Anda di halaman 1dari 18

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Sebagai manifestasi Kebijakan Pengembangan Pendidikan Tinggi yang
tertuang dalam HELTS (Higher Education Long Term Strategy), bahwa strategi
jangka panjang pendidikan tinggi perlu meningkatkan daya saing bangsa (Nation
Competitiveness). Pembangunan nasional yang terjadi selama ini menunutut adanya
peran dari berbagai elemen bangsa termasuk perguruan tinggi untuk melaksanakan
pembangunan khususnya dibidang pendidikan. Tentu pembangunan di bidang
pendidikan yang dimaksud harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat
berdasarkan pada profesionalisme, kompetensi, budaya dan nilai-nilai agama
sehingga pencapaian pembangunan nasional lebih komprehensif, menyentuh
kebutuhan dan hak dasar rakyat.
Perguruan Tinggi dengan nilai luhur Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni
pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, memiliki peran strategis-
kontributif dalam rangka mewujudkan tujuan pembangunan. Institut Ilmu Keislaman
Zainul Hasan Genggong Kraksaan Probolinggo berkewajiban untuk ikut andil dalam
pembangunan. Salah satunya adalah melalui pelaksanaan Kulih Kerja Nyata (KKN)
bagi mahasiswa untuk melakukkan kerja keilmuan di tengah masyarakat. Dalam
pelaksanaan KKN ini, mahasiswa dilatih berfikir kritis, responsif, dan bertindak
secara interdisipliner dan trans-sektoral, agar mahasiswa dapat mentransformasikan
keilmuan yang telah diterima di perguruan tinggi dan berdaya guna untuk
pembangunan secara nyata dan luas di tengah masyarakat.
Menghadirkan kesadaran bahwa pembangunan nasional diwujudkan dengan
gotong royong dan menjadi tanggung jawab kolektif, serta menuntut perubahan pola
fikir dari bekerja untuk masyarakat (Working For Community) menjadi bekerja
bersama masyarakat (Working Withing Community). Melalui KKN ini diharapkan
mahasiswa bisa belajar, bergerak dan berjuang bersama masyarakat serta mampu
mengartikulasikan disiplin keilmuan yang dimiliki dalam tindakan lebih nyata.
Selain itu, dengan program KKN, mahasiswa dapat menerapkan
keterampilan berpikir dan bertindak dalam kerangka learning societuntuk
memecahkan permasalahan pembangunan dan menghadirkan sustainable growth
dalam masyarakat. Interaksi timbal balik yang mutual antara mahasiswa dengan

1
masyarakat dalam pelaksanaan KKN, akan lebih mengkukuhkan kebermaknaan
peran perguruan tinggi di tengah masyarakat dan mengembangkan kemitraan yang
dinamis strategis.
Sesuai kebijakan akademik Institut Ilmu Keislaman Zainul Hasan
Genggong, Kraksaan Probolinggo tentang pelaksanaan KKN tahun 2019, bahwa
KKN menggunakan metode ASSET-BASED COMMUNITY DEVEPLOMENT
(ABCD) dengan masjid sebagai instrumen untuk melakukan tranformasi sosial.
Tentu hal ini mengacu pada kondisi masyarakat pedesaan kecil marginal dengan
potensi keagamaan, ekonomi, dan lingkungan yang baik, namun belum mendapat
perhatian yang cukup dari pemerintah daerah.
Selain pengabdian kepada masyarakat, mahasiswa juga dilatih untuk bisa
melakukan penelitian. Pendekatan penelitian yang dipakain adalah riset aksi. Di
antara nama-namanya, riset aksi serin sering dikenal dengan ABCD atau Asset-Based
Community Develoment.
Dalam konteks ini, KKN Institut Ilmu Keislaman Zainul Hasan Genggong,
Kraksaan Probolinggo 2019 memilih ABCD sebagai metode. Hal ini dimadsudkan
agar mahasiswa yang mengikuti KKN bisa belajar, bergerak dan berjuang bersama
masyarakat.
Salah satu tempat yang dipilih oleh Institut Ilmu Keislamana Zainul Hasan
Genggong untuk Kuliah Kerja Nyata tahun ini adalah Masjid Nurul Huda yang ada
di Dusun Krajan Desa Ngepung Kecamatan Sukapura.
Secara ekonomi, mayoritas masyarakat Dusun Krajan masih berpenghasilan
setara di bawah rata-rata. Hal ini disebabkan karena mayoritas masyarakat bekerja
sebagai pekerja musiman yang mana mereka masih sibuk akan mengolah sawah milik
individual untuk mendapatkan hasil. Sawah yang mereka garap itu mayoritas dari
individual yang memang mayoritas tanah ada di dusun tersebut.
Untuk Sayuran, sistemnya adalah penggarap (individual) mengelola sawah
tersebut untuk ditanami sayuran dengan biaya ditanggung sendiri. Ada juga yang hanya
yang merawat setelah menanam atau yang biasa dikenal masyarakat sini dengan istilah
(Ngalak Bettonan). Artinya secara individual merawat dari membersihkan rumput
hingga panen, untuk tanam dan pupuknya itu ditanggung olehindividu.Pemilikbiasanya
mempunyai modalhanyaalakadarnya. Adapunhasilnya adalah 1/5, dalam artian satu kali

2
untuk lima bulannya minim dalam penhasilannya. Ini adalah kejadian yang mirissekali.
Berdasarkan dari Interview bersama warga desa Ngepung, hasilnya ini miris untuk para
buruh tani. Karena jika buruh tani itutidak mengolah sendiri maka hasilnyatidak bisa
memenuhi untuk kebutuhan modalnya. Jadi para buruh tani di sini berusaha sekuat
tenaga untuk bekerja sendiri demi menghasilkan apa yang buruh tani inginkan yaitu
sayuran untuk mereka makan tiap hari.
Untuk tanaman lainnya, sistemnya tidak berbeda jauh. Yang mana pemilik
tanah hanya membiayai biaya tanam dan pupuk saja. Selebihnya untuk itu
ditanggungkan kepada Alam. Adapun hasilnya itu adalah Lumayan sangat
memuaskan.Hasil ini tidak memperhitungkan biaya yang di keluarkan sebelumnya.
Dalam artian pemilik tanah tidak menghiraukan biaya yang dikeluarkan mulai dari
menyiram, membersihkan rumput, membuang ulat, panen, masat, hingga penjualannya.
Sehingga hasil 30 %itu harus di potong untuk biaya yang tadi, hasil si pemilik tanah
itu70% sudah bersihnya.
Berdasarkan keterangan dari Interview warga, inilah yang menyebabkan
perekonomian masyarakat Dusun Krajandi atas rata-rata. Masyarakat dengan bekerja
sebagai buruh tani karena perkerjaan sampingan meskipun penghasilannya sudah
memenuhi untuk kebutuhan hidup.
Selain di atas. Yang menyebabkan penghasilan miris di Dusun Krajan ini juga
disebabkan karena masih banyak pemuda yang belum bekerja dikarenakan meraka tidak
mempunyai semangat yang tinggi sehingga sulit untuk mencari pekerjaan dan pada
ujungnya maasih tergantung pada orang tuanya yang penghasilannya juga minim.
Permasalahan tersebut perlu mendapatkan perhatian dari semua pihak untuk
mendapatakan pemecahan masalah yang terbaik berkaitan dengan peningkatan
sumber daya manusia serta pemberdayaan segala potensi yang ada di desa tersebut
melalui penyuluhan dan pembekalan skill. Penanganan ini tidak hanya cukup
dilakukan oleh pemerintah daerah saja, akan tetapi oleh semua pihak yang merasa
peduli dan mampu. Berkaitan dengan hal ini, mahasiswa sebagai kaum intelektual
serta merasa bertanggung jawab untuk ikut serta membantu pemberdayaan sumber
daya yang dapat meningkatkan kesejahteraan di desa. Sesuai dengan Tri Dharma
Perguruan Tinggi, yaitu Pembelajaran, Penelitian, dan Pengabdian terhadap
masyarkat, mahasiswa memiliki kewajiban untuk mengbadikan ke-inteletual-annya

3
yang mereka dapatkan di bangku kuliah dan di organisasi yang mereka tekuni untuk
diaplikasikan dimasyarakat.
Selain itu, sering kita mendengar simbol yang sering diberikan kepada
mahasiswa yakni agen of change dan agen of social control. Dimanaagen of change
merupakan agen perubahan yang maknanya bahwa salah satu fungsi dari mahasiswa
itu adalah untuk melakukan suatu perubahan, tentuya perubahan yang bersifat positif.
Karena sesungguhnya mahasiswa itu adalah manusia idealis yang bersifat netral,
sehingga seharusnyalah mahasiswa itu mampu menelurkan ide-ide cemerlang untuk
membangun masyarakat, bangsa, dan agama.
Sedangkan kaitannya dengan ikon yang kedua yaitu agen of social control
adalah mahasiswa sebagai generasi pengontrol diharapkan mampu mengendalikan
keadaan sosial yang ada dilingkungan sekitar. Jadi selain pintar dalam bidang
akademis, mahasiswa juga harus pintar dalam bersosialisasi dan memiliki kepekaan
dengan lingkungan. Mahasiswa diupayakan agar mampu mengkritik, memberi saran
dan memberi solusi jika keadaan sosial bangsa sudah tidak sesuai dengan cita-cita
dan tujuan bangsa, memiliki kepekaan, kepedulian, dan konstribusi nyata terhadap
masyarakat tentang kondisi teraktual. Asusmsi yang diharapkan dengan perubahan
kondisi sosial masyarakat tentu akan berimbas pada perubahan bangsa. Intinya
mahasiswa diharapkan memiliki sense of belongingyang tinggi sehingga mampu
melakukan hal-hal yang bermanfaat bagi masyarakat.
Maka kaitannya dengan salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi yang
ketiga yakni pengbadian terhadap masyarakat dan dua peran mahasiswa di atas,
maka kami mahasiswa juga mempunyai kewajiban untuk berpartisipasi bersama
masyarakat untuk mencari solusi dari permasalahan yang dialami masyarakat di
Dusun Krajan. Partisipasi ini kami lakukan melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN)
dengan metode Asset-Based Community Development (ABCD) berbasis masjid
Nurul Huda. Makna dari Asset-Based Community Development (ABCD) adalah ikut
bersama bersama masyarakat dalam menyelesaikan pekerjaan dan permasalahan
dimasyarakat.
Dari permasalahan di atas, kami Peserta KKN ABCD posko 02 bersama
masyarakat memprogamkan dua solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut.
Pertama, membuat home industri sebagai penopang perekonomian masyarakat dan

4
mengurangi ketergantungan warga terhadap tuan tanah. Kedua, mengadakan
penyuluhan dari Pihak Mahasiswa KKN memberikan latihan Kerja kepada
masyarakat agar masyarakat bisa mengikuti arahan kerja sehingga mereka
mempunyai keahlian dalam bidang pekerjaannya dan pada akhirnya bisa membuat
lapangan pekerjaan sendiri atau mencari lowongan pekerjaaan..
B. Gambaran Umum Lokasi KKN
1. Gambaran Umum Masjid
Masjid Nurul Huda adalahmasjid yang ada di dusun krajan.Yang terletak
di RT 02RW01. Masjid ini berdiri pada tahun 1984. Yang didirikan seorang
perintis bernama Ky Mattawi,beliau mempunyai santri yang bermukim di
rumahnya kemudian santrinya tambah banyak,sehingga fasilitas kurang memadai
akhirnya beliau mengajukan kepada kades setempat untuk memberikan Fasilitas
yang memadai atas dasar bantuan pemerintah. di karenakan pada masa itu tidak
ada masjid,akhirnya Ky mattawi mewaqofkan tanah miliknya untuk didirikan
sebuah masjid.dan itulah masjid pertama di desa ngepung dengan bentuk yang
sederhana dan diberi nama Masjid Nurul Huda pada tahun 1984. Hingga sekarang
masjid tersebut namanya tidak di ganti walaupun sebelumnya sering mengalami
perehapan karena sering rusaknya masjid yang disebabkan para santri yang setiap
harinya belajar di area masjid tersebut. Sehingga diadakan pemindahan kegiatan
santri ketempat yang sudah disediakan oleh Ky Mattawi yang disamping itu juga
diadakan perenovasian masjid yang sekarang ini.
2. Gambaran Umum Desa
a. Sejarah Desa NgepungDusunKrajan
Dahulu desa ini terkenal dengan pendududuk yang paling banyak
karena masyarakat ngepung juga terkenal dari segi ekonomi dibawah rata-rata,
dan tidak ada perubahan hingga saat ini dikarenakan faktor ladang yang harus
menunggu musim hujan, itulah yang menjadi kendala utama bagi masyarakat
sekitar, sedangkan dari segi pendidikan salah satu pendapat warga didesa
ngepung rata-rata tamatan SD, tapi semejak lulusan SLTP dan SLTA lama-
kelamaan generasi muda lebih semangat untuk melanjutkan ke jenjang yang
lebih tinggi hingga tidak heran jika desa ngepung dusun krajan pencetus
terbanyak adanya lulusan sarjana dari pada desa ngepung yang lainnya.

5
b. Kondisi Umum Desa
Luas administrasi 1.367,54 Ha terdiri dari 3 (tiga) dusun yaitu :
1. Dusun krajan
2. Dusun petung sari
3. Dusun Ngepungbarat
Sedangkan batas-batas wilayah sebagai berikut
a) Sebelah utara : PerbatasandengandesaBoto
b) Sebelah timur : PerbatarasandengandesaWrAnom
c) Sebelah selatan : Perbatasandengandesasukapura
d) Sebelah barat : PerbatasandenganLambangkuning
c. Keadaan Geografis
Secara geografis, DusunKrajan adalah desangepung yang berada di
kecamatan sukapuraterletak di bagian barat kota probolinggo dan dataran
tinggi. Untuk menuju ke desa ngepung 40 km, diperlukan waktu kurang lebih
45 menit dengan jarak dari kota probolinggo.
d. Keadaan Demografi
Jumlah penduduk Desa Ngepung Kecamatan sukapura Kabupaten
Probolinggo pada tahun 20119 adalah 2.089 jiwa dengan jumlah laki-laki
sebanyak 1.033 dan perempuan sebanyak 1.056 yang . Komposisi penduduk
tersebut terbagi ke tiga dusun. Pertama, Dusun Krajan dengan jumlah
penduduk 1201jiwa dengan jumlah laki-laki 605 dan perempuan 596 dan
terbagi menjadi 4 rt. Kedua, Dusun Petung Sari dengan jumlah penduduk 689
jiwa dengan jumlah laki-laki sebanyak 327 jiwa dan perempuan sebanyak 362
yang terbagi 3 rt. Ketiga, Dusun Ngepung Barat dengan jumlah penduduk 199
jiwa dengan jumlah laki-laki 101 jiwa dan perempuan sebanyak 98 jiwa dan
terbagi menjadi 1 rt.
e. Keadaan Keagamaan
Mayoritas Warga Desa Ngepung adalah beragama islam dan terdapat
satu organisasi keagamaan yaitu Nahdhatul Ulama’.Sehingga budaya islam
sangat kental di tengah-tengah masyarakat seperti tahlilan, yasinan,
sholawatan, dan lain-lain.

6
Di DesaNgepung terdapat sepuluhMusholla yang tersebar di seluruh
dusun dan lima Masjid yang ada di tigadusun.
Selain banyaknya musholla dan masjid yang menjadi bukti keagamaan
di Dusun Krajan Desa Ngepung Kecamatan Sukapura. Masyarakat Dusun
Krajan melakukan rutinitas keagamaan lainnya, seperti sarwah (yasin dan
tahlil) yang di lakukan setiap malam seni,rabu hari jum’at dan bergilir dari
rumah ke rumah. Selain itu masyarakat juga rutin setiap hari minggu
melakukan pembacaan sholawat dan pembacaan dhiba’iyah. Selain itu, bagi
para remaja muda juga tidak kalah saing untuk melakukan rutinitas keagamaan,
seperti di kaum sholawatan yang dilaksanakan tiap malam jumat.Di bulan
maulid, ibu ibu anggota syarwa rutin setiap malam melakukan pembacaan
sholawat nabi dari rumah ke rumah.
Setiap bulan bulan hjiriah, mayoritas masyarakat juga melaksanakan
puasa sunnah di setiap bulannya meskipun itu hanya tiga hari, lebih lebih
ketika bulan Dzul Hijjah sudah menjadi tradisi masyarakat berpuasa di hari
Tarwiyah dan Arofah.
f. Keadaan Ekonomi
Berdasarakan kondisi alam yang ada di Desa Ngepung memungkin
pekerjaan warga Desa Ngepung sebagai buruh tani, selian buruh tani, warga
juga bekerja sebagai tukang bangunan. Di Dusun Krajanlah mayoritas
masyarakat bermata pencaharian sebagai buruh tani, yang kebetulan sebagai
salah satu tempat peserta KKN ABCD Posko 02 INZAH 2019.Selain bekerja
sebagai buruh tani, berdasarkan keterangan dari sebagaian warga Dusun
Krajan, ada juga yang mejadi petani,dagang,dan merantau ke luar kota bagi
pemuda, dan ada juga yang berwirausaha.
Untuk lebih jelasnya, perhatikan data pekerjaan masyarakat Desa
Bucor Wetan di bawah ini.
NO PEKERJAAN JUMLAH
1 Bidan 1
2 Mahasiswa 10
3 Buruh Harian -
4 Buruh Tani 131

7
5 Mebel 6
6 Guru 25
7 Kades 1
8 Polri 1
9 Karyawan Swasta 46
10 Karyawan Honorer -
11 Merantau 100
12 Pedagang 56
13 Pensiun 3
14 Peternak 1
15 Pelajar / Mahasiswa 10
16 Pns 20
17 Petani 1218
18 Sopir 100
19 Tukang Batu/Kayu -
20 Wiraswasta 169

Dari data tersebut, menunujukkan bahwa mata pencaharian


masyarakat Desa Ngepung beraneka ragam. Tapi mayoritas penduduk bermata
pencaharian sebagai petani.
Keadaan ekonomi masyarakat Desa Ngepung berada pada tingkat
menengah kebawah. Mayoritas dari mereka bermata pencaharian sebagai
petani dan buruh tani. Buruh tani inilah yang paling banyak di DesaNgepung.
Para buruh tani di Dusun Krajan mengolah lahan milik individu untuk di
tanami..
Untuk Sayuran, sistemnya adalah penggarap (buruh tani) mengelola
sawah tersebut untuk ditanami sayuran dengan biaya ditanggung pemilik
sawah. Nanti hasilnya murni untuk individu.Ada juga yang hanya yang
merawat setelah menanam atau yang biasa dikenal masyarakat sini dengan
istilah (Ngalak Bettonan). Artinya penggarap merawat dari membersihkan
rumput hingga panen, untuk tanam dan pupuknya itu ditanggung oleh pemilik
sawah.Pekerjaan ini biasanya dilakukan oleh individu yang mempunyai modal

8
ala kadarnya. Adapun hasilnya adalah 1/5, dalam artian satu kali untuk lima
untuk pemilik sawah. HasilnyaIni adalah yang miris sekali. Berdasarkan dari
keterangan Interview wargadesaNgepeng,hasilnya sangat minim untuk para
buruh tani. Karena buruh tani itu tidak mengolah sendiri dan mempekerjakan
orang lain, maka hasil dari hasil itu tidak memenuhi biayanyamodalnya. Jadi
para buruh tani di sini berusaha sekuat tenaga untuk bekerja sendiri demi
menghasilkan apa yang buruh tani inginkan yaitu padi untuk mereka makan
tiap hari.
Untuk tembakau, sistemnya tidak berbeda jauh. Yang mana pemilik
tanah hanya membiayai biaya tanam dan pupuk saja. Selebihnya untuk itu
ditanggungkan kepada Alam. Adapun hasilnya itu adalahbaik.Hasil ini tidak
memperhitungkan biaya yang di keluarkan sebelumnya. Dalam artian pemilik
tanah tidak menghiraukan biaya yang dikeluarkan buruh mulai dari menyiram
tembakau, membersihkan rumput, membuang ulat, panen, masat, hingga
penjualannya. Sehingga bagi hasil 20 % untuk itu masih harus di potong untuk
biaya yang tadi,hasil si pemilik tanah itu 80% sudah bersihnya.
Untuk musim tanam di Dusun Krajan Desa Ngepung adalah lima
tahun sekali dari pergantiantanaman sayuran ketanaman pohon jati dll. Dan
biasanya kalau musim sayuranitu masyarakat sawah itu ditanami kacang,
terong,kacang panjang.
g. Keadaan Pendidikan
Pendidikan merupakan hal yang paling penting dakam sebuah
peradaban. Kemajuan suatu masyarakat salah satunya dapat dilihat dari aspek
tinggi rendahnya pendidikan yang ada dalam masyarkat tersebut. Pendidikan
merupakan bukti perkembangan peradaban dalam masyarakat. Dengan adanya
pendidikan akan mampu membawa masyarakat menuju masyarakat terdidik
dan berperilaku mulia. Dengan demikian, mengingat begitu pentingnya fungsi
pendidikan dalam masyarakat, pantaslah pendidikan menjadi sorotan utama
dalam menopang perkembangan dan kemajuan dalam suatu masyarakat.
Tingkat pendidikan di DesaNgepungmasih tergolong menengah
kebawah. Hal ini dibuktikan masih minimnya masyarakat yang mampu
menyelesaikan pendidikannya sampai ke perguruan tinggi. Dari 2089

9
penduduk di Ngepung, hanya sekitar 5% penduduk yang mampu
menyelesaikan pendidikan nya samapai ke perguruan tinggi. Untuk lebih
jelaasnya, perhatikan data pendidikan mayarakat Ngepung di bawah ini (Tahun
2019).

NO PENDIDIKAN JUMLAH
1 Belum Sekolah -
2 Belum tamat SD -
3 Tamat SD 30
4 SLTP/Sederajat 30
5 SLTA/Sederajat 15
6 DIPLOMA IV/STRATA I -
7 DIPLOMAI/II -
8 STRATA II -
9 AKADEMI/DIPLOMA III/SARJANA MUDA 10

Dari data di atas menunjukkan bahwa dalam hal pendidikan


masyarakat Desa Ngepung masih tergolong menengah kebawah. Rendahnya
kualitas tingkat pendidikan tidak lepas dari sarana prasarana yang ada di
masyarakat. Fakror-faktor yang mempengaruhi rendahnya pendidikan ini ada
beberapa macam. Diantaranya adalah faktor ekonomi yang rendah sehingga
masyarakat tidak mampu untuk membiayai anak untuk pendidikan ke jenjang
yang tinggi. Selain itu, masih adanya paradigma miring dan kolotnya
pemikiran orang tua terhadap pendidikan. Pendapat bahwa “sekolah tidak
sekolah ujung-ujungnya masih lari ke sawah(kerja di sawah)” ini masih ada
dalam fikiran masyarakat.
Untuk di dusun KrajandesaNgepung sendiri berdasarkan hasil
wawancara kami dengan masyarakat, penyebab utama dari rendanya
pendidikan ini adalah faktor ekonomi. Mayoritas masyarakat memiliki
penghasilan menengah kebawah karena mereka bekerja sebagai buruh tani.
Sehingga mereka tidak mampu untuk membiayai anaknya ke jenjang
pendidikan yang tinggi.

10
h. Keadaan Kesehatan
Warga Desa Ngepungsangat aktif dalam masalah kesehatan terutama bagi kader
posyandu yang terdiri dari 5 Kader Yaitu:
1. Irfan
2. Husnul
3. Uliana
4. Yani
5. SyahrilMaulana
Didampingi Oleh DokterFaidulIrfanadanAl HusnaMunawwaroh,yang sangat
berperan aktif dalam tercapainya program-program kesehatan lainnya di desa
Ngepung khusus dusun krajan. Dengan tujuan untuk meningkatkan akses keluarga
pada pelayanan kesehatan, mendukung penerapan SPM Kabupaten kota dan SPM
Provinsi, Mendukung pelaksanaan program jaminan kesehatan (JKM) dan
mendukung tercapainya program indonesia sehat. Namun keadaan kesehatan didesa
Ngepung khususnya di dusun krajan masih Tergolong keluarga tidak sehat karena
mayoritas warga di dusun krajan merokok. Yang dimaksud keluarga sehat
merupakan keluarga yang tidak merokok, dengan kondisi rumah yang sirkulasi
jendelanya terbuka tiap hari,terdapat jamban,dan bebas jentik.
Persentase Program Indonesia sehat dengan pendekatan keluarga (PISPK):
1. Keluarga sehat > 80%
2. Keluarga pra sehat 50 – 80 %
3. Keluarga tidak sehat < 50 %

11
BAB II
ANALISIS KONDISI MASJID

1. Streghts (Kekuatan)
a. Dekatnya dengan permukiman.
b. Aktifnya sholat jama’ah maghrib, isya’ dan shubuh.
c. Adat istiadat sangat kental dengan NU, seperti tahlil tiap malam jumaat,
peringatan di bulan-bulan hijriah.
d. Hubungan antar masyarakat sangat kompak
e. Sudah jadi budaya puasa di bulan hijriah dan utamanya di bulan dzulhijjah.
f. Rutinitas sarwah, sholawatan dan istighosah.
2. Weeknessess (Kelemahan)
a. Masjid di renofasi dan masih belum selesai.
b. Jama’ah kurang aktif untuk dzuhur dan ashar disebabkan karena masyarakat
masih banyak yang bekerja di sawahnya.
c. Tidak ditempati santri untuk belajar mengaji.
3. Opportunities (Peluang)
a. Digantinya ketua takmir kepada MustofabesertaIstri yang merupakan tokoh
masyarakat di dusunKrajanDesanNgepung.
b. Membentuk remaja masjid.
c. Diaktifkannya kembali TPQ dimasjid.
4. Treats (Tantangan)
a. Masih traumanya masyarakat kepada masjid karena masih khawatir terhadap
campur tangan dari ketua takmir yang sebelumnya.
b. Kurang maksimalnya panitia pembangunan masjid karena masih sibuk
dengan sawahnya.
c. Kekurangan dana untuk renovasi masjid.
d. Susahnya mencari sumbangan untuk renofasi masjid.

12
BAB III
PELAKSANAAN PROGAM
A. Rencana Progam
Sesuai dengan masalah yang kami paparkan di atas, yaitu tentang masalah
ekonomi yang diakibatkan karenaketergantungan masayarakat kepada hasil buruh
tani yang tidak menentu dan kadang hasil dari pemilik tanah kurang untuk
kebutuhan mereka dan juga kurangnya lapangan pekerjaan bagi masyarakat
sehingga masih banyak masyarakatyang pengangguran, maka kami merencanakan
dua solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut. Yaitu mendirikan home industri
bagi masyarakat sebagai usaha sampingan dan mengadakan sosialisasi dari Pihak
KKN posko 02untuk masyarakat agar mereka bisa mengikuti pelatihan tenaga kerja
dan mempunyai keahlian sehingga mereka bisa bekerja di tempat yang mereka
kehendaki. Dari penyuluhan KKN posko 02 ini di harapkan bisa sedikit
mengurangi pengangguran yang ada di dusun krajan , khususnya di desa Ngepung.
1. Home Industri
Home Industri ini kami rencanakan dengan cara membuat
kelompok usaha rumahan yaitu pembuatan kripikkentang. Kelompok usaha
rumahan ini maksudnya adalah pekerjaan yang bisa dikerjakan oleh
masyarakatdi rumah masing-masing sebagai usaha sampingan untuk
menopang pengasilan mereka. Dalam hal ini, kami meminta bantuan modal
usaha melalui Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM) kepada instansi –
instansi seperti PT.POMI Paiton,DINAS PERINDUSTRIAN DAN
PERDAGANGAN,BUKA LAPAK,RUMAH KEMASAN dan instansi –
instansi lainnya.
Sebelum mendririkan Home industri ini, kami melakukan pelatihan
terlebih dahulu kepada masyarakat bagaimana cara membuat keripik
kentang tersebut, dan bagaimana membuat laporan keuangan sederhana
agar mereka tahu berapa keuntungan/kerugiannya. Pelatihan ini kami
rencanakan pada hari Minggu tanggal 05 september 2019 di Rumah
Mustofa (Ketua Kelompok Jamaah Muslimatan) yang melibatkan dua ibu-
ibu-anggota jama’ah Muslimatan.

13
2. Penyuluhan Latihan Kerja oleh KKN
Penyuluhan KKN Kerja ini kami programkan dengan cara
bekerjasama dengan Pak Mudin desa Ngepung melalui Latihan Kerja untuk
melakukan penyuluhan kepada masyarakat khususnya masyarakat di Krajan
Desa Ngepug.Penyuluhan ini kami laksanakan pada hari Senin tanggal 05
September 2019 di rumah pak mudin desa Ngepung yang melibatkan
seluruh Mahasiswa KKN posko 02 dan beberapa masyarakat di Desa
Ngepung dan kami lebih memprioritaskanmasyarakat yang ada di dusun
krajan.
B. Bentuk Kegiatan
1. Home Industri
Home industri ini kami lakukan dengan cara membuat kelompok usaha
rumahan yang terdiri dari masyarakat Yaitu ibuNurimandanibuCahaya. Dan
melibatmahasiswa KKN posko02sebagai distributor yaitu Babas dan Husnul.
Keripik kentang ini kami beri nama “keripik Kentangsongkokpote”.
Progam kami lakukan dengan cara pendampingan dan pembingbingan
kepada masyarakatsekitar bagaimana cara membuat keripik kentang dan
pembungkusannya, laporan keunagan sederhana, dan cara pemasaranya kepada
distributor.
Kendala yang kami hadapi adalah sulitnya mengumpulkan masyarakat
anggota usaha rumahan, dikarenakan kesibukan mereka masing-masing. Selain
itu juga banyak yang aktif di kulibangunan sehingga kadang-kadang berbenturan
dengan tugas mereka. Untuk menghindari hal tersebut, sebaiknya anggota usaha
rumahan ini mengambil masyarakat yang tidak terlalu sibuk.
2. Penyuluhan Mahasiswa KKN posko02
Penyuluhan ini kami laksanakan pada hari Kamis Tanggal 05 September
2019 jam 09:00 sampai 13:30. Penyuluhan ini disampaikan oleh pihak
MahasiswaKKN posko02.Penyuluhan ini didatangi oleh 2 peserta yang terdiri
dari masyarakatdusunkrajandesa ngepung.
Kendala yang kami alami adalah undangan banyak yang tidak hadir. Hal
ini disebabkan karena kesibukan masyarakat yang sangat padat karena rata-rata
di Desa ngepungdaripagihingga sore bekerja. Sehingga penyuluhan ini kurang

14
maksimal. Maka untuk menghindari hal tersebut, sebaiknya penyuluhan ini
dilakukan ketika masyarakat sedang senggang.
C. Capaian progam
1. Home Industri
a. Terbentuknya usaha rumahan yang dapat menambah penghasilan keluarga.
b. Sedikit mengurangi angka ketergantungan masyarakat terhadap tuan tanah.
c. Meningkatkan kesejahteraan masyarakat menuju ke arah kemandirian
usaha melalui progam pemberdayaan masyarakat dengan menciptakan
lapangan usaha baru atau alternatif usaha lain guna menambah penghasilan
keluarga.
d. Peningkatan jumlah aset yang dimiliki dan dimanfaatkan secara optimal
oleh kelompok usaha masyarakat.
e. Mengurangi angka kemiskinan melalui pemberdayaan usaha rumahan.
f. Meningkatkan partisipasi anggota masydarakat dalam membangun dan
mengembangkan perekonomian masyarkat khususnya Dusun Kolpoh.
g. Mngembantu masyarakat dalam mengemmbangkan kreatifitas dan inovasi
dalam dunia usaha.
2. Penyuluhan Dari KKN posko02
a. Sampainya informasi tentang penyuluhankepada masyarakat khususnya
desangepung
b. Meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mengikuti penyuluhan,
sehingga mereka bisa meningkatkan potensinya dalam dunia
c. Sudah di programkannya kerjasama desa dengan penyuluhan
Setelah selesai melakukan beberapa kegiatan yang telah diprogamkan
sebelumnya, maka hasil yang kami capai adalah dengan terlaksananya satu progam
sebagaimana yang yang telah di sepakati oleh masyarakat dan mahasiswa KKN
INZAH yaitu penyuluhan dari KKN posko02 dan home industri.
Hasil dari penyuluhan tersebut, masyarakat sudah ada yang minat untuk
mengikuti penyuluhan sehingga mereka bisa mempunyai keahlian dalam bidang
pekerjaan dan bisa di terima di perusahaan ataupun membuat lapangan pekerjaan
sendiri.
Dari home industri, masyarakat sudah mempunyai penghasilan sampingan.

15
D. Rekomendasi
1. Dari hasil penyuluhan KKNposka2
 Terciptanya kerjasama antara tokohmasyarakat desa(Mudin) dengan
Mahasiswa KKN posko 02.
 Diharapkanjuga masyarakatpenyuluhandari Mahasiswa KKN tersebut,
sehingga bisa menciptkan keahlian pekerjaan bagi mereka sendiri.
2. Home Industri
 Diharapkan Home Industri ini dilaksanakan secara berkelanjutan agar mampu
menupang perekonomian keluarga.
 Dapat menambah anggota baru.
 Adanya pendampingan dari tokohmasyarakatdesa melaluiMudin
Selain rekomendasi dari progam kami yang telah paparkan, kami juga
merekomendasi untuk keberlanjutan KKN di Dusun Krajan. karena mengingat
permasalahan yang dihadapai masyarakat di Dusun Krajan ini perlu adanya
partisipasi dari mahasiswa dan Kampus INZAH pada khususnya.

16
BAB IV
PENUTUP

1. Kesimpulan
Dengan rampungnya program kerja mahasiswa Posko 2 KKN(Kuliah
Kerja Nyata) Asset-Based Community Development (ABCD) Berbasis Masjid
Institut Ilmu Keislaman Zainul hasan Genggong Kraksaan Probolinggo Masjid
Nurul Huda Dusun Krajan Desa Ngepung Sukapura Kabupaten Probolinggo, Maka
Bapak Mudin Mustofa dan Mahasiswa KKN posko 02 kepada Masyarakat dapat
terlaksana dengan baik. Melalui pelaksanaan KKN ini kami dapat mengaplikasikan
pengetahuan yang didapatkan dibangku kuliah dalam bentuk pengabdian kepada
masyarakat dusun krajan di desa ngepung.
Selain itu KKN juga mendidik mahasiswa untuk senantiasa
meningkatkan dan menjaga kerjasama dan tingkat kepedulian sosial yang tinggi
untuk mewujudkan suatu program kerja yang akan dicapai. Dari hal tersebut maka
mahasiswa dapat meningkatkan wawasan serta pengalaman bahwa keberhasilan
dan kesuksesan suatu pelaksanaan program kerja sangat di tentukan dan
dipengaruhi oleh kerjasama yang baik antara sesama anggota kelompok, dosen
pembimbing maupun masyarakat setempat. Dalam hal ini kami telah membuktikan
bahwa dengan adanya kerjasama yang baik dengan masyarakat dusun kolpoh desa
bucor wetan maka program kerja kami dapat terselesaikan sesuai yang diharapkan
2. Saran
sebagai upaya revitalisasi di segala bidang yang relevan dengan KKN,
Maka kami perlu mengemukakan beberapa saran yang sifatnya membangun,
adapun sarannya antara lain:
1. Kekompakan dan kerja sama serta kesadaran akan tugas dan tanggung jawab
merupakan kunci keberhasilan yang sangat perlu untuk dipertahankan dan
dikembangkan secara terus menerus dan turun temurun
2. Pihak kampus lebih menekankan kepada setiap dosen pembimbing untuk
selalu memantau keadaan mahasiswa KKN dilokasi, sehingga pelaksanaan
program kerja dapat terlaksana secara efektif dan efisien serta tepat sasaran.
3. Dalam pembagian kelompok sebaiknya dalam satu kelompok terdapat
mahasiswa dari tiap jurusan sehingga program kerja yang dilaksanakan bisa

17
lebih bervariasi dan pertanggung jawaban pelaksanaan tiap bidang dapat
lebih fokus dan efektiv karena disesuaikan dengan jurusan yang dikuasai
masing-masing.
4. Untuk pelaksanaan KKN yang akan datang sangat diharapkan agar tetap
diperhatikan lokasi penempatan KKN, Agar program yang sudah di planing
dan berjalan itu tetap berjalan sehingga terdapat inovasi-inovasi baru untuk
kkn selanjutnya.

18