Anda di halaman 1dari 14

KATA PENGANTAR

Puji syukur atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan
hidayah dan anugerah sehingga makalah ini bisa terselesaikan tepat waktu.
Makalah yang berjudul “Financial Leverage” ini bertujuan untuk mengetahui dan
mempelajari lebih dalam tentang leverage keuangan.

Makalah ini memang jauh dari kata sempurna, kami sangat


mengharapakan saran dan kritikan yang bersifat membangun dari teman-teman
maupun dari dosen pengampu. Harapannya kami dapat memberikan pengetahuan
yang bermanfaat bagi para pembaca serta peserta diskusi yang mengikutinya. Dan
kami berharap makalah ini dapat memberikan ilmu kepada teman-teman.

Kelompok 11

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.................................................................................................................................i
DAFTAR ISI..............................................................................................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN..........................................................................................................................1
1.1. Latar Belakang...........................................................................................................................1
1.2. Rumusan Masalah.....................................................................................................................1
1.3. Tujuan Penulisan.......................................................................................................................2
BAB II PEMBAHASAN...........................................................................................................................3
2.1. Pengertian Leverage...................................................................................................................3
2.2. Leverage Keuangan (Financial Leverage)................................................................................4
2.3. Pengaruh Financial Leverage terhadap Profitabilitas............................................................5
2.4. Financial Risk.............................................................................................................................7
2.5. Perhitungan menggunakan DFL..............................................................................................9
BAB III PENUTUP.................................................................................................................................11
3.1 Kesimpulan..............................................................................................................................11
3.2 Saran.........................................................................................................................................11
Daftar Pustaka.........................................................................................................................................12

ii
BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Dalam memenuhi kebutuhan modal tetap perusahaan bisa menggunakan modal sendiri atau
pinjaman dari pihak lain yang tentunya akan menanggung beban bunga. Dalam menggunakan
modal sendiri atau pinjaman maka diperlukan analisis leverage. Leverage adalah penggunaan
sumber dana atau aktiva tetap dimana untuk penggunaan tersebut perusahaan harus menanggung
biaya tetap atau menanggung beban tetap. Dalam suatu perusahaan dikenal istilah biaya modal
(Cost Of Capital) yang menggambarkan suatu tingkat pengembalian yang harus diperoleh oleh
suatu perusahaan atas investasi yang ditanam.

Analisa biaya modal ini adalah untuk melihat bagaimana kondisi struktur modal perusahaan,
apabila biaya modal ini dapat diusahakan seminimal mungkin maka dapat dikatakan bahwa
struktur keuangan adalah baik. Pada kenyataannya, perusahaan sulit untuk mencapai struktur
modal yang optimal dalam suatu komposisi pembelanjaan yang tepat. Bahkan ketika menetapkan
suatu range untuk struktur modal yang optimalpun sangat sulit.

Oleh karena itu, sebagian besar perusahaan hanya memperhatikan apakah perusahaan terlalu
banyak mempergunakan hutang ataukah tidak. Menurut R. Agus Sartono (2001:263) menyatakan
bahwa “Financial Leverage adalah penggunaan sumber dana yang memiliki beban tetap dengan
harapan bahwa akan memberikan tambahan keuntungan yang lebih besar daripada beban
tetapnya sehingga akan meningkatkan keuntungan yang tersedia bagi pemegang saham.”
Menurut J. Fred Weston menyatakan bahwa “Financial leverage merujuk pada penggunaan
hutang dalam rangka pembiayaan perusahaan”.

Menurut Bambang Riyanto menyatakan bahwa Financial leverage yaitu penggunaan dana
dengan beban tetap itu adalah dengan harapan untuk memperbesar pendapatan perlembar
saham”.Financial leverage menunjukkan penggunaan hutang dalam membiayai perusahaan yang
dapat mengakibatkan timbulnya resiko keuangan, semakin besar biaya tetap finansial yang
ditambahkan pada biaya tetap opersasi (Operating Fixed Cost). Penambahan fixed cost yang
lebih besar akan mengurangi keuntungan bersih pemegang saham, dan pengurangan keuntungan
ini berarti resiko bagi para pemegang saham biasa.

1
1.2. Rumusan Masalah
1. Apa definisi dari Leverage ?
2. Apa definisi dari Financial Leverage ?
3. Bagaimana pengaruh financial Leverage terhadap profitabilitas ?
4. Apa pengertian dari Financial Risk ?
5. Bagaimana cara menghitung dengan menggunakan DFL ?

1.3. Tujuan Penulisan


1. Untuk memenuhi tugas mata kuliah manajemen keuangan.

2. Untuk mengetahui definisi dari Leverage.

3. Untuk mengetahui definisi dari Financial Leverage.

4. Untuk menganalisis pengaruh Financial Leverage terhadap profitabilitas.

5. Untuk mengetahui Pengertian Financial Risk.

6. Untuk mengetahui perhitungan menggunakan DFL.

2
BAB II PEMBAHASAN

2.1. Pengertian Leverage


Leverage adalah penggunaan aset dan sumber dana (sources of funds) oleh perusahaan
yang memiliki biaya tetap dengan maksud agar meningkatkan keuntungan pemegang saham.
Perusahaan yang menggunakan leverage memiliki tujuan agar keuntungan yang didapatkan lebih
besar dari biaya tetap.

Leverage adalah suatu tingkat kemampuan perusahaan dalam menggunakan aktiva


dan/atau dana yang memiliki beban tetap (hutang dan atau saham istimewa) dalam rangka
mewujudkan tujuan perusahaan untuk memaksimisasi kekayaan pemilik perusahaa. Selain itu,
leverage bisa diartikan sebagai penggunaan aktiva atau dana di mana untuk menggunakan dana
tersebut perusahaan harus menutupi biaya tetap atau beban tetap.

Perusahaan yang memiliki biaya operasi tetap atau biaya modal tetap, maka perusahaan
tersebut menggunakan leverage. Penggunaan leverage bisa menimbulkan beban dan risiko bagi
perusahaan, apalagi jika keadaan perusahaan sedang memburuk. Di samping perusahaan harus
membayar beban bunga yang semakin membesar, kemungkinan perusahaan mendapat penalti
dari pihak ketiga bisa terjadi.

Pengertian Leverage Menurut Para Ahli

Sartono (2008:257)

Menurut Sartono, Leverage adalah penggunaan aset dan sumber dana (source of
funds) oleh perusahaan yang memiliki biaya tetap dengan maksud agar meningkatkan
keuntungan potensial pemegang saham.

Irawati (2006)

Menurut Irawati, Leverage adalah suatu kebijakan yang dilakukan oleh suatu
perusahaan dalam hal menginvetasikan dana atau memperoleh sumber dana yang disertai
dengan adanya beban/biaya tetap yang harus ditanggung perusahaan.

Fakhrudin (2008:109)

3
Menurut Fakhrudin, leverage merupakan jumlah utang yang digunakan untuk
membiayai/membeli aset-aset perusahaan. Perusahaan yang memiliki utang lebih besar dari
equity dikatakan sebagai perusahaan dengan tingkat leverage yang tinggi.

Sjahrial (2009:147)

Menurut Sjahrial, Leverage adalah penggunaan aktiva dan sumber dana oleh
perusahaan yang memiliki biaya tetap berarti sumber dana yang berasal dari pinjaman karena
memiliki bunga sebagai beban tetap dengan maksud agar meningkatkan keuntungan
potensial pemegang saham.

Syamsuddin (2001:89)

Menurut Syamsuddin, Leverage adalah kemampuan perusahaan untuk menggunakan


aktiva atau dana yang memiliki beban tetap (fixed cost assets or funds) untuk memperbesar
tingkat penghasilan (return) bagi pemilik perusahaan.

2.2. Leverage Keuangan (Financial Leverage)

Financial leverage adalah penggunaan sumber dana yang memiliki beban tetap dengan
beranggapan bahwa akan memberikan tambahan keuntungan yang lebih besar daripada beban
tetapnya sehingga akan meningkatkan keuntungan yang tersedia bagi pemegang saham.
Kebijakan perusahaan mendapatkan modal pinjaman dari luar ditinjau dari bidang manajemen
keuangan merupakan penerapan Financial Leverage dimana perusahaan membiayai kegiatannya
dengan menggunakan utang yang berbunga.

Kebijakan perusahaan mendapatkan modal pinjaman dari luar ditinjau dari bidang
manajemen keuangan merupakan penerapan Financial Leverage dimana perusahaan membiayai
kegiatannya dengan menggunakan modal pinjaman serta menanggung suatu beban tetap yang
bertujuan untuk meningkatkan laba per lembar saham. Financial Leverage timbul karena adanya
kewajiban finansial yang sifatnya tetap (fixed financial charges) yang harus dikeluarkan
perusahaan. Kewajiban finansial yang tetap ini tidaklah berubah dengan adanya perubahan
tingkat EBIT dan harus di bayar tanpa melihat sebesar apapun tingkat EBIT yang dicapai
perusahaan.

4
Besar kecilnya leverage finansial dihitung dengan DFL (Degree of financial leverage).
DFL menunjukkan seberapa jauh perubahan EPS karena perubahan tertentu dari EBIT. Makin
besar DFL-nya, maka makin besar risiko finansial perusahaan tersebut. Dan perusahaan yang
memiliki DFL yang tinggi adalah perusahaan yang mempunyai utang dalam proporsi yang lebih
besar. DFL (Degree of financial leverage) dapat diperoleh dengan rumus berikut ini:

DFL yang besar menunjukkan bahwa perubahan tingkat EBIT akan menghasilkan
perubahan yang besar pada laba bersih (EAT) atau pendapatan per lembar saham (EPS). Pada
kenyataannya, beban tetap bunga ini dapat berupa beban seluruh utang atau obligasi yang ada
dan biaya deviden untuk saham preferen yang memiliki beban pembayaran tetap setelah
perhitungan sebelum pajak.

2.3. Pengaruh Financial Leverage terhadap Profitabilitas

Financial leverage terjadi pada saat perusahaan menggunakan sumber dana yang
memberikan beban tetap. Tujuan penggunaan financial leverage ialah untuk meningkatkan
pengembalian kepada para pemegang saham biasa. Menurut Horne dan Wachowicz (2007:193)
financial leverage yang menguntungkan (favorable) terjadi jika suatu perusahaan dapat
menghasilkan pendapatan yang diterima dari penggunaan dana tersebut lebih besar dari beban
tetap yang harus dibayar. Berapapun jumlah laba yang tersisa setelah beban tetap dibayar akan
menjadi milik para pemegang saham biasa. Financial leverage yang tidak menguntungkan
(unfavorable) terjadi ketika perusahaan memiliki hasil pendapatan dari penggunaan dana yang
lebih kecil dari beban tetap yang harus dibayar. Menurut Utari et al. (2014:268) jika bunga
rendah maka, tingkat leverage keuangan akan rendah dan jika bunga tinggi maka, tingkat
leverage keuangan juga akan tinggi. Financial leverage dapat diukur dengan menggunakan
Degree of Financial Leverage (DFL). Degree of Financial Leverage (DFL) merupakan ukuran
kuantitatif sensitivitas EPS perusahaan terhadap perubahan laba operasional (Horne dan
Wachowicz, 2007:200). DFL dapat dihitung dengan menggunakan formula sebagai berikut:

5
Pengaruh Financial Leverage terhadap Profitabilitas, penggunaan financial leverage akan
memberikan pengaruh yang berbeda terhadap ROE sesuai dengan kondisi ekonomi yang terjadi.
Dikutip dari penelitian Ritonga (2014) yang menyatakan bahwa pada kondisi ekonomi yang
baik, penggunaan financial leverage akan memberikan pengaruh positif terhadap ROE berupa
adanya peningkatan derajat laba bagi pemegang saham. Hal ini terjadi karena tingkat
pengembalian (return) terhadap laba operasi lebih besar dari beban tetap perusahaan. Kondisi
seperti ini sering disebut sebagai favorable financial leverage karena perusahaan dapat
memenuhi kebutuhan dananya dengan menggunakan utang dalam jumlah banyak. Laba yang
dimiliki perusahaan masih dapat digunakan untuk menutup beban tetap yang timbul akibat dari
penggunaan hutang tersebut. Pada kondisi ekonomi normal, peningkatan penggunaan hutang
awalnya akan meningkatkan kemampuan perusahaan dalam memperoleh laba, karena suku
bunga relatif rendah.

Menurut Ritonga (2014) jika perusahaan terus menggunakan hutang maka, laba yang
akan dihasilkan semakin lama menjadi semakin kecil. Hal tersebut disebabkan karena
penggunaan hutang yang semakin besar akan meningkatkan suku bunga dan risiko yang akan
dihadapi kreditor juga semakin tinggi. Pada kondisi seperti ini perusahaan diharapkan lebih
berhati-hati dalam penggunaan utang untuk mendanai kegiatan operasionalnya. Pada kondisi
ekonomi yang buruk, penggunaan financial leverage akan memberikan pengaruh negatif
terhadap profitabilitas berupa penurunan ROE. Menurut Ritonga (2014), hal ini terjadi karena
pada umumnya suku bunga pinjaman yang diberikan sangat tinggi, sementara penjualan dan laba
perusahaan sedang turun. Kondisi seperti ini sering disebut dengan unfavorable financial
leverage atau leverage keuangan merugikan (Horne dan Wachowicz 2007:194). Pada kondisi
seperti ini ada baiknya perusahaan menghindari pembelanjaan dengan menggunakan utang,
karena kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba lebih kecil dibandingkan dengan suku
bunga pinjaman yang harus dibayar oleh perusahaan. Dikutip dari penelitian Kumalasari (2016)
yang menyatakan bahwa semakin tinggi biaya tetap yang digunakan perusahaan, maka semakin
tinggi operating leverage yang dicapai dan semakin besar pula sensivitas laba bersih terhadap

6
perubahan penjualan. Jika suatu perusahaan mempunyai operating leverage yang tinggi, maka
sedikit saja peningkatan dalam penjualan dapat meningkatkan persentase yang besar dalam laba.

Perusahaan yang menggunakan leverage keuangan dapat meningkatkan tingkat


pengembalian yang diharapkan kepada pemegang saham dengan dua alasan karena bunga dapat
dikurangkan, maka penggunaan hutang mengakibatkan tagihan pajak yang lebih rendah dan
menyisakan lebih banyak laba operasi yang tersedia bagi investor dan jika tingkat pengembalian
yang diharapkan atas aktiva (EBIT/Total Aktiva) melebihi suku bunga utang, maka perusahaan
pada umumnya dapat menggunakan utang untuk membeli aktiva, membayar bunga utang, dan
kemudian sisanya akan menjadi bonus bagi pemegang saham. Financial Leverage seringkali
diukur dengan beberapa rasio keuangan sederhana seperti berikut ini Degree of Financial
Leverage (DFL), The Debt Ratio (DR), The Debt Equity Ratio (DER), dan Time Interest Earned
Ratio (TIER). Degree of Financial Leverage (DFL) merupakan rasio antara presentase
perubahan EPS dibanding dengan presentase perubahan EBIT (Sartono, 2010: 265). The Debt
Ratio (DR) merupakan hasil dari perbandingan antara total liabilities dengan total assets.
Menurut Darsono (2005: 54), The Debt Equity Ratio adalah rasio yang menunjukkan presentase
penyediaan dana oleh pemegang saham terhadap pemberi pinjaman. Menurut Brigham dan
Houston (2001: 87), Time Interest Earned Ratio (TIER) mengukur seberapa besar laba operasi
dapat menurun sampai perusahaan tidak dapat memenuhi beban bunga tahunan.

2.4. Financial Risk

Risiko keuangan menurut Brigham dan Houston (2006:17) adalah “tambahan risiko yang
dibebankan kepada para pemegang saham biasa sebagai hasil dari keputusan untuk mendapatkan
pendanaan melalui utang.” Risiko keuangan diakibatkan oleh transaksi-transaksi keuangan.
Secara konseptual, pemegang saham akan menghadapi sejumlah risiko yang inheren pada
operasi perusahaan. Jika sebuah perusahaan menggunakan utang, maka hal ini akan
mengkonsentrasikan risiko bisnis pada pemegang saham biasa.

Risiko keuangan (financial risk) adalah sejauh mana perusahaan bergantung pada
pembiayaan external (termasuk pasar modal dan bank)untuk mendukung operasi yang sedang
berlangsung. Risiko keuangan tercermin dalam faktor-faktor seperti leverage neraca, transaksi
off-balance sheet, kewajiban kontrak, jatuh tempo pembayaran utang, likuiditas, dan hal lainnya

7
yang mengurangi fleksibilitas keuangan. Perusahaan yang mengandalkan pada pihak eksternal
untuk pembiayaan berisiko lebih besar daripada yang menggunakan dana sendiri yang dihasilkan
secara internal. Mengelola Risiko keuangan mengendalikan risiko keuangan dapat meningkatkan
nilai perusahaan, karena investor menyukai manajer keuangan yang mampu mengidentifikasi
dan mengelola risiko pasar. Stabilitas aliran kas bisa meminimalkan kejutan laba, sehingga
ekspektasi arus kas naik. Stabilitas laba mengurangi risiko gagal bayar & kebangkrutan.
Manajemen eksposur yang aktif membuat perusahaan bisa konsentrasi pada risiko bisnis utama.
Misal, perusahaan manufaktur dapat terlindung dari risiko suku bunga dan mata uang dengan
berkonsentrasi pada produksi dan pemasaran. Pemberi pinjaman (kreditur), karyawan dan
pelanggan juga bisa memperoleh manfaat dari manajemen eksposur.

Berkaitan dengan leverage, secara umum risiko dapat dibedakan atas risiko bisnis
(business risk) dan risiko keuangan (financial risk). Menurut Weston dan Brigham (1993 : 624)
business risk is the risk associated with projection of a firm’s future returns on assetss, or returns
on equity (ROE). Namun dalam realitanya, selain sumber pembiayaan internal maka perusahaan
juga membutuhkan sumber pembiayaan dari luar perusahaan yang bersifat hutang. Dari kondisi
ini maka dapat tergambar bahwa selain risiko bisnis (business risk) maka perusahaan juga
memiliki risiko keuangan (financial risk).

Salah satu pendekatan penilaian investasi yang dapat digunakan investor dan manajemen
perusahaan adalah perhitungan tingkat leverage yang akan muncul dari perubahan
struktur/sumber pembiayaan perusahaan. Secara umum leverage dibedakan menjadi operating
leverage dan financial leverage, namun penelitian ini secara khusus akan memfokuskan pada
financial leverage. Menurut Weston dan Copeland (1986 : 181), Siegel dan Shim (1993 : 62)
serta Harahap (1999 : 307), secara teknis financial leverage biasanya diukur dengan
menggunakan debt equity ratio (DER) dan debt asset ratio (DAR). Penggunaan sumber
pembiayaan berupa hutang yang berimbas pada financial leverage juga akan berpengaruh pada
tingkat pendapatan pemilik perusahaan dalam bentuk earning pershare (EPS).

Perubahan internal return tersebut juga akan berpengaruh pada penilaian tingkat risiko
khususnya financial risk perusahaan. Selain dipengaruhi secara langsung oleh internal return
(EPS), financial risk juga dipengaruhi secara langsung oleh financial leverage seperti yang
tersirat dalam pengertian financial risk oleh Weston dan Brigham (1993 : 624) financial risk is

8
the portion of stockholder’s risk, over and above basic business risk, resulting from the use of
financial leverage.

2.5. Perhitungan menggunakan DFL


 Degree of Financial Leverage (DFL)
DFL= EBIT = Qx(P-V)-BT
EBIT-I Qx(P-V)-BT-I
Dimana:
Q= jumlah unit produk
P= harga jual per unit
V= biaya variabel per unit
T= biaya tetap
I= biaya bunga
Contoh soal :

1) Berapakah Degree of Financial Leverage (DFL) CV. Sekar Adina untuk mesin A, bila
diketahui mesin A menanggung biaya bunga sebesar Rp. 100.000 dan beban pajak 40%?

Keterangan Mesin A

Penjualan 2.500.000

Biaya Variabel 2.000.000

Kontribusi margin 500.000

Biaya tetap 100.000

EBIT 400.000

Biaya Bunga 100.000

EBT 300.000

Pajak 40% 120.000

EAT 180.000

Jawab :

9
DFL= EBIT = Qx(P-V)-BT
EBIT-I Qx(P-V)-BT-I

DFL= _400.000 = 1,33


400.000-100.000

2) Berapakah Degree of Financial Leverage (DFL) CV.Sekar Adina untuk mesin A, bila
diketahui mesin A menanggung biaya bunga sebesar Rp. 300.000 dan beban pajak 40%?
Jawab :

DFL= EBIT = Qx(P-V)-BT


EBIT-I Qx(P-V)-BT-I

DFL= _500.000 = 2,5


500.000-300.000

10
BAB III PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Financial leverage adalah penggunaan sumber dana yang memiliki beban tetap dengan
beranggapan bahwa akan memberikan tambahan keuntungan yang lebih besar daripada beban
tetapnya sehingga akan meningkatkan keuntungan yang tersedia bagi pemegang saham.
Kebijakan perusahaan mendapatkan modal pinjaman dari luar ditinjau dari bidang manajemen
keuangan merupakan penerapan Financial Leverage dimana perusahaan membiayai kegiatannya
dengan menggunakan utang yang berbunga.

Kebijakan perusahaan mendapatkan modal pinjaman dari luar ditinjau dari bidang
manajemen keuangan merupakan penerapan Financial Leverage dimana perusahaan membiayai
kegiatannya dengan menggunakan modal pinjaman serta menanggung suatu beban tetap yang
bertujuan untuk meningkatkan laba per lembar saham. Tujuan penggunaan financial leverage
ialah untuk meningkatkan pengembalian kepada para pemegang saham biasa.

Menurut Horne dan Wachowicz (2007:193) financial leverage yang menguntungkan


(favorable) terjadi jika suatu perusahaan dapat menghasilkan pendapatan yang diterima dari
penggunaan dana tersebut lebih besar dari beban tetap yang harus dibayar. Berapapun jumlah
laba yang tersisa setelah beban tetap dibayar akan menjadi milik para pemegang saham biasa.
Financial leverage yang tidak menguntungkan (unfavorable) terjadi ketika perusahaan memiliki
hasil pendapatan dari penggunaan dana yang lebih kecil dari beban tetap yang harus dibayar.

3.2 Saran

Untuk makalah ini tentu saja masih banyak kekurangan, banyak materi tentang financial
leverage belum dijabarkan disini. Diharapkan untuk kedepannya lebih bisa merinci lagi lebih
detail. Semoga makalah ini dapat memberi manfaat dan berguna untuk kedepannya.

11
Daftar Pustaka

 Van Horne, James C; John M. Wachom Cz, Jr. , 2001, Prinsip – Prinsip Manajemen

Keuangan halaman 147-156, Jakarta Selatan ; Salemba Empat.


 Sartono, Agus Dr, R., M.B.A, 1994, Manajemen Keuangan Teori dan Aplikasi halaman

260-267, Yogyakarta ; UGM.


 https://www.kajianpustaka.com/2016/11/pengertian-dan-jenis-jenis-leverage.html diakses

pada 22 November 2019.


 https://candraekonom.blogspot.com/2014/11/contoh-soal-dan-jawaban-analisis.html diakses

pada 24 November 2019.


 https://www.dictio.id/t/apa-yang-dimaksud-dengan-leverage-operasi-dan-finansial-

operating-and-financial-leverage/3957/2 diakses pada 30 November 2019.


 https://www.academia.edu/26471312/OPERATING_LEVERAGE_and_FINANCIAL_LEVERAGE

diakses pada 30 November 2019.


 https://www.pelajaran.co.id/2018/23/pengertian-tujuan-manfaat-dan-jenis-jenis-

leverage.html diakses pada 1 Desember 2019.


 https://www.coursehero.com/file/p59jvm7/Pengertian-Resiko-Keuangan-Risiko-keuangan-
financial-risk-adalah-sejauh-mana/ diakses pada 6 Desember 2019.
 https://materibelajar.co.id/pengertian-leverage/ diakses pada 7 Desember 2019.
 http://journals.ums.ac.id/index.php/benefit/article/view/1409 diakses pada 7 Desember 2019.
 http://digilib.polban.ac.id/files/disk1/58/jbptppolban-gdl-adiirawans-2868-1-sintern-k.pdf
diakses pada 7 Desember 2019.
 https://www.gomarketingstrategic.com/pengertian-financial-risk-leverage-operating-leverage-
financial-leverage/ diakses pada 7 Desember 2019.
 https://media.neliti.com/media/publications/87857-ID-analisis-pengaruh-financial-leverage-
dan.pdf diakses pada 7 Desember 2019.

12