Anda di halaman 1dari 6

BAB III

METODOLOGI

a. Rancangan Penelitian
Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Karangjati, Kabupaten Ngawi. Penelitian ini
merupakan penelitian kuantitatif dengan metode pendekatan deskriptif. Penelitian
kuantitatif pada penelitian ini menggambarkan obyek penelitian dengan menggunakan
pendekatan angka yaitu berupa besarnya ketersediaan air dan kebutuhan air pada
sawah irigasi, sedangkan pendekatan deskriptif adalah prosedur pemecahan masalah
yang diselidiki dengan menggambarkan atau melukiskan keadaan subyek atau obyek
penelitian (seseorang, lembaga atau masyarakat) berdasarkan fakta-fakta yang tampak
sebagaimana adanya. ( Nawawi, 1983 :63).
b. Data Penelitian
Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder.
Sumber data yang diperlurkan untuk penelitian dikelompokkan menjadi dua yaitu data
primer dan data sekunder. Berikut ini adalah data primer dan data sekunder yang
diperlukan dalam melaksanakan penlitan.
1. Data Primer
Data primer adalah data yang diperoleh secara langsung dari sumber pertama atau
melalui penelitian di lapangan. Dalam penelitian ini data primer diperoleh dari
observasi lapangan yang bertujuan untuk menguji kebenaran hasil interpretasi. Data
primer yang dibutuhkan dalam penelitian ini adalah data tekstur tanah
menggunakan metode kualitatif.
2. Data Sekunder
Berikut ini adalah data sekunder yang digunakan dalam penelitian:
a) Data curah hujan harian tahun 2008 - 2018 dari Dinas Pekerjaan Umum dan
Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Ngawi.
b) Data klimatologi harian (suhu, tekanan, kelembaban, kecepatan angin, dan
radiasi matahari) Tahun 2018. Data ini diperoleh dari Dinas Pekerjaan Umum dan
Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Ngawi.
c) Data teknis Waduk Pondok yang didapat dari Dinas Pekerjaan Umum dan

Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Ngawi.


d) Data luas pertanian dari Dinas Pertanian Kabupaten Ngawi
e) Data pola tanam pertanian dari Dinas Pertanian Kabupaten Ngawi
c. Analisis Data Penelitian

Analisa data bertujuan untuk menyederhanakan data agar mudah dan diinterpretasikan.
Data yang terkumpul kemudian diseleksi, diolah, disusun dalam bentuk table dan grafik
yang kemudian dibuat kesimpulan. Berikut adalah data yang akan dianalisis dalam
penelitian ini, diantaranya:

1. Data Hujan
a) Hujan Rata-rata Wilayah

Cara ini adalah perhitungan rata-rata aljabar curah hujan di dalam dan di sekitar
daerah yang bersangkutan.

R = 1/n (R1, R2, ..., Rn)

Keterangan:

R: Curah Hujan Wilayah (mm)

n: Jumlah titik pos pengamatan

R1, R2, Rn : jumlah curah hujan di tiap titik pengamatan (mm)

b) Hujan Efektif

Curah hujan efektif ditentukan besarnya R80 yang merupakan curah hujan yang
besarnya dapat dilampaui sebanyak 80% atau dengan kata lain dilampauinya 8
kali kejadian dari 10 kali kejadian. Dengan kata lain bahwa besarnya curah hujan
yang lebih kecil dari R80 mempunyai kemungkinan hanya 20%.

R80 = m/(n+1); dimana m = R80 x (n+1)

Keterangan:

R80 = Curah hujan sebesar 80% n = Jumlah data


m = Rangking curah hujan yang dipilih

Perhitungan Curah Hujan Efektif juga dakukan dengan CROPWAT Version 8.0
dengan cara sebagai berikut:

1. Data hujan yang di input adalah data curah hujan R80 (rata-rata) dalam

periode per bulan.


2. Untuk curah hujan efektif padi, input data R80 per bulan kemudian klik

option-Fixed Percentage(70%)
3. Untuk palawija, curah hujan R80 per bulannya telah dikalikan dengan 50%

kemudian klik option-USDA soil conservation service.


4. Curah hujan efektif (Eff rain) otomatis terkakulasi.
2. Evapotranspirasi

Persamaan-persamaan empiris dalam perhitungan evaporasi potensial metode


Penman modifikasi ini adalah sebagai berikut:

ET0 = C × W Rn 1 W f u ea ed

Keterangan:

ET0 = Evaporasi potensial (mm/hari)

C = Suatu faktor penyesuaian dari kondisi siang dan malam (angka koreksi).

W = Faktor yang tergantung pada temperatur rata-rata (suhu) dan ketinggian tempat
(elevasi).

Rn = Jumlah radiasi netto (mm/hari) = 0,75 . Rs – Rn1Rs = Jumlah radiasi gelombang


pendek yang sampai kepermukaan bumi (mm/hari) = Ra x N/n x 0,25 x 0,54

Ra = Radiasi gelombang pendek yang memenuhi batas luar atmosfir bumi (angka
angot), dalam (mm/hari).

n = Rata-rata lamanya matahari sebenarnya (mm/hari)

N = lamanya cahaya matahari yang dimungkinkan secara maksimum (mm/hari)


Rn1 = Radiasi gelombang panjang netto (mm/hari) = f(t) . f(ed) . f(n/N)

f(t) = fungsi suhu dari tabel hubungan antara suhu (t) dengan nilai f(t).f(ed)= fungsi
tekanan uap = 0,34 0,044 ed

f(n/N) = fungsi kecerahan matahari = N/n x 0,1 x 0,9f(u) = fungsi kecepatan angin
rata-rata siang hari di ketinggian 2 meter (m/detik) = 0,27 . (1+0,864 . U)

U = kecepatan angin rerata (m/detik)

ea–ed = defisit tekanan uap jenuh dengan tekanan uap sebenarnya pada suhu udara
rata-rata (mbar)

ed = ea × RH

ea = tekanan uap sebenarnya.

RH = Kelembaban relatif (%)

Evapotranspirasi dapat dihitung menggunakan Cropwatt Version 8.0 dengan cara


sebagai berikut:

1. Input data country, negara dimana data klimatologi berasal.


2. Input data station, stasiun klimatologi pencatat.
3. Input data latitude, tinggi tempat stasiun pencatat.
4. Input data longitude,letak lintang (Utara/Selatan)
5. Input data temperatur maksimum dan minimum (oC/OF/OK)
6. Input data kelembapan relatif (%, mm/Hg, kpa, mbar)
7. Input data kecepatan angin (km/hari, km/jam, m/dt, mile/hari, mile/jam)
8. Input data lama penyinaran matahari (jam atau %)
9. Otomatis ETo terkakulasi dan hasil langsung tampil.
3. Ketersediaan Air

Analisis ketersediaan air Waduk Pondok dihitung menggunakan hukum


keseimbangan air (water balance). Prinsip dasar simulasi untuk daerah aliran sungai
yaitu dengan menggunakan persamaan sebagai berikut:

I - O = dS/dt
dS/dt = (Sj - Sj-1) / dt

Keterangan:

I = aliran masuk (m3);

O = aliran keluar (m3);

dS/dt = perubahan tampungan terhadap fungsi waktu;

j = 1, 2, …,12; bulan dalam tahun tertentu; S = volume waduk sesuai dengan elevasi
tertentu (akhir dan awal waktu pengoperasian).

4. Kebutuhan Air Irigasi

Analisis kebutuhan air tanaman padi dan palawija dilakukan menggunakan metode
KP-01 dan bantuan Software Cropwatt 8.0. Perhitungan metode KP-01 dibagi
menjadi tiga tahapan dalam menghitung kebutuhan air. Berikut tahapan-tahapan
perhitungan kebutuhan air:

a. Kebutuhan air konsumtif (CWR = Consumtive Water Requirement)


b. Kebutuhan air di petak sawah (fwr = Field Water Requirement)
c. Kebutuhan air untuk areal irigasi (PWR = Project Water Requirement).
Kebutuhan air irigasi dapat dihitung menggunakan Cropwatt Version 8.0 dengan
cara sebagai berikut:
1. Untuk tahap analisis kebutuhan air, selanjutnya input data koefisien tanaman,

awal tanam dan tanah.


2. Data tanaman mengambil dari data base FAO (open-FAO-Rice), kemudian

editing tanggal awal tanam. Data tanaman ini merupakan data default untuk
padi dari FAO. Penulis menggunakan padi (rice) dari data base FAO, lama dari
pengolahan lahan sampai panen 150 hari dengan lama pengolahan lahan 30
hari di awal.
3. Data tanah mengambil dari database FAO (open-FAO-Medium). Medium
diambil karena tanah pada penelitian ini berada pada level medium.
4. Input data pun selesai kemudian dilanjutkan dengan kalkulasi perhitungan
kebutuhan air irigasi dengan mengklik icon CWR dan hasilnya adalah tabel
kebutuhan air tanaman 15 harian.