Anda di halaman 1dari 2

SURAT PERJANJIAN HUTANG PIUTANG

Pada hari …………….. tanggal……………… tahun…………, kami yang bertanda tangan di bawah ini
setuju mengadakan perjanjian Hutang Piutang, yaitu :

1. Nama :
Pekerjaan :
Alamat :
No Hp :
untuk selanjutnya disebut sebagai PIHAK PERTAMA

2. Nama :
Pekerjaan :
Alamat :
No Hp :
untuk selanjutnya disebut sebagai PIHAK KEDUA

Terlebih dahulu PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA menerangkan bahwa:

1. Para Pihak menerangkan terlebih dahulu bahwa PIHAK PERTAMA telah meminjam dari
PIHAK KEDUA sejumlah ………………………………………………………………………………………………….
dengan total pinjaman sejumlah…………………………………………………………………………………….
2. Bahwa pinjaman tersebut akan dikembalikan kepada PIHAK KEDUA pada
tanggal………………………………………………………. dengan mengembalikan modal awal total
pinjaman beserta bunga 5% ( 5 persen) dari total pinjaman dan juga hasil panen biji
jagung sejumlah …………………………………………………………….. dalam bentuk uang tunai/cash
dimana harga jagung disesuaikan dengan harga gudang pada saat pengantaran ke
gudang pada saat itu.

Maka melalui surat perjanjian ini, disetujui oleh kedua belah pihak dengan ketentuan-
ketentuan sebagaimana berikut :

1. Pada saat pengantaran hasil panen jagung, PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA WAJIB
bersama-sama mengantarkan hasil panen ke gudang.
2. Pembayaran hutang piutang dari PIHAK PERTAMA ke PIHAK KEDUA dilakukan langsung
saat pembayaran hasil panen di gudang jagung.
3. Jika dalam pembayaran hutang piutang, PIHAK PERTAMA tidak dapat melunasi/masih
ada sisa hutang maka akan dikenakan denda sebesar………………………… per bulan,
maksimal pengembalian sisa utang selama 5 bulan kemudian. Jika setelah 5 bulan yang
bersangkutan tidak juga dapat membayar secara penuh, maka akan diputuskan
kebijakan selanjutnya melalui jalur HUKUM dan kesepakatan bersama
berupa……………………………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………………………………...
4. Dalam perjanjian ini, jika PIHAK PERTAMA melanggar aturan dan kesepakatan yang telah
ditentukan, maka PIHAK PERTAMA siap sedia untuk diproses melalui HUKUM.
5. Surat perjanjian ini dibuat dalam 2 (dua) rangkap bermaterai dan masing-masing
rangkap mempunyai kekuatan hukum yang sama, masing-masing untuk PIHAK
PERTAMA dan PIHAK KEDUA.
6. Surat perjanjian ini dibuat dan ditandatangani oleh kedua belah pihak secara sadar dan
tanpa tekanan dari pihak manapun.

Demikian surat perjanjian hutang piutang ini dibuat bersama di depan saksi-saksi dalam
keadaan sehat jasmani dan rohani dan untuk dijadikan sebagai pegangan hukum bagi
masing-masing pihak.

PIHAK PERTAMA PIHAK KEDUA

…………………………………… ………………………………………………..

Saksi-saksi

1.

2.

3.