Anda di halaman 1dari 13

PENGKAJIAN

A. Sejarah
Toko bangunan “Sinar Lestari” berdiri pada tahun 2000. Pemilik merupakan suami
istri, toko bangunan tersebut merupakan warisan dari orang tua pemilik perempuan. Selama
berdiri, tidak pernah terjadi pencurian atau kehilangan barang.

B. Demografi
1. Toko bangunan “Sinar lestari” terletak di Desa Purwosari kecamatan Baturaden.
2. Jumlah pekerja 29 orang, yang terdiri dari, 1 kasir (perempuan), 4 orang pelayan toko (2
perempuan, 2 laki - laki), 4 supir (laki – laki), dan 20 orang kuli angkut.
3. Pekerja terdiri dari 3 orang perempuan dan 26 orang laki – laki.
4. Mayoritas pekerja adalah lulusan SD, 22 orang lulusan SD, 6 orang lulusan SMP, sedangkan
1 orang lulusan SMK.
5. Mayoritas pekerja sudah menikah, 26 orang sudah menikah, 2 orang duda, dan 1 orang
belum menikah.

Denah toko bangunan

RUMAH PEMILIK

WC

Ruang Gudang Gudang


Istirahat Penyimpanan Bongkar
Pemilik Barang Muat

Kasir
Keramik

JALAN RAYA
C. Vital dan Kesehatan Pekerja
Pemilik toko mengatakan bahwa pekerja belum memiliki BPJS atau jaminan kesehatan
lainnya. Beberapa permasalahan yang sering muncul antara lain sakit pinggang dan batuk. 24
orang pekerja mengaku perokok dan minum minuman penambah stamina, 5 orang pekerja
mengatakan tidak merokok.
Berdasarkan pemeriksaaan kesehatan mayoritas pekerja memiliki tekanan darah
normal. Ada 2 orang pekerja yang memiliki TD > 140/90 mmHg dan 1 pekerja yang tekanan
darah rendah yaitu 90/70 mmHg.
- Berdasarkan pengamatan diperoleh teknik pengangkatan barang oleh pekerja belum ergonomis.
Teknik mengangkat barang yang dilakukan oleh para pekerja terlihat masih sesuka dan senyaman
si pekerja, tidak mempertimbangkan akan keamanan dan resiko yang dapat terjadi akibat
kesalahan teknik mengangkat barang. Tampak pekerja mengangkat kantong semen menggunakan
kepalanya, beberapa tidak menggunakan masker ataupun penutup hidung. Para pekerja
mengatakan jika cara mengangkat barang semen dengan kepala lebih praktis dan mereka sudah
biasa melakukannya. Begitu pula ketika mengangkat beberapa tumpukan batu bata, terlihat
pekerja hanya membungkukkan badan dengan posisi tulang belakang melengkung. Ketika
pekerja mengambil barang yang tidak terjangkau di atas, pekerja tidak menggunakan tangga
tetapi hanya berpijak pada tumpukan barang di bawahnya.

D. Nilai dan Keyakinan


Jam istirahat menggunakan sistem bergantian, di bagian belakang toko terdapat ruangan
kecil yang digunakan untuk beribadah. Pada bulan puasa hanya sedikit yang berpuasa. 5 orang
mengatakan jika berpuasa. Sedangkan 24 orang lainnya tidak berpuasa.

E. Lingkungan Fisik
Kebersihan toko juga masih kurang karena masih terlihat adanya kertas dan plastik
berserakan di lantai dan terletak di depan toko bangunan, begitu pula di sebelah toko terlihat
adanya tumpukan sampah. Sarana MCK tersedia di belakang gudang dan airnya pun jernih.
Udara di dalam gudang semen berdebu dan kotor sehingga mengganggu pernafasan.
F. Pendidikan
Pemilik toko mengatakan belum pernah melatih pekerjanya cara mengangkat material
dengan benar. Belum pernah ada penyuluh yang memberikan pendidikan kesehatan di toko
tersebut.

G. Transportasi dan Keamanan


Para pekerja menggunakan truk untuk mengangkut material ke konsumen. Tujuan
pengantaran bisa sampai ke Cipari/Majenang. Satu supir biasanya mengantar 3 – 4 kali ke tujuan
untuk jarak yang dekat.
Toko bangunan terletak dekat dengan pertigaan dan pasar sehingga kondisi jalan raya
di depan toko bangunan sangat padat. Lalu lintas kendaraan di jalan raya depan toko tampak
ramai. Untuk keamanan toko terlihat adanya cctv terpasang di belakang kasir dan mengarah ke
jalan keluar masuknya pembeli serta di gudang bongkar muat. Pemilik toko hanya duduk di kasir
tanpa harus sibuk mengawasi aktivitas pekerja. Keamanan bangunan dirasa masih cukup kokoh,
tidak terlihat adanya tembok retak atau pun atap jebol. Tidak pula terlihat adanya binatang
pengerat, kecoa maupun serangga lainnya.

H. Politik dan Pemerintahan


Pemilik toko memberikan hari libur bergantian bagi para pekerja. Setiap pekerja
mendapat hak untuk libur sebanyak 1 kali dalam sebulan pada minggu terakhir, dan 5 hari pada
saat hari lebaran. Toko buka dari pukul 07.30 – 16.30. Apabila daerah yang diantar melebihi
batas kota maka ada uang tambahan untuk supir. Pembayaran gaji per mingguan. Per minggu
pekerja mendapat upah sekitar 200rb – 400rb.

I. Layanan Kesehatan dan Sosial


Apabila terjadi kecelakaan kerja, pemilik bertanggung jawab sepenuhnya terhadap
pengobatan. Pemilik mengantarkan sampai Rumah sakit ketika pekerja sakit. Jarak toko
bangunan dengan layanan kesehatan sekitar 1 km yaitu Puskesmas Baturaden.
J. Komunikasi
Komunikasi yang terjadi di toko terjalin 2 arah tanpa menggunakan alat bantu. Apabila
ada pesanan dari konsumen, maka pesanan di catat ke mandor, dan mandor menyuruh supir
untuk mengantarkannya.

K. Ekonomi
Pemilik toko mengatakan belum ada koperasi simpan pinjam. Terkadang apabila
pekerja membutuhkan uang, langsung meminjam ke pemilik toko. Pemilik toko juga mengatakan
apabila ada pekerja yang kerjanya bagus akan diberi tambahan penghasilan pada saat sebelum
lebaran (THR) yang berbeda dengan pekerja lainnya.

L. Rekreasi
Pekerja mempunyai hak libur 1 kali dalam sebulan di minggu terakhir. Pada hari raya
pekerja mendapat libur 5 – 7 hari. Pemilik toko mengatakan belum pernah dilaksanakan piknik
bersama pekerja toko bangunan.

M. Persepsi
Pemilik toko mengatakan apabila pekerja rajin dalam bekerja. Hal ini ditunjukkan
dengan semakin banyaknya konsumen yang datang ke toko tersebut. Karena menurut konsumen,
pekerja di toko bangunan ini cekatan.
Pekerja mengatakan pemilik toko baik hati dan selalu memperhatikan pekerjanya.
Apabila ada yang sakit pemilik toko menyuruh pekerja itu untuk libur terlebih dahulu. Pekerja
berharap agar pemilik toko menambah hari libur untuk para pekerjanya.
ANALISA DATA

NO DATA FOKUS MASALAH


1. Hasil wawancara: Defisiensi kesehatan
- Pemilik toko mengatakan belum pernah melatih komunitas
pekerjanya cara mengangkat material dengan benar.
- Belum pernah ada penyuluh yang memberikan
pendidikan kesehatan di toko tersebut.
Hasil observasi:
- Teknik pengangkatan barang oleh pekerja belum
ergonomis.
- Teknik mengangkat barang yang dilakukan oleh para
pekerja terlihat masih sesuka dan senyaman si pekerja,
tidak mempertimbangkan akan keamanan dan resiko
yang dapat terjadi akibat kesalahan teknik mengangkat
barang.
2. Hasil wawancara: Risiko trauma
- Para pekerja mengatakan jika cara mengangkat barang
semen dengan kepala lebih praktis dan mereka sudah
biasa melakukannya.
Hasil observasi:
- Teknik mengangkat barang yang dilakukan oleh para
pekerja terlihat masih sesuka dan senyaman si pekerja,
tidak mempertimbangkan akan keamanan dan resiko
yang dapat terjadi akibat kesalahan teknik mengangkat
barang.
- Pekerja mengangkat kantong semen menggunakan
kepalanya
- Beberapa pekerja tidak menggunakan masker ataupun
penutup hidung.
- Ketika mengangkat beberapa tumpukan batu bata,
terlihat pekerja hanya membungkukkan badan dengan
posisi tulang belakang melengkung.
- Ketika pekerja mengambil barang yang tidak
terjangkau di atas, pekerja tidak menggunakan tangga
tetapi hanya berpijak pada tumpukan barang di
bawahnya.
2.
1.
No

Defisiensi
Kesehatan
Komunitas
Masalah
Kesehatan

Risiko trauma
Sesuai dengan peran perawat

3
3
komunitas
Jumlah yang beresiko

4
4
Besarnya resiko

4
4
Kemungkinan untuk penkes

3
3
Minat masyarakat

3
4

Kemungkinan untuk diatasi

3
4
SKORING

Sesuai dengan program pemerintah


3
3
Kriteria Penapisan

Sumber daya
3
3

tempat
Sumber daya
3
3

waktu
Sumber daya
3
3

dana
Sumber dana
3
3
Ketersediaan Sumber

peralatan
Sumber dana
3
3

orang
10
12
Skor
Jumlah
RENCANA INTERVENSI KEPERAWATAN

Diagnosis
NOC NIC
Data Keperawatan
Kode Diagnosis Kode Hasil Kode Intervensi
Hasil wawancara: 00215 Defisiensi Setelah dilakukan intervensi Manajemen
- Pemilik toko mengatakan belum Keperawat keperawatan selama 3 kali Lingkungan:
pernah melatih pekerjanya cara an kunjungan diharapkan 6489 Keselamatan Pekerja
mengangkat material dengan komunitas kesehatan komunitas meningkat  Identifikasi bahaya dan
benar. dengan capaian: stressor di lingkungan
- Belum pernah ada penyuluh yang Indikator Sebelu Sesuda kerja (bahaya fisik,
memberikan pendidikan m h
biologi, kimiawi,
Status
kesehatan di toko tersebut. 2701 ergonomik)
Kesehatan
Hasil observasi:
Komunitas: 1 3  Identifikasi Standar
- Teknik pengangkatan barang  Tingkat Kesehatan Kerja dan
oleh pekerja belum ergonomis. partisipasi Administrasi kesehatan
- Teknik mengangkat barang yang dalam
(OSHA) dan kepatuhan
program 1 3
dilakukan oleh para pekerja tempat kerja terhadap
kesehatan
terlihat masih sesuka dan standar
di tempat
senyaman si pekerja, tidak kerja 1 3  Gunakan label/ tanda
mempertimbangkan akan  Bukti untuk memperingatkan
keamanan dan resiko yang dapat tindakan
para pekerja terkait
terjadi akibat kesalahan teknik perlindung 1 3 bahaya di tempat kerja
an
mengangkat barang.  Identifikasi faktor risiko
kesehatan
penyakit dan kecelakaan
 Anggota 1 2
dengan 1 3 karena pekerjaan
cakupan  Inisiasi program
asuransi kesehatan di tempat
kesehatan
kerja berdasar hasil
yang
pengkajian risiko
memadai
 Kesesuaian
pekerjaan (berhenti
dengan merokok)
standar  Inisisasi program
kesehatan
skrining penyakit dan
lingkungan
cedera ( tekanan darah,
 Angka
perokok
tes fungsi paru)
 Angka  Koordinasikan
cedera perawatan tindak lanjut
Keterangan skala: untuk cedera dan
1: buruk
penyakit terkait
2: cukup baik
3: baik
pekerjaan
5510 Pendidikan Kesehatan
 Tentukan
pengetahuankesehatan
dan gaya hidup perilaku
saat ini pada kelompok
sasaran
 Identifikasi sumber daya
( tenaga, ruang,
peralatan, uang)
 Rumuskan tujuan dalam
program penkes tersebut
Pengaruhi pengemban
kebijakan yang
menjamin penkes
sebagai kepentingan
karyawan
Hasil wawancara: 00038 Risiko Setelah dilakukan intervensi Manajemen
- Para pekerja mengatakan jika Trauma keperawatan selama 3 kali Lingkungan:
cara mengangkat barang semen kunjungan diharapkan 6489 Keselamatan Pekerja
dengan kepala lebih praktis dan kesehatan komunitas meningkat  Tentukan kebugaran
mereka sudah biasa dengan capaian: pekerjauntuk bekerja
melakukannya. Indikator Sebelu Sesuda  Identifikasi bahaya dan
Hasil observasi: m h
stressor di lingkungan
Pengetahuan
- Teknik mengangkat barang yang 1809 kerja (bahaya fisik,
: Keamanan
dilakukan oleh para pekerja biologi, kimiawi,
Pribadi 2 4
terlihat masih sesuka dan  Risiko ergonomik)
senyaman si pekerja, tidak keamanan 1 4  Gunakan label/ tanda
mempertimbangkan akan berdasar untuk memperingatkan
keamanan dan resiko yang dapat usia para pekerja terkait
 Perilaku
terjadi akibat kesalahan teknik bahaya di tempat kerja
personal 1 4
mengangkat barang.
yang bisa
 Identifikasi faktor risiko
- Pekerja mengangkat kantong meningkatk 2 4 penyakit dan kecelakaan
semen menggunakan kepalanya an risiko karena pekerjaan
cedera 2 4
- Beberapa pekerja tidak  Inisisasi program
 Risiko
menggunakan masker ataupun skrining penyakit dan
keselamata
penutup hidung. cedera ( tekanan darah,
n kerja
- Ketika mengangkat beberapa  Strategi tes fungsi paru)
tumpukan batu bata, terlihat pencegahan  Modifikasi lingkungan
pekerja hanya membungkukkan jatuh
untuk menghilangkan/
 Perangkat
badan dengan posisi tulang meminimalkan bahaya
keselamata
belakang melengkung. (program pelatihan
n yang
- Ketika pekerja mengambil tepat untuk untuk menurunkan
barang yang tidak terjangkau di kegiatan cedera punggung)
atas, pekerja tidak menggunakan  Koordinasikan
tangga tetapi hanya berpijak pada Keterangan skala:
perawatan tindak lanjut
1: tidak ada pengetahuan
tumpukan barang di bawahnya. untuk cedera dan
2: pengetahuan terbatas
3: pengetahuan sedang penyakit terkait
4: pengetahuan banyak pekerjaan
Indikator Sebelu Sesuda
m h
Perilaku
1911 Keamanan 6490 Pencegahan jatuh
Pribadi 1 4
 Identifikasi perilaku dan
 Mengguna
faktor yang
kan alat
pelindung
mempengaruhi risiko
selama 1 4 jatuh
kegiatan  Identifikasi karakteristik
berisiko
dari lingkungan yang
tinggi 1 4
mungkin meningkatkan
 Mengguna
kan
potensi jatuh
mekanik  Sarankan menggunakan
tubuh yang alas kaki yng aman
tepat
Pendidikan Kesehatan
 Mengguna
 Targetkan sasaran pada
kan alat
dengan kelompok risti dan
benar rentang usia yang akan
Keterangan skala: mendapat manfaat besar
1: tidak pernah menunjukkan
dari penkes
2: jarang menunjukkan
 Gunakan peer leader
3: kadang-kadang menunjukkan
4: sering menunjukkan (pemimpin kelompok)
dalam
mengimplementasikan
program
Prioritaskan kebutuhan
dengan mengidentifikasi
kebutuhan berdasar
sasaran, keterampilan
perawat, sumber yang
tersedia, dan
kemungkinan
keberhasilan pencapaian
tujuan