Anda di halaman 1dari 12

I.

PENGERTIAN OPINI AUDIT


ISA 700.6 menetapkan tujuan auditor dalam tahap audit, sebagai berikut:
(a) Merumuskan opini atas laporan keuangan yang didasarkannya atas evaluasi terhadap
kesimpulan yang ditariknya dari bukti audit yang dikumpulkannya.
(b) Memberikan dengan jelas opininya melalui laporan tertulis yang juga menjelaskan
dasar dari opini tersebut.
Tanggung jawab utama auditor eksternal adalah memberikan opini atas kewajaran
pelaporan keuangan organisasi, terutama dalam penyajian posisi keuangan dan hasil operasi
dalam suatu periode. Mereka juga menilai apakah laporan keuangan organisasi disajikan
sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi yang diterima secara umum, diterapkan secara
konsisten dari periode ke periode, dan seterusnya. Opini ini akan digunakan para pengguna
laporan keuangan, baik di dalam organisasi terlebih di luar organisasi, antara lain untuk
melihat seberapa besar tingkat reliabilitas laporan keuangan yang disajikan oleh organisasi
tersebut.
Opini audit menurut kamus standar akuntansi (Ardiyos, 2007) adalah laporan yang
diberikan seorang akuntan publik terdaftar sebagai hasil penilaiannya atas kewajaran laporan
keuangan yang disajikan perusahaan. Sedangkan menurut kamus istilah akuntansi (Tobing,
2004) opini audit merupakan suatu laporan yang diberikan oleh auditor terdaftar yang
menyatakan bahwa pemeriksaan telah dilakukan sesuai dengan norma atau aturan
pemeriksanaan akuntan disertai dengan pendapat mengenai kewajaran laporan keuangan
yang diperiksa.

II. JENIS-JENIS OPINI AUDIT


Jenis-jenis opini yang lazim diberikan oleh auditor ketika mengaudit laporan
keuangan adalah Wajar Tanpa Pengecualian (Unqualified Opinion), Wajar dengan
Pengecualian (Qualified Opinion), Tidak Wajar (Adverse Opinion), dan Tidak Memberikan
Pendapat (Disclaimer Opinion). Dimana Masing-masing opini diberikan sesuai dengan
kriteria tertentu yang diketemukan selama proses audit. Pendapat auditor yang dituangkan
dalam laporan audit paling umum adalah laporan audit standar yang unqualified, yang biasa
juga disebut laporan standar bentuk pendek.
Dengan pendapat wajar tanpa pengecualian, auditor menyatakan bahwa laporan
keuangan menyajikan secara wajar dalam semua hal yang material, posisi keuangan, hasil
usaha, dan arus kas entitas tertentu sesuai dengan prinsip akuntansi berterima umum di
Indonesia. Bentuk laporan ini digunakan apabila terdapat keadaan berikut:
1. Semua laporan neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan ekuitas dan laporan arus
kas terdapat dalam laporan keuangan.
2. Bukti audit yang dibutuhkan telah terkumpul secara mencukupi dan auditor telah
menjalankan tugasnya sedemikian rupa, sehingga ia dapat memastikan bahwa ketiga
standar pelaksanaan kerja lapangan telah ditaati.
3. Ketiga standar umum telah diikuti sepenuhnya dalam perikatan kerja.
4. Laporan keuangan yang diaudit disajikan sesuai dengan prinsip akuntansi yang lazim
yang berlaku di Indonesia yang diterapkan pula secara konsisten pada laporan-
laporan sebelumnya. Demikian pula penjelasan yang mencukupi telah disertakan
pada catatan kaki dan bagian-bagian lain dari laporan keuangan.
5. Tidak terdapat ketidakpastian yang cukup berarti (no material uncertainties)
mengenai perkembangan di masa mendatang yang tidak dapat diperkirakan
sebelumnya atau dipecahkan secara memuaskan.
Sebenarnya, ada satu pendapat lagi yang merupakan modifikasi dari pendapat Wajar Tanpa
Pengecualian, yaitu Pendapat Wajar Tanpa Pengecualian dengan Bahasa Penjelasan yang
Ditambahkan dalam Laporan Audit Bentuk Baku (Unqualified Opinion with Explanation).
Pendapat ini diberikan jika terdapat keadaaan tertentu yang mengharuskan auditor
menambahkan paragraf penjelasan (atau bahasa penjelasan lain) dalam laporan audit,
meskipun tidak mempengaruhi pendapat Wajar Tanpa Pengecualian yang dinyatakan oleh
auditor.
Keadaan dimaksud meliputi:
a) Pendapat wajar sebagian didasarkan atas laporan auditor independen lain
b) Untuk mencegah agar laporan keuangan tidak menyesatkan karena keadaan-keadaan
yang luar biasa, laporan keuangan disajikan menyimpang dari suatu prinsip
akuntansi yang dikeluarkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia,
c) Jika terdapat kondisi dan peristiwa yang semula menyebabkan auditor yakin tentang
adanya kesangsian mengenai kelangsungan hidup entitas, namun setelah
mempertimbangkan rencana manajemen auditor berkesimpulan bahwa rencana
manajemen tersebut dapat secara efektif dilaksanakan dan pengungkapan mengenai
hal itu telah memadai,
d) di antara dua periode akuntansi terdapat suatu perubahan material dalam penggunaan
prinsip akuntansi atau dalam metode penerapannya,
e) keadaan tertentu yang berhubungan dengan laporan audit atas laporan keuangan
komparatif,
f) data keuangan kuartalan tertentu yang diharuskan oleh Badan Pengawas Pasar Modal
(Bapepam) namun tidak disajikan atau tidak direviu,
g) informasi tambahan yang diharuskan oleh Ikatan Akuntan Indonesia Dewan Standar
Akuntan Keuangan telah dihilangkan, yang penyajiannya menyimpang jauh dari
pedoman yang dikeluarkan oleh Dewan tersebut, dan auditor tidak dapat melengkapi
prosedur audit yang berkaitan dengan informasi tersebut, atau auditor tidak dapat
menghilangkan keraguan yang besar apakah informasi tambahan tersebut sesuai
dengan panduan yang dikeluarkan oleh Dewan tersebut.
h) informasi lain dalam suatu dokumen yang berisi laporan keuangan yang diaudit
secara material tidak konsisten dengan informasi yang disajikan dalam laporan
keuangan.
Dalam keadaan tertentu, auditor mungkin berkeinginan untuk menekankan hal-hal tertentu
tentang laporan keuangan, meskipun ia bermaksud untuk menyatakan pendapat wajar tanpa
pengecualian. Biasanya, informasi penjelasan tersebut harus dicantumkan dalam paragraf
terpisah di laporan audit. Berikut ini contoh informasi penjelasan yang kemungkinan
dinyatakan oleh auditor dalam laporan auditnya sebagai penekanan suatu hal:
a. adanya transaksi antarpihak yang memiliki hubungan istimewa,
b. peristiwa penting yang terjadi setelah tanggal neraca,
c. deskripsi masalah-masalah akuntansi yang berdampak terhadap daya banding
laporan keuangan dengan laporan keuangan tahun yang lalu,
d. ketidakpastian material yang diungkapkan dalam catatan kaki.

Adapun bentuk opini auditor ini terdiri atas 2 yaitu:


1) Opini tanpa modifikasian
Auditor wajib mengevaluasi apakah laporan keuangan merujuk atau menjelaskan
dengan cukup, kerangka pelaporan keuangan yang berlaku (ISA 700.15). Auditor
wajib memberikan opini yang tidak dimodifikasi (WTP) ketika auditor menyimpulkan
bahwa laporan keuangan dibuat, dalam segala hal yang material, sesuai dengan
kerangka pelaporan keuangan yang berlaku.
ISA 700.35 menjelaskan bahwa ketika memberikan pendapat yang tidak dimodifikasi
atas laporan keuangan dibuat sesuai dengan kerangka penyajian wajar, pendapat
auditor harus, kecuali ditetapkan lain oleh ketentuan perundangundangan,
menggunakan rasa, yang dipandang ekuivalen dengan:
a) Laporan keuangan menyajikan secara wajar, dalam semua hal yang material, sesuai
dengan kerangka pelaporan keuangan yang berlaku, atau
b) Laporan keuangan memberikan gambaran yang benar dan wajar sesuai dengan
kerangka pelaporan keuangan yang berlaku.
ISA 700. 46, Ketika memberikan pendapat yang tidak dimodifikasi atas laporan
keuangan dibuat sesuai dengan kerangka kepatuhan, pendapat auditor harus
menyatakan laporan keuangan yang dibuat, dalam semua hal yang material, sesuai
dengan kerangka pelaporan keuangan yang berlaku.
`2) Opini modifikasian (ISA 705)
Jika laporan keuangan dibuat sesuai dengan kerangka penyajian yang wajar, tidak
mencapai penyajian yang wajar, auditor wajib membahas ini dengan manajemen dan
tergantung pada persyaratan kerangka pelaporan keuangan yang berlaku dan bagaimana
masalah itu diselesaikan, auditor wajib menentukan apakah perlu memodofikasi opini
sesuai dengan ISA 705. Opini modifikasian terdiri dari 3 jenis yaitu:
a) Opini wajar dengan pengecualian
Kesalahan penyajian, baik secara individual maupun kolektif, adalah material, tetapi
tidak perpasif, terhadap laporan keuangan.
Auditor tidak dapat memperoleh bukti audit yang cukup dan tepat yang mendasari
opini auditor, tetapi auditor menyimpulkan bahwa kemungkinan dampak kesalahan
penyajian yang tidak terdeteksi terhadap laporan keuanga, jika ada, dapat bersifat
material, tetapi tidak pervasif.
b) Opini tidak wajar
Auditor, berdasarkan bukti audit yang cukup dan tepat yang telah diperoleh,
menyimpulkan bahwa kesalahan penyajian, baik secara individual maupun kolektif,
adalah material, tetapi pervasif, terhadap laporan keuangan.
c) Opini tidak menyatakan pendapat
Auditor tidak dapat memperoleh bukti audit yang cukup dan tepat yang mendasari
opini auditor, dan auditor menyimpulkan bahwa kemungkinan dampak kesalahan
penyajian yang tidak terdeteksi terhadap laporan keuangan, jika ada, dan bersifat
material dan pervasif.
Dalam kondisi yang sangat jarang terjadi dan melibatkan lebih dari satu
ketidakpastian, auditor menyimpulkan bahwa meskipun telah memperoleh bukti audit
yang cukup dan tepat tentang setiap ketidakpastian tersebut, adalah tidak mungkin
untuk merumuskan opini atas laporan keuangan karena interaksi yang potensial dari
ketidakpastian tersebut dengan kemungkinan dampak kumulatif dari
ketidakpastiantersebut terhadap laporan keuangan.

III. Perumusan Opini Audit atas Laporan Keuangan

 ISA 700.10 menyatakan bahwa Auditor wajib merumuskan opini mengenai


apakah laporan keuangan dibuat, dalam segala hal yang material, sesuai dengan
kerangka pelaporan keuangan yang berlaku.
 ISA 700.11 menyatakan bahwa untuk merumuskan opini, auditor wajib
menyimpulkan mengenai apakah auditor telah memperoleh jaminan yang
memadai. wajar tentang apakah laporan keuangan secara keseluruhan bebas dari
salah saji yang material, apakah karena kecurangan atau kesalahan. Kesimpulan
ini akan memperhitungkan:
a. Kesimpulan auditor, sesuai ISA 330, apakah bukti audit cukup dan tepat
telah diperoleh
b. Kesimpulan auditor, sesuai ISA 450, apakah salah saji yang belum dikoreksi,
secara terpisah atau tergabung, adalah material
c. Evaluasi yang diwajibkan oleh ainea 12-15
 Auditor wajib mengevaluasi apakah laporan keuangan dibuat, dalam segala hal
yang material, sesuai dengan ketentuan/ persyaratan yang berlaku. Evaluasi ini
harus meliputi pertimbangan mengenai aspek kualitatif dari praktik akuntansi
entitas itu, termasuk indikator mengenai kemungkinan bias dalam pandangan dan
pemikiran manajemen (ISA 700.12).
 ISA 700.13 menyatakan bahwa auditor wajib mengevaluasi apakah dengn
mempertimbangkan persyaratan dalam kerangka pelaporan keuangan yang
berlaku:
a. Laporan keuangan cukup mengungkapkan kebijakan akuntansi yang
signifikan, yang dipilih, dan diterapkan
b. Kebijakan akuntansi yang dipilih dan yang diterapkan adalah konsisten
dengan kerangka pelaporan keuangan yang berlaku dan memang tepat
c. Estimasi akuntansi yang dibuat manajemen adalah wajar
d. Informasi yang disajikan dalam laporan keuangan adalah relevan, andal,
dapat dibandingkan, dan dapat dipahami
e. Laporan keuangan memberikan cukup pengungkapan penuh yang
memungkinkan pemakai memahami dampak transaksi dan peristiwa yang
material terhadap informasi yang disampaikan dalam laporan keuangan
f. Terminologi dalam laporan keuangan, termasuk judul setiap laporan
keuangan, sudah tepat
 ISA 700.14 menjelaskan bahwa evaluasi auditor mengenai apakah laporan
keuangan memenuhi syarat penyajian yang wajar akan meliputi pertimbangan
mengenai:
a) Presentasi, struktur, dan isi secara keseluruhan dari laporan keuangan
b) Apakah laporan keuangan, termasuk catatan (atas laporan keuangan),
mencerminkan transaksi dan peristiwa yang mendasarinya, dengan cara
yang mencapai penyajian yang wajar
IV. Perimbangan dalam merumuskan opini
1. Materialitas
Simpulkan:
a) Apakah materialitas masih tepat dalam konteks hasil keuangan entitas yang
sebenarnya?
b) Apakah salah saji yang tidak dikoreksi (termasuk yang berasal dari periode yang
lalu), secara terpisah atau tergabung dapat menyebabkan salah saji material?
2. Bukti Audit
a) Apakah bukti audit yang cukup dan tepat sudah diperoleh?
b) Apakah estimasi akuntansi yang dibuat manajemen sudah layak?
c) Pakah prosedur analitikal yang dilakukan pada atau mendekati akhir tahun
menguatkan kumpulan yang diambil selama audit?
3. Kebijakan Akuntansi
a) Apakah laporan keuangan cukup mengungkapkan kebijakan akuntansi yang
signifikan yang dipilih dan ditetapkan?
b) Apakah kebijakan akuntansi yang dipilih dan diterapkan adalah konsisten dengan
kerangka pelaporan keuangan yang berlaku dan (memang) tepat?
4. Pengungkapan dalam Laporan Keuangan
a) Apakah laporan keuangan merujuk atau menjelaskan dengan cuku, kerangka
pelaporan keuangan yang berlaku?
b) Apakah semua pengungkapan dalam laporan keuangan telah dibuat sesuai dengan
kerangka pelaporan keuangan yang berlaku?
c) Apakah terminologi dalam laporan keuangan, termasuk judul setuap laporan
keuangan sudah tepat?
d) Apakah informasi yang disajikan dalam laporan keuangan adalahrelevan, andal, dapat
dibandingkan, dapat dipahami, dan cukup?
e) Apakah laporan keuangan memberikan cukup disclosure yang memungkinkan
pemakai memahami dampak transaksi dan peristiwa yang material terhadap informasi
yang disampaikan dalam laporan keuangan?
5. Fair Prentation Framework
a) Apakah presentasi, struktur, dan isi secara keseluruhan dari laporan keuangan
termasuk catatan atas laporan keuangan, mencerinkan dengan benar transaksi dan
peristiwa yang mendasarinya, sesuai kerangka pelaporan keuangan yang berlaku? Jika
tidak, apakah auditor perlu memberikan disclosure tambahan untuk memastikan
tercapainya fair presentation?
b) Apakah laporan keuangan sesudah memasukan penyesuaian yang dibuat manajemen
sebagai bagian dari proses audit, konsisten dengan pemahaman auditor mengenai
entitas dan lingkungannya?
6. Compliance Framewoks
Apakah laporan keuangan menyesatkan?

V. PERBANDINGAN PSA 29 DENGAN ISAs 700 MENGENAI OPINI AUDIT


PSA 29 ISAs 700
JENIS-JENIS OPINI AUDITOR Perumusan Opini Atas Laporan Keuangan
1. Wajar Tanpa Pengecualian (unqualified • Auditor harus menyatakan opini apakah
opinion) laporan keuangan disajikan, dalam semua
• Semua laporan --- Neraca, Laba-rugi, Laba hal yang material, sesuai dengan kerangka
ditahan, dan laporan arus kas sudah termasuk pelaporan keuangan yang berlaku.
dalam laporan keuangan • Auditor harus menyimpulkan apakah ia
• Ketiga standar umum telah dipatuhi dalam telah memperoleh keyakinan memadai
semua hal yang berkaitan dengan penugasan. tentang apakah laporan keuangan secara
• Bukti audit yang cukup memadai telah keseluruhan bebas dalam kesalahan
terkumpul dan auditor telah melaksanakan penyajian material, baik yang disebabkan
penugasan audit ini dengan cara yang oleh kecurangan maupun kesalahan.
memungkinkannya untuk menyimpulkan
bahwa ketiga standar pekerjaan lapangan BENTUK OPINI
telah dipenuhi. • Opini tanpa modifikasian
• Laporan keuangan telah disajikan sesuai • Opini modifikasian (SA 705)
dengan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku
umum. Hal ini juga berarti bahwa 3 JENIS OPINI MODIFIKASIAN:
pengungkapan yang memadai telah tercantum • Opini wajar dengan pengecualian
dalam catatan kaki dan bagian-bagian lain • Opini tidak wajar
dari laporan keuangan. • Opini tidak menyatakan pendapat
• Tidak terdapat situasi yang membuat auditor
merasa perlu untuk menambahkan sebuah JENIS-JENIS OPINI AUDITOR
paragraf penjelasan atau modifikasi kata-kata
1. Opini wajar dengan pengecualian
dalam laporan audit. • kesalahan penyajian, baik secara
individual
2. Wajar Tanpa Pengecualian dengan Paragraf maupun kolektif, adalah material, tetapi
Penjelasan atau Modifikasi Perkataan tidak
(unqualified opinion with explanatory perpasif, terhadap laporan keuangan.
language) • Auditor tidak dapat memperoleh bukti
• Tidak adanya aplikasi yang konsisten dari audit yang cukup dan tepat yang
prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum mendasari opini auditor, tetapi auditor
• Keraguan yang substansial mengenai going menyimpulkan bahwa
concern kemungkinan dampak kesalahan penyajian
• Auditor setuju dengan penyimpangan dari yang tidak terdeteksi terhadap laporan
prinsip akuntansi yang dirumuskan keuanga, jika ada, dapat bersifat material,
• Penekanan pada suatu hal atau masalah tetapi tidak pervasif.
• Laporan yang melibatkan auditor lain.
2. Opini tidak wajar
3. Wajar Dengan Pengecualian • Auditor, berdasarkan bukti audit yang
(qualified opinion) cukup dan tepat yang telah diperoleh,
• Tidak adanya bukti kompeten yang cukup menyimpulkan bahwa kesalahan
atau adanya pembatasan terhadap lingkup penyajian,
audit. baik secara individual maupun kolektif,
• Auditor yakin bahwa laporan keuangan adalah material, tetapi pervasif, terhadap
berisi laporan keuangan.
penyimpangan dari prinsip akuntansi
berterima umum di Indonesia, yang 3. Opini tidak menyatakan pendapat
berdampak material, dan ia berkesimpulan • Auditor tidak dapat memperoleh bukti
untuk tidak menyatakan pendapat tidak wajar. audit yang cukup dan tepat yang
mendasari opini auditor, dan auditor
4. Tidak Wajar (adverse opinion) menyimpulkan bahwa
• keseluruhan laporan keuangan yang kemungkinan dampak kesalahan penyajian
disajikan yang tidak terdeteksi terhadap laporan
memuat salah saji yang material atau keuangan, jika ada, dan bersifat material
menyesatkan sehingga tidak menyajikan dan
secara pervasif.
wajar posisi keuangan atau hasil operasi • Dalam kondisi yang sangat jarang terjadi
perusahaan sesuai dengan prinsip akuntansi dan melibatkan lebih dari satu
yang ketidakpastian, auditor menyimpulkan
berlaku umum bahwa meskipun telah
• auditor memiliki bahan bukti yang cukup memperoleh bukti audit yang cukup dan
memadai melalui penyelidikan yang memadai tepat tentang setiap ketidakpastian
tentang ketidaksesuaian tersebut. tersebut, adalah tidak mungkin untuk
merumuskan opini atas laporan keuangan
5. Tidak memberikan pendapat (Disclaimer) karena interaksi yang potensial dari
• tidak berhasil untuk meyakinkan dirinya ketidakpastian tersebut dengan
sendiri kemungkinan dampak kumulatif dari
bahwa keseluruhan laporan keuangan telah ketidakpastiantersebut terhadap laporan
disajikan secara wajar, karena banyaknya keuangan.
pembatasan ruang lingkup audit
• hubungan yang tidak independen antara
auditor dan klien menurut kode etik
professional
• Jika auditor menyatakan tidak memberikan
pendapat, laporan auditor harus memberikan
semua alasan substantif yang mendukung
pernyataannya tersebut.

Hal-hal yang menyebabkan dikeluarkannya


opini
Wajar dengan Pengecualian, Pendapat tidak
Wajar, atau Tidak Memberikan Pendapat,
adalah sebagai berikut:
1. Pembatasan Lingkup Audit
2. Perikatan dengan Pelaporan Terbatas
3. Penyimpangan dari Prinsip Akuntansi yang
Berlaku Umum di Indonesia

BENTUK LAPORAN AUDIT BENTUK LAPORAN AUDIT


• Judul laporan 1. Harus tertulis
• Alamat laporan audit 2. Mencantumkan
• Paragraf pendahuluan - Judul
• Paragraf ruang lingkup - Pihak yang dituju
• Paragraf pendapat - Paragraf pendahuluan
• Nama KAP - Paragraf tanggung jawab manajemen
• Tanggal laporan audit atas laporan keuangan
- Paragraf tanggung jawab auditor
- Paragraf opini
- Tanda tangan auditor
- Tanggal laporan auditor
- Alamat auditor

VI. Perkembangan ISA 700 yang telah di revisi

Baru dan revisi ISA Deskripsi perubahan

ISA 700 (Revisi) Membentuk Revisi untuk membangun elemen pelaporan yang dibutuhkan
Opini dan Pelaporan Laporan baru, dan untuk menggambarkan elemen-elemen baru dalam
Keuangan laporan contoh auditor.

ISA 701 (New) standar baru untuk menetapkan persyaratan dan panduan
Berkomunikasi Matters Audit untuk penentuan auditor dan komunikasi dari hal-hal audit
Key yang penting. hal audit yang penting, yang dipilih dari hal-
dalam Laporan Auditor hal yang dikomunikasikan kepada pihak yang bertanggung
Independen jawab atas tata kelola, ini harus dikomunikasikan dalam
laporan auditor untuk audit laporan keuangan entitas yang
terdaftar.
ISA 260 (Revisi) Diperlukan auditor komunikasi dengan pihak yang
Komunikasi dengan Orang bertanggung jawab atas tata kelola sekarang akan mencakup
Didakwa Governance risiko yang signifikan yang diidentifikasi oleh auditor dan
keadaan yang diperlukan modifikasi signifikan dari auditor
pendekatan audit yang direncanakan.

ISA 570 (Revisi) Koreksi terhadap auditor persyaratan pelaporan yang


Kelangsungan berkaitan dengan kelangsungan, dan persyaratan baru
untuk
mengevaluasi kecukupan pengungkapan jika peristiwa atau
kondisi meragukan kelangsungan.

ISA 705 (Revisi) Klarifikasi bagaimana unsur-unsur pelaporan baru yang


Modifikasi Opini dalam terpengaruh ketika mengekspresikan pendapat dimodifikasi.
Laporan
Auditor Independen

ISA 706 (Revisi) Penekanan Klarifikasi dari hubungan antara 'penekanan materi'
Suatu Hal Paragraf dan lain dan 'materi lain paragraf dan bagian materi
Materi Paragraf dalam Laporan pemeriksaan kunci dari laporan auditor.
Auditor Independen

ISA 720 (Revisi) Informasi Klarifikasi dari tanggung jawab auditor sehubungan dengan
lainnya informasi lainnya, termasuk persyaratan untuk menyertakan
pernyataan tentang pekerjaan yang dilakukan atas informasi
lainnya.

ISA 700 sebelum refisi, mengatur tanggung jawab auditor dalam merumuskan suatu
opini atas laporan keuangan. SA ini mengatur bentuk dan isi laporan auditor yang
diterbitkan sebagai hasil suatu audit atas laporan keuangan.
Adanya usulan revisi atas ISA 700 sangat berdampak pada isi dan bentuk laporan
auditor, jika dibandingkan dengan bentuk sebelum revisi, adanya relokasi deskripsi tanggung
jawab auditor untuk audit laporan keuangan, deskripsi tanggung jawab auditor mencerminkan
sifat khusus dari entitas (misalnya, ketika alamat laporan auditor laporan keuangan
konsolidasi), relokasi informasi tertentu kepada Lampiran laporan auditor, atau Website yang
sesuai otoritas, mungkin cara ini yang berguna untuk merampingkan isi laporan auditor.
Namun, karena deskripsi tanggung jawab auditor berisi informasi yang diperlukan untuk
menginformasikan harapan pengguna dari audit yang dilakukan sesuai dengan ISA, referensi
harus dibuat ke tempat informasi tersebut agar dapat diakses. Berdasarkan ISA 700 refisi,
deskripsi tanggung jawab auditor atas audit laporan keuangan terdiri dari (International
Auditing and Assurance Standard Board, 2016):
1) Didalam bodi laporan keuangan
2) Didalam lampiran laporan auditor, menggambarkan tanggung jawab auditor untuk audit
laporan keuangan untuk sebuah lampiran laporan auditor, asalkan laporan auditor harus
mencakup rujukan pada lokasi lampiran. Adapun sebuah ilustrasi tentang bagaimana
rujukan lampiran didalam laporan auditor adalah sebagai berikut:

VII. PENUTUP
Sebagaimana telah diketahui, jenis-jenis opini yang lazim diberikan oleh auditor
ketika mengaudit laporan keuangan adalah Wajar Tanpa Pengecualian (Unqualified Opinion),
Wajar dengan Pengecualian (Qualified Opinion), Tidak Wajar (Adverse Opinion), dan Tidak
Memberikan Pendapat (Disclaimer Opinion). Masing-masing opini diberikan sesuai dengan
kriteria tertentu yang diketemukan selama proses audit.
Ada satu lagi opini tambahan yaitu modifikasi dari Wajar Tanpa Pengecualian, yaitu
Wajar Tanpa Pengecualian dengan Penjelasan (Unqualified Opinion with Explanation).
Pendapat auditor yang dituangkan dalam laporan audit paling umum adalah laporan audit
standar yang unqualified, yang biasa juga disebut laporan standar bentuk pendek.

DAFTAR PUSTAKA
Alvin A. Arens, 2003, Auditing dan Pelayanan Verifikasi. PT INDEKS, Jakarta
Ardiyos. 2007. Kamus Standar Akuntansi. Citra Harta Prima: Jakarta.
Arens, A.A, Elder, R, J. A and Beasley, M.S. 2003. Auditing and Assurance Service: An
Intergrated Approach. Ninth Edition. Prentice Hall. New Jersey.
Harahap Sofyan, 2002, Auditing dalam Perspektif Islam. PT Pustaka Quantum, Jakarta
IAI. 2002. Standar Profesional Akuntan Publik. Salemba Empat: Jakarta.
IAI. 2002. Standar Akuntansi Keuangan. Salemba Empat: Jakarta.
Riduan Tobing dan Nirwana. 2004. Kamus Istilah Akuntansi. Jakarta: Atalya Rileni Sucedo.
Tuanakotta, Theodorus. Audit Berbasis ISA
Arens, A.A, Elder, R, J. A and Beasley, M.S. 2003. Auditing and Assurance
Service: An Intergrated Approach. Ninth Edition. Prentice Hall. New Jersey.
Harahap Sofyan, 2002, Auditing dalam Perspektif Islam. PT Pustaka Quantum,
Jakarta
Riduan Tobing dan Nirwana. 2004. Kamus Istilah Akuntansi. Jakarta: Atalya
Rileni Sucedo.

http://renny.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/7037/BAB_2+Laporan_Akuntan.ppt
http://supriakuntansisy.blogspot.com/2011/04/opini-audit.html
http://ziajaljayo.blogspot.com/2011/12/jenis-jenis-pendapat-auditor.html