Anda di halaman 1dari 117

HOMEOSTASIS

NADHILA SYAFIRA
1906302762
IBD A-22
ORGANISASI
TUBUH MANUSIA
TINGKAT KIMIAWI/MOLEKUL TINGKAT SEL
• Molekul bergabung membentuk sel.
Meupakan unit dasar pembangun Sel merupakan unit dasar struktural
kehidupan (atom dan molekul) dan fungsional dari suatu organisme
yang menjalankan fungsi tertentu
Atom-atom C, H, O, N (96% dari tubuh) Fungsi Dasar :
bergabung membentuk molekul 1. Sintesis protein
kehidupan, seperti karbohidrat, protein, 2. Memperoleh makanan (nutrisi)
lipid, dan asam nukleat (bahan genetik, dan oksigen (O2)
DNA dan RNA yang beperan mengatur 3. Melakukan berbagai reaksi kimia
sintesis protein dalam sel) 4. Mengontrol sebagian besar
pertukaran zat antara sel dan
lingkungan sekitarnya.
5. Melakukan reproduksi
FUNGSI KHUSUS :

1. Mensekresi pencernaan enzim yang 3. Kontraksi otot (sel otot)


dapat memecah makanan yang
dicerna (sel-sel kelenjar) 4. Mengirimkan impuls (sel saraf)

2. Mampu secara selektif


mempertahankan zat-zat yang
dibutuhkan oleh tubuh sambil
membuang zat-zat yang tidak
dibutuhkan oleh tubuh (sel-sel ginjal)
TINGKAT JARINGAN

• Merupakan kumpulan sel yang 2. Jaringan otot : berkontraksi


mempunyai bentuk dan fungsi yang sehingga menghasilkan gerakan.
sama dan bekerja sama untuk Dibedakan menjadi 3 : otot polos,
menjalankan suatu fungsi tertentu. otot jantung, dan otot lurik
• Terdapat 4 jaringan di dalam tubuh :
3. Jaringan ikat : menghubungkan,
1. Jaringan epitel : menutupi mendukung, menyokong, dan
permukaan tubuh dan membatasi tempat pelekatan jaringan tubuh
bagian dalam sel dengan yang lain
lingkungan luar. Struktur :
Lembaran epitel : melapisi berbagai 4. Jaringan saraf : membawa
bagian tubuh informasi dari satu bagian tubuh
Kelenjar sekretori : sekresi zat. Macam ke bagian lain melalui impuls
kelenjar : eksokrin dan endokrin saraf
TINGKAT ORGAN kantong empedu, usus kecil, dan usus
besar. Ini adalah organ pencernaan
• Merupakan struktur yang terdiri dari dua bekerja sama untuk memecah makanan
atau lebih jenis jaringan yang berbeda; menjadi molekul nutrisi kecil yang bisa
mereka memiliki fungsi spesifik dan diserap ke dalam darah untuk
biasanya memiliki bentuk yang dapat didistribusikan ke semua sel.
dikenali.
• Contoh organ adalah perut, kulit, tulang, TINGKAT ORGANISME
jantung, hati, paru-paru, dan otak
• Gabungan seluruh system organ yang
saling bekerja sama dan terhubung satu
TINGKAT SISTEM ORGAN sama lain dalam satu organisme

• Setiap sistem adalah kumpulan organ


saling berinteraksi untuk melakukan
suatu fungsi tertentu. Misalnya, sistem
pencernaan terdiri dari mulut, kelenjar
ludah, faring (tenggorokan),
kerongkongan, lambung, pankreas, hati,
Tubuh manusia memiliki 11 sistem: peredaran darah, pencernaan, pernapasan, kemih,
kerangka, berotot, integumen, imun,gugup, endokrin, dan reproduksi
HUBUNGAN ANTARSEL PADA
JARINGAN DAN PENGARUHNYA
DALAM FUNGSI JARINGAN
Sel-sel yang memiliki bentuk dan fungsi yang sama akan bersatu menjadi
jaringan dengan menggunakan hubungan antar sel. Hubungan antar sel
sangatlah penting dalam menunjang keberlangsungan sel dan proses
homeostatis.

Hubungan antar sel tersebut adalah :


1. Gap junction
2. Tight junction
3. Adherens junctions
4. Desmosom
5. Hemidesmosom

Tortora GJ, Derrickson B. Principles of anatomy and physiology. 13th ed. John Wiley & Sons,
Inc; 2012.
1. Gap Junction

• Gap junction menjalankan fungsi komunikasi


melalui konekson.
• Melalui konekson, ion dan molekul kecil
berdifusi dari satu sel ke sel lain.
• Perpindahan molekul memungkinkan adanya
komunikasi antar sel.
• Dalam embrio yang sedang berkembang,
beberapa sinyal kimia dan listrik yang
mengatur pertumbuhan dan diferensiasi sel
berjalan melewati gap junction.
• Gap junction memungkinkan impuls saraf dan
otot cepat menyebar melalui gap junction.

Tortora GJ, Derrickson B. Principles of anatomy and physiology. 13th ed. John Wiley & Sons,
Inc; 2012.
2. Tight Junction

• Tight junction merupakan penyatuan


dua sel oleh ikatan protein okludin.
• Terdiri dari untaian protein
transmembran.
• Pada sel epitel di lambung, usus dan
kandung kemih memiliki banyak tight
junction.
• Tight junction tersebut berfungsi
memperlambat zat melintasi antar sel
dan mencegah isi organ keluar /bocor
ke darah dan jaringan lainnya.

Tortora GJ, Derrickson B. Principles of anatomy and physiology. 13th ed. John Wiley & Sons,
Inc; 2012.
3. Adherens Junction

• Persimpangan Adherens (ad-


HER-ens) mengandung plak,
lapisan padat protein di bagian
dalam membran plasma yang
melekat pada protein
membran dan mikrofilamen
dari sitoskeleton.
• Mengikat dua buah sel dengan
filament aktin.
• Membentuk adhesi yang
melingkari sel mirip dengan
ikat sabuk pinggang

Tortora GJ, Derrickson B. Principles of anatomy and physiology. 13th ed. John Wiley & Sons,
Inc; 2012.
4. Desmosom

• Terdiri dari plak dan filament


intermediet.
• Desmosom terdapat pada jaringan
yang rentan renggang seperti
jaringan kulit, jantung dan uterus.

Tortora GJ, Derrickson B. Principles of anatomy and physiology. 13th ed. John Wiley & Sons,
Inc; 2012.
5. Hemidesmosom

• Terlihat seperti setengah dari


desmosome.
• Pada bagian dalam membran
sel, Integrin menempel pada
membran intermediet.
• Pada bagian luar membran
sel, integrin menempel pada
protein laminint pada
membran basal.

Tortora GJ, Derrickson B. Principles of anatomy and physiology. 13th ed. John Wiley & Sons,
Inc; 2012.
KOMPONEN PENYUSUN
MATRIKS EKSTRASELULER
MATRIKS EKSTRASELULER
Merupakan komponen paling besar pada lapisan kulit dermis dan dapat
memengaruhi :
● bentuk sel
● kelangsungan hidup sel
● perkembangbiakan sel
● polaritas dan kelakuan sel.
Untuk tumbuh dan berkembang biak, sbagian besar sel perlu melekat ke matriks
ekstraseluler .
KOMPONEN PENYUSUN
Komponen Penyusun Matriks Ekstraseluler yaitu :
● Glikoprotein
● Molekul lain yang mengandung karbohidrat disekresikan
oleh sel.
Urry, L., Cain, M., Wasserman, S., Minorsky, P., Reece, J., &
Campbell, N. (2017). Campbell biology (11th ed.).
KOLAGEN
● Yaitu glikoprotein yang paling
melimpah dalam matrik
ekstraseluler.
● Sekitar 40% kolagen dari total
protein dalam tubuh manusia.
● Kolagen membentuk suatu fiber /
benang yang kuat. (2019). Retrieved 1 October 2019, from
https://cdn.kastatic.org/googleusercontent/7
nPhCc-vN_jW0zUay9atuWfudEv7S6mfh4-
LFF40ikbbylW645_KSpvHrux-
vwjmRxjbEc11GqeQJKGA7Axg8Dk
PROTEOGLIKAN
● Proteoglikan kompleks terdiri dari
ratusan molekul proteoglikan yang
melekat secara non-kovalen pada
satu molekul polisakarida panjang.
● Rantai protein yang menempel pada
protein inti molekul proteoglikan
sebanyak 95% dari keseluruhan
penyusun molekul proteoglikan.

Urry, L., Cain, M., Wasserman, S.,


Minorsky, P., Reece, J., & Campbell,
N. (2017). Campbell biology (11th
ed.).
FIBRONEKTIN
● Merupakan fiber / filamen
untuk penempelan
ekstraseluler (extracellular
matrix) dan sel .
● Fibronektin dan beberapa
protein matrik ekstraseluler
protein reseptor terdapat pada
permukaan permukaan sel.
(2019). Retrieved 1 October 2019, from https://encrypted-
Protein tersebut dinamakan tbn0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcS6085wolxIZU3
7In-FriaQwWAqi4A6kviTtf_KUego-40gdg9L
dengan protein integrin.
INTEGRIN
● Protein integrin tertanam pada
membran plasma sel.
● Integrin berguna untuk
mengirimkan sinyal antara ECM
dengan sitoskeleton untuk
mengintegrasikan perubahan
yang terjadi di luar dan di dalam
sel.
(2019). Retrieved 1 October 2019, from http://www.dr-
jacques-imbeau.com/TABS/ecm.jpg
JENIS JARINGAN PENYUSUN
TUBUH MANUSIA
● Jaringan adalah kumpulan sel
khusus yang memiliki bentuk
dan fungsi sama yang
bergabung membentuk organ.
● Ada empat jenis jaringan
adalah jaringan epitel,
jaringan ikat, jaringan otot,
dan jaringan saraf.
● Histologi adalah ilmu yang
mempelajari tentang jaringan

Sumber : Human Physiology


From Cells to Systems 9th
Edition, 2014
JARINGAN EPITEL
● Jaringan yang terdiri dari lembaran 5. Regenerasi
sel yang menutupi permukaan tubuh ● Fungsi:
dan melapisi rongga dalam tubuh. 1. Proteksi
● Jaringan epitel meliputi epitel dan 2. Kontrol permeabilitas
kelenjar. 3. Reseptor sensasi rangsangan
● Karakteristik: 4. Menghasilkan sekresi khusus
1. Komponen seluler lebih dominan
2. Polaritas
3. Terikat dengan jaringan ikat
4. Avaskular
JARINGAN EPITEL

Sumber : Principles of
Sumber : Principles of
JARINGAN IKAT
● Jaringan yang mengisi ruang internal, menyediakan dukungan struktural
untuk jaringan lain, mengangkut material di dalam tubuh, dan menyimpan
cadangan energi.
● Karakteristik:
1. Sangat vaskular (memiliki banyak pembuluh darah)
2. Mengandung reseptor sensorik yang mendeteksi rasa sakit, tekanan, suhu,
dan rangsangan lainnya.
3. Sel-selnya aktif membelah
JARINGAN IKAT
● Tiga komponen dasar:
1. Sel-sel khusus
2. Serat protein ekstraseluler
3. Cairan yang dikenal sebagai Ground Substance (Bahan dasar)
● Fungsi:
1. Membangun kerangka struktural tubuh
2. Mengangkut cairan dan materi terlarut
3. Melindungi organ dalam
4. Mendukung, mengelilingi, dan menghubungkan antar jenis jaringan
lainnya
5. Menyimpan cadangan energi, terutama dalam bentuk trigliserida
6. Melawan serangan mikroorganisme
Sumber : Principles of
Anatomy and Physiology 12th
Edition, 2009
JARINGAN OTOT
● Jaringan yang digunakan untuk kontraksi, termasuk otot rangka tubuh, otot
jantung, dan dinding otot organ.
● Ada tiga jenis jaringan otot:
● Otot rangka, membentuk otot-otot besar yang bertanggung jawab atas
gerakan rangka tubuh
● Otot jantung, hanya ditemukan di jantung dan bertanggung jawab untuk
sirkulasi darah
● Otot polos, ditemukan di dinding organ visceral dan berbagai lokasi lain, di
mana ia memberikan elastisitas, kontraktilitas, dan dukungan.
Sumber : Fundamentals of Anatomy &
Physiology 9th Edition, 2012
Sumber : Fundamentals of Anatomy &
Physiology 9th Edition, 2012
Sumber : Fundamentals of Anatomy &
Physiology 9th Edition, 2012
JARINGAN SARAF
● Jaringan yang khusus untuk mengantarkan impuls rangsangan dari satu
daerah tubuh ke daerah tubuh lainnya.
● 98% jaringan saraf dalam tubuh terkonsentrasi di otak dan sumsum tulang
belakang, yang keduanya merupakan pusat pengendali saraf.
● Terdiri dari dua jenis dasar sel:
1. Neuron
2. Beberapa jenis sel pendukung, disebut neuroglia atau sel glia
Sumber :
Fundamentals of Anatomy &
Physiology 9th Edition, 2012
Principles of Anatomy and
Physiology 12th Edition, 2009
POSISI ANATOMI
DEFINISI ANATOMI
Anatomi adalah ilmu yang mempelajari tentang struktur tubuh manusia dengan
cara menguriakan tubuh manusia menjadi bagian-bagian yang lebih kecil sampai
ke bagian yang paling kecil, dengan cara memotong atau mengiris tubuh
(manusia) kemudian diangkat, dipelajari, dan diperiksa dengan menggunakan
mikroskop

Sudibjo P, Noerhadi M, Sunardi J, et al. Diktat Anatomi Manusia. Universitas Negeri Yogyakarta. 2011
POSISI ANATOMI
Standar anatomi atau ketentuan dasar posisi anatomi dimana kedudukan bagian
tubuh yang satu terhadap bagian tubuh yang lain akan selalu tetap meskipun
tubuh dalam keadaan melakukan gerakan apapun atau dalam posisi apapun.
Contohnya :
● Kepala selalu berada disebelah cranial (diselah atas) dari badan meskipun
posisi badan dalam keadaan berdiri atau tidur
● Jari jempol selalu berada lebih ke arah lateral (ke arah tepi) dari jari telunjuk

Sudibjo P, Noerhadi M, Sunardi J, et al. Diktat Anatomi Manusia. Universitas Negeri Yogyakarta. 2011
POSISI ANATOMI

Posisi anatomi ditetapkan sebagai berikut :


● Posisi badan berdiri dengan tegak, dengan kepala, kedua mata, dan
jari kaki menghadap ke depan.
● Kedua tangan di sisi tubuh dengan telapak tangan terbuka ke depan.
● Kedua kaki lurus ke depan dan sejajar.

Sudibjo P, Noerhadi M, Sunardi J, et al. Diktat Anatomi Manusia. Universitas Negeri Yogyakarta. 2011
Fadalbrechta.mahasiswa.unimus.ac.id
ORIENTASI, PENAMPANG TUBUH,
DAN ISTILAH LAINNYA YANG
TERKAIT
ORIENTASI TUBUH MANUSIA

50
Mader, Sylvia S., 2004. Mader: Understanding Human Anatomy & Physiology. 5 th ed. USA: The McGraw Hill
• Anterior/Ventral • Lateral
Letaknya di depan, contoh : hidung. Letaknya lebih jauh dari garis tengah
tubuh
• Posterior/Dorsal
Letaknya di belakang, contoh : betis • Proksimal
Letaknya lebih dekat dengan batang
• Superior tubuh
Letaknya di atas, contoh : leher
• Distal
• Inferior Letaknya lebih jauh dari batang tubuh
Letaknya di bawah, contoh : telapak
kaki
• Medial
Letaknya lebih dekat ke garis tengah
tubuh

Mader, Sylvia S., 2004. Mader: Understanding Human Anatomy & Physiology. 5 th ed. USA: The McGraw 51
Hill
● Superfisial (eksternal)

Letaknya dekat dengan permukaan


● Dalam (internal)

Letaknya jauh dari permukaan


● Sentral

Letaknya di tengah
● Periferal

Letaknya tidak di bagian tengah; di pinggir

52
Mader, Sylvia S., 2004. Mader: Understanding Human Anatomy & Physiology. 5 th ed. USA: The McGraw Hill
PENAMPANG TUBUH MANUSIA

53
Mader, Sylvia S., 2004. Mader: Understanding Human Anatomy & Physiology. 5 th ed. USA: The McGraw Hill
PENAMPANG TUBUH MANUSIA
● Sagittal/Median ● Frontal/Koronal

○ Membagi tubuh menjadi bagian ○ Membagi tubuh menjadi bagian


kiri dan bagian kanan anterior dan posterior

○ Midsagittal : membagi tepat di Tegak lurus dengan sagittal



bagian tengah tubuh ● Transversal/Horizontal

○ Parasagittal : membagi tidak tepat ○ Membagi tubuh menjadi bagian


di bagian tengah tubuh superior dan inferior

54
Mader, Sylvia S., 2004. Mader: Understanding Human Anatomy & Physiology. 5 th ed. USA: The McGraw Hill
SISTEM TUBUH DAN
FUNGSINYA
SISTEM PEREDARAN DARAH
Terdiri dari jantung, pembuluh darah, dan
darah (sel darah merah, sel darah putih,
dan plasma darah)
FUNGSI
● Transportasi nutrisi, oksigen, karbon dioksida, zat sisa elektrolit, dan hormon
dari satu bagian tubuh ke bagian lain
● Mengontrol pH dalam darah, temperatur, kadar air dalam tubuh
● Komponen dalam darah memperbaiki pembuluh darah yang rusak
(mekanisme penutupan luka)
SISTEM PENCERNAAN
Terdiri dari mulut, faring, esofagus,
lambung, usus halus, usus besar,
kelenjar ludah, pankreas, hati, dan
kantung empedu.
FUNGSI
● Memecah makanan menjadi molekul kecil yang dapat diserap dan
didistribusikan ke sel-sel tubuh
● Transportasi air dan elektrolit dari luar ke dalam tubuh (ketika minum)
● Pembuangan zat sisa makanan yang tidak dapat dicerna dalam bentuk feses
SISTEM PERNAPASAN
Terdiri dari hidung, faring, laring, trakea,
bronkus, dan paru-paru (bronkiolus dan
alevolus)
FUNGSI
● Pertukaran gas berupa penyerapan oksigen dan pembuangan karbon
dioksida.
● Mempertahankan pH lingkungan internal melalui penyesuaian kecepatan
● pengeluaran CO2.
● Udara yang melewati pita suara menghasilkan suara.
SISTEM KEMIH
Terdiri dari ginjal, ureter, kantong kemih, dan
uretra.
FUNGSI
● Mengeluarkan air, garam, asam, dan elektrolit lain yang berlebih dalam
plasma ke urine bersama dengan zat sisa lain seperti urea.
SISTEM RANGKA
Terdiri dari tulang, kartilago, dan sendi.
FUNGSI
● Penyokong jaringan lunak dan organ
● Tempat menempelnya otot agar tubuh dapat bergerak
● Tempat penyimpanan kalsium (Ca2+) untuk memastikan konsentrasinya
dalam
● plasma berada dalam batas tertentu1
● Sumsum beberapa jenis tulang adalah sumber utama sel darah.
SISTEM OTOT
Terdiri dari otot rangka, polos, dan jantung.
FUNGSI
● Melakukan gerakan yang berhubungan dan tidak berhubungan dengan
homeostasis baik secara sadar maupun tidak sadar.
● Menghasilkan panas melalui kontraksi untuk menjaga kestabilan suhu tubuh.
(contoh: mengigil)
SISTEM INTEGUMEN
Terdiri dari kulit, rambut, kuku, kelenjar
minyak, dan kelenjar keringat.
FUNGSI
● Mencegah kehilangan fluida dari lingkungan internal.
● Mencegah masuknya mikroorganisme asing. (pertahanan tingkat pertama)
● Mempertahankan suhu tubuh dengan produksi keringat dan pengaliran darah
melewati kulit.
● Mendeteksi sensasi seperti sentuhan, nyeri, hangat, dingin.
SISTEM IMUN
Terdiri dari node limfa, timus, sumsum tulang,
amandel, adenoid (pharyngeal tonsil), limpa,
apendix (umbai cacing), sel darah putih, jaringan
limfoid terkait usus (GALT), jaringan limfoid terkait
kulit (SALT)

Jaringan limfoid adalah jaringan yang


mengandung limfosit, termasuk semua organ yang
telah disebutkan sebelumnya. Terdapat lokasi
strategis dari jaringan limfoid, beberapa di
antaranya adalah GALT (Gut Associated
Lymphoid Tissue) dan SALT (Skin Associated
Lymphoid Tissue) keduanya berperan untuk
melaksanakan respon imunitas di lokasinya.
FUNGSI
● Memberikan perlindungan terhadap penyerang seperti bakteri , virus, dan sel
kanker.
● Mempersiapkan tubuh untuk memperbaiki sel yang rusak.
● Mengedarkan protein tak larut air (hidrofobik), protein besar, dan serum
(plasma). Sistem Saraf
SISTEM SARAF
Terdiri dari otak, sumsum tulang belakang, saraf
perifer, dan organ indera khusus.
FUNGSI
● Mengkoordinasikan aktivitas tubuh yang membutuhkan respon yang cepat.
● Mendeteksi perubahan eksternal dan memulai reaksi terhadap perubahan
dengan kontraksi otot atau sekresi kelenjar.
● Berguna untuk bernalar, berkreasi, memori.
SISTEM ENDOKRIN
Terdiri dari jaringan penghasil hormon,
hipotalamus, hipofisis, tiroid, adrenal,
pankreas endokrin, gonad, ginjal, pineal,
timus, paratiroid, usus, jantung, kulit, dan
jaringan lemak.
FUNGSI
● Meregulasi aktivitas tubuh yang bertahan dalam jangka waktu yang panjang.
● Pengendalian konsentrasi nutrisi dalam darah, sekaligus mengatur komposisi
cairan ekstraseluler.
SISTEM REPRODUKSI
Pria
Terdiri dari testis, penis, kelenjar
prostat, vesikula seminalis,
kelenjar bulbouretra (Cowper), vas
deferens.
Wanita
Terdiri dari ovarium, tuba falopii,
uterus, vagina, dan payudara.
FUNGSI
● Produksi gamet untuk membentuk organisme baru.
HOMEOSTASIS
DEFINISI
● Homeo(sama) Stasis (mempertahankan keadaan)
● Upaya mempertahankan keadaan tubuh terhadap lingkungan agar tetap
stabil
● Pemeliharaan aneka kondisi yang hampir selalu konstan di dalam lingkungan
(Guyton et la, 2008)
HUBUNGAN ANTARA HOMEOSTASIS DENGAN SISTEM DAN SEL
TUBUH MANUSIA
● homeostasis dapat menstabilkan cairan
disekitar sel- sel organisme multisel yaitu 4. pH
berupa cairan ekstrasel
5. Kadar air, garam dan zat elektrolit
● Cairan ekstasel(CES)  interface/batas
antara sel dengan lingkungan luar dan 6. Suhu
dapat dipertahankan melalui:
7. Volume dan tekanan
1. kadar nutrisi

2. kadar 𝑂2 dan 𝐶𝑂2

3. Kadar sisa metabolisme


HUBUNGAN HOMEOSTASIS DENGAN SISTEM TUBUH
SISTEM TUBUH PERAN PADA HOMEOSTASIS
Sistem syaraf Menyalurkan impuls melalui reseptor
terhadap perubahan lingkungan

Sistem endokrin Mensekresikan hormon


Sistem integrumen Menjaga cairan dalam tubuh
Sistem imun Melindungi tubuh dari patogen dan
mencegah benda asing dalam tubuh

Sistem ekskresi Meregulasi kadar air, elektrolit dan pH


Sistem gastrointestinal Memecah zat makanan
SISTEM TUBUH PERAN PADA HOMEOSTASIS

Sistem sirkulasi Mengatur pengangkutan zat yang


dibutuhkan oleh tubuh (oksigen dan
karbondioksida)
Sistem respirasi Pertukaran gas 𝑂2 dan 𝐶𝑂2

Sistem muskuloskeletal Memberikan kemampuan dalam bergerak

Sistem reproduksi Menghasilkan keturunan


KLASIFIKASI KOMUNIKASI
ANTARSEL DAN MEKANISMENYA
KOMUNIKASI ANTAR SEL
Dalam homeostatis tubuh harus dapat memantau perubahan-perubahan yang
terjadi lalu membuat respons yang sesuai sehingga sel harus dapat
berkomunikasi antara satu dan lainnya.

Komunikasi antar sel merupakan media yang menopang pengendalian


fungsi sel atau organ tubuh.
TAHAPAN KOMUNIKASI ANTARSEL

Reception Transduction
Proses molekul signal (Ligand) pada reseptor, baik
Proses penyampaian sinyal kepada sel
di dalam sel maupun pada membran selpelekatan.
Pelekatan bersifat spesifik sehingga hanya target. Jika jaraknya cukup jauh, perlu
beberapa reseptor yang bereaksi terhadap ligand. peraanan second messenger.

Response
Sel target memberikan respon terhadap sinyal
yang diberikan. Tujuannya agar tubuh kembali
dalam keadaan homeostatis
KLASIFIKASI KOMUNIKASI ANTAR SEL
JENIS CARA KERJA DAN GAMBAR

Mekanisme :
Dua sel saling kontak langsung membentuk suatu saluran untuk
CELL JUNCTION difusi molekul.

Contoh :
Mekanisme Plasmodesmata pada matriks sel tumbuhan.

Mekanisme :
Sel akan mensekresi molekul paracrine yang akan berdifusi
PARACRINE AND ke sel lain di dekatnya (Paracrine), dan pada dirinya (Autocrine).
AUTOCRINE
SIGNALING Contoh :
Sekresi histamin saat sel rusak (Paracrine) dan sekresi sitokines
saat inflamasi (Para & Autocrine).
Mekanisme :
Adanya rangsang listrik memicu pelepasan
SYPNATIC SIGNALING neutrotransmitter, yang aka berdifusi melalui Synaps (celah
antar neuron).

Contoh :
Komunikasi antar neuron dan sel otot.

ENDOCRINE
Mekanisme :
SIGNALING Pelepasan hormon oleh kelenjar endokrin yang akan
berdifusi melalui pembuluh darah.

Contoh :
Sekresi insulin untuk mengurangi kadar gula darah.
Mekanisme :
Pelepasan neurohormon oleh sel saraf yang akan
NEUROENDROKINE berdifusi melalui pembuluh darah.
SIGNALING
Contoh :
Sekresi oksitosin saat kontraksi persalinan.
LENGKUNG REFLEKS
LENGKUNG REFLEKS
● Merupakan jalur impuls saraf yang menghasilkan refleks.

Tortora, G., Derrickson, B. (2009). Principles of Anatomy and Physiology 12th ed. USA : John Wiley & Sons, Inc.
KOMPONEN LENGKUNG REFLEKS
● Reseptor sensorik abu sumsum tulang belakang atau di
Yang termasuk reseptor sensorik otak melalui sepanjang akson neuron
adalah ujung distal neuron sensorik sensorik.
(dendrit).
Berfungsi untuk menanggapi stimulus ● Pusat Pengintegrasi
tertentu (perubahan lingkungan Biasanya sistem saraf pusat adalah
internal atau eksternal). CNS (Central Nervous System) yang
ada di dalam tengkorak dan tulang
● Neuron sensorik (Jalur Aferen) belakang.
Impuls saraf kemudian akan Stimulus akan diolah di sistem saraf
merambat dari reseptor sensorik pusat.
menuju terminal akson di materi abu-
Tortora, G., Derrickson, B. (2009). Principles of Anatomy and Physiology 12th ed. USA : John Wiley & Sons, Inc.
● Neuron Motorik (Jalur Eferen) Jika efektor adalah otot rangka,
Jalur yang dilalui impuls untuk maka refleks adalah refleks
menuju ke bagian tubuh yang akan somatik.
merespon. Jika efektor adalah otot
jantung/polos/kelenjar, maka
● Efektor refleksnya adalah refleks viseral /
Bagian tubuh yang merespon otonom
impuls saraf, seperti otot atau
kelenjar.
Tindakan yang dihasilkan dari
efektor disebut refleks.

Tortora, G., Derrickson, B. (2009). Principles of Anatomy and Physiology 12th ed. USA : John Wiley & Sons, Inc.
Sumber : Tortora. 2009
JENIS-JENIS LENGKUNG REFLEKS
● Refleks Saraf
Refleks ini berlangsung sangat cepat dengan tanggapan terhadap rangsang
terjadi secara otomatis.

Sherwood, Lauralee. 2014. Human Physiology from Cell to System. Canada : Nelson Education,
Ltd.
● Proses :
1. Stimulus diterima reseptor
2. Reseptor mengirimkan sinyal listrik dan
neurotransmitter ke sistem saraf pusat
3. SSP mengirimkan sinyal ke sel target
4. Sel target atau efektor akan memberikan respon.

Sherwood, Lauralee. 2014. Human Physiology from Cell to System. Canada : Nelson Education,
Ltd.
● Contoh : Refleks saat menyentuh panci panas
Mekanisme :
1. Rasa panas akan mengaktifkan termal panas di jari.
2. Impuls kemudian diteruskan ke saraf tulang belakang (Pusat
pengintegrasi).
3. Impuls kemudian menuju bagian tubuh yang akan merespon. Terdapat
2 jalur eferen. Satu jalur merangsang bisep berkontraksi. Jalur lainnya
membuat trisep relaksasi.
4. Bisep dan trisep berperan sebagai efektor. Bisep akan berkontraksi
dan trisep akan relaksasi. Hal ini mengakibatkan tangan menjauhi
rangsangan panas.

Sherwood, Lauralee. 2014. Human Physiology from Cell to System. Canada : Nelson Education,
Ltd.
Sherwood, Lauralee. 2014. Human Physiology from Cell to System. Canada : Nelson Education,
Ltd.
● Refleks Endokrin
Dipicu oleh :
1. Humoral Stimuli (Perubahan Komposisi cairan ekstraseluler)
2. Rangsangan hormonal (Muncul atau hilangnya hormon tertentu)
3. Rangsangan saraf (kedatangan neurotransmitter di persimpangan
neuroglandular)

Martini, FH., Nath, JL., Bartholomew, EF. (2012). Fundamentals of anatomy & physiology 9th ed. USA : Pearson
Proses :
● Terdapat stimulus berupa perubahan lingkungan
internal atau eksternal
● Sistem endokrin pusat mendeteksi jika ada
perubahan variable yang melebihi normal.
● Sistem endokrin pusat mengirim output signal berupa
hormon yang disalurkan ke seluruh sel tubuh.
● Sel dengan reseptor hormon akan meresponnya.

Reece, Jane B., Wasserman, Steven A., Urry, Lisa A., Minorsky, Peter V., Cain,
Michael L., Jackson, Robert B. 2014. Campbell Biology Tenth Edition. Boston:
Pearson Eduation Inc.
● Contoh : Sekresi Hormon Insulin
Mekanisme :
1. Muncul stimulus berupa pH
rendah di usus besar.
2. Stimulus kemudian ditangkap
oleh sel endokrin, yaitu sel S di
usus besar.
3. Sel endokrin kemudian
menghasilkan hormon sekretin.
4. Hormon kemudian disalurkan ke
seluruh tubuh melalui darah.
5. Sel target (sel dengan reseptor
hormon), yaitu sel pankreas akan
merespon dengan mengeluarkan
bikarbonat untuk menetralkan pH
asam tadi

Reece, Jane B., Wasserman, Steven A., Urry, Lisa A.,


Minorsky, Peter V., Cain, Michael L., Jackson, Robert B. 2014.
Campbell Biology Tenth Edition. Boston: Pearson Eduation Inc.
● Refleks Neuro-Endokrin
● Merupakan gabungan dari refleks saraf dan endokrin.
● Tujuan refleks ini adalah untuk menghasilkan peningkatan sekresi
hormon secara tiba-tiba sebagai respons terhadap stimulus spesifik.
● Dalam beberapa kasus, input saraf ke kelenjar endokrin adalah satu-
satunya faktor yang mengatur sekresi hormon. Misalnya, sekresi
epinefrin oleh medula adrenal semata-mata dikendalikan oleh simpatik
sistem saraf.

Sherwood, Lauralee. 2014. Human Physiology from Cell to System. Canada : Nelson Education,
Ltd.
● Proses :
1. Stimulus diterima oleh reseptor.
2. Reseptor mengirimkan sinyal aferen ke sistem saraf
pusat.
3. SSP mengirim output signal berupa sinyal listrik
kemudian merangsan pengeluaran neurohormon.
4. Neurohormon merangsang sistem endokrin unutuk
mengeluarkan output signal berupa hormon
5. Hormon diterima sel target melalui reseptor hormon.
6. Sel target merespon.

Sherwood, Lauralee. 2014. Human Physiology from Cell to System. Canada : Nelson Education,
Ltd.
Kuntarti. (2007). Pengantar Fisiologi, Homeotasis, & Dasar Biolistrik. Retrieved from
http://staff.ui.ac.id/system/files/users/kuntarti/material/pengantarfisiologilengkungrefleks.pdf
● Contoh : Proses Laktasi (Penghasilan Oksitosin)
● Mekanisme :
1. Stimulus muncul ketika bayi menyusui.
2. Stimulus diteruskan sepanjang neuron
sensorik kemudian ke neuron somatik hingga
tiba di medula spinalis dan dilanjutkan ke
hipotalamus.
3. Sel neurosekresi kemudian mengeluarkan
neurohormon berupa oksitosin.
4. Oksitosin kemudian disirkulasikan ke seluruh
tubuh.
5. Sel target, yaitu otot-otot halus akan
berkontraksi dan memberikan respon berupa
pengeluaran ASI.

Reece, Jane B., Wasserman, Steven A., Urry, Lisa A., Minorsky, Peter V., Cain, Michael L., Jackson, Robert B.
2014. Campbell Biology Tenth Edition. Boston: Pearson Eduation Inc.
MACAM LENGKUNG UMPAN BALIK DAN
CARA BERFUNGSINYA DALAM
MEMPERTAHANKAN HOMEOSTASIS
MACAM LENGKUNG UMPAN BALIK

Negative
feedback
Positive
feedback

Feed forward
NEGATIVE FEEDBACK
● Perubahan suatu variabel yang dilawan oleh
tanggapan
● Cenderung mengembalikan perubahan ke
keadaan semula
● Mekanisme:
Perubahan faktor fisiologis → dideteksi
sensor → sinyal dikirim ke integrator →integrator
memerintah efektor → respon efektor→
respon mengembalikan kestabilan
● Contoh: Regulasi suhu tubuh ketika kedinginan,
mengembalikan tekanan darah yang tinggi,
regulasi pH duodenum.
Contoh: penurunan suhu tubuh
Penurunan suhu tubuh →dideteksi saraf → dikirimkan ke
pusat pengaturan suhu → mengirim perintah kepada otot
ataupun efektor lain → menggigil atau tindakan lain →
peningkatan kembali suhu tubuh menjadi normal
Sumber : Junqueira's basic histology
POSITIVE FEEDBACK
● Perubahan awal suatu variabel
menghasilkan perubahan yang semakin
besar
● Tidak terlibat dalam homeostasis, tetapi
terlibat dalam fisiologis
● Mekanisme:
Adanya perubahan → dideteksi oleh
sensor→direspon efektor dengan penambahan/
penguatan → respon dari efektor memicu sensor
lagi → terjadi penguatan terus-menerus hingga
proses selesai
● Contoh: pembekuan darah, fungsi sel saraf
FEED FORWARD
● Merupakan aktivitas antisipatori bersamaan
● Memperkecil kerusakan pada sistem
○ Sekresi insulin :
hidup
● Mekanisme : Makanan memasuki saluran
Gejala perubahan faktor→ Dideteksi
pencernaan →dideteksi sensor
sensor→ sinyal dikirim ke otak→ otak
→pankreas menyekresi insulin
memerintahkan efektor→ Efektor (padahal makanan belum masuk ke
merespon → perubahan faktor duodenum →saat makanan dicerna,
diantisipasi
glukosa diserap ke dalam darah
● Contoh : →insulin mengubah glukosa menjadi
○ Makan dan minum secara glikogen → kadar gula darah terjaga
DAFTAR PUSTAKA
 Sherwood L. Human Physiology. 7th ed. Boston: Cengage learning; 2010
 Tortora GJ, Derrickson B. Principles of anatomy and physiology. 13th ed.
John Wiley & Sons, Inc; 2012.
 Urry, L., Cain, M., Wasserman, S., Minorsky, P., Reece, J., & Campbell, N.
(2017). Campbell biology (11th ed.).
 Sudibjo P, Noerhadi M, Sunardi J, et al. Diktat Anatomi Manusia. Universitas
Negeri Yogyakarta. 2011. avalaible from:
http://staffnew.uny.ac.id/upload/131872516/penelitian/buku-anatomi.pdf
 Martini, F., Nath, J., & Bartholomew, E. (2012). Fundamentals of Anatomy &
Physiology (9th ed.). San Francisco: Pearson Education, Inc.
 Tortora, G., & Derrickson, B. (2009). Principles of Anatomy and Physiology
(12th ed.). United States of America: John Wiley & Sons, Inc.
 Sherwood, L. (2016). Human Physiology: From Cells to Systems (9 th ed.).
Boston: Cengage Learning.
 Mader, Sylvia S., 2004. Mader: Understanding Human Anatomy &
Physiology. 5 th ed. USA: The McGraw Hill
 Guyton.A.1996. Textbook of Medical Physiology,Philadelpia: Elsevier
saunders D:\!Jurnal Biologi Functional Anatomy of the Endocrine
Pancreas.htm.
 Mescher, A.L. (2013). Junqueira's basic histology (13th ed.)
 Isnaeni, W. (2006). Fisiologi hewan. Jakarta: Kanisius Siagian, M. (2019).
Retrieved 5 October 2019, from
http://staff.ui.ac.id/system/files/users/minarma.siagian/material/homeostasism
sho.pdf