Anda di halaman 1dari 15

MAKALAH

Tentang
O - RING

Disusun Oleh :
NAMA : ILHAM RAMADHAN
KELAS : XI TSM – 1
MATA PELAJARAN : P S S M
GURU PEMBIMBING : MAULANA, S.Pd

SMK NEGERI 2 PANYABUNGAN


KABUPATEN MANDAILING NATAL
T.A. 2019/2020
KATA PENGANTAR

Puji syukur alhamdulillah penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, karena dengan
segala kuasa-Nyalah penulis akhirnya bisa menyusun makalah yang berjudul “O-RING” ini
sesuai dengan waktu yang telah ditentukan.

Rasa terima kasih penulis ucapkan kepada Guru Pembimbing, dan semua pihak yang
telah membantu penulis dalam proses penyelesaian makalah ini dengan menyumbangkan ide
pikirannya yang tidak bisa penulis sebutkan satu-per satu.

Penulis sangat berharap agar makalah ini memberi banyak manfaat bagi para pembaca
sekalian. Penulis juga sangat mengharapkan masukan, kritikan serta saran dari semua pihak
agar karya tulis ini bisa menjadi lebih sempurna.

Panyabungan, 07 November 2019

Penulis

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ........................................................................................................... i

DAFTAR ISI .......................................................................................................................... ii

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang .................................................................................................. 1

B. Rumusan Masalah ............................................................................................. 1

BAB II PEMBAHASAN

A. Definisi o-ring ................................................................................................... 2

B. Sejarah dan aplikasi o-rings .............................................................................. 7

C. Kelebihan karet o-ring ...................................................................................... 8

D. O-Ring Kit ........................................................................................................ 9

BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan ....................................................................................................... 11

DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................................ 12

ii
BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
O-ring, sekilas parts ini nampak sepele, barangkali karena bentuknya yang sangat
sederhana, menyerupai karet gelang. Namun sebenarnya, parts ini mempunyai peranan yang
sangat penting untuk menyekat pelumas agar tidak keluar dari sistemnya. Jika sampai terjadi
kerusakan pada parts ini, kebocoran pelumas yang akan terjadi. Jika hal ini terus dibiarkan,
maka yang terjadi adalah kerugian yang semakin besar karena selain kehilangan pelumas
karena kebocoran tersebut, pasti juga akan mengurangi performance dan produktivitas alat.
Karena bentuknya yang sederhana tersebut, orang awam akan menyangka bahwa parts
ini tidak mempunyai spesifikasi khusus. Padahal yang terjadi adalah sebaliknya. Pelumas
yang disekatnya mempunyai spesifikasi kekentalan, panas, tekanan, beban, dan lainnya. Hal
tersebut harus bisa ditahan oleh O-ring, sehingga parts ini juga harus mempunyai spesifikasi
khusus agar mampu menahan beban, efek panas, dan lain-lainnya tersebut.
Tulisan ini disarikan dari training tentang sealing yang diselenggarakan di Jakarta
pada bulan Juli 2005 lalu. Banyak aspek di dalamnya yang ternyata harus kita ketahui lebih
dalam. Kami membatasi pada spesifikasi O-ring yang digunakan pada sistem kerja alat-alat
berat. Sejumlah istilah kimia akan ditemui pada tulisan ini, barangkali dirasakan akan sangat
awam bagi kita, namun sebenarnya istilah tersebut sudah biasa di dunia bisnis seal, hose, dan
hidrolik. Oleh karena itu kami akan mengangkatnya dalam beberapa seri.

B. RUMUSAN MASALAH
1. Definisi o-ring
2. Sejarah dan aplikasi o-rings
3. Kelebihan karet o-ring

1
BAB II
PEMBAHASAN

A. DEFINISI O-RING
O-ring seal adalah seal yang berbentuk seperti donat yang memiliki penampang
lingkaran dan dibuat dengan cara dicetak (molded). Umumnya bahan dasar O-ring terbuat dari
karet sintetis, walaupun ada yang dibuat dari PTFE (teflon) maupun material thermoplastic
lain dan semuanya berbentuk solid tetapi karakteristiknya seperti fluida yang viscositasnya
sangat sangat tinggi.

Pada dasarnya O-ring seal digunakan untuk mencegah kebocoran fluida bertekanan
pada suatu sealing system. Rumah O-ring atau gland, juga sangat berperan dalam mendukung
kemampuan O-ring dalam operasinya. Kombinasi dari keduanya akan sangat mempengaruhi
kinerja operasional bagi suatu permesinan.

Pada dasarnya O-ring seal digunakan untuk mencegah kebocoran fluida bertekanan
pada suatu sealing system. Rumah O-ring atau gland, juga sangat berperan dalam mendukung
kemampuan O-ring dalam operasinya. Kombinasi dari keduanya akan sangat mempengaruhi
kinerja operasional bagi suatu permesinan.

Sebelum membahas tentang elastomer dan sifat-sifat yang dimilikinya, terlebih dahulu
kita bahas definisi “polymer” , “rubber”, “elastomer”, dan “compound”.

Polymer

Polymer dapat diartikan sebagai “rantai panjang ikatan molekul kimia yang
terstruktur”. Plastic dan elastomer, keduanya diklasifikasikan sebagai polymer. Pada
pembahasan ini polymer digunakan untuk mengklasifikasi bahan dasar elastomer yang
memiliki sifat dan kimia yang sama. O-ring seal terbuat dari bermacam polymer. Penamaan
O-ring biasanya diambil dari kandungan polymer yang terbanyak.

Rubber

Rubber biasanya diartikan sebagai karet yang terbuat dari karet alami yang diambil
dari getah pohon “Havea braziliensisi”. Kata “rubber” sendiri diambil dari sifatnya yang
dapat menghapus atau membersihkan kertas dari noda (pensil karbon). Dewasa ini, kata
rubber tidak hanya dipakai pada karet alam tetapi juga dipakai pada karet sintetis yang

2
memiliki sifat mekanis secara substansial sama dengan karet alam, tanpa menghiraukan
keadaan susunan kimiawinya.

Elastomer

Walaupun “elastomer” adalah persamaan kata dari “rubber”, tetapi didefinisikan


sebagai “polymer yang memiliki kandungan molekular tinggi dan dapat atau telah
dimodifikasi hingga dapat memperlihatkan kemampuan plastisnya dengan cepat dan hampir
dapat kembali ke bentuk awalnya jika mendapat gaya tarikan atau tekanan”. Ketika polymer
dengan molekular dasar yang tinggi, tanpa ada penambahan plasticizer atau bahan pelarut
lain, diubah dengan cara yang sesuai menjadi sesuatu yang elastis dan diuji pada temperatur
kamar, biasanya cocok dengan beberapa syarat untuk dapat dikatakan sebagai elastomer,
seperti :

 Tidak putus ketika ditarik hingga 100%

 Setelah dibiarkan selama lima menit dalam keadaan tertarik 100%, maka dalam waktu
lima menit harus sudah dapat kembali maksimal 10% lebihnya dari panjang normal.

ASTM (The American Society for Testing and Materials) menggunakan kriteria ini
dalam mendefinisikan elastomer.

Compound

Compound adalah ramuan dari polymer dasar dengan bahan kimia lain yang
membentuk suatu material rubber jadi. Lebih tepatnya, adalah suatu adonan khusus dari
ramuan kimia yang disatukan sesuai dengan beberapa sifat yang diinginkan guna
mengoptimalkan kinerjanya pada beberapa aplikasi yang khusus.

Rubber Polymers

Jenis polymer yang dikandung dalam seal adalah sebagai dasar dimana sifat-sifat seal
tersebut dibangun. Untuk memodifikasi sifat dasar kimia dan ketahanan terhadap variasi
temperatur, hanya bisa dilakukan dengan compounding. Di bawah ini dijelaskan beberapa
jenis elastomer yang digolongkan menurut polymer dasarnya dan biasa digunakan pada
material O-ring dan seal.

3
1. Acrlonitrile – Butadiene (NBR)

NBR Nitrile Rubber adalah nama dari acrylonitrile butadiene terpolymer. Banyaknya
kandungan nitrile dalam rubber ini dapat mempengaruhi sifat fisiknya. Semakin besar
kandungan nitrile, semakin baik keuletannya terhadap oli dan fuel (bahan bakar), tetapi
berpengaruh terbalik dengan ketahanan terhadap compression set dan elastisnya. NBR
memiliki sifat mekanis yang lebih baik dibandingkan dengan elastomer lain tapi tidak tahan
terhadap ozone dan lingkungan dengan udara terbuka. Di bawah ini adalah jenis dari NBR :

1.1. Nitrile Rubber (Normal)

Temperature range -370C to +1210C (-35 to +2500F)


Recommended for : Not recommended for :
Silicone Greases Air Exposure
Cold Water Ketones (MEK)
General Purpose Halogenated Hydrocarbons
Petroleum oils/fluids Auto & Aircraft Brake Fluids
Ethylene glycol fluids Strong Acids
Mechanical properties :
Good wear resistance

Good compression set & short-term resilience

Good permeation resistance

1.2. Hydrogenated Nitrile Rubber (HNBR)

Hydrogenated Nitrile adalah polymer sintetis yang dihasilkan dari rubber nitrile yang
dihidrogenasi. Pada proses ini molekular “double bounds” dalam rantai primer polymer NBR
mengalami hidrogenasi sehingga disebut “hydrogenated nitrile”.

Temperature range -30 to +3250F(-34 to +1620C)


Recommended for : Not recommended for :
R134a Polar Solvents
Water/Glycol/Steam Strong Acids
Petroleum Oils Chlorinated Hydrocarbons
Air Fuels
4
Silicone greases Auto & Aircraft Brake Fluids
Mechanical properties :

 Good wear resistance

 Good comp set resistance & resilience

 Good permeation resistance

2. Flurocarbon Rubber (FKM)

Flurocarbon memiliki ketahanan yang baik terhadap temperatur yang tinggi, ozone,
oxygen, dan berbagai media. Ketahanannya terhadap daya tembus gas cukup baik.
Compounding pada FKM biasanya dilakukan untuk menaikkan ketahanannya terhadap asam,
bahan bakar, udara dan steam.

Fluorocarbon Rubber

Temperature range -15 to +4000F (-25 to + 2000C)

Recommended for : Not recommended for :


Methanol Ketones
Petroleum Oils Auto & Aircraft Brake Fluids
Di-Ester Lubricants Amines (Ammonia)
Silicone Fluids Low Molecular Weight Esters and Ethers
Halogenated Hydrocarbons Hot Water and Steam
Mechanical properties :

 Good wear & permeation resistance

 Excellent comp set resistance

 Moderate short-term resilience

Silicone Rubber (MVQ)

Kelompok elastomer silicon memiliki sifat mekanis yang sama, memiliki ketahanan
terhadap temperatur yang rendah, cuaca, dan ozone.

Silicone Rubber (Normal)

5
Temperature range -65 to +4500F ( -53 to + 2300C )
Recommended for : Not recommended for :
Dry Heat Ketones
Some Petroleum Oils Acids
Low Temperature Silicone Oils
Auto & Aircraft Brake Fluids
Mechanical properties
 Poor wear resistance
 Excellent comp set resistance & resilience
 Poor permeation resistance

Chloroprene Rubber (CR)

Chloroprene adalah karet sintetis pertama yang diproduksi secara komersial dan
memiliki ketahanan terhadap ozone dan bahan kimia.

Temperature range -35 to +2500F (-36 to + 1200C)


Recommended for : Not Recommended :
Refrigerants Ketones
Ammonia Auto & Aircraft Brake Fluids
Some petroleum oils Gasoline
Dilute acids
Silicate ester lubricants

Mechanical properties :

Good wear & permeation resistance

Moderate comp set resistance & resilience

6
B. SEJARAH DAN APLIKASI O-RINGS

Paten O-ring pertama diberikan di Swedia kepada seorang pria bernama JO Lundberg
pada 12 Mei 1896. Namun, paten gasket O-ring Amerika yang pertama, tidak diberikan
sampai 1936; itu diberikan kepada seorang pria bernama Niels Christensen. Menariknya,
selama Perang Dunia II, setelah patennya dilanggar oleh perusahaan-perusahaan besar,
pemerintah AS membeli paten O-ring sebagai barang yang berkaitan dengan perang
penting. Mereka kemudian memberi hak kepada organisasi lain untuk memproduksi segel
karet untuk digunakan dengan sistem hidrolik pesawat militer. Atas jerih payahnya,
Christensen kemudian menerima pembayaran lump sum sebesar $ 75.000.

Setelah perang, penggunaan segel karet segel Christensen diperluas ke manufaktur


industri. Segel-pasak itu sangat dihargai dalam manufaktur otomotif, hidrolika industri dan
manufaktur peralatan pertanian. Antara 1950-an dan 1970-an, para ilmuwan dan insinyur
dengan cepat mengembangkan karet sintetis dan jenis polimer. Hal ini menyebabkan banyak
elastomer berkinerja tinggi yang dapat diakses oleh produsen saat ini.

Bencana pesawat ulang-alik Challenger lepas landas pada 1986 ditelusuri kembali ke
O-ring yang rusak. Karena suhu di bawah titik beku di pagi hari peluncuran, cincin-O dalam
pendorong roket padat Challenger telah berubah bentuk secara permanen, gagal
mendekompresi dan menciptakan segel yang efektif. Ketahanan suhu ekstrim belum
diperhitungkan selama rekayasa O-ring, dan sebagai hasilnya Challenger meledak saat lepas
landas, menewaskan semua tujuh anggota awaknya.

Sejak bencana Challenger, industri O-ring dan gasketing telah melakukan


penyelidikan ekstensif terhadap properti material dan ketahanan dalam kondisi yang
keras. Peraturan telah dibuat mengenai pengemasan dan pelabelan cincin-O, kadaluwarsa
penanggalan dan kontrol kualitas. O-ring yang digunakan dalam aplikasi penting, seperti
aerospace atau penerbangan, diperiksa di bawah sinar UV sebelum distribusi untuk setiap
tekanan atau fraktur yang mungkin menyebabkan kegagalan penyegelan. Tindakan
pencegahan keamanan ini memberikan contoh perawatan dan ketepatan yang dibutuhkan oleh
produk berkualitas dari produsen, yang berlaku bagi produsen dan pemasok O-ring.

7
C. KELEBIHAN KARET O-RING

Karet o ring / oring memiliki beberapa kelebihan dibandingkan dengan


beberapa produk seal tipe lain sebagai berikut:

 Karet O ring mempunyai struktur kecil dan indah

 O-ring mudah untuk dipasang dan dilepaskan

 Seal o ring dapat bekerja pada sistem statis dan dinamis

 O-ring tunggal dapat memainkan peran penting dalam seal dua arah

 Oring mempunyai harga cukup murah

 O ring dapat digunakan untuk berbagai media, seperti minyak, air, gas, cairan kimia
ringan dan media campuran lainnya

 Oring mempunyai sealability yang sangat handal

Keunggulan o-ring dibandingkan dengan jenis segel lainnya:

1. Cocok untuk berbagai bentuk penyegelan: penyegelan statis, penyegelan dinamis;


2. Cocok untuk berbagai bahan, dimensi dan alur telah terstandarisasi, dan dapat
dipertukarkan dengan kuat;
3. Cocok untuk berbagai olahraga: gerakan putar, gerakan bolak-balik aksial atau gerakan
gabungan (seperti gerakan gabungan bolak-balik);
4. Cocok untuk berbagai media penyegel yang berbeda: minyak, air, gas, media kimia atau
media campuran lainnya;
5. Efek penyegelan yang efektif pada minyak, air, udara, gas dan berbagai media kimia
dengan memilih bahan karet yang cocok dan desain formula yang sesuai. Kisaran suhu
yang luas (- 60 ° C ~ + 220 ° C), tekanan bisa mencapai 1500Kg / cm2 saat digunakan
dalam penggunaan tetap (dikombinasikan dengan cincin penguat);
6. Desain sederhana, struktur kompak, perakitan mudah dan pembongkaran;
7. struktur penampang O-ring sangat sederhana, dan memiliki efek penyegelan sendiri, dan
kinerja penyegelan dapat diandalkan;
8. Karena cincin-O itu sendiri dan struktur pemasangannya sangat sederhana dan
terstandarisasi, pemasangan dan penggantian sangat mudah.

8
Pemilihan karet o ring / oring didasarkan pada:

 Bagaimana pengoperasian suatu unit, untuk keperluan seal statis atau dinamis.

 Bahan apa yang akan di-seal (gas, cairan, bahan kimia tertentu, dan lain-lain) atau
apakah karet o ring / oring tersebut mempunyai fungsi lain.

 Rentang suhu (maximum-minimum) dan berapa lama berada dalam suhu tersebut.

 Rentang tekanan (maximum-minimum).

Dikarenakan fungsi dan beban kerja dari karet O ring yang demikian berat, sangat jarang
ditemukan karet O ring diproduksi dengan menggunakan karet alam. Jadi dapat dipastikan
bahwa karet O ring kebanyakan diproduksi dari bahan karet sintetis atau elastomer tertentu.
Hal ini dilakukan karena karet O ring harus bisa bertahan pada suhu kerja yang tinggi,
bertahan pada tekanan yang lebih besar, memiliki ketahanan abrasi yang harus tinggi, bisa
bertahan pada paparan bahan kimia termasuk paparan sinar ultra violet.

D. O-RING KIT
Pada banyak aplikasi (general parts) O-ring NBR, EPDM, Viton® maupun Silicon
dikumpulkan menjadi suatu kit yang sering disebut sebagai O-ring kit. O-ring kit ini
mempunyai ukuran yang berbeda-beda dalam satu paket

Penggunaan O-ring kit biasanya terdapat pada general parts dengan aplikasi yang tidak
terlalu bertekanan tinggi dan suhu yang tinggi, tetapi hanya sebagai sealing dari suatu aliran
fluida. Kita bisa sarankan customer untuk men-stock O-ring kit ini untuk back up atas
kebutuhan emergency mereka.

Elastomer Tester

Secara awam kita hanya bisa membedakan O-ring dari kekerasannya. Namun
sebetulnya kita juga bisa mengetahui jenis bahan dari O-ring seal dengan cara melakukan O-
ring test. Salah satu cara sederhana untuk mengidentifikasi O-ring yang terbuat dari elastomer
adalah dengan ORID.

Meskipun masuk dalam kelompok general parts, O-ring seal ini sebetulnya
mempunyai potensi bisnis yang besar. Apalagi jika kita bisa mempelajari lebih dalam
spesifikasi teknisnya.

9
Saat kita mengenali O-ring dari Komatsu, kadang-kadang kita terpatok pada warna
dan kode-kode yang terdapat pada fisik O-ring yang menyatakan spesifikasi tertentu. Bisa jadi
hal tersebut tidak berlaku untuk O-ring yang terdapat pada product lain.

Yang perlu diperhatikan :

1. Dalam dunia rubber O-ring, warna tidak menentukan bahan

2. Indentifikasi dengan menggunakan titik pada O-ring hanya digunakan pada standard
O-ring yang dikeluarkan oleh Komatsu

3. Yang menjadi patokan untuk ukuran O-ring adalah Inner Diameter dan tinggi dari O-
ring (tebal O-ring)

10
BAB III
PENUTUP

A. KESIMPULAN

O-ring atau O-ring seals adalah komponen berbentuk cincin yang sangat lunak yang
terbuat dari bahan alami atau karet synthetic atau plastik. Dalam pemakaianya O-ring
biasanya dikompres antara dua permukaan sebagai seal, O-ring sering digunakan sebagai
static seal yang fungsinya sama dengan gasket.
Untuk penyekat pada aplikasi yang bertekanan tinggi di atas 5500 kPa (800 psi) sering
O-ring ditambahkan dengan back-up ring yang berfungsi untuk mencegah kebocoran yang
ditimbulkan oleh adanya celah antara dua permukaan. Pressure back-up ring biasanya terbuat
dari bahan plastik yang berfungsi untuk memperpanjang usia O-ring.
Pada saat pemasangan O-ring seal, yakinkan semua permukaan bersih dari kotoran
dan debu. Periksa O-ring seal dari kotoran, debu, goresan (screth) dan cacat lainya yang akan
menyebabkan kebocoran.
O-ring termasuk dalam kelompok hidrolik. O-ring mempunyai kegunaan sebagai karet
penutup di pompa-pompa hidrolik. Kebanyakan di mesin-mesin o-ring rusak dikarenakan
kepanasan/kehausan, jadi o-ring tersebut menjadi putus. O-ring adalah benda yang elastis, dan
sangat penting bagi mesin industri.
Benda ini mempunyai bentuk bulat seperti gelang-gelang yang sering kita lihat dan
warnanya tergantung dari material apa yang digunakan. O-ring dapat kita jumpai di bengkel-
bengkel motor/mobil. Sama seperti oil seal, o-ring juga mempunyai berbagai macam ukuran.
O-ring mempunyai ukuran yang berbeda-beda, ukuran o-ring dimulai dari 3 mm
(diameternya) sampai ukuran yang paling besar 130,5 mm. O-ring ini juga terbagi dua yaitu
o-ring G yaitu huruf G itu yang mempunyai arti diameter luarnya tebal sedangkan o-ring P
yaitu huruf P itu yang mepunyai arti diameter luarnya tipis/tidak begitu tebal. O-ring ini
dipakai sesuai ukuran yang ingin dipakai.

11
DAFTAR PUSTAKA

https://id.wikipedia.org/wiki/O-ring
http://rizkyahmadmaulana.blogspot.com/2013/11/pengertian-bearing-seal-dan-gasket_21.html
https://www.industrikaret.com/karet-oring.html
http://id.qualityoring.com/info/history-and-applications-of-o-rings-29021190.html

12