Anda di halaman 1dari 4

Topik:

1. Developing preparation strategy for runners and triathlon


Persiapan dalam melakukan olahraga merupakan hal yang penting untuk
dilakukan. Persiapan sebelum melakukan olahraga salah satunya bermanfaat
untuk mencegah terjadinya cidera pada atlet. Dalam olahraga berlari dan triathlon
ada beberapa hal yang harus dipersiapkan oleh seorang atlet, diantaranya:
 Pemilihan sepatu  Ketepatan memilih sepatu lari menentukan kualitas
gerakan dan performa seorang atlet. Sepatu merupakan perlengkapan
olahraga yang penting untuk melindungi kaki saat berpijak di tanah.
Penggunaan sepatu harus menyesuaikan bentuk kaki pengguna dan
aktivitas pengguna.
 Latihan  latihan yang dilakukan tergantung pada bentuk olahraga yang
diikuti baik itu lari maupun triathlon. Latihan harus dipersiapkan jauh-jauh
hari sebelum pertandingan agar mencapai hasil yang optimal. Tentunya
latihan harus dilakukan secara konsisten, sehingga penting untuk
melakukan gerakan yang bervariasi atau tidak monoton. Latihan yang
dilakukan untuk pertandingan lari berupa latihan daya tahan dan focus di
tungkai bawah. Sementara olahraga triathlon adalah perpaduan dari
olahraga lari, bersepeda, dan juga berenang, daya tahan kardiovaskular
sangat diperlukan dalam olahraga ini.
2. Gain retraining, injury prevention strategies, and maximizing running
performance
Pada atlet lari, ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan untuk meningkatkan
performa atlet, diantaranya:
 Biomekanik  Meliputi postur tubuh, bentuk kaki, gerakan pada masing-
masing individu, cidera yang pernah dialami
 Alas kaki  Meliputi pemilihan sepatu yang sesuai dengan kebutuhan,
bentuk kaki, dan kenyamanan pengguna
 Permukaan  Meliputi keadaan tanah untuk pijakan saat berlari apakah
keras, halus, mapupun berpasir seperti di pantai
 Kecepatan  Meliputi kecepatan saat awal berlari
 Medan atau tempat olahraga  Meliputi tempat dilakukannya olahraga
tersebut apakah dengan trek yang datar ataupun menanjak
 Nutrisi  Meliputi kebutuhan energy, pemasukan energy, nutrisi setelah
olahraga, dan hidrasi
 Pemulihan  Mengembalikan fungsi tubuh setelah olahraga dan
persiapan untuk olahraga berikutnya agar tidak memerlukan waktu yang
lama
3. Shoe assessment, run shoe testing for injury prevention and high performance
objectives
Sepatu adalah perlengkapan yang paling penting bagi seorang pelari. Kualitas
gerakan dan performa lari akan sangat dipengaruhi oleh kesesuaian sepatu yang
digunakan selama berlari. Pada umumnya, pelari menghentakkan kakinya ke
tanah dengan gaya tekan sekitar tiga hingga lima kali berat badannya. Tekanan
yang begitu besar harus dapat diterima oleh kakinya dan tanah yang menjadi
pijakan. Oleh karena itu, pemilihan sepatu yang tepat juga dapat memperkecil
risiko cedera saat berlari serta membantu Anda berlari dengan nyaman.
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam memilih sepatu:
 Ukuran sepatu.
 Sepatu terakhir atau yang pernah dipakai sebelumnya (sepatu bertahan
selama 10 bulan)
 Ada tidaknya permasalahan dengan sepatu yang dipakai sekarang.
 Kebutuhan biomekanik (ini mengacu pada tipe atau karakteristik kaki, dan
riwayat cedera kaki).
 Keadaan lingkungan sekitar saat berlari.
 Tipe aktivitas lari Anda (sesuaikan dengan jarak lari ataupun jenis lomba)
 Bentuk kaki (normal arch, low arch, dan high arch).
 Pronasi

Pronasi adalah gerakan kaki yang menekuk ke arah dalam saat kaki bergulir
yang bertujuan untuk mendistribusikan kekuatan hentakan dari tanah yang
dipijak saat lari. Idealnya, kaki menekuk ke dalam tidak lebih dari 15 persen.
Gerakan kaki yang menekuk dan bergulir tersebut erat kaitannya dengan
penyerapan guncangan dan membantu Anda menolak secara merata dari
bagian depan kaki. Meski pronasi adalah gerakan alami kaki, ukuran dari
sudut kelengkungan kaki (arch), dapat mempengaruhi kemampuannya untuk
bergulir, menyebabkan overpronation atau supinasi (underpronation). Berikut
hubungan antara ukuran kelengkungan kaki dan pronasi, beserta tips
pemilihan sepatu lari.

Normal Arch / Pronasi Normal


Normal arch artinya kaki memiliki sudut kelengkungan yang normal pada sisi
dalam telapak kaki. Bila bentuk kaki Anda normal arch, kemungkinan besar
pronasi Anda juga normal. Anda disarankan menggunakan sepatu yang memiliki
sedikit sudut kelengkungan yang dikenal sebagai stability shoes/ semi curved
shoes/ neutral cushioning. Sepatu tipe ini memiliki sedikit sudut kelengkungan
dan bantalan yang lebih tebal sehingga memberikan kestabilan saat Anda berlari.
Low Arch / Overpronation
Bentuk kaki ini punya sudut kelengkungan kecil (low arch). Karena itu, kerap
disebut sebagai flat foot atau kaki bebek. Pelari dengan tipe kaki ini cenderung
menggulirkan dan menekuk kakinya ke dalam lebih besar dari angka ideal 15
persen. Ini disebut overpronation. Sepatu yang cocok adalah tipe motion-control –
gunanya untuk mengontrol pronasi. Cirinya adalah punya bantalan ekstra tebal
sehingga memperkecil kemungkinan gerakan pronasi. Sol bagian bawahnya
dibuat dari bahan yang keras, biasanya karbon, untuk menambah kestabilan saat
lari.
High Arch / Supinasi
Bentuk kaki seperti ini memiliki bagian tengah yang lebih tipis dibandingkan
dengan tipe lain sehingga tekanan paling besar terdapat di bagian tumit dan depan
kaki. Pelari dengan bentuk kaki high arch umumnya underpronate atau supinasi –
gerakan bergulir dan menekuk ke dalamnya kurang dari 15 persen. Anda
memerlukan sepatu yang dinamakan neutral shoes atau neutral cushioning shoes.
Karakteristik sepatu ini adalah adanya bantalan yang empuk di bagian depan kaki
dan tumit. Material bantalan yang sering digunakan pada tipe sepatu ini adalah
ethylene vinyl acetate (EVA).