Anda di halaman 1dari 18

TINDAKAN KRIMINAL DI UNIVERSITAS PADJADJARAN

(tugas ini ditujukan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Manusia dan Sains)

Disusun oleh:

Andhyka Muhamad Pratama NPM: 120110160042

Rekki Illahi NPM: 120110160009

Yusuf Alfayet B NPM: 120110160010

Fakultas Ekonomi dan Bisnis

Universitas Padjadjaran

2016
KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Alhamdulillahirabbilalamin, banyak nikmat yang Allah berikan, tetapi sedikit sekali yang kita
ingat. Segala puji hanya layak untuk Allah atas segala berkat, rahmat, taufik, serta hidayah-Nya
yang tiada terkira besarnya, sehingga kelompok kami dapat menyelesaikan tugas Laporan
Observasi mengenai “ Tindakan Kriminalitas di Univesitas Padjadjaran”

Dalam penyusunannya, kami mengucapkan terimakasih kepada Guru mata kuliah Manusia
dan Sains kami yaitu Ibu Rina Indiastuti yang telah memberikan dukungan, kasih, dan
kepercayaan yang begitu besar. Dari sanalah semua kesuksesan ini berawal, semoga semua ini
bisa memberikan sedikit kebahagiaan dan menuntun pada langkah yang lebih baik lagi.

Meskipun kami berharap isi dari laporan obsevasi ini bebas dari kekurangan dan kesalahan,
namun selalu ada yang kurang. Oleh karena itu, kami mengharapkan kritik dan saran yang
membangun agar tugas makalah laporan observasi ini dapat lebih baik lagi.

Akhir kata kami mengucapkan terimakasih, semoga hasil laporan observasi ini bermanfaat.

Walakumsalam warahmatullahi wabarakatuh.

Jatinangor, 29 November 2016

Penyusun

ii
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR.....................................................................................................................ii
DAFTAR ISI..................................................................................................................................iii
BAB 1 PENDAHULUAN…...........................................................................................................1
I.1LatarBelakang..................................................................................................................1

I.2 Identifikasi Masalah.......................................................................................................2

I.3 Perumusan Masalah........................................................................................................2

I.4 Maksud dan Tujuan........................................................................................................2

I.5 Metode Penelitian...........................................................................................................3

BAB 2 ISI......................................................................................................................................10
II.1 Pengertian Kriminalitas...............................................................................................10
II.2 Bentuk Tindakan Kriminal yang sering terjadi di Universitas Padjadjaran...............10

II.4 Penyebab Terjadinya Tindakan Kriminal di Universitas Padjadjaran......................11

II.5 Akibat dari tindakan kriminalitas................................................................................12

II.6 Solusi/Cara penanganan tindakan kriminalitas..........................................................12

BAB 3 KESIMPULAN DAN SARAN.........................................................................................14

III.1 Kesimpulan...............................................................................................................14

III.2 Saran.........................................................................................................................14

Daftar Pustaka................................................................................................................................15

iii
Bab I Pendahuluan

I.1 Latar Belakang

Akhir-akhir ini sudah banyak sekali dan tidak terhitung berapa banyak jumlah tindakan
kriminalitas yang telah terjadi di Universitas Padjadjaran di Kampus jatinangor. Berbagai tindak
kriminal pun dilakukan mulai dari pemerkosaan, pencurian barang-barang berharga hingga
sepeda motor, perampokkan, Hipnotis, penipuan, dan lain-lain . Para pelaku pun tak merasa
bersalah dengan apa yang meraka lakukan kepada korbannya. Betapa kejamnya hati mereka
yang mementingkan dirinya sendiri.

Baru-baru ini tersiar kabar bahwa telah terjadi kasus pencurian sepeda motor di depan
ATM Center dan penipuan/pencurian saldo ATM salah satu Mahasiswa Unpad. Semenjak itu,
kampus Unpad dilabeli sebagai kampus “darurat kejahatan”. Terlebih terhitung Januari hingga
Mei, Polsek Jatinangor mencatat sudah ada 10 kejadian kriminal, mulai dari pencurian,
penjambretan, penodongan sampai pemerkosaan.

Pidana atau tindak kriminal segala sesuatu yang melanggar hukum atau sebuah tindak
kejahatan. Pelaku kriminalitas disebut seorang kriminal. Biasanya yang dianggap kriminal adalah
seorang pencuri, pembunuh, perampok, atau teroris. Walaupun begitu kategori terakhir, teroris,
agak berbeda dari kriminal karena melakukan tindak kejahatannya berdasarkan motif politik atau
paham.

Berbagai cara yang dilakukan pihak Universitas guna memberikan kenyamanan dan
keamanan bagi masyarakat pun kurang berhasil untuk menghentikan atau mengurangi tindak
kriminal yang terjadi di Universitas yang kita cintai ini. Mulai dari menambah pihak penjaga
keamanan sampai memperketat patroli, tapi para pelaku kriminal pun tak gentar dan tak takut
mengerjakan niat buruknya itu.

Hasil dari penelitian ini memberikan beberapa manfaat, antara lain :

1. Mengingatkan kembali Meningkatkan rasa waspada dan selalu hati – hati dimana pun
berada terutama untuk semua Civitas Akademik Universitas Padjadjaran.
2. Mengoptimalkan segala cara untuk mengurangi atau bahkan menghentikan tindakan
kriminalitas di sekitar Universitas Padjadjaran .

1
3. Selektif terhadap budaya asing yang masuk agar tidak merusak nilai budaya bangsa
sendiri terutama budaya Hedonisme agar tidak mengundang tindakan kriminal.
4. Memberikan Kritik bermanfaat agar Universitas Padjadjaran meningkatkan sistem
keamanan dan mengurangi serta memberantas tindakan kriminal

I.2 Identifikasi Masalah

Dari latar belakang yang telah disampaikan, maka identifikasi masalah yang dapat kami
sampaikan antara lain :

a) Masalah kriminalitas di sekitar Universitas Padjadjaran.


b) Sebab – Sebab terjadinya tindak kriminal.
c) Jenis – jenis tindak kriminal yang sering terjadi di sekitar Universitas Padjadjaran.
d) Akibat yang ditimbulkan para pelaku kriminalitas di sekitar Universitas Padjadjaran.
e) Solusi mengurangi tindakan kriminal.

I.3 Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang dan identifikasi masalah, maka perumusan masalahnya adalah

 Apa itu kriminalitas?


 Apa saja jenis – jenis tindak kriminalitas yang sering terjadi di sekitar Universitas
Padjadjaran?
 Apa saja penyebab terjadinya kriminalitas terutama di sekitar Universitas Padjadjaran.
 Apa akibat yang ditimbulkan tindakan kriminal terhadap kehidupan bermasyarakat ?
 Bagaimana solusi yang tepat untuk menghentikan tindakan kriminal tersebut?

I.4 Maksud dan Tujuan

Maksud dari penulisan makalah ini adalah penyampaian tinjauan penyebab, akibat dan
solusi tindak kriminialitas di sekitar Universitas Padjadjaran.

Tujuan dari karya tulis ini adalah untuk menyampaikan bahwa kriminalitas terjadi bukan
karena niat tetapi juga karena adanya kesempatan. Maka dari itu disetiap tempat dan setiap
keadaan kita wajib waspada guna menjaga diri kita dari tindak kriminal.

2
I.5 Metode Penelitian

Metode penelitian yang kami gunakan yaitu metode pengamatan secara langsung ke
lokasi , dan wawancara kepada Penjaga keamanan dan anggota BEM KEMA UNPAD . Jadi,
kami menggunakan dua metode dalam pengerjaan tugas penelitian ini.

Bukti pengamatan secara langsung ke lokasi.


1. Berbagai ruas jalan di Unpad yang tidak memiliki lampu jalan,dan CCTV. Menjadi
kesempatan bagi pelaku kriminal untuk melancarkan aksinya, karna dengan kondisi ruas
jalan di unpad seperti ini , jika terjadi tindakan kriminalitas , pihak keamanan setempat
akan kesulitan untuk menangkap pelaku tersebut.

3
4
2. Tempat yang sering terjadi tindak kriminal
Contohnya di ATM Center, dan jalan-jalan sempit/jalan tikus. Karna kondisi ATM Center di
Universitas Padjajaran tidak memiliki satpam untuk mengantisipasi jika terjadi tindakan
kriminal ,hanya mengandalkan CCTV dari masing-masing bank , bahkan ada beberapa CCTV
tersebut yang tidak aktif/telah rusak. padahal masih banyak mahasiawa dan warga sekitar yang
pergi ke ATM Center di malam hari dan kondisi ATM center pada malam hari sangat sepi dan
minim pencahayaan lampu jalan. Jalan- jalan tikus/jalan setapak di sekitar Unpad yang sering
dilalui mahasiswa hingga larut malam juga tidak memiliki lampu jalan , Bagi pelaku kondisi
ATM, dan jalan seperti itu adalah tempat yang sangat ideal bagi mereka untukmelancarkan
aksinya.

5
3. Kehidupan Hedonisme Mahasiswa Unpad yang mengundang tindakan kriminal
Kehidupan sebagian mahasiswa Unpad yang bergaya kebarat-baratan , seperti Hedonisme
memakai perhiasan dan pakaian yang mewah, dan pergaulan bebas sehingga pulang larut
malam, maka akan memakin memberikan kesempatan bagi pelaku tindakan kriminal untuk
melancarkan aksinya, seperti bukti foto-foto berikut , Mahasiswa hedon Unpad yang lagi
berpesta (party) hingga larut malam.

6
Bukti Wawancara
 Kepada Satpam/penjaga keamanan Universitas Padjadjaran

Hasil Wawancara
1.Ada berapa jumlah satpam di kampus Unpad jatinanangor?
Jawaban : Ada 3 satpam yang menjaga di setiap gerbang masuk Unpad yang berjumlah
3 gerbang, dan 2 atau 3 satpam/penjaga gedung yang berpatroli di setiap fakultas.
2.Apakah anda masih kesulitan menjaga keamanan di Unpad Jatinangor?
Jawaban: Masih, karna masih jalur akses tersembunyi yang belum di pagar dan di jaga,
jumblah satpam tidak cukup dibandingkan luasnya kawasan unpad.
3.Apa yang menyebabkan kampus Unpad Jatinangor masih rawan aksi kriminalitas?
Jawaban : karna masih kekurangan penjaga keamananya, dan fasilitas penunjang
keamananya.
4.Bentuk Kriminalitas seperti apa yang sering dilaporkan?
Jawaban : Kehilangan,Pencurian dan penipuan.
5. Jika ada laporan di atas tindakan seperti apa yang diambil pihak satpam selanjutnya?
Jawaban: Menangkap pelaku jika masih sempat, dan menanyakan ciri” pelaku lalu
melaporkan ke pihak Kepolisian.
6. Apakah ada tanggung jawab dari pihak keamanan jika terjadi laporan
kriminalitas(kehilangan)?
Jawaban: Tidak ada, kecuali jika di sebabkan oleh satpam itu sendiri.
7. Apa upaya dari pihak keamanan Unpad untuk meminimalisirkan tindak
kriminalitas(kehilangan)?
Jawaban : selalu mengawasi, dan berpatroli.
8. Apa saran Anda untuk keamanan kampus Unpad Jatinangor?
Jawaban: sebaiknya ada Jam gerbang di tutup, dan fasilitas keamanan lebih di
tingkatkan.

7
Bukti dokumentasi wawancara:

8
 Wawancara kepada anggota BEM KEMA UNPAD
Daftar pertanyaan wawancara yang ditujuan kepada mahasiswa Unpad

1) Bagaimana pendapat Anda mengenai keamanaan di kampus Unpad Jatinangor?


2) Jenis kasus criminal seperti apa yang sering Anda dengar/terjadi di kampus Unpad Jatinangor?
3) Menurut Anda apa yang menyebabkan sering terjadinya tindakan criminal di kampus Unpad
Jatinangor?
4) Bagaimana saran Anda untuk keamanan Unpad kedepannya?

Jawab

1. Keamanan Kampus Unpad Jatinangor tidak aman karena seringkali ditemukan kasus criminal
terutama pencurian hampir di setiap bulannya selalu ada.
2. Kasus pencurian(curanmor), penjambretan, hypnosis, pelecehan seksual.
3. Kesenjangan social antara mahasiswa dan warga lokal dikarenakan mahasiswa kurang
menghormati warga lokal sehingga warga lokal kurang respect terhadap mereka dan kampus
Unpad Jatinangor terbuka lebar untuk masyarakat umum sehingga keamanan Unpad Jatinangor
terancam.
4. Dari sisi moral mahasiswa yang harus diperbaiki terhadap masyarakat lokal. Memperketat
keamanan sekitar kampus Jatinangor seperti pendataan kunjungan terhadap warga luar yang
berkunjung ke dalam kampus.

Bukti dokumentasi wawancara:

9
Bab II Isi

II.1 Pengertian Kriminalitas

 SECARA UMUM :

Kriminalitas berasal dari kata “crimen” yang berarti kejahatan. Berbagai sarjana telah
berusaha memberikan pengertian kejahatan secara yuridis berarti segala tingkah laku manusia
yang dapat dipidana ,yang diatur dalam hukum pidana.Kriminalitas atau tindak kriminal segala
sesuatu yang melanggar hukum atau sebuah tindak kejahatan.

 MENURUT PARA AHLI :

1. Menurut M.v.T : Kejahatan (rechtdeliten) yaitu perbuatan yang meskipun tidak


ditentukan dalam undang-undang, sebagai perbuatan pidana, telah dirasakan sebagi onrecht
sebagai perbuatan yang bertentangan dengan tata hukum.

2. R. Susilo

- Secara yuridis mengartikan kejahatan adalah sebagai suatu perbuatan atau tingkah laku
yang bertentangan dengan undang-undang.

- Secara sosiologis mengartikan kejahatan adalah sebagai perbuatan atau tingkah laku yang
selain merugikan penderita atau korban juga sangat merugikan masyarakat yaitu berupa
hilangnya keseimbangan ketentraman dan ketertiban.

II.2 Bentuk Tindakan Kriminal yang sering terjadi di Universitas Padjadjaran

 Pencurian barang-barang berharga.

 Penjambretan dan Perampokan

 Penipuan/Hipnotis, dan

 Pelecehan Seksual.

10
II.4 Penyebab Terjadinya Tindakan Kriminal di Universitas Padjadjaran

Sebagai Mahasiswa Unpad, Kami merasa banyak faktor yang mengakibatkan sering terjadi
adanya tindak kriminalitas di wilayah Unpad Jatinangor ini. Mulai dari sudut pandang tim
keamanan kampus maupun wilayah setempat, kebiasaan mahasiswa Unpad yang terkadang
mengundang aksi kejahatan, dan minimnya kepekaan sosial sekitar, bahkan yang paling
mendasar adalah minimnya tingkat kesejahteraan masyarakat sekitar Jatinangor.

Pertama, dilihat dari sudut pandang tim keamanan. Kurangnya fasilitas penunjang keamanan
seperti CCTV, tim patroli kampus, Standar operasional untuk pihak keamanan kampus Unpad
menjadikan jaminan keamanan kampus . Apalagi dengan kondisi rata-rata kampus yang
memiliki banyak jalan tikus untuk mempermudah warga Unpad menjangkau tempatnya belajar.
Biasanya jalan tikus tersebut sepi dan gelap namun tanpa pengawasan pengamanan, sehingga
menjadi tempat yang empuk untuk tindak kejahatan. Ditambah lagi prosedur pengaduan ke pihak
kepolisian setempat yang cenderung sulit dan rumit menjadikan mahasiswa enggan dan malas
melaporkan tindak kejahatan yang dialaminya. Dengan demikian pelaku kejahatan tidak merasa
terancam eksistensinya dan semakin sering melancarkan aksinya di kampus tercinta kita ini.

Kedua, perilaku mahasiswa yang cenderung mengundang tindak kejahatan. Hal ini terutama
karena budaya hedonisme yang sekarang melekat pada banyak mahasiswa Unpad. Kebiasaan
hura-hura, sering berkegiatan sampai larut malam, berpenampilan serba menawan dan transparan
hingga rok mini, dan terbiasa menampakan harta berharga terutama gadget. Bukan hanya
hedonisme, Terutama kebebasan dalam berperilaku dan bergaul

Ketiga, minimnya kepekaan sosial. Seperti masalah kurangnya kepekaan sosial alias
individualis ini tidak hanya menjangkiti para mahasiswa saja, namun banyak masyarakat sekitar
Indonesia pun demikian. Penyakit individualis ini banyak diakibatkan oleh ketidakmampuan
masyarakat saat ini dalam menghadapi masalah pribadinya . Sehingga hal yang sering terdengar
adalah “jangankan untuk mengurusi orang lain, urusan pribadi pun belum terselesaikan”.

11
II.5 Akibat dari tindakan kriminalitas

1. Kerugian materi

Hal ini bisa terjadi jika tindakan kriminalitas masih dalam tahap agak berat. Seperti
pencopetan,penipuan penjambretan, pencurian dll, yang tanpa di sertai dengan tindak kekerasan

2. Trauma

Trauma bisa terjadi pada seseorang yang mengalami tindakan criminal yang biasanya di
sertai dengan ancaman seperti dengan membawa benda-benda tajam seprti pisau, clurit, pistol
dll.

3. Cacat tubuh dan tekanan mental

Hal ini bisa saja terjadi jika suatu tindakan criminal di sertai dengan tindakan criminal yang
lainnya atau jika seseorang melakukan tindakan criminal itu sudah memasuki tahap tindakan
criminal yang berat. Contohnya jika suatu tindakan pencurian disertai dengan penganiayaan, atau
pemerkosaan dan lain sebagainya.

4. Kematian

Kematian terjadi jika tindakan criminal yang di lakukan oleh seseorang kelompok sudah
memasuki tingkat sangat berat seperti pembunuhan, mutilasi dan lain-lain. Biasanya hal ini
didasari oleh beberapa motif.

II.6 Solusi/Cara penanganan tindakan kriminalitas

Kriminalitas tidak bisa dihilangkan dari muka bumi ini. Yang bisa hanya dikurangi melalui
tindakan-tindakan pencegahanya saja.

Langkah-langkah yang diambil yaitu pemasangan CCTV di lingkungan kampus Unpad


Jatinangor, meningkatkan infrastruktur penerangan jalan di berbagai sudut ruas jalan di Unpad,
pembuatan smartcard bagi siapapun yang akan masuk ke lingkungan kampus, pencatatan nomor
polisi kendaraan yang memasuki area kampus, dan perencanaan pembuatan call center keamanan
di Unpad, penambahan pos satpam, dan sebaiknya Unpad memberlakukan jam malam bagi
mahasiswanya.

12
Secara umum penanganan tindakan kriminalitas adalah sebagai berikut.

a) Hukuman. Selama ini hukuman (punishment) menjadi sarana utama untuk membuat jera
pelaku kriminal. Dan pendekatan behavioristik ini tampaknya masih cocok untuk
dijalankan dalam mengatasi masalah kriminal. Hanya saja, perlu kondisi tertentu,
misalnya konsisten, fairness, terbuka, dan tepat waktunya.
b) Penghilang Model melalui tayangan media massa itu ibarat dua sisi mata pisau .
Ditayangkan nanti penjahat tambah ahli, tidak ditayangkan masyarakat tidak bersiap-siap.
c) Membatasi Kesempatan Seseorang bisa mencegah terjadinya tindakan kriminal dengan
membatasi munculnya kesempatan untuk mencuri. Kalau pencuri akan lewat pintu masuk
dan kita sudah menguncinya, tentunya cara itu termasuk mengurangi kesempatan untuk
mencuri.
d) Jaga diri Jaga diri dengan ketrampilan beladiri dan beberapa persiapan lain sebelum
terjadinya tindak kriminal bisa dilakukan oleh warga masyarakat. Cara-cara di atas
memang tidak merupakan cara yang paling efektif, hanya saja akan tepat bila diterapkan
kasus per kasus.
e) Dengan membuka layanan masyarakat , dengan adanya hal ini polisi atau pihak – pihak
yang brtanggung jawab bisa lebih tau apa keluhan masyarakat secara langsung dari
masyarakat itu sendiri dan bisa membuat pihak yang bertanggung jawab tersebut lebih
mengenal daerah yang rawan akan tindakan criminal.Misalnya bersedia bertindak atau
melapor pada yang berwajib apabila menjadi korban suatu tindakan kriminal atau melihat
langsung suatu kriminalitas.
f) Kesadaran untuk ikut membantu mencegah tindakan kriminal dengan ikut meronda,
melakukan pengawasan pengadaan dana untuk kegiatan pada anak dan pemuda agar tidak
terjadinya satu tindakan yang tidak di ingin kan oleh masyarakat.

13
Bab III Kesimpulan dan Saran

III.1 Kesimpulan

1. Unpad memiliki 3 akses pintu masuk yaitu gerbang lama(gerlam), gerbang baru(dekat
rektor), dan gerbang masuk(samping bank BNI) yang memiliki pos satpam di setiap
gerbang, namun pengunjung yang masuk kedalam Unpad tidak hanya dari seluruh
Civitas Akademika unpad sendiri, melainkan warga luar unpad dapat juga lalu lalang di
dalam kampus, peran keamanan seperti satpam tidak menghiraukan siapa dan darimana
pengunjung itu berasal, maka adanya pos satpam tidak efektif untuk meningkatkan
keamanan di unpad, terbuka lebarnya kesempatan untuk melakukan tindakan kriminal
seperti salah satu contohnya kehilangan barang- barang mahasiswa unpad yang
diakibatkan lemahnya sistem keamanan di unpad, seperti tidak adanya pendataan
kunjungan terhadap pengunjung untuk mengantisipasi atau meminimalisir tindakan-
tindakan kriminal.
2. Infrastruktur/ fasilitas keamanan di Unpad , tidak efektif dan lengkap untuk
meminimalisir tindakan kriminal. Kekurangan tersebut yaitu: Banyak ruas jalan di
kampus belum memiliki lampu penerangan jalan, masih ada beberapa Gedung yang
belum memiliki pos satpam, ATM center yang paling sering terjadi tindak kriminalitas
karena belum memiliki penjagaan keamanan/satpam, banyak lokasi yang memerlukan
CCTV, dan antisipasi jika terjadi tindakan kriminalitas yang belum efektif dan cepat dari
pihak keamanan setempat.
3. Jatinangor yang di dominasi warga/ mahasiswa pendatang, sehingga kurangnya
hubungan antara warga pribumi dan pendatang sehingga rasa kekeluargaan kurang
dan sebagian masyarakat menjadi lebih bersifat Individualisme.

III.2 Saran

Sebagai kawasan pendidikan, tak dipungkiri lingkungan Jatinangor yang aman sangat
diperlukan mahasiswa, khususnya keamanan di dalam kampus sendiri. Sebagian mahasiswa
memiliki kegiatan dan mobilitas tinggi yang kadang-kadang mengharuskan untuk keluar di
malam hari atau pulang larut malam. Kondisi keamanan yang rawan tentunya banyak
menghambat kegiatan mahasiswa. Oleh sebab itu, peningkatan keamanan oleh pihak kampus
sangat diperlukan, tetapi tanpa menghambat kreativitas mahasiswa dalam berkegiatan.
14
DAFTAR PUSTAKA

http://sosialnews.com/opini/kejahatan-di-kampus-apa-penyebabnya.html

http://www.scribd.com/doc/6241288/KRIMINALITAS-REMAJA

http://id.wikipedia.org/wiki/Kriminalitas

http://www.fitri.blogspot.com/

15