aehro.mate (a-kro'mat) ntonocfuomat. dan ester asam diperoleh dengan menghilangkan akhiran -lc dan
achro.mat.ic (ak"ro-mat'ik)la-l + chromaticl 1' sukar diwamai. kata acid danmenambahkan a]rf,itan -ate,kecualiunbtk oxo acids
2. membiaskan cahaya tanpa menguraikannya menjadi kom- yang diakhiri dengan -ous, akhirannya menjadi -lfe. Untuk
ponen warnanya. 3. tidak berw arna. 4. manochromatic (def ' 2). asam-asam tertentu, iihat nama spesifiknya'
ac'id.al.bu.min 18 ac.i.do.sis
arnino a. lihat pada amino. ac.i.dim.et.ry (as"idim'a-ire) penentuan jumlah asam bebas
bile a. Iihatdi bawah B. dalam larutan.
a. asam yang hanya mengandung dua unsur, e.g. HCI;
litgy juga.hydracid. ac.id.ism (as'i-diz-em) keadaan akibat masuknya asam dari luar
disebft ke dalam badan; disebut juga acidismus.
carboxylic a. asam yang mengandung gugus karboksil ac.i.dis.mus (as"i-diz-mes) acidism.
({OOH), termasuk asam amino dan asam lemali. acid.i.ty (a-sid"i-te) [L. aciditas] kualitas asam atau masam;
a. citrate dextrose (ACD) anti coagulant citrate dextrose solution. mengandung asam (ion hidrogen).
dicarboxylic a. jenis asam organik yang mengandung dua ac.id li.pase (as"id li'pes) \. sterol esterase. 2. lipase. dengan pH
gugus karboksil, seperti asam azelat, asam glutarat, asam asam optimum.
iminodiasetat, atau asam oksalat. Lthal jtga dicaiboxylicaciduria. ac.id fi.pase de.fi.cien.cy (as"id li'pas) I. Wolmnn disease. 2.
co4jugate a. jenis zat kimia yang dibentuk dari 6asa konju- cholesteryl ester storage disease.
€ffiya dengan menambahkan sebuah proton, e.g. amonium ac.id mal.tase (as'id mawl'tas) glucan 1,4-a-glucosidase.
(NHn*) merupakan asam konjugat amoni; (NH3). ac.id maf.tase deficiency (as'id mawl,tes) glycogen storage
fatty a. lihat di bawah F. disease, type IL
haloid a. asam yang tidak mengandung oksigen pada mole- ac.i.do.gen.ic (as"ido-jen'ik) menghasilkan asam atau ke-
fullla, tetapi disusun oleh unsur hidrogen dan halogen. asaman, terutama keasaman urine.
hydroxy a. asam organik yang menginduog gug.,i hidroksii acid.o.phil (e-sid'o-fil") lL. acidum asam + yun. -phil)7. sttuk-
tambahan. tur, sel, atau unsur histologik lain yang mudah diwarnai dengan
inorganic a. asam yang tidak mengandung atom karbon. zat watna asam. 2. salah satu sel asidofilik adenohipofisis yang
monobasic a. asam yang mempunyai atom hidrogen yang menghasilkan hormon; meliputi kortikohof, laktotrof, litotroi
hanya satu yang dapat diganti, sehingga hanya menghasilkai dan somatotrof. Disebut juga alpha cell dan A cell.3. organisme
satu rangkaian garam, e.g. HCl. yang tumbuh subur pada media sangat asam.4. acidophilic.
nucleic a. lihat di bawah N. alpha a. somatotroph.
organic a. asarn yang mengandung safu atau lebih atom karbor; epsilon a, lactotroph.
yang sering kali merupakan asam karboksilat secara khusus. acid.o.phile (o-sid'o-fi1") L acidophil. 2. acidophilic
' oxo a. 1,. oty acid.2. keto acid; lihat di bawah K. ac.i.do.phil.ic (as"ido-fif ik) 1. mudah diwarnai dengan zat
oxy- g_en a. asam yang mengandung oksigen; suatu oxyacid. warna asam. 2. tumbuh pada media sangat asam; merujuk
polybasic a. asam yang mengandung dua atau lebih atom hi- pada mikroorganisme. Disebut juga acidophil, acidophile, dan
drogen yang dapat dinetralisasi oleh 6asa dan digantikan de- oxyphilic.
ngan radikal organik. ac.i.do.sic (as"i-do'sik) ncidotic.
sulfo-a. asam yang oksigen atau karbonnya diganti dengan sulfur. ac.i.do.sis (as"ido'sis)1. akumulasi asam dan ion hidrogen
t9Tr""y a. asam yang mempunyai tiga radikal yang berbeda. atau deplesi cadangan alkali ftikarbonat) dalam darah dan
thio a. asam yang dibenfuk dengan penukaranatom oksigen jaringan tubuh, mengakibatkan penurunan pH. 2. keadaan
pada asam oxo atau asam karboksilat dengan atom sulfur, e.g patologis akibat proses ini; lihat juga acidemia. Cf. alkalosis.
asam tioasetat (CH3COSH) atau asam tiofosfat (H.pSOr). compensated a. keadaan yang mekanisme kompensasinya
tribasic a. .asam
yang mempunyai tiga atom hidrogln yang telah mengembaiikan pH menjadi normal; lih at compinsated met
dapat diganti. abolic a. dan compensated respiratory a.
ac.id.al.bu.min (as"id-al'bu-min) protein yang larut dalam compensated metabolic a. status asidosis metabolik yang
asam dan memperlihatkan reaksi asam. pH darahnya telah kembali normal akibat mekanisme ko--
Ac.id.ami.no.coc.cus (as'id-a-me,,no-kokas) facid + amino + pensasi pernapasan.
cocczs] genus bakteri dari famili Acidaminococcaceae, meru- compensated respiratory a. asidosis respiratorik, tetapi
pakan flora normal pada saluran cema manusia dan babi, terdiri pH darahnya sudah kembali ke normal karena mekanisme
dari kokus anaerob gram-negatif. Spesies tipikalnya adalah A. kompensasi renal.
fermen'tans. diabetic a. jenis asidosis metabolik yang dihasiikan dari'
Ac.id.ami.no.coc.ca.ceae (as',id-eme,no-kok-a,se-e) Famili akumulasi benda keton pada diabetes meliius tak terkontrol.
bakteri gram-negatif, anaerob dari ordo Clostridiales; organisme Disebut juga diabetic ketoacidosis.
yang penting secara klinis terdapat pada genus Acidomiiococcus, distal renal tubular a. asidosis tubulus renalis tanpa penu-
Dialister, Selenomonas, dan Veilonella. runan pH urine yang biasa terjadi di tubulus distal. Tipe non
ac.id.CoA li.gase (GDP-formingl (as,id ko-a, li,gas form,ing) herediter yang terlihat pada bayi laki-laki disebut Lightwood syn-
{EC 6-2.1.101 enzim golongan ligase yang -"ngitulisi, peri- drome, sedangkan tipe autosomal dominan yang terlihai pada
bentukan asil koenzim A dari asam lemak rantii panlang (fZ usia lebih tua disebut Butler-Albright syndrome. Llhat juga gener-
atau lebih karbon) dan koenzim A, dengan menggunlkan eiergi alized distal renal tubular a. Disebut juga type 1 renal tubular a.
yang berasal dari hidrolisis GTP. Enzim ini terdapat pada generalized distal renal tubular a. asidosis tubulus re-
matriks rnitokondrial dan dengan demikian dapat mengaktivasi nalis distal karena hipoaldosteronisme hiporeninemik, biasa-
ry11 l9mak bebas yang ada. Disebut juga acyl CoA iynthetase
(GDP-forming).
nya berkenaan dengan diabetes mellitus. Disebut juga type 4 re-
nal tubular a.
ac.i.de.mia (as"i-de'me-o) pH darah yang menurun (pening- hylrercapnic a. respiratory a.
katan konsentrasi ion hidrogen) dalam daiah. Untuk uiid"-i"u hyperchloremic a. asidosis metabolik yang disertai dengan
yang ditandai dengan peningkatan konsentrasi asam tertentu, peningkatan kadar klorida plasma.
lihat pada.asam bersangkutan (e.g. isoualericacidemia). lactic a. asidosis metabolik yang terjadi akibat kelebihan asam
of,ganic a. peningkatan konsentrasi satu atau lebih asam laktat dalam darah, akibat keadaan-keadaan yang menyebab-
oiganik dalam darah. kan respirasi selular terganggu. Keadaan ini paling-sering
acid.fast (as'id-fast) bila diwamai, tidak mudah dihilangkan terjadi pada gangguan-gangguan tidak adekuatnya pengang-
warnanya oleh asam, suatu sifat khas bakteri tertentu, terutama kutan O, ke jaringan tubuh, e.g. syok, septikemia, atau hipok-
Mycobacterium tuberculosis, Mycobacterium leprae, .dan beberapa semia berat, tetapi dapat juga terjadi akibat defek metabolik
spesies Nocardin Lihat di bawah sfaln. eksogen atau endogen. Pada mulanya bermanifestasi sebagai
acid.ic (e-sid'ik) bersifat atau berkenaan dengan suatu asam; hiperventilasi, kemudian berkembang menjadi kebingungin
membentuk asam. mental dan koma.
acid.i.fi.a.ble (a-sid'e-fi"a-bel) mudah dibuat menjadi asam. metabolic a. berbagai keadaan asidosis yang status asam
acid.i.fi.er (e-sid"i-fi'er) 1. agen yang menimbulian keasam- basa tubuhnya bergeser ke sisi asam akibat kehilangan basa atau
an; 2. agen yang digunakan untuk meningkatkan keasaman retensi asam selain asam karbonat (asam yang tetap atau tidak
lambung. menguap)/ berbeda dengan asidosis respiratorik. Disebut juga
acid.i.fyr (a-sid'i-fi) 1. menjadikan asam, misalnya dengan me- nonrespiralory a.
nambahkan asam kuat. 2. menjadi asam. nonrespiratory a. metabolic a.
ac.i.dim.e.ter (as"i-dim'a-ter) lL. acidum asam + -meterl alat proximal renal tubular a. asidosis tubulus renalis yang
yang digunakan untuk melakukan asidimetri. disebabkan oleh malfungsi tubuli proximales. Bentuk ringannyi
ac'i'dos'teo'phyte 19 aclu'sion
Vena centralis
sering disertai dengan bikarbonaturia; bentuk beratnya, seperti
sindrom Falconi, bisa tanpa bikarbonaturia, tetapi memPer-
lihatkan peningkatan ekskresi zat-za! lerlarut lainnya. Disebut
juga lype 2 renal tubular a. Vena Portae
renal hyperchloremia a. renal tubular a. hepatis
renal tubular a. (RTA) varian asidosis metabolik akibat ke- Arteria
hepatica
rusakan fungsi ginjal; biasanya disertai dengan asidosis hiper-
kloremik, pH urine yang tinggi, bikarbonaturia, dan ekskresi
yang rendah dari amoniurn dan asam yang dapat dititrasi. Tipe 1
dan 2 dibedakan menurut iempat disfungsi primer, apakah di
tubulus distal atau proksimal; lihat distal renal tubular a. danproxi'
mal renal tubular a. Trigonum
respiratory a. asidosis yang disebabkan oleh retensi karbon hepaticum
dioksida yang berlebihan dalam tubuh, berlawanan dengan
asidosis metabolik; dapat dijumpai pada penyakit paru ob-
shuktif kronik dan keadaan lain yang mengganggu ventilasi Vena centralis
' normal. Disebutjuga hypercapnic a.
starvation a. jenis asidosis metabolik yang ditimbulkan oleh I Acinus hepar: lobulus hepatis dituniukkan sebagai segienam (garis tegas),
acinus hepatis ditunjukkan sebagai belah ketupat (garis putus-putus).
akumulasi benda keton yang mungkin menyertai kekurangan
kalori. Disebut juga staraation ketoacidosis
type 1 renal tubular a. distal renal tubular a.
type 2 renal tubular a. proximal renal tubular a. hepatic a., liver a., a. of liver unit fungsional hati, lebih
type 4 renal tubular a. generalized distal renal tubular a. kecil dari lobulus portal, berupa massa parenkim hati berbentuk
uremic a. kondisi pada penyakit ginjal kronik yang kemam- wajik yang mengelilingi jalur portal.
puannya dalam mengekskresi asam menurun, sehingga meng- pancreatic a. setiap unit sekretorik kelenjar eksokrin pan-
akibatkan asidosis metabolik. kreas, tempat diproduksinya getah pankreas
ac.i.dos.teo.phyte (as"i-dos'te-o-fi1") [Yun. nkis niik + osteo- + pulmonary a. terminal respiratory unit.
phytel osleofit yang lancip. thyroid acini folliculi glandulae thyroideae.
ac.i.dot.ic (as"i-dot'ik) berkenaan atau ditandai dengan asi- ac.i.pen.ser.in (as"i-pen'sor-in) zat toksik dari gonad ikan sflr-
dosis. geon, Acipenser.
ao.id phos.pha.tase (as'id fos'fe-ias) [EC 3.1.3.2] enzim go- Acip.{ex (a'sip-heks") merek dagang untuk preparat rabe-
longan hidrolase yang mengatalisis pemecahan ortofosfat dari prazole sodium.
monoester oltofosfat dalam keadaan asam. Enzim tersebut ac.i.tret.in (as"e-tret'in) metabolit utama etretinate, digunakan
ditemukan dalam hepar, limpa, sumsum tulang, plasma dan untuk pengobatan psoriasis berat; diberikan per ora1.
sel-sel darah, dan kelenjar prostat mamalia. Penentuan aktivitas ackee (a'ke) akee.
fosfatase asam serum merupakan uii diagnostik yang penting. aclad.i.o.sis (a-klad're-o'sis) dermatomikosis ulserativa yang
Disebut juga pft osphomonoesterase. terdapat di Asia Selatan dan Balkan dan disebabkan oleh spesies
acid.u.lat.ed (e-sid'u-iet"ed) menghasilkan asampada reaksi. Actadium.
acid.u.lous (e-sid'u-1es)agakasam. Acla.di.um (e-kla'de-um) genus lama Fungi Imperfecti, kini
ac.id.u.ria (as"i-du're-s) kelebihan asam dalam urine; pena- diklasifikasi ulang.
maan jenis-jenis asiduria berdasarkan jenis asamnya, misalnya acla.sia (a-kIa'zha) aclasis.
aminoaciduria, dicarboxylicaciduria, glutaricaciduria, dsb. acla.sis (ak'ls-sis) [a-1 + Yun. klasls pecahan] kontinuitas
organic a. ekskresi berlebih satu atau lebih asam organik patologik suatu struktur, seperti pada multiple exostoses.

irada urine. diaphyseal a. multiple exostoses.


ac.id.uric (as"idoo'rik) [L. acidum asam + durare menahan] tarsoepiphyseal a. dysplasia epiphysealis hemimelica.
tahan asam; merujuk pada bakteri yang tahan terhadap deraiat aclas.tic (a-klas'tik) 1. berkenaan atau ditandai"dengan aclasis.
keasaman yang biasanya fatal untuk bakteri tak-berspora. tidak membias.
2.
ac.i.dyl (as'i-del) sernua radikai asam. Aclo.vate (a'klo-vnt") merek dagang untuk PreParat alciome-
ac id.y.la.tion (e-sid" a-la' shen) acy lation. tasone dipropionate.
Aci.iel (a'si-jel) merek dagang untuk jelly asam dapar yang larut aclu.sion (e-kloo'zhen) fa-r + occlusionl tidak adanya oklusi per-
daiam air dan tidak iriiatif, untuk penggunaan intravagina. mukaan gigi yang berhadapan.
ac.i.nir (as'i-nsr) berkenaan dengan atau memengaruhi satu
asinus atau lebih.
ac.i.ne.sia (as"i-ne'zha) akinesia. Kapiler
ac.i.net.ic (as"i-net'ik) akinetic (def. 7). Sel
Ac.i.net.o.bac.ter (as"i-net"o-bak'tar) la- + cinetb- + -bacter) sentroa$iner
genus bakteri dari famili Moraxellaceae, yang terdiri dari
kokobasil gram-negatif, berpasangary aerob, katalase-positif,
dan oksidase-negatif. Organisme tersebut tersebar luas di alam
dan n,relupakan flora normal mamalia, tetapi dapat Pulau-pulau
menyebhbkan infeksi primer berat pada pejamu yang rentan. Langerhans
Spesies tipikalnya adalah A. calcoace' ticus.
ac.i.ni (as'i-ni) [L.] genitif dan jarnak dari acinus.
acin.ic (a-stn' ik) acinar.
acin.i.fofm (e-sin'-form) lacini + formlberbentuk mirip anggur Acini
atau acinus. pancreatici
acin.i.tis (as"ini'tis) radang pada asini suatu kelenjar. Ductus
ac.i.nose (as'i-nos) lL. acinosus mirip anggur] 1. terdiri atas
intercalatus
acrni.2. acinar.
ac.i.no.tu.bu.lar (as"i-no-too'bu-1sr) terdiri atas acini tubuler
atau tubulus-tubulus yang berakhir pada acini.
ac.i.nous (as'i-nas) acinar.
ac.i.nus (as'i-nes) jam. a'cini lL. "anggor"listilah umum yang
Granula
digunakan daiam tata nama anatomi untuk menyatakan pele-
zimogen
baran kecii mirip kantong, terutama pada paru atau kelenjar.
Lihat iuga nlaeolus. I Acinus-acinus pankreas.
ac'me 20 ac'ne
ac.me (ak'me) [Y,an. alonE titik tertinggi] krisis atau stadium a. invefsa hidradenitis suppuratizta.
kritis suatu penyakit. iodide a., iodine a. akne yang disebabkan oleh konsumsi se-
ac.ne (ak'ne) [mungkin suatu perubahan dari kata Yun. akme nyawa iodida.
titik atau dari kata achnE dedak] 1. semua penyakit radang dari a. keloid., keloid a., keloidal a., a, keloida'lis perkem-
unit pilosebaseus kulit. 2. a. oulgaris. bangan plak folikuler yang keras dan menetap di sepanjang
a. aghina'ta lupus miliaris diseminatus faciei. garis rambut posterior dari kulit kepala, yang menyafu mem-
a.artificia'lis contact n. bentuk pita pseudokeioidal tebal, sklerotik, dan hiperhofik,
atrophic a., a. atro'phica akne vulgaris yang bila lesi kecil melewati oksipuf biasanya, terdapat pada pria kulit hitam
papulamya telah hilang, akan meninggaikan lubang-lubang Afrika. Disebut juga dermatitis papillaris capillitii, keloidal folli-
atrofi kecil dan parut. culitis , dan folliculitis keloidalis .
bromide a. akne yang disebabkan karena mengonsumsi se- keloida'lis nu'chae akne keloidalis yang terutama terjadi di
nyawa bromida, salah satu gejala brominisme yang paling leher.
lazim, tidak termasuk pembentukan komedo. Mallorca a. a. estiualis.
a. cachectico'run erupsi akneiformis pada kulit orang yang a. mecha'nica, mechanical a. penumpukan lesi akne yang
mengalami anemia atau kondisi lemah. ada oleh faktor-faktor mekanis yang merusak bentuk kulit,
chlorine a, chloracne. termasuk penggesekary penggosokan, peregangan, tekanan,
comedonal a., comedone a. akne vulgaris yang sebagian penjepitan, dan penarikan. Iritasi dapat dicetuskan oleh
besar lesinya berupa komedo, biasa terdapat di dahi atau digu. faktor-faktor seperti tali pengikat di dagu, label pakaian,
common a. a. ztulgaris. balutan ortopedik, ransel, dan kursi serta tempat duduk di
a. congloba'ta, conglobate a. bentuk akne yang kronik dan bus atau mobil.
parah yang terlihat hampir selalu pada pria, berawal dari masa a. medicamento'sa jenis akne yang berasal dari reaksi ter-
pubertas akhir dan sering kali berlanjut sampai usia dewasa, hadap obat, seperti steroid atau garam halogen (lihathalogen n.)
dan ditandai dengan adanya sejumlah komedo (sering kali Disebut juga drug-induced a.
dobel atau tripel), abses-abses yang besar dengan sinus-iinus a. necro'tica milia'ris bentuk folikulitis kulit kepala mena-
yang menghubungkannya, dan kista yang berisi bahan jernih hun yang langka, terutama terdapat pada orang dewasa, dengan
atau seropurulen; parut tetap mencolok dan buruk setelah pembentukan pustul-pustui kecil superfisial yang rusak bila
sembuh. digaruk. Lihat juga n. aariolifurmis.
cortact a. akne yang timbul karena kontak dengan berbagai neonatal a., a. neonatotrum akne vulgaris yang biasanya
bahan kimia, termasuk yang digunakan dalam bahan kosmetik terdapat pada bayi baru lahir, terutama ditandai dengan adanya
dan perawatan (lihat cosmetic a. dan pomade a.) atau dalam papul, pustul, dan komedo wajah; biasanya, sembuh spontan
industri (lihat occupational a.). Disebut juga a. artificialis dan a. dalam beberapa minggu.
Tenenata. nodulocystic a., a. nodulocys'tica akne kistik yang berat,
contagious a. ofhorses, contag.ious pustular a penyakit biasanya terlihat pada laki-laki muda, dengan nodui subkutan
k rlit menular pada kuda yang disebabkan oleh nleksi Cory- yang dapat meradang dan meninggalkan parut.
nebacterium pseudotuberculosis, y ang ditandai dengan kelompok occupational a. akne kontak akibat terpajan bahan kimia
pustul, terutama pada daerah yang bersenfuhan dengan pelina; industri, seperti minyak, tar, lilin, atau hidrokarbon terklorinasi
bila rupfur, pustul tersebut mengeluarkan pus kehijauan yang (hhat chloracne).
mengering dan membentuk krusta. oil a. akne kontak yang terdiri dari erupsi folikular menyeru-
cosmetic a., a. €osme'tica jenis akne kontak, biasanya dera- pai akne pada punggung tangary leher bagian belakang, iengan
jat rendah, terdapat pada dagu dan pipi orang-orang yang bawah, muka, dan paha, akibat kontak dengan minyak yang
memakai kosmetik wajah. Lesi yang lazim adalah komedo tidak larut dalam air (cutting oil).
tertutup atau pusful-pustul popular. papular a. akne vulgaris yang lesinya adalah papul papul
cystic a., a. cys'tica akne dengan pembenfukan kista yang radang yang banyak; jenis ini sering kali berkembang menjadi
menyelubungi campuran keratin dan sebum dalam berbagai akne indurata.
perbandilgan. papulopustular a,, a. papulopustulo'sa akne vulgaris de-
a. deter'gicans akne mekanis yang timbul karena terlalu se- ngan papul dan pustul yang meradang sekaliglts;lihatpapulat a.
ring mencuci lesi akne dengan sabun komedogenik, kain yang danpustular a.
kasar, dan bantalan abrasif. a. papulotsa papular a.
drug-induced a. a. medicamentosa. pomade a. akne vulgaris yang terjadi hampir selalu pada
. h. estiva'lis bentuk akne yang ditandai dengan adanya papul orang Afrika yang merawat kulit kepala dan rambut wajah
keratotik yang timbul pada musim panas atau setelah berjemur dengan pelurnas berminyak, dan ditandai dengan adanya ko-
di bawah sinar matahari. Disebut juga Mallorca a. medo tertutup dan beberapa pustul papular di sekitar wajah.
excoriated a., a. excori6e des filles, a. excori6e des premenstrual a. akne yang bersifat siklik, timbul sesaat
jeunes filles jenis akne superfisial yang sering tampak pada sebelum (kadang-kadang sesudah) haid.
gadis remaja dan wanita muda, yang disebabkan oleh liebiaiaan pustular a., a. pustulo'sa akne vulgaris yang lesinya mem-
neurotik kompuisif dalam benfuk mengorek dan memencet lesi perlihatkan supurasi sentral.
wajah yang kecil, sepele, atau sebenarnya tidak ada, yang meng- a.tosa'cea ros^cea.
hasilkan lesi sekunder yang dapat meninggalkan parut. a. scrofuIosotrum papulonecrotic fuberculid.
a. fronta'lis a. uarioliformis. a. simtplex a. lulgaris.
a. 4rl'minans bentuk langka akne kistik yang sangat parah tropical a., a. tropica'lis akne vulgaris yang berat di ling-
yatig'menyerang terutama remaja pria, ditandai dengan tim- kungan yang panas dan lembab, seperti iklim tropis; ditandai
bulhya nodul dan plak yang sangat meradang dan mengalami dengan adanya nodul, kista, dan pustu1 yang besar dan nyeri,
degenerasi supuratif yang meninggalkan ulserasi, demam, yang menyebabkan pembentukan abses konglobata dan pe-
penurman berat badan, anenia, leukositosis, peningkatan laju marutan berulang, biasanya pada punggung, tengkuk, bokong,
endap darah, dan poliartritis. paha, dan lengan atas.
halogen a. akne akibat mengonsumsi garam bromida, klorin, a. urtica'ta erupsi kulit yang ditandai dengan bentul,bentul
atau iodin, seperti pada obat pilek, ekspektoran, sedatif, papular edematosa, mirip papui akne, biasanya pada batang
analgetik, dan vitamin. Lihatbromide a., chlorine a., dan iodide a. tubuh, Iengan atas atau leher, tetapi terkadang juga terdapat
hypertrophic a. akne vulgaris yang sembuh dan meninggal- pada kulit kepala dan wajah;lebih sering mengenai wanita usia
kan parut hipertrofik. pertengahan, dan penyebabnya tidak diketahui. Erupsi ini
a. indura'ta perkembangan akne papular, dengan lesi deshuk- bukan merupakan bentuk akne sejati.
tif dan dalam, yang dapat menyebabkan parut yang buruk. a. variolifor'mis kondisi yang jarang dengan pustul-pustul
infantile a. akne vulgaris pada bayi setelah berusia tiga papular coklat yang menetap, biasanya di daerah alis dan kulit
bulan; tipe ini biasanya memiliki komedo yang lebih menonjol kepala; mmgkin varian acne necrotica miliaris. Disebut juga a.
daripada yang terdapat pada akne neonatus dan dapat me- fr ontalis dan folliculitis u at ioliformis.
nyebabkan parut. a. venena'ta conlac! o.
ac'ne'form 21 acrit'o'chro'ma'cy
acotn (a'korn) buah pohon ek (lihat Quercus). Banyak tipe di-
gunakan unfuk makanan manusia atau ternak; karena mengan-
dung asam galat dan asam tanat, buah tersebut beracun bila
dimakan dalam jumlah besar.
AGOS American College of Osteopathic Surgeons.
Acos.ta disease (ah-ko'stah) lJosd de Acosta, 1,539-1.600,
seorang misionaris Jesuit Spanyol yang pertama kali mene-
mukannya sesudah perjalanannya ke Peru tahun 15901 acute
mountain sickness.
acou. [Yun. akouein mendengar] bentuk gabung yang menun-
jukkan hubungan dengan pendengaran.
acous.ma (e-kooz'me) jam. acous'mata [Yun. akousma sesuatu
yang terdengar] halusinasi dengarbiasa, e.g. bunyi berdengxng
atau berdering.
I Acne vulgaris. acous.mdt.dm.ne.sia (e-kooz"mat-am-ne'zhe) facousma lJ]ten-
dengar + amnesiaf ketidakmampuan mengingat bunyi.
acous.tic (e-koos'tik) fYun. akoustikosl berkenaan dengan bunyi;
a. vulga'ris bentuk akne yang umum, penyakit radang disebut juga phonic.
menahun dari aparatus pilosebacea, lesi paling sering dijumpai acous.ti.co.pho.bia (e-koos"ti-ko-fo'be-a) facoustic + -phobial
pada wajah, dada, dan punggung. Kelenjar'yang meradang ketakutan yang tak wajar terhadap bunyi.
dapat membentuk papul kecil (yang kadangkala mengelilingi acous.tics (e-koo'tiks) ilmu tentang bunyi.
komedo sehingga tampak hitam pada bagian tengahnya), atau acous.ti.gram (e-kods'fi-gr am) acoustogram.
membentuk pustul atau kista. Penyebabnya tak diketahui, tetapi acous.to.gtam (o-koos'to-gram) grafik berupa kurva yang ter-
telah dikemukakan banyak faktor, termasuk hormory faktor gambar dalam frekuensi per detik dan tingkat desibel, dari
herediter, obat-obatan, stress, dan bakteri, khususnya Pro- bunyi yang dihasilkan oleh pergeseran sendi. Pada sendi lutut,
pionibacterium acnes danMalasseziafurfur. Disebut juga common a. akustogram akan memperlihatkan bunyi pergeseran tdlang
dan a. simplex. tawan semilunar, kontak akibat pergeseran antara permukaan
ac.ne.form (ak'ne-form) ncneifurm. sendi femur dan tibia, dan sirkulasi sinovia.
ac.ne.gen (ak'na-jen) zat yang menyebabkan akne. AGP American College of Physicians; acid phosphatase.
ac.ne.gen.ic (ak"ne-jen'ft) lacne + -genicf menyebabkan atau AGIPS acrocephalopolysyndactyly.
dapat menimbulkan akne. ac.quired (e-kwird') lL. acquirere memperolehl bukan genetik,
ac.ne.iform (ak-ne'i-form") menyerupai akne. melainkan timbul akibat pengaruh yang berasal dari luar
ac.ne.mia (ak-ne'me-e) [a-' + Yun. knemE tongkai] atrofi betis. organisme ifu.
ACI{M American College of Nurse-Midwives. ac.qui.si.tion (ak"w\-z\'shen) 1. dalam psikologi, periode
ac.o.as.ma (ak"o-as'ms) acousma. belajar yang peningkatan progresif kekuatan responsnya dapat
Ac.o.can.the.ra (ak"o-kan-the're) [Yun. akoke titik, tepi + diukur. Juga proses yang berhubungan dengan belajar yang
antheros mekar] genus tanaman famili Apocynaceae, asli Afrika. demikian. 2. istilah yang dipakai dalam rnagnetic resonance imag'
A, schim'peri (A.D.C.) Schwf. dan spesies lain menghasilkan lng untuk perekaman data
glikosida beracun ouabain (acocantherin). ac.qui.si.tus (e-kwis'i-tos) lL.l acquired.
ac.o.can.ther.in (ak"o-kan'thor-in) ouabain. ACR American College of Radiology.
acoe.lom.ate (a-se'1e-mdt) 1. tidak memiliki rongga badan. 2. ac.raf (ak'rel) lacr- + -al'] berkenaan dengan ekstremitas atau
hewan tanpa rongga badary seperti platyhelminthes. apeks; memengaruhi anggota gerak (ekstremitas).
AGOG American Coliege of Obstetricians and G1'necologists. acra.nia (e-kra'ne-e) fa-' + crani+ -ia] anomali perkembangan,
Ac.o.kan.the.ra (ak"o-kan-!he' re) Acocanthera. . ditandai dengan tidak adanya sebagian atau seluruh kranium.
acol.u.mel.late (a"ko1-u-mel'dt) protozoa dan fungi tertentu acra.ni.al (e-kra'ne-el) tidak memiliki kranium.
yang tidak merniliki kolumela. Acra.ni.a.ta (a-kra"ne-a'ts) subfilum Chordata yang terdiri
acon.a.tive (e-kon's-tiv) tanpa keinginan; tidak mempunyai dari spesies tanpa tengkorak sejati.
hasrat atau impuls untuk bertindak. dcra.ni.us (e-kra'ne-es) fetus dengan akrania.
acon.i.tase (e-kon'i-tas) aconit ate hy dr at ase. Ac.rel gan.gli.on (ahk'rel) [Olof (atau Olaf) Acrel, ahli bedah
cis-acon.i.tate (a-kon'i-tat) zat antara pada interkonversi sitrat Swedia, lihat di bawah ganglion.
17 17 -18061
dan isositrat pada siklus asam trikarboksilaf yang terbentuk Ac.re.mo.nii.el.Ia (ak"re-mo-ne-e1'e) genus Fungi Imperfecti
karena dehidrasi salah satu senyawa. dari kelas-bentuk Hyphomycetes, famili-bentuk Dematiaceae;
acon.i.tate hy.dra.tase (e-kon'i-tat hi'dra-tas) IEC 4.2.1.31 menyerupai Acremonium dan telah dilaporkan dapat diisolasi
enzirn dari golongan liase yang mengatalisis interkonversi sitrat dari lesi paru.
dan isositrat, suatu reaksi pada tricarboxylic acid cycle (q.v.). ac.te.mo.niloisis (ak"ra-mo-ne-o'sis) infeksi oleh jamur Acremo'
Enzim ini, protein besi nonheme, merupakan cls-aconitate yang nium, menimbvlkan demam dan pembengkakan mirip gumma.
terbentuk seba gai za! antara pada reaksi dehidrasi dan rehidrasi. ac.rid (ak'rid) lL. acer, acrisbentukl tajam; menyebabkan iritasi.
Disebut juga aconitase. Ac.te.mo.ni.um (ak"re-mo'ne-em) genus Fungi Imperfecti
ac.o.nite (ak'e-nit) lL. aconitum;Yun. akonitonf zatberacun, dari dari kelas bentuk Hyphomycetes, dari famili bentuk Monilia-
rrnbi Acoltitum napellus, yang dikeringkani yang mengandung ceae; sebelumnya disebut Cephalosporium. Beberapa spesies
aconitine d.an alkaloid iain yang berkaitan; menyebabkan fibrilasi menghasilkan antibiotik cephalosporin.
ventrikei dan paralisis respiratorik yang cenderung fatal. A- coenophi'alum spesies endofitik pada rumptl Festuca
Awalnya diberikan sebagai antipiretik dan anestetik lambung arundinacea, menyebabkan kakj fescue pada sapi dan domba.
dan digunakan dalam obat herbal Cina dan homeopati sebagai A. falcifofme spesies yang menyebabkan misetoma eumikotik.
analgesik, antiradang, dan kardiotonik. Disebut juga monkshood ,4- kilien'se spesies yang menyebabkan misetoma eumikotik.
dan wolfsbane. A- Io'Iiae spesies endofitik yang menginlestasirrmput Lolium
acon.i.tine (e-kon'i-tin) fL. aconitina, aconitial alkaloidberacun, perenne dan menyebabkan ryegrass staggers; pada hewan pema-
zal aktif dari aconite. kan rumput.
Ac.o.ni.tum (ak"e-ni'tam) [L.] genus herba beracun dari famili A- reci'fei spesies yang menyebabkan misetoma eumikotik.
Ranunculaceae. A. napel'lus merupakan kutuk serigala (atau ac.ri.dine (ak'ri-den) senyawa trisiklik yang terdiri dari dua
wolfsba ne\, sumber n con it e. rantai benzena yang dihubungkan oleh salah satu piridin; bahan
aco.nea (e-kor'e-;) [aJ.+ Yun. kore pupil] tidak adanya pupil mata. pewarna yang digunakan unfuk sintesis pewarna dan obat.
aco.ria (e-kor'e-e) [a-' + Yul. koros puas + -la] bentuk polifagia a. orange lthat di bawah orange.
akibat hilangnya sensasi kenyang, keadaan pasien yang tidak acrit.i.cal (a-krit'i-kel) faL + criticall tidak krisis, terutama meru-
pernah merasa kenyang, walaupun nafsu makannya mungkin juk pada penyakit demam yang berakhir dengan penyembuhan.
tidak besar. acrit.o.chro.ma.cy (e-krit"o-kro'me-se) monochromatic rsision.
ac'ri'vas.tine 22 acro'le'in
ac.ri.vas.tine (ak"ri-vas'ten) suatu antihistamin (antagonis re- Lyme, biasanya terbatas pada ekstremitas, hampir selalu ter-
septor Hr) digunakan dalam terapi rhinitis alergi musiman; dapat di Eropa, kebanyakan pada wanita; ditandai dengan fase
diberikan per oral. eritematosa, edematosa, pruritik diikuti dengan sklerosis dan
ACRM American Congress of Rehabilitation Medicine. atrofi.
acr(ol. l\un. akron ekstremitas, dati akros ekstrim] bentuk a. conti'nua varian psoriasis pusfular terlokalisasi yang
gabung yang menunjukkan hubungan dengan ekstremitas, ditandai dengan erupsi radang kronik pada jari, telapak tangan,
bagian atas, atau puncak, atau sesuatu yang ekstrem. dan telapak kaki; radang ini kadangkala menjadi lebih
2q.7s.2g.n6.sig (ak"ro-ag-no'sisl lacro- + a-' + yun. gn6sis menyeluruh, dengan tepi vesikulopustular anulai tipis yang
pengetahuan] hilangnya pengenalan sensoris terhadap suatu perlahan-lahan meluas dan berulang, meninggalkan penge-
ekstremitas; tidak adanya akrognosis. lupasan kulit ringan yang meradang. Disebut juga a. perstans,
ac.ro.an.es'the.sia (ak"ro:an"es-th e' zhe) lacro- + anesthesiaf Hallopeau a., dan dermatitis repens-
hilangnya sensasi pada ekstremitas. enteropathic a., a. enteropa'thica penyakit kulit dan sa-
ac.ro.af.thri.tis (ak"ro-ahr-tfui'ns) lacro- + arthritis) artritis luran cerna yang berat pada neonatus dan bayi, akibat gangguan
pada ekstremitas. pemasukan zinc yang bersifat resesif autosomal; bayi meng-
ac.ro.blast (ak'ro-blast) facro- + -blastfbahan Golgi dalam sper- alami gagal tumbuh kembang dan alopesia. Lesi kulit berupa
matid, tempat berkembangnya akrosom. dermatitis vesikulopusfulosa, terutama berlokasi di sekitar
ac.ro.brachy.ceph.a.ly (ak"ro-brak"i-se(e-le) lacro- + bra- lubang badan dan pada kepala, tangan. Gejala gangguan gastro-
chycephaly) keadaan yang diakibatkan oleh bersatunya sutura intestinal berupa diare dan steatore.
coronalis, yang menyebabkan pemendekan diameter antero- Hallopeau a. a. continua.
posterior tengkorak secara abnormal. infantile a., papular a. of childhood, a. papulo'sa
ac.ro.ceh.tric (ak"ro-sen'trk) facro- + centricf mempunyai infantum Gianotti-Crosti syndrome.
sentromer lebih dekat ke salah satu ujung pada kromosom yang a. pertstans a. continua.
sedang membelah, sehingga satu lengannya jauh lebih panjang ac.ro.oler.ma.to.sis (ak"ro-dur"me-to'sis) jam. acroderma-
dari yang lain. Lihat juga dibawah chromosome. Cf. melacentrlc to'ses facro- + dermatosisf semua penyakit yang mengenai kulit
. dansubmetacentric. ekstremitas.
ac.ro.ce.pha.lia (ak"ro-sa-fa'le-e) facro- + cephal+ -ial oxycephnly. ac.ro.dol.i.cho.me.lia (ak"ro-dol"iko-me'le-s) lacro- +
ac.fo.ce.phal.ic (ak"ro-ss-fal'ik) oxy cephalic. dolicho- + -melial panjang kaki dan tangan yang abnormal atau
ac.ro.ceph.a.lo.poly.syn.dac.ty.ly (ACPSI (ak,,ro-sef,,e,lo- tidak seimbang.
pol"esin-dak'ta-1e) [acrocephaly + polysyndactyly] bentuk seke- ac.ro.dyn.ia (ak"ro-din'e-e) fncr+ -odyniaf penyakit pada masa
lompok kelainan herediter yang ditandai dengan akrosefali dan kanak-kanak awal yang ditandai dengan nyeri, pembengkakan,
sindaktili, serta polidaktili sebagai tanda tambahannya. dan warna merah muda pada jari tangan dan kaki; 1esu, cepat
a., type I Pfeffir syndrome. marah, gagal tumbuh kembang, dan fotofobia; ruam kulit,
a.,tlpe lI Carpenter syndrome. berkeringat banyak, tanggalnya gigi, dan kadang-kadang ke-
a., tJ4)e lll Saknti-Nyhan syndrome. merahan pada pipi dan ujung hidung. Sebagian besar kasus
a., type lY Goodman syndrome. merupakan neuropati toksik yang disebabkan oleh keracunan
ac.ro.Geph.a.lo.syn.dac.tyl.ia (ak"ro-sef"e-Io-sin,,dak-til,e-e) merkuri; kepekaan setiap orang mungkin merupakan salah satu
a c r o c ep hal o sy n d acty li. faktor. Disebut ltga erythredema polyneuropathy dan Bilderbeck,
ac.ro.ceph.a.lo.syn.dac.ty.lism (ak"ro-sef,,s-lo-sin-dak,te- Selter, Swift, Swift-Feer, atatpink disense.
liz- am) acr o c ephal osy ndacty li ac.to.dys.pla.sia (ak"ro-dis-pla'zha) acrocephalosyndactyly.
ac.ro.ceph.a.lo.syn.dac.ty.ly (ak"ro-sef"a-lo-sin-dak,teJe) ac.ro.es.the.sia (ak"ro-es-the'zha) facro- + esthesia] 1. pening-
lacrocephaly + syndactyly) sekelompok kelainan autosomal do, katan sensitivitas. 2. nyeri pada ekstremitas.
minan berupa kraniostenosis yang ditandai akrosefali dan sin- €rcrogos.neqs (e-kroj'e-nes) tumbuh pada apeks konidiofora;
daktili, terkadang dengan kelainan tambahan. Istilah ini digunakan untuk konidia.
kadang-kadang digunakan untuk menunjukkan sindrom Apert ac.ro.ger.ia (ak"ro-je're-a) kondisi langka yang terdiri dari
(akrosefalosindaktili, tipe I). progeria sebagian, terutama pada kulit yang tipis dan seperti
a,, type I Apert syndrome. perkamen, khususnya pada tangan dan kaki; pada kasus
a., type lll Chotzen.syndrome. tertentu kondisi ini diturunkan secara autosomal resesif. Disebut
a., type V Pfeffir syndrome. juga metageria.
ac.ro.ceph.a.lous (ak"ro-sef'eJes) oxycephalic. ac.rog.no.sis (ak"rog-no'sts) facro- + Yun. gnosis pengetahu-
ac.ro.ceph.a.ly (ak"ro-sef ' e-\e) oxycephal.y. anl pengenalan sensoris dari anggota gerak dan berbagai bagian
a. -syndactyly bentuk kepala yang karakteristik pada akro- masing-masing anggota gerak yang saling berkaitan.
sefalosindaktili. ac.ro.hy.po.ther.my (ak"ro-hi'pothur" me) lacro^ + hypother-
ac.ro.chor.don (ak"ro-kor'dan) lacro- + chordo-l lesi kulit pa- mylkeadaan dingin pada kaki dan tangan secara abnormal.
pilomatosa, terkadang hampir tidak berwarna, biasanya [er- 4s.ye.k6y.6.lo.elas.toi.do.sis (ak"ro-ker"ato-e-las"toido'sis)
dapat pada leher, dada bagian atas, atau ketiak wanita setengah facro- + kerato- + elastoidosisl kelainan kulit yang langka terdiri
baya. Epidermisnya menjadi hiperplastik dan menutupi tangkai dari elastosis dengan papul atau plak keratotik kecil pada
jaringan penyambung derrnis yang tersusun dari serat-serat tangan dan kaki; kelainan ini biasanya diturunkan secara
kolagen yang longgar dan membengkak; iesi yang lebih besar dominan autosomal dan menjadi jelas setelah pubertas. Cf focal .

dapat bertangkai dan disebut s oft fibromas. Disebut juga skin tag, acra I hype rkera.tosis.
cttaleous tag atau papilloma, dan fibroepithelial polyp. ac.ro.ker.a.to.sis (ak"ro-ker"a-to'sis) keadaan yang melibat-
ac.ro.ci.ne.sis (ak"ro-si,ne'sis) facro- + Yttn. kinesis gerakan] kan keratosis (pertumbuhan bertanduk) kulit ekstremitas atas
motilitas berlebihan; kebebasan gerak abnormal. Disebut juga dan bawah.
acrokinesi.a. paraneoplastic a. Bazex syndrome.
ac.ro.ci.net.ic (ak"ro-si-net'ik) dipengaruhi akrokinesis. a. vermcifortmis geroderma yang diturunkan secara do-
ac.ro.con.trac.ture (ak"ro-ken-trak'chsr) facro- + contracture] minan autosomal, yang ditandai dengan papul verukosa yang
. kontraktur ekstremitas; kontraktur otot tangan atau kaki. padat berkelompok pada punggung tangan dan kaki, siku, lutut,
ac.ro.cy.a.no.sis (ak"ro-si"e-no'sis) facro- + cyanosis] keadaan dan telapak kaki. Kadangkala disertai dengan adanya hiper-
yang ditandai dengan sianosis simetris pada ekstremitas, keratosis difus pada telapak tangan dan kaki selain keratosis
dengan perubahan wama kulit jart-jari, pergelangan tangan, folikuiaris.
dan pergelangan kaki, menjadi kebiruan atau kemerahan ylng ac.ro.ki.ne.sia (ak"ro-ki-ne'zhe) acrocinesis,
menetap, berkeringat banyak dan dingin pada fari-jari. Disebut acro.le.in (ak-ro'le-in) cairan berbau tajam yang sangat bera-
juga Raynaud's sign. . cun dan mudah menguap berasal dari dekomposisi gliserin;
ac.ro.cler.ma.ti.tis (ak"ro-dur"me-ti'tis) facro- + dermatitisl merupakan salah satu produk degradasi siklofosfamid dan
radang kulit ekstremitas, khususnya tangan dan kaki. diperkirakan merupakan penyebab sistitis hemoragika dan
chronic atrophic a., a. chro'nica atro'phicans penyakit neoplasma kandung kemih pada pasien yang diobati dengan
kulit kronik difus yang tampak pada tahap lanjut penyakit siklofosfamid oral.
ac'ro'mac.11a 23 ac.ro.scle.ro.sis
acro.mio.col.a.coid (e-kro"me-o-kor'e-koid) berkenaan dengal
acromion dan processus coracoideus; disebut jtga coracoacro-
mial.
acro.miO.hu.met.al (a-kro"me-o-hu'msr-el) berkenaan dengan
acromion dan humerus.
acro.mi.on (e-kro'me-on) lauo- + Yun. omos bahul [TA] pe-
nonjolan lateral spina scapulae, menjulur melewati sendi bahu
dan merupakan titik tertinggi bahu; disebut juga acromial process
dan acromion scapulae,
acro.mio.nec.to.my- (e-kro"me-o-nek'to-me) reseksi ujung
distal acromion, yat\g dilakukan pada pengobatan artritis
akromioklavikular.
acro.mio.plas.ty (o-kro'me-o-p1as"te) pembuangan ujung an-
terior acromion secara bedah untuk mengurangi kompresi
mekanis otot rotator selama pergerakan sendi glenohumeralis;
disebut juga anterior acromioplasty.
acro.mio.scap.u.lar (e-kro"me-o-skap'u{er) berkenaan de-
ngan acromion dan scapuia.
acro.mio.tho.iac.ic (e-kro"me-o-tho-ras'ik) berkenaan dengan
acromion dan toraks.
acrom.pha.lus (e-krom'fe-las) lacr- + omphalusf 1. penonjolan
pusar yang tak semestinya; kadang-kadang merupakan tanda
I Akromegali, memperlihatkan pembesaran rangka yang khas. hernia umbilikalis. 2. pusatnya pusar.
ac.ro.myo.to.nia (ak"ro-mi"o-to'ne-e) facro- + myotonia] kontrak-
tur tangan atau kaki yang mengakibatkan deformitas spastik.
ac.ro.mac.ria (ak"ro-mak' re-a) arachnodacfyly. ac.ro.mt.ot.o.nus (ak"ro-mi-ot'o-nas) ncromyotonia.
ac.ro.me.ga.lia (ak"ro-ma-ga'1e-a) aUomegaly. ac.to.nar.cot.ic (ak"ro-nafu-kot'ik) akrid dan narkotik.
ac.ro.me.gal.ic (ak"ro-me-gal'ik) berkenaan atau ditandai ac.ro.neu.ro.sis (ak"ro-n66-ro'sis) la1o- + neurosisf semua
dengan akromegali. neuropati pada ekstremitas.
ac.ro.meg.a.lo.gi.gan.tism (ak"ro-meg"e-lo-ji'gan-tiz-em) ac.lo.nym (ak'ro-nim) facro- + Yun. onoma nama] kata yang
ligantisme dan akromegali akibat hipers"ekresi hormon per- dibentuk oleh huruf awal dari komponen utama suatu istilah
tumbuhan yang bermula sebelum pubertas dan berlanjut sam- gabungan/ seperti laser atau maser.
pai dewasa. ac.ro.os.te.ol.y.sis (ak"ro-os"te-ol'i-sis) osteolisis pada pha-
ac.ro.meg.a.loid.ism (ak"ro-meg'e{oid-iz-em) keadaan tu- lang distal jari tangan danjari kaki.
buh mirip akromegali, tetapi bukan akibat gangguan hipofisis. ac.to.pach.ia (ak"ro-pak'e-e) lauo- + pachy- + -ial hypertrophic
ac.ro.meg.a.ly (ak"ro-meg'e-le) facro- + -megalyl penyakit kro- osteopathy.
nik pada orang dewasa yang disebabkan oleh hipersekresi hor- ac.ro.pachy (ak'ro-pak"e) hypertrophic pulmonary osteoafthro-
mon pertumbuhan, yang ditandai dengan pembesaran beberapa pathy.
bagian rangka tubuh, terutama bagian distal, seperti hidung, ac.ro.pachy.der.ma (ak"ro-pak"idur'rna).lacro- + pachy- +
telinga, rahang, jari tangan, dan jari kaki. Terdapat nyeri sendi, derma] penebalan kulit pada ekstremitas, seperti pada akro-
yang berasal dari osteoartrosis, dan celah sendi melebar karena megali dan pakidermoperiostitis.
proliferasi tuiang rawan. Komplikasi akibat peningkatan sekresi a. with pachyperiostitis pachydermoperiostosis.
hormon perfumbuhan meliputi resistensi terhadap insulin dan ac.ro.pa.tal.y.sis (ak"ro-po-ral'i-sis) fauo- + paralysisl paralisis
intoleransi glukosa, obstruksi jalan napas, hipertensi, kardio- ekstremitas.
miopati, dan abnormalitas metabolisme tulang dan kalsium. ac.ro.par.es.the.sia (ak"ro-par"es-the'zhs) lacro- + pares-
ac.ro.mel.ahgia (ak"ro-mal-alJe) erythromelalgia. thesia] 7. parestesia ujung-ujung ekstremitas akibat tertekannya
ac.ro.mel.ic (ak"ro-me'1ik).lauo+ mel- + -icl berkenaan dengan saraf pada tingkat tertentu atau polineuritis. 2. penyakit yang
atau memengaruhi ujung anggota gerak. ditandai dengan serangan kesemutan, baal, dan kaku pada
ac.ro.meta.gen.e.sis (ak"ro-met"s-jen'e-sis) lacro+ meta- + ekstremitas, terutama pada jari, tangary dan lengan bawah,
pertumbuhan ekstremitas yang tak-semestinya.
- genesisl kadang-kadang disertai nyeri, pucat pada kulit, atau sianosis
acro.mi.al (a-kro'me-a1)berkenaandenganacrornion. ringan.
ac.ro.mic.ria (ak"ro-mik're-a) {acro- + miu- + -la] hipoplasia ac.ro.pa.thof .o.gy (ak"ro-pa-tho1'e-je) [acro- + pathology] pato-
rangka ekstremitas, termasuk hidung, rahang, jari tangan, dan logi penyakii yang mengenai ekstremitas.
jari kaki; kebalikan dari akromegali. acfop.a.thy (6-krop'o-the) lacro- + -pathyl semua penyakit eks-
acromi(ol. lL. acromion, q.v.l bentuk gabung yang menunjukkan tremitas.
hubungan dengan acromion. ulcerative mutilating a. hereditary sensory radicular neuropathy.
acro.mio.cla.vic.u.lar (e-kro"me-o-kle-vik'uJar) berkenaan ac.;o.pep.tide (ak"ro-pep'Ad) fraksi protein yang diperoleh
dengan acromion dan clavicula, terutama persendian antara dengan memanaskan protein hingga lebih dari 140'C dalam
acromion dan clavicula. Llhat juga articulatio auomioclaoicularis. pelarut selain cair.
;
acrop.e.tal (e-krop'e-tel) facro- + -petall naik dari bawah sampai
ke puncak; berkenaan dengan produksi konidia pada jamur.
ac.ro.pho.bia (ak"ro-fo'be-a) facro- + -phobia) rasa takut yang
tidak masuk akal akan ketinggian.
66.7srplsu.rog.e.nous (ak"ro-pl6Groj'e-nes) timbul pada apeks
dan pada sisi konidiofor; merujuk pada konidia.
ac.ro.pus.tu.lo.sis (ak"ro-pus"tu-lo'sis)pustuiosispadaeks-
tremitas.
infantile a. keadaan kongenital yang ditandai dengan pustul
pruritik kecil pada tangan dan kaki; episode berlangsung satu
sampai dua minggu, yang diikuti dengan remisi beberapa
minggu, kemudian diikuti episode lain. Biasanya, dijumpai
pada bayi keturunan Afrika dan sembuh sempurna pada umur 2
atau 3 tahun.
ac.ro.scle.to.der.ma (ak"ro-skler"o-dur'ms) acrosclerosis.
ac.ro.scle.to.sis (ak"ro-skle-ro'sis) fauo- + sclerosls] suatu
I Permukaan posterior (dorsal) scapula, menunjukkan acromion bentuk skleroderma sistemik pada tangan dan kaki, yang
ac'ro'sin 24 Ac'ti'no'bac'il'lus
terutama jari (sklerodaktili), leher, dan wajah, disertai fenomena Ac.threl (ak'threl) merek dagang untuk preparat corticorelin
RaJnaud. Disebut juga acroscleroderma. ovine triflutate.
ac.ro.sin (ak'ro-sin) IEC 3.4.21,.1,01 endopeptidase serin yang Ac.ti.cin (ak'ti-sin) merek dagang untuk preparat permethrin.
disimpan di dalam akrosom spermatozoa mamalia, dalam Ac.ti-Di.one (ak"ti-di'on) merek dagang untuk preparat cyclo-
bentuk prekursor inaktifnya (proakrosin); setelah aktivasi, heximide.
akrosin diyakini membanfu penetrasi zona pelusida oosit. Ac.ti.gall (ak'ti-gawl") merek dagang untuk preparat ursodiol.
ac.ro.some (ak'ro-som) facro- + -some) strukfur terikat-membran ac.ti.graph (ak'ti-graph) alat yang dipakai di pergelangan ta-
mirip topi yang berasal dari elemen Golgi yang terdapat pada ngan untuk rnengukur pergerakan tubuh dalam waktu
bagian anterior kepala spermatozoa; mengandung enzim liso- tertentu dan mempelajari irama sirkadian; dapat digunakan
som dan proteolitik, yang dipercaya memudahkan masuknya ketika pasien tidur untuk memperkirakan kuantitas dan
spermatozoa ke dalam oosit. Disebut ltga acrosomal cap. Lihal kualitas tidur.
juga acrosome reaction, dibawah reaction. Ac.tim.mune (ak'fi-mun) merek dagang untuk preparat inter-
ac.ro.sphe.no.syn.dac.tyl.ia (ak"ro-sfe"no-sin"dak-til'e-o) feron gamma-1b.
a cr o cephal o sy ndncty Iy. ac.tin (ak'tin) protein struktural yang terdapat pada semua sel
ac.ro.spi.ro.ma (ak"ro-spi-ro'me) fa\o- + spiromal L. tumor eukariot, penting sebagai komponen sitoskeleton dan berperan
adneksa bagian distal kelenjar keringat, seperti hiradenoma atau dalam motilitas sel. Tanpa adanya garam, aktin menjadi mono-
poroma. 2. terkadang digunakan sebagai sinonim poroma. mer globular 42-kD (G-actin); bila ada kalium klorida dan ade-
eccrine a. clear cellhidradenoma. nosin trifos{at, aktin berpoiimerisasi, membentuk serabut-
ac.ros.te.al.gia (ak"ros-te -a1' je) facr- + ostealgiaf apolisilis yang serabut panjang (F-actin). Aktin mengikat lebih dari 60 famili
nyeri pada tuIang ekstremitas. protein sitoplasmik, dan defek genetik pada sistem aktin menye-
ac.ro.syn.dac.ty.ly (ak"ro-sin-dak' ta-le) facro- + syndnctylyl babkan berbagai jenis penyakit, termasuk distrofi muskular,
penyatuan bagian terminal dua atau lebih jari, dengan celah atau anemia hemolitik, dan kardiomiopati. Kombinasinya dengan
sinus di antara phalanges proximalesnya. partikel myosin bertanggung jawab atas kontraksi otot dan
ac.ro.ter.ic (ak"ro-ter'ik) berkenaan dengan ujung atau bagian penjepitan sei anak pada sitokinesis. Lthat juga actomyosin.Lihat
paling luar. Sajian 35.
A6.ro.the.ca (ak"ro-the'ke) genus lama fungi imperfecti; kini, act.ing out (ak'ting out) ekspresi perasaan tak sadar dan fan-
A. pedro'soi disebtt F onsecaea pedrosoi. tasi dalam perilaku; beraksi terhadap situasi sekarang seolah-
Ac.to.the.ci.rrtn (ak"ro-the'se-am) genus lama fungi imper- olah merupakan situasi asli yang membangkitkan perasaan
fecti. Kini, A. /occo'sum disebfi Epidermophyton floccosum. dan fantasi, i.e., memerankan transferens. Sering digunakan
acrot.ic (a-krot'ik) [a-'+ Yun. krotos denyut] berkenaan dengan secara tidak tepat untuk segala jenis tingkah laku impulsii
tidak ada atau lemahnya denl"ut. .yang tercela.
ac.ro.tism (ak'ro-tiz-em) [aJ'+ Yun. lcrotos denytd- + -ism] ttdak ac.tin.ic (ak-tin'ik) laktin- + -lcl berkenaan dengan berkas ca-
ada atau tidak terabanya denyut. haya yang melampaui batas spektrum warna ungu/ yang meng-
ac.ro.tropho.dyn.ia (ak"ro-trof"o-drn'e-e) lacro- + troph- + hasilkan efek kimiawi.
-odynia] gangguan trofik, dengan neuritis dan parestesia, akibat ac.ti.nic.i.ty (ak"ti-nis' -te) actinism.
pajanan ekstremitas terhadap dingin dan lembab. ac.tin.i.form (ak-tin'iform) faktin- + form] berbenhtk seperti
ac.ro.tropho.neu.ro.sis (ak"ro-trof"o-n66-ro'sis) gangguan sila r; memancar.
trofoneurotik pada ekstremitas. o-ac.tin.in (ak'te-nin) protein 100-kD yang berperan sebagai
acryl.am.ide (e-kri1'o-mrd) monomer vinil yang digunakan dimer dan terdapat pada sel otot, sel fibroblas, dan sel epitel;
pada produksi polimer dengan banyak kegunaan industriai. protein ini mengikat filamen aktin satu sama lain dan pada
Polimer tersebut tidak toksik, tetapi pajanan akrilamid dapat membran sel; p adapitaZ,protein ini mengikat serat aktin dalam
menyebabkan neuropati perifer, polineuritis, dan lesi sistem susunan seperti kisi. Lihat juga oinculin.
saraf pusat. ac.ti.nism (ak'ti-niz-om) fnktin- +-isml sifat energi radiasi yang
acry.late (e-kril'at) garam, ester, atau basa konjugat.dari asam menimbulkan perubahan kimiawi, seperti pada fotografi atau
akrilat. helioterapi; disebut juga actinicity.
acryl.ic (e-krif ik) berkenaan dengan atau mengandung polimer ac.tin.i.um (Ac| (ak-tin'e-um) [Yun. aktis sinarf unsur kimia
asam akrilat, asam metakrilat, atalu akrilonitril; dalam bentuk logam yang langka, terdapat dalam biji uranium dan bersifat
acryIic resins (q.v.), digunakan dalam dunia kedokteran dan . radioaktif; nomor atomnya adalah 89, nomor rnassanya 227 .
kedokteran gigi. actin(of- lYun. aktis, gen. aktinos sinar] bentuk gabung yang me-
acryhic ac.id (e-kril'ik) cairan polimerisasi siap pakai yang nunjukkan hubungan dengan sinar atau radiasi, atau berbentuk
digunakan sebagai monomer untuk polimer akrilik; lihat juga seperti sinar.
acrylic. ac.ti.no.bac.il.lo.sis (ak"ti-no-bas"i-Io'sis) penyakit pada
ac.ry.lo.ni.trile (ak"re{o-ni'tril)hidrokarbon terhalogenasi tak hewan peliharaan dan, kadangkala, manusia, mirip aktino-
berwarna yang digunakan pada pembuatan plastik dan sebagai mikosis, tetapi disebabkan oleh spesies Actinobacillus. Pada
pestisida; uapnya iritatif terhadap saluran napas dan mata, ternak dan domba, spesiesnya adalah A. lignieresii; ciri-ciri
dapat mengakibatkan keracunan sistemik dan bersifat karsi- pada ternak adalah lesi granulomatosa pada tenggorokan dan
nogenik. Disebut juga 2-propenenitrile dan ainyl cyanide. lmulut (zrooden tongue); pada domba, menimbulkan lesi
AGS American Cancer Society; American Chemical Society; supuratif pada kulit dan paru. Pada kuda dan babi, spesiesnya
American College of Surgeons. adalah ,4. equuli dan penyakitnya lebih dikenal sebagai
ACSM- American College of Sports Medicine. equulosis (q.v.\.
act : (akt) perbuatary atau sesuatu yang dilakukan; kinerja yang Ac.ti.no.bac.ihlus (ak"ti-no-be-sil'us) factino- + bacillusl ge-
melibatkan aktivitas motorik. nus bakteri gram-negatif, nonmotil, fermentatif, berbentuk
reflex a. tindakan atau pola respons yang relatif tetap, yang kokoid atau batang dari famili Pasteurellaceae, merupakan
dilakukan sebirgai akibat pemicuan lengkung refleks dan, mikroflora normal pada mamalia. Bakteri-bakteri tersebut
biasanya, tanpa keterlibatan pusat-Pusat yang lebih tinggi. cenderung patogen bagi manusia dan ternak, domba, kuda, dan
Ac.taea (ak-te'e) [L.;Yun. aktEpohon tua] gpnus tanamari famili babi, dan menyebabkan lesi granulomatosa.
Ranunculaceae . A. odora'ta (bitter weed) dan A, richardso'ni (rubber A.actinomycetemco'tnitans spesies yang ditemukan
weed) yangberacun bagi domba dan kambing. bersama dengan spesies Actinomyces pada lesi akfinomikotik
ac.ta.pla.nin (ak"te-pla'nin) setiap antibiotik glikopeptida dan septikemia; penyebabnya tidak je1as. Dapat diisolasi juga
yang digunakan sebagai perangsang perfumbuhan hewan, yang dari celah gusi manusia.
berasal dari spesies Actinoplanes, mengandung gugus klorofenif ,4- equu'Ii spesies yang normallya.ditemukan pada selaput
glukosa, manosa, rhamnosa, dan asam amino lain. rr lendir, tetapi dapat juga menyebabkan equulosis pada kuda
ACTH adrenocorticotropic hormone; lihat corticotropin. dan babi.
Ac.thar (ak'thar) merek dagang untuk preparat corticohoPin. A- Iigniere'sii spesies yang terutama komensai dan patogen
Act.HlB (akt'hib) merek dagang untuk preparat vaksin konjugat bagi hewan peliharaan, menyebabkan aktinobasilosis; kadang-
Haemophilusb. kadang, spesies ini menginfeksi manusia.
Ac'ti'no'bac'te'ria 25 Ac'ti'no'pla'nes
A. suis spesies yang diisolasi dari kuda, babi, dan sapi. Me- merupakan agen etiologik aktinomikosis manusia serta penya-
nimbulkanpneumonia dan septikemia padababi. Organisme ini kit periodontal.
dapat juga diisolasi dari spesimen darah klinis, saluran A- odontoly'ticzs spesies serologik grup E yang anaerob dan
pernapasan manusia, dan luka. fakultatif. Bakteri ini merupakan flora normal pada rongga
A. ure'ae spesies yang jarang diisolasi dari saluran hidung mulut manusia dan pernah ditemukan pada karies gigi.
orang yang sehat; spesies ini kadang-kadang menyebabkan A. oisco'sus spesies serologik grup F yang anaerob dan
ozena dan infeksi pernapasan lairmya. Dulu, disebut Pasteurella fakultatif. Bakteri ini ditemukan di dalam rongga mulut ma-
nusia, hamster, serta tikus, dan merupakan penyebab karies gigi
Ac.ti.no.bac.te.ria (ak"ti-no-bak-t er' e-e) factino - + b act er inf 1. pada binatang percobaan; patogenisitas pada manusia beium
filum bakteri yang digolongkan secara morfologis dan fisiologis dapat dipastikan.
berdasarkan analisis sekuens 165 rRNA, terdiri dari sejumlah ac.ti.no.my.ces (ak"fi-no-mi'sez) jam. Actinomyce' tes. Srtatu
besat mikroorganisme yang penting secara klinis. 2. kelas bakteri dari genrus Actinomyces.
tunggal bakteri dari filum ini, dibagi menjadi beberapa subkelas Ac.ti.no.my.ce.ta.ceae (ak"ti-no-mi'sa-ta'se-e) famili bakteri
tertentu berdasarkan filogenetik; organisme yang penting secara dari subordo Actinomycineae, ordo Actinomycetales, terdiri
klinis terdapat dalam subkelas Actinobacteridae dan Coriobac- dari batang berbentuk tak-teratur, gram-positif, tak-berspora,
teridae. yang cenderung membentuk filamen-filamen bercabang. Farnili
Ac.ti.no.bac.te.ri.dae (ak'ti-no-bak-ter'i-de) berbagai sub- ini mencakup gen:s Actinobaculum, Actinomyces, Arcanobac-
keias besar bakteri dari kelas Actinobacteria; terdiri dari dua terium, dan Mobiluncus.
ordo, Actinomycetales dan Bifidobacteriales. Ac.ti.no.my.ce.ta.les (ak"ti-no-mi"se-ta'lez) suatu ordo bak-
Ac.ti.no.ba.cu.lum (ak"t\-no-bak'u-1em) lactino- + L. baculum teri dari subkelas Actinobacteridae (kelas Actinobacteria) yang
staff] genus bakteri gram-positif, anaerob atau anaerob fakul- terdiri atas sel-sel memanjang dan cenderung membenfuk
tatif, dari famili Actinomycetaceae, mencakup basil-basil lurus filamen-filamen bercabang; bakteri yang merupakan organisme
atau sedikit bengkok, tidak motil, tidak berspora, tidak-tahan yang penting secara medis, terdapat dalam subordo Actino-
asam, dan dapat memiliki percabangan. A. schaa'Iii, A. massi'liae, mycineae, CorJmebacterineae, Micrococcineae, Micromonospo-
dan A. urina'le rnenyebabkan inieksi saluran kemih pada rineae, Propionibacterineae, Pseudonocardineae; Streptomy'
manuSia dan A. szl's merupakan penyebab utama infeksi cineae, dan Streptosporangineae.
saluran kemih dan abortus pada babi. Spesies tipikalnya adalah ac.ti.no.my.cete (ak"ti-no-mi'set) semua bakteri dari ordo
A. suis. Actinomycetales.
ac.li.no.chem.is.try (ak"ti-no-kem' is-fi e) factino- + chemistryf nocardioform a's grup morfologis actinomycetes yang'di-
photochemistry. tandai oleh miselium yang cepat gugur dan pecah menjadi
acfti.no.con.ges.tin (ak"ti-no-kan-ies' tin) congestin. bentuk kokus atau basil; seluruh genus pada grup ini bersifat
ac.ti.no.der.ma.ti.tis (ak"ti-no-dur"me-|.r' trs) actinic dermatitis. gram-positif dan aerob.
ac.tin.o.lyte (ak-tin'o-lit) lactino- + Yun. Iytos dapat larut, dari ac.ti.no.my.ce.tes (ak"fi-no-mi-se'tez) bentuk jamak dari acti-
lyein melonggarkan] semua zat yang berubah secara nyata oleh nomyces dan ac !i nomycete.
cahaya. ac.ti.no.my.cet.ic (ak"fi-no-mi-set'ik) bersifat atau disebab-
Ac.ti.no.ma.du.ta (ak"ti-no-me-doo'a) lactino- + Madura (se- kan oleh actinomyces; bersifat atau berkenaan dengan bakteri
karang Madural), kota di Indial genus bakteri dari famili dari ordo Actinomycetales atau penyakit yang disebabkan oleh
Thermomonosporaceae, terdiri dari organisme tak-tahan asam organisme tersebut.
yang membentuk filamen bercabang tak-berfragmentasi. ac.ti.no.my.ce.tin (ak"ti-no-mi-se'tin) suatu substansi yang
,4. madu'rae spesies yang tersebar luas di seluruh dunia, diperoleh dari biakan actinomycete Streptomyces albus; dapat
hidup dalam tanah, dan merupakan penyebab umum misetoma melisiskan bakteri yang mati.
aktinomikotik. ac.ti.no.my.ce.to.ma (ak"fi-no-mi"se -to' ma) lactino- + my ce-
.4- pelletie'ri spesies yang umumnya ditemukan di Afrika, ln- toma] actinorny cotic my cetoma.
dia, dan Amerika Utara dan Selatan; merupakan penyelab ac.ti.no.my.cin (ak"ti-no-mi'sin) suatu famili antibiotik yang
misetoma aktinomikotik. kompleks dan besar, yang diperoleh dari biakan berbagai spe-
ac.ti.nom.e.ter (ak"ti-nom'e-!er) fnctino- + -meterl alat untuk sies Streptomyces, yarrg mempunyai sifat antibakteri, antijamur,
mengukur intensitas radiasi, terutama yang berasal dari ma- dan sitotoksik. Actinomycin D (lihat dactinomycin) merupakan
tahari atau sumber lain yang mampu menyebabkan reaksi agen antineoplastik.
fotokimia. Ac.ti.no.my.ci.neae (ak"ti-no-mi-sin'e-e) suatu subordo bak-
ac.ti.nom.e.try (ak"ti-nom'e-tre) pengukuran daya fotokirnia teri dari ordoActinomycetales, yang terdiri dari famili tunggal
cahaya. Actinomycetaceae.
ac.ti.no.my.ce.li.al (ak"ti-no-mi-se'le-e1) 1. berkenaan de- ac.ti.no.my.co.ma (ak"ti-no-mi-ko'ro) aactiomyces + -omaf
ngan miselium suatu actinomyces. 2. actinomycetic. pembengkakan mirip-tumor yang ditemukan pada aktinomi-
Ac.ti.no.my.ces (ak"fi-no-mi'sez) laction- + Ytn. mykes jamur) kosis.
genus bakteri dari famili Actinomycetaceae, terdiri atas or- ac.ti.no.my.co.sis (ak'ti-no-mi-ko'sis) lactino- + mycosisf statu
ganisme gram-positif, dengan pewarna€rn ireguler, berbentuk penyakit infeksi yang terutama disebabkan oleh Actinomyces
batang lurus atau sedikit bengkok, dan membentuk filamen israelii pada manusia dan oleh A. boois pada temak. Tempat
bercabang; organisme-organisme tersebut tidak berspora, tidak predileksi adalah regio submandibula, toraks, dan abdomen.
tahan asam, tidak motil, dan kemo-organotrofik. Spesies Tanda-tanda penyakit ini meliputi demam, penurunan berat
tipikalnya adalah A. bo'uis. badary dan abses intraperitoneum serta pelvis, dapat mengenai
A. asterbi'd.es Nocardia asteroides. hati dan, kadang-kadang, juga dapat mengenai paru (akibat
A. bo'uii spesies serologik grup B yang tak-tahan asam serta aspirasi). Pada temak, terdapat limfadentis servikal, yang
anaerob fakultatif, flora normal di selaput lendir hewary dan disebut lumpy jaw. Pus dari lesi supuratif dapat mengandung
merupakan agen etiologik aktinomikosis pada ternak. kelompokan berwarna kuning yang disebut granul sulfur.
A- bra.silien'sis N ocardia brasiliensis. ac.ti.no.my.cot.ic (ak"ti-no-mi-kot'ik) berkenaan dengan
A. dentocario'sus Rothin dentocariosa. atau mengalami aktinomikosis.
A. eppinge'ri Nocardia asteroides. ac.ti.no.phage (ak-tin'o-fej) suatu virus yang menyebabkan
A- israe'lii spesies serologik grup D, anaerob, tak-tahan asam, lisis actinomycetes.
merupakan parasit cii dalam mulut dan berproiiferasi dalam Ac.ti.no.pla.nes (ak"fi-no-pla'nEz) factino+ \un. planEs pe-
jaringan nekrotik. Bakteri ini merupakan agen etiologik ngembara] suatu genus bakteri dari famili Micromonospo-
aktinomikosis manusia serta juga dapat menyebabkan mise- taceae, yarrg terdiri dari bentuk-bentuk saprofit yang terdapat
toma aktinomikotik, dan, kadang-kadang, menyebabkan infeksi pada berbagai ragam bahan tanaman dan tanah. Spesies
pada ternak. tipikalnya adalah A. philippinen'sis.
A. mu'ris, A. mu'ris-rat'ti Streptobacillus monilifurmis. A.teichomyce'ticus suaht spesies yang berasal dari teico-
A. naeslun'dii spesies serologik grup A yang bersifat aerob. ptanin.
Bakteri ini merupakan flora normal rongga mulut dan A-utahen'sis suatu species yang menghasilkan acarbose.
ac'ti'no'ther'a'py 26 ac'ti'va'tor
specific a. kerja suatu obat yang tertuju pada suatu organisme
pato8en tertentu.
specifrc dynamic a. nama lama untuk obligatory thermo-
genesis.
tampon a. buffer a.
trigger a.kerja yang melepaskan energi yang sifatnya tidak
berhubungan dengan proses yang melepaskannya.
Ac.tiq (ak'tik) merek dagang untuk preparat fentanyl citrate.
Ac.ti.site (ak'ti-sit") merek dagang untuk serat yang mengan-
dung tetracycline hydrochloride, untuk digunakan dalam terapi
penyakit periodontal.
Ac.ti.vase (ak'ti-vas) merek dagang untuk preparat alteplase.
ac.ti.vate (ak'ti-vet) menjadikan aktif.
ac.ti.va.tion (ak"ti-va'shan) 1. tindakan atau proses
menjadikan aktif. 2. transformasi proenzim meniadi enzim aktif
a Keia ball-valve. Kalkulus atau batu menyebabkan obstruksi pada duktus melalui kerja kinase atau proenzim lain. 3. proses stimulasi
sistikus (A), duktus hepatikus komunis (B), duktus koledokus (Q. susunan saraf pusat untuk menjadikannya aktif dengan
perantaraan sistem aktivasi retikular. 4. induksi suatu pola
aktivitas listrik dalam otal yang disengaja, pada
ac.ti.no.ther.a.py (ak"ti-no-ther'spe) phototherapy. elektroensef alografi.
ac.ti.no.tox.in (ak'ti-no-tok"sin) racun mentah yang diperoleh allosteric a. peningkatan aktivitas enzim dengan mengikat
dari ekstrak alkoholik dari tentakel anemon laut. suatu efektor pada sisi alosterik, yang menyebabkan pening-
ac.tion (ak'shen) [L. actiol setiap kinerja fungsi atau gerakan dari katan afinitas pengikatan enzim terhadap substrat atau Pun
setiap bagian atau organ, atau seluruh tubuh. peningkatan kecepatan penggantian katalitik pada sisi katalitik'
ball valve a. obstruksi intermiten yang disebabkan oleh contact a. inisiasi jalur koagulasi intrinsik melalui interaksi
6enda asing yang bebas atau terikat sebagian pada struktur tu- faktor XII dengan berbagai permukaan elektronegatif, seperti
bular atau berongga, misahya benda asing dalam bronkus, batu serat-serat kolagen, kulit atau sebum in vivo, atau partikel silikat
dalam duktus biliaris, atau tumor dalam atrium jantung. in vitro.
buffer a. kerja yang cenderung menstabilkan suatu sistem lymphocyte a. perangsangan limfosit oleh antigen spesifik
yang lembarn atau suatu fungsi atau keadaan tubuh, seperti pH, atau mitogen non-spesifik yang mengakibatkan pembentukan
tekanan darah, [Ca'-], dll.; paling umum digunakan untuk sintesis makromolekular (RNA, protein, dan DNA) serta Pro-
menunjukkan stabilisasi pH oleh dapar asam-basa (tampon a.). duksi limfokin; diikuti dengan proliferasi dan diferensiasi
capillary a. transpor cairan dalam tabung, akibat adhesi progeninya ke dalam berbagai efektor dan sel memori.
cairan itu pada dinding tabung. ac.ti.va.toi (ak'ti-va"ter) 1.. zaryang bergabung dengan suatu
contact a. rcntact calalysis. enzim untuk meningkatkan aktivitas katalitiknya. 2. zat yang
cumulative a. kerja yang intensitasnya terus meningkat, merangsang perkembangan struktur khusus pada embrio. Cf.
seperti yang tampak sesudah pemberian beberapa dosis suatu inductor dan organizer. 3. functional a. 4. energi kimia atau energi
obai, akibat akumulasi obat tersebut di dalam tubuh sehingga bentuk lain yang menyebabkan zat lain menjadi reaktif atau
efek biologisnya lebih besar dibandingkan dengan sesudah yang menginduksi reaksi kimia.
pemberian dosis pertama. Disebut juga cumulatiae effect. bow a. suatu aktivator fungsional functional actioator) yang
reflex a. respons, sering kali involuntar, akibat penjalaran separuhnya dihubungkan oleh simpul kawat atat safety-pin loop ;
potensial eksitasi dari suatu resePtor ke otot atau kelenjar, di antara kedua paruh daerah anterior, lapisan karet dilekatkan
melalui lengkung refleks. sebagai peredam guncangan dan untuk membuka ikatan di
depan. Disebut juga Schwarz a.
functional a. suatu alat ortodontik miofungsional yang dapat
dilepas dan bertindak sebagai pemancar pasif dari kekuatan
yang dihasilkan oleh fungsi otot yang teraktivasi, dan digu-
nakan pada gigi serta processus alveolaris untuk mengatur
pergerakan gigi. Disebut juga Andresen appliance, monoblock a.,
dan monoblock appliance.
monoblock a. suatu alat ortodontik yang dapat dilePas/ yang
memanfaatkan kekuatan otot untuk mencapai koreksi tera-
peutik; disebut ltga Andresen appliance danfunctional a'
plasminogen a. istiiah umum untuk segolongan zat yang
mempunyai kemampuan untuk memecah plasminogen dan
mengubahnya menjadi piasmin, bentuk aktifnya; lihat t-plasmi-
nogen a. danu-plasminogen a.
polyclonal a. mitogen yang mengaktifkan limfosit dari ba-
nyak kekhususan antigenik, berbeda dengan sebuah antigen,
yang hanya mengaktifkan sel yang spesifik untuk antigen ter-
sebut. Beberapa aktivator poliklonal mengaktifkan sel T; yang
lain mengaktilkan sel B.
prothrombin a. setiap zat pada jalur koagulasi intrinsik atau
ekstrinsik, yang meliputi faktor-faktor III, V[, X, dan XII'
Schwarz a. bow a.
single-chain urokinase-type plasminogen a. (scu'PA)
prourokinase.
tissue plasminogen a. (TPA' t-PA), t-plasminogen a.
[EC 3.4.21.68] serin endopeptidase yang disintesis oleh sel en-
dotel, merupakan aktivator fisiologis utama plasminogen; bila
terikat pada bekuan fibrin, akan mengatalisis perubahan plasmi-
nogen menjadi plasmin melalui hidrolisis suatu ikatan arginin-
valin spesifik. Aktivator ini dapat dihasilkan dengan teknoiogi
rekombinan untuk penggunaan dalam trombolisis terapeutik.
I Kerja ball-valve. Foto toraks saat inspirasi (A) dan ekspirasi (4, me-
nunjukkan udara yang terperangkap akibat elek balvalve suatu benda asing u-plasminogen a., urinary plasminogen a. IEC3.4.2L.731
di dalam cabang utama bronkus kiri. serin endopeptidase yang berperan sebagai aktivator
ac'tive 27 ac'tiv'i'tY
plasminogen dengan mengatalisis pemecahan plasminogen tertentu; antibiotik atau disinfektan tersebut paling sedikit harus
secara khusus pada ikatan arginin-valin yang sama, tempat mengandung 99,9 persen inokulum untuk terapi yang efektif.
t-plasminogen actiaator (f-PA) melakukan pemecahan. Enzim ini Lihat juga serum bactericidal a.
diproduksi di dalam ginjal serta dikeluarkan lewat urine dan beta a. Ithat dibawah rhythm,
telah digunakan untuk menginduksi trombolisis terapeutik; continuous muscle a., continuous muscle fiber a. Isaacs
tidak seperti t-PA atau prourokinase (single chain urokinase-type syndrome.
plasminogen actiaator), aktivator ini tidak membutuhkan fibrin a's of daily living (ADL) aktivitas dasar, misalnya mandi
untuk aktivitasnya. Disebut ju ga ur okinase, terutama ketika digu- dan makan, yang dilakukan sehari-hari secara rutin oleh
nakan sebagai obat. kebanyakan orang dalam suatu masyarakaf rehabilitasi setelah
ac.tive (ak'tiv) ditandai dengan kbrja; tidak pasif; tidak bersikap sakit atau cedera sering kali bertujuan menolong pasien men-
mengharap. capai kemandirian dalam melakukannya. Lihat juga instrumen-
optically a. sanggup memutar bidang polarisasi suatu ge- tal a's of daily liaing.
lombang cahaya. delta a. Iihal dibawah rhythm.
Ac.ti.vel.la (ak"ti-ve1'o) merek dagang untuk preparat kombi- discrete a. aktivitas listrik yang berkurang secara patologis
nasi estradiol dan norethindrone acetate, pada suatu rekaman terhadap sebuah otot selama kontraksi
ac.ti.vin (ak'ti-vin) satu dari beberapa polipeptida faktor voluntar yang maksimal, sehing ga interference pattern (q.v .) yang
pertumbuhan dan diferensiasi, anggota transforming growth fac- normal sangat sedikit dan beberapa potensial aksi unit motorik
for-B (suatu superfamili protein), yang disintesis di dalam yang berlainan dapat dikenali.
keieniar hipofisis serta gonad dan menstimulasi sekresi hormon electrical a. actiuity (del.A).
perangsang folikel (follicle -st imul at in g hor mon ei ; polipeptida- end-plate a. aktivitas spontan yang direkam berdekatan
polipeptida ini juga berperan penting dalam regulasi neuro- dengan motor end plate pada otot normal. Aktivitas ini ada dua
endokrin, memodulasi produksi hormon lain, dan memenga- ierui: monophaslc (atau end-plate noise), yang terdiri dari
ruhi fungsi kelenjar gonad, seperti produksi steroid. potensial-potensial yang seluruhnya negatif, padat, mantap,
Polipeptida-polipeptida ini mengisyaratkan protein yang dengan amplitudo rendah dan frekuensi tinggi, yang mirip
bekerja melalui kompleks heteromerik reseptor serin/ treonin dengan potensial miniatur end-plate pada hewan percobaan;
kinase, mengisyaratkan respons transkripsi tertentu. Kerja btphasic (atau end-plate spikes), yang terdiri dari spike potential
polipeptida-polipeptida ini berlawanan dengan inhibin (q.v.), di positif serta negatif secara bergantian dan iregular, berupa
subunit yang sama; aktivin terdiri dari dimer pada salah satu lonjakan-lonjakan singkat berfrekuensi tinggi.
atau kedua subunit beta inhibin. enz5rme a. efek katalitik oleh suatu enzilr., yang dinyatakan
ac.tiv.i.ty (ak'tiv'i-te) lL. agere melakukan, menggerakkan] 1. sebagai unit per miligram enzim (aktivitas spesifik) atau sebagai
lbadaan sedang aktif; kemampuan menimbulkan beberapa efek; molekul substrat yang diubah per menit per molekul enzim
besarnya fungsi atau kerja. 2. kuantitas termodinamik yang men- (aktivitas molekular). Satuan konvensional aktivitas enzirn ada-
cerminkan konsentrasi elekif zat terlarut dalam suafu larutan lahlnternational Unit (IU), sama dengan satu mikromol substrat
yang tidak ideal; jika konsentrasi digantikan oleh aktivitas, yang diubah per menit. Satuan Systdme Internationale (SI) yang
persamaan konstanta keseimbangary potensial elektroda, tekanan disepakati adalah katal (kat), sama dengan satu mol substrat
osmotik, peningkatan titik didih, penurunan titik bekq dan yang diubah per detik.
tekanan :uap zal terlarut yang mudah menguap diubah dari epileptiform a. aktivitas interiktal pada elektroensefalogram,
taksiran-taksiran yang hanya digunakan unfuk larutan-larutan ditandai dengan lepasan gelombang tajam, defleksi paroksismal,
encer menjadi persilna€rn eksak yang berlaku untuk semua atau polidefleksi; aktivitas ini dapat tdrjadi pada pasien yang
konsentrasi. Aktivitasnya sama dengan hasil kali konsentrasi dan tidak pemah mengalami seranga& dan tidak selalu terjadi pada
koefisien aktivitas, suatu angka tak-berdimensi yang mengukur semua pasien epilepsi. Disebut juga epileptform discharges.
penyimpangan dari ketidakidealan. Larnbang a. 3..untuk radio- insertion a., insertional a. aktivitas listrik yang disebab-
aktivitas, banyaknya disintegrasi per satuan waktu bahan kan oleh insersi atau pencabutan elektroda jarum; memanjang
radioaktif, diukur dalam satuan curie atau becquerel. Lambang,4. pada neuropati serta miopati dan berkurang pada beberapa
4. pada elektroensefalografi dan elekhomiografi, adanya tenaga gangguan metabolik.
listrik di dalam otot atau saraf yang dapat direkam .5. optical a. instrumental a's of daily living (IADL) aktivitas yang le-
alpha a. hhat dibawah rhythm. bih kompleks dibandingkan dengan aktivitas yang dilakukan
background a. pengukuran proses fisis atau fisiologis, suatu sehari-hari, seperti berbelanja dan mernpersiapkan makanan,
aktivitas yang disamaratakan terus-menerus, kadangkala yang sering kali dilakukan dalam kehidupan sehari-hari oleh
artifaktual, aktivitas yang harus dibedakan dengan aktivitas orang-orang yang hidup secara mandiri dalam lingkungan ma-
lebih khusus yang hendak diukur. syarakat.
bactericidal a. laju kecepatan membunuh bakteri dengan intermittent rhythmic delta a. aktivitas delta yang lambat,
memasukkan inokulum melalui antibiotik atau disinfektan paroksismal, dan relatif tetap, yang terlihat pada elektro-

8t-ozls SF
f$l * F?

ff-Tr
: .'r.re s* {t
Ti -T5 r.4 r **t$rA#'Yerx\/lFrv,g I..A,

1! -Or

Fle*ra

f8*T4
.,q
T4-TEF A/4r.f - */h+,f',

Tt*g! *,**,.Ar'r,r * .t\rp *_..+-* - -. --- &,r- *.-. . "^^,tV- ,*

I Aktivitas epileptiform di lobus temporalis pasien epilepsi. Muatan epileptiform tampak secara fokal di atas lobus temporalis kanan (empat garis terbawah),
dan terdapat intermixed, aktivitas gelombang lambat iregular tidak tampak di sisi lainnya (empat garis teratas).
ac'to.my.o.sin 2A ac.yl-CoA de.hy'dro.gen'ase
ensefalogram, seringkali berhubungan dengan gangguan.me- acu.point (ak'u-point) tempat khusus untuk insersi jarum pada
tabolik atau ensefalopati difus dan, kadang-kadang, dJngan lesi akupuntur; stimulasi acupoint juga menjadi dasar terapi lain,
di fossa posterior, subfrontal, atau garis tengah profundi; pada termasuk acupressure dan moxibustior. Terdapat Z6I icupoint
anak-anak, aktivitasnya lebih kuat di oksipital, iementara pada dasar dan sudah dinamai pada sepanjang 12 titik utama serta
orang dewasa, di frontal. dua titik kolateral meridian tubuh, dan sejumlah besar titik-titik
intrinsic sympathomimetic a. (ISA) kemampuan penye_ lain yang didapat dari pengalaman klinis; sebagian besar
kat-B untuk merangsang reseptor B-adrenergik dengan-lemah acupoint merupakan area dengan konduktans listrik yang tinggi
selama blokade-beta. Disebut juga partial agonist a. pada permukaan tubuh. Disebut juga titik akupunktur.
involuntary a. aktivitas listrik yang terdlri dari potensial aksi acu.pfes.sure (ak'u-presh"er) lacu- + pressurel penekanary
unit motorik yang terjadi secara involuntar; cf. spontaneous a. biasanya dengan tangan di acupoint, guna mengendurkan kete-
leukemia-associated inhibitory a. (LIA) inhibisi sel-sel gangan otot untuk fujuan terapeutik. Berdasarkan teori tradisio-
sumsum normal donor sewakfu pembenfukan koloni granulosit nal, _pengenduran ketegangan memungkinkan qi mengalir
dan makrofag, diinduksi in viho kalau ada ekstrak sel,itau pada melalui meridian dan memperbaiki keseimbangan sistem tubuh;
media biakan yang telah terkondisi oleh sel, dari surnsum secara biologis , ncupressure dapat meredakan nyerirlrelahti gating
tuIang, limpa, atau darah pengidap leukemia akut. sensorik atau melalui pelepasan endorfin.
nonsuppressible insulinlike a. (NSILA) insuline-like growth acu.punc.ture (ak'u-punk" cher) lacu- + puncture) suatt praktik
factors. yang awalnya dikembangkan dari kedokteran Cina tradisional
optical a. kemampuan suafu senyawa kimia untuk memutar (lihat di bawah medicine) dengan menusukkan jarum halus ke
bidangpolarisasi dari cahaya yang mempolarisasi bidang. lokasi tubuh bagian luar yang spesifik (acupoint) dan dimani-
partial agonist a. intrinsic sympathomimetic a. pulasi untuk meredakan nyeri, menginduksi anestesi pada
plasma renin a.
pengukuran aktivitas enzimatik renin in vi- pembedahary serta untuk keperluan terapi pada ber6agai
tro; angiotensinogen ditambahkan ke dalam sampel yang keadaan. Berdasarkan teori tradisional, tujuan akupunktur ada-
mengandung renin dan jumlah angiotensin I yang terbentuk lah pencegahan dan terapi berbagai penyakit dengan mengo-
diukur. reksi gangguan aliran qi (q.v); secara biologis, efek-efek aku-
polymorphic delta a. aktivitas lambat ireguiar yang terus- puntur dapat dihasilkan dari pelepasan neurontransmiter,
menerus, dengan durasi serta amplifudo yang bervariisi dan seperti endorfin dan serotonin. Acupoint juga dapat distimulasi
dapat berubah sedikit bila tidur atau perubahan fisiologis lain, dengan menggunakan cara-cara lain, termasuk liser, ultrasound,
nya; aktivitas ini mungkin berhubungan dengan deaferensasi dan listrik. Lihat juga acrupessure dan moxibustion.
serabut saraf sensorik suafu daerah di korteks, terhadap faktor- auricular a. akupunktur diiakukan dengan menggunakan
faktor metabolilg atau terhadap adanya lesi serebral su6kortikal titik pada telinga yang telah dipetakan meniadi arei lnatomi
' dan fumor. tubuh tertentu.
pulseless electrical a. (PEA) ritmisitas listrik kontinu pada Korean hand a. suatu sistem akupurrktur yang menganggap
jantung karena tidak adanya fungsi mekanis yang efektif; tangan sebagai cerminan dari seluruh fubuh, dan perangsangan
aktivitas ini dapat disebabkan oleh tidak berkopelnya konkaksi titik-titik spesifik di lengan digunakan untuk menimbulkan efek
otot ventrikular dengan aktivitas listrik atau mungkin akibat yang luas pada bubuh.
kerusakan jantung karena gagal napas dan terhentinya aliran acus (a'kes) [L.] jarum atau tonjolan mirip jarum.
balik vena ke jantung. Disebut j:uga electromechanical disiociation. acute ($ktt') [L. acutus tajam] pola perjalanan yang singkat dan
serum bactericidal a. aktivitas bakterisidal suatu antibiofik relatif berat.
atau disinfektan padd serum pasien-pasien spesifik. Lihat juga acy.a.not.ic (a-si"a-not'ik) ditandai dengan tidak adanya
serum bactericidal actiztity test, dibawah test. sianosis.
slow a. aktivitas listrik dengan frekuensi di bawah g per detik. acy.clic (a-sik'Iik, a-si'klik) 1. dalam ilmu kimia, mempunyai
specific a. 1. aktivitas per satuan berat bahan radioiktif, atau strukfur rantai terbuka; alifatik. 2. terlepas dari suatu siklus,
aktivitas radioisotop per satuan berat unsur yang ada (termasuk misalnya siklus menstru asi. 3. aliphatic.
isotop stabil). 2. efek katalitik suatu enzim yang dinyatakan acy.clo.vir (a-si'k1o-ver) [USP] nukleosida purin asiklik sintetik
sebagai unit per miligram suafu enzim. dengan aktivitas antivirus selektif terhadap virus herpes sim-
spontaneous a. aktivitas listrik yang direkam saat otot atau pleks (tipe 1 dan2, human herpes airus 3, virus Epstein-Barr, dan
saraf dalam keadaan istirahat dan tidak dirangsang setelah sitomegalovirus). Acyclovir digunakan dalam pengobatan ir-rfeksi
aktivitas insersi dihentikan. ' virus herpes genital dan mukokutaneus pada pasien tertentu,
theta a. lihat di bawah rhythm. baik immunocompromised maupun non immunoiompromised; di-.
triggered a. automatisitas yang dipicu. berikan secara oral atau topikal.
voluntary a. aktivitas listrik dan mekanis yang direkam pada a. sodium garam monosodium acyciovir, diberikan secara in-
sebuah otot selama berkontraksi di bawah kontrol sadar. travena dalam pengobatan herpes simpleks dan herpes genitalis
ac.to.my.o.sin (ak"to-mi'o-sin) suatu kompleks protein aktin pada pasienimmunocompromised dan herpes genitalis yang berat
dan miosin dalam otot. Cl. actin dan myosin. Lthai ltga myosin pada pasien yang imunokompeten.
ATPase. acyl (a'sel) suatu radikal organik yang diperoleh dari suatu asam
Ac.to.nel (ak'ta-nel) merek dagang untuk preparat risedronate grganik dengan menghilangkan gugus hidroksil dari gugus
sodium. karboksil
Ac.tos (ak'tOs) merek dagang untuk preparat pioglitazone hy- a6.yl.ase (a'ss{as) amidase (def. 1).
drochloride. ac.yl.a.tion (a"sala'shen) masuknya suatu radikal asam ke
acu,. ,[L. acus jarumf bentuk gabungan yang menunjukkan dalam molekul suafu senyawa kinia.
hribungan dengan jarum. ac.yl CoA (a'sel ko-a') acyl coenzyme A.
Ac.u.a.ria (ak"u-a're-e) genus Nematoda yang menginfeksi bu- ac.ylCoA:cho.les.ter.olac.yl.trans.fer.ase (a,sal ko-a,
rung. A. spira'lis ditemukan di dalam proventrikulus dan ke-les"ter-ol a"sol-trans'fo-6s) ster ol O-acyltr ansferase.
esofagus unggas, menyebabkan timbulnya lesi yang mungkin ac.yl-CoAde.hy.dro.gen.ase (a'sol ko-a' de-hi'dro-jen-as)
fatal. [EC 1.3.99.3] beberapa enzim golongan oksidoreduktase yang
acu.i.ty (a-ku'i-te) lL. acuitas ketaiamanl kejernihan atau ke- mengatalisis oksidasi asil koenzim A tioester menjadi bentuk
jelasan, terutama mengenai penglihatan. enoil koenzim A, menggunakan akseptor elektron, flavin. Reaksi
Vernier a. displacement threshold. tersebut merupakan sebuah tahap dalam degradasi asam lemak,
visual a, kemampuan membedakan benfuk-bentuk secara vi- danisomet trans dari enoil koenzim A dibentuk secara eksklusif.
sual, diperiksa dengan uji Snellen atau, kadang-kadang, dengan Masing-masing enzim bersifat spesifik untuk panjang rantai asil
cincin Landoit. dalam rentang tertentu. Lihat j uga electron transfer flaaoprotein , di
Acu.lar (ak'u{ar) merek dagang untuk preparat ketorolac tro- b aw ah f I az..t op r o t ein.
metharnine. long-chain a.-CoA d. (LCAD) deficiency suatu defek pa-
acu.le.ate (e-ku'le-at) fL. aculeatus berduril tertutup ujung da oksidasi beta mitokondria akibat defisiensi asil-CbA
tajam; memncing. dehidrogenase yang bekerja pada asam lemak rantai panjang.
acu.mi.nate (s-ku'mi-nat) lL. acuminatusf meruncing tajam. Defisiensi ini secara klinis menyerupai defisiensi MCAD, teiapi
acyl-CoA de. sat.ur. ase 29 ad.ap.ta.tion
ekskresi dalam urinenya berupa asam dikarboksilat rantai ad- [L. adfunggal awalan yang menyatakan sampai atau hingga,
panjang, dan mungkin juga ditemukan kelemahan otot rangka penambahan sampai, kedekatan, atau intensifikasi.
serta pembesaran jantung. -ad' [L. adhinega] akhiran keterangan yang menyatakan ke arah,
rnedium-chain a.-CoA d, (MCAD) deficiency suatudefek seperti pada caudad, cephalad.
pada oksidasi beta mitokondria akibat defisiensi asil-CoA .ad' [Yun. -as, gert. -adosf alrhiran yang menyatakan kelompok,
dehidrogenase yang bekerja pada asam lemak rantai atau derivat dari, atau berhubungan dengan.
sedang. Defek ini ditandai dengan berulangnya episode ADA adenosine deaminase; American Dentai Association; American
hipoglikemia, muntah, dan ietargi, dengan pengeluaran Diabetes Association; American Dietetic Association; American
asam dikarboksilat rantai sedang dalam urine, ketogenesis with Disabilities Act.
minimal, dan kadar karnitin jaringan serta plasma yang Ad.a.cel (ad'e-sei) merek dagang untuk preparat vaksin teta-
rendah. nus toksoid, difteri toksoid tereduksi, dan pertusis aselular
short-chain a.-CoA d. (SCAD) deficiency suatu defek ok- (rdap).
sidase beta pada mitokondria akibat defisiensi asil-CoA adac.tyl.ia (e-dak-til'e-a) adactyly.
dehidrogenase yang bekerja pada asam lemak rantai pendek. adac.ty.lism (s-dak'to-lizem) adactyly.
Presentasi klinis bervariasi, tetapi sering kali terdapat miopati adac.ty.lous (a-dak'ta.1ss) berkenaan dengan adaktili; tidak
dan abnormalitas dalam ekskresi dan akumulasi karnitin. adanya jari pada tangan atau kaki.
acyl-CoA de.sat.ur.ase (a-sol-ko-a' de-sach'e-rds) stearoyl- adac.ty.ly (a-dak'te-1e) [a] + Yun. daktylos
jaril suatu anomali
CoA 9-desnturase. perkembangan yang ditandai dengan tidak adanya jari pada
acyl CoA syn.the.tase (a'sel-ko-a'sin'the-tas) 1. setiap enzim tangan atau kaki.
golongan ligase yang mengatalisis pembentukan asil koenzim A Ada.gen (ad'e-jen) merek dagang untuk preparat pegademase.
tioester teraktivasi; masing-masing enzim bersifat spesifik untuk Adair Digh.ton syndrome (a-dar'di'ten) [Charles Allen Adair
panjang rantai asam lemak dalam rentang tertentu. Lihat juga Dighton, ahli otolaringologi Inggris, pada abad ke-201 osteo-
masing-masing enzim: acetate-CoA ligase, butyrate-CoA ligase, genesis imperfecta (type I); iihat di bawah osteogenesis.
dan long-chain-fatty-acid-CoA ligase. 2. Iong-chain-fatty-acid-CoA Ad.a.lat (ad'a-lat) merek dagang untuk preparat nifedipine.
ligase. ada.lim.u.mab (a"dalim'u-mab) suatu antibodi rekombinan
ac.yl CoA syn.the.tase (GDP.formingl (a'sel ko-a' sin,tho- monoklonal IgGl manusia yang mengikat dan menghambat
tasform'ing) acid-CoA ligase (GDP forming). kerja tumor necrosis factor cr, digunakan urltuk meredakan
ac.yl co.en.zyme A (a'ssl ko-en'zim) tiol ester dari asam kar- berbagai tanda serta gejala dan menghambat progresivitas keru-
boksilat, terutama asam lemak rantai panjang, dan koenzim A. sakan struktur pada artritis reumatoid; antibodi ini diberikan
Pembentukannya merupakan langkah awal dalam oksidasi secara subkutan.
. asam lemak, menuju produksi sekuensial dua gugus karbon dan ad.a.man.tane (ad"e-man'tan) 1. suatu hidrokarbon jenuh
senyawa asil koenzim A, yang makin lama makin pendek yang terdiri dari gabungan empat sikloheksana, memiliki bau
sampai seluruh rantai berdegradasi. Ditulis juga acyl CoA. seperti kamper, dan mengalami sublimasi pada suhu kamar. 2.
ac.yl.glyc.er.ol (a"se1-glis' er-ol) glyceride. fhn.) suatu kelompok obat antivirus yang berhubungan dengan
2.ac.yl.glyc.er.ol O.ac.yl.trans.fer.ase (a"sel-glis,er-ol a,, senyawa ini, digunakan pada profilaksis dan pengobatan
sol-trans-fer-as) IEC 2.3.1.221 suatu enzim golongan transferase influenza A.
yang mengatalisis pemindahan gugus asii dari paimitoil ad.a.man.tine (ad"e-man'tin) berkenaan dengan enamel gigi.
koenzim A atau asil koenzim A rantai panjang lainnya menuiu ad.a.man.ti.no.ma (ad"e-man"tino'ma) ameloblastoma.
monogliserida, untuk membentuk digliserida. Reaksi tersebut a.oflongbones tumor langka yang biasanya terdapat di
berlangsung di mukosa usus, membentuk trigliserida dari tibia dan mungkin berasal dari jaringan epitel; tumor ini me-
monogliserida yang dihasilkan selama proses pencernaan. nyerupai ameloblastoma rahang secara mikroskopik, namun
Disebut juga acylglycerol palmitoyltransferase dan monoglyceride dianggap tidak ada hubungan dengannya.
acyltransferase. pituitary a. craniopharyngioma.
ac.yf.glyc.er.ol li.pase (a"sel-glis'er-o1 li'pas) [EC 9.1.j..29] ad.a.man.to.blast (ad"a-man'to-blast) fY un. adamns substansi
suatu enzim golongan hidrolase yang mengatalisis pemecahan keras + -blastl ameloblast.
gugus asii terakhir pada asam lemak rantai panjang dari ad.a.man.to.blas.to.ma (ad"e-man"to-blas-to'ms) ameloblas-
monogliserida yang dibentuk selama pencernaan lipid. Proses toma.
ini terjadi di usus halus. ad.a.man.to.ma (ad"a-man-to'ma) ameloblastoma.
ac.yl.glyc.er.ol
'
pal.mi.to.yl.trans.fer.ase (a"so1-glis,sr-ol ADAMHA Alcohol, Drug Abuse, and Mental Health Administra-
pal"mi-to"el-trans'fer-as) 2-acylgly cerol O-acyltransferase. tion, suatt agen Pelayanan Kesehatan Masyarakat Amerika
l{-ac.yl.neu.ra.min.ic ac.id (a"sel-noor"o-min'ik) sialic acid. Serikat.
lll.ac.yl.neu.ra.min.ate cy.ti.dyl.yl.trans.fer.ase (a,,sel- Adam.kie.wicz arteries (ahdahm-ky6'vich) [Albert Adnmkianticz,
nd6-ram'i-nat si"ti-del-e1-trans'fer-as) IEC 2.7.7.431 enzim ahli patologi Polandia, 7850-19211 lihat rami spinales arteriae
golongan transferase yang mengatalisis pemindahan gugus a er t ebr alis, di b aw ah r amu s.
sitidilil dari CTP ke asam sialat, untuk membentuk CMP- Ad.ams operation (ad'em) fWllliarn Adams, ahli bedah Inggris,
asam sialat yang bersesuaian, suatu senyawa gula nukleotida 1810-19001 lihat di bawah operation.
yang menyumbangkan sisa asam sialat dalam biosintesis Ad.ams.Stokes attack, syndrome (syncope| (ad"emz
ga ngliosid a. stoks') [Robert Adams, dokter Irlandia, 7797-7875; William
ll.ac.yf .sphin.go.sine (a"sal-sfing'go-sen) ceramide. 5to,tes, dokter Irlandia, 1804-18781 lihat di bawah a ttack dan syn-
acyl.sphin.go.sine de.acyl.ase (a"sa1-sfing'go-sen de-a'sel- drome.
as) cerarhidase. ad.ams.ite (ad' emztt) diphenylamine chlorarsine.
ac.yl.trdns.fer.ase (a"se1-trans'fer-as) 1. [EC 2.3] enzim ang- Ad.an.so.nia (ad"an-so'ne-e) fMiclirel Adanson, nahralis Perancis,
gota subkelas transferase yang mengataiisis pemindahan suafu 7727-18061 suatu genus pohon dari famili Bombacaceae. ,4.
gugus asil dari suatu senyawa donor (sering kali turunan asil digita'ta adalahbaobab, sejenis pohon raksasa dari Afrika dan In-
koenzim A yang bersesuaian) ke suatu senyawa akseptor. Enzim dia. Di Afrika, daun muda dan bijinya digunakan sebagai bahan
ini banyak yang membentuk ester atau amida. 2. pembagian makanan dan daging buahnya banyak digunakan sebagai
lebih ianjut dari subkelas ini, suatu sub-subkelas IEC 2.3.I], diaforetik.
unfuk membedakannya dengan sub-subkelas lainnya, amino- ad.an.so.ni.an (ad"an-so'ne-en) diambil dari nama Michel
asiltra nsferase. Disebu.t iuga t ra nsacy I o se. Adanson; lihat numerical taxonomy, di bawah taxlnomy .
acys.tia (a-sis'te-a) [aL + cyst+ -ia] tidak adanya kandung kemih ao3lapoaolgng (s-dap'e-ien) suatu analog asam retinoat sintetik,
secara kongenital. yang digunakan secara topikal dalam pengobatan akne vulgaris;
AD: tL.l au'iis dex'tra (telinga kanan). analog ini menyerupai asam retinoat, tetapi terikat secara se-
AD' alcohol dehydrogenase. lektif pada reseptor asam retinoat nuklear tertentu.
ad lL. ad hingga] digunakan pada penulisan resep untuk me- ad.ap.ta.tion (ad"ap-ta'shen) [L. adaptare menyesuaikan] 1.
nyatakan bahwa suatu zat (umumnya suatu pengencer) penyesuaian suafu organisme terhadap iingkungannya, atau
ditambahkan sampai jumlah tertentu. suatu proses mempertinggi kecocokan itu. 2. penyesuaian nor-
adap'tin 30 ad'e'nal'gia
mal mata untuk menyesuaikan diri terhadap variasi intensitas
cahaya. 3. penurunan frekuensi eksitasi suafu neuron, terutama
suatu reseptor, pada keadaan stimulasi konstan. 4. dalam
kedokteran gigi, (a) pencocokan gigi palsu yang tepai, (b) derajat
dekatnya dan keadaan saling mengunci antara bahan penambal
dan preparat gigi, (c) penyesuaian band yang tepat pada gigi. 5.
dalam mikrobiologi, penyesuaian fisiologi bakteri pada
lingkungan baru;lihat genetic a. danphenotypic a.
auditory a. penurunan abnormal sensitivitas pendengaran
sebagai akibat perangsangan auditorik.
color a. berkurangnya warna dan memudarnya ketajaman
1.
persepsi visual pada stimulasi yang lama. 2. penyesuaian peng-
lihatan terhadap derajat terang atau warna dari pencahayaan di
dalam atau di luar ruang; termasuk dark a.
dark a. adaptasi mata terhadap penglihatan di dalam gelap
atau pencahayaan yang kurang (night t:ision), dengan ber-
tambahnya rodopsin dalam sel batang retina; disebut juga
scotopic a.
genetic a. seleksi alamiah progeni suatu mutan yang lebih
sesuai untuk suatu lingkungan baru; terutama terlihat pada
perkembangan galur bakteri yang resisten terhadap antibiotik
atau obat tertentu.
light a. adaptasi mata terhadap penglihatan di bawah sinar I Adduksi dan abduksi bahu
matahari atau cahaya terang (fotopia), dengan pengurangan
konsentrasi pigrnen fotosensitif mata; disebut jrga photopic a.
phenotypic a. perubahan sifat struktur dan fisiologi suafu Ad.dis count, test (ad'is) [Thomas Addis, doktet Amerika,
organisme sebagai respons terhadap mutasi genetik atau terha- 7887-79491 lihat di bawah count dan test.
dap suatu perubahan lingkungan. Ad.di.son disease (ad'i-ssn) [Thomas Addison, dokter Inggris,
photopic a. light a. 1793-18601 lihat dt b aw ah dis eas e.
retinal a. penyesuaian sel fotoreseptor mata terhadap penca- Ad.di.son planes, point (ad'i-son) [Christopher Aldison, ahll.
hayaan sekitamya. anatomi Inggris, 1,869-19511lihat di bawah plane danpoint.
scotopic a. dnrkn. Ad.di.son-Schil.der disease (ad'i-san shil'der) lT. Addison;
social a. penyesuaian dan adaptasi manusia terhadap indivi- PauI Ferdinand Schilder, ahli neurologi Amerika Serikat
du lain dan kelompok masyarakat, bekerja sama untuk men- keiahiran Austri.a, 1886-79 401 adr enoleukodystr ophy.
capai tujuan bersama. ad.di.so.ni.an (ad"i-so'ne-en) diambil dari nama Thonas Addi-
adap.tin (o-dap'tin) suatu golongan poiipeptida yang memper- son; seperh addisonian crisis dan addisonian syndrome.
antarai pengikatan klatrin pada membran yang membungkus ad.di.son.ism (ad'i-sen-iz"em) addisonian syndrome.
vesikel dan memilih protein tertentu untuk dipindahkan. ad.di.tive (ad'i-tiv) 1. ditandai dengan penambahan; lihat juga
ad.ap.tom.e.ter (ad"ap-tom'a-tor) ladaptation + -meterl alat di bawah effect. 2. suaht zat, seperti bahan pemberi rasa, peng-
untuk mengukur waktu yang diperlukan untuk adaptasi retina: awet, atau vitamin, yang ditambahkan pada zat lain (seperti
i.e., untuk regenerasi aisual purple. Alat ini digunakan untuk makanan atau obat) yang akan dimakan.
membantu menenfukan buta senja, defisiensi vitamin A, dan feed a. suatu zat kimia, seperti suplemen gizt atau obat, yang
retinitis pigmentosa. ditambahkan pada makanan hewan.
color a. alat dengan filter berwarna serta neuhal dan pengatur ad.dress.in (e-dres'in) suatu molekul pada permukaan sel
cahaya untuk menuniukkan adaptasi mata terhadap warna atau endotel pembuiuh darah yang rnemperantarai perlekatan 1eu-
cahaya. kosit spesifik, terutama limfosit, pada endotel, terikat dengan
ad.ax.i.al (ad-ak'se-ol) terletak sepanjang, atau menuju ke arah reseptor induknya.
sumbu. ad.du.cent (e-du'sent)melakukanadduksi.
ADCC antibody-dependent cell-mediated cytotoxicity. ad.du.cin (e-doo'sin) suatu protein yang mengikat aktin serta
add. [L.] ad'de (tambah); adda'tur (tambahkan). spektrin dan diperk