Anda di halaman 1dari 25

LAPORAN PRAKTIKUM

DISUSUN UNTUK MEMENUHI TUGAS AKHIR SEMESTER (UAS) MATA KULIAH


PSIKODIAGNOSTIK I

DOSEN PENGAMPU :
Jehan Safitri, M.Psi, Psi
Dr. Ermina Istiqomah, M. Si, Psi
Firdha Yuserina, M.Psi
Meydisa Utami Tanau, M.Psi, Psi
.

DISUSUN OLEH :
Ahmad Kamil Mahfuz (1710914310003)
Kelas A

PROGRAM STUDI PSIKOLOGI


FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
BANJARBARU
2017
KATA PENGANTAR

Puji syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan karunianya
kepada kita semua. Salah satu karunia-Nya sehingga saya dapat menyelesaikan laporan untuk
memenuhi salah satu tugas mata kuliah psikologi diagonistik yang berjudul “LAPORAN
PRAKTIKUM”.
Saya mengucapkan terima kasih kepada ibu Jehan Safitri, M.Psi, Psi, Dr. Ermina
Istiqomah, M. Si, Psi, Firdha Yuserina, M.Psi, Meydisa Utami Tanau, M.Psi, Psi selaku dosen
mata kuliah Psikologi diagonistik yang telah memberikan kami tugas ini, serta terima kasih
kepada pihak- pihak yang membantu dalam penulisan laporan ini. Demikian laporan ini saya
buat, semoga bermanfaat bagi kita semua.

Banjarbaru, 17 Desember 2018

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ....................................................................................... i


DAFTAR ISI ...................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN ................................................................................... 1
A. Latar Belakang ..................................................................................... 1
B. Rumusan Masalah Praktikum ............................................................... 1
C. Tujuan Praktikum ................................................................................. 1
D. Manfaat Praktikum ............................................................................... 2
E. Prosedur Praktikum............................................................................... 2
BAB II TINJAUAN PUSTAKA ........................................................................ 3
A. BAUM .................................................................................................. 3
a.1 sejarah ............................................................................................. 3
a.2 tujuan............................................................................................... 3
a.3 administrasi /pelaksanaan tes .......................................................... 3
B. DAM/DAP ............................................................................................ 4
b.1 sejarah ............................................................................................. 4
b.2 tujuan .............................................................................................. 4
b.3 administrasi /pelaksanaan tes, dst ................................................... 5
C. WARTEGG .......................................................................................... 5
c.1 sejarah ............................................................................................ 5
c.2 tujuan .............................................................................................. 6
c.3 administrasi /pelaksanaan tes, dst .................................................. 6
D. SSCT..................................................................................................... 7
d.1 sejarah ............................................................................................ 7
d.2 tujuan.............................................................................................. 7
d.3 administrasi /pelaksanaan tes, dst ................................................... 7

BAB III HASIL & PEMBAHASAN PRAKTIKUM ......................................... 8


A. Identitas Subjek ................................................................................... 8
B. Status Present Subjek ......................................................................... 8
C. Pelaksanaan Tes/Praktikum ............................................................... 8
D. Hasil Pemeriksaaan Tes ........................................................................ 9
E. Dinamika psikologis ............................................................................ 19
BAB IV PENUTUP ............................................................................................ 20
A. Kesimpulan ............................................................................................ 20
B. Saran ....................................................................................................... 20
DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................ 21
LAMPIRAN……………………………………………………………………. 22

ii
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar belakang
Psikodiagnostik merupakan suatu metode yang digunakan untuk mendiagnosa
(Rorschach, 1921). Untuk memahami psikodiagnostik lebih lanjut, dibutuhkan
pemahaman awal mengenai hal-hal dasar mengenai psikodiagnostik itu sendiri. Hal-hal
dasar tersebut dapat berupa sejarah awal munculnya psikodiagnostik yang mencakup
pengertian mengenai apa itu psikodiagnostik, fungsi, serta tujuan psikodiagnostik.
Memahami sejarah suatu ilmu sangatlah penting untuk memahami maksud dan
tujuan dari ilmu itu sendiri. Selain itu metode dan aspek-aspek dalam psikodiagnostik
juga merupakan hal dasar yang perlu dipahami. Agar kelak pemahaman terhadap materi
selanjutnya lebih dapat dimengerti dengan baik. Oleh karena itu, disusunlah laporan ini
untuk membantu pemahaman mengenai hal-hal dasar psikodiagnostik serta membantu
pemahaman mengenai materi selanjutnya.

B. Rumusan masalah prektikum


1. Bagaimana cara administrasi, scoring, interpretasikan alat tes BAUM
2. Bagaimana cara administrasi, scoring, interpretasikan alat tes DAM/DAP
3. Bagaimana cara administrasi, scoring, interpretasikan alat tes WARTEGG
4. Bagaimana cara administrasi, scoring, interpretasikan alat tes SSCT
C. Tujuan praktikum
1. Mengetahui cara scoring, interpretasi, serta bisa mengadministrasikan alat tes BAUM
2. Mengetahui cara scoring, interpretasi, serta bisa mengadministrasikan alat tes
DAM/DAP
3. Mengetahui cara scoring, interpretasi, serta bisa mengadministrasikan alat tes
WARTEGG
4. Mengetahui cara scoring, interpretasi, serta bisa mengadministrasikan alat tes SSCT

1
D. Manfaat praktikum
1. Menambah pengetahuan tentang psikodiagonistik
2. Bisa mengadministrasikan alat tes psikologi khususnya BAUM, DAP/DAM,
WARTEGG, SSCT
E. Prosedur praktikum
Pertama-tama saya menyuruh subjek untuk menyimpan handphone atau apapun
itu yang dapat menggangu proses praktikum, kemudian langsung masuk pada tes yang
pertama yaitu BAUM, saya memberikan kertas hvs kepada subjek beserta pensil hb,
setelah itu saya membacakan prosedur mulai dari menyuruh subjek menuliskan
identitasnya sampai cara melakukan tes ini setelah subjek setelah subjek mengerti dengan
intruksi saya subjek pun mulai mengerjakan tes tersebut.
Ketika subjek mulai mengerjakan saya pun mulai mengobservasi subjek hingga
selesai, setelah tes pertama selesai langsung masuk pada tes kedua yaitu DAM/DAP,
prosedurnya sama seperti pada tes yang pertama hanya saja intruksinya yang berbeda
begitu pula pada tes yang ketiga dan keempat.

2
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. BAUM
1. Sejarah
Pada awal 1926 GOODENOUGH mengembangkan suatu prosedur yang
terstandarisasi untuk mengevaluasi inteligensi anak-anak. Metode yang digunakan adalah
dengan menggambar seorang manusia (draw a man). Pada waktu yang bersamaan, Emil
Jucker juga mengembangkan suatu metode yang terarah, yaitu Tes Pohon. Tes ini
awalnya digunakan oleh Emil Jucher untuk membantu mendiagnosa. Pohon sebagai
gambar, merupakan pernyataan dari ‘the being of the person’. Kemudian Baum
dikembangkan oleh Karl Koch yang di publikasikan pertama kali tahun 1959.
Alasan Koch mengembangkan tes dengan gambar Pohon, adalah Jucker
mengatakan bahwa Pohon itu memiliki karakteristik yang hampir sama seperti manusia.
Pohon selalu tumbuh & berkembang dan untuk hidup pohon memerlukan makanan dan
minuman. Dari hasil penelitian budaya dikatakan pohon memiliki arti dan makna yang
penting bagi manusia, oleh karena itu pohon dianggap mewakili manusia.

2. Tujuan
Tujuan dari tes ini adalah untuk menilai karakter dan kepribadian seseorang. Hal ini
dapat diketahui dari bentuk gambar, kelengkapan gambar, kerapian, cara menggambar,
dan dari aspek-aspek lainnya.

3. Administrasi
 Posisi kertas : vertikal
 Subyek diminta menuliskan identitasnya di sudut kanan atas kertas : - Nama - Jenis
kelamin - Tingkat pendidikan - Usia - Tanggal tes
 Subyek diminta untuk membalik kertas dan mendengarkan instruksi selanjutnya
dari tester.

3
 “ Gambarlah pohon berkayu, kecuali pohon jenis : - Perdu - Pinus / cemara
- Palma / kelapa - Bambu - Beringin - Randu - Pisang - Rumput-
rumputan
 Setelah selesai menggambar pohon, subyek diminta menuliskan nama pohon yang
digambarnya di bawah gambar pohon yang dibuatnya.
 Jika subyek menanyakan posisi kertas, jenis pohon dll, maka dijawab : “ terserah
pada anda”
 Waktu : tdk dibatasi (individual)

B. DAP/DAM
1. Sejarah
Tes DAP (Draw A Person) berasal dari Goodenough’s draw a man test yang
digunakan untuk memprediksi kemampuan kognitif anak yang direfleksikan dari
kualitas hasil gambarnya. Tahun 1963, Harris membuat revisi DAM Test dengan
menambahkan dua form baru (anak bukan hanya diminta untuk menggambar seorang
laki-laki, tetapi juga seorang wanita, dan gambar dirinya sendiri, sistem skoring yang
lebih detail, dan standarisasi yang lebih luas. Pada tahun 1988, Naglieri
mengembangkan Draw A Person dengan system skoring kuantitatif yang sama
mengukur perkembangan kognitif anak usia 5-17 tahun. Kemudian pada tahun 1949,
Machover mengembangkan Draw-A-Person (DAP) Test, sebagai teknik untuk
mengukur kepribadian. Machover mengembangkan sejumlah hipotesis berdasarkan
obeservasi klinis dan penilaian intuitif. Misal, ukuran gambar berkaitan dengan tingkat
self-esteem, penempatan gambar dalam kertas merefleksikan suasana hati dan orientasi
sosial seseorang.
2. Tujuan
Tahun 1926, Goodenough mengembangkan tes bernama Draw A Man
(DAM)untuk memprediksi kemampuan kognitif anak melalui refleksi dari hasil
gambar anak tersebut. DAM digunakan untuk anak usia 3-10 tahun. Asumsi dari DAM
yaitu akurasi dan detail yang dihasilkan menunjukan tingkat kematangan intelektual.

4
3. Administrasi
 Posisi kertas : vertikal
 Subyek diminta menuliskan identitasnya di sudut kanan atas kertas : - Nama - Jenis
kelamin - Tingkat pendidikan - Usia - Tanggal tes
 Subyek diminta untuk membalik kertas dan mendengarkan instruksi selanjutnya
dari tester.
 Instruksi : “Gambarlah manusia lengkap”
 Jika subyek menanyakan jenis kelamin gambar, posisi gambar, besar kecilnya
gambar, dll. Maka di jawab : “terserah pada anda “.
 7. Setelah subyek selesai membuat gambar orang, diminta untuk menuliskan : -
Usia yang digambar - Aktivitas/pekerjaan yang dilakukan - Sifat-sifat - siapa
orang yg digambarnya,
 8. Jika subyek membuat gambar orang yang jenis kelaminnya berbeda dgn jenis
kelaminnya (utk kepentingan klinis) : - diminta untuk membuat gambar orang yg
jenis kelaminnya sama dengan subjek - diminta utk menceritakan orang pertama
yg digambarnya.
 9. Waktu : tdk dibatasi (individual)

C. WARTEGG
1. Sejarah
Latar belakang dr gestalt psychology atau Ganzheit Psychology dikembangkan
pada University of Leipzig oleh F. Krueger dan F. Sander dengan asumsi bahwa “tidak
hanya obyek pengalaman, tetapi subyek yang mengalami harus dilihat sebagai suatu
struktur. Sender menciptakan teknik “Phantasie test”, subyek dihadapkan pada materi
drawing completion test (DCT), yang menghasilkan sifa struktural khas dari subyek.
Keberhasilan Sender mendorong Dr. Ehrig Wartegg untuk melanjutkan penelitian
tersebut, akhirnya menemukan tes wartegg /DCT (drawing completion test )/WZT
(Wartegg Zeichen Test) yang dipakai sekarang ini.

5
2. Tujuan
Tes ini dapat digunakan untuk mengetahu kepribadian individu , melihat
bagaimana struktur, organisasi, bagaimana tingkat kedinamisan dala sistem
kepribadian individu. Dapat digunakan untuk kepentingan pemeriksaan dan
pengambilan keputusan di bidang klinis, pendidikan dan juga setting organisasi
maupun dalam bidang aplikasi psikologi lainnya. Selain itu juga dapat digunakan
untuk melihat apakah seorang individu mengalami masalah patologi atau tidak.

3. Administrasi
 Subyek diminta menuliskan identitasnya
 intruksi “pada kertas ini Anda lihat delapan buah segi empat. Setiap segi empat
berisi suatu tanda kecil. Tanda-tanda itu tidak memiliki arti khusus, tetapi sekedar
merupakan bagian dari gambar yang harus Anda buat di dalam masing-masing segi
empat”. “Anda boleh menggambar apa saja yang Anda inginkan dan Anda boleh
mulai dari tanda mana saja yg paling Anda sukai. Anda tidak perlu mengikuti
urutan seperti susunan segi empat itu, tetapi saya ingin Anda memberi nomor setiap
gambar sesuai dengan urutan sewaktu Anda membuatnya”.
 Setelah Anda selesai menggambar, “ Setelah semua gambar selesai Anda buat,
pilihlah gambar yg paling Anda sukai, paling tdk disukai,paling mudah digambar
dan paling sukar digambar dan berilah tanda-tanda di belakang nama gambar : -
Gambar yg paling disukai, beri tanda (+) - Gambar yang paling tidak disukai, beri
tanda (-) - Gambar yang paling mudah dibuat, beri tanda (M) - Gambar yang
paling susah dibuat, beri tanda (S)
 Cara memberi motivasi utk subyek : “ Ingatlah, tes ini bukan menguji kemampuan
menggambar. Saya tidak meminta Anda membuat gambar yang artistik. Saya hanya
ingin tahu bagaimana Anda me ngerjakannya dengan cara Anda sendiri. Jadi coba
saja sebaik-baiknya tanpa perlu menghiraukan kekurang trampilan Anda. Dan
jangan lupa memberi nomor pada setiap gambar”.

6
D. SSCT (SACK’ K SENTENCE COMPLETION TEST)
1. Sejarah
SSCT (Saks Sentence Completion Test) adalah suatu teknik proyeksi yang
digunakan untuk mengungkap dinamika kepribadian, yang dapat menampakkan diri
individu dalam hubungan interpersonal dan dalam interpretasi terhadap lingkungan.
Tes ini dibuat oleh Joseph M. Sacks, Sidney Levy dan beberapa psikolog lainnya dari
New York Veterans Administration Mental Hygiene Service.
2. Tujuan
Tes ini biasanya digunakan untuk orang dewasa dan bertujuan untuk mengetahui
individu adjustment & struktur kepribadian.

3. Administrasi
 Subjek diminta mengisi data yang tertera di lembar tes
 Kemudian tester membacakan perintah yang tertera di lembar tes
 Perintah “di bawah ini terdapat 60 kalimat yang belum sempurna, dan tiap
kalimat merupakan permulaan dari suatu kalimat yang masih harus
diselesaikan. Bacalah tiap-tiap kalimat dan selesaikan dengan jalan menuliskan
pikiran yang segera timbul, bekerjalah secepat mungkin. Bila ada beberapa
kalimat yang tidak dapat dengan segera di selesaikan maka lingkarilah nomor
kalimat tersebut dan tinjaulah kembali kemudian”
 Waktu 20-40 menit

7
BAB III
HASIL & PEMBAHASAN PRAKTIKUM

A. Identitas Subjek
Nama Dik
Tempat Tanggal Lahir Magelang 15 juli 1999
Umur Saat Tes 19 tahun
Suku Bangsa jawa
Agama islam
Anak Ke- 2
Asal Sekolah SMAN 1 KOTA BARU
Jenis Kelamin Laki-laki
Alamat Banjarbaru
Pekerjaan mahasiswa

B. Status Present Subjek


 Berikut beberapa gambaran tentang testee :
1. Tinggi Badan : 178 cm
2. Berat Badan : 75 kg
 Wajah

1. Bentuk wajah : oval


2. Mata : sipit
3. Bibir :-
4. Hidung : pesek
5. Warna kulit : sawo matang
6. Rambut : ikal
 Pakaian yang digunakan saat proses praktikum : kemeja atau pakaian kuliah

C. Pelaksanaan Tes/Praktikum
1. Hari/Tanggal : Senin, 17 Desember 2018
2. Waktu : 15:19 Wita

8
3. Tempat : Laboratorium psikologi
4. Tes yang diberikan & urutannya : 1. BAUM , 2. DAM/DAP , 3. WARTEGG ,
4. SSCT

D. Hasil pemeriksaan
1. Alat tes 1 (BAUM)
1.1 Hasil Observasi
Subjek menggambar dengan waktu 4 menit di mulai dari bagian bawah
atau akar lanjut pada bagian batang lalu mahlota pada saat proses menggambar
subjek terlihat tenang dan tidak ada menerima rangsangandari luar ruangan
subjek terlihat lancar dalam menggambar tidak ada kendala yang membuat
subjek berhenti menggambar dalam waktu yang lama, subjek tidak ada
menghapus saat menggambar.
1.2 Skoring
BAUM Test Deskripsi Indikasi
A. Kesan umum Simple - Kepribadian yang
kalem
- Pendiam
-
1. Ukuran gambar Besar dengan proporsi normal - Adanya keinginan
untuk mendomonasi
- Adanya keinginan
exhibitionism
2. Lokasi Cenderung kekiri - Kecendrungan
impulsif yang
berhubungan dengan
kepuasan
- Cenderung ber
orientasi pada masa
lampau
- Senang menimbang
diri
- Sukar dipengaruhi
- Senang
menyembunyikan
masalah
3. Dasar pemikiran Batang yang digambar licin - Tendensi:sifat yang
atau rigid sensitive

9
- Rangsangan dari luar
tak mudah
menimbulkan problem
4. Centrum Centrum keatas - Sifat-sifat intelegensi
- Gesstelijke (perasaan
batin)
5. Bagian mahkota Berombak seperti awan - Cenderung menutup
diri
- Memiliki suasana hati
yang hidup
- Lemah
- Mudah bergaul
6. Batang - Bentuk T - Kurang cerdas
- Batang yang - Cenderung
terkelupas kulitnya dikendalikan dari segi
atau berlubang naluri (sangat
instiaktif)
- Sehingga validitas
kuat, jadi banyak di
kendalikan dari segi
naluri
- Traumatis
- Tendensi menarik diri
dari lingkungan
- Cepat cemas
7. Dahan - Dahan yang mengarah - Introvert
kebawah - Dorongan yang lemah
- Dahan yang terputus- - Tak punya daya tahan
putus/bergerigi/tidak - Keinginan, tapi tidak
jelas dilaksanakan
- Tidak mempunyai
kestabilan
- Sifat ragu-ragu
- Kurang baik daya
abstraksinya dalam
konsentrasi atau
berpikir
- Hambatan kontak
sosial
8. Akar - Akar yang stem - Hambatan
basisnya melebar perkembangan
kesebelah kiri (stem - Kurang relatif
basis= yang terhadap rangsanagan
menghubungkan akar - Terikat pada masa
dengan batang) lampau
- Terikat pada ibu

10
9. stembasis - melebar kekiri - remming untuk
menghadapi sesuatu
- terikat pada yang
lampau
- lambat dalam
klaverigitak dalam
melepaskan dari pada
sesuatu yang
dikerjakan

1.3 Interpretasi
Subjek memiliki sifat yang introvert, pendiam, subjek memiliki keterkaitan
dengan masa lampau atau masa kanak kanak nya, suka menimbang nimbang diri
terhadap sesuatu permasalahan, sukar untuk di pengaruhi oleh orang lain di lihat
dari sifat suka menimbang nimbang diri tadi, karena sifat subjek yang introvert
tadi subjek suka menyembunyikan masalah dari orang lain, kemuadian
rangsangan-rangsangan yang masuk dari luar tidak mudah menimbulkan
problem terhadap subjek, subjek juga memiliki kecendrungan untuk menutup
diri, akan tetapi subjek memiliki sedikit sifat mudah bergaul mungkin untuk
beberapa orang atau orang-orang tertentu.
2. Alat tes 2 (DAM/DAP)
2.1 Hasil Observasi
Subjek menggambar dengan waktu 6 menit yang pertama di gambar adalah
bagian kepala turun hingga kebagian kaki dan di akhiri dengan gambar tangan
kanan, sama seperti pada tes sebelumnya subjek menggambar dengan lancar
tanpa ada jeda yang lama, subjek juga tidak ada menggunakan penghapus.
2.2 Skoring
DAM/DAP Test Deskripsi Indikasi
A. Kesan umum
1. Lokasi - Cenderung - Dikuasai emosi
kekiri - Menekankan masa
lalu (orientasinya)
- Tendensi implusif

11
- Self oriented
- Depresi tapi
banyak frustasi
- Introvert
- Banyak di
kendalikan
unconciousness
2. Kualitas garis - Tekanan yang - Tak stabil,
berubah-ubah impulsive, mudah
frustasi
- Historis atau
siklotimik
3. Bagian kepala - Tidak lengkap - Tendensi hambatan
(tanpa bulu hubungan sosial,
mata) neorotis
4. Rambut - Penepatan - Tekanan/tuntutan
rambut yang kejantanan
tepat
5. Mata - Mata juling - Pikiran kacau
6. Alis - Alis tebal - Tidak terhambat
wajar
7. Mulut - Mulut terbuka - Cenderung oral
erotis
- Cenderung
dependensi
8. Hidung - Digambar - Normal
9. Telinga - Digambar - Normal
10. Leher - Panjang dan - Kurang mampu
tipis (urus) mengontrol
dorongan

12
- Mungkin
permusuhan
11. Pundak - Pundak satu sisi - Ketidak
tak seimbang seimbangan emosi
dengan bagian - Konflik pada peran
yang lain seksual
12. Lengan - Lengan dengan - Perasaan
garis tebal menghukum
13. Tangan dan - Tangan yang - Rasa bersalah
jari bergaris tebal - Masturbasi
- Curang
- Merampas
14. Pakaian - Digambar - Hal yang normal
15. Kaki - Kaki yang - Menentang
terbuka kekuasaan
- Kewaspadaan
- Perasaan yang
tidak aman yang di
pendam
- Kebutuhan untuk
mendapatkan
keseimbangan

2.3 Interpretasi
Subjek kemungkinan sukar untuk mengendaliakn emosi akibatnya
terkadang emosi yang mengendalikan dirinya, subjek juga memiliki keterikatan
pada masa lalunya yang mungkin membuat nya trauma pada masa remajanya saat
ini, subjek kemungkinan memiliki sifat implusif yang di mana subjek harus di
dorong atau di motivasi terlebih dahulu untuk melakukan sesuatu tetapi subjek
kurang mampu dalam mengontrol dorongan tersebut, subjek adalah orang yang
introvert sehingga memiliki masalah pada hubungan sosialnya, seperti menarik

13
diri yang mengakibatkan subjek depresi akan tetapi lebih banyak mengarah pada
frustasi, adanya kebutuhan yang belum terpenuhi yaitu kebutuhan keseimbangan,
akibatnya subjek merasa tidak aman dan was-was, merasa tidak aman akan tetapi
perasaan ini di pendam oleh subjek.
3. Alat tes 3 (WARTEGG)
3.1 Hasil Observasi
Subjek menggambar dengan waktu menit urutan menggambar bisa
dilihat pada lampiran pada saat proses menggambar subjek terlihat tenang dan
tidak ada menerima rangsangandari luar ruangan subjek terlihat lancar dalam
menggambar tidak ada kendala yang membuat subjek berhenti menggambar
dalam waktu yang lama, subjek tidak ada menghapus saat menggambar.

3.2 Skoring
1. Closure: gambar jam yang di gambar subjek sehingga mengelilingi atau
mengurung stimulus sehingga stimulus terletak di tengah struktur, terdapat
indikasi dari kebutuhan untuk memusatkan perhatian, melindungi/menarik
diri.
2. Gerakan kosmik: gambar bendara yang bergerak akibat ditiup agin adanya
indkasi pada subjek emosi sudah terpengaruh, cara berpikir kurang jernih,
ketegangan.
3. Orientasi: gambar tiang listrik yang di gambar subjek dari rendah hingga yang
paling tinggi yang berarti adanya pergerakan dari atas kebawah, adanya
indikasi dinamisme, keberanian, sikap hidup yang positif, ambisi yang sehat,
dimana subjek ingin mencapai suatu tujuan yang gemilang.
4. Repitisi-duplikasi, Recurrence: gamabar gedung dengan jendela yang di
gambar subjek, jendela dengan jumlah banyak sehinga muncullah
pengulangan pada stimulus, pengulangan di indikasikan dalam fungsi
intelektual, kurang fleksibel kurang asosiasi, kurang kreatif.
dalam fungsi prilaku, kurang otonomi, kurang inisiatif, kurang patuh atau
justru ketekunan tinggi.
dalam fungsi emosi, kecemasan, perasaan tertekan, kemiskinan emosi.

14
5. Utylity: gambar senter yang di gambar subjek merupakan buatan manusia
yang bukan ornamen menunjukan adanya indikasi dari integritas efektif atau
emosi dalam strukture kepribadian, karna senter di golongkan seperti mesin
maka kemungkinan subjek berorientasi pada teknis dan aktif.
6. Konteks-isolasi: gambar komputer yang di gambar subjek menunjukan layar
komputer beserta cpu nya, mengacu pada gambar cpu di mana gambar tidak
berdiri sendiri yang berarti adanya konteks dengan dunia luar tetapi hanya
sedikit terhadap subjek mengindikasikan kemampuan kontak dengan realitas
yang lebih di diminasi oleh peran perasaan dari pada rasio multiplikasi
(menunjukkan adanya penyumbatan emosi), serta adanya indikasi minat yang
sehat terhadap indikasi.
7. Indiffrence: gambar stetoskop yang di gambar oleh subjek dengan tidak
menghiraukan stimulus yang di berikan subjek membuat garis pada titik-titik
stimulus sehingga menghasilkan gambar yang tidak relevan, karna gambar
yang di gambar masuk kedalam kategori alat atau mesin maka indikasinya
sama seperti ke lima yaitu kategori utility dimana kemungkinan subjek
berorientasi pada teknis.
8. Lengkungan: gambar payung yang di gambar subjek dominan dengan garis
lengkungan merupakan indikator pasti untuk emosionalitas, fleksibelitas,
kemampuan penyesuain diri, dan pengenalan diri, serta adanya lengkungan +
FL rendah dan tekanan kuat yang berarti kehidupan emosionalitas berlebihan.
3.3 Interpretasi
Dilihat dari gambar yang dibuat oleh subjek gambar yang bersifat objektif
atau alat-alat dari hasil scoring diatas terdapat kesamaan yang signifikan terhadap
subjek. Subjek memiliki sifat menarik diri dari lingkungannya atau kurang
bergaul ataupun susah bergaul terhadap orang lain, dari hasil di atas subjek juga
memiliki emosi yang sudah terpengaruh, akibatnya cara berpikir subjek kurang
jernih dan merasakan ketegangan.
Dibalik itu ada sedikit keinginan subjek untuk mencapai tujuan yang
gemilang, disertai dengan sikap hidup yang positif dan keberaniannya akan tetapi
hal ini kurang terlihat pada subjek, subjek juga di indikasikan memiliki kreatifitas

15
yang kurang dan fleksibelitas yang kurang disertai adanya indikasi kurang patuh
atau ada kemungkinan subjek memiliki ketekunan yang tinggi dalam suatu hal.
Dari hasil diatas juga menginterpretasikan subjek berorientasi pada sesuatu
yang menggunakan teknis dalam melakukannya sehingga membuat subjek aktif
dalam bidang tersebut, kemudian subjek juga di indikasikan memiliki konteks
yang sedikit terhadap dunia luar melihat dari interpretasi yang sebelumnya subjek
merupakan orang yang menarik diri, subjek juga memiliki minat yang sehat
terhadap indikasi yang di jabarkan, dibalik itu subjek memiliki indikasi
penyumbatan emosi tapi terkadang subjek juga memiliki emosional yang
berlebihan yang berarti emosi subjek masih belum matang sepenuhnya.
4. Alat tes 4 (SSCT)
4.1 Hasil Observasi
Subjek mengerjakan dengan waktu 16 menit subjek terlihat tenang dan
tidak ada menerima rangsangandari luar ruangan subjek terlihat lancar dalam
menjawab soal tidak ada soal yang di lewat kan oleh subjek tidak ada kendala
yang membuat subjek berhenti mengerjakan dalam waktu yang lama.

4.2 Skoring
Untuk mengetahui derajat permasalahan, digunakan penilaian
kuantitatif(judgement).
a. 2 sangat terganggu (membutuhkan pertolongan untuk mengolah konflik).
b. 1 agak terganggu (masih dapat menyelesaikan konflik tanpa bantuan luar).
c. 0 tidak ada tanda-tanda gangguan dalam daerah sikap tersebut.
d. X tidak diketahui atau kurang cukup bukti adanya gangguan dalam daerah
sikap tersebut.
Untuk skoring ada terdapat di lampiran.

4.3 Interpretasi
Dilihat dari hasil jawaban subjek di setiap daerah sikap itemnya
didapatkan :

16
a. Terhadap ibu subjek merasa hubungan dengan ibunya baik baik saja dan
ibunya sangat memperhatikannya akan tetapi subjek memiliki perasaan
bersalah terhadap ibu nya karna pernah membuat ibunya kecewa.
b. terhadap ayah, subjek merasa hubungannya baik baik saja akan tetapi ada
perasaan bersalah oleh subjek terhadap ayahnya kemungkinan ada suatu
tujuan yang belum berhasil.
c. tidak ada masalah menurut subjek mengenai unit keluarga yang subjek
rasakan selama ini.
d. terhadap wanita subjek memiliki pandangan yang baik dan merasa
kebanyakan wanita itu memiliki sifat menurut akan tetapi subjek tidak suka
pada wanita yang berbohong.
e. terhadap heteroseks, subjek memandang sebuah hubungan itu normal dan
layak seperti batasan yang ada di sosial akan tetapi subjek merasa seksual
nya belum jelas mungkin karna subjek belum menikah atau tidak memiliki
pacar.
f. terhadap teman atau kenalan, subjek kelihatannya dekat dengan teman
temannya dia merasa temannya akan selalu ada untuknya teman temannya
pun terkadang mencarinya jika dia tidak ada bahkan dia sangat mengingat
kenangannya pada masa kanak-kanak saat bermain dengan teman-
temannya.
g. terhadap atasan, subjek tidak memiliki masalah atau semuanya berjalan
degan normal
h. terhadap bawahan, subjek akan meng apresiasi bawahannya dengan harapan
bawahannya bisa saling membantu, berbicara dengan jelas dan rinci
terhadap bawahan sehingga bawahan bekerja dengan baik.
i. terhadap teman sejawat, subjek baik-baik saja dalam pertemanannya tidak
ada yang menjadi masalah buat subjek menerima teman sejawatnya tetapi
dia tidak suka jika temannya membohonginya.
j. terhadap ketakutan, subjek kadang ada perasaan ingin mencoba sesuatu
yang dia takuti, dia akan berbuat apapun untuk melupakan waktu di mana
dia tidak berhasil mencoba, subjek sangat takut dalam kegagalan di dalam

17
hidupnya, disaat dia ketakutan biasanya dia akan sertai dengan doa agar
membuat dirinya lebih nyaman, ketakutannya pun terkadang membuat dia
untuk menyerah .
k. sikap terhadap perasaan bersalah, subjek terkadang kesalahannya bisa di
perbaiki kedepannya agar bisa menjadi lebih baik, subjek merasa gagal
dalam menggapai cita-citanya, mungkin dia akan belajar lebih giat lagi demi
mencapai cita-citanya.
l. untuk kemampuan dirinya sendirinya subjek sepertinya memiliki ketenagan
dalam menghadapi masalah, andaikan dia bekerja dia pun ingin
pekerjaannya sasuai dengan dirinya, subjek optimis bahwa dia mampu
untuk menjadi lebih baik .
m. untuk masalalu subjek merasa bahagia pada saat masih kecil subjek
memiliki mimpi-mimpi yang ingin di wujudkannya.
n. Dan masa depan subjek selalu ingin menjadi lebih baik di masa yang akan
datang dan subjek optimis dia pasti bisa berhasil dan memimpin berarti
menjadi seorang yang di percaya dalam melakuan tugas nya karna dia sangat
ingin sukses dunia akhirat berarti menjadi orang yang menaati agamannya
sehingga nanti bisa berbagi dengan keturunannya.
o. sikap terhadap cita-cita subjek sangat antusias dengan yang namanya
kesuksesan.
Jadi hasil yang didapatkan dari tes ini subjek sangat ingin sekali
menjadi orang yang sukses,menggapai cita-cita yang dulu di mimpikannya
pada saat kecil, dan subjek sangat tidak menyukai kebohongan dari orang,
dan subjek selalu optimis berusaha untuk mencapai kesuksesannya, untuk
menjadi seorang atasan subjek pasti akan mengayomi anak buah nya agar
bekerja dengan baik.

18
D. Dinamika Psikologis
Dari hasil alat tes 1 sampai 3 ada kesamaan yang bisa kita simpulkan bahwa subjek
memilik sifat yang introvert, menarik diri dari lingkungan sosialnya, emosi yang kurang
stabil, serta adanya keterkaitan dengan masa lalunya, akan tetapi pada alat tes ke 4 ada
beberapa hal yang bertentangan dengan apa yang ada pada hasil tes 1 sampai 3, pada alat
tes 4 subjek seperti tidak ada indikasi introver atau pun menarik diri dari lingkungan
sosial, jadi kemungkinan subjek hanya menarik diri pada beberapa keadan saja dan
terkadang dia juga aktif dalam interaksi sosial.

19
BAB IV
PENUTUP

A. Kesimpulan
Psikodiagnostik ini adalah ilmu tentang mencari tau masalah psikologi yang
muncul. Dari psikodiagnostik kita dapat mempelajari alat-alat tes psikologi baik yang
menyangkut psikologi klinis, pendidikan,pio maupun perkembangan. Dari berbagai alat
tes, laporan ini memuat 4 alat tes, diantaranya : BAUM, DAM/DAP, WARTEGG, dan
SSCT.
Dengan mengerjakan maupun membaca laporan ini kita dapat mengerti sejarah 4
alat tes yang telah disebutkan diatas dan mengetahui bagaimana cara skoring maupun
interpretasi alat tes terhadap seorang individu.

B. Saran
Jika ada kesalahan dalam penulisan maupun hasil dari laporan ini semoga dapat
menjadikan pelajaran bagi penulis maupun pembaca, jangan hanya berpacu pada laporan
ini dalam mencari ilmu, bacalah buku maka kau akan melihat dunia.

20
DAFTAR PUSTAKA

Aiken, L.R & Groth-Mamat, G ( 2009). Pengetesan dan Pemeriksaan Psikologis, Jilid 2, Edisi
Kedua Belas. Jakarta : PT Indeks

MODUL TES KEPRIBADIAN (TES GRAFIS & WARTEGG) Prodi Psikologi Fakultas Ilmu
Kesehatan Universitas Sahid Surakarta

Iskandarsyah, A., Kustimah, & Purba, F. D. (2008). Laporan Akhir Penelitian Muda UNPAD:
Hubungan Antara Hasil Tes Rorschach dengan Wartegg Zeihen Test (WZT) Dalam Menggali
Aspek Emosi dari Kepribadian.

Psikologi UGM, Fakultas. 1991. Manual dan Interpretasi Tes Grafis : BAUM, DAP/DAM, HTP
dan Grafologi. Yogyakarta :Fakultas Psikologi UGM.

Akbar, S. N., & Safitri, J. (2013). DIKTAT MATA KULIAH TES WARTEG. Banjarbaru.

21
LAMPIRAN
Alat tes (Asli) dan dokumentasi

22