Anda di halaman 1dari 6

Penawaran Umum (Go Public)[sunting | sunting sumber]

Secara tahap awal, perusahaan harus melakukan penawaran umum. Penawaran


Umum (go public) merupakan kegiatan yang dilakukan perusahaan untuk mendapatkan
dana dari masyarakat pemodal dengan cara menjual saham atau obligasi. Penawaran
umum dilakukan oleh emiten untuk menjual efek kepada publik sehingga masyarakat
dari berbagai lapisan membeli dan turut memegang saham atas perusahaan yang
menerbitkan saham. Dengan melakukan go public, perusahaan mendapat berbagai
keuntungan antara lain sebagai berikut:[butuh rujukan]

 Mendapatkan dana yang cukup besar bagi pengembangan usaha dan memperbaiki
struktur modal, karena dana tersebut diterima langsung tanpa melalui berbagai
tahapan (termin)
 Dengan kepemilikan saham yang tersebar di masyarakat, perusahaan dituntut untuk
melakukan kegiatan usahanya dengan transparan dan profesional sehingga
memacu perusahaan tersebut untuk berkembang.
 Membuka kesempatan bagi masyarakat untuk melakukan investasi dengan jalan
kepemilikan saham.
 Lebih dikenal oleh masyarakat sehingga secara tidak langsung aktivitas promosi
turut berjalan.
Berikut merupakan tahapan yang harus dilakukan perusahaan dalam proses
penawaran umum go public.

 Tahap persiapan
Perusahaan yang akan menerbitkan saham terlebih dahulu melakukan Rapat Umum
Pemegang Saham (RUPS) untuk membentuk kesepakatan di antara para pemegang
saham dalam rangka penawaran umum saham. Setelah sepakat, emiten menentukan
penjamin emisi serta lembaga dan penunjang pasar yang meliputi lembaga-lembaga
berikut ini.[6]

1. Penjamin emisi (under writer), merupakan pihak yang membantu emiten dalam
rangka penerbitan saham. Tugasnya antara lain, menyiapkan berbagai
dokumen, membantu menyiapkan prospektus, dan memberikan penjaminan
atas penerbitan.
2. Akuntan publik (auditor independen), merupakan pihak yang bertugas
melakukan audit dan pemeriksaan laporan keuangan calon emiten.
3. Penilai, yaitu pihak yang melakukan penilaian terhadap aktiva tetap perusahaan
dan menentukan tingkat kelayakannya.
4. Konsultan hukum (legal opinion) membantu dan memberikan pendapat dari sisi
hukum.
5. Notaris bertugas membuat angka-angka perubahan anggaran dasar, akta-akta
perjanjian, dan notulensi rapat.

 Tahap Pengajuan Pernyataan Pendaftaran


Calon emiten melakukan pendaftaran dengan dilengkapi dokumen-dokumen
pendukung kepada Bapepam. Kemudian bapepam memutuskan calon emiten
memenuhi persyaratan atau tidak.[7]

 Tahap Penawaran Saham


Pada tahapan inilah emiten menawarkan sahamnya kepada masyarakat investor
melalui agen-agen penjual yang telah ditunjuk. Dalam tahapan ini keinginan investor
untuk memiliki saham terkadang tidak terpenuhi. Misalnya, saham yang dilepas ke
pasar perdana sebanyak 150 juta lembar saham, sementara investor berminat untuk
sejumlah 250 juta lembar saham. Investor yang belum mendapatkan saham dapat
membelinya di pasar sekunder setelah saham dicatatkan di bursa efek.[8]

 Tahap Pencatatan Saham di Bursa Efek


Setelah saham ditawarkan di pasar perdana, selanjutnya saham dicatatkan di Bursa
Efek Indonesia. Pencatatan saham dapat dilakukan di bursa efek tersebut. [9]
Syarat Pencatatan Saham di BEI[sunting | sunting sumber]
Calon emiten dapat mencatatkan sahamnya di bursa, apabila telah memenuhi syarat
berikut:

 Pernyataan Pendaftaran Emisi telah dinyatakan efektif oleh Bapepam.


 Laporan keuangan harus sudah diaudit oleh akuntan publik, diregistrasi di Bapepam
dan mendapat pernyataan unqualified opinion untuk tahun fiskal kemarin.
 Jumlah minimum adalah satu juta lembar saham.
 Jumlah minimum pemegang saham awal adalah 200 investor dengan masing-
masing memiliki minimum 500 lembar.
 Mempunyai aktiva minimum sebanyak Rp. 20 Miliar, ekuitas pemegang saham
(stockholder’s equity) minimum sebesar Rp 7.5 miliar dan modal yang sudah disetor
(paid up capital) minimum sebesar Rp 2 miliar.
 Minimum kapitalisasi setelah penawaran ke public sebesar Rp. 4 miliar.
 Khusus calon emiten pabrik, tidak dalam masalah pencemaran lingkungan (hal
tersebut dibuktikan dengan sertifikat AMDAL) dan calon emiten industri kehutanan
harus memiliki sertifikat ecolabeling (ramah lingkungan).
 Calon emiten tidak sedang dalam sengketa hukum yang diperkirakan dapat
memengaruhi kelangsungan perusahaan.
 Khusus calon emiten bidang pertambangan, harus memiliki izin pengelolaan yang
masing berlaku minimal 15 tahun; memiliki minimal satu kontrak karya atau kuasa
penambangan atau surat izin penambangan daerah; minimal salah satu anggota
direksinya memiliki kemampuan teknis dan pengalaman di bidang pertambangan;
calon meiten sudah memiliki cadangan terbukti (proven deposit) atau yang setara.
 Khusus calon emiten yang bidang usahanya memerlukan izin pengelolaan (seperti
jalan tol, penguasa hutan) dan harus memiliki izin tersebut minimal 15 tahun

Mekanisme transaksi di pasar modal bergantung kepada pasar apa yang sedang
berlangsung, apakah pasar primer atan pasar sekmider. Dengan demikian untuk
mengetahui mekanisme transaksinya, dapat dilihat dari kedua jenis pasar yang berlaku
di pasar modal tersebut.
Mekanisme Transaksi di Pasar Perdana

Pasar perdana disebut juga dengan Initial Public Offering (IPO) yaitu pasar tempat
perusahaan atau emiten pertama kali memperdagangkan saham atau surat berharga
lainnya untnk masyarakat umum (publik). Proses perdagangan saham dan obligasi
pada pasar perdana dapat digambarkan melalui bagan sebagai berikut.

Merujuk kepada bagan tersebut jelas bahwa dalam pasar perdana, pihak yang
bertindak sebagai penjual adalah emiten dan sebagai pembeli adalah investor. Tahukah
kalian apa itu emiten? Emiten adalah pihak yang melakukan penawaran umum, dalam
hal ini perusahaan yang pertama kali melakukan go public, yakni menjual kepemilikan
modalnya ke masyarakat luas. Emiten dengan bantuan penjamin emisi dan agen
penjual menawarkan sahamnya ke para investor, investor yang merasa tertarik dengan
penawaran emiten melakukan pembelian melalui agen penjual sehingga terjadilah
transaksi dimana dana mengalir dari investor ke emiten dan efek atau surat berharga
mengalir dari emiten kepada investor melalui pejamin emisi dan agen penjual.

Perusahaan yang melakukan penjualan saham ke publik diharuskan untuk membuat


prospektus. Menurut Bapepam, prospektus adalah setiap informasi secara tertulis yang
berhubungan dengan penawaran umum dengan tujuan agar pihak lain membeli efek.
Dengan adanya prospektus, pemodal akan mendapatkan seluruh informasi penting dan
relevan serta berkaitan dengan kegiatan penawaran tersebut sehingga pemodal dapat
mengambil keputusan investasi dengan tepat. Penyusunan prospektus harus mengacu
kepada hal-hal sebagai berikut.
1. Prospektus harus membuat semua rincian dan fakta material mengenai penawaran
umum dari emiten.
2. Prospektus haruslah dibuat sedemildan rupa sehingga jelas dan komunikatif.
3. Fakta-fakta dan pertimbangan-pertimbangan yang paling penting harus dibuat
llngkasannya dan diungkap pada bagian awal prospekus.
4. Emiten, penjamin pelaksanaan emisi, lembaga penunjang serta profesi
penunjuang pasar modal bertanggung jawab dalam menentukan serta mengungkapkan
fakta secara jelas dan mudah dibaca.

Beberapa bagian penting dari prospektus yangpatut mendapat perhatian dari calon
investor yaitu:
1. Jumlah saliam yang ditawarkan;
2. Nilai nominal dan harga penawaran;
3. Bidang usaha;
4. Riwayat singkat perusaliaan;
5. Tujuan go public (rencana penggunaan dana);
6. Kegiatan dan prosek usaha;
7. Risiko usaha;
8. Kebijakan dividen;
9. Kinerja keuangan perusaliaan; dan
10. Agen-agen penjual.
Dalam prospektus juga biasanya terdapat beberapa hal terkait jadwal penawaran
innum, di antaranya:
1. Tanggal efektif, yaitu suatu tanggal yang menunjukan waktu dikeluarkannya surat
pernyataan efektif oleh Bapepam, berdasarkan surat tersebut maka perusahaan dapat
melakukan penawaran umum kepada masyarakat.
2. Masa penawaran, adalah suatu periode dimana dilakukannyapenawaran umum
atas efek yang akan ditawarkan kepada masyarakat. Masa penawaran ini sekurang-
kurangnya tiga hari kerja.
3. Tanggal akhir penjatahan, yaitu suatu tanggal dimana hasil akhir dari proses
penjatahan atas pesanan efek akan diumumkan kepada masyarakat. Penjatahan akan
muncul apabila jumlah pesanan atas efek lebih banyak dari jumlah efek yang ditawarkan.
4. Tanggal pengembalian uang pesanan, adalah suatu tanggal dimulainya
pengembalian uang kepada pemesan yang terkena penjatahan atau yang pesanannya tidak
terpenuhi seluruhnya.
5. Tanggal pencatatan, adalali suatu tanggal dimana suatu efek mulai dicatatkan atau
didaftarkan pada suatu bursa efek, yang berarti mulai tanggal itu pula efek tersebut dapat
diperdagangkan di pasar sekunder.
Mekanisme Transaksi di Pasar Sekunder
Pasar Sekunder adalah pasar yang memperdagangkan efek setelah EPO atau setelah
pasar perdana, perdagangan hanya terjadi antar investor yang satu dengan investor
lainnya, transaksi ini tidak terlepas dari fungsi bursa sebagai lembaga fasilitator
perdagangan di pasar modal. Pembelian di pasar ini hanya pada saham yang telah
beredar berdasarkan aturan main yang telah ditetapkan pasar. Proses perdagangan
saham dan obligasi pada pasar sekunder dapat cligambarkan inelalui bagan sebagai
berikut.

Merujuk kepada bagan di atas jelas bahwa dalam Pasar Sekunder, pihak yang
bertindak sebagai penjual adalah investor jual dan sebagai pembeli adalah investor beli
melalui broker jual dan broker beli yang bertemu di bursa efek. Tahukan kalian apa itu
bursa efek? Bursa efek adalah pihak yang menyelenggarakan dan menyediakan sistem
dan atau sarana untuk mempertemukan penawaran jual dan beli efek pihak lain dengan
tujuan memperdagangkan efek di antara mereka.

Apa itu broker jual? Broker jual adalah pihak yang menjadi perantara investor jual untuk
menawarkan surat berharga yang dimilikinya kepada investor beli melalui broker beli di
bursa efek, sedangkan broker beli adalah pihak yang menjadi perantara investor beli
untuk melakukan pembelian sejumlah surat berharga dari investor jual melalui broker
jual di bursa efek. Interaksi antara investor beli dan invetor jual melalui broker masing-
masing terjadilah transaksi yang menyebabkan efek berpindah tangan dari investor jual
kepada investor beli dan dana mengalir dari investor beli kepada investor jual.

Di pasar sekunder, seorang investor beli harus menghubungi pialang/ brokerbeli (kantor
pialang A) jika ingin melakukan pembelian efek. Selanjutnya pialang A akan
meneruskan permintaan investor beli tersebut kepada Pilang B (kantor pialang lain).
Instruksi beli tersebut dimasukan (entry) ke sistem komputer pedagangan otomatis
langsung dari kantor pialang ke sistem JATS (Jakarta Automated Trading System).
Sistem komputer tersebut menggunakan sistem tawar menawar sehingga untuk
aktivitas beli akan diambil dari harga tertinggi dan sebaliknya untuk aktivitas jual akan
diambil dari harga terendah. Mekanisme di atas berlaku sebaliknya bagi investor jual
yang ingin menjual saham yang sudah dimilikinya.

Dalam hal mekanisme transaksi di pasar sekunder, dikenal adanya istilah Remote
Trading, yakni sistem perdagangan jarak jauh, dimana setiap order transaksi yang
terjadi di kantor broker (perusahaan efek) langsung dikirim ke sistem perdagangan
bursa efek (sistem JATS), tanpa perlu memasukkan order dari lantai bursa (trading
floor). Dengan demikian, order dapat dilakukan di kantor broker, di mana saja selagi
terhubung dengan sistem perdagangan bursa. Adapun manfaat dari remote tradingbag
pemodal, di antaranya adalah sebagai berikut.
1. Proses transaksi menjadi lebih cepat;
2. Informasi menjadi lebih cepat; dan
3. Order investor di luar kota dapat langsung dieksekusi ke sistem perdagangan
bursa. Dengan demikian, keterlibatan investor di luar kota besar diharapkan menjadi
meningkat.
Transaksi pasar primer maupun pasar sekunder di Bursa Efek Indonesia (BEI)
dilakukan pada hari kerja yang disebut hari bursa dan terbagi menjadi dua sesi. Sesi 1
Senin-Kamis pukul 09.30-12.00 dan Jumat jam 09.30-11.30 WIB. Sesi 2 Senin-Kamis
pukul 13.30-16.00 WIB dan Jumat 14.00-16.00 WIB. Penyelesaian transaksi saham
memerlukan waktu selama 3 hari bursa. Istilah penyelesaian tersebut dikenal dengan
singkatan T+3. T Artinya transaksi dan ditambah 3 hari untuk penyelesaian. Seorang
investor akan mendapat haknya pada hari keempat setelah transaksi terjadi.

Berdasarkan deskripsi tersebut, apakah anda sudah dapat menarik benang merahnya
perbedaan antara pasar perdana dengan pasar sekunder?

Untuk mempermudah anda dalam membuat perbedaannya, cobalah perhatikan tabel


berikut.