Anda di halaman 1dari 8

Efek Rumah Kaca – Pengertian, Penyebab, Dampak, Proses, Makalah

Michael Putra
Sayanda.com – Efek Rumah Kaca – Pengertian, Penyebab, Dampak, Proses, Makalah.

Tiga kata yang cukup sering kita dengar, tapi tahukah Anda apa artinya?

Pengertian efek rumah kaca adalah proses meningkatnya suhu permukaan Bumi yang
disebabkan oleh perubahan pada kondisi dan komposisi atmosfer sehingga panas dari
matahari tetap berada di Bumi dan tidak bisa dipantulkan secara sempurna keluar
atmosfer.

Fenomena alam yang pertama kali dikenalkan oleh Joseph Fourier di tahun 1824
sebenarnya merupakan peristiwa yang wajar terjadi. Keberadaan efek rumah kaca atau
dikenal juga dengan green house effect justru sangat dibutuhkan.

Tanpanya, bumi bisa membeku dan dipenuhi dengan es.

Permasalahannya ialah ketika fenomena alamiah ini berjalan terlalu cepat dan
diakibatkan oleh ulah manusia itu sendiri, sehingga mengakibatkan banyak hal buruk
yang mengancam kehidupan manusia di muka bumi, seperti pemanasan global,
bencana, dan sebagainya.

Itulah mengapa sejumlah pakar dan lembaga terkait menyerukan penduduk bumi untuk
introspeksi diri dan melakukan perbaikan segera.

Makalah efek rumah kaca ini akan memberikan pembahasan lengkap dari segi
pengertian, proses terjadinya, penyebab, dampak, dan cara mengatasi.

Table of Contents
 Pengertian Efek Rumah Kaca Menurut Para Ahli
 Penyebab Efek Rumah Kaca yang Membahayakan Bumi
 Dampak Efek Rumah Kaca pada Kehidupan di Bumi
 Dampak Lingkungan
 Risiko Kesehatan
 Gangguan Perekonomian
 Cara Mengatasi (Solusi) Efek Rumah Kaca
 Makalah Efek Rumah Kaca
Pengertian Efek Rumah Kaca Menurut Para Ahli

1. Asosiasi Energi New Mexico, Amerika Serikat


Efek rumah kaca merupakan kejadian dimana panas di Bumi terperangkap karena
terhalang oles gas emisi seperti karbon dioksida pada atmosfer. Gas emisi tersebut
kebanyakan berasal dari asap kendaraan dan pabrik serta kebakaran hutan.

1. Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat


Efek rumah kaca ialah proses Meningkatnya suhu rata-rata permukaan Bumi karena
lapisan atmosfer Bumi yang kian menipis bahkan bocor. Hal ini menjadikan cuaca di
Bumi semakin panas karena sinar matahari tidak lagi terhalang oleh lapisan atmosfer

1. Dewan Pertahanan Sumber Daya Alam


Efek rumah kaca adalah krisis lingkungan dan kemanusiaan yang sedang terjadi di
Bumi. Suhu permukaan Bumi kian meningkat akibat terperangkap oleh gas karbon
dioksida yang semakin banyak dari hari ke hari, dan menjadikan Bumi semakin panas
dan rawan akan bencana.

Penyebab Efek Rumah Kaca yang Membahayakan Bumi


Matahari merupakan sumber segala energi di Bumi. Sebagian besar energi tersebut
berwujud gelombang pendek, seperti cahaya.

Ketika energi berada di permukaan Bumi, cahaya itu akan berubah menjadi panas
yang menghangatkan Bumi. Sebagian panas akan diserap Bumi dan sebagian lagi
dipantulkan kembali ke luar angkasa dalam wujud radiasi infra merah.

Gambaran di atas adalah fenomena normal atau alamiah proses terjadinya efek rumah
kaca.

Yang terjadi sekarang sudah tidak lagi tergolong sebagai fenomena normal, karena
dari hari ke hari, semakin banyak panas yang seharusnya dipantulkan ke luar angkasa,
justru terperangkap di atmosfer dan dipantulkan balik ke Bumi. Panas berlebihan di
Bumi inilah yang jadi penyebab beragam masalah dan membahayakan.

Sumber permasalahan yang terjadi sekarang adalah gas emisi dari pabrik dan keadaan
bermotor yang kian bertambah. Semakin banyak gas yang terkumpul di atmosfer,
maka akan semakin banyak panas terperangkap di bawahnya.

Dari makalah efek rumah kaca yang dilansir di web Academia.edu, gas-gas tersebut
antara lain:
1. Uap Air (36-70%)
Gas yang sebenarnya timbul secara alami dan berperan paling banyak pada
percepatan efek rumah kaca. Konsentrasi uap air berfluktuasi secara regional.

Ketika penguapan air laut, danau, dan sungai di suatu kawasan mengalami
peningkatan, maka temperatur panas akan meningkat. Bila kondisi ini terus berlanjut
maka akan mencapai titi ekuilibrium (keseimbangan).

1. Karbon Dioksida (9-26%)


Penyebab terbanyak kedua yang sumbernya dari perilaku manusia. Peningkatan
jumlah CO2 terjadi karena penggunaan bahan bakar, pembakaran kayu, pembuangan
limbah padat, polusi kendaraan, dan aktivitas manusia lainnya.

Di saat yang bersamaan, jumlah pohon yang berfungsi menyerap CO2 semakin
berkurang, lantaran perambahan hutan untuk perluasan lahan atau diambil kayunya.

1. Metana (4-9%)
Metana adalah insulator efektif yang mampu menangkap panas 20 kali lebih banyak
dibandingkan CO2. Penyebab meningkatnya gas metana juga terjadi karena ulah
manusia seperti produksi dan transportasi gas alam, batu bara, dan minyak bumi.

Metana juga dihasilkan oleh pembusukan limbah organik dan kotoran hewan, seperti
kotoran sapi. Saat ini konsentrasi metana mengalami peningkatan satu setengah kali
lipat dari sebelumnya.

1. Nitrogen Oksida
Gas insulator panas yang terbilang sangat kuat. Nitrogen Oksida paling banyak
dihasilkan oleh pembakaran bahan bakar dan lahan pertanian.

Gas ini bisa menangkap panas 300 kali lebih besar dari karbon dioksida. Kondisinya
sekarang, gas ini mengalami peningkatan 16 persen dibandingkan masa pre-industri.

1. Gas Lainnya
Gas lain yang turut menyumbang percepatan efek rumah kaca berasal dari proses
manufaktur.
Misalnya peleburan aluminium dan material sejenis untuk menghasilkan furnitur atau
kebutuhan manusia lainnya. Termasuk alat pendingin ruangan dan lemari pendingin
yang masih menggunakan klorofluorokarbon (CFC).

Dampak Efek Rumah Kaca pada Kehidupan di Bumi

Berdasarkan perhitungan simulasi, efek rumah kaca sudah meningkatkan suhu rata-rata
bumi sekitar 1-5°C. Bila tidak ada upaya perbaikan, akan terjadi peningkatan
pemanasan global antara 1,5-4,5°C di tahun 2030 nanti.

Kondisi bumi yang semakin panas adalah pemicu dari perubahan iklim yang terjadi
secara ekstrem dan mengancam kehidupan makhluk hidup di dalamnya.

Perubahan iklim yang ekstrem akan mengganggu ekosistem bumi dan membuat pola
musim semakin suit diperkirakan.

Dampak nyata yang banyak dibahas ialah berkurangnya kemampuan hutan menyerap
CO2, serta mencairnya es yang mengakibatkan peningkatan volume air laut yang
berisiko menenggelamkan daratan.

Sedangkan dampak yang bisa kita rasakan langsung ialah bencana alam seperti banjir
dan longsor pada kawasan yang mengalami peningkatan intensitas curah hujan.
Sementara di kawasan lainnya terjadi kekeringan panjang dan panas ekstrem yang
membunuh karena turunnya kelembaban.

Sekarang, dampak tersebut telah meluas ke sejumlah sektor kehidupan. Beberapa di


antaranya dijelaskan dalam makalah efek rumah kaca di web id.scribd.com, seperti:

1.
Dampak Lingkungan

2.
Ketika iklim mengganggu ekosistem, ancaman terbesar ialah hilang atau punahnya
berbagai jenis makhluk hidup. Iklim yang tak seimbang pada lingkungan dapat
memicu terjadinya berbagai macam bencana alam.

Dalam beberapa studi, para peneliti memprakirakan bahwa 15-37% dari seluruh
spesies di bumi akan punah di 2050, karena dampak efek rumah kaca.

Termasuk kasus langkanya air bersih yang sudah terjadi sejak beberapa tahun lalu.
Ketersediaan air bersih terus berkurang, utamanya di daerah tropik kering yang
disebabkan oleh kemarau panjang dan intrusi air laut ke daratan.

1.
Risiko Kesehatan

2.
Iklim dan cuaca yang ekstrem akan mengembangkan penyakit lama dan mempercepat
penyebaran penyakit baru. Penyakit seperti diare, malaria, dan demam berdarah akan
berkembang dan meningkat, khususnya di daerah tropis.

Badan kesehatan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) meprakirakan efek rumah kaca
menyebabkan kematian sebanyak 150 ribu jiwa setiap tahun.

1.
Gangguan Perekonomian

2.
Kebutuhan pokok manusia seperti pangan juga akan terancam akibat efek rumah kaca.
Iklim yang tak menentu mempengaruhi jadwal panen dan jangka waktu penanaman.
Belum lagi ancaman hilangnya lahan produktif akibat beragam bencana alam. Semua
hal ini pastinya mengganggu sektor perekonomian. Mulai dari sisi produksi hingga
distribusi.

Cara Mengatasi (Solusi) Efek Rumah Kaca

Lewat
sejumlah studi hingga sosialisasi, sejumlah kalangan telah berusaha mencari solusi dari
fenomena efek rumah kaca di bumi. Beberapa solusi tersebut mungkin sering Anda
dengar karena kerap dibahas dalam beragam kesempatan. Di antaranya seperti
penghematan listrik, penanaman pohon, pengelolaan sampah, dan sebagainya.

Solusi-solusi tersebut kini telah berubah menjadi sebuah konsep global, seperti green
building, smart city, dan lain-lain.

Konsep yang hingga kini terus digalakkan untuk menggerakkan semua lapisan
masyarakat. Mulai dari pemerintah hingga warganya bersama-sama memperbaiki
bumi lewat hal kecil yang dilakukan sehari-hari. Contohnya mendaur ulang sampah
plastik menjadi produk yang bernilai jual dan memiliki manfaat, dan mengurangi
penggunaan kendaraan bermotor.
Sebagai manusia yang bertanggung jawab, kita wajib turut serta dalam mencegah atau
setidaknya meminimalisir prediksi buruk masa depan, tentang dampak efek rumah
kaca yang mengerikan.

Efek rumah kaca yang awalnya berdampak positif dan berubah jadi negatif, karena
pola perilaku manusia yang mengabaikan keseimbangan bumi.