Anda di halaman 1dari 29

CRITICAL JURNAL REVIEW

MANAJEMEN KELAS

“Strategi dan Pendekatan Pengelolaan Kelas dalam Pembelajaran”

Dosen Pembimbing : Raudatus Syaadah, M.Pd.I

DISUSUN OLEH :

Nama : Rizka Ramadani Sam

Nim : 03107181033

Semester : III (Tiga)

JURUSAN MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM

FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUMATERA UTARA

MEDAN / 2019
KATA PENGANTAR

Alhamdulillah segala puji hanya milik Allah Swt. Tuhan pengurus seluruh alam,atas
berkah dan karunia-Nyalah tugas saya mengenai “Critical Jurnal Review” dapat
terselesaikan tepat waktu. Shalawat dan salam marilah kita limpahkan kepada Nabi
Muhammad Saw. beserta seluruh keluarga dan sahabat serta pengikut ajarannya hingga akhir
zaman.

Tugas ini disusun bertujuan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah
Manajemen Kelas. Sebagai bentuk dasar uraian materi dari pelajaran yang dijadikan sebagai
salah satu pengetahuan dasar yang dapat dikaitkan dalam islam untuk menjawab
perkembangan ilmu pengetahuan dan tekhnologi serta menggunakan metode ini sebagai sikap
untuk memecahkan masalah-masalah yang dihadapi sehingga lebih menyadari kebesaran dan
kekuasaan pencipta-nya.
Jika dalam tugas ini masih terdapat kekurangan, saya mengharapkan kritik dan saran
yang membangun demi penyempurnaan pada tugas selanjutnya. Saya mengucapkan
terimakasih kepada semua pihak yang terlibat dalam pembuatan tugas ini. Semoga tugas ini
mampu memberikan pengetahuan yang lebih luas khususnya bagi yang telah mengetahui dan
menjadi wawasan yang sangat berharga bagi yang baru mengetahuinya.

Medan, 16 Oktober 2019

Rizka Ramadani Sam


DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ......................................................................................... i

DAFTAR ISI...................................................................................................... . ii

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah.................................................................................. 1

B. Tujuan Penelitian.............................................................................................. 1

C. .Manfaat Penelitian........................................................................................... 2

BAB II RINGKASAN ARTIKEL / JURNAL

1.1 Identitas Jurnal .............................................................................................. 3

1.2. Ringkasan Jurnal .. ......................................................................................... 3

BAB III KEUNGGULAN PENELITIAN

2.1 Kegayutan Antar Elemen. ............................................................................... 7

2.2. Origanalitas Temuan ...................................................................................... 7

2.3. Kemutakhiran Masalah ................................................................................. 7

2.4. Kohesi dan Koherensi Isi Penelitian .............................................................. 8

BAB IV KELEMAHAN PENELITIAN

3.1. Kegayutan Antar Elemen ............................................................................... 9

3.2. Origanalitas Temuan ...................................................................................... 9

3.3. Kemutakhiran Masalah ................................................................................. 9

3.4. Kohesi dan Koherensi Isi Penelitian .............................................................. 9

BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan ............................................................................................... 10
B. Saran ......................................................................................................... 10

DAFTAR PUSTAKA .......................................................................................... 1


BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah


Dalam dunia pendidikan sudah tidak asing lagi bagi kita untuk mendengar
pengelolaan kelas atau lebih tepatnya manajemen kelas. Dalam perkuliahan mata kuliah ini
sagat dminan dikaji agar mampu mememahami lebih dalam bagaimana cara dalam
pengeolaan kelas agar tercipta kelas yang aman, indah, kompak, da lain sebagainya. Sehingga
dalam proses pembelajaran para siswa mampu memahami materi yang disampaikan oeg guru.
Manajemen kelas adalah kegiatan-kegiatan yang diupayakn oleh seorang guru untuk
menciptakan situasi kelas yang kondusif dalam rangka pencapaian tujuan pembelajaran yang
maksimal. Dalam Kegiatan belajar mengajar terdapat dua hal yang turut menentukan berhasil
tidaknya suatu proses belajar mengajar, yaitu pengelolaan kelas dan pengajaran itu sendiri.
Kedua hal tersebut saling tergantung satu sama lain. Keberhasilan pengajaran, dalam arti
tercapainya tujuan tujuan intruksional sangat bergantung pada kemampuan mengelola kelas.
Kelas yang baik dapat menciptakan situasi yang memungkinkan siswa belajar sehingga
merupakan titik awal keberhasilan pengajaran.
Agar pendidik berhasil dalam mengelola anak didiknya, maka guru harus
mempertimbangkan metode apa yang harus dipakainya, melihat waktu, serta kondisi yang
ada. Karena hal tersebut akan menunjang keberhasilan dalam pengelolaan kelas.

B. Tujuan Penelitian
1. Melatih mahasiswa untuk berpikir kritis dan memberikan pendapat terhadap
problematika Pengelolaan kels dalam dunia Pendidikan melalui jurnal ini.
2. Untuk mengetahui hasil analisis mahasiswa terkait dengan keunggulan dan kelemahan
dari jurnal yang diteliti.
C. Manfaat Penelitian

1. Mahasiswa dapat melatih diri untuk berikir kritis, memberikan pendapat serta
argumen.
2. Mahasiswa dapat lebih teliti dalam memilih jurnal yang unggul untuk dijadikan
sebagai media pembelajaran.
BAB II
RINGKASAN ARTIKEL / JURNAL
2.1.Identitas Jurnal
Judul :
Strategi dan Pendekaa Pengelolaan Kelas dalam Pembelajaran.
Penulis : Siti Yumnah
Volume / No : Vol. 13/1
Halaman : 18-26
Tahun : 2018
ISSN : 2579-7131
Alamat Email :-
Tujuan Penelitian : Untuk memamahami pengelolaan maanjemen kelas.

2.2.Ringkasan Jurnal
A. Pendahuluan
Pengelolaan kelas merupakan tingkah laku komplek yang digunakan oleh guru untuk
memelihara suasana kelas sehingga memungkinkan siswa belajar dengan hasil yang efisien
dan berkualitas tinggi. Pengelola kelas yang efektif merupakan persyaratan utama untuk
mencapai tujuan pengajaran yang efektif. Pengelolaan kelas dapat dianggap sebagai tugas
yang paling pokok dan sekaligus paling sulit yang harus dilakukan oleh guru.
B. Tujuan Pengelolaan Kelas
Secara umum, tunjangan pengelola kelas adalah untuk meningkatkan mutu
pembelajaran. Mutu pembelajaran akan tercapai jika tujuan pembelajaran tercapai. POUD
dan Dirjen Dikdasmen (1996) yang dikutip Rahman menjelaskan bahwa tujuan pengelolaan
kelas adalah a. Mewujudkan kondisi kelas sebagai lingkungan belajar atau sebagai kelompok
belajar yang memungkinkan berkembangnya kemampuan masing-masing b. Menghilangkan
berbagai hambatan yang merintangi interaksi belajar yang efektif, c. Menyediakan fasilitas
atau peralatan dan mengaturnya hingga kondusif bagi kegiatan belajar siswa yang sesuai
dengan tuntutan pertumbuhan dan perkembangan social, emosional, dan intelektualnya, dan
d. Membina perilaku siswa sesuai dengan latar belakang social, ekonomi, budaya, dan
keindividuannya.
C. Strategi Pengelolaan Kelas dalam Pembelajaran
Strategi Pengelolaan Kelas dalam pembelajaran harus meningkatkan kemampuan
belajar siswa antara lain:
1. Menciptakan suasana atau kondisi kelas yang optimal
2. Berusaha menghentikan tingkah laku siswa yang menyimpang
3. Menciptakan Disiplin Kerja
4. Menciptakan Keharmonisan antara guru dengan siswa

D. Faktor Pendukung dan Penghambat dalam Pengelolaan Kelas


Factor Pendukung dalam Pengelolaan Kelas Menurut Nawawi factor yang
mendukung pengelolaan kelas antara lain :

a. Kurikulum
b. Bangunan dan sarana kelas
c. Guru
d. Murid
e. Dinamika Kelas

Faktor Penghambat dalam pengelolaan kelas Selain faktor pendukung tentu ada factor
penghambatnya. Dalam pelaksanaan pengelolaan kelas akan ditemukan berbagai faktor
penghambat. Hambatannya tersebut bisa dating dari guru sendiri, dari peserta didik,
lingkungan keluarga maupun karena faktor fasilitas.

a. Guru
b. Peserta Didik
c. Keluarga
d. Fasilitas

E. Peran dan Tugas Guru Dalam Pengelolaan Kelas

Guru sebagai guru, guru sebagai teladan, guru sebagai penasehat, guru sebagai
pemegang otoritas, guru sebagai pemburu, guru sebagai pemandu, guru sebagai pelaksana
tugas rutin, guru sebagai insan visioner, guru sebagai pencipta, guru sebagai orang yang
realistis, guru sebagai penutur cerita dan seorang aktor, guru sebagai pembongkar kemah,
guru sebagai peneliti, guru sebagai penilaian.

Dalam pengelolaan kelas yang efektif, guru harus mempunyai tugas yang baik,
diantaranya;

a. Memberikan rangsangan kepada siswa dengan menyediakan tugas-tugas


pembelajaran yang kaya (rich learning teks) dan terancang baik, untuk meningkatkan
perkembangan Intelektual, emosional, spiritual dan social siswa.
b. Berinteraksi dengan siswa untuk mendorong keberanian, mengilhami, menentang,
diskusi, berbagi menjelaskan, menegaskan, merefleksi, menilai dan merayakan
perkembangan, pertumbuhan dan keberhasilan.
c. Menunjukkan keuntungan atau manfaat yang diperoleh dari mempelajari suatu pokok
bahasan
d. Berperan sebagai seorang yang membantu, seseorang yang mengarahkan dan
memberi penegasan, seseorang yang mengarahkan dan memberi penegasan, seseorang
yang memberi jiwa dan mengilhami siswa dengan cara membangkitkan rasa ingin
tahu. Rasa antusias, dengan demikian guru berperan sebagai pemberi informasi
(informer) dan fasilitator
e. Menciptakan suasana pembelajaran yang membuat siswa nyaman tinggal di kelas,
menyenangkan, kondusif, sehingga efektif dalam mencapai tujuan pembelajaran. Ini
adalah esensi dari PAKEM (pembelajaran aktif, kreatif dan menyenangkan)
f. Seorang guru harus memfasilitasi, mendukung, dan mengkomodasikan agar siswa
mampu membangun pengetahuannya sendiri terkait pokok/bahasan mata pelajaran
melalui proses eksplorasi, interaksi dan refleksi.
g. Menggunakan keterampilannya agar dapat bekerja secara efektif, penuh percaya diri,
peka dan penuh kejujuran dalam situasi yang penuh tantangan baru.
h. Berperan sebagai individu yang mampu memilih dan menggunakan secara bijaksana
berbagai kaidah dan hukum keilmuan yang telah ada. Di sini peran siswa di
kembangkan sebagai pengguna ilmu ( complier), penuntut ilmu (cognizer), dan
pencipta ilmu (creator).

F. Pendekatan Pengelolaan Kelas


1. Pendekatan Kekuasaan
2. Pendekatan Ancaman
3. Pendekatan Kebebasan
4. Pendekatan Resep
5. Pendekatan Pengajaran
6. Pendekatan Perubahan Tingkah Laku
7. Pendekatan Sosio Emosional DA Hubungan Sosial
8. Pendekatan Kerja Keompok
9. Pendekatan Elektis atau Pluralistik
10. Pendekatan Teknologi dan Informasi
BAB III
KEUNGGULAN PENELITIAN
2.1.Kegayutan Antar Elemen
Penulis atau peneliti mampu menyajikan materi secara beruntun,sistematis,dan
berkesinambungan. Antara subjek materi satu ke subjek lain-Nya, dengan mencantumkan
bahwa permasalahan utama suatu lembaga pendidikan dalam pengelolaan kelas adalah
kurangnya pemahaman akan pengelolaan kelas dalam pembelajaran Dilanjutkan dengan
penilaian Kinerja pendapat para ahli. Sehingga dikajilah masalah ini lebih dalam lagi secara
sistematis agar setiap para guru mampu mengelola kelas dengan baik.
2.2. Originalitas Temuan Jurnal 1,2, dan 3.
Teori dan konsep yang digunakan peneliti dalam penelitian-Nya menjelaskan bahwa
ide dan gagasan para peneliti begitu cemerlang juga mengadopsi pemikiran maju untuk
menyelamatkan pengelolaan kelas dalam lembaga pedidikan yang saat ini ada yang
disampaikan para ahli ataupun dari kutipan penulis. Pada jurnal tersebut juga menghadirkan
pendapat beberapa ahli dalam mendefenisikan dan menjabarkan strategi yang baik untuk
mensiptakan suasana kelas yang baik, sehingga keoriginalitas penelitian bisa dikatakan baik
dan mencukupi standar untuk melakukan penelitian.
2.3.Kemutakhiran Masalah Jurnal 1,2, dan 3.
Kesulitan pendidikan dan lembaga juga para pendidik dalam penyampaian,
penguasaan, serta pentransferan pembelajaran dalam suatau kelas yang kurang tepat menjadi
problematika akut hampir diseluruh lembaga sekolah ataupun organisasi didaerah terpencil,
maupun di daerah yang terluas. Termasuk kota-kota besar yang cukup maju tingkat
perkembangan pendidikan, Dan lembaga atau organisasi,motivasi pemimpin pada bawahan
serta motivasi bawahan ke pada bawahan lainnya. Oleh sebab itu,pokok permasalahan ini
memberitahukan kita bahwa pentingnya menarik minat penerapan mengelola kelas yang baik
untuk memperbaiki proses perkembangan suatu lembaga. Selain itu, penelitian ini bukan lagi
topik terbaru melainkan akan terus berkembang pada setiap zaman, baik untuk diketahui dan
dibaca. Karena jurnal ini membahas permasalahan yang mutakhir hingga sekarang dan akan
terus di permasalahkan.
2.4.Kohesi dan Koherensi Isi Penelitian
Penulis mampu menghubungkan setiap kata dalam setiap paragraf, sehingga menjadi
kalimat yang cukup baik dan memberikan kesan yang mudah dipahami oleh pembaca tertentu
jika ia memahami dengan seksama. Seperti yang diterangkan sebelumnya bahwa jurnal
tersusun secara sistematis (terstruktur) dan bagian satu dan lain-Nya masih memiliki
kesinambungan yang erat dan menarik.
Diawal penulis telah menjelaskan tentang permasalahan dalam mengelola krlas yang
kurang memperhatikan profesinya sehingga tidak memahami konsep yang bagus diterapkan
bagaimana. Hingga di akhir penelitian jurnal ini, penulis masih juga terkesan membahas
mengenai pendekatan pengelolaan kelas dalam pembelajaran yang harus dipahami oleh setiap
guru maupun lembaga. Oleh karena itu diperlukan sebuah partisipasi yang baik pada seorang
gutu.
BAB IV
KELEMAHAN PENELITIAN

3.1. Kegayutan Antar Elemen


Dari penjelasan sebelum-Nya, penulis tidak memaparkan dengan jelas mengenai
tujuan dari penulisan jurnal ini dengan baik. Terkait dengan penjelasan yang ambigu dan
beberapa kata yang sulit dipahami serta tidak adanya contoh ada penjelasan tersebut.
Kemudian dibagian Abstrak, penulis kurang memaparkan secara terperinci kata kunci yang
diterapkan. Alangkah lebih baiknya penulis menggunakan dua bahasa dalam abstraa sehingga
jurnal ini nampak lebih meyakinkan dan memperkaya isi jurnal.
3.2.Originalitas Temuan
Dari pengamatan saya, penelitian seperti ini sudah tentu menjadi topik yang sering
dibahas mengingat perkembangan manajeme kelas di lembaga pendidikan di Indonesia tidak
mengalami perubahan yang pesat dari tahun ke tahun dan masih itu-itu saja. Sehingga
memiliki kecenderungan untuk mengadopsi atau mengambil beberapa gagasan dari pakar
informasi dan tekhnologi bahkan hasil penelitian milik orang lain.
3.3.Kemutakhiran Masalah
Penelitian ini hanya berisi pendapat penulis atau pun teori dari para ahli mengenai
penelitian penulis. Tidak ada bukti berupa tabel dan grafik dalam menjelaskan hasil atau
sejauh mana metode ini akan berhasil jika telah dilakukan.
3.4.Kohesi dan Koherensi Isi Penelitian
Dari segi kohesi dan koherensi yang ada pada jurnal ini tidak memiliki kelemahan yang
terlalu menonjol, dikarenakan penulis sangat berhati-hati dalam memaparkan penulisan pada
jurnal mengenai kohesi dan koherensi yang bertujuan untuk mendapat efek intensitas bahasa,
kejelasan informasi, dan keindahan bahasa. Dan dalam jurnal ini kohesi sudah cukup bagus
ditinjau dari segi hubungan-hubungan yang terjadi pada setiap penjelasan dari teori yang
dipaparkan.
BAB V
PENUTUP
A. Simpulan
Kesimpulan yang bisa saya ambil dari penelitian terhadap jurnal ini berkaitan dengan
kemmapuan seorag guru dalam menciptakan suasana belajar yang efektif dan efisien dalam
kelas. Maka dalam hal ini, untuk membuat suasana kelas yang memungkinkan siswa untuk
belajar dengan mudah, aman, dan tenang, maka kuncinya bukan hanya pada kemampuan
guru dalam menyampaikan materi pembelajaran, tetapi juga oleh kemampuan untuk
menciptakan suasana yang kondusif, maka guru harus merencanakan dan
mengimplementasikan manajemen kelas secara efektif dan fisien. Manfaat yang sangat besar
bisa kita ambil dalam jurnal ini, bahwa setiap pembaca dituntut memahami tugas seorang
guru dalam suatu lembaga agar benar-benar mematangkan manajemen kelas yang baik.
Dalam hal ini menurit saya jurnal ini sangat bermanfaat dan banyak menarik minat pembaca
dalam memahami profesi mereka terutama seorang pendidik.

B. Saran
Saran saya sebagai review atau peneliti dari jurnal penulis, dalam hal ini seharusnya
penulis menambahkan hasil penelitiannya berupa tabel atau grafik kemajuan dalam
peneleitian tersebut bukan hanya sekedar metode atau teori yang dikemukakan oleh para ahli
sebagai penguat atas pendapat dari peneliti sendiri. Adapun untuk saya sendiri sebagai
seorang review mengharap kan saran dari para pembaca untuk kemajuan tugas berikutnya
agar lebih baik lagi.
DAFTAR PUSTAKA

Yumnah, Siti. 2018. Strategi dan Pendekatan Pengelolaan Kelas dalam Pembelajaran.
Jurnal Studi Islam, 13, 18-26
E-ISSN: 2579-7131 PANCAWAHANA: Jurnal Studi Islam Vol.13, No.1, April
2018

STRATEGI DAN PENDEKATAN PENGELOLAAN


KELAS DALAM PEMBELAJARAN

Siti Yumnah
Sekolah Tinggi Agama Islam Pancawahana Bangil, Indonesia

Abstract: Class management is a lagging and continuous activity to create a


classroom atmosphere that allows students to learn easily, safely and calmly so
as to enable efficient and effective learning interactions. The success of
learning is not only determined by the teacher's ability to deliver learning
material, but also by the ability to create a conducive atmosphere that allows
students to learn easily, safely, and gladly the teacher must be able to plan and
implement classroom management efficiently and effectively. Keywords:
Class management approach.

Pendahuluan

Dalam Kegiatan belajar mengajar terdapat dua hal yang turut menentukan
berhasil tidaknya suatu proses belajar mengajar, yaitu pengelolaan kelas dan
pengajaran itu sendiri. Kedua hal tersebut saling tergantung satu sama lain.
Keberhasilan pengajaran, dalam arti tercapainya tujuan tujuan intruksional sangat
bergantung pada kemampuan mengelola kelas. Kelas yang baik dapat
menciptakan situasi yang memungkinkan siswa belajar sehingga merupakan titik
awal keberhasilan pengajaran.

Tugas utama guru adalah menciptakan suasana kelas agar terjadi interaksi,
belajar mengajar yang dapat memotivasi siswa untuk belajar dengan baik dan
sungguh-sungguh. Untuk itu guru seyogyanya memiliki kemampuan untuk
melakukan interaksi belajar mengajar yang baik. Salah satu kemampuan yang
sangat penting adalah kemampuan dalam mengelola kelas.1

Pengelolaan kelas ditinjau dari pengertian lama dan pengertian baru sebagai
berikut :

1. Pengertian lama : Pengelolaan kelas adalah mempertahankan ketertiban kelas


2. Pengertian baru : Pengelolaan kelas adalah proses seleksi adalah proses seleksi
dan menggunakan alat-alat yang tepat terhadap problem dan situasi
pengelolaan kelas. Guru bertugas menciptakan, memperbaiki dan memlihara
organisasi kelas sehingga individu dapat memanfaatkan kemampuannya,
bakatnya, dan energi pada tugas-tugas individual.2

Siswa dapat belajar dengan baik, dalam suasana yang wajar tanpa tekanan dan
dalam kondisi yang merangsang untuk belajar. Mereka memerlukan bimbingan dan
dalam kondisi yang merangsang untuk belajar. Mereka memerlukan bimbingan dan
bantuan untuk memahami bahan pengajaran dalam berbagai kegiatan belajar. Untuk
menciptakan suasana yang membutuhkan gairah belajar, meningkatkan prestasi
belajar siswa, dan lebih memungkinkan guru memberikan bimbingan siswa dalam
belajar, diperlukan pengorganisasian atau pengelolaan kelas yang memadai.

1
Conny Samiawan dkk, pendekatan keterampilan proses Jakarta, Grasindo, 1986, hal 63
2
Pidarta H, Pengelolaan Kelas, Surabaya usaha Nasional 1970. hal 11.

18
E-ISSN: 2579-7131 PANCAWAHANA: Jurnal Studi Islam Vol.13, No.1, April
2018

Agar pendidik berhasil dalam mengelola anak didiknya, maka guru harus
mempertimbangkan metode apa yang harus dipakainya, melihat waktu, serta
kondisi yang ada. Karena hal tersebut akan menunjang keberhasilan dalam
pengelolaan kelas.

Pengelolaan kelas merupakan tingkah laku komplek yang digunakan oleh


guru untuk memelihara suasana kelas sehingga memungkinkan siswa belajar
dengan hasil yang efisien dan berkualitas tinggi. Pengelola kelas yang efektif
merupakan persyaratan utama untuk mencapai tujuan pengajaran yang efektif.
Pengelolaan kelas dapat dianggap sebagai tugas yang paling pokok dan sekaligus
paling sulit yang harus dilakukan oleh guru.3

Apabila pengaturan kondisi belajar maksimal dengan sendirinya, besar


kemungkinan proses pembelajaran akan berlangsung secara maksimal pula,
sebaiknya, apabila terdapat kekurangan antara tugas dan sarana atau alat atau
terputusnya antara suatu keinginan dengan keinginan lain, atau kebutuhan dengan
pemenuhannya, maka terjadilah gangguan proses belajar yang dimaksud.

Tujuan Pengelolaan Kelas

Secara umum, tunjangan pengelola kelas adalah untuk meningkatkan mutu


pembelajaran. Mutu pembelajaran akan tercapai jika tujuan pembelajaran tercapai.

Menurut Sudirman N (dalam Djamarah dan Zain) secara umum tujuan


pengelolaan kelas adalah penyediaan fasilitas bagi bermacam-macam kegiatan
belajar siswa dalam lingkungan social, emosional dan intelektual dalam kelas.
Fasilitas yang disediakan itu memungkinkan siswa belajar dan bekerja,
terciptanya suasana social yang memberikan kepuasan, suasana disiplin,
perkembangan intelektual, emosional, sikap serta apresiasi kepada siswa.4

Pengelolaan kelas yang bukan tanpa tujuan, karena itu ada tujuan itulah guru
selalu berusaha mengelola kelas, walaupun terkadang kelelahan fisik maupun
pikiran disarankan. Guru sadar tanpa mengelola kelas dengan baik, maka akan
menghambat kegiatan belajar mengajarnya, itu sama saja membiarkan
jalannyapengajar tanpa membawa hasil, yaitu mengantarkan anak didik dari tidak
tahu menjadi berilmu.

Suharsimi Arikunto berpendapat bahwa tujuan pengelola kelas adalah agar


setiap anak di kelas dapat bekerja dengan tertib sehingga segera tercapai tujuan
pengajaran secara efektif dan efisien.

a. Setiap anak terus bekerja, tidak macet, artinya tidak ada anak yang berhenti
karena tidak tahu akan tugas yang diberikan padanya : dan

b. Setiap anak harus melakukan pekerjaan tanpa membuang waktu, artinya tiap
anak akan bekerja secepatnya agar kelas menyelesaikan tugas yang diberikan
kepadanya.5
3
Suparno dkk. Dimensi-Dimensi mengajar, Bandung; CV Sinar Baru, 1987, hal74-75.
4
Syaiful Bahri Djamarah, Peserta Didik Dalam Interaksi Edukatif, Jakarta. PT.
Rineka Cipta. 2000. hal 178
5
Arikunto CV Rajawali, 1992 hal 68

19
E-ISSN: 2579-7131 PANCAWAHANA: Jurnal Studi Islam Vol.13, No.1, April
2018

Jadi, berbeda antara (a) dan (b) adalah adalah pada (a) anak tidak tahu akan
tugas atau tidak dapat melakukan tugas, dan pada (b) anak tahu dan dapat, tetapi
kurang bergairah bekerja.

POUD dan Dirjen Dikdasmen (1996) yang dikutip Rahman menjelaskan


bahwa tujuan pengelolaan kelas adalah

a. Mewujudkan kondisi kelas sebagai lingkungan belajar atau sebagai kelompok


belajar yang memungkinkan berkembangnya kemampuan masing-masing

b. Menghilangkan berbagai hambatan yang merintangi interaksi belajar yang


efektif,

c. Menyediakan fasilitas atau peralatan dan mengaturnya hingga kondusif bagi


kegiatan belajar siswa yang sesuai dengan tuntutan pertumbuhan dan
perkembangan social, emosional, dan intelektualnya, dan

d. Membina perilaku siswa sesuai dengan latar belakang social, ekonomi,


budaya, dan keindividuannya.6

Keberhasilan sebuah kegiatan dapat dilihat dari hasil yang dicapainya. Tujuan
adalah titik akhir dari sebuah kegiatan dan tujuan itu juga sebagai pangkal tolak
pelaksanaan kegiatan selanjutnya. Keberhasilan sebuah tujuan dapat dilihat dari
efektivitas dalam pencapaiannya tujuan itu serta tingkat efisiensi dari penggunaan
berbagai sumber daya yang miliki

Strategi Pengelolaan Kelas dalam Pembelajaran


Strategi Pembelajaran adalah rangkaian kegiatan dalam proses pembelajaran
tyang terkait dengan pengelolaan siswa di kelas, pengelolaan guru, pengelolaan
kegiatan pembelajaran, pengelolaan lingkungan belajar, pengelolaan sumber
belajar dan penilaian (asesmen) agar pembelajaran lebih efektif dan efisien sesuai
dengan tujuan pembelajaran yang ditetapkan.

Strategi pembelajaran erat hubungannya dengan Tehnik pembelajaran.


Tehnik pembelajaran adalah Implementasi dari metode pembelajaran yang secara
nyata berlangsung di dalam, tempat terjadinya proses pembelajaran.7

Strategi Pengelolaan Kelas dalam pembelajaran harus meningkatkan


kemampuan belajar siswa antara lain

a. Menciptakan suasana atau kondisi kelas yang optimal

Seorang guru harus bisa menciptakan suasana atau kondisi dari kondisi
interaksi pendidikan dengan jalan menciptakan kondisi baru yang
menguntungkan proses belajar mengajar sehingga siswa bersemangat dalam
belajarnya. Keterampilan yang harus dimiliki guru yang berhubungan dengan
penciptaan dan pemeliharaan kondisi belajar adalah sikap tanggap, membagi
perhatian, dan pemusatan perhatian kelompok.

b. Berusaha menghentikan tingkah laku siswa yang menyimpang.


Seorang guru melakukakn identifikasi masalah dengan jalan berusaha
memahami dan menyelidiki penyimpangan tingkah laku siswa yang
mengganggu kelancaran proses belajar mengajar di kelas. Sekolah itu guru

6
P OUD dan Dirjen Dikdasmen yang dikutip Rackman 1998/1999. Hal 15 / Rulam
Ahmadi, profesi keguruan, Jogyakarta AR-RUZZ Media 2018. hal 171
7
Suyono dan Hariyanto, Belajar dn pembelajaran Bandung, PT Remaja Rosdakarya, 2017
hal 20

20
E-ISSN: 2579-7131 PANCAWAHANA: Jurnal Studi Islam Vol.13, No.1, April
2018

memberikan teguran dan bimbingan serta pengarahan-pengarahan agar tercipta


tingkah laku siswa yang mendukung kelancaran proses belajar mengajar.

c. Menciptakan Disiplin Kerja

Pembinaan disiplin kelas atau pencegahan terjadinya pelanggaran


disiplin kelas atau pencegahan terjadinya pelanggaran disiplin bisa dilakukan
dengan cara membuat tata tertib kelas.8

d. Menciptakan Keharmonisan antara guru dengan siswa

Keharmonisan hubungan guru dengan siswa mempunyai efek terhadap


pengelolaan kelas terutama dalam meningkatkan efektifitas belajar mengajar.
Hubungan guru dan siswa dikatakan baik apabila hubungan itu memiliki
sifat-sifat sebagai berikut :

1. Saling keteergantungan antara satu dengan yang lain

2. Kebebasan yang memperbolehkan setiap orang tumbuh dan


mengembangkan keunikannya, kreatifitasnya, dan kepribadiannya.

3. Saling memenuhi kebutuhan sehingga tidak ada kebutuhan satu orangpun


yang tidak terpenuhi.9

Faktor Pendukung dan Penghambat dalam Pengelolaan Kelas

1. Factor Pendukung dalam Pengelolaan Kelas


Menurut Nawawi factor yang mendukung pengelolaan kelas antara lain :
a. Kurikulum

Sekolah yang kurikulumnya dirancang secara tradisional akan


mengakibatkan aktifitas kelas akan berlangsung secara statis. Sedangkan
sekolah yang diselenggarakan dengan kurikulum moder pada dasarnya
akan mampu menyelenggarakan kelas yang bersifat dinamis

Kedua kurikulum diatas kurang serasi dengan kondisi masyarakat


Indonesia yang memiliki pandangan hidup pancasila.

b. Bangunan dan sarana kelas.

Perencanaan dalam membangun sebuah gedung untuk sebuah sekolah


berkenaan dengan jumlah dan luas setiap ruangan letak dan dekorasinya
yang harus disesuaikan dengan kurikulum yang dipergunakan. Akan
tetapi karena kurikulum selalu dapat berubah sedang ruangan atau
gedung bersifat permanen, maka dipergunakan kreatifitas dalam
mengatur pendayagunaan ruang/gedung.

c. Guru

Tugas guru sebagai suatu profesi menuntut kepada guru untuk


mengembangkan profesionalitas diri sesuai perkembangan Ilmu
pengetahuan dan Teknologi, mendidik, mengajar, dan melatih anak didik
adalah tugas guru sebagai suatu profesi.

d. Murid

Setiap murit memiliki perasaan diterima (membership) terhadap kelasnya


agar mampu ikut serta dalam kegiatan kelas. Perasaan diterima itu akan

8
Evis Karwati, Management kelas. Bandung CV ALFABETA 2014 hal 212
9
Thomas Gordon (Ed), Guru yang efektif cara untuk mengatasi kesulitan dalam kelas
(Jakarta: Rajawali Press) 1990 hal 28

21
E-ISSN: 2579-7131 PANCAWAHANA: Jurnal Studi Islam Vol.13, No.1, April
2018

menentukan sikap tanggung jawab terhadap kelas yang secara langsung


berpengaruh pada pertumbuhan dan perkembangan masing-masing

e. Dinamika Kelas

Kelas adalah kelompok social yang dinamis yang harus dipergunakan


oleh setaip guru kelas untuk kepentingan murid dalam proses
kependidikannya, Dinamika kelas pada dasarnya berarti kondisi kelas
yang diliputi dorongan untuk aktif secara terarah yang dikembangkan
melalui kreatifitas dan inisiatif murid sebagai suatu kelompok.

2. Faktor Penghambat dalam pengelolaan kelas

Selain faktor pendukung tentu ada factor penghambatnya. Dalam pelaksanaan


pengelolaan kelas akan ditemukan berbagai faktor penghambat.
Hambatannya tersebut bisa dating dari guru sendiri, dari peserta didik,
lingkungan keluarga maupun karena faktor fasilitas.

a. Guru
b. Peserta Didik
c. Keluarga
d. Fasilitas

Peran dan Tugas Guru Dalam Pengelolaan Kelas

Terkait dengan sejumlah sandangan yang mau tidak mau harus diterima
guru, sebagai guru Profesional yang efektif dan guru yang unggul (the excellence
teacher) banyak teori yang telah diterapkan oleh para pakar pendidikan. Guru
pada hakekatnya merupakan seorang manusia multidimensional. Ada tiga fungsi
utama guru dalam pembelajaran, yaitu sebagai perencana (planner), pelaksana dan
pengelola (organizer) dan penilai (evaluator).

Pullias dan Young mengutarakan ada empat belas karakteristik yang


melekat pada seorang guru yang unggul, ada empat belas karakteristik guru yang
unggul adalah sebagai berikut :

Guru sebagai guru, guru sebagai teladan, guru sebagai penasehat, guru
sebagai pemegang otoritas, guru sebagai pemburu, guru sebagai pemandu, guru
sebagai pelaksana tugas rutin, guru sebagai insan visioner, guru sebagai pencipta,
guru sebagai orang yang realistis, guru sebagai penutur cerita dan seorang aktor,
guru sebagai pembongkar kemah, guru sebagai peneliti, guru sebagai penilaian.10

Guru yang professional harus mampu mewujudkan atau paling tidak


mendekati praktik pembelajaran yang ideal, guru harus selalu memperhatikan dan
tanggung jawab untuk melakukan penilaian tentang apa yang dapat dilakukan,
atau tentang apa yang harus dilakukan, atau penilaian terhadap apa yang mungkin
dilakukan oleh para siswa.
Tugas guru dalam pengelolaan kelas tidak dapat dielakkan bahwa dalam
situasi pembelajaran guru akan menghadapi berbagai keragaman. Keragaman itu

10
Suyono dan hariyanto, Belajar dan pembelajaran Bandung PT Remaja Rosada hal 236

22
E-ISSN: 2579-7131 PANCAWAHANA: Jurnal Studi Islam Vol.13, No.1, April
2018

dapat meliputi keragaman latar budaya, ras, suku, agama, atnik, jenis kelamin,
tingkat ekonomi dan banyak hal lagi.

Dalam pengelolaan kelas yang efektif, guru harus mempunyai tugas yang
baik, diantaranya;

a. Memberikan rangsangan kepada siswa dengan menyediakan tugas-tugas


pembelajaran yang kaya (rich learning teks) dan terancang baik, untuk
meningkatkan perkembangan Intelektual, emosional, spiritual dan social siswa.

b. Berinteraksi dengan siswa untuk mendorong keberanian, mengilhami,


menentang, diskusi, berbagi menjelaskan, menegaskan, merefleksi, menilai
dan merayakan perkembangan, pertumbuhan dan keberhasilan.

c. Menunjukkan keuntungan atau manfaat yang diperoleh dari mempelajari


suatu pokok bahasan

d. Berperan sebagai seorang yang membantu, seseorang yang mengarahkan dan


memberi penegasan, seseorang yang mengarahkan dan memberi penegasan,
seseorang yang memberi jiwa dan mengilhami siswa dengan cara
membangkitkan rasa ingin tahu. Rasa antusias, dengan demikian guru
berperan sebagai pemberi informasi (informer) dan fasilitator

e. Menciptakan suasana pembelajaran yang membuat siswa nyaman tinggal di


kelas, menyenangkan, kondusif, sehingga efektif dalam mencapai tujuan
pembelajaran. Ini adalah esensi dari PAKEM (pembelajaran aktif, kreatif dan
menyenangkan)

f. Seorang guru harus memfasilitasi, mendukung, dan mengkomodasikan agar


siswa mampu membangun pengetahuannya sendiri terkait pokok/bahasan
mata pelajaran melalui proses eksplorasi, interaksi dan refleksi.

g. menggunakan keterampilannya agar dapat bekerja secara efektif, penuh


percaya diri, peka dan penuh kejujuran dalam situasi yang penuh tantangan
baru.

h. berperan sebagai individu yang mampu memilih dan menggunakan secara


bijaksana berbagai kaidah dan hukum keilmuan yang telah ada.
Di sini peran siswa di kembangkan sebagai pengguna ilmu ( complier),
penuntut ilmu (cognizer), dan pencipta ilmu (creator).11

Jadi pembelajaran yang menyenangkan tidak membuat anak takut salah atau
takut di cemooh, di sepelekan dan di tertawakan, bisa menciptakan suasana
pembelajaran yang demokratis dan terbuka. Aktif memberi motivasi dan
memfasilitasi, aktif memantau kegiatan belajar siswa dan selalu siap melakukan
pendamnpingan dan bimbingan, aktif memberi umpan balik dan melakukan
refleksi bersama siswa.

Pendekatan Pengelolaan Kelas


Pengelolaan kelas bukanlah masalah yang berdiri sendiri, tetapi terkait
dengan berbagai faktor. Permasalahan anak didik adalah faktor utama yang terkait
langsung dalam hal ini. Karena pengelolaan kelas yang di lakukan guru tidak lain
adalah untuk meningkatkan belajar anak didik baik secara berkelompok maupun
secara individual. Lahirnya interaksi yang optimal tentu saja bergantung dari

11
Ibid hal 273 - 238

23
E-ISSN: 2579-7131 PANCAWAHANA: Jurnal Studi Islam Vol.13, No.1, April
2018

pendekatan yang guru lakukan dalam rangka pengelolaan kelas. Terdapat berbagai
pendekatan dalam manajemen kelas, berikut beberapa pendekatan dalam
pengelolaan kelas.

1. Pendekatan Kekuasaan

Pengelolaan kelas dalam pendekatan kekuasaan sebagai suatu proses untuk


mengontrol tingkah laku peserta didik di dalam kelas. Peranan guru di sini
adalah untuk menciptakan dan mempertahankan situasi disiplin dalam kelas.

Kedisiplinan adalah kekuatan yang menuntut kepada anak didik untuk


mentaatinya. Dengan demikian, fungsi guru sebagai individu yang berkuasa
di dalam kelas perlu di pahami dan di terapkan dengan baik, agar peserta
didik dapat mencapai tujuan belajar dan pembelajaran dengan baik.

2. Pendekatan Ancaman

Pendekatan ancaman atau intimidasi, pengelolaan kelas sebagai suatu proses


untuk mengkontrol tingkah laku anak didik. Pendekatan ancaman di dalam kelas
dapat di implementasikan melalui papan larangan, sindiran saat belajar, dan
paksaan kepada peserta didik yang membantah, yang semuanya di tujukan agar
peserta didik mengikuti apa yang di instruksikan oleh guru. Penerapan
pendekatan ancaman di dalam kelas harus di lakukan secara hati-hati dan perlu
diterapkan kriteria ancaman yang di perbolehkan untuk peserta didik.

3. Pendekatan Kebebasan

Pendekatan kebebasan dalam pengelolaan kelas merupakan suatu proses


untuk membantu peserta didik agar merasa bebas untuk mengerjakan sesuatu
kapan saja dan dimana saja tanpa di batasi oleh waktu dan tempat. Peranan
guru adalah mengusahakan semaksimal mungkin kebebasan anak didik dan
merupakan priorotas dalam proses belajar dan pembelajaran yang di
laksanakan di kelas.

4. Pendekatan Resep

Pendekatan resep ( cook book ) ini di lakukan dengan memberi satu daftar
yang dapat menggambarkan apa yang harus dan apa yang tidak boleh di
kerjakan oleh guru dalam mereaksi semua masalah atau situasi yang terjadi di
kelas. Peranan guru hanyalah mengikuti petunjuk seperti tertulis dalam resep.

5. Pendekatan Pengajaran

Pendekatan ini di dasarkan atas suatu anggapan bahwa dalam suatu


perencanaan dan pelaksanaan akan mencegah munculnya masalah tingkah
laku anak didik, dan memecahkan masalah itu bila tidak bisa dicegah.
Pendekatan ini menganjurkan tingkah laku guru dalam mengajar untuk
mencegah dan menghentikan tingkah laku anak didik yang kurang baik.
Peranan guru adalah merencanakan dan mengimplementasikan pelajaran
yang baik sehingga peserta didik mampu untuk belajar dengan baik di kelas.

6. Pendekatan Perubahan Tingkah Laku


Pendekatan perubahan tingkah laku dalam pengelolaan kelas sebagai suatu
proses untuk mengubah tingkah laku anak didik. Peranan guru adalah
mengembangkan tingkah laku anak didik yang baik dan mencegah tingkah
laku yang kurang baik.

7. Pendekatan Sosio Emosional dan Hubungan sosial

24
E-ISSN: 2579-7131 PANCAWAHANA: Jurnal Studi Islam Vol.13, No.1, April
2018

Pendekatan sosio-emosional dalam pengelolaan kelas merupakan suatu


proses menciptakan iklim atau suasana emosional dan hubungan sosial yang
positif dalam kelas. Artinya ada hubungan baik yang positif antara guru
dengan peserta didik, serta hubungan antar peserta didik. Disini guru adalah
kunci terhadap pembentukan hubungan pribadi itu, dan peranannya adalah
menciptakan hubungan pribadi yang sehat.

8. Pendekatan Kerja Kelompok

Pendekatan kerja kelompok dalam pengelolaan kelas sebagai suatu proses


untuk menciptakan kelas sebagai suatu sistem sosial, di mana proses
kelompok merupakan yang paling utama. Peranan guru adalah mengusahakan
agar perkembangan dan pelaksaanaan proses kelompok itu efektif. Proses
kerja kelompok adalah usaha guru mengelompokkan anak didik ke dalam
beberapa kelompok dengan berbagai pertimbangan individual sehingga
tercipta kelas yang bergairah dalam belajar.

9. Pendekatan Elektis atau Pluralistik

Pendekatan elektis menekankan pada potensi kreatifitas dan inisiatif dari


wali/guru kelas untuk memilih berbagai pendekatan yang tepat dalam
berbagai pendekatan yang tepat dalam berbagai situasi yang di hadapi di
kelas. Pendekatan elektis disebut juga dengan pendekatan pluralistic yaitu
pengelolaan kelas dengan memanfaatkan berbagai macam pendekatan dalam
rangka menciptakan dan mempertahankan kondisi belajar yang efektif dan
efisien. Guru berperan untuk memilih dan menggabungkan secara bebas
berbagai pendekatan dalam pengelolaan kelas.

10. Pendekatan Teknologi dan Informasi

Pendekatan teknologi dan informasi dalam pengelolaan kelas berasumsi


bahwa pembelajaran tidak cukup hanya dengan kegiatan ceramah dan transfer
pengetahuan, bahwa pembelajaran yang modern perlu memanfaatkan
penggunaan teknologi dan informasi di dalam kelas. Guru perlu memahami
dalam pembelajaran teknologi dan informasi tidak hanya terfokus pada
teknologi komputer saja, guru juga berkepentingan untuk memilih dan
menentukan teknologi dan informasi apa yang di butuhkan. Pembelajaran
berbasis teknologi dan informasi akan mempermudah proses pembelajaran.12

Penutup

Dalam pengelolaan kelas, guru melakukan sebuah proses atau tahapan


kegiatan yang di mulai dari merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi.
Sehingga apa yang di lakukan merupakan satu kesatuan yang utuh dan saling
terkait. Kegiatan pengelolaan kelas meliputi dua kegiatan yang secara garis besar
terdiri dari pengaturan peserta didik serta pengaturan fasilitas dan berbagai
aktifitas lainnya yang di lakukan guru di ruang kelas. Dalam rangka melaksanakan
pengelolaan kelas, guru harus mengenal tentang masalah-masalah pengelolaan
kelas, baik masalah yang bersifat individual maupun kelompok. Guru harus
memahami prinsip-prinsip dan pendekatan dalam pengelolaan kelas, mampu
12
Evis Karwati, Donni Juni Priansa, management kelas, guru Profesional yang Inspiratif, Kreatif,
menyenangkan, dan berprestasi. Bandung, ALFABET Juni 2014 hal 11-16

25
E-ISSN: 2579-7131 PANCAWAHANA: Jurnal Studi Islam Vol.13,
No.1, April 2018

mencari dan menerapkan alternative-alternatif solusi terhadap


persoalan pengelolaan kelas.

Daftar Rujukan

Arikunto Suharsini, Pengelolaan Kelas dan Siswa, Jakarta CV


Rajawali, 1992 Conny Samiawah dkk, Pendekatan Keterampilan
Proses, Jakarta Grasindo, 1986 Euis Karwati, Donni Juni Prahsa,
Management Kelas Guru Profesional Yang

Inspiratif, Kreatif, Menyenangkan dan Berprestasi, Bandung Al Fabet,


Juni 2014

Pidarta H, Pengelolaan Kelas, Usaha Nasional, Surabaya, 1970

Poud dan Dirjen Dikdasmen. 1998/1999, Di kutip Rahmah/ Rulam


Ahmadi, Profesi Keguruan, Jogyakarta AR-RUZZ Media, 2018

Syaifull Bahri Djamarah, Peserta Didik Dalam Interaksi Edukatif,


Jakarta, PT Rineka Cipta, 2000

Suparno dkk, Dimensi-Dimensi Mengajar, Bandung, CV Sinar Baru,


1987 Suyono dan Hariyanto, Belajar dan Pembelajaran, Bandung. PT
Reamaja Rosada,

2017

Thomas Gordon ( Ed ). Guru yang efektif Cara Untuk Mengatasi


Kesulitan dalam Kelas, Jakarta Rajawali Press, 1990

26