Anda di halaman 1dari 13

Nama: Ika Ulya Cahyani Putri

NIM : PO.62.20.1.16.145
LOGBOOK 8.3

ASUHAN KEPERAWATAN DIABETES MELITUS KOMPLIKASI


KARDIOVASKULER

Pertemuan hari I

Kasus 1
Tn. Jemy, 50 tahun dirawat di ruang penyakit dalam RS “Sehat Sejahtera” sejak 1 hari
yang lalu. Klien mengeluh nyeri dada yang menjalar ke punggung sejak 2 jam yang
lalu setelah makan malam. Saat dilakukan pemeriksaan tanda-tanda vital didapatkan
data sebagai berikut : tekanan darah 100/70 mmHg, nadi 100x/menit, pernafasan
24x/menit dan suhu 37,30 celcius. Perawat ruangan melakukan perekaman EKG dan
didapatkan hasil : ST elevasi pada lead II, III dan aVF serta didapatkan ST depresi di
lead I, aVL, V5 dan V6. Pada pemeriksaan Troponin T didapatkan nilai 0,3 ng/dl.
Klien dipasang oksigen 4 l/mnt, dipasang IV line, diberikan ISDN 10 mg 3x/hari.
Orang tua laki-laki Tn. Jemy meninggal pada usia 50 akibat serangan jantung. Ibu Ny.
Jemi meninggal pada usia 55 tahun akibat diabetes melitus. Tn. Jemy mempunyai
kebiasaan merokok 2 bungkus / hari sejak 20 tahun yang lalu. Tn. Jemi mempunyai
riwayat DM 15 tahun yang lalu.

Aktifitas 1
Review modul patofisiologi diabetes melitus dengan komplikasi kardiovaskuler
Diabetes mellitus jangka panjang member dampak yang parah ke sistem kardiovaskular,
terjadi kerusakan di mikro dan makrovaskular.
1. Mikrovaskular
Komplikasi mikrovaskular terjadi akibat penebalan membran basal pembuluh-
pembuluh kecil. Penyebab penebalan tersebut tampaknya berkaitan langsung dengan
tingginya kadar glukosa darah. Penebalan mikrovaskular tersebut menyebabkan iskemia
dan penurunan penyaluran oksigen dan zat gizi ke jaringan. Selain itu, Hb terglikosilasi
memiliki afinitas terhadap oksigen yang lebih tinggi sehingga oksigen terikat lebih erat
ke molekul Hb. Hal ini menyebabkan ketersediaan oksigen untuk jaringan berkurang.
Hipoksia kronis juga dapat menyebabkan hipertensi karena jantung dipaksa
meningkatkan curah jantung sebagai usaha untuk menyalurkan lebih banyak oksigen ke
jaringan. Ginjal, retina, dan sistem saraf perifer, termasuk neuron sensorik dan motorik
somatic sangat dipengaruhi oleh gangguan mikrovaskular diabetik. Sirkulasi
mikrovaskular yang buruk juga akan menganggu reaksi imun dan inflamasi karena kedua
hal ini bergantung pada perfusi jaringan yang baik untuk menyalurkan sel-sel imun dan

1
mediator inflamasi.
2. Makrovaskular
Komplikasi makrovaskular terutama terjadi akibat aterosklerosis. Komplikasi
makrovaskular ikut berperan dan menyebabkan gangguan aliran darah, penyulit
komplikasi jangka panjang, dan peningkatan mortalitas. Pada diabetes terjadi kerusakan
pada lapisan endotel arteri dan dapat disebabkan secara langsung oleh tingginya kadar
glukosa darah, metabolit glukosa, atau tingginya kadar asam lemak dalam darah yang
sering dijumpai pada pasien diabetes. Akibat kerusakan tersebut, permeabilitas sel
endotel meningkat sehingga molekul yang mengandung lemak masuk ke arteri.
Kerusakan sel-sel endotel akan mencetuskan reaksi imun dan inflamasi sehinga akhirnya
terjadi pengendapan trombosit, makrofag, dan jaringan fibrosis. Sel-sel otot polos
berproliferasi. Penebalan dinding arteri meyebabkan hipertensi, yang semakin merusak
lapisan endotel arteri karena menimbulkan gaya merobek sel-sel edotel. Efek vascular
dari diabetes kronis adalah penyakit arteri koroner, stroke, dan penyakit vascular perifer.
Pasien diabetic yang menderita infark miokard memiliki prognosis yang buruk
dibandingkan pasien diabetes tanpa infark miokard. Penyakit arteri koroner merupakan
penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada populasi pengidap diabetes.

DIABETES MELITUS

Mikrovaskular Makrovaskuler

Hiperglikemia Hiperglikemia dan hiperlipidemia

Penebalan pembuluh darah Aterosklerosis

Iskemia Gangguan aliran darah

Oksigen dan zat gizi ke jaringan menurun Komplikasi makrovaskular

Hipoksia (Hipertensi, arteri koroner, stroke,


penyakit vaskular periver, infark
Curah jantung meningkat miokard )

Hipertensi dan gangguan


mikrovaskukar lainnya 2
( Ginjal, retina dan sistem saraf perifer)
Aktifitas 2
Identifikasi kata kunci dan data tambahan yang diperlukan pada kasus diabetes melitus
dengan komplikasi kardiovaskuler secara mandiri

Kata Kunci :
1. Nyeri dada
2. TD 100/70 mmHg
3. Pernapasan 24x/menit
4. EKG
5. ST elevasi
6. ST depresi
7. Troponin T 0,3 mg/dl
8. Oksigen 4 l/menit
9. IV line
10. ISDN 10 mg 3x/hari
11. Riwayat DM
12. Riwayat DM keluarga
13. Kebiasaan Merokok

Data Tambahan :
1. Aktivitas fisik (Kebiasaan olahraga)
2. Pola makan
3. Pemeriksaan gula darah
4. Tinggi badan berat badan
5. Riwayat pemakaian obat
6. Profil lemak (kolestrol, HDL, LDL, TG)
7. Foto Rongent deteksi kardiomegali
8. Stress
9. Pemeriksaan ABI

Aktifitas 3
Diskusikan kata kunci dan data tambahan untuk rumusan masalah bersama kelompok

Aktiftas 4
Identifikasi masalah keperawatan pada kasus diabetes melitus dengan komplikasi
kardiovaskuler secara mandiri berdasarkan data subyektif dan data obyektif pada kasus
Data Subyektif :
1. Usia 50 Tahun
2. Riwayat orang tua laki-laki meninggal pada usia 50 tahun akibat serangan jantung

3
3. Riwayat orang tua perempuan meningal pada usia 55 tahun akibat penyakit DM
4. Mempunyai kebiasaan merokok 2 bungkus perhari sejak 20 tahun yang lalu
5. Mempunyai riwayat DM sejak 15 tahun yang lalu
6. Mengeluh nyeri dada yang menjalar ke punggung sejak 2 jam yang lalu setelah
makan malam.

Data Obyektif:
1. Pasien tampak meringis
P : Infark miokard
Q : Tertusuk-tusuk
R : Dada menjalar ke punggung
S : Skala 7
T : 2 jam setelah makan
2. TTV : TD : 100/70 mmhg
N : 100 x/m
S : 37,3 °C
P : 24 x/m
3. Hasil EKG : ST elevasi pada Lead II, III dan aVF serta didapatkan ST depresi di
Lead I, aVL, V5 dan V6
4. Pemeriksaan troponin T didapatkan nilai 0,3 ng/dl
5. Klein dipasang O2 4 L/mnt
6. Pasang IV line
7. Diberikan ISDN 10 mg 3 x/hari

Masalah keperawatan :
1. Nyeri akut
2. Intoleransi aktivitas
3. Defisit Pengetahuan

Aktifitas 5
Diskusikan masalah keperawatan pada kasus diabetes melitus dengan komplikasi
kardiovaskuler yang sudah diidentifikasi oleh individu/mandiri untuk mencapai kesepakatan
kelompok

4
Aktifitas 6
Identifikasi faktor penyebab masalah pada kasus diabetes melitus dengan komplikasi
kardiovaskuler
1. Merokok
2. Riwayat keluarga menderita PJK

Aktifitas 7
Identifikasi faktor penyebab masalah dan faktor resiko pada diabetes melitus dengan
komplikasi kardiovaskuler secara mandiri dengan menggunakan pohon masalah

5
Aktifitas 8
Diskusikan faktor penyebab masalah pada kasus diabetes melitus dengan komplikasi
kardiovaskuler yang sudah diidentifikasi secara individu/mandiri untuk mencapai
kesepakatan kelompok dengan menggunakan pohon masalah

6
Aktifitas 9
Identifikasi hal-hal yang perlu dipelajari pada kasus diabetes melitus dengan komplikasi
kardiovaskuler secara mandiri
1. Definisi Diabetes melitus dengan komplikasi kardiovaskular diabetes melitus
2. Etiologi Diabetes melitus dengan komplikasi kardiovaskular diabetes melitus
3. Tanda dan gejala Diabetes melitus dengan komplikasi kardiovaskular diabetes
melitus
4. Patofisiologi Diabetes melitus dengan komplikasi kardiovaskular diabetes melitus
5. Pencegahan Diabetes melitus dengan komplikasi kardiovaskular diabetes melitus
6. Penanganan Diabetes melitus dengan komplikasi kardiovaskular diabetes melitus
7. Asuhan keperawatan diabetes melitus dengan komplikasi kardiovaskuler

Pertemuan hari II

Aktifitas 1
Susunlah diagnosis keperawatan pada kasus diabetes melitus dengan komplikasi
kardiovaskuler secara mandiri
1. Nyeri akut b.d agen pencedera fisiologis
2. Intoleransi aktivitas b.d ketidakseimbangan antara suplai dan kebutuhan oksigen
3. Defisit Pengetahuan b.d Kurang terpapar informasi

Aktifitas 2

7
Diskusikan diagnosis keperawatan pada kasus diabetes melitus dengan komplikasi
kardiovaskuler yang sudah diidentifikasi oleh individu/mandiri untuk mencapai kesepakatan
kelompok

Aktifitas 3
Identifikasi materi belajar pada kasus diabetes melitus dengan komplikasi kardiovaskuler
secara mandiri
1. Definisi Diabetes melitus dengan komplikasi kardiovaskular diabetes melitus
2. Etiologi Diabetes melitus dengan komplikasi kardiovaskular diabetes melitus
3. Tanda dan gejala Diabetes melitus dengan komplikasi kardiovaskular diabetes
melitus
4. Patofisiologi Diabetes melitus dengan komplikasi kardiovaskular diabetes melitus
5. Pencegahan Diabetes melitus dengan komplikasi kardiovaskular diabetes melitus
6. Penanganan Diabetes melitus dengan komplikasi kardiovaskular diabetes melitus
7. Asuhan keperawatan diabetes melitus dengan komplikasi kardiovaskuler

Pertemuan hari III

Aktifitas 1
Susunlah rencana keperawatan pada kasus diabetes melitus dengan komplikasi
kardiovaskuler secara mandiri
Dx 1 Nyeri Akut
Tujuan: setelah diberikan asuhan keperawatan … x 24 Jam diharapkan nyeri dada
klien berkurang dengan kriteria hasil:
1. TTV dalam rentang normal
2. Klien mengatakan nyeri berkurang
3. Klien tampak rileks

8
Observasi:
1. Monitor status oksigenasi sebelum dan sesudah mengubah posisi
2. Monitor alat traksi agar selalu tepat

Terapeutik:
1. Tempatkan pada matras atau tempat tidur terapeutik yang tepat
2. Tempatkan pada posisi terapeutik
3. Tempatkan objek yang sering di gunakan dalam jangkauan
4. Tempatkan bel atau lampu panggilan dala jangkauan
5. Sediakan matras yang kokoh/ padat
6. Atur posisi tidur yang disukai, jika tidak kontraindikasi
7. Atur posisi untukmengurangi sesak (mis. Semi fowler)
8. Atur posisi yang meningkatkan drainage
9. Posisikan pada kesejajaran tubuh yang tepat
10. Imobilisasi dan topang bagian tubuh yang cidera dengan tepat
11. Tinggikan bagian tubuh yang sakit dengan tepat
12. Tinggikan anggota gerak 20o atau lebih di atas level jantung
13. Tinggikan tempat tidur bagian kepala
14. Berikan bantal yang tepat pada leher
15. Berikan topangan pada area edema (mis. Bantal di bawah lengan dan skrotum)
16. Posisikan untuk mempermudah ventilasi /perfusi (mis. Tengkurap /good lung
down)
17. Motivasi melakukan ROM aktif atau pasif
18. Motivasi terlibat dalam perubahan posisi, sesuai kebutuhan
19. Hindari menempatkan pada posisi yang dapat meningkatkan nyeri
20. Hindari menempatkan stump amputasi pada fleksi
21. Hindari poisis yang menimbulkan ketegangan pada luka
22. Minimalkan gesekkan dan tarikan saat mengubah posisi
23. Ubah posisi setiap dua jam
24. Ubah posisi dengan teknik log roll
25. Pertahankan posisi dan integritas traksi
26. Jadwalkan secara tertulis untuk perubahan posisi

Edukasi:
1. Informasikan saat akan dilakukan perubahan posisi
2. Ajarkan cara menggunakan postur yang baik dan mekanika tubuh yang baik
selama melakukan peruabahan posisi

Kolaborasi:
1. Kolaborasi pemberian pre medikasi sebelum mengubah posisi, jika perlu

Dx2 Intoleransi Aktivitas


Tujuan: setelah diberikan asuhan keperawatan … x 24 Jam diharapkan tercukupnya
energi melakukan aktivitas sehari-hari, dengan kriteria hasil:
1. Frekuensi jantung dalam rentang normal
2. Tidak mengeluh Lelah

9
3. Tekanan darah normal
4. Gambaran EKG normal
5. Tidak dyspnea saat/ setelah aktivitas
Observasi:
1. Identifikasi gangguan fungsi tubuh yang mengakibatkan kelelahan
2. Monitor kelelahan fisik dan emosional
3. Monitor pola dan jam tidur
4. Monitor lokasi dan ketikdaknyamanan selama melakukan aktivitas
Terapeutik:
1. Sediakan lingkungan nyaman dan rendah stimulus (mis.cahaya, suara,
kunjungan)
2. Lakukan latihan rentang gerak pasif dan/atau aktif
3. Berikan aktivitas distraksi yang menenangkan
4. Fasilitasi duduk di sisi tempat tidur, jika tidak dapat berpindah atau berjalan
Edukasi:
1. Anjurkan tirah baring
2. Anjurkan melakukan aktivitas secara bertahap
3. Anjurkan menghubungi perawat jika tanda dan gejala kelelahan tidak
berkurang
4. Ajarkan strategi koping untuk mengurangi kelelahan
Kolaborasi:
1. Kolaborasi dengan ahli gizi tentang cara meningkatkan asupan makanan

Dx 4 Penurunan Curah Jantung


Tujuan: setelah diberikan asuhan keperawatan … x 24 Jam diharapkan jantung dapat
memompa darah dengan adekuad, dengan kriteria hasil:
1. TD dalam rentang normal
2. Nadi perifer rentang normal
3. Irama jantung rentang normal
Observasi:
1. Indentifikasi tanda/ gejala primer penurunan curah jantung ( meliputi dypnea,
kelelahan,edema, ortopnea, paroximal, nocturnal, dyspnea, peningkatn CVP )
2. Identifikasi tanda/ gejala skunder penurunan curah jantung ( menliputi
peningkatan berat badan, hepatomegali, distensi vena jugularis, palpitasi, ronci
basah, oliguria, batuk, kulit pucat)
3. Monitor tekanan darah
4. Monitor intake dan output cairan
5. Monitor berat bdan setiap hari pada waktu yang sama
6. Monitor saturasi oksigen
7. Monitor keluhan nyeri dada ( mis. Intensitas, lokasi, radiasi, durasi, resifitasi
yag mengurangi nyeri)
8. Monitor EKG 12 sadapan
9. Monitor aritmia (klainan irama dan frekuensi)
10. Monitor nilai laboratorium jantung
11. Monitor fungsi alat pacu jantung

10
12. Periksa tekanan darah frekuensi nadi sebelum dan sesudah aktivitas
13. Periksa tekanan darah dan frekuensi nadi sebelum pemberian obat

Terapeutik:
1. Posisikan pasien semi fowler atau fowler dengan kaki ke bawah atau posisi
nyaman
2. Berikan diet jantung yang sesuai (mis. Batasi aupan kafein, natrium, kolestrol
dan makanan tinggi lemak)
3. Fasilitasi pasien dan keluarga untuk modivikasi gaya hidup sehat
4. Berikan terapi relaksasi untuk mengurangi stress, jika perlu
5. Berikan dukungan emosional dan spiritual
6. Berikan oksigen untuk mempertahankan sturasi oksigen lebih dari 94%

Edukasi:
1. Anjurkan beraktivitas fisik sesuai toleransi
2. Anjurkan beraktivitas fisik secara bertahap
3. Anjurkan berhenti merokok
4. Ajarkan pasien dan keluarga mengukur berat badan harian
5. Ajarkan pasien dan keluarga mengukur intake dan output cairan harian

Kolaborasi:
1. Kolaborasi pemberian antiaritmia, jika perlu
2. Rujuk ke program rehabilitasi jantung

Dx 3 Defisit Pengetahuan
Tujuan: Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama ..... pasien menunjukan
pengetahuan tentang proses penyakit dengan kriteria hasil:

1. Pasien dan keluarga menyatakan pemahaman tentang penyakit, kondisi, prognosis dan
program pengobatan.
2. Pasien dan keluarga mampu melaksanakan prosedur yang dijelaskan secara benar
3. Pasien dan keluarga mampu menjelaskan kembali apa yang dijelaskan perawat/ tim
kesehatan lainnya

Intervensi

1. Kaji tingkat pengetahuan pasien dan keluarga


2. Jelaskan patofisiologi dan penyakit dan bagaimana hal ini berhubungan dengan anatomi
dan fisiologi dengan cara yang tepat
3. Gambarkan tanda dan gejala yang bisa muncul pada penyakit, dengan cara yang tepat
4. Gambarkan proses penyakit dengan cara yag tepat
5. Identifikasi kemungkinan penyebab, dengan cara yang tepat
6. Sediakan informasi pada pasien tentang kondisi, dengan cara yang tepat
7. Sediakan bagi keluarga informasi tentang kemajuan pasien dengan cara tepat
8. Diskusikan pilihan terapi atau penanganan
9. Dukung pasien untuk mengekplorasi atau mendapatkan second opinion dengan cara yang

11
tepat atau diindikasikan
10. Eksplorasi kemungkinan sumber atau dukungan dengan cara yaang tepat

Aktifitas 2
Diskusikan rencana keperawatan pada kasus diabetes melitus dengan komplikasi
kardiovaskuler yang sudah diidentifikasi secara individu/mandiri untuk mencapai
kesepakatan kelompok

Aktifitas 3
Susunlah catatan perkembangan pada kasus diabetes melitus dengan komplikasi
kardiovaskuler secara mandiri
Dx 1 Nyeri Akut
S: Klien mengeluh nyeri dada yang menjalar ke punggung semejak 2 jam yang
lalu setelah makan malam.
O:
- klien tampak meringis
- TTV:
TD: 110/80 mmhg
N: 99 x/ menit
S: 37 C
RR: 24 x/ menit

A: Masalah nyeri akut belum teratasi

P: intervensi dilanjutkan

Dx 2 Intoleransi Aktivitas
S: klien mengatakan aktivitas masih dibantu oleh keluarga

O:
- Klien tampak terbaring di tempat tidur
- Tampak terpasang oksigen nasal kanul 4 L
- Klien tampak lemas

A: Masalah intoleransi aktivitas belum teratasi


P: intervensi dilanjutkan

Dx 4 Defisit Pengetahuan
S: Klien dan keluarga mengatakan paham tentang penyakit yang sedang di alami

12
O:
1. Klien mengikuti anjuran perawatan dan pengobatan
2. Klien dan keluarga menjelaskan apa yang sudah di jelaskan

A: Masalah Dfisit pengetahuan belum teratasi

P: intervensi dilanjutkan

Aktifitas 4
Diskusikan catatan perkembangan pada kasus diabetes melitus dengan komplikasi
kardiovaskuler yang sudah diidentifikasi secara individu/mandiri untuk mencapai
kesepakatan kelompok

Aktifitas 5
Buatlah dokumentasi keperawatan pada kasus diabetes melitus dengan komplikasi
kardiovaskuler secara mandiri
1. Pengkajian
2. Diagnosa Keperawatan
3. Intervensi Keperawatan
4. Implementasi Keperawatan
5. Evaluasi Keperawatan

13