Anda di halaman 1dari 7

Tugas Personal ke - 1

Minggu 2 / Sesi 3
2201918551 – SUSMIYATI WULANDARI

1. Apa fungsi REA Diagram dan untuk case apa saja REA Diagram bisa digunakan?

Jawaban :

Fungsi REA diagram, antara lain:


a. REA diagram dapat digunakan untuk melakukan operasi agar operasi berjalan lebih
efisien.
b. Membantu manager untuk mengetahui kegiatan transaksi yang tidak
menguntungkan atau tidak bermanfaat bagi perusahaan.
c. Menyimpan data financial atau non-financial kedalam 1 database yang sama tanpa
terjadi nya duplikasi data.
d. Membantu membuat laporan keuangan yang lebih detail.
e. Memberikan informasi yang akurat, lengkap dan sesuai urutan kejadian pada
manager.

Penggunaan diagram REA untuk beberapa hal, antara lain:

a. Dokumentasi
Diagram REA kegunaanya sangat khusus sekali misalnya dalam dokumentasi
pembuatan database SIA. Diagram REA memberikan dua tipe yang penting dalam
informasi mengenai database SIA yang tidak digambarkan di dokumentasi lainnya,
yaitu informasi tentang hubunganantara data dan informasi tentang pelatihan bisnis
organisasi.
b. Informasi tentang pelatihan bisnis
Mengartikan dengan benar apa yang menjadi utama dalam diagram REA
maksudnya harus mengartikan dengan benar peristiwa apa dalam keseluruhan yang
mewakili. Ini selalumudah baik bagi agen maupun bagi transaksi secara
keseluruhan.
c. Informasi Tentang Isi Database Diagram REA menggambarkan hubungan antara
berbagai data yang disimpan dalam database akuntansi, sebaliknya flowchart hanya

ISYS6300 – Business Process Fundamental


menunjukkan file yang ada dan menggambarkan karakter dasar mereka,
sebagaimana mereka dikumpulkan dan disimpan. Hubungan dalam diagram REA
menyediakan informasi yang berguna tentang keadaan perusahaan dan kebijakan
yang dianutnya. Contohnya menyediakan kredit untukpelanggannya dan juga
mengijinkan mereka untuk melakukan pembayaran secara berkala.

2. Bagaimana langkah-langkah menyusun REA Diagram? jelaskan.

Jawaban :

Langkah-langkah menyusun diagram REA, antara lain:


1) Memahami lingkungan dan tujuan organisasi.
Sebelum berkonsentrasi pada proses bisnis tertentu, kumpulkan data dan wawasan
tentang tujuan organisasi, industri, rantai nilai, strategi, produk yang dihasilkan dan
pelanggan. Perhatikan pula pimpinan dan staf organisasi, struktur, teknologi yang
digunakan, dan ukuran yang dipakai.
2) Mempelajari kembali proses bisnis dan mengidentifikasi event operasional yang
signifikan dan strategis.
Mulailah dengan membagi organisasi ke dalam proses-proses bisnisnya. Dengan
menganalisis proses satu persatu, akan lebih mudah mengidentifikasi event
operasional yang ada dalam setiap proses. Langkah ini, dimaksudkan untuk
menjawab pertanyaan “event apa yang terjadi” dan memberikan wawasan tentang
bagaimana dan mengapa bagi setiap event. Dalam pemodelan REA secara grafis,
event digambarkan dengan kotak persegi panjang dengan label didalamnya. Pilih
kata-kata yang akurat untuk menggambarkan setiap event operasional. Disarankan
agar menggunakan kata kerja aktif untuk menyebutkan suatu event.
3) Menganalisis sumberdaya yang terkait dan pelaksana kegiatan bagi setiap event
yang teridentifikasi signifikan dan strategis.
Setelah event operasional yang signifikan dan strategis ditetapkan, langkah
berikutnya adalah menetapkan karakteristik atau ciri-ciri penting dari setiap event.
Dalam langkah ini akan memberikan informasi tentang pertanyaan berkut.
a. Apa jenis sumber daya yang terlibat?
b. Peran apa yang dilakukan dan siapa yang melakukan peran itu?

ISYS6300 – Business Process Fundamental


4) Mengidentifikasi sifat, ciri, dan atribut dari masing-masing event, sumberdaya, dan
pelaksana event. Ciri event, sumberdaya dan pelaksana ditandai dengan masing-
masing atributnya yang dapat diperoleh setelah manjawab beberapa pertanyaan
berikut.
a. Apa urutan dalam event-event yang terjadi dalam proses bisnis?
b. Apakah setiap event mengikuti prosedur yang normal atau terjadi pengecualian?
c. Apakah event telah diotorisasi atau mendapat persetujuan dengan benar?
d. Sumberdaya apa saja yang terkait dengan masing-masing event?
5) Mengidentifikasi dan mendokumentasi hubungan (relationship) antara sumberdaya,
event, dan pelaksana.
6) Memvalidasi model proses bisnis REA dengan pelaku bisnis. Proses bisnis dan
kegiatan bisnis yang telah dimodelkan perlu di validasi oleh tenaga pelaksana yang
mengerti rincian dan tujuan dari proses bisnis dan kegiatan bisnis tersebut.

3. Apa saja komponen REA Diagram. Sebutkan dan jelaskan!

Jawaban :

REA terdiri dari 3 komponen, antara lain:


1) Resource
Merupakan suatu asset yang dimiliki perusahaan dan memiliki nilai ekonomi baik
yang terlihat maupun yang tidak terlihat. Yang terlihat, contohnya seperti uang kas
perusahaan dan yang tidak terlihat, seperti saham dan obligasi.
2) Event
Merupakan suatu fenomena yang menyebabkan perubahan pada suatu sumber daya
/ resource. Event yang terjadi pada perusahaan biasanya, seperti pembelian,
pengiriman barang, transaksi, terima order, dll. Event dapat dibedakan menjadi 2
(dua) tipe, yaitu economic dan support
- Economic adalah suatu kegiatan yang melibatkan kegiatan transaksi yang dapat
meningkatkan dan menyusutkan sumber daya
- Support adalah kegiatan yang tidak melibatkan kegiatan ekonomi / transaksi yang
bisa mengurangi atau menambah sumber daya. Contoh kegiatannya: control,
management, maintenance, dll

ISYS6300 – Business Process Fundamental


3) Agent
Agent adalah pelaku ekonomi yang biasanya berupa individu ataupun perusahaan.
Agent ada yang bersifat internal maupun eksternal. Yang disebut sebagai agent
intern adalah pelaku ekonomi yang terlibat dalam kegiatan operasional perusahaan
(purchasing, production, finnance), dan yang disebut agent eksternal adalah orang
yang tidak terlibat secara langsung dalam kegiatan operasional perusahaan
(customers, investor, kreditor, bank).

4. Apa fungsi ERD?

Jawaban :

Fungsi ERD, antara lain:


a. Untuk merancang model dasar dari struktur data serta relationship atau hubungan
dari setiap data tersebut.
b. Untuk mempermudah pengerjaan basis datanya karena dalam ERD kita sudah
menjelaskan hubungan dari data satu ke data lainnya
c. Untuk mempermudah dalam mengubah dan menganalisis suatu sistem secara dini
d. Untuk mempermudah dalam pengembangan suatu sistem karena dalam ERD sudah
terdapat gambaran umum serta detil dari suatu sistem yang dirancang.

5. Apa perbedaan antara REA Diagram dengan ERD?

Jawaban :

Berikut beberapa perbedaan antara REA dan ERD, antara lain:


ERD REA

Melihat dari 1 kelas Terdiri dari 3 komponen yaitu resource,


event dan agent dan hanya melihat data
yang terlibat

ISYS6300 – Business Process Fundamental


ERD REA

Ditentukan secara kardinality yang Melihat hubungan dan mengikuti


artinya asosiasinya tidak mempedulikan langkah demi langkah Resource ->
urutan. Event -> Agent

Bersifat static sehingga tidak perlu Bersifat kronologis sehingga melihat


urutan kronologis. urutan dari prosesnya.

Menggunakan kata benda Menggunakan kata benda dan kata kerja

6. Bagaimana cara membuat REA Diagram?

Jawaban :

Cara membuat REA Diagram :

a. Mengidentifikasi event yang terjadi


Mencari event apa saja yang terjadi dalam suatu kegiatan di perusahaan
b. Identifikasi sumber daya yang dipengaruhi oleh setiap kegiatan pertukaran ekonomi
dan para pelaku yang terlibat (pelaku internal dn pelaku eksternal) dalam kegiatan
tersebut. Model REA mensyaratkan bahwa setiap kegiatan dihubungkan paling
tidak satu ke sumber daya, dan paling tidak dua pelaku.
c. Mengidentifikasi agent yang terlibat Setiap kejadian ekonomi yang berada di dalam
diagram REA terasosiasi dengan setidaknya dua agent yaitu :
- Satu internal agent
- Satu eksternal agent
Sangat memungkinkan untuk memiliki satu agen internal saat tidak terjadi
perubahan dalam proses manufaktur internal.
d. Tetapkan kardinalitas setiap hubungan.
Kardinalitas menunjukan bagaimana perumpamaan dalam satu entitas dapat
dihubungkan ke perumpamaan tertentu dalam entitas lainnya. Kardinalitas
menyajikan pasangan nomer disetiap entitas.
e. Mengimplementasi diagram REA dalam database relasional

ISYS6300 – Business Process Fundamental


Pada tahapan ini terditi dari tiga tahap:
1. Membuat sebuah tabel untuk setiap entitas berbeda dan untuk setiap hubungan
banyak-ke-banyak (M:N)
2. Memberikan atribut ke tabel yang tepat
3. Menggunakan kunci luar untuk mengimplementasikan hubungan satu-ke-satu
(1:1) dan hubungan satu-ke-banyak (1:M)

7. Bagaimana cara menentukan kardinalitas?

Jawaban :

Kardinalitas digunakan untuk menunjukkan jumlah maksimum entitas yang dapat


berelasi dengan entitas yang lain. Berikut tahapan-tahapan kardinalitas dapat
ditentukan, antara lain:
1) Menentukan entitas, kita harus mengetahui dahulu entitas apa saja yang nantinya
akan terbentuk.
2) Setelah entitas sudah terbentuk semua, selanjutnya kita harus menentukan relasi
antar entitas. Relasi atau penghubung antar entitas dapat digambarkan dengan garis.
Misalnya terdapat entitas Mahasiswa dan Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) kita
harus mengidentifikasi bahwa entitas mahasiswa memiliki relasi dengan entitas
KTM.

Mahasiswa KTM

3) Setelah relasi sudah ditentukan barulah kita menentukan kardinalitasnya.


Kardinalitas relasi ditentukan kepada hubungan maksimum yang terjadi dari himpunan
entitas yang satu ke himpunan entitas yang lain dan begitu juga sebaliknya. Kardinalitas
relasi antar entitas dapat berupa:
a. Satu ke satu (one to one), berarti setiap entitas pada himpunan entitas A
berhubungan paling banyak dengan satu entitas pada himpunan entitas B dan
begitu juga sebaliknya. MHS dengan KTM
b. Satu Ke banyak (one to Many), Berarti setiap entitas pada himpunan entitas A
dapat berhubungan dengan banyak entitas pada himpunan entitas B, tetapi tidak
sebaliknya. Contoh : MHS dengan MTK

ISYS6300 – Business Process Fundamental


c. Banyak ke satu ( Many to One), berarti setiap entitas pada himpunan entitas A
berhubungan dengan paling banyak satu entitas pada himpunan entitas B, tetapi
tidak sebaliknya. Contoh : MTK dengan DOSEN
d. Banyak to banyak (Many to Many), berarti setiap entitas pada himpunan entitas
A dapat berhubungan dengan banyak entitas pada himpunan entitas B dan
demikian juga sebaliknya. Contoh : PRODUK dengan KONSUMEN.

Untuk contoh kasus pada step 3 kardinalitasnya adalah one to one. Karena 1 orang
mahasiswa hanya akan memiliki 1 KTM. Sebaliknya 1 KTM hanya akan dimiliki
oleh 1 mahasiswa.

Mahasiswa 1 1 KTM

Referensi :

[1] Lecture Note Week 2

ISYS6300 – Business Process Fundamental

Anda mungkin juga menyukai