Anda di halaman 1dari 2

2.

1 Pengertian
Disfungsi perdarahan dan pembekuan adalah terjadinya kelainan dalam pembentukan
pembekuan darah dimana hal ini berhubungan dengan trombosit dan faktor-faktor pembekuan
darah. Abnormalitas yang merupakan predisposisi seseorang mengalami perdarahan dapat
disebabkan oleh pembuluh darah, trombosit, dan setiap faktor koagulasi plasma, fibrin atau
plasmin.
Trombofilia adalah suatu keadaan dimana darah menjadi lebih mudah membeku, atau
kekentalan darah yang meningkat. Keadaan ini disebut juga hiperkoagulabilitas. Mudahnya darah
membeku menyebabkan lebih mudah terjadi sumbatan dalam pembuluh darah yang disebut
trombosis (Fritsma, 2010).
Trombofilia adalah sekelompok kelainan pada darah yang memicu pembentukan bekuan
darah (trombosis). Keadaan ini dapat terjadi karena kelebihan faktor-faktor pembekuan darah
(prokoagulan) atau kekurangan faktor-faktor yang menghambat pembekuan darah atau memecah
bekuan darah (fibrinolisis). Banyak bukti menunjukkan bahwa perempuan trombofilia memiliki
peningkatan resiko tromboemboli vena dan komplikasi vaskular lainnya dalam kehamilan seperti
keguguran, preeklampsia dan pertumbuhan janin terhambat atau IUGR (Saifudin, 2008).
Resiko tromboemboli vena (VTE) dalam kehamilan kira-kira enam kali lebih tinggi jika
dibandingkan dengan perempuan yang tidak hamil serta merupakan penyebab utama kematian
pada perempuan dalam masa kehamilan dan nifas. Faktor resiko terjadinya VTE pada ibu hamil
meliputi obstruksi aliran vena oleh uterus yang membesar, atonia vena karena pengaruh hormonal,
dan perubahan protrombotik di dapat yang terjadi pada protein-protein hemostatik. Perubahan
fisiologik pada sistem hemostatik meliputi peninggian kadar fibrinogen dan aktivitas faktor VIII,
resistensi fungsional didapat terhadap protein C teraktivasi, penurunan protein S, peningkatan
plasminogen activator inhibitor 1 dan 2 yang menurunkan fibrinolisis dan aktivasi trimbosit.
Semuanya membantu terjadinya kondisi hiperkoagulasi pada kehamilan normal (Saifudin, 2008).

2.2 Etiologi
Trombofilia dapat terjadi secara bawaan ataupun didapat. Secara teoritis etiologi
trombofilia adalah sebagai berikut:
 Kejadian fisik, kimia atau biologis, seperti inflamasi akut atau kronis, yang melepaskan
mediator protrombotik dari pembuluh darah yang rusak, atau adanya inhibisi terhadap produksi
substansi antitrombotik yang normal.
 Aktivasi trombosit yang tidak sesuai dan tidak terkontrol.
 Terpicunya aktivasi sistem koagulasi yang tidak terkontrol.
 Kontrol koagulasi yang tidak memadai terhadap fibrinolisis yang terganggu
Trombofilia pada kehamilan dapat terjadi karena:
1. Mekanik
a. Pembesaran uterus yang menyebabkan obstruksi aliran vena
b. Atonia vena karena pengaruh hormonal
2. Hemostatik
a. Peningkatan aktivitas faktor II, faktor V, faktor VII, faktor VIII, faktor X
b. Peningkatan kadar fibrinogen
c. Penurunan fibrinolisis karena peningkatan PAI-1 dan PAI-2
d. Penurunan aktivitas protein S bebas
e. Resistensi fungsional didapat protein C teraktivasi
f. Aktivitas trombosit (Saifudin, 2008)