Anda di halaman 1dari 27

PEMERINTAH KABUPATEN GARUT

DINAS KESEHATAN
UPT LABORATORIUM KESEHATAN DAERAH (LABKESDA)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2018

BAB I

PENDAHULUAN

Sebagai saran informasi keuangan, penyusunan laporan keuangan


merupakan suatu usaha untuk menyajikan informasi mengenai posisi
keuangan, realisasi anggaran, neraca, laporan operasional, perubahan
ekuitas, dan kinerja keuangan suatu entitas akuntansi. Secara spesifik
informasi tersebut tidak hanya bermanfaat bagi para pengguna dalam
membuat dan mengevaluasi keputusan mengenai alokasi sumber daya,
tapi juga berguna dalam pengambilan keputusan strategis lainnya serta
menunjukkan tingkat akuntabilitas suatu entitas.

Sebagai Entitas Akuntansi yang mempunyai kewajiban untuk


melaporkan upaya-upaya yang telah dilakukan, serta hasil yang telah
dicapai dalam periode tertentu sebagai wujud transparansi dan
akuntabilitas, manajemen dan keseimbangan kecukupan penerimaan,
guna dapat membiayai seluruh pengeluaran yang dialokasikan dengan
tujuan menyajikan Informasi Laporan Keuangan.

1.1 Maksud dan Tujuan Laporan Keuangan BLUD

Maksud dan tujuan laporan keuangan ini disajikan secara lengkap


sebagai salah satu wujud transparasi dan akuntabilitas, sebagaimana
diamanatkan dalam tata kelola yang baik (good governance) dengan
menyajikan informasi mengenai pendapatan ,belanja aset, kewajiban dan
ekuitas dana. Sedangkan tujuan Catatan atas Laporan Keuangan adalah

1
menyajikan informasi tentang kebijakan akuntansi yang dipergunakan,
ikhtisar pencapaian kinerja keuangan selama satu periode pelaporan,
penjelasan pos-pos Laporan Keuangan dalam rangka pengungkapan yang
memadai serta menyediakan informasi yang diperlukan untuk penyajian
yang wajar, yang tidak disajikan dalam lembar muka (on the face) laporan
keuangan.

1.2 Landasan Hukum Penyusunan Laporan Keuangan BLUD

UPT Labkesda memiliki dasar hukum / landasan operasional


sebagai berikut:

a. Undang-undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan


Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor
5, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia 4355).
b. Undang-undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan
Pengelolaan dan Tanggung jawab Keuangan Negara.
c. Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan
Daerah (Lembaran Negara Indonesia Tahun 2004 Nomor 125,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4377).
d. Undang-undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan
Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah (Lembaran Negara
Indonesia Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 4438).
e. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 71 Tahun 2010
tentang Standar Akuntansi Pemerintahan.
f. Peraturan Pemerintah No. 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan
Keuangan Daerah.
g. Peraturan Pemerintah No. 23 Tahun 2005 tentang Pengelolaan
Keuangan Badan Layanan Umum.

2
h. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang
Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah.
i. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 59 Tahun 2007 tentang
Perubahan atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun
2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah.
j. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 61 Tahun 2007 tentang
Pedoman Teknis Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum
Daerah.
k. Peraturan Daerah Kabupaten Garut Nomor 1 Tahun 2016 tentang
Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Garut Tahun
Anggaran 2016.
l. SK Bupati Nomor 060/Kep.517-Org/2015 Tentang Penetapan Unit
Pelaksana Teknis Dinas Puskesmas DTP dan Non DTP serta Unit
Pelaksana Teknis Dinas Laboratorium Kesehatan Daerah Sebagai
Unit Kerja yang Menerapkan Status Pola Pengelolaan Keuangan
Badan Layanan Umum Daerah Penuh.
m. Peraturan Bupati Garut No. 1465 Tahun 2015 tentang Tata Cara
Penyusunan, Pengajuan, Penetapan, Perubahan Rencana Bisnis dan
Anggaran Serta Dokumen Pelaksanaan Anggaran pada Unit
Pelaksana Teknis Dinas Puskesmas, Unit Pelaksana Teknis Dinas
Laboratorium, Unit Pelaksana Teknis Dinas Akademi Keperawatan
Sebagai Unit Kerja yang Menerapkan Pola Pengelolaan Keuangan
Badan Layanan Umum Daerah Penuh;

1.3 Sistematika Penulisan Catatan atas Laporan Keuangan


BLUD

BAB I Pendahuluan

1.1 Maksud dan Tujuan Penyusunan Laporan Keuangan

3
1.2 Landasan Hukum

1.3 Sistematika Penulisan Catatan atas Laporan Keuangan

1.4 Organisasi

BAB II Ekonomi Makro, Kebijakan Keuangan dan


Pencapaian Target Kinerja

2.1 Ekonomi Makro

2.2 Kebijakan Keuangan

2.3 Indikator Pencapaian Target Kinerja

BAB III Ikhtisar Pencapaian Kinerja Keuangan

3.1 Ikhtisar Realisasi Pencapaian Target Kinerja Keuangan

3.2 Hambatan dan Kendala yang Ada Dalam Pencapaian Target


Yang Telah Ditetapkan.

BAB IV Kebijakan Akuntansi

4.1 Entitas Akuntansi

4.2 Basis dan Prinsip Akuntansi yang Mendasari Penyusunan


Laporan Keuangan BLUD

4.3 Basis Pengukuran yang Mendasari Penyusunan Laporan


Keuangan BLUD

4.4 Penerapan Kebijakan Akuntansi Berkaitan dengan Ketentuan


yang ada dalam Standar Akuntansi Pemerintah pada BLUD

BAB V Penjelasan Pos-Pos Laporan Keuangan

5.1 Penjelasan Atas Pos-Pos Laporan Realisasi Anggaran

4
5.2 Penjelasan Atas Pos-Pos Neraca

5.3 Penjelasan Atas Pos-Pos Laporan Operasional

5.4 Penjelasan Atas Pos-Pos Laporan Perubahan Ekuitas

BAB VI Pengungkapan Penting Lainnya

BAB VII Penutup

5
BAB II

EKONOMI MAKRO, KEBIJAKAN KEUANGAN, DAN PENCAPAIAN


TARGET KINERJA BLUD

2.1 Ekonomi Makro

Tujuan utama penerapan PPK-BLUD ini adalah untuk meningkatkan


kualitas pelayanan terhadap masyarakat secara lebih efektif dan efisien
sejalan dengan praktek bisnis yang sehat yang pengelolaannya dilakukan
berdasarkan kewenangan yang didelegasikan oleh Bupati Garut yang
diharapkan melalui kebijakan ini masyarakat akan semakin mudah untuk
mendapatkan pelayanan yang berkualitas terutama pada pelayanan yang
berkaitan dengan kebutuhan dasar masyarakat yaitu bidang kesehatan.

Dalam Struktur Pemerintah Daerah, Labkesda merupakan suatu


entitas akuntansi yang mempunyai kewajiban melakukan pencatatan atas
transaksi-transaksi yang terjadi di lingkungan satuan kerja yang
dipengaruhi oleh situasi ekonomi secara makro antara lain:

a. Tuntutan masyarakat untuk mewujudkan informasi


keuangan yang transfaran dan akuntabilitas semakin tinggi
b. Tingkat daya beli masyarakat untuk mendapatkan jasa
pelayanan kesehatan
c. Adanya persaingan dengan klinik swasta yang kopetitif, baik
dari tarif dan bentuk pelayanan.
2.2 Kebijakan Keuangan

Dalam rangka penatausahaan pengelolaan keuangan baik


pendapatan dan biaya UPT Labkesda Tahun Anggaran 2018 agar terwujud
keterpaduan dan keserasian dalam melaksanakan program kegiatan

6
sehingga tepat waktu, tepat mutu, tertib administrasi, tepat sasaran, dan
manfaat serta disiplin anggaran, maka diambil langkah-langkah kebijakan
keuangan berupa:

a. Pengembangan jenis/produk dan cakupan pelayanan dalam


rangka peningkatan potensi-potensi pendapatan labkesda
b. Pengendalian biaya labkesda dengan memperbaiki etos kerja
pegawai labkesda
c. Penyesuaian tarif berdasarkan peraturan bupati dengan
memperhitungkan tingkat ekonomi dan daya beli masyarakat
serta daya saing pengguna jasa pelayanan kesehatan di
wilayah Kabupaten Garut.

2.3 Indikator Pencapaian Target Kinerja

Adapun Indikator pencapaian target kinerja BLUD adalah:

a. Terpenuhinya kebutuhan anggaran BLUD untuk


pemenuhan sarana dan prasarana serta kebutuhan
penunjang untuk memberikan pelayanan kesehatan
(missal: alat kesehatan, BMHP, pemeliharaan alat medic
dan non medic).
b. Terpenuhinya pelayanan kepada masyarakat yang
berkualitas sesuai dengan harapan pelanggan.

7
BAB III

IKHTISAR PENCAPAIAN

KINERJA KEUANGAN BLUD

3.1 Ikhtisar Realisasi Pencapaian Target Kinerja Keuangan BLUD

Realisasi pencapaian target kinerja keuangan BLUD pada tahun


anggaran 2018 dapat dijelaskan melalui realisasi keuangan pada tabel
berikut

Nama Akun Anggaran Realisasi %

Rp Rp

PENDAPATAN

PENDAPATAN BLUD

Jasa Layanan Umum 242.320.500,00 199.034.500,00 82,14

Hibah 0.00 0.00

Hasil Kerjasama 0.00 0.00

Lain-lain Pendapatan BLUD yang Sah 0,00 931.708,00

PENDAPATAN/PENERIMAAN APBD

Pendapatan/Penerimaan APBD 0.00 0.00

PENDAPATAN/PENERIMAAN APBN

Pendapatan/Penerimaan APBN 0.00 0.00

Sisa Lebih Penggunaan Anggaran 27.619.902,00 27.619.902,00

SiLPA 27.619.902,00 27.619.902,00

TOTAL PENDAPATAN 269.940.402,00 227.586.110,00

BIAYA OPERASIONAL PELAYANAN 205.153.600,00 181,783.656,00 82,01

BIAYA PELAYANAN 205.153.600,00 181.783.656,00 88,61

8
Biaya Pegawai 4.800.000,00 4.800.000,00 100,00

Biaya Bahan 87.353.600,00 85.199.812,00 97,53

Biaya Jasa Pelayanan 108.000.000,00 88.503.844,00 81,95

Biaya Pemeliharaan 5.000.000,00 3.280.000,00 65,60

Biaya Barang dan Jasa 0.00

Biaya Penyusutan 0.00

Biaya Pelayanan Lain-lain 0.00

TOTAL BIAYA OPERASIONAL PELAYANAN 205.153.600,00 181.783.656,00 88,61

BIAYA OPERASIONAL ADMINISTRASI DAN


UMUM

BIAYA ADMINISTRASI DAN UMUM 55.986.802,00 32.384.286,00 57,84

Biaya Pegawai 0.00

Biaya Administrasi Kantor 24.166.802,00 18.268.567,00 75,59

Biaya Pemeliharaan Adm dan UM 9.000.000,00 3.091.500,00 34,35

Biaya Barang dan Jasa 17.640.000,00 5,932.975,00 33,63

Biaya Promosi 0.00 0.00

Biaya Penyusutan &Amortisasi 0.00 0.00

Biaya Administrasi Umum dan Lain-lain 5.180.000,00 5.091.244,00 98,29

TOTAL BIAYA OPERASIONAL 32.384.286,00


55.986.802,00 57,84
ADMINISTRASI DAN UMUM

SURPLUS/(DEPISIT) DARI KEGIATAN 0.00


0.00
OPERASIONAL

PENDAPATAN LAIN-LAIN

Pendapatan Bunga Bank 0.00 0.00

Laba Penjualan Aset Tetap 0.00 0.00

Denda 0.00 0.00

TOTAL PENDAPATAN LAIN-LAIN 0.00 0.00

9
BIAYA NON OPERASIONAL

Biaya Bunga 0.00 0.00

Biaya Administrasi Bank 300.000,00 45.000,00 15,00

Biaya Kerugian Penjualan Aset Tetap 0.00 0.00

Biaya Kerugian Penurunan Nilai 0.00 0.00

Biaya Non Operasional Lain-lain 0.00 0.00

TOTAL BIAYA NON OPERASIONAL 300.000,00 45.000,00 15,00

SURPLUS/DEFISIT DARI KEGIATAN NON 0.00


0.00
OPERASIONAL

SURPLUS/(DEFISIT) (27.619.902,00) (18.032.734,00) 65,31

Sampai dengan 31 Desember 2018, Penerimaan kumulatif Labkesda


(diluar dana Subsidi APBD) sebesar Rp. 199.034.500,00,- atau 82,14%
dari target satu tahun yang ditetapkan dalam APBD Tahun Anggaran 2018
sebesar Rp. 242.320.500,00,-

1) Indikator Pencapaian Target Kinerja BLUD


Adapun Indikator pencapaian target kinerja BLUD adalah:
c. Terpenuhinya kebutuhan anggaran BLUD untuk
pemenuhan sarana dan prasarana serta kebutuhan
penunjang untuk memberikan pelayanan kesehatan
(missal: alat kesehatan, BMHP, pemeliharaan alat medic
dan non medic).
d. Terpenuhinya pelayanan kepada masyarakat yang
berkualitas sesuai dengan harapan pelanggan.

10
2) Hambatan dan Kendala yang Ada dalam Pencapaian
Target yang telah Ditetapkan
a. Belum adanya standar penatausahaan dan kebijakan
akuntansi yang mendasari setiap penyusunan
pertanggungjawaban dan pelaporan BLUD;
b. Perencanaan anggaran yang labil karena terbiasa dengan
konsep anggaran berbasis kinerja;
c. Keterlambatan terbitnya Peraturan Bupati yang mengatur
system pengelolaan keuangan BLUD

11
BAB IV

KEBIJAKAN AKUNTANSI

4.1 Entitas Akuntansi


Entitas pelaporan yang dimaksud dalam laporan keuangan
ini adalah UPT Labkesda
4.2 Basis Akuntansi yang Mendasari Penyusunan Laporan
Keuangan
Basis akuntansi yang digunakan dalam pelaporan keuangan
adalah basis kas untuk pengakuan pendapatan, belanja/
pembiayaan dalam Laporan Realisasi Anggaran dan basis akrual
untuk pengakuan aset, kewajiban, dan ekuitas dalam Neraca,
Laporan Operasional dan Laporan Arus Kas.
Basis Kas untuk Laporan Realisasi Anggaran berarti bahwa
pendapatan diakui pada saat kas diterima di Rekening Kas
Bendahara Penerimaan dan Biaya/Belanja diakui pada saat kas
dikeluarkan dari Rekening Kas Bendahara Pengeluaran. Penentuan
sisa pembiayaan anggaran baik lebih ataupun kurang untuk setiap
periode tergantung pada selisih realisasi penerimaan dan
pengeluaran.
Basis akrual untuk Neraca, Laporan Operasional, dan
Laporan Arus Kas berarti bahwa aset, kewajiban dan ekuitas dana,
Pendapatan dan Biaya diakui dan dicatat pada saat terjadinya
transaksi, atau pada saat kejadiaan atau kondisi lingkungan
berpengaruh pada keuangan pemerintah, tanpa memperhatikan
saat kas atau setara kas diterima atau dibayar.

12
4.3 Basis Pengukuran yang Mendasari Penyusunan Laporan
Keuangan
1. Kas dan Setara Kas

Kas adalah uang tunai dan saldo simpanan di Bank yang


setiap saat dapat digunakan untuk membiayai kegiatan/melakukan
pembayaran yang sangat likuid yang siap dicairkan menjadi kas
serta bebas dari resiko perubahan nilai yang signifikan. Kas juga
meliputi seluruh uang yang harus dipertanggungjawabkan, saldo
simpanan di Bank yang setiap saat dapat ditarik atau digunakan
untuk melakukan pembayaran. Dalam pengertian kas ini juga
termasuk setara kas yaitu investasi jangka pendek yang sangat
likuid yang siap dicairkan menjadi kas yang mempunyai masa jatuh
tempo yang pendek, yaitu 3 (tiga) bulan atau kurang dari tanggal
perolehannya

2. Piutang

Piutang merupakan hak atau klaim kepada pihak ketiga yang


diharapkan dapat dijadikan kas dalam periode akuntansi. Piutang
diakui pada akhir periode akuntansi sebesar Surat Ketetapan
tentang Piutang yang belum dilunasi, atau pada saat terjadinya
pengakuan hak untuk menagih piutang pada saat terbitnya Surat
Ketetapan tentang Piutang. Piutang dicatat sebesar nilai nominal,
yaitu sebesar nilai rupiah piutang yang belum dilunasi.

Pada setiap akhir periode akuntansi UPT Labkesda membuat


pengelompokan piutang menjadi lancar, menunggak lebih 1-2
tahun, menunggak lebih 2-3 tahun, menunggak lebih 3-5 tahun,
masing-masig dibuat daftar umur piutang (Aging Schedule). Atas

13
dasar aging schedule dibuatkan penyisihan kerugian piutang
kemungkinan tidak dapat ditagih dengan prosentase sebesar :

a. Lancar sebesar 0%
b. Menunggak lebih 1-2 tahun sebesar 25%
c. Menunggak lebih 2-3 tahun sebesar 50%
d. Menunggak lebih 3-5 tahun sebesar 75%
e. Lebih dari 5 tahun sebesar 100%

3. Persediaan

Persediaan adalah aset lancer dalam bentuk barang atau


perlengkapan yang dimaksudkan untuk mendukung kegiatan
operasional, dan barang-barang yang dimaksudkan untuk dijual
dan/ atau diserahkan dalam rangka pelayanan masyarakat.

Persediaan diakui pada saat potensi manfaat ekonomi masa


depan diperoleh dan mempunyai nilai atau biaya yang dapat diukur
dengan handal. Pada akhir periode akuntansi, persediaan dicatat
berdasarkan hasil inventarisasi fisik (Stock Opname).

Persediaan disajikan sebesar biaya perolehan dengan


pembelian; biaya standar apabila diperoleh dengan memproduksi
sendiri; dan nilai wajar apabila diperoleh dengan cara lainnya
seperti donasi/rampasan.

UPT Labkesda menggunakan penilaian persediaan


berdasarkan harga perolehan dari pembelian yang terakhir

4. Investasi Jangka Panjang

Investasi Jangka Panjang adalah investasi yang dimaksud


untuk dimiliki selama lebih dari 12 (dua belas) bulan, terdiri dari

14
investasi non permanen yaitu investasi jangka panjang yang
dimaksudkan untuk dimiliki secara tidak berkelanjutan dan investasi
permanen yaitu investasi jangka panjang yang dimaksudkan untuk
dimiliki secara berkelanjutan.

5. Aset Tetap

Aset Tetap adalah aset berwujud yang mempunyai masa


manfaat lebih dari satu periode akuntansi atau 12 (dua belas) bulan
dan digunakan untuk penyelenggaraan/operasional dan pelayanan
serta yang memiliki harga perolehan lebih dari Rp. 250.000. Aset
dengan nilai perolehan kurang dari Rp.250.000 diklasifikasikan ke
dalam Asset Ekstrakomtabel dengan klasifikasi pembebanan pada
Biaya lainnya. Aktiva Tetap dapat diperoleh melalui pembelian,
pembangunan, donasi dan pertukaran dengan aktiva lainnya.

a. Pengakuan Aset Tetap :

Pengakuan Aset Tetap oleh UPT Labkesda adalah bila aset


tetap telah diterima atau diserahkan hak kepemilikannya dan
atau pada saat penguasaannya berpindah.

Aset tetap UPT Labkesda dinilai dengan nilai historis atau


harga perolehan. Jika penilaian aset tetap dengan menggunakan
nilai historis tidak memungkinkan, maka nilai aset tetap
didasarkan pada nilai wajar pada saat perolehan. Nilai perolehan
aset tetap diperoleh dengan menjumlahkan biaya pembelian
dengan biaya atribusi seperti Honorarium Panitia Pengadaan
Barang dan biaya pengiriman.

15
Penyusutan aset tetap dilakukan dengan menggunakan
metode garis lurus. Periode penyusutan dilakukan pada laporan
keuangan semester II.

6. Aset Lain-Lain
Aset lain-lain adalah aset pemerintah daerah yang tidak
dapat diklasifikasikan sebagai aset lancar, investasi jangka panjang,
aset tetap, dan dana cadangan.
Aset lain-lain terdiri dari:
a. Aset tetap rusak berat
b. Persediaan kadarluarsa

7. Kewajiban
Kewajiban adalah utang yang timbul dari peristiwa masa lalu
yang penyelesaiannya mengakibatkan aliran keluar sumber daya
ekonomi pemerintah.
Dalam konteks pemerintah, kewajiban muncul antara lain
karena penggunaan sumber pembiayaan pinjaman dari masyarakat,
lembaga keuangan, entitas pemerintah atau lembaga internasional.
Kewajiban entitas puskesmas juga terjadi karena perikatan dengan
pegawai yang bekerja pada pemerintah atau dengan pemberi jasa
lainnya.
Kewajiban disajikan berdasarkan likuiditasnya yaitu
kewajiban jangka pendek dan kewajiban jangka panjang.
Kewajiban jangka pendek merupakan kelompok kewajiban yang
diselesaikan dalam waktu kurang dari 12 bulan setelah tanggal
pelaporan. Kewajiban jangka panjang adalah kelompok yang
penyelesaiannya dilakukan setelah 12 bulan sejak tanggal
pelaporan.

16
8. Ekutas Dana

Ekuitas dana adalah kekayaan bersih yang merupakan selisih


antara jumlah keseluruhan aset dengan jumlah keseluruhan
kewajiban. Ekuitas dana terdiri dari :

a. Ekuitas Awal
b. Koreksi Ekuitas Awal
c. Ekuitas Hibah
d. Surplus (Defisit) tahun berjalan dan tahun lalu

4.4 Penerapan Kebijakan Akuntansi Berkaitan dengan


Ketentuan yang ada dalam Standar Akuntansi Pemerintah
pada BLUD
Kebijakan akuntansi yang digunakan laporan keuangan
BLUD mengacu sepenuhnya pada peraturan Mentri Keuangan
Nomor 44/PMK.05/2009 Tentang Rencana Bisnis Dan Anggaran
Serta Pelaksanaan Anggaran Badan Layanan Umum serta Peraturan
Menteri Nomor 76/PMK.05/2008 tentang Pedoman Akuntansi Dan
Pelaporan Keuangan Badan Layanan Umum

17
BAB V

PENJELASAN POS POS

LAPORAN KEUANGAN
5.1 Penjelasan Atas Pos-Pos Laporan Realisasi Anggaran (LRA)

Secara garis besar jumlah anggaran dan realisasinya untuk UPT


Labkesda adalah sebagai berikut:

No. Uraian Tahun 2018 Realisasi (Rp)


Anggaran (Rp) Realisasi (Rp) % Tahun 2017

1 Pendapatan 242,320,500.00 199,966,208.00 82.52 247,183,932.00

2 Belanja 269,940,402.00 218,003,942.00 80.76 244,802,597.00

3 Surplus/defisit (27,619,902.00) (18,037,734.00) 1.76 2,381,335.00

Dari data di atas menunjukkan bahwa pada tahun anggaran 2018


terdapat realisasi Defisit sebesar Rp. 18,037,734.00 turun sebesar
Rp.15,656,399.00 dibandingkan dengan tahun anggaran 2017 yang
mengalami surplus sebesar Rp. 2,381,335.00. Penjelasan lebih lanjut
mengenai realisasi anggaran UPT Labkesda dapat diuraikan pada
penjelasan berikut:

5.1.1 Penjelasan Pos-Pos Pendapatan LRA

31 Desember 31 Desember
2018 2017
(Rp) (RP)

199,034,500.00 246,452,500.00

Pendapatan UPT Labkesda dianggarkan sebesar Rp.


242,320,500.00 sedangkan realisasinya mencapai sebesar 199,034,500.00
atau 82,52%. Bila dibandingkan dengan realisasi Tahun Anggaran 2017

18
yaitu Rp. 246,452,500.00 maka realisasi tahun anggaran 2018 mengalami
penurunan sebesar Rp. 47,418,000.00 atau 19%.

5.1.2 Penjelasan Pos-Pos Belanja LRA

No. Uraian Tahun 2018 Realisasi (Rp)


Anggaran (Rp) Realisasi (Rp) % Tahun 2017

1 Belanja Pegawai 4,800,000.00 4,800,000.00 100 4,800,000.00


Belanja Barang
2 dan Jasa 256,640,402.00 209,412,942.00 81,6 240,002,597.00

3 Belanja Modal 8,500,000.00 3,791,000.00 44,6

Jumlah 269,940,402.00 218,003,942.00 80,7 244,802,597.00


Anggaran belanja UPT Labkesda Tahun Anggaran 2018 adalah
senilai Rp. 269,940,402.00 dan terealisasi sebesar Rp. 218,003,942.00
(80,7%). Realisasi tersebut mengalami penurunan sebesar (11%) atau
senilai Rp. 26,798,655.00 dibanding tahun anggaran 2017 yang mencapai
sebesar Rp.244,802,597.00

5.2 Penjelasan Atas Pos-Pos Neraca

Neraca UPT Labkesda per 31 Desember 2018 menyajikan Saldo


Aset, Kewajibandan Ekuitas sebagai berikut:

a. Aset sebesar Rp. 219,869,656.50


b. Kewajiban sebesar Rp. 979,100.00
c. Ekuitas sebesar Rp. 218, 890,556.50

Saldo aset per 31 Desember 2018 sebesar Rp. 219,869,656.50


mengalami penurunan sebesar Rp. 2,742,145,50 (0,8%) dibandingkan
dengan saldo per 31 Desember 2017 sebesar Rp. 221,632,702.00. Saldo
kewajiban per 31 Desember 2018 sebesar Rp. 979,100.00 mengalami
kenaikan sebesar Rp. 30,950.00 (3.1%) dibandingkan dengan saldo per
31 Desember 2017 sebesar Rp. 948,150.00. Demikian juga Saldo Ekuitas

19
per 31 Desember 2018 sebesar Rp. 218,890,556.50 mengalami kenaikan
sebesar Rp. 1,793,995.5 (0,8%) dibandingkan dengan saldo per 31
Desember 2017 sebesar Rp. 220,684,552.00.

5.2.1 Aset Lancar

31 Desember 2018 31 Desember 2017


(Rp) (RP)
23,794,056.50 27,619,902.00

Saldo aset lancar per 31 Desember 2018 sebesar Rp.


23,794,056.50 mengalami penurunan sebesar Rp. 3,825,845.50 (13,8%)
dibandingkan dengan saldo per 31 Desember 2017 sebesar Rp.
27,619,902.00, saldo aset lancar terdiri dari

5.2.1.1 Kas dan Setara Kas

31 Desember 2018 31 Desember 2017


(Rp) (RP)
9,582,168.00 27,619,902.00

Kas dan Setara Kas per 31 Desember 2018 sebesar Rp.


9,582,168.00 mengalami penurunan sebesar Rp. 18,037,734.00 (65%)
dibandingkan dengan saldo per 31 Desember 2017 sebesar Rp.
27,619,902.00, Kas dan Setara Kas terdiri dari

a. Kas di Bendahara Pengeluaran

31 Desember 2018 31 Desember 2017


(Rp) (RP)
- 25,238,567.00

Saldo kas di bendahara pengeluaran per 31 Desember 2018 Rp.


0,00 atau tidak ada. Saldo tersebut mengalami penurunan sebesar 100%
dibandingkan saldo per 31 Desember 2017 sebesar Rp. 25,238,567.00.

20
b. Kas di BLUD

31 Desember 2018 31 Desember 2017


(Rp) (RP)

9,582,168.00 2,381,335.00

Saldo Kas diBLUD per 31 Desember 2018 sebesar Rp. 9,582,168.00


mengalami kenaikan sebesar Rp. 7,200,833.00 (75%) dibandingkan
dengan saldo per 31 Desember 2017 sebesar Rp. 2,381,335.00.

5.2.1.2 Beban Dibayar Dimuka

31 Desember 2018 31 Desember 2017


(Rp) (RP)

793,626.00 -

Saldo beban dibayar dimuka per 31 Desember 2018 Rp.


793,626.00. Saldo tersebut mengalami kenaikan sebesar 100%
dibandingkan saldo per 31 Desember 2017 sebesar Rp. 0.00 atau tidak
ada.

5.2.1.3 Persediaan

31 Desember 2018 31 Desember 2017


(Rp) (RP)

13,418,262.50 -

Saldo beban persediaan per 31 Desember 2018 Rp. 13,418,262.50.


Saldo tersebut mengalami kenaikan sebesar 100% dibandingkan saldo per
31 Desember 2017 sebesar Rp. 0.00 atau tidak ada.

21
5.2.2 Aset Tetap

5.2.2.1 Aset Tetap Peralatan dan Mesin

31 Desember 2018 31 Desember 2017


(Rp) (RP)

196,075,600.00 194,012,800.00

Saldo aset tetap per 31 Desember 2018 sebesar Rp.


196,075,600.00 mengalami kenaikan sebesar Rp. 2,062,800.00 (1%)
dibandingkan dengan saldo per 31 Desember 2017 sebesar Rp.
194,012,800.00.

Perubahan tersebut akibat adanya mutasi penambahan berasal dari


belanja modal peralatan dan mesin tahun 2018 sebesar Rp. 3,791,000.00.

5.2.2.2 Akumulasi Penyusutan

31 Desember 2018 31 Desember 2017


(Rp) (RP)

3,668,200.00 1,940,000.00

Saldo akumulasi penyusutan per 31 Desember 2018 sebesar Rp.


1,940,000.00 mengalami kenaikan sebesar Rp. 1,728,200.00 (47%)
dibandingkan dengan saldo per 31 Desember 2017 sebesar Rp.
3,668,200.00.

5.2.3 Kewajiban

No Kewajiban Tahun 2018 (Rp) Tahun 2017 (Rp)

1 Utang YMHD 579,100.00 548,150.00

2 Utang belanja pegawai 400,000.00 400,000.00

Jumlah 979,100.00 948,150.00

22
Saldo utang per 31 Desember 2018 sebesar Rp. 979,100,00. Saldo
tersebut mengalami peningkatan sebesar 3,1 % atau senilai Rp. 30,950.00
dibandingkan dengan saldo utang per 31 Desember 2017 sebesar Rp.
948,150.00.

Adapun rincian utang per 31 Desember 2018 antara lain:

1. Utang belanja air dan Internet Rp. 579,100.00


2. Utang belanja pegawai sebesar Rp. 400,000.00

5.2.4 Ekuitas

31 Desember 2018 31 Desember 2017


(Rp) (RP)

218,890,556.50 220,684,552.00

Saldo kekayaan bersih per 31 Desember 2018 sebesar Rp.


218,890,556.50 Saldo tersebut mengalami penurunan sebesar 0,8% atau
senilai Rp. 1,793.959.50 dibandingkan dengan kekayaan bersih per 31
Desember 2017 sebesar Rp. 220,684,552.00.

5.3 Penjelasan Atas Pos-Pos Laporan Operasional

Secara garis besar, pada tahun anggaran 2018 besarnya


surplus/defisit LO dapat dilihat pada table berikut:

No Pendapatan Operasional Tahun 2018 (Rp) Tahun 2017 (Rp)

1 Pendapatan 199,966,208.00 247,183,932.00

2 Beban 201,760,203.50 247,290,747.00

3 Surpus/Defisit LO (1,793,995.50) (106,815.00)

Dari data di atas menunjukan bahwa pada tahun anggaran 2018


defisit LO sebesar Rp. 1,793,995.50 naik sebesar Rp. 1,687,180.50 atau

23
(94%) dibandingkan dengan tahun anggaran 2017 sebesar Rp.
106,815.00

5.4 Penjelasan Atas Pos-Pos Laporan Perubahan Ekuitas

5.4.1 Ekuitas Awal

31 Desember 2018 31 Desember 2017


(Rp) (RP)

220,684,552.00 220,791,367.00

Nilai Ekuitas awal pada tanggal 31 Desember 2018 sebesar Rp.


220,684,552.00 turun sebesar Rp. 106,815.00 atau 0,04% dibandingkan
dengan nilai per 31 Desember 2017 sebesar Rp. 220,791,367.00.

4.4.2 Ekuitas

31 Desember 2018 31 Desember 2017


(Rp) (RP)

218,890,556.50 220,684,552.00

Saldo kekayaan bersih per 31 Desember 2018 sebesar Rp.


218,890,556.50 Saldo tersebut mengalami penurunan sebesar 0,8% atau
senilai Rp. 1,793.959.50 dibandingkan dengan kekayaan bersih per 31
Desember 2017 sebesar Rp. 220,684,552.00.

24
BAB VI

PENGUNGKAPAN PENTING LAINNYA

UPT Labkesda merupakan laboratorium milik pemerintahan Daerah


Kabupaten Garut di Lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Garut,
terletak di wilayah strategis di kota Garut.
Sebelumnya UPT Labkesda Garut bergabung dengan Puskesmas
Tarogong untuk pemeriksaan Laboratorium Kimia lingkungan dan dengan
Puskesmas Siliwangi untuk laboratorium Klinik. Pada Tahun 2010, UPT
Labkesda memisahkan diri memiliki bangunan sendiri.
UPT Labkesda ditetapkan sebagai UPT yang menerapkan BLUD
berdasarkan Surat Keputusan Bupati Nomor Nomor 060/Kep.517-
Org/2015 Tentang Penetapan Unit Pelaksana Teknis Dinas Puskesmas DTP
Non DTP serta Unit Pelaksana Teknis Dinas Laboratorium Kesehatan
Daerah Sebagai Unit Kerja yang Menerapkan Status Pola Pengelolaan
Keuangan Badan Layanan Umum Daerah Penuh.
UPT Labkesda memulai menerapkan Pola Keuangan BLUD pada
Tahun Anggaran 2016, sehingga Tahun akuntansi pun mengikuti
penerapan tersebut.
Pada tahun 2018, di lingkungan UPT Labkesda perlu di ungkapkan
hal-hal penting sebagai berikut:

25
BAB VII

PENUTUP
Catatan Atas Laporan Keuangan ( CALK ) UPT Labkesda disusun
untuk menjelaskan Laporan Keuangan secara lebih terinci. Catatan Atas
Laporan Keuangan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dengan
Laporan Keuangan. Penyajian Catatan Atas Laporan Keuangan ini
diharapkan dapat meminimalkan kesalah pahaman dan untuk
menyamakan persepsi bagi para pengguna laporan sehingga pada
gilirannya akan memudahkan pengguna laporan dalam memahami dan
menggunakan laporan keuangan guna pengambilan keputusan.

Penyajian Laporan Keuangan UPT Labkesda ini masih kurang


sempurna, namun yang terpenting ada semangat belajar sambil bekerja
(learning by doing) dari seluruh jajaran UPT Labkesda dalam upaya
mendukung akuntabilitas dan transparansi yang terkendali. Besar rasa
terima kasih kami sampaikan kepada segenap jajaran dilingkungan UPT
Labkesda yang telah mendukung tersusunnya Laporan Keuangan ini.

Garut, 28 Februari 2019

Kepala UPT Labkesda

Saeful Yasser, SKM., MHKes

NIP. 19701102 199403 1 002

26
27