Anda di halaman 1dari 2

2.

1 Fungsi dan Mekanisme Pengemasan Ikan Hidup

Pengangkutan ikan dalam keadaan hidup merupakan salah satu mata rantai dalam
usaha perikanan. Harga jual ikan, selain ditentukan oleh ukuran, juga ditentukan oleh
kesegarannya. Oleh karena itu, kegagalan dalam pengangkutan ikan merupakan suatu
kerugian. Pada prinsipnya, pengangkutan ikan hidup bertujuan untuk mempertahankan
kehidupan ikan selama dalam pengangkutan sampai ke tempat tujuan. Pengangkutan dalam
jarak dekat tidak membutuhkan perlakuan yang khusus. Akan tetapi pengangkutan dalam
jarak jauh dan dalam waktu lama diperlukan perlakuan-perlakuan khusus untuk
mempertahankan kelangsungan hidup ikan.

Transportasi ikan hidup melibatkan pemindahan ikan jumlah banyak dalam


volume air yang sedikit. Selama pengangkutan, ikan menjadi stres, terluka, kena
penyakit, akibat penanganan dan perlakuan, pemasaran sehingga akibat yang paling
jelek mengalami kematian. Prinsip pengangkutan adalah persiapan, pengepakan,
perlakuan dan pengangkutan. Untuk menjamin keberhasilan pengangkutan ikan adalah
menekan aktivitas metabolisme ikan (mempuasakan, anestesia, menurunkan suhu),
menambah oksigen dan membuang gas-gas beracun. Faktor-faktor yang mempengaruhi
laju konsumsi oksigen adalah: berat ikan, aktivitas ikan dan suhu lingkungan. Semakin
besar ikan, semakin tinggi mengkonsumsi oksigen per jam. Meskipun per satuan berat
tubuh ikan, ukuran ikan lebih kecil mengkonsumsi oksigen lebih banyak danpada ikan
besar. Ikan yang aktip berenang mengkonsumsi oksigen lebih banyak daripada ikan
diam (istirahat). Ikan yang hidup di air suhu tinggi memiliki laju konsumsi oksigen
lebih besar daripada ikan di daerah suhu air rendah. Konsumsi oksigen ikan dapat dihitung
dengan menggunakan respirometer.
Gambar. Pengemasan Sistem Basah Tertutup.

Transportasi ikan hidup dibagi menjadi dua yaitu transportasi sistem kering tanpa
menggunakan air dan transportasi sistem basah menggunakan air. Transportasi sistem kering
tidak menggunakan media air sehingga lebih mudah dilakukan namun memiliki resiko
kematian yang tinggi jika diangkut dalam waktu yang lama, sedangkan penggunaan sistem
basah biasanya dilakukan untuk menjamin semua aktivitas seperti metabolisme dan respirasi
tetap berjalan normal dalam transportasi jarak jauh. Dari segi efisiensi pengangkutan, sistem
basah memiliki kelemahan yaitu air yang digunakan sebagai media memberikan tambahan
beban selama transportasi serta kualitas air juga harus terjaga. Oleh karena itu, perlu adanya
inovasi baru dalam teknologi sistem pengangkutan ikan hidup seperti pengangkutan sistem
semi basah dengan menggunakan air media yang lebih sedikit.Sistem semi basah memiliki
kelebihan yaitu berat wadah lebih ringan karena air yang digunakan lebih sedikit, distribusi
oksigen lebih banyak karena permukaan badan air yang lebih luas sebagai tempat untuk
difusi oksigen dari udara, serta beban air untuk mendukung kehidupan ikan lebih rendah
karena laju metabolism ikan rendah karena dalam keadaan terbius (Nani et al. 2015).

Dafpus

Nani, M. Zaenal A. Dan Bagus D.H.S. 2015. EFEKTIVITAS SISTEM PENGANGKUTAN IKAN NILA
(Oreochromis sp) UKURAN KONSUMSI MENGGUNAKAN SISTEM BASAH, SEMI BASAH DAN KERING.
Jurnal akuakultur :84-90. Universitas Mataram. Mataram