Anda di halaman 1dari 5

MAKALAH

TENTANG

KOMPONEN ELEKTRONIKA

Disusun Oleh :

NAMA : RISKY ANITA GEAI

KELAS : XII AV

GURU PEMBIMBING : FARIDAH TANJUNG

SMK NEGERI 2 PANYABUNGAN


KABUPATEN MANDAILING NATAL
T.A. 2018/2019
2.1 Resistor (Tahanan)

a. Pengertian resistor
Resistor atau yang biasa disebut tahanan atau penghambat adalah suatu komponen elektronik
yang memberikan hambatan terhadap perpindahan elektron negatif. Resistor disingkat dengan
huruf “R” dan satuannya adalah ohm (Prihono, Sujito dkk, 2010).
Resistor adalah suatu komponen yang berfungsi untuk membatasi aliran arus listrik dan sebagai
pembagi tegangan yang menghasilkan tegangan panjar maju dan tegangan panjar mundur
sebagai pembangkit potensial output dan potensial input (Hasan, Alfarizal dkk, 2013).

b. Jenis resistor
Menurut Prihono, Sujito dkk (2010) berdasarkan penggunaannya, resistor dapat dibedakan
menjadi empat, yaitu:
1. Resistor biasa (tetap nilainya) adalah resistor penghambat gerak arus yang nilainya tidak
dapat berubah. Resistor ini biasanya dibuat dari nikelin atau karbon.
2. Resistor berubah (variable) adalah sebuah resistor yang nilainya dapat berubah-ubah
dengan jalan menggeser atau memutar toogle, sehingga nilai resistor dapat kita tetapkan sesuai
kebutuhan. Jenis resistor ini dapat dibedakan menjadi dua, yaitu potensiometer rheostat dan
trimpot (trimmer potensiometer) yang biasa menempel pada papan rangkaian.
3. Resistor NTC dan PTS. Resistor NTC (Negative Temperature Coefficient) adalah resistor
yang nilainya akan bertambah kecil bila terkena suhu panas. Resistor PTS (Positive Temperature
Coefficient) adalah resistor yang nilainya akan bertambah bila temperaturnya menjadi dingin.
4. LDR (Light Dependent Resistor) adalah jenis resistor yang berubah hambatannya karena
pengaruh cahaya. Bila cahaya gelap, nilai tahanannya semakin besar, sedangkan cahayanya
terang nilainya menjadi semakin kecil.

2.2 Kondensator (Kapasitor)

a. Pengertian kondensator
Kondensator atau sering disebut sebagai kapasitor adalah suatu alat yang dapat menyimpan
energi didalam medan listrik, dengan cara mengumpulkan ketidakseimbangan internal dari
muatan listrik. Satuan dari kapasitor adalah farad (Prihono, Sujito dkk, 2010)

b. Jenis kondensator
Menurut Prihono, Sujito dkk (2010) berdasarkan kegunaannya, ada tiga jenis kondensator
sebagai berikut:
1. Kondensator tetap (nilai kapasitasnya tetap tidak dapat diubah) adalah kondensator yang
nilainya konstan dan tidak dapat berubah-ubah. Ada tiga macam bentuk kondensator tetap, yaitu
sebagai berikut:
§ Kondensator keramik (ceramik capasitor), memiliki bentuk bulat tipis, ada yang persegi
empat berwarna merah, hijau, coklat dll.
§ Kondensator plyester, pada dasarnya sama saja dengan kondensator keramik. Bentuknya
persegi empat seperti permen, biasanya berwarna merah, hijau, coklat dan sebagainya.
§ Kondensator kertas, sering juga disebut kondensator padder.
2. Kondensator elektrolit (electrolite condenser = elco) adalah kondensator yang biasanya
berbentuk tabung, mempunyai dua kutub kaki berpolaritas positif dan negatif. Ditandai oleh kaki
yang panjang positif sedangkan yang pendek negatif dengan nilai kapasitasnya dari 0,47 mF
sampai ribuan mikroFarad.
3. Kondensator variabel (nilai kapasitasnya dapat diubah-ubah) adalah jenis kondensator yang
kapasitasnya bisa diubah-ubah. Kondensator ini dapat berubah kapasitasnya karena secara fisik
mempunyai poros yang dapat diputar menggunakan obeng.
§ Kondensator variabel, terbuat dari logam, mempunyai kapasitas maksimum sekitar 100rF
sampai 500rF. Selain itu, konduktor variabel dengan spul antena dan spul osilator berfungsi
sebagai pemilih gelombang frekuensi tertentu yang akan ditangkap.
§ Kondensator trimer, dipasang pararel dengan variabel kondensator berfungsi untuk
menepatkan pemilihan gelombang frekuensi. Kondensator trimer mempunyai kapasitas dibawah
100rF.

2.3 Dioda

a. Pengertian dioda
Menurut Prihono, Sujito dkk (2010) dioda adalah sambungan bahan p-n yang berfungsi sebagai
penyearah. Dioda terbuat dari bahan semikonduktor yang salingdipertemukan. Bahan tipe-p
menjadi sisi anode sedangkan bahan tipe-n menjadi katode. Dioda ini memiliki tegangan halang
(barrier voltage) lebih besar dari 0,7 volt. Dioda yang terbuat dari bahan germanium memiliki
tegangan halang kira-kira 0,3 volt.
Menurut Hasan, Alfarizal dkk (2013) dioda adalah komponen elektronik yang memiliki dua
elektroda, yaitu anoda dan katoda. Arus listrik yang mengalir hanya satu arah yaitu dari anoda ke
katoda, arus litrik tidak akan mengalir dari katoda ke anoda.

b. Jenis dioda
Menurut Prihono, Sujito dkk (2010) berdasarkan fungsinya ada lima jenis dioda sebagai berikut:
1. Dioda penyearah adalah dioda yang difungsikan untu penyearah tegangan bolak-balik
menjadi tegangan searah, biasanya digunakan pada rangkaian power supply.
2. Dioda pemancar cahaya atau LED adalah dioda yang memancarkan cahaya bila dipanjar
maju.
3. Dioda foto (fotovltaic) digunakanuntuk mengubah energi cahaya menjadi energilistrik
searah.
4. Dioda laser digunakan untuk membangkitkan sinar laser taraf rendah, cara kerjanya mirip
LED.
5. Dioda zener digunakan untuk regulasi tegangan.
2.4 Transistor

a. Pengertian transistor
Transistor adalah komponen semikonduktor yang sangat penting dalam dunia elektronik modern.
Dalam rangkaian analog, transistor digunakan dalam amplifier (penguat). Dalam rangkaian
digital, transistor digunakan sebagai saklar berkecepatan tinggi (Prihono, Sujito dkk, 2010).

b. Jenis transistor
Menurut Hasan, Alfarizal dkk (2013) dilihat dari tipenya, transistor terbagi dua yaitu tipe PNP
(Positif-Negatif-Positif) dan tipe NPN (Negatif-Positif-Negatif).
Menurut Prihono, Sujito dkk (2010) ada dua jenis transistor berdasarkan arus inputnya (BJT) dan
tegangan inputnya (FET).
§ BJT (Bipolar Junction Transistor), merupakan transistor yang mempunyai dua dioda, terminal
positif dan negatifnya berdempet, sehingga ada tiga terminal. Ketiga terminal tersebut adalah
emiter (E), kolektor (C) dan basis (B)
§ FET (Field Effect Transistor), dibagi menjadi dua macam, yaituJunction FET (JFET)
dan Insulated Gate FET (IGFET) atau dikenal sebagai Metal Oxide Silicon (semiconductor) FET
(MOSFET).

2.5 Induktor

a. Pengertian induktor
Induktor merupakan komponen elektronik pasif yang dapat menghasilkan tegangan listrik
berbanding lurus dengan perubahan sesaat dari arus listrik yang mengalir. Besaran induktor
adalah induktansi dengan lambang “L” sedangkan satuannya adalah Hanry atau “H” (Prihono,
Sujito dkk, 2010).

b. Jenis induktor
Ada tiga jenis induktor yang sering digunakan dalam dunia elektronika.
1. Induktor teras udara (air core)
2. Induktor teras feromagnetik (ferromagnetic core)
3. Induktor teras ferrite (ferrite core)
2.6 Transformator

a. Pengertian transformator
Transformator atau trafo adalah komponen yang digunakan untuk mentransfer sumber energi
atau tenaga dari suatu rangkaian AC kerangkaian lainnya. Perpindahan/transfer energi tersebut
bisa menaikkan atau menurunkan energi yang diransfer. Hal ini disesuaikan dengan kebutuhan
(Prihono, Sujito dkk, 2010).

b. Jenis transformator
Menurut Prihono, Sujito dkk (2010) berdasarkan kegunaannya ada dua jenis transformator, yaitu:
1. Transformator Step-Up, adalah trafo yang befungsi untuk menaikkan tegangan.
2. Transformator Step-Down, adalah trafo yang berfungsi untuk menurunkan tegangan.

Dipasaran banyak dijual transformator daya,yang sebagian besar dirancang beroperasi pada
frekwensi 50Hz sampai dengan 60Hz. Transformator ini berfungsi sebagai pensuply daya untuk
mengubah tegangan jala-jala menjadi tegangan lain yang dibutuhkan.
Selain transformator daya, trafo bila diklasifikasikan menurut pemakaiannya, terbagi menjadi 3
jenis:
1. Trafo Filter, berfungsi untuk mem-filter/menyaring sinyal.
2. Trafo MF, biasanya terdapat pada pesawat radio yang berfungsi untuk
menghubungkan/couple antarfrekwensi.
3. Trafo input dan output, digunakan untuk menyesuaikan impedensi.