Anda di halaman 1dari 9

MUTU

SMP NEGERI 34 PADANG


SEMESTER GANJIL TAHUN PELAJARAN

2018/2019

RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN (RPL) BIMBINGAN KONSELING


KLASIKAL

1. Identitas
a. Satuan pendidikan : SMPN 34 Padang
b. Tahun ajaran : 2018/2019
c. Sasaran pelayanan : Siswa kelas IX 3
d. Pelaksana : Guru BK
2. Waktu dan tempat
a. Tanggal : 18 Oktober 2018
b. Jam pembelajaran : 2 x pertemuan
c. Volume waktu : 2 x 40 menit
d. Spesifikasi tempat belajar : Ruang kelas IX 3
3. Materi pelayanan
a. Tema : Pembelajaran
b. Materi pelayanan : Strategi Untuk Menghadapi Persiapan UN
c. Sub materi : 1. Pengertian UN
2. Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam UN
3. Cara belajar yang efektif dan efisien sebelum UN
4. Cara mengerjakan UN
5. Contoh Soal-soal UN
6. Motivasi peserta didik
4. Tujuan dan arah pengembangan
a. Tujuan umum : Agar siswa mampu menghadapi UN
b. Tujuan khusus
1) Setelah memberikan pengetahuan cara belajar yang efektif dan efisien, siswa
mampu belajar secara teratur sehingga siap untuk menghadapi ujian;
2) Setelah melakukan diskusi siswa dapat menyelesaikan ujian dengan baik dan
benar;
3) Setelah melakukan tanya jawab siswa tidak merasa stress serta gugup dalam
menghadapi UN;
4) Setelah membaca soal-soal UN terdahulu siswa dapat menjawab soal-soal UN
dengan baik dan benar;
5) Setelah mendapatkan motivasi siswa tidak lagi mencemaskan UN yang akan
dihadapinya;
6) Siswa dapat lulus denganhasil yang baik.
c. Arah pengembangan
1) Pengembangan KES:
Siswa mampu menyiapkan dirinya untuk menghadapi UN
2) Penanganan KES-T:
Dapat menanggulangi siswa dalam menghadapi UN
5. Model/ pendekatan
a. Model : Ceramah, diskusi
b. Pendekatan : Discovery Learning
6. Fungsi layanan : Pemahaman
7. Jenis layanan dan kegiatan pendukung
a. Jenis layanan : Layanan Informasi
b. Kegiatan pendukung :-
8. Sarana
a. Media dan perlengkapan : Infocus, laptop, soal-soal UN terdahulu
b. Sumber :
1) Nurbowo Budi, dkk. 2013, Mengembangkan Materi Berbasis Multimedia.
Yogyakarta : Paramita.
2) Bima, Sheva. 2005. Karya Tulis Ilmiah Bahasa Indonesia. Kiat Sukses
Menghadapi UN.
3) Mudjino, Dimyati. 2006. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: PT. Rineka Cipta.
9. Sasaran penilaian hasil layanan
Diperolehnya hal-hal baru oleh siswa terkait KES (Kehidupan Efektif Sehari-
hari)dengan Unsur-unsur AKURS (Acuan, Kompetensi, Usaha, Rasa, Sungguh-
sungguh).
a) KES (Kehidupan Efektif Sehari-hari)
2) Acuan (A) : Siswa memiliki wawasan tentang cara belajar
yangefektif dan efisien
3) Kompetensi (K) : Siswa dapat mengetahui cara mengerjakan soal
UN yang benar
4) Usaha (U) : Siswa berupaya mendapatkan nilai yang bagus
5) Rasa (R) : Siswa memiliki rasa berhati-hati dalam memilih dan
memilah jawaban
6) Sungguh-sungguh (S) : Siswa bersungguh-sungguh dalam
menghadapi UN
b) KES-T, yaitu terhindarnya siswa dari kecemasan dalam menghadapi UN
c) Ridho Tuhan, Bersyukur, Ikhlas, dan Tabah:
Memohon Ridho Tuhan Yang Maha Esa agar siswa dapat menjalankan
UN
10. Langkah kegiatan
Kegiatan Kegiatan siswa Kegiatan guru Alokasi
waktu
Pendahuluan 1) Menjawab salam 1. Memberi salam 10 menit
2) Berdoa 2. Meminta siswa untuk
3) Absensi berdoa
4) Menjawab 3. Menyiapkan situasi kelas
pertanyaan guru 4. Membangun suasana
nyaman
5. Bertanya sebagai bahan
apresiasi
Inti 1) Memahami 1. Memberikan penjelasan 20 menit
tentang pengertian tentang apa itu UN dan apa
ujian dan beberapa saja yang harus
hal yang diperhatikan saat UN;
diperhatikan
dalam UN;

2) Mengerti tentang 2. Siswa secara pribadi 20 menit


cara belajar yang didorong untuk mampu
efektif dan belajar baik secara efektif
efesien; maupun efisien;

3) Mampu 3. Memberitau cara-cara 10 menit


mengerjakan soal menjawab soal UN;
ujian dengan baik
dan benar;

4) Termotivasi dan 4. Memberikan motivasi- 20 menit


tidak merasa motivasi kepada siswa agar
tertekan pada saat tidak merasakan stress dan
menghadapi UN. tertekan.
Penutup Siswa menyimpulkan Meminta siswa membuat
tentang cara kesimpulan terkait UN
menghadapi UN

11. Rencana penilaian


a. Penilaian proses/ penguasaan : Menilai kesungguhan, keaktifan, dan
keantusiasan dalam mengikuti bimbingan
pembelajaran dengan menggunakan strategi
klasikal
b. Penilaian hasil :
1) Laiseg : Menilai penguasaan materi melalui tanya
jawab
2) Laijapen : Menilai sejauh mana siswa dapat
mengembangkan dan mengaplikasikan
kemampuannya (setelah siswa melaksanakan
layanan bimbingan dengan strategi klasikal)
3) Laijapang : Menilai sejauh mana siswa benar-benar
konsisten dalam melaksanakan layanan
bimbingan dengan strategi klasikal (jangka
panjang)
c. Tindak lanjut : Setelah kegiatan pelayanan selesai dilakukan,
disusun Laporan Pelaksanaa Program Layanan
(LAPELPROG) yang memuat data penilaian
hasil dan proses, dengan disertai arah tindak
lanjutnya.

Padang, 4 Oktober 2018


Mengetahui
Guru Pamong SMPN 34 Padang Guru BK

Deswita, S.Pd. Ririn Devita Sari


NIP. 19561008 198103 2002 NIM: 18006049
MATERI BIMBINGAN

CARA MENGERJAKAN UJIAN NASIONAL

1. Pengertian Ujian
Ujian adalah suatu kegiatan yang mutlak dilaksanakan dalam rangka mengukur kemampuan
dan penguasaan materi yang telah diberikan dalam jangka waktu tertentu. Karena ujian adalah salah
satu kegiatan guru, maka siswa yang telah diberikan materi pelajaran dituntut untuk harus
mempersiapkan diri sedini mungkin agar tidak mengalami kesulitan saat menghadapi ujian. Siswa
tidak dapat mengharapkan nilai yang bagus tanpa adanya usaha untuk belajar. Oleh karena itu,
mempersiapkan diri merupakan taktik dalam menghadapi ujian.

2. Cara Belajar Efektif dan Efisien Menjelang Ujian


Cara belajar yang efektif dan efisien dirumah sekolah dan lingkungan masyarakat
1. Cara belajar di sekolah
a. Dalam proses pembelajaran didalam kelas yaitu :
· Menyiapkan diri sebelum guru masuk, seperti alat-alat tulis, buku mata pelajaran
· Berdo’a sebelum pelajaran di mulai
· Memperhatikan penjelasan guru
· Bertanya kepada guru jika kurang memahami
· Mendiskusikan dengan teman tentang materi yang di bahas guru tadi
· Mencatat dan membuat kesimpulan.
b. Belajar mandiri/sendiri
c. Belajar dengan kelompok.
2. Cara belajar di rumah
a. Mengatur waktu belajar
b. Mengulang atau menghafal pelajaran
c. Membuat ringkasan
d. Membaca dengan baik
e. Mengerjakan tugas dan latihan yang diberikan oleh guru di sekolah.
3. Cara belajar di lingkungan masyarakat.
a. Belajar berorganisasi
b. Belajar mengendalikan diri, disiplin, berkomunikasi bergaul dan belajar memotivasi diri
dan prang lain
c. Belajar mempunyai kepercayaan diri sendiri dan bertanggung jawab
d. Belajar dengan memberikan penghargaan terhadap nilai-nilai budaya dan menghargai orang
lain.

3. Tips Belajar Efektif dan Efisien


Untuk mendapatkan hasil yang baik kita harus belajar dengan giat. Tidak hanya giat dalam
belajar, tapi kita harus menerapkan tips cara belajar efektif yang dapat mempercepat ilmu yang kita
pelajari dengan cepat, dengan cepatnya suatu ilmu yang kita pelajari, akan menghemat waktu serta
tenaga. Banyak cara belajar efektif yang dapat meningkatkan prestasi kita dalam dunia pendidikan,
berikut ini tipsbelajar efektif yang dapat Anda terapkan:
1. Rangkumlah materi pokok yang ada pada buku Anda hingga menjadi sebuah ringkasan,
karena materi pokoknya merupakan inti dari meteri yang sedang dibahas, dengan merangkum
hingga menjadi sebuah ringkasan maka Anda dapat memahami pokok bahan yang sedang Anda
pelajari.
2. Aktif saat belajar. Mengapa kita harus aktif saat belajar ? karena disaat disaat kita
menanyakan apa yang kita tidak tahu kepada bapak atau ibu guru/dosen, kita lebih mudah
mengerti karena fokus kita akan tertuju pada pengajar yang mengajarkan yang membuat kita
lebih cepat mengerti. Karena kalo kita tidak aktif, mungkin saja ada penyampaian yang kita
lewatkan karena kita sedang melamun atau ngobrol dengan teman kita, karena melamun dan
ngobrol ini kebanyakan orang melewatkan sesuatu yang penting yang diberitahukan guru atau
dosen untuk Anda.
3. Belajarlah secara kelompok. Cara belajar ini juga cukup efektif, karena dengan belajar
kelompok Anda dapat bertukar pikiran dengan teman Anda, karena masing-masing orang
punya pendapat yang berbeda yang dapat disatukan. Akan tetapi disaat belajar kelompok
diharapkan fokus pada pelajar, jika tidak belajar kelompok hanya sia-sia.
4. Kedisiplinan. Ini merupakan salah kunci keberhasilan Anda tanpa kedisiplinan yang
tinggi, apapun yang Anda pelajarin mustahil untuk mencapainya hingga maksimal. Untuk
melatih kedisiplinan, latihlah dari hal yang terkecil yang mungkin dapat Anda lakukan, jika
Anda sudah terbiasa, maka akan dengan mudah membuat Anda disiplin diberbagai macam
kegiatan.
5. Belajar Dari Internet. Jika Anda kesulitan dalam mencari materi yang Anda inginkan,
Anda dapat mencarinya diinternet jika Anda mempunyai akses internet jika tidak punya akses
internet Anda dapat mengaksesnya di warnet, karena warnet sudah bisa Anda temui dengan
mudah dikota kecil atau besar. Di internet Anda bisa memperoleh berbagai informasi dari gratis
seperti Wikipedia atau berbayar seperti toko buku online.
Secara umum dapat di tegaskan bahwa terdapat cara-cara yang lebih tepat dalam
melaksanakan proses pembelajaran pada lingkungan masyarakat tentang etika dan nilai hidup bagi
diri seseorang yang antara lain :
 Harus tekun menjalankan perintah agama;
 Membiasakan berbuat baik kepada siapapun;
 Dapat mengatasi pergaulan yang tidak baik;
 Menghindari hal-hal yang mungkin dapat menghancurkan diri sendiri;
 Mampu menghindari hal-hal yang berbau porno.

4. Cara Mengerjakan Ujian


Mengerjakan soal-soal ujian merupakan suatu keterampilan. Dengan menguasai
keterampilan-keterampilan dalam mengerjakan soal-soal ujian dapat mencegah siswa untuk membuat
kesalahan-kasalaha, mengurangi kecemasan dan dapat mengerjakan dengan lebih baik. Untuk itu
perhatikan beberapa petunjuk dalam mengerjakan soal-soal ujian berikut ini :
a. Mempersiapkan diri sebelum tes
Agar pada saat ujian badan tetap segar, maka pada malam harinya harus tidur yang cukup,
tidak lupa makan sebelum berangkat, berangkat lebih awal dan membawa semua alat-alat yang
diperlukan sehingga ada waktu untuk menenangkan diri sebelum mengerjakan soal.
Sebelumnya kita bisa berdoa dan menarik napas agar lebih rileks dalam mengerjakan Ujian
b. Membaca petunjuk tes dengan cermat
Kita harus teliti membaca petunjuk tes yang tertera didalam soal Ujian apabila ada
pentunjuk atau soal ujian yang tidak jelas agar langsung ditanyakan pada guru atau pengawas
dan jangan didiskusikan dengan teman karena hal ini bisa mengganggu teman yang lain.
c. Merencanakan waktu
Setelah mulai mengerjakan, hitung waktu yang tersedia dan alokasikan pada setiap
pertanyaan. Taatilah alokasi waktu seperti yang telah diperhitungkan. Kalau kita kesulitan
dalam mengerjakan maka kerjakan dulu soal-soal yang lain yang kalian anggap mudah. Hal ini
untuk mengehmat waktu karena jika kita terpaku pada satu soal yang sulit tadi dan masih
memikirkan jawabannya maka kita akan membuang-buang banyak waktu.
d. Membaca seluruh pertanyaan
Setelah ada instruksi dari pengawas untuk mengerjakan maka bacalah seluruh pertanyaan,
sehingga dapat mengira-ngira distribusi waktu untuk masing-masing soal dan waktu untuk
memeriksa jawaban-jawaban yang telah dikerjakan.
e. Jangan tergesa-gesa
Jangan terpengaruh apabila ada siswa lain yang lebih dulu selesai. Mengerjkan sesuatu
dengan tergesa-gesa biasanya akan menyebabkan kurang teliti, membuat kesalahan dan
menimbulkan ketegangan. Fokus saja pada pekerjaan yang ada didepan anda hingga batas
waktu mengerjakan selesai
f. Mengatasi rasa panik
Bila mengalami rasa panik pada waktu mengerjakan maka lebih baik berdiam sebentar dan
menarik nafas panjang sampai merasa tenang lagi, setelah tenang baru mengerjakan lagi karena
perasaan panik dapat menyebabkan lupa terhadap hal-hal yang sudah dipelajari.
g. Memeriksa kembali Jawaban
Waktu yang masih ada setelah mengerjakan semua soal agar dipakai untuk memeriksa dan
menyempurnakan jawaban. Biasanya setelah mengerjakan dan menyelesaikan semua soal maka
kita langsung mengumpulkannya tanpa memeriksa terlebih dulu.
h. Mengumpulkan Jawaban

5. Motivasi untuk para Peserta Didik


Motivasi adalah dorongan (driving force) yang dimaksudkan sebagai desakan yang alami untuk
memuaskan dan memperahankan sesuatu. Dalam dunia pendidikan motivasi itu sangat penting untuk
meningkatkan keinginan belajar siswa. Sekolah dapat memberikan motivasi melalui Guru BK, Wali
Kelas serta guru mata pelajaran lainya memberikan dorongan motivasi berupa semangat, memberikan
pengertian bahwa Ujian Nasional merupakan suatu hal yang tidak harus ditakuti justru kita harus
menghadapinya sebagai bentuk dari proses belajar kita selama ini. Mendorong siswa agar mau belajar
dengan sungguh – sungguh, menyemangati siswa bahwa ia mampu menjawab soal – soal ujian
dengan baik dan bisa lulus dngan nilai yang maksimal.

Sekolah juga biasanya mengadakan doa bersama atau istighozah sebagai bentuk dukungan
sekolah kepada para peserta didiknya sekolah akan selalu mendoakan peserta didiknya agar mampu
menghadapi Ujian Nasional dengan baik, biasanya sebulan dan seminggu sebelum pelaksanaan Ujian
Nasional sekolah mengadakan doa bersama ini, siswa kelas IX dikumpulkan diruangan auditorium
mereka berdoa meminta semoga diberi kemudahan dalam menjawab soal – soal Ujian Nasional
dengan dipimpin oleh Ustadz dan motivator peserta didik. Selain dua tersebut dukungan dari keluarga
juga sangat penting bagi para peserta didik terutama dukungan dan doa dari kedua orangtua.

Cara Mengurangi Stress Siswa dalam Menghadapi Ujian Nasional (UN) Dalam hitungan
minggu, Ujian Nasional (UN) akan dilaksanakan. Tentunya persiapan untuk menghadapi UN sudah
dilakukan berbulan-bulan, bahkan mungkin sejak siswa masuk menjadi peserta didik di suatu sekolah.
Siswa diharapkan mampu untuk memilih cara belajar yang efektif. Sementara guru diharapkan dapat
memberikan stimulus, motivasi serta menjaga kondisi psikologi siswa. Biasanya memang terjadi
penurunan kondisi psikologis pada siswa yang akan menghadapi UN. Ketakutan yang berlebihan akan
standar kelulusan UN biasanya yang menyebabkan hal ini terjadi. Sekolah dan guru perlu mengawasi
perkembangan jiwa siswa dalam menjalani persiapan UN, selain melakukan penguatan materi
akademik.
Di bawah ini ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan siswa stress dalam menghadapi
Ujian Nasional (UN). Berikut uraiannya:
Berbagai tekanan psokologis (dari orang tua dan guru yang mengahruskan siswa lulus) yang
datang pada siswa, membuat siswa menjadi stress saat hendak UN. Padahal, setiap kegiatan, setiap
pembelajaran, memerlukan evaluasi (dalam hal ini pemerintah memilih evaluasi dalam bentuk UN).

a. Pemberitaan Media
Diakui atau tidak, media, baik elektronik maupun media cetak, berperan dalam membuat siswa
semakin stress. Bagaimana tidak, sebelum Un dilaksanakan, media begitu gencar memberitakan
anak-anak yang stress saat UN di tahun lalu. Ditambah lagi dengan liputan penuh dengan air
matapada siswa-siswa yang tidak lulus pada tahun sebelumnya. Liputan-liputan media elektronik
(televisi) yang memberitakan kecurangan-kecurangan saat UN secara live pada saat Un masih
berlangsung, dapat membuat siswa-siswa yang jujur menjadi bimbang. Dalam hatinya akan
muncul pertentangan "buat apa aku mengerjakan soal dengan jujur, jika banyak siswa yang
mengerjakannya dengan tidak jujur". Diakui atau tidak, lebih banyak media yang menyorot
siswa yang tidak lulus dibandingkan siswa yang lulus. Padahal, siswa yang lulus lebih banyak
dari pada siswa yang tidak lulus, sebelum dan selama UN berlangsung.

b. Statemen Para Pakar


Para pakar juga berperan dalam membuat siswa semakin takut. Komentar-komentarnya yang
"BOMBASTIS" tentang tidak perlunya UN dapat membentuk pola pikir negatif pada diri siswa.
Siswa merasa bahwa UN tidak perlu (berdasarkan pendapat para pakar), namun mereka harus
tetap melaksanakannya. Pertentangan di dalam diri siswa ini tentu memberikan pengaruh
terhadap diri siswa.

c. Tekanan Orang tua dan Guru


Orang tua ingin yang terbaik dengan masa depan anaknya. Untuk mencapai nilai terbaik, maka
orang tua membebani anak-anaknya dengan berbagai kursus pelajaran yang dapat secara
langsung maupun tidak langsung mempengaruhi kesehatan anak, istirahatnya, dan
perkembangannya. Banyak orang tua tidak menyadari bahwa membantu si anak merasa relaks
justru akan menyegarkan pikiran dan membantunya belajar dengan lebih baik. Sebaliknya, orang
tua terus membebani anak-anak mereka untuk mendapatkan prestasi terbaik dan lulus ujian
dengan memuaskan.
Sama seperti orang tua, banyak guru ingin siswanya mendapat nilai terbaik. Guru selalu
mendorong muridnya untuk unggul dalam pelajaran, terutama jika muridnya berprestasi.
Mengapa guru juga ikut menekan murid-muridnya mendapat nilai terbaik? Karena reputasi guru
dan sekolah dipertaruhkan saat ujian sekolah khususnya Ujian Nasional.

d. Tekanan dari Sesama Siswa


Semangat kompetisi akan semakin memanas menjelang ujian sekolah. Setiap siswa berlomba-
lomba untuk menjunjukkan prestasi terbaik. Bahkan segala cara dilakukan untuk meraih nilai
tertinggi termasuk menyontek maupun mencari bocoran soal.

e. Tekanan dari Diri Sendiri


Siswa berprestasi cenderung menjadi perfeksionis. Sehingga jika suatu kemunduran atau
kegagalan terjadi, entah itu nyata atau masih belum terjadi, dapat membuat stress dan depresi.