Anda di halaman 1dari 9

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA DASAR 1

PEMBUATAN LARUTAN KIMIA NaCl, NaOH, ASAM ASETAT

OLEH :
Endah Hayu Mangesthi
1808511034
Kelompok 07B

PROGRAM STUDI KIMIA


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS UDAYANA
2018
I. Tujuan
1. Mempelajari cara membuat larutan dengan berbagai konsentrasi
II. Dasar Teori
Larutan merupakan campuran zat - zat yang bersifat homogen yang
memiliki komposisi merata atau serba sama diseluruh bagian volumenya. Suatu
larutan mengandung komponen penting, zat terlarut dan zat pelarut. Zat terlarut atau
solute merupakan komponen yang jumlahnya sedikit. Zat pelarut atau solvent
merupakan komponen yang jumlahnya banyak Campuran pada dasarnya dibagi
menjadi dua, yaitu :

1.Campuran homogen adalah penggabungan dua zat tunggal atau lebih yang
partikelnya menyebar merata sehingga membentuk 1 fase. Yang disebut 1 fase
adalah zat yang komposisinya sama antara satu bagian dengan bagianyang lain
didekatnya.

2. Campuran heterogen adalah penggabungan yang tidak merata antara dua zat
tunggal atau lebih sehingga perbandingan komponen yang satu dengan yang
lainnya tidak sama diberbagai bagian bejana. Dalam campuran heterogen masih ada
bidang batas antara dua komponen atau mengandung lebih dari 1 fase (Achmad,
1996).

Suatu larutan dengan jumlah maksimum zat terlarut pada temperatur


tertentu disebut larutan jenuh. Sebelum suatu larutan mencapai titik jenuh, larutan
tersebut diuapkan tidak jenuh. Kadang - kadang dijumpai suatu keadaan dengan zat
terlarut yang seharusnya dapat melarut pada temperatur tersebut. Larutan demikian
disebut sebagai larutan lewat jenuh. Banyaknya zat terlarut yang dapat
menghasilkan larutan jenuh dalam jumlah tertentu pelarut pada temperatur konstan
disebut kelarutan. Kelarutan suatu zat bergantung pada zat itu, molekul pelarut,
temperatur, dan tekanan. Meskipun larutan dapat mengandung banyak komponen,
tetapi pada tinjauan ini hanya dibahas larutan yang mengandung dua komponen.
yaitu larutan biner. Komponen dari larutan biner yaitu pelarut dan zat terlarut
(Syukri,1999).
Jenis larutan berdasarkan zat terlarut dan pelarutnya , larutan dibedakkan
sebagai berikut :

Zat terlarut Pelarut Contoh


Gas Gas Udara, semua
campuran gas
Gas Cair Karbondioksida
dalam air
Gas Padat Hydrogen dalam
platina
Cair Cair Alcohol dalam air
Cair Padat Raksa dalam
tembaga
Padat Padat Perak dalam
platina
Padat Cair Garam dalam air
konsenterasi didefinisikan sebagai jumlah zat terlarut dalam setiap satuan larutan
atau pelarut, dinyatakan dalam satuan volume (berat, mol) zat terlarut dalam
sejumlah volume (berat, mol) tertentu dari pelarut. Berdasarkan hal ini
munculsatuan konsenterasi yaitu:

๐‘ง๐‘Ž๐‘ก ๐‘ก๐‘’๐‘Ÿ๐‘™๐‘Ž๐‘Ÿ๐‘ข๐‘ก
๐‘ฅ = ๐‘ง๐‘Ž๐‘ก ๐‘ก๐‘’๐‘Ÿ๐‘™๐‘Ž๐‘Ÿ๐‘ข๐‘ก + ๐‘ง๐‘Ž๐‘ก ๐‘๐‘’๐‘™๐‘Ž๐‘Ÿ๐‘ข๐‘ก (2.1)

Untuk fraksi mol yaitu perbandingan dari jumlah mol dari suatu komponen dengan
jumlah total mol dalam larutan.

๐‘š๐‘œ๐‘™ ๐‘ง๐‘Ž๐‘ก ๐‘ก๐‘’๐‘Ÿ๐‘™๐‘Ž๐‘Ÿ๐‘ข๐‘ก ๐‘š๐‘œ๐‘™ ๐‘ง๐‘Ž๐‘ก ๐‘ก๐‘’๐‘Ÿ๐‘™๐‘Ž๐‘Ÿ๐‘ข๐‘ก


๐‘ฅ= ๐‘š= (2.2)
๐ฟ ๐‘™๐‘Ž๐‘Ÿ๐‘ข๐‘ก๐‘Ž๐‘› ๐‘˜๐‘” ๐‘๐‘’๐‘™๐‘Ž๐‘Ÿ๐‘ข๐‘ก

Kedua persamaan rumus tersebut digunakan untuk menentukan molaritas yaitu


jumlah mol solute perliter larutan larutan dan biasanya dinyatakan sebagai M.

Faktor - faktor yang mempengaruhi kelarutan : temperatur, sifat pelarut, efek ion
sejenis, efek ion berlainan, pH, hidrolisis, pengaruh kompleks (Achmad,2001).
III. Metode Praktikum

3.1 Alat :

1. Labu ukur (100 ml, 500 ml)

2. Pipet volume

3. Pipet ukur

4. Neraca analitik

5. Corong

6. Bola hisap

3.2 Bahan :

1. NaOH

2. Asam Asetat glasial

3.3 Cara Kerja

Langkah I. Membuat larutan NaOH 1M

Pada langkah pertama untuk membuat larutan NaOH 1M pertama โ€“ tama


padatan ditimbang dengan teliti sebanyak 4,01 gram kemudian dimasukkan
kedalam labu ukur 100 ml dan ditambahkan aquades sampai garis batas.

Langkah II. Membuat larutan Asam Asetat 2M

Kemudian pada langkah kedua membuat larutan berupa asam asetat atau
CH3COOH dengan larutan asam asetat diambil sebanyak 11,43 ml. Setelah itu
dimasukkan kedalam labu ukur 100 ml dan ditambahkan aquades sampai garis
batas.
IV. Hasil Percobaan

NO PERLAKUAN HASIL
1 Menimbang NaOH 4,01 gram

2 Melarutkan padatan NaOH dengan Timbul panas pada


aquades pada gelas beker. dinding gelas beker

3 Memindahkan NaOH yang sudah Warna larutan menjadi


dilarutkan pada labu ukur dengan bening
ditambahkan aquades hingga batas ukur
(menunjukkan miniskus bawah), lalu
dikocok.

4 Mengambil Asam Asetat. 11,43 ml

5 Mencampurkan Asam Asetat dengan Timbul bau yang


aquades pada labu ukur hingga batas ukur pekat
(menunjukkan miniskus bawah), lalu
dikocok.

V. Perhitungan
1. Menghitung massa padatan NaOH 1 M
Diketahui :
M = 1M
Mr NaOH = 40 gram/mol
Volume pelarut = 100 ml
Ditanya : Massa NaOH....... ?
Jawab :
M =nxV
๐‘š 1000
1 = ๐‘š๐‘Ÿ ๐‘ฅ 100
๐‘š
1 = 40 ๐‘ฅ 10

m = 4 gram
2. Menghitung volume larutan Asam Asetat 2 M
Diketahui :
M=2M
Mr CH3COOH = 60 gram/mol
Volume pelarut = 100 ml
ฯ = 1049 gram/cm3
Ditanya : Volume CH3COOH....... ?
๐‘š๐‘œ๐‘™ ๐‘ง๐‘Ž๐‘ก ๐‘ก๐‘’๐‘Ÿ๐‘™๐‘Ž๐‘Ÿ๐‘ข๐‘ก ๐‘š
M = ฯ =
๐‘ฃ๐‘œ๐‘™๐‘ข๐‘š๐‘’ ๐‘™๐‘Ž๐‘Ÿ๐‘ข๐‘ก๐‘Ž๐‘› ๐‘ฃ
๐‘š 1000 12000
2 = ๐‘š๐‘Ÿ ๐‘ฅ 1049 =
100 ๐‘ฃ
๐‘š
2 = 60 ๐‘ฅ 10 V = 11,43 ml

m = 12 kg = 12000 gram

VI. Pembahasan
Dalam percobaan membuat larutan ini didapatkan sebuah hasil dari proses
pembuatan larutan ini. Dari hasil saat membuat larutan dengan bahan padatan
NaOH yang dilarutkan dengan 100 ml aquades kemudian hasil yang didapat adalah
larutan berubah warna menjadi bening. Setelah melarutkan padatan NaOH dengan
100 ml aquades serta larutan tersebut sudah mengalami perubahan selanjutnya
larutan NaOH tersebut dipindahkan di wadah dengan batas ukur yang ditentukkan
yaitu pada miniskus bawah. Hasil dari larutan NaOH yang baru tersebut didiamkan.
Sebelumnya padatan NaOH ditimbang dahulu dan didapat sebesar 4,01 gram.
Karena jika padatan tidak ditimbang terlebih dahulu maka untuk mengetahui massa
NaOH yang sudah terlarut akan sulit untuk ditentukan sebelum mengetahui massa
mula โ€“ mula padatan NaOH. Selanjutnya adalah membuat larutan Asam Asetat
(CH3COOH) sebelum membuat larutan tersebut larutan Asam Asetat diambil
dengan takaran berat yang ditentukan yaitu sebesar 11,43 ml. Setelah itu saat
membuat larutan Asam asetat terlebih dahulu larutan ini dimasukkan dalam gelas
ukur berisi 100 ml aqudes dan dikocok setelah itu perubahan yang terjadi pada
larutan asam asetat ini adalah timbulnya bau yang pekat pada larutan asam tersebut.
sama halnya dengan larutan yang pertama atau percobaan yang pertama tadi yaitu
pada larutan NaOH terjadi perubahan saat melakukan proses dalam pembuatan
larutan. Pada praktikum kali ini terdapat perbedaan antara percobaan pertama
dengan percobaan kedua. Perbedaan tersebut terletak pada bahan yang digunakan
dimana pada percobaan pertama digunakan bahan berupa padatan NaOH dan pada
percobaan kedua digunakan Asam Asetat (CH3COOH) berupa cairan. Selain itu
perbedaan antara percobaan pertama dengan percobaan kedua terletak pada zat
terlarut dimana pada percobaan pertama yang merupakan zat terlarut adalah NaOH
,sedangkan pada percobaan kedua yang menjadi zat terlarut adalah Asam Asetat
(CH3COOH). Perbedaan keduanya juga terletak pada prosedur percobaan dimana
pada percobaan pertama aquades dimasukan setelah NaOH terlebih dahulu berada
dalam gelas kimia sedangkan pada percobaan kedua aquades dimasukan kedalam
gelas kimia sebelum CH3COOH. Fungsi perlakuan ini adalah untuk
menghomogenkan larutan agar tercampur dengan sempurna. Faktor kesalahan pada
percobaan ini yaitu pada saat ditambahkannya aquades hingga cekungan pada
permukaan larutan bagian bawah sejajar dengan pembatas pada dinding leher labu
takar tidak dilakukan dengan benar.Dimana aquades yang ditambahkan melewati
pembatas tersebut sehingga percobaan dilakukan dua kali. Dari faktor kesalahan
tersebut harusnya saat membuat larutan lebih teliti dan hati โ€“ hati lagi. Karena hanya
karena satu kesalahn akan mengakibatkan kesalahan fatal yang lain, yang membuat
percobaan.

VII. Kesimpulan

Berdasarkan hasil percobaan yang dilakukan dapat ditarik kesimpulan


bahwa:

- Pembuatan larutan dari bahan padatan, hal pertama yang haru dilakukan
adalah pelarutan terlebih dahulu sebelum dicampur dengan air. Begitu juga
dengan pelarutan dari bahan cairan harus dilakukan pengenceran namunhal
ini hanya berlaku untuk cairan yang bersifat pekat.
- Cara โ€“ cara untuk menyatakan konsentrasi ada bebrapa cara seperti
denganmencari molaritasnya, molalitas, fraksi mol, dan perbandingan
massa serta perbandingan volume.
- Konsentrasi 1M NaOH didapat massa sebesar 4 gram. Selanjutnya
konsentrasi 2M Asam Asetat (CH3COOH) didapat volumenya sebesar
11,43 ml
LAMPIRAN

a. Data Pengamatan
DAFTAR PUSTAKA

Achmad,Hisika,2001, Kimia Larutan.,Bandung : Citra Aditya Bakti.

Syukri,S,1999,Kimia Dasar 2,Bandung : ITB.

Unmul,T Sipil,2104,Laporan Praktikum Kimia Dasar modul 3 Pembuatan


Larutan.academia.edu,https://www.academia.edu/17535946/Laporan_Praktikum_
Dasar_Modul_3_Pembuatan_Larutan,(diakses pada tanggal 19 November 2018).

Yuliani,Manda Sari,2014,Laporan Praktikum Kimia Dasar II (Pembuatan


Larutan).wordpress.com,https://mandasariyuliani.wordpress.com/2014/10/09/Lap
oran_Praktikum_Kimia_Dasar_ii_Pembuatan_Larutan/,(diakses pada tanggal 19
November 2018).

Anda mungkin juga menyukai