Anda di halaman 1dari 5

MAKALAH

“Bilangan irasional”

MATEMATIKA MI/SD

DOSEN ; M.MUNIR M.PD

OLEH:

DEMOLINSARA

NIMKO : 2018.119.26.0054

JURUSAN PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH (PGMI)

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM DARUL KAMAL

NAHDLATUL WATHAN KEMBANG KERANG

LOMBOK TIMUR

2019
PEMBAHASAN

BILANGAN RASIONAL DAN IRRASIONAL

A. BILANGAN RASIONAL

Bilangan Rasional adalah bilangan bulat beserta bilangan pecahan. Bilangan rasional
𝑝
adalah bilangan berbentuk 𝑥 = ⁄𝑞 ,dimana p bilangan bulat dan q bilangan asli.Disisni “bilangan
bulat” bilamana p habis dibagi q dan x “pecahan “ bila p tidak habis di bagi q .

Bilangan rasional bersifat selalu mempunyai bentuk decimal berakhir atau berulang,
sebagaimana diperlihatkan pada contoh berikut:

13 = 13,0 (berahir)

-2 ½ = -2,5 (berahir

11 2/2 = 11,6666…….=11,6 (berulang)

𝑎
Bilangan rasional Q = semua bilangan yang dapat ditulis dalam bentuk denagan 𝑎 ∈ 𝐵, 𝑏 ∈
𝑏

𝐵 𝑏 ≠ 0 Jadi bilangan rasional Q terdiri atas : bulat positif B+, bulat negatif B-
,pecahan positif, pecahan negative dan nol.

Bilangan rasional terdiri atas

Bilangan bulat, misalnya : : -4,-3,1,0,1,2

Bilangan pecahan, misalnya : -1/2,-1/4,1/4

Bilangan rasional dapat dinyatakan dalam bentuk desimal terbatas, atau dalam bentuk desimal berulang
terbatas.

Contoh:

1. 0,5=1/2
2. ¾ = 0,75
3. 5/2 =2,5
4. 1/3 = 0,33333
5. 8/11 = 0,727272…..
6. 7/33 =0,1212121…….

Cara mengubah bentuk decimal berulang ke bentuk pecahan biasa

Conto;

1. 2,6666…atau 2,6

Missal: x = 2,66662

10x = 26,666

X = 2,6666

9x = 24

B. Bilangan irrasional

𝑎
Bahwa bilangan irrasional adalah yang tidak dapat dinyatakan sebagai dengan 𝑎 dan
𝑏

𝑏 bilangan bulat,𝑏 ≠ 0

Pada umumnya bilangan bentuk akar merupakan bilangan irrasional ,akan tetapi perlu diketahui
bahwa tidak semua bilangan yang menggunakan tanda akar pasti bentuk akar . bentuk akar
adalah akar suatu bilangan yang hasilnya bukan bilangan rasional.

Contoh bilangan irrasional :

a. √2 = bentuk akar
b. √9 = 3 (rasional) jadi bukan bentuk akar
c. √20 = bentuk akar
d. √100 = 10 (rasional) jadi bukan bentuk akar
3
e. √7 = bentuk akar
4
f. √81 = 3 (rasional ) jadi bukan bentuk akar
Telah dibaca bahwa setiap setiap bilangan rasional dapat dinyatakan
sebagai pecahan desimal. Berahir atau pecahan desimal. Berahir atau ber ulang
pecahan desimal berulang terarur. Setiap pecahan desimal berahir atau pecahan
desimal yang angka-angkanya berulang teratur adalah bilangan rasional.
Selanjutnya bilangan yang jika dinyalakan dalam bentuk pecahan desimal tidak akan
berahir maka bilangan itu merupakan bilangan irrasional. Misalkan,
0,3733733373337333337….adalah bilangan irrasional, sebab angka-angkanya tidak
berahir dan berulang teratur.

1
Bilangan 𝜋 merupakana contoh bilangan irrasional.𝜋 bukan 3 7 atau 3,1416,

tetapi 𝜋 adalah bilangan yang lambangnya tidak berahir dan tidak berulang .
pendekatan 𝜋 sampai 20 angka desimal adalah : 3,14159265358979323846

Pada mulanya orang yunani kuno menghabiskan waktu lama untuk membahas apakah
ada bilangan selain bilangan rasional. Kenyataanya dalam beberapa tahun, kelompok
matematikawan dan Pythagoras menyatakan dengan tegas bahwa tidak ada bilangan yang
tidak rasional. Tetapi suatu hari mmereka mulai bertanya : berapakah panjang sisi sebuah
bujur sangkar yang luasnya 2? Tentu saja, jika jika panjang sisinya 𝜏, maka 𝜏.𝜏 2.bilangan
apakah yang dikalikan diri sendiri sama dengan 2? (atau berapa akar pangkat dua ddari 2,
dinyatakan √2 akhirnya dibuktikan bahwa √2 tidak rasional.

C. Contoh bilangan rasional dan irrasional


a. CONTOH BILANGAN RASIONAL
1) 0,323232….atau 0,32

Missal : x =0,323232……

100x=32323232…..

X = 0,323232… -x= 32 jadi 0,323232…= 32

99x=32 99 99

2) 1 +1.02 =1.00 + 1.02= 2.02


3) 0.005 + 0.5 = 0.0005 +0.500 =0.505
4) 2.24 + 1.8 = 2.24 + 1.80 = 4.04
5) 3.14 – 2.7 = 3.14 – 2.70 = 0.44
6) 0,4999………..= 0,49
1
7) -22 = -2,5

b. Contoh bilangan irrasional


1) √2 =1,4142……
2) √3 = 1,7320……
3) √7 = 2,6457513111….
4) e=2,7182818285
5) 1/√2= 0,7071086