Anda di halaman 1dari 11

MAKALAH

ANALISIS GEJALA PEMANASAN GLOBAL DAN


DAMPAKNYA BAGI LINGKUNGAN

D
I
S
U
S
U
N

OLEH :
NAMA : AISYAH AMINDA

KELAS : XII IPA – 1

MATA PELAJARAN : FISIKA

GURU PEMBIMBING : BAPAK HENDRI

SMA NEGERI 2 PLUS PANYABUNGAN


KAB. MANDAILING NATAL
T.A. 2018/2019
KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Wr. Wb.


Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT, serta rahmat
shalawat dan salam untuk junjungan besar Nabi Muhammad SAW. Penulis dapat
menyelesaikan makalah tentang “Analisis Gejala Pemanasan Global Dan
Dampaknya Bagi Lingkungan”.
Penulis sangat menyadari di dalam penulisan ini masih terdapat
kekurangan-kekurangan yang disebabkan oleh keterbatasan dan kemampuan
penulis. Oleh karena itu dengan segala kerendahan hati penulis sangat
mengharapkan saran dan kritik membangun untuk menyempurnakan makalah ini.
Semoga Allah SWT melimpahkan rahat dan Karunia-Nya serta membalas
kebaikan semua pihak yang telah membantu penulis dalam penyusunan makalah
ini. Akhir kata, semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi penulis khususnya dan
bagi pembaca pada umumnya.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Panyabungan, Juli 2019


Penulis

Aisyah Aminda

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ....................................................................................... i

DAFTAR ISI ...................................................................................................... ii

BAB I PENDAHULUAN ........................................................................... 1


A. Latar Belakang............................................................................. 1
B. Rumusan Masalah ....................................................................... 1

BAB II PEMBAHASAN ............................................................................. 2


1. Penyebab Utama Terjadinya Pemanasan Global ......................... 2

2. Dampak Terjadinya Pemanasan Global Bagi Lingkungan ......... 4

3. Hal-Hal Yang Harus Dilakukan Untuk Mengurangi Pemanasan

Global Di Muka Bumi ................................................................ 5

BAB III PENUTUP ....................................................................................... 7


1. Kesimpulan ............................................................................... 7

2. Saran.......................................................................................... 7

DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................ 8

ii
BAB I
PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Akhir-akhir muncul berbagai pemberitaan melalui media massa, baik cetak
maupun elektronik tentang peristiwa alam yang sering terjadi. Peristiwa alam itu
terjadi hampir di seluruh wilayah tanah air kita, mulai dari badai topan, air laut
pasang yang menyebabkan banjir di daerah-daerah yang dekat dengan pantai,
curah hujan yang tinggi hingga menyebabkan banjir, angin puting beliung yang
merobohkan rumah-rumah warga, dan masih benyak peristiwa-peristiwa alam
lainnya yang menyebabkan sebagian besar warga merasa resah. Oleh karena itu,
pemerintah menyebutnya sebagai bencana nasional dan juga merupakan bencana
internasional, karena peristiwa tersebut tidak hanya terjadi di Indonesia melainkan
juga terjadi di mancanegara. Peristiwa-peristiwa alam tersebut diyakini sebagai
dampak dari adanya pemanasan global yang mengakibatkan perubahan iklim
dunia.

2. Rumusan Masalah
1. Apakah penyebab dari pemanasan global yang sedang terjadi di permukaan
bumi ini?
2. Apakah dampak akibat pemanasan global bagi kehidupan di bumi?
3. Bagaimana cara mengurangi pemanasan global di muka bumi ini?

1
BAB II
PEMBAHASAN

1. PENYEBAB UTAMA TERJADINYA PEMANASAN GLOBAL


A. Pemanasan Global
Pemanasan global adalah meningkatnya suhu rata-rata permukaan bumi
akibat peningkatan jumlah emisi gas rumah kaca di atmosfer. Pemanasan global
akan diikuti dengan perubahan iklim, seperti menungkatnya curah hujan
dibeberapa belahan dunia sehingga menimbulkan banjir dan erosi. Sedangkan
dibelahan bumi lain akan mengalami musim kering yang berkepanjangan
disebabkan oleh kenaikan suhu.
Intergovermental Panel on Climate Change (IPCC) menyimpulkan bahwa
sebagian besar peningkatan temperatur rata-rata global sejak abad ke-20
kemungkinan besar disebabkan oleh meningkatnya konsentrasi gas-gas rumah
kaca akibat aktivitas manusia melalui efek rumah kaca. Kesimpulan dasar ini telah
dikemukakan oleh setidaknya 30 badan ilmiah dan akademik, termasuk semua
akademi sains nasional dan negara-negara G8. Akan tetapi, masih terdapat
beberapa ilmuwan yang tidak setuju dengan beberapa kesimpulan IPCC tersebut.
Ada beberapa yang masih diragukan oleh para ilmuwan yakni mengenai
jumlah pemanasan yang diperkirakan akan terjadi di masa depan, dan bagaimana
pemanasan serta perubahan-perubahan yang terjadi tersebut akan bervariasi dari
satu daerah ke daerah yang lain. Hingga saat ini masih sering terjadi perdebatan
politik dan publik di dunia mengenai hal-hal yang harus dilakukan untuk
mengurangi atau membalikkan pemanasan lebih lanjut atau untuk beradaptasi
terhadap konsekuensi-konsekuensi yang ada. Sebagian besar pemerintah negara-
negara di dunia telah menandatangani dan meratifikasi Protokol Kyoto yang
mengarah pada pengurangan emisi gas-gas rumah kaca.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pemanasan global yang
berakibat pada perubahan iklim disebabkan oleh aktivitas manusia, terutama yang
berhubungan dengan pengunaan bahan baker fosil (minyak bumi dan batu bara)
serta kegiatan lain yang berhubungan dengan hutan, pertanian, dan peternakan.

2
Aktivitas manusia dengan kegiatan-kegiatan tersebut secara langsung maupun
tidak langsung menyebabkan perubahan komposisi alami atmosfer, yaitu
meningkatnya jumlah gas rumah kaca secara global.

B. Efek Rumah Kaca


Efek rumah kaca dapat divisualisasikan sebagai sebuah proses. Rumah
kaca adalah analogi atas bumi yang dikelilingi oleh gelas kaca, yakni selimut gas
pada atmosfer. Panas matahari yang mausk dengan menembus gelas kaca tersebut
berupa radiasi gelombang pendek. Sebagian diserap oleh bumi dan sisanya
dipantulkan kembali ke angkasa sebagai radiasi gelombang panjang. Namun
panas yang sejarusnya dapat dipantulkan kembali ke angkasa menyentuh
permukaan gelas dan terperangkap di dalam bumi. Layaknya proses dalam rumah
kaa di pertanian dan perkebunan, gelas kaca memang berfungsi sebagai penahan
panas untuk menghangatkan rumah kaca. Masalah timbul ketika aktivitas manusia
menyebabkan konsentrasi selimut gas di atmosfer (gas rumah kaca) sehingga
melebihi konsentrasi yang seharusnya. Dengan demikian panas matahari tidak
dapat dipantulan ke angkasa dan semakin lama semakin meningkat.
Efek rumah kaca terjadi secara alami karena memungkinkan
berlangsungnya kehidupan semua makhluk di bumi. Tanpa adanya gas rumah
kaca, seperti karbodioksida (CO2), metana (CH4), atau dinitro oksida (N2O),
suhu permukaan bumi akan 33 derajt Celcius lebih dingin. Sejak awal
industrialisasi, pada abad ke-17 konsentrasi gas rumah kaca meningkat drastis.
Diperkirakan tahun 1880 temperatur rata-rata bumi meningkat 0,5-0,6 derajat
Celcius akibat emisi gas rumah kaca yang dihasilkan dari aktivitas manusia.
Gas yang termasuk dalam kelompok gas rumah kaca adalah karbodioksida
(CO2), metana (CH4), dinitro oksida (N2O), hidrofluorokarbon (HFC),
perfluorokarbon (PFC), sampai sulfur heksafluorida (SF6 ). Jenis gas rumah kaca
memberikan yang sumbangan terbesar bagi emisi gas rumah kaca adalah
karbondioksida, metana dan dinitro dioksida. Sebagian besar gas tersebut
dihasilkan dari pembakaran bahan bakar fosil, (minyak bumi dan batu bara)
disektor energi dan transportasi, penggundulan hutan, dan pertanian.

3
Emisi karbondioksida dihasilkan dari pembakaran bahan baker fosil
(minyak bumi dan batu bara) pada sektor industri dan transportasi. Sumber utama
penghasil emisi karbondioksida secara global ada dua macam.
 Pembangkit listrik bertenaga batu bara.
 Pembakaran kendaraan bermotor .
Dalam hal ini, penghasil emisi karbondioksida terbesar adalah Amerika
Serikat, Kanada, Jerman, Inggris, dan Jepang. Sedangkan negara penyumbang
emisi gas rumah kaca terbesar adalah Amerika Serikat. Amerika Serikat
merupakan penyumbang 720 ton gas rumh kaca setara karbodioksida.

2. DAMPAK TERJADINYA PEMANASAN GLOBAL BAGI


LINGKUNGAN
Efek rumah kaca memnyebabkan terjadinya akumulasi panas (energi) di
atmosfer bumi. Dengan adanya akumulasi yang berlebihan tersebut, iklim global
melakukan penyesuaian. Penyesuaian yang dimaksud adalah dengan
meningkatnya temperatur bumi yang emudian disebut dengan pemansan global.
Pemanasan global akan berdampak dengan adanya perubahan iklim global.
Perubahan iklim seperti yang sedang terjadi pada saat ini berdampak
negatif bagi kehidupan makhluk di muka bumi. Dampaknya antara lain sebagai
berikut :
 Musnahnya berbagai keanekaragaman hayati.
 Meningkatnya cuaca ekstrem yang saat ini tengah dirasakan negara-negara
tropis, misalnya kota-kota di Indonesia yang dulu terkenal sejuk dan dingin
makin hari makin panas. Contohnya kota-kota di Jawa Timur (Malang, Batu,
Kawasan Prigen, Kaki Gunung Semeru), Bogor, Ruteng Nusa Tenggara,
adalah daerah yang dulunya dikenal dingin tetapi sekarang tidak lagi.
 Meningkatnya frekuensi dan intensitas hujan badai, angin topan, dan banjir.
 Mencairnya es dan gletser di kutub yang menyebabkan naiknya permukaan air
laut.
 Meningkatnya jumlah tanah kering yang berpotensi menjadi gurun karena
kekeringan yang berkepanjangan.

4
 Kenaikan permukaan air laut yang menyebabkan banjir. Pada tahun 2100
diperkirakan kenaikan permukaan air laut mencapai 15-95 cm.
 Kenaikan suhu air laut menyebabkan terjadinya pemutihan karang (coral
bleaching) dan kerusakan terumbu karang di seluruh dunia.
 Meningkatnya frekuensi kebakaran hutan.
 Meningkatnya wabah penyakit tropis, seperti malaria ke daerah-daerah baru
karena bertambahnya populasi serangga (nyamuk).
 Daerah-daerah tertentu menjadi padat dan sesak karena terjadi arus
pengungsian.
Hal-hal di atas merupakan dampak perubahan iklim yang disebabkan oleh
terjadinya pemanasan global yang sangat merugikan bagi kehidupan makhluk
bumi.

3. HAL-HAL YANG HARUS DILAKUKAN UNTUK MENGURANGI


PEMANASAN GLOBAL DI MUKA BUMI
Dengan dampak yang ditimbulkan karena perubahan iklim akibat
pemanasan global, maka kita sebagai penduduk dunia harus segera bertindak
untuk mengurangi pemanasan global seperti yang sedang terjadi pada saat ini, dan
diprediksikan akan terus berlangsung. Hal yang dibutuhkan adalah dengan
mengadakan REVOLUSI GAYA HIDUP, yakni dengan mengurangi penggunaan
energi baik listri, bahan baker, air yang memang menjadi sumber utama makin
berkurangnya sumber kehidupan.
Selain itu perlunya melahirkan konsensus yang membawa komitmen dari
semua negara untuk menegakkan keadilan iklim. Seperti yang telah dilakukan
oleh ustralia yang mempunyai instrument keadilan iklim dengan membentuk
pengadilan iklim. Dimana sebuah instrument yang mengacu pada isi Protokol
Kyoto yang menekankan kewajiban pada negara-negara Utara untuk membayar
dari hasil pembuangan emisi karbon untuk perbaikan mutu lingkungan hidup bagi
negara-negara Selatan.
Hal lain yang harus dilakukan adalah dengan memulai untuk
menggunakan energi bahan baker alternatif yang tidak hanya dari bahan energi

5
fosil, misalnya untuk kebutuhan memasak. Menggunakan energi biogas (gas dari
kotoran ternak) seperti yang dilakukan komunitas merah putih di Kota batu.
Desenralisasi energi dan melepas ketergantungan pada sentralisasi energi yang
pada akhirnya dapat menaikkan harganya.
Sedangakan untuk para pengambil kebijakan harus mengeluarkan policy
yang jelas orientasinya untuk mengurangi pemanasan global. Misalnya dengan
menetapkan jeda tebang hutan di seluruh Indonesia agar tidak mengalami
kepunahan dan wilayah kita makin panas. Menghentikan pertambangan mineral
dan batubara seperti di Papua, Kalimantan, Sulawesi. Selanjunya kebijakan
peogressive dengan mempraktekkan secara nyata jeda tebang dan kedauatan
energi harus dilakukan jika kita tidak mau menjadi kontributor utama pemanasan
global.
Melakukan penanaman pohon kembali sebagai salah satu cara yang bisa
memperbaiki paru-paru dunia. Selain itu meminimalkan dalam penggunaan
kertas, karena semakin banyak kertas yang dgunakan maka semakin banyak pula
pohon yang ditebang.
Hal-hal tersebut dilakukan demi keberlanjutan kehidupan sosial yang
tanpa kita sadari telah dirusak oleh adanya pemanasan global akibat ulak manusia
sendiri. Oleh karena itu, sebagai manusia hal yang terpenting adalah kita mulai
dari diri sendiri untuk mencintai lingkungan hidup dengan melakukan hal-hal
yang positif.

6
BAB III
PENUTUP
1. KESIMPULAN
Pemanasan global merupakan peningkatan rata-rata suhu di permukaan
bumi yang dihasilkan oleh adanya radiasi sinar matahari menuju ke atmosfer
bumi. Penyebab utama terjadinya pemanasan global adalah meningkatnya
konsentrasi gas-gas rumah kaca akibat aktivitas manusia melalui efek rumah
kaca. Dampak yang ditimbulkan dari pemanasan global menjadi permasalahan
serius di berbagai segi kehidupan. Oleh karena itu, pemerintah dari berbagai
negara telah menyelenggarakan berbagai konferensi yang mengkaji tentang
pemanasan global yang terjadi. Dari konverensi tersebut, telah dihasilkan berbagai
kebijakan-kebijaka yang mendorong masyarakat dunia untuk mencari alternatif
solusi bagi permasalahan tersebut, seperti: efisiensi penggunaan energi dan
penemuan sumber energi alternatif sebagai pengganti bahan bakar fosil.

2. SARAN
Bumi tidak membutuhkan manusia untuk merawatnya namun, manusialah
yang membutuhkan bumi untuk kelangsungan hidupnya. Maka dari itu, lakukan
langkah-langkah kecil yang kita mulai dari diri sendiri untuk menyelamatkan
bumi dan menjadikannya tempat hidup yang lebih baik.

7
DAFTAR PUSTAKA

http://www.sarjanaku.com/2011/09/pemanasan-global-dampak-bagi-
kehidupan.html

https://www.academia.edu/24644003/PEMANASAN_GLOBAL_DAN_DAMPA
KNYA_BAGI_KEHIDUPAN

https://www.maxmanroe.com/vid/umum/pengertian-pemanasan-global.html