Anda di halaman 1dari 2

Question!

1. Teza bertanya, mengapa federasi tidak masuk kedalam konfederasi ?

Karena konfederasi bukan suatu negara tetapi gabungan dari masing-masing negara yang
berdiri sendiri, hanya bergabung dalam konteks kepentingan tertentu dan konfederensi
memiliki ikatan yang longgar sehingga adanya kemungkinan negara-negara yang bergabung
dapat memisahkan diri. Adapun contoh dari konfederensi yaitu masyarakat ekonomi eropa.

2. Chandra bertanya, apakah negara federasi memiliki konstitusinya sendiri atau


bergabung dengan pemerintahan federalnya ?

Negara yang bergabung dengan federasi memiliki konstitusinya sendiri, misalnya Hawai.
Negara-negara tersebut memiliki kewenangannya sendiri kecuali dalam urusan-urusan
tertentu misalnya urusan pertahanan negara. Oleh karena itu, mereka memiliki hukum yang
berbeda-beda. Namun, negara yang tergabung bisa saja memisahkan diri misalnya hawai,
adanya desas-desus untuk memisahkan diri dengan Amerika Serikat karena jauh dari ibu kota

3. Nailla bertanya, jika negara yang tergabung dalam federasi memiliki konflik, apakah
AS sebagai pusat pemerintahan federal ikut berperan aktif (adanya campur tangan)
dalam menyelesaikan konflik tersebut ?

Jika negara bagian tersebut memiliki konflik yang bersifat ke dalam/intern, maka urusan
tersebut menjadi tanggungjawab negara yang berkonflik. Namun, jika negara yang berkonflik
tidak mampu menyelesaikan konflik tersebut, maka negara yang berkonflik dapat meminta
bantuan ke negara bagian lainnya dan pusat pemerintahan federal yaitu AS

4. Rifva bertanya, apakah mengubah bentuk negara kesatuan menjadi federasi


merupakan cara yang efektif dalam menyelesaikan konflik pemisahan diri di wilayah
Indonesia ?

Mengubah bentuk negara kesatuan menjadi federasi bukan merupakan solusi. Hal tersebut
dikarenakan bentuk kesatuan merupakan harga mati yang tidak bisa diubah, jika ada
seseorang atau bahkan pemerintah yang mengubah maka akan disebut sebagai
pembangkang. Adapun, yang menjadi salah satu ukuran dalam masalah pemisahan diri
tersebut bukan dilihat dari pengubahan bentuk negara tetapi tujuan negara Indonesia yaitu
mensejahterakan rakyatnya

5. Riyadhus bertanya, apa yang mendasari/faktor-faktor negara-negara bagian


tersebut masuk ke dalam negara federasi?

Faktor yang mendasari negara-negara bagian tersebut menjadi negara federasi ialah salah
satunya factor kepentingan. Mereka merasa aman dan nyaman jika bergabung menjadi
federasi, adapun, ketika mereka memiliki konflik dapat meminta bantuan ke negara anggota
lainnya dibandingkan ketika mereka berdiri sendiri. Tetapi tidak menutup kemungkinan untuk
melepaskan diri dari negara federasi karena ketidakcocokan.
6. Rifqi bertanya, bagaimana pandangan Amerika Serikat dan dunia terkait angkatan
bersenjata Jepang, karena pada saat itu Jepang menyerah tanpa syarat terhadap
AS? Apakah bisa partai politik yang sangat banyak di masa kini dapat dijadikan
hanya dua partai politik saja seperti era orde baru ?

Pertama, pandangan Amerika Serikat terhadap angkatan bersenjata Jepang tidak akan
memperlakukan jepang sepeti era 1945 karena sudah tidak dianggap membahayakan.
Sebagai informasi, Jepang tidak memiliki tentara secara resmi. Kedua, partai politik ada
karena mengedepankan kedaulatan rakyat dan menjadi media transfer. Hal tersebut bisa
dikembalikan kepada rakyat yang duduk di DPR. Adapun, sebenarnya pembentukkan partai
politik dianggap longgar karena jika ada seseorang yang memiliki frekuensi tertentu dapat
mendirikan partai politik berbeda dengan masa orde baru, jika ada partai politik baru
biasanya di merger.