Anda di halaman 1dari 2

Rekayasa Genetika Ciptakan Monyet

Penyakitan

Kelompok periset Jepang berhasil rekayasa genetika monyet, hingga hewan


ini jadi kehilangan sebagian fungsi kekebalan tubuhnya. Dengan itu dunia medis
punya peluang besar untuk kembangkan terapi baru. Kedengarannya ironis dan
sangat mengerikan. Ilmuwan dari Central Institute for Experimental Animals dan
Universitas Keio di Jepang melaporkan, sukses melakukan rekayasa genetika monyet
hingga hewan ini jadi kehilangan sebagian fungsi kekebalan tubuhnya. Artinya, para
ilmuwan justru menciptakan hewan rekayasa yang "penyakitan".

"Hasil riset ini akan memberikan keuntungan besar bagi riset media di masa
depan", klaim para ilmuwan Jepang tersebut. Mereka melakukan rekayasa dengan
teknik yang disebut genome editing, dengan melakukan "penulisan ulang" pada
sekuens genetika monyet bersangkutan. Genome editing membuat para ilmuwan
bisa lebih akurat dalam melakukan menipulasi kode genetika monyet. Teknik ini
lebih unggul dibanding teknik modifikasi genetika konvensional, ujar periset.

Monyet penyakitan bagi terapi medis


Para ilmuwan di Universitas Keio merekayasa gen pada embrio monyet Marmoset
yang bertanggung jawab pada fungsi kekebalan tubuhnya. Hasilnya, adalah bayi
monyet yang memiliki defisiensi kekebalan tubuh, alias bayi monyet mengidap
penyakit yang dibawa sejak dalam kandungan.
Monyet hasl rekayasa genetika itu disebutkan hanya memiliki sekitar 20 persen sel
kekebalan tubuh dibanding monyet yang normal. Pakar genetika Eiko Sasaki
mengklaim, inilah untuk pertama kalinya para ilmuwan berhasil menciptakan
monyet dengan penyakit yang spesifik, dengan rekayasa teknik genome editing.
Walau Sasaki tidak merinci keuntungan apa saja yang bisa dipetik, dari monyet hasil
rekayasa genetika itu, namun diperkirakan hasil riset bisa menguntungkan dalam
terapi penyakit defisiensi kekebalan tubuh seperti AIDS. Juga penyakit keturunan
yang sebelumnya sulit disembuhkan akan memetik keuntungan dari hasil riset di
Jepang ini.