Anda di halaman 1dari 2

A.

Melakukan Kegiatan Brainstorming dan Mengidentifikasi Faktor risiko Kecurangan

Pressure (tekanan), yaitu adanya insentif/tekanan/kebutuhan untukmelakukan fraud. Tekanan dapat


mencakup hampir semua hal termasuk gaya hidup, tuntutan ekonomi, dan lain-lain termasuk hal
keuangan dan non keuangan. Menurut SAS No. 99, terdapat empat jenis kondisi yang umum terjadi
pada pressure yang dapat mengakibatkan kecurangan. Yaitu financial stability, external pressure,
personal financial need, dan financial targets.

Opportunity (kesempatan), yaitu situasi yang membuka kesempatan untuk memungkinkan suatu
kecurangan terjadi. Biasanya terjadi karena pengendalian internal perusahaan yang lemah, kurangnya
pengawasan dan penyalahgunaan wewenang. Diantara elemen fraud diamond yang lain, opportunity
merupakan elemen yang paling memungkinkan diminimalisir melalui penerapan proses, prosedur, dan
upaya deteksi dini terhadap fraud.

Rationalization (rasionalisasi) yaitu adanya sikap, karakter, atau serangkaian nilai-nilai etis yang
membolehkan pihak-pihak tertentu untuk melakukan tindakan kecurangan, atau orang-orang yang
berada dalam lingkungan yang cukup menekan yang membuat mereka merasionalisasi tindakan fraud.
Rasionalisasi atau sikap (attitude) yang paling banyak digunakan adalah hanya meminjam (borrowing)
aset yang dicuri dan alasan bahwa tindakannya untuk membahagiakan orang-orang yang dicintainya
(Rini, 2012).

Dalam menilai risiko yang melekat terkait dengan kecurangan, auditor bertukar pikiran tentang
potensi risiko kecurangan. Dalam proses brainstorming auditor menanyakan yang berhubungan
dengan Insentif (apa factor penyebab/pendorong dilakukannya kecurangan),Peluang (Apakah ada
kekurangan pengawasan dan peninjauan uang tunai atau transaksi terkait uang tunai?),Rasionalisasi
(tahapnya bagaimana sehingga dapat melakukan penipuan/kecuranagn)

B. Mengidentifikasi Pengendalian Resiko


1. Tipikal Pengendalian Atas Kas
Berikut ini adalah jenis kontrol umum atas uang tunai :
Selain auditor memahami risiko salah saji material auditor juga harus memahami bagaimana cara
mengatasi kecurangan yang dilakukan oleh klien
 Pemisahan Tugas
Perusahaan memiliki pengendalian untuk memastikan kas masuk dan cek pelanggan yang diterima
dan diproses oleh orang yang berbeda.

Pemisahan tugas sangat penting untuk pengendalian internal yang efektif karena mengurangi risiko
kesalahan dan tindakan tidak pantas. Ini membantu melawan penipuan oleh mengecilkan kolusi.

 Dukungan Terbatas
Cek pelanggan harus dibatasi didukung untuk deposit ketika diterima. Dukungan yang ketat
membantu mencegah modifikasi dan pencurian pembayaran pelanggan
 Rekonsiliasi bank independen oleh karyawan yang tidak menangani kas
a. Rekonsiliasi barang yang diterima dengan barang yang dicatat (total kontrol)
Rekonsiliasi dibuat lebih efektif ketika prosedur pengendalian ada untuk menetapkan integritas
awal populasi.
b. Rekonsiliasi berkala dari rekening bank
Rekonsiliasi atas saldo bank dengan buku perusahaan harus mengidentifikasi salah saji dan
aktivitas perbankan yang tidak biasa mungkin bisa terjadi.
 Pengendalian terkomputerisasi dan tes edit
Hal ini dirancang untuk memastikan bahwa item diidentifikasi dan ada jejak audit yang memadai
untuk transaksi. Dimana pengontrolan termasuk:
a. Pengendalian unik yang ditugaskan untuk setiap item
Untuk memastikan bahwa tidak ada barang yang ditambah atau dikurang dari populasi.
b. Kontrol total untuk memastikan kelengkapan pemrosesan
Kontrol total harus ditetapkan dengan total yang dihasilkan komputer.
c. Tes edit untuk mengidentifikasi barang yang tidak biasa atau salah
Tes edit seperti uji kewajaran, pemeriksaan lapangan, cek angka paa no rekening harus
dilaksanakan sebagai anggapan untuk aplikasi tertentu.
 Otorisasi transaksi
Untuk mengurangi hal ini maka diberlakukan Kontrol otorisasi dan otentikasi seperti:
a. Hak otorisasi diberikan kepada individu berdasarkan aktivitas terkait dengan individu dan
posisinya. Dimana otorisasi harus di tinjau secara berkala oleh manajemen senior
Untuk menjaga aset perusahaan dari kemungkinan penyalahgunaan aset perusahaan atau
kemungkinan terjadinya fraud oleh karyawan maka proses transaksi yang mengeluarkan suatu
aset perusahaan harus melibatkan beberapa orang supaya terjadi saling memantau antar
karyawan.
Sebagai contoh untuk transaksi pembayaran tagihan perusahaan kepada vendor maka perlu ada
orang yang mengecek kelengkapan syarat pembayaran invoice kemudian meminta pembayaran
invoice, kemudian ada bendahara yang menyetujui pembayaran dan melakukan pembayaran
kepada vendor.
b. Prosedur otentikasi, harus memastikan bahwa hanya orang yang mempunyai wewenang yang
bisa melakukan transaksi. Hal ini dapat dilakukan dengan elemen kata sandi, karakteristik fisik,
kartu , enkripsi dll
c. Setiap perubahan pada rekening bank yang ada atau pembukuan rekening bank harus diotorisasi
dan ditinjau oleh manajemen senior.
d. Pemantauan harus diterapkan sehingga tujuan transaksi harian yang terperinci terjadi dan
dibandingkan dengan anggaran kas, batas otorisasi oleh individu dan risiko transaksi.
 Dokumen yang diberi nomor sebelumnya penting untuk menetapkan kelengkapan populasi.
Penomoran dilakukan setelah tanda terima dimana setiap pembayaran diberikan pengidentifikasi
unik ketika diterima perusahaan.
 Mengaudit internal berkala
Tujuan utama audit internal untuk mencegah terjadinya penyalahgunaan uang dalam
perusahaan Anda.