Anda di halaman 1dari 2

SOAL PENGGANTI 15 DESEMBER

1. Apa yang dimaksud dengan

PERUMAHAN & KAWASAN PERMUKIMAN


Menurut UU No.1 Tahun 2011 Perumahan dan kawasan permukiman adalah
satu kesatuan system yang terdiri atas pembinaan, penyelenggaraan perumahan,
penyelenggaraan kawasan permukiman, pemeliharaan dan perbaikan,
pencegahan dan peningkatan kualitas terhadap perumahan kumuh dan
permukiman kumuh, penyediaan tanah, pendanaan dan system pembiayaan,
serta peran masyarakat.
RUMAH TUNGGAL, RUMAH DERET DAN RUMAH SUSUN
Rumah tunggal adalah rumah yang memiliki persil sendiri, satu rumah sebagai
satu hunian yang mengupayakan kualitas lingkungan hunian, karakter, dan
suasana kehidupannya.
Rumah deret adalah beberapa rumah tinggal lengkap, dimana sisi bangunan satu
menyatu dengan sisi bangunan yang lain, ditujukan untuk lingkungan
berkepadatan tinggi.
Rumah susun adalah bangunan gedung bertingkat, distrukturkan secara
fungsional dalam arah horizontal dan vertical, masing-masing dapat dimiliki dan
digunakan secara terpisah, terutama untuk tempat hunian.
KASIBA DAN LISIBA (UU NO.1 TAHUN 2011)
KASIBA adalah sebidang tanah yang fisiknya serta prasarana, sarana dan utilitas
umumnya telah dipersiapkan untuk pembangunan lingkungan hunian skala
besar sesuai dengan rencana tata ruang.
LISIBA adalah sebidang tanah yang fisiknya serta prasarana,sarana dan utilitas
umumnya telah diersiapkan untuk pembangunan perumahan dengan batas-
batas kaveling yang jelas dan merupakan bagian dari kawasan siap bangun
sesuai dengan rencana rinci tata ruang.
MBR
Masyarakat berpenghasilan rendah adalah masyarakat yang mempunyai
keterbatasasn daya beli sehingga perlu mendapat dukungan pemerintah untuk
memperoleh rumah.

2. Analisis

Pasal 15.
Sepertinya dalam Pasal ini tidak begitu diterapkan karena pada daerah
kabupaten/kota di Indonesia masih banyak yang tidak memiliki lingkungan
perumahan, mungkin karena daerah kabupaten dihuni oleh masyarakat local
dan homogen tidak seperti di kabupaten/kota yang sudah terjamah industry.
UU No.28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung.

1. Syarat Teknis (pasal 7 ayat 3)


Meliputi persyaratan tata bangunan dan keandalan bangunan gedung.
Syarat Administratif (pasal 7 ayat 2)
Meliputi persyaratan ha katas tanah, status kepemilikan bangunan gedung, dan
IMB.
Fungsi bangunan gedung ( Pasal 5)

2. Pasal 38 ayat 1 Bangunan gedung dan lingkungannya harus ditetapkan sebagai


cagar budaya sesuai dengan peraturan perundang-undangan harus dilindungi
dan dilestarikan.
Sanksi jika tidak dipenuhi adalah pembongkaran bangunan gedung.
3. Pasal 34 ayat 3 Penyelenggara bangunan gedung terdiri atas pemilik bangunan
gedung, penyedia jasa konstruksi, dan pengguna bangunan gedung.