Anda di halaman 1dari 15

MAKALAH

EKUITAS PEMEGANG SAHAM DAN


LABA DITAHAN (RETAINED EARNING)
Diajukan Untuk Memenuhi Salahsatu Tugas Mata Kuliah Akuntansi Keuangan II

Dosen Pembimbing: Syamsuri, M.M, M.Ak, PIA

Disusun oleh :

Gatot Aris Munandar (2016353655)


Monisa (2016353657)

PROGRAM STUDI S1 AKUNTANSI


SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI AHMAD DAHLAN JAKARTA
2018

i
DAFTAR ISI

HALAMAN SAMPUL......................................................................................................
DAFTAR ISI..................................................................................................................... ii
BAB I : PENDAHULUAN .............................................................................................. ii
1.1 Latar Belakang .......................................................................................................iii
1.2 Rumusan Masalah ................................................................................................... iv
1.3 Tujuan ..................................................................................................................... iv
BAB II : PEMBAHASAN ............................................................................................... 1
A. EKUITAS PEMEGANG SAHAM ....................................................................... 1
B. LABA DITAHAN (RETAINED EARNING) ...................................................... 1
C. KEBIJAKAN DEVIDEN ....................................................................................... 3
D. DEVIDEN ............................................................................................................... 4
1. Pengertian Deviden .............................................................................................. 4
2. Bentuk – Bentuk Deviden .................................................................................... 4
E. PEMECAHAN SAHAM (STOCK SPLITS)........................................................ 7
F. SAHAM PREFEREN ............................................................................................. 8
1. Pengertian Saham Preferen .................................................................................. 8
2. Jenis Saham Preferen ........................................................................................... 8
3. Pengaruh Saham Preferen .................................................................................... 8
BAB III : PENUTUP ...................................................................................................... 10
KESIMPULAN ............................................................................................................... 10
DAFTAR PUSTAKA ...................................................................................................... 11

ii
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG


Ekuitas merupakan bagian hak pemilik dalam perusahaan yaitu selisih antara aktiva dan
kewajiban yang ada, dan dengan demikian tidak merupakan ukuran nilai jual perusahaan
tersebut. Ekuitas sebagai bagian hak pemilik dalam perusahaan harus dilaporkan sedemikian
rupa sehingga memberikan informasi mengenai sumbernya secara jelas dan disajikan sesuai
dengan peraturan perundangan dan akta pendirian yang berlaku.
Untuk perusahaan perseorangan, ekuitas sering disebut modal, untuk organisasi nonprofit
ekuitas disebut dengan aset bersih (net assets) untuk menghindari kesan adanya pemilikan.
Karena kensep kesatuan usaha yang memisahkan antara manajemen dan pemilikan,
informasi tentang akuitas pemegang saham menjadi sangat penting karena hal tersebut
menunjukan hubungan antara perusahaan (perseroan) dengan pemegang saham. dari sudut
pemegang saham, ekuitas pemegang saham merupakan hak atas kekayaan atau nilai yang
tertanam dalam perseroan. Kalau dipandang dari sudut kesatuan usaha, ekuitas pemegang
saham merupakan "utang" perseroan kepada para pemegang saham. Oleh karena itu, ekuitas
pemegang saham dapat juga dipandang sebagai gambaran hubungan yuridis antara perseroan
dan pemegang saham. Dengan kedudukannya yang demikian persoalannya adalah bagaimana
melaporkan atau menyajikan informasi elemen ini agar hubungan dan tanggung jawab
yuridis dapat dipertahankan.

iii
1.2 RUMUSAN MASALAH
1. Apa Pengertian dari Ekuitas Pemegang Saham ?
2. Jelaskan maksud dari Ekuitas Pemegang Saham Laba Ditahan (Retained Earning) ?
3. Apa pengertian dari Kebijakan Deviden?
4. Sebutkan Bentuk – bentuk dari Deviden!
5. Apa yang dimaksud dengan Pemecahan Saham (Stock Splits) ?
6. Apa pengertian dari saham Preferen ?
7. Sebutkan jenis dari Saham preferen !

1.3 TUJUAN
Pada umumnya, tujuan pelaporan informasi ekuitas pemegang saham adalah
menyediakan informasi kepada yang berkepentingan tentang efesiensi dan kepengurusan
manajemen.
Tujuan yang lain adalah menyediakan informasi tentang riwayat serta prospek investasi
pemilik dan pemegang ekuitas lainnya, serta merupakan tanggung jawab yuridis pemilik.
Untuk memenuhi tujuan tersebut, informasi yang harus disampaikan berkaitan tentang
ekuitas pemegang saham tersebut minimal adalah sumber ekuitas, pembatasan pembagian
dividen dan likuidasi, batas perlindungan dan urutan penyerapan rugi.

iv
BAB II

PEMBAHASAN

A. EKUITAS PEMEGANG SAHAM


PSAK No. 21 (Ikatan Akuntan Indonesia, 2002) menyatakan bahwa ekuitas
sebagai bagian hak pemilik dalam perusahaan harus dilaporkan sedemikian rupa
sehingga memberikan informasi mengenai sumbernya secara jelas dan disajikan sesuai
dengan peraturan perundangan dan akta pendirian yang berlaku.
Ada 3 kategori yang merupakan bagian dari Ekuitas pemegang saham, yaitu :
1. Modal saham
2. Tambahan modal disetor
3. Laba ditahan.

B. LABA DITAHAN (RETAINED EARNING)


1. Penjumlahan laba yang tidak dibagikan sebagai deviden dari tahun-tahun sebelumnya
sampai sekarang.
2. Rugi bersih, penyesuaian periode sebelumnya (koreksi kesalahan), saham treasury,
dividen tunai, dividen properti, dan dividen saham.
3. Laba bersih, penyesuaian periode sebelumnya dan penyesuaian akibat kuasi reorganisasi.
4. Laba ditahan digunakan dalam aktivitas bisnis, yaitu laba dari operasi.
5. Laporan atas aktivitas perusahaan selama satu periode.
6. Tujuannya untuk menyediakan informasi kepada pihak yang berkepentingan tentang
efesiensi dan kepengurusan manajemen.
7. Serta menyediakan informasi tentang riwayat dan prospek investasi pemilik dan juga
pemegang ekuitas lainnya yang merupakan tanggung jawab yuridis pemilik.
8. Pembatasan dalam laba ditahan berdasarkan atas penahanan sejumlah saldo laba ditahan,
kemampuan perusahaan untuk mengobservasi kebutuhan modal kerja tertentu, pinjaman
tambahan, dan atas pertimbangan lainnya.

1
9. Setiap laba yang tidak dibagikan kepada para pemegang saham akan menjadi tambahan
ekuitas pemegang saham.

Cara Perhitungan Laba Ditahan:


Formula Laba Ditahan

Laba ditahan, saldo awal ( sebelum Penyesuaian ) xxx

Ditambah/ dikurangi:

Penyesuaian periode sebelumnya xxx

Laba ditahan,saldo awal (dinyatakan kembali) xxx


Ditambah : Laba bersih xxx

Dikurangi Dividen :

Dividen Tunai- Saham Biasa xxx

Dividen Tunai- saham Preferen xxx

Dividen Saham xxx

Dividen Properti xxx

Dikurangi: Penyesuaian untuk transaksi TS xxx

Penyisihanlaba ditahan xxx

Laba ditahan, Saldo Akhir xxx

2
C. KEBIJAKAN DEVIDEN
Kebijakan Dividen adalah Keputusan apakah laba yang diperoleh perusahaan
pada akhir tahun akan dibagi kepada pemegang saham dalam bentuk deviden atau akan
ditahan untuk menambah modal guna pembiayaan investasi di masa yang akan datang.
Sangat sedikit perusahaan yang membayar dividen dalam jumlah yang sama,
dengan laba ditahan yang tersedia secara legal.
Salah satu alasan utamanya adalah :
1. Persetujuan ( kontrak obligasi ) dengan kreditor tertentu untuk menahan semua atau
sebagian laba, dalam bentuk aktiva guna membentuk proteksi tambahan terhadap
kemungkinan kerugian.
2. Beberapa hukum perusahaan negara mensyaratkan bahwa laba yang ekuivalen
dengan biaya yang saham treasury yang dibeli dilarang untuk diumumkan sebagai
dividen.
3. Keinginan untuk menahan aktiva yang tidak dibayarkan sebagai dividen, untuk
membiayai pertumbuhan/ ekspansi. biasa disebut dengan biaya internal, laba yang
direinvestasi/menanamkan kembali keuntungan dalam usaha.
4. Keinginan untuk memperlancar pembayaran dividen dari tahun ke tahun dengan
mengakumulasi laba dalam tahun-tahun yang menghasilkan laba dan menggunakan
akumulasi laba itu sebagai dasar untuk membayar dividen dalam tahun-tahun yang
buruk.
5. Keinginan untuk membentuk pelindung atau penyangga terhadap kemungkinan
kerugian atau kesalahan dalam kalkulasi laba.

Salah satu Faktor-faktor yang mempengaruhi kebijakan dividen :


 Kebutuhan dana bagi perusahaan
Semakin besar kebutuhan dana perusahaan berarti semakin kecil
kemampuan untuk membayar deviden. Penghasilan perusahaan akan
digunakan terlebih dahulu untuk memenuhi kebutuhan dananya baru sisanya
untuk pembayaran deviden.
 Likuiditas perusahaan

3
Salah satu pertimbangan utama dalam kebijakan deviden. Karena deviden
merupakan arus kas keluar, maka semakin besar jumlah kas yang tersedia dan
likuiditas perusahaan, semakin besar pula kemampuan perusahaan untuk
membayar deviden.
 Kemampuan untuk meminjam
Apabila perusahaan mempunyai kemampuan yang tinggi untuk
mendapatkan pinjaman, hal ini juga merupakan fleksibilitas keuangan yang
tinggi sehingga kemampuan untuk membayar dividen juga tinggi.

D. DIVIDEN
1. Pengertian Dividen.
1) Pembagian laba kepada pemegang saham berdasarkan banyaknya saham yang
dimiliki dalam suatu perusahaan.
2) Transfer sejumlah nilai dari perusahaan kepada pemegang saham.
3) Dividen merupakan distribusi kekayaan perusahaan.
4) Pembagian dividen umumnya didasarkan pada akumulasi laba, yaitu laba ditahan /
tambahan modal yang disetor.
2. Bentuk- Bentuk Dividen.
Pembagian deviden umumnya didasarkan atas akumulasi laba yaitu laba ditahan,
atau atas beberapa pos modal lainnya seperti tambahan modal disetor. Harapan umum
dari setiap pemegang saham yang menerima deviden adalah perusahaan yang telah
beroperasi secara sukses dan ia menerima bagian dari laba tersebut. Dividen likuidasi
(liquidating dividen) yaitu dividen yang tidak didasarkan atas laba ditahan- harus
dijelaskan secara memadai pada lampiran memo untuk para pemegang saham, sehingga
tidak akan terjadi kesalahpahaman tentang sumbernya. Deviden memiliki jenis sebagai
berikut :
1) Dividen Tunai
Dewan direksi melakukan pemungutan suara untuk mengumumkan deviden tunai
(cash dividend) , dan jika hasilnya disetujui, maka deviden segera diumumkan.
Sebelum dividen dibayarkan, daftar pemegang saham terakhir harus disiapkan.

4
Karena itu, biasanya terdapat tenggang waktu antara saat pengumuman dan
pembayaran.
Suatu kewajiban dimana pembayarannya dilakukan dengan segera, biasanya
merupakan kewajiban lancar, dan dibayarkan dalam bentuk tunai serta dikenai pajak
pada tahun pengeluarannya.
2) Dividen Properti
Perusahaan membagikan dividen dengan pembayaran aktiva selain kas kepada
pemegang saham. Dividen properti dapat berupa barang dagang, real estat, atau
investasi, atau bentuk lainnya yang dirancng oleh dewan direksi.
Ketika dividen properti diumukan, perusahaan harus menetapkan kembali nilai
wajar properti yang akan dibagikan, dengan mengakui setiap keuntungan atau
kerugian sebagai perbedaan antara nilai wajar dan nilai buku properti pada tanggal
pengumuman.
3) Dividen Skrip
Perusahaan membagikan dividen dalam bentuk janji tertulis untuk membayar kas,
perusahaan tidak membayar dividen sekarang tetapi memilih membayarnya di masa
yang akan datang.
4) Dividen Likuidasi
Perusahaan menggunakan modal disetor sebagai dasar untuk dividen bukan
didasarkan pada laba yang ditahan. Setiap dividen yang tidak didasarkan pada laba
merupakan pengurangan modal disetor perusahaan, dan sejauh itu merupakan
dividen likuidasi.
5) Dividen Saham
Pembagian dividen yang akan dibayar dengan menggunakan penyerahan sejumlah
saham tambahan kepada pemegang saham. Dan biasanya dihitung berdasarkan
proporsi terhadap jumlah saham yang dimiliki.
Metode ini mirip dengan stock split karena dilakukan dengan cara menambah
jumlah saham sambil mengurangi nilai tiap saham sehingga tidak mengubah
kapitalisasi pasar.

Ayat Jurnal :

5
1. Laba Ditahan – Dividen Tunai
 Dividen Tunai diumumkan :

Dividen (Laba ditahan) - CS xxx

Dividen (Laba ditahan) - PS xxx

Hutang Dividen xxx

 Dividen Tunai dibayarkan :

Hutang Dividen xxx

Kas xxx

2. Laba Ditahan – Dividen Properti


 Dividen Properti diumumkan :

Dividen Properti (Laba ditahan) xxx

Hutang Dividen Properti xxx

 Dividen Properti dibagikan :

Hutang Dividen Properti xxx

Investasi xxx

3. Laba Ditahan – Dividen Saham


 Dividen Saham diumumkan :

Dividen Saham ( Laba ditahan) xxx

Dividen Distributable xxx

 Dividen Saham dibagikan :

Dividen saham distributable xxx

Saham Biasa xxx

6
E. PEMECAHAN SAHAM (STOCK SPLITS)
1. Perusahaan menukar dengan jumlah lembar saham yang berbeda atas jumlah lembar
saham yang dimiliki pemegang saham.
2. Tujuan untuk menurunkan harga pasar per lembar saham.
3. Sebagai contoh pemecahan 1 menjadi 2 unit :
Sebelum Stock Splits:
Saham biasa 1000 lembar x Rp.100 RP.100.000
Laba ditahan Rp.50.000

Rp.150.000

Setelah stock Splits

Saham biasa 2000 lembar Rp.50 Rp.100.000

Laba ditahan Rp. 50.000

Rp.150.000

Dividen Saham VS Stock Splits:

1. Dividen saham membutuhkan ayat jurnal sedangkan Stock Splits tidak membutuhkan
ayat jurnal.
2. Kebanyakan perusahaan menggunakan stock split untuk mengubah harga pasar per
lembar saham.
3. Namun ada beberapa perusahan yang menggunakan dividen saham dalam jumlah besar
untuk tujuan yang sama. tindakan inilah yang disebut dengan stock split dalam bentuk
dividen.
4. Prinsip-prinsip akuntansi memperlakukan distribusi saham yang lebih dari 25% saham
yang beredar sebagai stock Splits sedangkan distribusi yang lebih kecil dari jumlah itu
dapat digolongkan sebagai stock deviden.

7
F. SAHAM PREFEREN
1. Pengertian Saham Preferen.
Saham Preferen adalah untuk memanfaatkan dana cash flow serta untuk
memperoleh pendapatan dividen yang lebih tinggi.
2. Jenis saham Preferen.
Dimana jenis ini berhubungan dengan pembagian dividen, yaitu :
1) Saham Preferen Komulatif dan non komulatif
 Komulatif adalah hak untuk mendapatkan dividen setiap tahun dengan
mengabaikan laba/rugi.
 Non komulatif adalah hak untuk mendapatkan dividen apabila perusahaan
mengalami laba setiap tahunnya.
2) Saham preferen Partisipasi dan non partisipasi
 Partisipasi adalah hak untuk mendapatkan tambahan dividen apabila ada
kelebihan dividen setelah dibagikan kepada hak saham biasa dan preferen.
 Non Partisipasi adalah hak untuk tidak mendapatkan tambahan dividen apabila
ada kelebihan dividen.
3. Pengaruh Saham Preferen
Contoh Soal:
Sebagai contoh pada tahun tertentu, $50,000 dibagikan sebagi dividen tunai,
saham biasa yang beredar memiliki nilai pari $400.000 dan saham preferen 6% nilai
pari $100.000.
1. Jika saham Preferen bersifat non komulatif dan non partisipasi.
Preferen Biasa Total
6% dari $100.000 $6000 $ 6000
sisa pada saham biasa $44.000 $44.000
$50.000

2. Jika saham preferen komulatif dan non partisipasi serta dividen tidak dibayarkan
kepada saham preferen dalam waktu 2 tahun.
Preferen Biasa Total
Dividen dimuka,6%dr $100.000 u/2thn $12.000 $12.000

8
Dividen thn ini,6%dr $100.000 $6.000 $6.000
Sisa pd saham biasa $32.000 $32.000
$18.000 $32.000 $50.000

3. Jika saham preferen bersifat non komulatif dan partisipasi penuh.


Preferen Biasa Total
Dividen thn ini,6% $6000 $24.000 $30.000
Dividen partisipasi 4% $4000 $16.000 $20.000
Total $10.000 $40.000 $50.000
Dividen partisipasi ditentukan sebagai berikut :
Dividen thn ini :
Preferen,6% dr $100.000 = $6.000
Biasa,6% dr $400.000 =$24.000
$30.000
Jumlah tersedia untuk partisipasi
($50.000 - $30.000) $20.000
Nilai pari saham untuk partisipasi
($100.000 + $400.000) $500.000
Tingkat partisipasi
($20.000 / $500.000) 4%
Dividen partisipasi:
Preferen,4% dr $100.000 $ 4.000
Biasa,4% dr $ 400.000 $16.000
$20.000

9
BAB III

PENUTUP

KESIMPULAN

1. Ekuitas Pemegang Saham, adalah sesuai dengan PSAK No. 21 (Ikatan Akuntan
Indonesia, 2002) menyatakan bahwa ekuitas sebagai bagian hak pemilik dalam
perusahaan harus dilaporkan sedemikian rupa sehingga memberikan informasi mengenai
sumbernya secara jelas dan disajikan sesuai dengan peraturan perundangan dan akta
pendirian yang berlaku.
2. Laba Ditahan (Retained Earning) adalah setiap laba yang tidak dibagikan kepada para
pemegang saham akan menjadi tambahan ekuitas pemegang saham.
3. Kebijakan Dividen adalah Keputusan apakah laba yang diperoleh perusahaan pada akhir
tahun akan dibagi kepada pemegang saham dalam bentuk deviden atau akan ditahan
untuk menambah modal guna pembiayaan investasi di masa yang akan datang.
4. Bentuk – bentuk Deviden diantaranya: Deviden Tunai, Properti, Skrip, Likuidasi dan
Dividen Saham.
5. Pemecahan Saham (Stock Splits) adalah Perusahaan menukar dengan jumlah lembar
saham yang berbeda atas jumlah lembar saham yang dimiliki pemegang saham.
Tujuannya untuk menurunkan harga pasar per lembar saham.
6. Saham Preferen adalah untuk memanfaatkan dana cash flow serta untuk memperoleh
pendapatan dividen yang lebih tinggi.

10
DAFTAR PUSTAKA

Donald E. Kieso, PH.D., C.P.A & Jerry J. Weygandt, PH.D,C.P. (1995). Edisi ketujuh
Intermediate Accounting 7th ed.;Akuntansi Intermediate, Jilid 2.Hak Cipta Bahasa Indonesia:
Binarupa Aksara. Jakarta: Binarupa Aksara.

Donald E. Kieso, PH.D., C.P.A & Jerry J. Weygandt, PH.D,C.P. & Terry D. Warfield
PH.D. (2014). Edisi Keduabelas. Akuntansi Intermediate, Jilid 2.Hak Cipta Bahasa Indonesia:
Anggota IKAPI. Jakarta: Erlangga.

11