Anda di halaman 1dari 13

Pengaruh Suhu Terhadap Pertumbuhan Tanaman

Posted on October 19, 2018 by Ulinnuha

Pengaruh Suhu Terhadap Pertumbuhan Tanaman – Suhu merupakan faktor penting


yang akan mempengaruhi baik pertumbuhan maupun perkembangan makhluk hidup
termasuk tumbuhan. Selain unsur hara, air dan sinar matahari, dengan suhu yang
sesuai juga akan membuat pertumbuhan tanaman menjadi optimal.

Laju pertumbuhan tanaman berjalan pada kecepatan maksimum saat tanaman berada
pada kondisi suhu yang optimum (suitable). Dengan catatan pula bahwa faktor –
faktor lain seperti yang disebutkan tadi tidak menjadi pembatas (limiting factor)
dalam pertumbuhannya.

Dalam selang suhu minimum menuju optimum, kecepatan pertumbuhan tanaman


berbeda tidak nyata kalau waktu yang dibutuhkan cukup lama. Akan tetapi kecepatan
pertumbuhan bertambah tinggi bila semakin dekat dengan suhu optimum.

Berbeda anatar selang suhu optimum ke suhu maksimum, maka kecepatan


pertumbuhan pada umumnya menurun. Namun ada pengecualian pada jenis tanaman
tertentu yang pertumbuhannya justru berlangsung cepat. Pada suhu optimum bila
tanaman tidak stress maka suhu air pada daun akan mengikuti suhu udara, sedangkan
suhu akar akan mengikuti suhu tanah.
Untuk lebih jelasnya berikut adalah urutan pengaruh suhu terhadap fungsi tanaman
adalah sebagai berikut :

 Pertumbuhan

 Pembelahan sel

 Fotosintesa

 Respirasi

Panas akan memberikan energi pada tanaman untuk melakukan beberapa fungsi
tanaman dan agar tanaman dapat melaksanakan proses – proses fisiologisnya, suhu
juga dapat mempengaruhi produk sintesa dan metabolisme tanaman tersebut.

Saat suhu udara di sekitarnya rendah maka tanaman akan lebih terangsang untuk
membentuk polysakarida lebih banyak yang disebabkan karena respirasi yang
menurun. Hal ini tentu berkaitan dengan kegiatan fotosintesa sebelumnya dan laju
akumulasi karbohidrat akan lebih cepat bila suhu semakin menurun menjelang panen.

Tanaman di daerah dengan suhu udara sedang (temperate) maka suhu optimum untuk
fotosintesa lebih rendah dibandingkan dengan suhu optimum untuk respirasi, hal ini
karena fotosintesa tanaman menurun aktivitasnya bila suhu tidak favoraible.

Biasanya suhu optimum untuk fotosintesa berkisar antara 10oC sampai 30oC Menurut
Leopold (1964). Apabila suhu berada di atas atau di bawah suhu tersebut maka laju
fotosintesa akan berkurang, namun hal ini juga tergantung pada jenis tanaman.

Tanaman akan lebih cepat tua bila pada tahap vegetatif tanaman berada pada
lingkungan dengan kondisi suhu di atas suhu optimalnya. Oleh karena itu banyak
perkebunan yang sangat memperhatikan masalah suhu ini, tak jarang mereka
menggunakan alat pemantau suhu seperti termometer khusus suhu udara untuk
mengawasi suhu di daerah tersebut.

Akan tetapi saat menjelang panen bila terjadi kenaikan suhu maka hal tersebut tidak
akan terlalu berarti. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa hubungan linear
antara suhu dengan beberapa proses fisiologis dan morfologis tanaman hanya sampai
batas suhu tertentu. Hubungan tersebut juga hanya sampai pada batas tercapainya
suhu optimum.
Pengertian Suhu

Suhu mencakup dua aspek yaitu derajat dan insolasi. Insolasi menunjukan energi
panas dari matahari dengan satuan gram/kalori/cm2/jam. Dimana 1 grm kalori
digunakan untuk menaikan suhu satu gram air sebesar 10 C.

Jumlah insolasi atau suhu suatu daerah berbeda-beda tergantung pada :

1. Latitude yaitu letak lintang suatu tempat. Pada daerah katulistiwa


insolasi lebih besar dan berbeda dibandingkan dengan daerah sub-tropis atau
daerah sedang. Suatu daerah yang letaknya semakin kekutub maka insolasinya
semakain rendah karena sudut jatuh radiasi matahari semakin besar atau
karena jarak matahari ke bumi semakin jauh. Akan tetepi insolasi total untuk
suatu musim pertumbuhan tanaman hampir sama karena panjang hari yang
lebih lama
2. Musim : Pada musim panas insolasi tinggi sedangkan pada musim hujan
rendah
3. Kejernihan atmosfer : semakin jernih atmosfer maka semakin tinggi
insolasis yang diterima oleh bumi karena tidak adanya awan atau bintik-bintik
air
4. Konstanta matahari : merupakan jarak matahari dengan bumi. Semakin
dekat jarak matahri ke bumi maka insolasi akan semakin tinggi.
Hubungan Suhu Dengan Tanaman

Suhu merupakan faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan


perkembangan tanaman. Suhu mempengaruhi beberpa proses fisiologis penting yaitu :

1. Buka dan menututupnya stomata


2. Transpirasi
3. Penyerapan air dan nutrisi (unsur hara)
4. Fotosintesis
5. Respirasi
6. Kinerja enzim
7. Cita rasa tanaman
8. Pembentukan primordia bunga
Peningkatan suhu sampai titik optimum akan diikuti oleh peningkatan
proses-proses tersebut dan setelah melewati titik optimum proses tersebut mulai
dihambat baik secara fisik maupun kimia. Menurunnya aktivitas enzim (degradasi
enzim). Pada tanaman hortikultura suhu merupakan faktor penting dalam
pembentukan primordia bunga, dimana dalam pembentukan bunga tanaman
dibutuhkan suhu optimal yaitu suhu yang dibutuhkan tanaman dalam pembentukan
primordia bunga. Dimana dalam pembentukan bunga tanaman memerlukan suhu
optimal yaitu suhu yang dibutuhkan oleh tanaman dalam pembentukan primordia
bunga. Selian itu juga mempengaruhi aktivitas mikroorganisme dan enzim pada suhu
yang rendah umumnya aktivitas organisme tidak aktif atau dorman sedangkan pada
suhu yang tinggi akan menimbulkan proses pembentukan protein dan enzim yang
bercerai berai/rusak (denaturasi).

Pengaruh Suhu Terhadap Pertumbuhan dan Perkembangan Tanaman

Suhu yang dibutuhkan dalam pertumbuhan dan perkembangan tanaman dikenal


sebagai suhu kerdinal yaitu meliputi suhu optimum, suhu minimum dan suhu
maksimum. Suhu kardinal yang dibutuhkan oleh tanaman adalah berbeda-beda
tergantung pada jenis tanamannya. Dimana suhu yang berada dibawah batas
maksimum atau diatas optimum ini tidak baik untuk tanaman, keadaan tersebut sering
disebut suhu ekstrim. Pengaruh faktor suhu pada tanaman menimbulkan
gangguan-gangguan pada tanaman baik secara morfologi maupun fisiologinya.
Pengaruh suhu terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman dapat dibedakan
sebagai berikut :
Suhu Optimum
Batas suhu yang membantu pertumbuhan dan perkembangan tanaman diketahui
sebagai suhu optimum. Pada batas ini semua proses dalam perkembangan dan
pertumbuhan tanaman akan berjalan baik dari segi morfologi muapun fisiologinya.
Proses fisiologi tersebut antara lain yaitu :
 Fotosintesis
 Respirasi
 Penyerapan air
 Transpirasi
 Pembelahan sel
 Pemanjangan sel dan
 Perubahan fungsi sel akan berlangsung secara baik sehingga akan diperoleh
produksi maksimum pada setiap jenis tanaman kebutuhan akan suhu optimum ini
bervariasi seperti pada tanaman C3 membutuhkan suhu optimumnya antara
270C-280C, sedangkan pada tanaman C4 suhu optimumnya adalah 300C-350C yang
digolongkan menjadi : Tanaman yang menghendaki batas suhu optimum yang rendah
(tanaman musim dingin), yaitu tanaman yang tumbuh baik pada suhu 45-600F dan
Tanaman yang menghendaki batas suhu optimum yang tinggi (musim panas), yaitu
tanaman yang tumbuh baik pada suhu antara 600F sampai 750F
Dari tipe-tipe tanaman tersebut diatas maka dapat dilihat contohtanaman pada tabel
berikut.

Tanaman Musim Dingin (suhu Optimum = 45-600F)


Tanaman Tanaman sayuran Tanaman hias
buah-buahan
Apel, pear dan Kubis, wortel, Gramenium, petunia
strawbery kentang dll
Tanaman Musim Dingin (suhu Optimum = 60-750F)
Apricot, grape, Tomat, waluh, Rose, orchid
citrus ketimun

Dilihat dari segi morfologinya yaitu : Pertumbuhan dan perkembangan vegetatif


tanaman, Pertumbuhan dan perkembangan generatif tanaman dan Daya
perkecambahan dan daya tumbuh benih tanaman

Batas Suhu Yang Tidak Menguntungkan


Batas suhu yang tidak menguntungkan bagi pertumbuhan dan perkembangan
tanaman dapat dibedakan baik secara morfoligi dan fisiologinya.
Suhu Diatas Maksimum yang berpengaruh terhadap :

1. Respirasi yaitu terjadinya proses respirasi dan absobsi air yang tinggi
sehingga terjadi proses-proses perombakan protein dan terhambatnya kinerja
enzim (denaturasi).
2. Terganggunya pembentukan sel generatif yang terjadi karena rusaknya
pembelahan sel secara mitosis sehingga biji akan mandul atau kosong.
3. Terjadinya translokasi yaitu terganggunya proses pengangkutan dan
penyebarann assimilat (hasil fotosintesis) dari sumber fotosintesis ke
bagian-bagian tanaman yang menggunakan atau menyimpan cadangan
makanan seperti : buah, batang dan umbi.
4. Terjadinya mutasi gen akibat adanaya suhu yang terlalu tinggi yang
menyebabkan berubahnya susunan genetik tanaman atau adanya sinar gamma.
5. Tanaman kekurangan unsur hara, karena suhu tinggi dapat mengganggu
perombakan-perombakan senyawa-senyawa penting bagi tanaman.
6. Tanaman menjadi layu akibat suhu yang tinggi sehingga absorbsi air
yang rendah dan tingginya evapotranspirasi
Suhu Dibawah Minimum berpengaruh terhadap :

1. Perlambatan pertumbuhan dan perkembangan serta menghambat


pembungaan tanaman.
2. Absorbsi unsur hara dan air terganggu karena air akan membekupada
suhu dibawah minimum dan akar tanaman akan membeku yang menyebabkan
fikositas menjadi naik. Penyerapan unsur hara juga terganggu karena
bakteri-bakteri pengurai akan mengalami dormansi atau istrihat
3. Respirasi menurun karena kebutuhan air dan udara dalam tubuh tanaman
menjadi rendah seiring rendahnya aktivitas-aktivitas dalam tubuh tumbuhan.
4. Perkecambahan benih akan teganggu dimana embrio akan rusak yang
disebabkan rusaknya membran sel dalam biji.
5. Sufokasi (suffocationI) lambatnya pertumbuhan tanaman karena suhu
udara yang rendah pada tanah dan kekurangan oksigen.
6. Dedikasi yaitu terjadinya kekeringan fisiologis karena absorbso air
terhambat karena kurangnya permeabilitas selaput akar atau karena naiknya
visikositas air dalam air bahkan membeku.
PENGARUH SUHU TERHADAP TANAMANAN
Diposting oleh Mumun | 09.41

PENDAHULUAN

1.LATAR BELAKANG

Iklim merupakan komponen ekosistem dan faktor produksi yang sangat dinamik dan
sulit dikendalikan salah satunya adalah suhu/temperatur. Dalam praktek, iklim (suhu
dan cuaca ) sangat sulit untuk dimodifikasi/dikendalikan sesuai dengan kebutuhan,
ditambah lagi dengan fenomena pemanasan global akibat radiasi matahari yang
penyinarannya jatuh secara total akibat lapisan ozon yang telah menipis. Kalaupun
bisa memerluan biaya dan teknologi yang tinggi. Iklim/cuaca sering seakan-akan
menjadi faktor pembatas produksi pertanian. Karena sifatnya yang dinamis, beragam
dan terbuka, pendekatan terhadap cuaca/iklim agar lebih berdaya guna dalam bidang
pertanian , diperlukan suatu pemahaman yang lebih akurat teradap karakteristik iklim
melalui analisis dan interpretasi data iklim. Mutu hasil analisis dan interpretasi data
iklim, selain ditentukan oleh metode analisis yang digunakan, juga sangat ditentukan
oleh jumlah dan mutu data. Oleh karena itu, diperlukan koordinasi dan kerjasama
yang baik antar instasi pengelola dan pengguna data iklim demi menunjang
pembangunan pertanian secara keseluruhan.

Suhu dikatakan sebagai derajat panas atau dingin yang di ukur berdasarkan skala
tertentu dengan menggunakan termometer. Pengaruh suhu terhadap mahkluk -
mahkluk hidup adalah sangat besar sehingga pertumbuhannya benar benar seakan -
akan tergantung padanya, terutama dalam kegiatan pertanian. Kita ambil contoh
tumbuhan - tumbuhan dimana tanaman layaknya mempunyai keinginan akan suhu
tertentu, artinya tanaman itu tidak akan tumbuh dengan baik bila syaratnya tidak
terpenuhi, juga berpengaruh pada proses pematangan buah makin tinggi suhu makin
cepat proses pematangan buah. Dengan suhu yang tinggi benih – benih akan
mengadakan metabolisme lebih cepat, akibatnya apabila benih – benih di biarkan
aatau di tanam pada dataran atau tanaman tinggi maka daya kecambahnya akan turun.
Jadi pada tanaman juga ada shu maksimum atau suhu optimum yag diinginkan.

BAB II

B. PEMBAHASAN
SUHU

1.Pengertian suhu

Pengertian suhu mencangkup dua aspek yakni derajat dan insolasi.


Insolasi menunjukan energy panas dari mataahari dengan satuan
gra/kalori/cm/jam. mirip dengan pengertian intensitas pada radiasi
matahari. Satu garam kalori adalah sejumlah energy yang dibutuhkan
untuk menaikan suhu satu gram air sebesar 10c.

Jumlah insolasiatau suhu suatu daerah tergantuna pada letak :

a. letak lintang suatu daerah dikhatulistiwa insolasi lebih besar dan


sedikit bervariasi dibandingkan dengan sub tropis dan daerah
sedang. Akan tetapi insolasi total untuk satu musim pertumbuhan
tanaman hamper sama karna panjang hari yang lama.

b. Atlitude (tinggi tempat dari permukaan laut ). Semakin tinggi atlitude


isolasi semakin rendah.

c. Musim berpengaruh terhadap insolasi dalam kaitannya dengan


kelembaban udara dan keadaan awan.

d. Angin juga sering berpengaruh terhadap insolasi, apalagi bila angin


tersebut membawa uap panas.
2.Peranan suhu bagi tanaman pagan

Suhu udara dan tanah sangat mempengaruhi dalam proses pertumbuhan ,


karna setiap jenis tanaman mempunyai suhu batas minimum, optimum dan
maksimum untuk setiap tingkat perrtumbuhannya.

Batas atas suhu yang mematikan aktivitas sel-sel tanaman berkisar dari
120o sampai 140o F tetapi nilai ini beragam sesuai dengan jenis tanaman dan
tingkat perrtumbuhannya. Contoh : gandum dalam musim dingin tahan berada
dalam kondisi suhu nisbi rendah dan dapat bertahan dalam suhu beku selama
periode musim dingin, terjadinya pada tanaman tropis misalnya biji coklat
yang memerlukan suhu tinggi pada sepanjang tahun. Suhu tinggi tidak
mengkhawatirkan dibandingkan suhu rendah dalam menahan pertumbuhan
asalkan persedian air memadai dan tanaman dapat menyesuaikan terhadap
daerah ikanklim. Dalam kondisi suhu yang sangat tinggi, pertumbuhan bisa
terhambat bahkan berhenti tanpa menghiraukan persediaan air dan
kemungkinan terjadi perangasan daun atau buah sebelum waktunya.

Tanaman bisa mengubah frekuensi suhu dari iklim mikro bunga dan daun
dapat menangkap isolasi pada lapisan atas sehingga suhu maksimumnya
terletak dekat sekitar puncak tanaman kecuali jika tanaman masih rendah dan
masih terpencar sehingga pemanasan disela-sela tanaman dari tanah akan
menentukan distribusi suhu vertical.

Suhu udara merupakan factor lingkungan yang penting karna berpengaruh


pada pertumbuhan tanaman dan berperan hampir pada proses pertumbuhan.
Suhu udara merupakan factor penting dalam menentukan tempat dan waktu
penanaman yang cocok, bahkan suhu udara dapat juga sebagai factor-faktor
penentu dari pusat-pusat produksi tanaman. Misalnya; kentang didaerah suhu
rendah, sedangkan padi didaerah bersuhhu lebih tinggi.

Suhu udara diindonesia dapat berperan sebagai kendali pada usaha


pengimbangan tanaman padi didaerah yang mempunyai ketingian yaitu tinggi
diatas permukaan laut sebagian besar jenis padi unggul tumbuh dan berdaya
hasil baik sampai ketinggian 700 m diatas permukaan laut. Suh udara rata-rata
yang tinggi akan baik untuk tanaman seperti kacang tanah dan kapas
sedangkan gandum, kentang, gula dan tomat, bisa didataran tinggi dengan
suhu udara yang lebih rendah.

3 . Pengaruh suhu terhadap tanaman

Fluktuasi suhu dalam tanah akan berpengaruh langsung terhadap aktivitas


pertanian terutama proses perakaran tanaman didalam tanah. Apabila suhu tanah naik
akan berakibat berkurangnya kandungan air dalam tanah sehingga unsure hara sulit
diserap tanaman., sebaliknya jika suhu tanah rendah maka akan semakin
bertambahnya kandungan aiar dalam tanah, dimana sampai pada kondisi ekstrim
terjadi pengkristalan. Akibatnya aktivitas akar/respirasi semakin rendah
mengakibatkan translokasi dalam tubuh tanaman jadi lambat sehingga proses
distribusi unsure hara jadi lambat dan akhirnya pertumbuhan tanaman jadi lambat.
Demikian pula dengan suhu yang terlalu tinggi terjadi aktivitas negatif seperti terjadi
pembongkaran/perusakan organ. Suhu maksimal dan minimal berpengaruh terhadap
hasil produksi. Hal inilah yang menyebabkan hasil panen padi Indonesia menjadi
rendah.

4. Suhu maksimum dan minimum pada tanaman

Biasanya panas yang diterima oleh permukaan tanah diteruskan kedalam


lapisan yang lebih dalam melalui kondisi karna panas yang jalarkan akan memerlukan
waktu yang lama. Sehingga suhu maksimum dan minimum didalam tanah akan terjadi
keterlambatan. Karna makin lama pemanasan pada permukaan tanah maka ikan
makin dalam pula suhu maksimum permukaan akan terasa kelapisan tanah yang lebih
dalam.

Besarnya suhu maksimum disuhu atmosfer terjadi pada sekitar jam 15.00
sedangkan suhu maksimum didalam tanah akan terjadi setelah waktu suhu maksimum
udara. Suhu maksimum tanah untuk kedalamam tanah 5 cm terjadi pada jam 14.00
untuk kedalaman 10 cm terjadi pada jam 15.30 dan untuk kedalaman tanah 20 cm
terjadi pada jam 18.00.Pada suhu minimum diatmosfer terjadi setelah matahari terbit
yaitu sekitar jam 06.00 pagi hari sedangkan suhu minimum tanah akan mengalami
keterlambatan untuk kedalaman tanah 5 cm suhu minimum. terjadi pada jam 08.00
untuk kedalaman 10 cm terjadi pada jam 09.00 dan untuk kedalaman 20 cm terjadi
pada jam 11.00.

5. Pengaruh suhu bagi pertumbuhan tanaman.

Faktor iklim sangat menentukan pertumbuhan dan produksi tanaman. Apabila


tanaman ditanam di luar daerah iklimnya, maka produktivitasnya sering kali tidak
sesuai dengan yang diharapkan.Menurut Sutarno at all (1997) Studi tentang perilaku
kejadian tiap organisme atau tumbuhan dalam hubungannya dengan
perubahan-perubahan iklim disebut dengan fenologi. Untuk faktor iklim yang
dipergunakan untuk penelitian fenologi pada umumnya adalah curah hujan hal ini
adalah karena curah hujan secara langsung atau tidak langsung penting untuk
pengaturan waktu dan ruang dalam pembentukan bunga dan buah pada tumbuhan
tropis.
Menurut Ashari (2006) sedikitnya ada 2 unsur yang sangat mempengaruhi hal
tersebut, yaitu :
1.Curahhujan dan distribusi hujan

2. Tinggi tempat dari permukaan laut.

Selain unsur iklim, roduksi tanaman juga dipengaruhi oleh Radiasi Matahari
dan Suhu. Pertumbuhan tanaman dapat dipengaruhi dalam berbagai cara oleh
lingkungan. Kondisi lingkungan yang sesuai selama pertumbuhan akan merangsang
tanaman untuk berbunga dan menghasilkan benih. Kebanyakan speises tidak akan
memasuki masa reproduktif jika pertumbuhan vegetatifnya belum selesai dan belum
mencapai tahapan yang matang untuk berbunga, sehubungan dengan ini terdapat dua
rangsangan. Yang menyebabkan perubahan itu terjadi, yaitu suhu dan panjang hari
(Mugnisjah dan Setiawan, 1995).

Diwilayah dengan empat musim, pengaruh suhu berlaku ganda. Pada waktu awal
pertumbuhan suhu harus cukup tinggi agar pertumbuhan tidak terhambat. Tetapi bagi
kebanyakan tanaman terutama tanaman tahunan, suhu sebelum perubahan fase
pertumbuhan itu terjadi sangat penting. Cekaman (stress) air yang diikuti oleh hujan
sering merangsang pembungaan tanaman tahunan tropika. Faktor lain yang memicu
pembungaan adalah panjang hari, atau panjang periode selama setiap 24 jam.
Tanaman berhari panjang tidak akan berbunga jika ditanam di wilayah tropika.
Radiasi matahari berhubungan dengan laju pertumbuhan tanaman, fotosintesis,
pembukaan (reseptivitas) bunga, dan aktivitas lebah penyerbuk. Pembukaan bunga
dan aktivitas lebah ditingkatkan oleh radiasi matahari yang cerah, wilayah yang sering
berawan berpotensi kurang untuk produksi benih. Permukaan lahan ekuator sering
menerima total radiasi yang kurang dari lahan berlatitude 10-20 mdp.

Batas suhu yang membantu pertumbuhan dan perkembangan tanaman diketahui


sebagai batas optimum . pada batas ini semua proses dasar seperti : fotosentesis,
respirasi, penyerapan air, transpirasi, pembelahan sel. Perpanjangan sel dan perubahan
fungsi sel akan berlangsung baik dan tentu saja akan diperoleh produksi tanaman yang
tertinggi. Batas suhu optimum tidak sama semua tanaman , sebagai contoh :
apel ,kentang , menghendaki yang lebih rendah dibandingkan tanaman :jeruk, ketela
rambat atau gardenia. Tanaman yang tumbuh pada kondisi suhu diatas optimum
akhirnya pertumbuhanya biasa menghasilkan produksi yang rendah . hal ini
disebabkan kurang adanya keseimbangan antara besarnya fotosentesis yang dihasilkan
dan berkurangnya karbohidrat karna adanya respirasi. Bertambahnya suhu akan
mempercepatkan kedua proses ini , tetapai diatmosfer diatas optimum , proses
respirasi akan berlangsung lebih besar dari pada fotosentesis , sehingga bertambah
tinggi suhu tersebut akan mengakibatkan berkurangnya produksi.

Tanaman yang tumbuh pada kondisi suhu dibawah batas optimum akan
menghasilkan pertumbuhan yang kurang baik dan produksinya akan lebih rendah . gal
ini disebabkan pada suhu yang rendah besarnya fotosentesis yang dihasilkan dan
protein yang dibentuk dalam keadaan minimum berakibat pertumbuhan dan
perkembangan lambat dan produksinya rendah.

6. Informasi Iklim (Suhu,) dalam Ketahanan Pangan dan Pengembangan


Agribisnis

Resiko pertanian akibat pengaruh iklim antara lain terjadi melalui dampak
kekeringan, kebasahan atau banjir, suhu tinggi, suhu rendah atau “frost”, angin,
kelembaban tinggi dan lain-lain. Resiko pertanian akibat iklim tersebut terutama suhu,
selain menyebabkan rendahnya hasil baik secara kuantitas maupun kualitas, juga
ketidakstabilan produksi pertanian secara nasional. Faktor penyebab resiko pertanian
antara lain, fluktuasi dan penyimpangan iklim, ketidaktepatan peramalan iklim,
perencanaan usahatani dan pemilihan komoditas/varietas yang kurang sesuai dengan
kondisi iklim.

Dalam pembangunan pertanian yang lebih berorientasi atau berbasis dan


bertujuan untuk optimalisasi dan efisiensi sumberdaya pertanian termasuk
sumberdaya agroklimat dibutuhkan suatu sistem pertanian preskriptif (prescriptif
farming). Sistem preskriptif adalah sistem usaha pertanian yang sesuai (produkstivitas
tinggi dan efisien) dengan potensi sumberdaya, faktor sosial ekonomi dan
kelembagaan (Makarim, Sirman dan Sarlan, 1999).
Dalam sistem pertanian preskriptif dibutuhkan informasi yang lengkap dan handal
seluruh komponen dan sub komponen dalam sistem produksi, termasuk iklim (Bell
and Doberman, 1997 dalam Surmaini, 2000). Berbeda dengan komponen produksi
lain, peluang untuk memanipulasi faktor iklim sangat kecil, sulit diduga tetapi sangat
menentukan produktivitas tanaman. Oleh sebab itu, informasi iklim sangat strategis
dan menjadi pertimbangan yang lebih dini dalam pengembangan pertanian preskreptif
tersebut. Berdasarkan analisis resiko akibat iklim, dapat dikembangkan sistem
pengelolaan lahan yang terintegrasi dengan mempertimbangkan karakteristik biofisik,
terutama sumberdaya tanah dan iklim. Untuk lebih efektif dan berdaya hasil tinggi
dan berkelanjutan, diperlukan kombinasi optimal antara teknologi produksi dan
komoditas dengan sistem pengelolaan sumberdaya lahan secara optimal. Konsep
pertanian tangguh yang antara lain dicirikan oleh sistem agribisnis adalah pertanian
yang mampu menghasilkan produksi secara optimal, mantap (stabil) dan
berkelanjutan yang secara ekonomi menguntungkan serta mampu melestarikan
sumberdaya dan lingkungan. Oleh sebab itu, analisis resiko iklim tidak hanya
ditujukan untuk memproteksi tanaman dari deraan iklim, tetapi juga memproteksi atau
mengkonservasi sumberdaya lahan secara efektif dan antisipatif.
BAB III

PENUTUP
1. Kesimpulan

Dari uraian diatas, dapat di simpulkan :

• Iklim merupakan komponen ekosistem dan faktor produksi yang sangat


dinamik dan sulit dikendalikan dan diduga terutama suhu, oleh karena itu
pendekatan yang paling baik dalam rangka pembangunan pertanian adalah
menyesuaikan sistem usahatani dengan keadaan iklim setempat.

• Faktor suhu mempunyai peranan yang sangat penting dalam perencanaan dan
sistem produksi pertanian karena seluruh unsur iklim berpengaruh terhadap
berbagai proses fisiologis, pertumbuhan dan produktivitas tanaman.

2. Saran

• Sebaiknya diperlukan koordinasi dan kerjasama yang baik antar instasi


pengelola dan pengguna data iklim demi menunjang pembangunan pertanian
secara keseluruhan.
• Pemerintah seharusnya melakukan peningkatan peralatan/stasiun informasi iklim
untuk pengamatan serta penyediaan dan pembinaan SDM dalam meningkatkan
mutu pengamatan dan kemampuan analisis, karena sangat terbatasnya informasi
iklim yang efektif dan aplikatif (berdayaguna) untuk bidang atau kegiatan
pertanian.