Anda di halaman 1dari 2

BAB IV

DOKUMENTASI

Sistematika pelaporan hasil pengumpulan data pemantauan indikator mutu dan


pendokumentasiannya adalah sebagai berikut :

1. Unit/bagian mengambil data hasil pemantauan di unit/bagiannya masing-masing.


2. Unit/bagian melaporkan data hasil pemantauan ke Komite Mutu dan Manajemen
Risiko dan ke unit / bagian di atasnya.
3. Komite Mutu dan Manajemen Risiko mengkompilasi dan menganalisa data hasil
pemantauan.
4. Komite Mutu dan Manajemen Risiko juga mengevaluasi performa setiap unit/bagian
yang memantau indikator yang sama untuk mengetahui unit/bagian mana yang
telah melakukan upaya perbaikan mutu paling baik.
5. Hasil analisa data tersebut kemudian diuji validasi oleh petugas validasi data
6. Data yang telah divalidasi diunggah di web rumah sakit agar dapat diakses oleh
masyarakat umum.
7. Komite Mutu dan Manajemen Risiko menyusun laporan hasil analisa data untuk
periode 3 bulan dan 1 tahun serta hasil penghitungan performa unit/bagian yang
terbaik dan melaporkan Direktur Utama RS rumah sakit.
8. Kepala RS memberikan rekomendasi tindak lanjut
9. Kepala RS melaporkan ke Dewan Pengawas
10. Data mutu yang telah dilaporkan dan mendapat rekomendasi dari
DewanPengawas dimasukkan dalam situs resmi RS.
BAB V

PENUTUP

Tuntutan masyarakat terhadap kebutuhan akan pelayanan prima atau

apabila pelayanan keperawatan yang diberikan sesuai dengan Standar yang ditetapkan
dan untuk mengukur seberapa baik mutu pelayanan rumah sakit yang diberikan diperlukan
suatu indikator mutu pelayanan dan keselamatan pasien.

Keberadaan indikator klinik mutu pelayanan dan keselamatan pasien rumah sakit
bermanfaat untuk mengukur mutu pela yanan di rumah sakit. Oleh karena itu, keberhasilan
dalam mempertahankan mutu diperlukan upaya yang terpadu dari semua tenaga
kesehatan.

Bila indikator pelayanan dan keselamatan pasien tersebut dinilai sangat berbahaya atau
berdampak luas, walaupun frekuensinya rendah, maka diperlukan pengawasan atau
monitoring yang lebih intens untuk perbaikan yang lebih cepat. Dalam hal ini diperlukan
komitmen pimpinan rumah sakit dan seluruh perawat serta karyawan untuk memperbaiki
atau meningkatkan mutu layanan.

Demikian panduan pemantauan data mutu dan keselamatan pasien ini dibuat sebagai
acuan dalam pelaksanaan peningkatan mutu dan keselamatan pasien di RSUD Dr.H. Abdul
Moeloek Propinsi Lampung

Bandar Lampung, 23 Maret 2016

Direkur Utama RSUD Dr.H. Abdul Moeloek


Propinsi Lampung

dr. Hery Djoko Subandriyo, M.K.M


Pembina Tingkat I
Nip : 196104261996031001