Anda di halaman 1dari 37

EARLY CPAP SINCE DELIVERY ROOM

Kartika Darma Handayani

Divisi Neonatologi RS Dr Soetomo-Universitas Airlangga

2019

The Golden Hour

The Golden Hour adalah istilah yang diciptakan oleh Dr. R. Adams Cowley ("bapak kedokteran trauma"), seorang veteran tentara perang dunia II yang mengembangkan konsep itu di Shock Trauma Center Baltimore.

Cowley

menemukan

bahwa pasien trauma

yang menerima perawatan berkualitas lebih cepat memiliki peluang lebih baik untuk dapat bertahan hidup

Golden Hour neonatologi

Golden Hour trauma: ini adalah konsep waktu di mana penting untuk membawa pasien ke fasilitas di mana perawatan definitif dapat diberikan dalam 60 menit. stabilisasi pasien penting di sini. Airway, Breathing, Circulation

Golden Hour neonatologi: termasuk satu jam pertama kehidupan neonatus. umumnya dimulai saat lahir hingga 60 menit pertama, termasuk fase stabilisasi awal. Mempertahankan suhu, airway, breathing, circulation.

Golden Hour of Neonatal life

Golden Hour of Neonatal life Gambar 1. Penanganan 1 jam pertama bayi baru lahir Sumber :

Gambar 1. Penanganan 1 jam pertama bayi baru lahir

Sumber : Dr Deepak Sharma

Dukungan Pernafasan

Memulai Resusitasi dengan oksigen 21% (Bayi Cukup Bulan), 30% ( Bayi Kurang Bulan)

Target Saturasi

Sustained inflation (SI)

Heated Humidified blended oxygen

• CPAP di ruang resusitasi
• CPAP di ruang resusitasi

T piece resuscitation

Pemberian surfaktan untuk penyelamatan

Strategi ventilasi

Definisi

Continuous Positive Airway Pressure (CPAP) → alat untuk mempertahankan tekanan positif pada saluran napas bayi secara terus menerus selama fase inspirasi dan ekspirasi

Indikasi

Distres

nafas

• Peningkatan usaha nafas • Tachypnea, usaha nafas cuping hidung, merintih, retraksi, sianosis
• Peningkatan usaha nafas
• Tachypnea, usaha nafas cuping hidung, merintih,
retraksi, sianosis

AGD

• Hipoksia • Hipercapnia
• Hipoksia
• Hipercapnia

Penyakit

• Kondisi yang masih respon pada CPAP • RDS, sedang, tracheomalasia, apnea of prematurity, TTN,
• Kondisi yang masih respon pada CPAP
• RDS, sedang, tracheomalasia, apnea of prematurity, TTN,
MAS
• Post Ekstubasi

Setting CPAP

Setting CPAP

Kontraindikasi

Anomali Kongenital • Hernia diafragmatika • Tracheo-oesophageal fistula
Anomali Kongenital
• Hernia diafragmatika
• Tracheo-oesophageal fistula
Perforasi gaster
Perforasi gaster

Stabilisasi di Ruang Bersalin

Level ideal CPAP tidak diketahui, tetapi sebagian besar penelitian telah menggunakan setidaknya level 6 cm H2O dengan masker atau nasal prong.

Jangan gunakan SI karena tidak memiliki manfaat jangka panjang .

Menggunakan tekanan yang lebih tinggi hingga 20–25 cm H2O PIP digunakan untuk apnoeic atau bradikardi persisten. Pada bayi tersebut masih harus dilakukan intubasi dan diberikan surfaktan.

Bayi yang membutuhkan intubasi untuk stabilisasi harus diberikan surfaktan.

Setting CPAP

Oksigen untuk resusitasi harus dikontrol menggunakan blender. Konsentrasi awal oksigen 30% sesuai untuk bayi usia <28 minggu, dan 21-30% untuk mereka yang berusia 28-31 tahun minggu, dan penyesuaian naik atau turunnya harus mengamati pulse oksimetri sejak lahir (B2).

Early Nasal CPAP

ü Segera setelah lahir (ruang bersalin)

üDistres pernafasan ( nafas

cepat, merintih

cuping hidung, retraksi) (Gittermann M.K. et al;

nafas

1997)

ü distres pernafasan -> downe score ?

merintih cuping hidung, retraksi) (Gittermann M.K. et al; nafas 1997) ü distres pernafasan - > downe

CPAP di Kamar Bersalin

CPAP di Kamar Bersalin MULAI CPAP DENGAN BENAR : ü Pastik an per al at an

MULAI CPAP DENGAN BENAR :

ü Pastikan peralatan siap sebelum menolong persalinan

ü Gunakan neopuff yang tersambung dengan humidifier

ü Pilih ukuran dan tipe interface yang sesuai (mask/sungkup)

ü Untuk transport pasien ke ruangan, gunakan single nasal prong

Setting CPAP

Memulai tergantung klinis, ü Akut : CPAP 5- 8 cm H 2 O ü FiO 2 : maksimum 40 %

Flow : Preterm 6-8 liter/menit

Term 8-10 liter/menit

Skor Downe

 

0

1

2

Frekuensi Nafas

< 60/menit

60 – 80/menit

> 80/menit

Retraksi

Tidak ada retraksi

Retraksi ringan

Retraksi berat

Sianosis

Tidak sianosis

Hilang dengan Oksigen

Sianosis Menetap

Merintih

Tidak merintih

Dapat didengar

Dapat didengar tanpa alat bantu

 

den

gan stetoskop

 

Air Entry

Udara masuk bilateral baik

Penurunan ringan udara masuk

Tidak ada udara masuk

RINGAN 4
RINGAN
4
7 BERAT
7 BERAT

SEDANG

Observasi

CPAP :

üX-ray

üAGD

Gagal nafas :

üIntubasi

üX-ray

üAGD

EFEK CPAP PADA PARU

EFEK CPAP PADA PARU W i t h C P A P Without CPAP

With CPAP

EFEK CPAP PADA PARU W i t h C P A P Without CPAP

Without CPAP

EFEK CPAP PADA PARU

EFEK CPAP PADA PARU W i t h C P A P Without CPAP

With CPAP

EFEK CPAP PADA PARU W i t h C P A P Without CPAP

Without CPAP

Apakah penggunaan CPAP nasal segera setelah lahir mencegah CLD?

Kriteria memulai CPAP nasal

CPAP nasal dini (ENCPAP):

Segera setelah lahir

vBerat lahir < 1000 g (Hany Aly et al; 2004) vUsia gestasional < 32 wks (Peter Dijk et al) vDistres napas (i.e. takipnea,mendengkur, napas cuping hidung, retraksi) (Gittermann M.K. et al; 1997)

Rescue CPAP nasal:

FiO 2 > 0,4 (40 %) ± 30 menit dan SpO 2 93 % - 96 % (Sandri et al; 2004)

Prosedur Klinis

Setelah stabilisasi:

Mulai CPAP segera setelah lahir

Di ruang bersalin:

§ Neonatus segera ditimbang, dikeringkan, dan diletakkan di bawah infant warmer

§ Pulse-oxymeter dipasang (lengan kanan >>).

Prosedur Klinis

CPAP yang digunakan untuk AOP diindikasikan setelah satu episode gawat yang membutuhkan bag and mask ventilation

Apneu berulang juga bisa menjadi indikasi untuk CPAP meski biasanya bayi mulai diberi aminofilin IV.

Semua bayi yang menggunakan CPAP harus terpasang orogastrik berukuran 8 F

Kegagalan CPAP

Neonatus dengan CPAP nasal 5 cm H2O akan membutuhkan ventilasi mekanis jika:

§ FiO 2 pada CPAP nasal >60%

§ paCO 2 >60 mm Hg

§ Asidosis metabolik persisten dengan base deficit > -10

§ Terlihat retraksi saat menggunakan CPAP

§ apneu dan/atau bradikardi berulang

Kegagalan CPAP

During escalation of therapy

Very Low Birth Weight Infants

< 25 weeks GA

Very Hypoxic Infants

Severe RDS on Chest X-Ray

Infants with Need for Surfactant

During de-escalation of therapy

Weaning from mechanical ventilation

Fatigue

Apnea

Hypoxia

Sebelum memulai ventilasi mekanik cek :

§ Apakah sistem CPAP intak dan melekat pada hidung neonatus? § Bagaimana kondisi neonatus secara klinis? Jika secara klinis baik ulangi pemeriksaan gas darah untuk eksklusi hasil laboratorium yang eror.

Apakah CPAP nasal dapat dimulai di ruang bersalin sebagai alternatif untuk surfaktan dan ventilasi mekanis?

Distribusi bayi (%) ke dalam kelompok penanganan pernapasan berdasarkan berat lahir

dalam kelompok penanganan pernapasan berdasarkan berat lahir Adapted from Ammari et al. J Pediatr. 2005; 147(3):341-347

Adapted from Ammari et al. J Pediatr. 2005; 147(3):341-347

Studi CPAP

Apakah penggunaan NCPAP semakin meningkat?

Hany Aly et al :

Analisis Retrospective

Command NCPAP dini di ruang bersalin, berat lahir < 1000 gr

Penurunan rate BPD and peningkatan berat badan rata-rata.

Apakah penyakit paru-paru kronis dapat dicegah? Survei dari 8 center

Apakah penyakit paru-paru kronis dapat dicegah? Survei dari 8 center Avery ME, et al, Pediatrics 79

Avery ME, et al, Pediatrics 79 :26-30,1986

Colombia Group (Center 3) memiliki masalah CLD terendah:

Early nasal prong CPAP of 5 soon after birth , berat lahir = 500 1500 g

Penggunaan intubasi dan ventilasi mekanis yang terbatas

Nilai PaCO 2 dapat naik hingga 60 mmHg à mengurangi jumlah ventilasi mekanis à barotrauma berkurang

Apakah variasi dalam manajemen pernapasan di NICU menjelaskan perbedaan dalam CLD?

Perbandingan Columbia NY dengan 2 RS di Boston Bayi-bayi < 1501 g di 1991-1993

Boston

Columbia

 

n=341

n=100

Ventilasi

75%

29%

Surfaktan

45%

10%

Oksigen pada 36 mgg 22%

4%

Profilaksis vs Rescue Nasal CPAP:

Multicenter randomised controlled trial

230 bayi, usia gestasi 28-31 minggu

Profilaksis : CPAP dalam kurun waktu 30 menit setelah lahir

Rescue : CPAP jika FiO2 > 40%

Ventilasi mekanis / surfaktan jika O2>40% selama >30 menit

Sandri et al, Archieves Diseases Childhood 2004

Hasil : tidak ada perbedaan

CPAP profilaksis Rescue CPAP Kebutuhan 22,6% 21,7% surfaktan Ventilasi 12,2% 12,2% mekanis BPD 1,7% 0,9%
CPAP profilaksis
Rescue CPAP
Kebutuhan
22,6%
21,7%
surfaktan
Ventilasi
12,2%
12,2%
mekanis
BPD
1,7%
0,9%
Kebocoran
2,6%
2,6%
udara
Sandri et al, Archieves Diseases Childhood 2004

Pada bayi baru lahir dengan usia kehamilan 28-31 minggu, tidak ada manfaat dengan memberikan profilaksis n-CPAP kemudian memulai n-CPAP ketika kebutuhan oksigen meningkat menjadi FiO2> 0,4

Sandri et al, Archieves Diseases Childhood 2004
Sandri et al, Archieves Diseases Childhood 2004

Kesimpulan

Terapi oksigen harus diberikan dengan monitoring ketat tekanan oksigen arteri atau saturasi oksigen

CPAP mengurangi kebutuhan ventilasi mekanis dan insiden CLD

Strategi protektif paru-paru bayi beresiko tinggi: PEEP yang adekuat (6 cmH2O atau lebih), Vt (4-6 ml/Kg), FiO2 inisial (30%), lalu FiO2 / SpO2 control

Kesimpulan

CPAP efektif dalam manajemen RDS dan dapat digunakan dimulai dari ruang bersalin untuk menghindari IPPV, terutama pada bayi gestasi di atas 26-27 minggu.

CPAP efektif setelah ekstubasi untuk mencegah perburukan pernapasan

CPAP menurunkan insiden apnea

TERIMA KASIH

TERIMA KASIH TERIMA KASIH
TERIMA KASIH
TERIMA KASIH