Anda di halaman 1dari 117

KESEIMBANGAN CAIRAN TUBUH, NADHILA SYAFIRA

IBD B-22
SISTEM ENDROKIN, DAN REPRODUKSI 1906302762
ORGAN SISTEM
KEMIH
1. GINJAL

berbentuk seperti kacang merah


terletak pada rongga abdomen
tepatnya di antara otot-otot punggung
dan peritoneum (membran yang
melapisi rongga bagian dalam perut
dan panggul).
Ginjal kanan terletak lebih inferior
terhadap ginjal kiri, karena terdapat
liver di atas ginjal kanan.
FUNGSI GINJAL

Pengaturan konsentrasi ion-ion yang dibutuhkan tubuh


Pengaturan zat-zat sisa organik
Pengaturan keseimbangan asam basa tubuh
Pengaturan tekanan darah
Pengaturan produksi sel darah merah
Pengeluaran zat beracun
Pengendalian terbatas terhadap konsentrasi glukosa dan asam amino
darah.
Nefron merupakan unit
fungsional dari ginjal. Nefron
membentang di korteks dan
medulla ginjal.
BAGIAN NEFRON
Bagian Fungsi
Glomerulus Tempat filtrasi air
Kapsula Bowman Membungkus glomerulus untuk
pengumpulan cairan dari kapiler
glomerulus
Tubulus proksimal Tempat terjadinya reabsorpsi air
Tubulus distal Tempat terjadinya augmentasi
Tubulus kolektifus Tempat pengumpulan cairan dari
tubulus proksimal & distal
Lengkung Henle Penghubung tubulus proksimal dan
tubulus distal
2. URETER
Organ berbentuk tabung kecil
Berfungsi mengalirkan urin dari ginjal
(pada bagian pelvis renalis) ke dalam
kandung kemih.
Dindingnya Terdiri atas 3 lapisan:
 jaringan yaitu lapisan fibrosa (luar)
 muskularis longitudinal otot polos
sirkuler (tengah)
 epitelium mukosa (dalam)
• Lapisan otot memiliki aktivitas peristaltik
yang mengalirkan urine dari kandung
kemih keluar tubuh
3. VESICA URINARIA

organ berongga
berfungsi menampung urin dari ureter dan
kemudian mengeluarkannya melalui uretra.
Kandung kemih berfungsi menampung urine
untuk sementara waktu.
Terdapat segitiga bayangan yang terdiri
dari 3 lubang, yaitu 2 lubang ureter dan 1
lubang uretra pada dasar kandung kemih
yang disebut dengan trigonum/ trigon.
Lapisan dinding kandung kemih (dari dalam
ke luar) : lapisan mukosa, sub mukosa, otot
polos dan lapisan fibrosa.
4. URETRA
Uretra merupakan saluran yang berpangkal pada kandung kemih
fungsinya menyalurkan urine keluar
Uretra dilengkapi dengan:
 sfingter uretra interna: terletak pada perbatasan kandung kemih
dan uretra. terdiri atas otot polos yang dipersarafi oleh sistem
simpatetik sehingga pada saat kandung kemih penuh, sfingter ini
terbuka
sfingter uretra eksterna: terletak pada perbatasan uretra anterior
dan posterior. Sfingter uretra interna. Sfingter uretra eksterna terdiri
atas otot bergaris yang dipersarafi oleh sistem somatik
URETRA PADA WANITA

Berukuran pendek dan lurus


Berjalan langsung dari leher kandung
kemih ke luar
Lubang uretra berada diantara klitoris
dan lubang vagina.
URETRA PADA PRIA
Pada pria uretra 5x lebih panjang dibanding
uretra pada wanita
berjalan melengkung dari kandung kemih ke
luar, melalui kelenjar prostat dan penis.
Uretra pria mempunyai fungsi ganda, yaitu
menjadi saluran untuk mengeluarkan urine dari
kandung kemih dan saluran untuk semen dari
organ-organ reproduksi.
PEMBENTUKAN
URINE
 Filtrasi bahan yang bermanfaat dan masih
dibutuhkan oleh tubuh,
Sewaktu darah mengalir melalui
glomerulus, darah bebas protein Bahan ini dialirkan ke plasma kapiler
tersaring melalui kapiler glomerulus peritubuler
20% plasma yang masuk ke dalam  Sekeresi di tubulus
glomerulus difiltrasi
Terjadi pemindahan secara selektif
80% plasma lainnya yang masuk ke bahan-bahan yang tidak diperlukan
glomerulus tidak di filtrasi dan dari kapiler peritubuler ke lumen
dikeluarkan ke arteriol eferen tubulus
 Rearbsorpsi di tubulus  Urine di keluarkan dari dalam tubuh
Filtrat akan mengalir melewati tubulus.
Di tubulus terjadi rearbsorpsi bahan-
DISTRIBUSI CAIRAN
TUBUH DAN
KOMPOSISINYA
KOMPARTEMEN CAIRAN TUBUH

Cairan intrasel Cairan ekstrasel


(CIS) (CES)
Cairan di dalam sel Cairan di luar sel
(sitosol) dua pertiga dari sepertiga dari dari
cairan tubuh. cairan tubuh

Tortora, GJ, Derrickson, B. 2012. Principles of Anatomy & Physiology 13th Edition. United States of America: John Wiley & Sons, Inc.
CAIRAN EKSTRA SELULER
20% dari CES adalah plasma, yang membantali, dan memberi nutrisi otak)
terdapat pada pembuluh darah  Cairan synovial (melumasi dan menahan
80% dari CES adalah cairan interstitial, tekanan pada persendian)
yang menempati ruang mikroskopis  Cairan Intraokular (Aqueous humor dan
antara sel-sel jaringan. body vitreous di mata yang memberi nutrisi
Cairan ekstraselular lainnya yang dan menjaga bentuk mata)
dikelompokkan ke dalam cairan  Cairan Pleura
interstisial termasuk :  Cairan Perikardial
 Limfa, cairan yang dikembalikan dari  Cairan Peritoneal antara Membran Serosa.
cairan interstitial ke plasma melalui sistem
limfe untuk sistem imun.
 Cairan serebrospinal (mengelilingi,

Tortora, GJ, Derrickson, B. 2012. Principles of Anatomy & Physiology 13th Edition. United States of America: John Wiley & Sons, Inc.
Tortora, GJ, Derrickson, B. 2012. Principles of Anatomy & Physiology 13th Edition. United States of America: John Wiley & Sons, Inc.
KOMPOSISI
KOMPARTEMEN
CAIRAN TUBUH
Antara CES dan CIS komposisi
berbeda, Na+ sebagai penentu
tekanan osmotik CES
Antara plasma dengan cairan
interstisial komposisi sama, kecuali
protein di dalam plasma. Sehingga,
protein sebagai penentu tekanan
osmotik koloid/onkotik plasma

Sherwood L. Human physiology: from cells to systems. 9th ed. Boston: Cengage Learning; 2016.
KESEIMBANGAN AIR
DAN MEKANISME
TUBUH MENJAGANYA
Keseimbangan air terjadi saat urun yang masuk memiliki jumlah yang
sama dengan yang keluar
Vasopresin berfungsi untuk meningkatkan reabsorbsi air di tubulus ginjal
Vasopresin diproduksi oleh hipotalamus, disimpan di kelenjar hipofisis
posterior, dan dilepaskan dari hipofisis posterior atas perintah dari
hipotalamus.
Tanpa adanya vasopressin urin yang dihasilkan akan lebih encer karena
H2O tidak di rearbsorpsi
Dengan Vasopresin, urin akan lebih kental karena H2O terserap ke
dalam tubuh sehingga kadar air dalam tubuh meningkat.
Keseimbangan Air dicapai dengan cara minum dan menyesuaikan
ekskresi H2O melalui urin dengan kontrol vasopresin.
Jalur kanan
1. Volume cairan di ECF menurun, tekanan
darah di arteri juga menurun
2. Menyebabkan reseptor volume di
atrium kiri (hanya penting dalam
perubahan besar dalam Volume ECF /
tekanan arteri)
3. Hypothalamic terangsang sehingga
meningkatkan jumlah vasopressin.
4. Terjadi peningkatan permebilitas air
terhadap tubulus distal
5. Meningkatkan H20 reabsorpsi. Dan
meningkatkan jumlah volume di ECF
serta menurunkan osmoralitas di ECF
Jalur kiri
• Osmoralitas ECF meningkat.
Merangsang osmoreseptor hipotalamus
dan merangsang neuron hipotalamus
untuk menghasilkan rasa haus
• Rasa haus menyebabkan kenaikan H2O
melalui asupan H2O
• Sehingga menyebabkan menurunnya
osmoralitas ECF dan meningkatkan
volume di ECF
KESEIMBANGAN
GARAM DAN
MEKANISME TUBUH
MENJAGANYA
Kontrol keseimbangan garam sangat penting untuk mengatur volume CES.
Pengendalian keseimbangan garam menjadi faktor utama regulasi volume CES.
Kontrol keseimbangan garam melalui rasa haus dan asupan makan (NaCl).
Melibatkan sistem kardiovaskuler, pernapasan, dan urinaria. Keseimbangan
laju natrium dipengaruhi oleh GFR (laju filtrate glomerulus)
Jika konsumsi garam (Na) berlebih maka respon tubuh :
1. Natrium meningkat dalam tubuh
2. Tekanan pembuluh arteri meningkat, merangsang refleks vasodilatasi
arteriol aferen
3. GFR meningkat dan aldosteron menurun
4. Terjadi peningkatan filtrasi Na (eksresi Na sedikit); menurunnya aldosteron
menyebabkan menurunnya reabsorbsi Na
5. Eksresi Na turun disertai dengan Cl- dan cairan lain
6. Meningkatnya konservasi NaCl disertai cairan
Tortora, G., & Derrickson, B. (2014). Principles of Anatomy & Physiology. 14th ed. USA : Willey
Hormon yang berperan dalam kondisi Na berlebih: (menurunkan tekanan darah)
1. Aldosteron o Peran ketika kalium berlebih  merangsang
aldosterone  sekresi K+ pada TKD
o Fungsi : merangsang reabsorbsi natrium pada
tubulus ginjal, kelenjar saliva, keringat, 3. ADH / Vasopresin
saluran pencernaan. o Fungsi : meningkatkan reabsorbsi air
o Tempat : 1/3 bagian akhir dari TKD dan TK o Mekanisme : mendukung penyisipan protein
Kolektivus kanal air ( aquaporin -2) menuju membrane
o Mekanisme “sistem renin-angiotensin- apical di TK Koletivus  pembatasan air
aldosterondan kalium” : Tekanan darah terhadap sel meningkat
rendah (kehilangan air / hipovolemia) 
renin dielpas oelh aparatus justakglmerular 4. Atrial Natriuretic (ANP)
ginajl  renin mengaktifkan angiotensinogen o Fungsi : mendorong terjadinya Natriuresis,
dalam plasma  angiotensis I  angiotensin meningkatan eksresi Na dan Cl serta air
II , diubah dalam paru-paru dalam urin (mengurangi reabsorbsi)
2. Angiotensin II
o Fungsi : merangsang sekresi aldosteron,
merangsang haus, merangsang sekresi ADH
dan ACTH, dan sebagai vasokontriktor
MEKANISME TUBUH
MEMPERTAHANKAN
PH DARAH
Pada orang sehat terdapat 3 mekanisme utama yang mempertahan pH
darah antara 7.35 dan 7.45 yaitu :
1. Sistem Buffer : terdiri dari asam lemah dan garamnya yang berfungsi
sebagai basa lemah. Mempertahankan pH dengan bertindak sebagai
buffer atau penyangga. Ada beberapa sistem buffer yaitu protein,
asam karbonat-bikarbona, dan fosfat.
2. Ekshalasi CO2 : dengan meningkatkan atau mengurangi pernapasan.
Apabila CO2 banyak dikeluarkan → pH naik (lebih sedikit H+), jika
CO2 tidak banyak dikeluarkan → pH turun (lebih banyak H+)
3. Ekskresi H+ oleh Ginjal : satu-satunya cara mengeluarkan asam selain
H2CO3. Mengeluarkan H+ lewat Urin.
SISTEM BUFFER
❏ Penyangga paling banyak di cairan intraselular dan plasma darah
❏ Mengandung gugus karboksil (COOH) dan gugus amino (-NH2)
❏ pH naik : gugus karboksil bertindak sebagai asam dan melepaskan H+ → H+ bereaksi
dengan OH- berlebih membentuk air.

❏ pH turun : gugus amino bertindak sebagai basa dan berikatan dengan H+


❏ Contoh : protein hemoglobin pada sel darah merah, dan protein albumin pada plasma
darah.
❏ Pada sel darah merah di kapiler sistemik CO2 berpindah dari sel jaringan ke SDM →
bergabung dengan H2O membentuk H2CO3 → H2CO3 disosiasi menjadi H+ dan
HCO3-
❏ Pada waktu yang sama CO2 masuk ke SDM dan HbO2 memberikan O2 ke sel jaringan
→ Hb berikatan dengan H+
SISTEM BUFFER ASAM KARBONAT-BIKARBONAT

❏ HCO3- (ion bikarbonat)  basa lemah (banyak di cairan intraselular dan ekstraselular)
❏ H2CO3 (asam karbonat)  asam lemah
❏ Ginjal mensintesis dan mereabsorpsi HCO3- yang terfiltrasi
❏ pH naik (H+ sedikit) :

❏ pH turun (H+ banyak) :


SISTEM BUFFER FOSFAT

❏ Banyak di cairan intraselular dan sedikit di cairan ekstraselular


❏ H2PO4- (Ion dihidrogen fosfat) sebagai asam lemah
❏ HPO4- (Ion monohidrogen fosfat) sebagai basa lemah
❏ pH naik (H+ sedikit) :

❏ pH turun (H+ banyak) :


EKSHALASI CO 2

❏ CO2 banyak di cairan tubuh  konsentrasi H+ naik  pH turun


❏ CO2 sedikit di cairan tubuh  konsentrasi H+ menurun  pH naik

❏ Perubahan pH ini dideteksi reseptor kimia periferal di badan aortic dan karotid →
menstimulasi dorsal respiratory group di medulla oblongata → diafragma dan otot
pernapasan lain berkontraksi lebih kuat dan lebih sering → lebih banyak CO2 keluar atau
pusat pernafasan terinhibisi → sedikit CO2 keluar
EKSKRESI H + OLEH GINJAL

Tubulus Kontortus Proksimal :


❏ Na+-H+ antiporters yang mensekresi H+ dan reabsorpsi Na+
Tubulus Kolektivus
❏ Ada dua jenis intercalated cell
❏ Yang satu membran sel apikalnya mempunyai pompa proton yang
mensekresikan H+ ke cairan di tubulus. Di membran basolateralnya ada Cl--
HCO3- antiporters yang mengizinkan difusi HCO3- dari disosiasi H2CO3- ke
kapiler peritubular
❏ Intercalated cell jenis lain ada pompa proton di membran basolateralnya dan
Cl--HPO3- di membran apikalnya. Sel ini mereabsoprsi H+ dan sekresi HCO3-
❏ pH rendah → ekskresi H+, pH tinggi → ekskresi HCO3-
ORGAN SISTEM
ENDKORIN DAN
HORMON YANG
DIHASILKAN
Fundamentals of anatomy & physiology, 9th ed. (2016)
HIPOTHALAMUS

Merupakan penghubung utama antara sistem saraf dan sistem endokrin.


Terletak inferior terhadap thalamus.
Mensekresikan hormon yang menstimulasi atau menghentikan pensekresian
hormon pada kelenjar pituitari.
Mayoritas hormon yang disekresikan adalah releasing hormones.
Human Physiology: From Cells to Systems, 9th ed. (2016)
KELENJAR PITUITARI (HIPOFISIS)

 Berada di bawah hipotalamus dan berhubungan langsung


dengannya.
 Memiliki peran penting dalam sistem endokrin karena
memproduksi hormon yang mengatur berbagai fungsi dari kelenjar
endokrin lainnnya.
Kelenjar pituitari terbagi menjadi 2, yaitu :
1. Pituitari Anterior (Anterior Lobe/Adenohypophysis)
Mensekresikan 7 hormon yang mengatur aktivitas tubuh mulai dari
pertumbuhan hingga reproduksi tubuh.
Terdiri dari 5 jenis sel yang masing-masing mensekresikan hormon
yang berbeda.

Principles of Anatomy and Physiology,12th ed. (2009)


HORMON YANG DISEKRESIKAN PITUITARI ANTERIOR

Sel yang Hormon yang Dihasilkan Fungsi


Menghasilkan
Somatotroph Human Growth Hormone Menstimulasi jaringan untuk
(hGH)/Somatotropin mensekresikan Insulinlike growth
factors, hormon yang menstimulasi
pertumbuhan tubuh.
Thyrotrophs thyroid-stimulating hormone Mengontrol aktivitas kelenjar tiroid
(TSH) / thyrotropin
Sel yang Hormon yang Dihasilkan Fungsi
Menghasilkan
Gonadotrophs follicle-stimulating hormone Stimulasi pertumbuhan folikel.
(FSH) Membantu pematangan sperma.
luteinizing hormone Menstimulasi sekresi esterogen dan
(LH) progesteron dan perkembangan
korpus luteum.
Merangsang sekresi testosteron
Lactotroph Prolactin Menginisiasi produksi susu di kelenjar
mammary
Corticotroph adrenocorticotropic hormone Menstimulasi korteks adrenal
(ACTH) / corticotropin mensekresikan cortisol
melanocyte-stimulating hormone
(MSH).
Principles of Anatomy and Physiology,12th ed. (2009)
2. Pituitari Posterior
Bertugas menyimpan dan melepaskan 2 hormon.

Hormon Fungsi

Vasopresin/ADH Meningkatkan reabsorpsi H2O pada tubulus ginjal

- Memicu kontraksi ductus deferens dan prostat saat


Oksitosin ejakulasi (pria)
- Memicu kontraksi uterus (wanita)
KELENJAR TIROID

Terletak di inferior larynx


Terdiri dari lobus kanan dan kiri yang terhubung dengan isthmus (saluran
sempit.
Terdiri dari:
 Sel-sel folikuler yang memproduksi hormon T3 (thyroxine) dan T4
(tetraiodothyronine)  Fungsi : Meningkatkan metabolisme
 Sel parafolikuler memproduksi hormon Calcitonin  Fungsi :
Menurunkan kadar kalsium dalam darah.
KELENJAR PARATIROID

Tertanam di posterior dari permukaan lobus di kelenjar tiroid.


Terdiri dari 4 kelenjar : 1 superior dan 1 inferior di tiap sisi.
Terdiri dari 2 sel epitel
Chief Cell : Memproduksi parathyroid hormone (PTH) yang
berfungsi mengatur kadar ion kalsium, magnesium, dan fosfat dalam
darah.
Oxphil Cell : Fungsi tidak diketahui.
Principles of Anatomy and Physiology,12th ed. (2009)
KELENJAR ADRENAL
Terletak di superior setiap ginjal. Terbagi menjadi 2, yaitu :
korteks adrenal : Terdiri dari 3 zona; glumerulosa, fasciculata, dan reticularis.
medulla adrenal.

Kelenjar Adrenal Hormon Fungsi


Mineralokortikoid Meningkatkan reabsorpsi natrium dan ekskresi kalium
Zona Glumerulosa
(Aldosteron) di ginjal
Glukokortikoid
Zona Fasciculata Meningkatkan kadar glukosa dalam darah
(Kortisol)
Zona Reticularis Androgen Mendukung kerja hormon seks utama
Epinefrin dan - Bekerja sinergis dengan saraf simpatis
Medulla
Nonepinefrin - Berperan dalam adaptasi stress
Principles of Anatomy and Physiology,12th ed. (2009)
Hormon yang dihasilkan:
PANKREAS 1. Insulin (sel β  Menurunkan kadar gula
darah,meningkatkan penggunaan dan
penyimpanan nutrisi (terutama glukosa)
yang telah diabsorpsi sel dengan
membentuk glikogen.
2. Glukagon (sel α)  Meningkatkan kadar
gula darah dengan memicu pemecahan
glikogen.
3. Somatostatin (sel D  Menghambat
pencernaan dan absorbsi
nutrisi,menghambat kerja sel alfa
4. Polipeptida Pankreas (sel F) 
Menghambat sekresi somatostatin, kontraksi
kandung empedu, dan sekresi enzim
pencernaan pankreas

Principles of Anatomy and Physiology,12th ed. (2009)


OVARIUM
Hormon yang dihasilkan: Fungsi :
 Estrogen dan progesterone 1. Meningkatkan fleksibilitas pubic
sumphysis saat kehamilan.
Fungsi :
2. Membantu uterine cervix dilatasi saat
1. Bersama hormone gonadotropic dari proses melahirkan.
hipofisis anterior membantu mengatur
siklus reproduksi.  Inhibin
2. Mempertahankan kehamilan. Fungsi : Menghambat sekresi FSH oleh
hipofisis anterior
3. Mempersiapkan kelenjar mamae untuk
laktasi.
4. Tumbuhnya ciri kelamin sekunder pada
wanita.
 Relaksin
TESTIS

Hormon yang dihasilkan:  Inhibin


 Testosteron Fungsi :
Fungsi : Menghambat sekresi FSH oleh
hipofisis anterior
Stimulasi testis sebelum lahir.
Mengontrol produksi sperma.
Menumbuhkan ciri kelamin
sekunder
KELENJAR PINEAL

Merupakan bagian dari epithalamus.


Hormon yang dihasilkan :
Melatonin
Fungsi : Membantu menjaga siklus tidur-bangun Anda (Jam biologis tubuh)
KELENJAR/ORGAN LAIN

Fundamentals of anatomy & physiology, 9th ed. (2016)


KELENJAR TIMUS

Terletak dibelakang sternum, diantara paru-paru.


Hormon yang dihasilkan :
thymosin, thymic humoral factor (THF), thymic factor (TF), dan
thymopoietin
Fungsi : Membantu pendewasaan sel T.
KLASIFIKASI HORMON
BERDASARKAN STRUKTUR
KIMIA DAN PENGARUHNYA
TERHADAP FUNGSI
HORMON LARUT DALAM LEMAK (LIPOFILIK)
 Hormon Steroid
 Merupakan turunan kolesterol
 Setiap hormon steroid unik karena adanya molekul kimia
yang berbeda yang terpasang di berbagai bagian
pada empat cincin di inti strukturnya
 Perbedaan kecil ini memungkinkan keragaman fungsi
yang besar. Tortora, G., & Derrickson, B. (2014). Principles of Anatomy &
Physiology (14th ed.). United States of America: John Wiley & Sons, Inc.

Hormon Organ Penyekresi


Aldosteron, Kortisol, dan Androgen Korteks adrenal
Karsitriol (bentuk aktif vit. D) Ginjal
Testosteron Testis
Estrogen dan Progesteron Ovarium
HORMON LARUT DALAM LEMAK (LIPOFILIK)

Hormon Tiroid
 Hormon ini disintesis dengan menempelkan iodo-
(yodium) ke asam amino tirosin
 Kehadiran dua cincin benzena dalam molekul T3
atau T4 membuat molekul ini sangat larut dalam
lemak.
Tortora, G., & Derrickson, B. (2014). Principles of Anatomy & Physiology (14th
ed.). United States of America: John Wiley & Sons, Inc.

Hormon Organ Penyekresi

T3 (triiodothyronine), T4 (thyroxine) Kelenjar tiroid (sel folikel)


HORMON LARUT DALAM LEMAK (LIPOFILIK)

Gas Nitrit Oksida (NO)


 Merupakan hormone dan neurotransmitter
 Sintesis dikatalisis oleh enzim nitric oxide synthase
 Organ penyekresinya adalah sel endotel yang melapisi pembuluh darah
HORMON LARUT DALAM AIR (HIDROFILIK)
Hormon Amina
 Hormon ini disintesis dengan dekarboksilasi (melepaskan molekul
CO2) dan memodifikasi asam amino tertentu.
 Disebut hormone amina karena mempertahankan gugus amino
(—NH3)
Hormon Organ Penyekresi
Epinefrin, norepinefrin Medulla adrenal
(katekolamin), disintesis dengan
modifikasi asam amino tirosin
Tortora, G., & Derrickson, B. (2014). Principles of Anatomy &
Histamin, disintesis dengan asam Sel Mast dalam jaringan ikat Physiology (14th ed.). United States of America: John Wiley & Sons, Inc.

amino histidin oleh sel mast dan


trombosit
Melatonin, turunan dari asam amino Kelenjar pineal
triptofan
Serotonin, turunan dari asam amino Trombosit dalam darah
triptofan
HORMON LARUT DALAM AIR (HIDROFILIK)

Hormon Peptida dan Hormon Protein


 Merupakan polimer asam amino
 Hormon peptida kecil terdiri dari 3
hingga 49 rantai asam amino;
hormon protein besar terdiri dari 50
hingga 200 asam amino

Tortora, G., & Derrickson, B. (2014). Principles of Anatomy &


Physiology (14th ed.). United States of America: John Wiley & Sons, Inc.
Hormon Organ Penyekresi
Semua hormon hipotalamus yang melepas dan Hipotalamus
menghambat
Oksitosin, hormon antidiuretic (hormon peptida) Hipofisis posterior
Human growth hormone (hormon protein), thyroid- Hipofisis anterior
stimulating hormone (menempel dengan karbohidrat;
glikoprotein), adrenocorticotropic hormone,
folliclestimulating hormone, luteinizing hormone, prolactin,
melanocyte-stimulating hormone.
Insulin (hormon protein), glukagon, somatostatin, Pankreas
polipeptida pancreas
Hormon paratiroid Kelenjar paratiroid
Kalsitonin Kelenjar tiroid (sel parafollicular)
Gastrin, sekretin, kolesistokinin, GIP (peptida Perut dan usus kecil (sel enteroendokrin)
insulinotropik yang bergantung pada glukosa).
Erythropoietin Ginjal
Leptin Jaringan adiposa
HORMON LARUT DALAM AIR (HIDROFILIK)
Hormon Eikosanoid
 Hormon ini berasal dari asam arakidonat, asam lemak
20-karbon
 Dua jenis utama eikosanoid adalah prostaglandin
(PG) dan leukotrien (LT)
 Eikosanoid adalah hormon lokal yang penting, dan
bertindak sebagai hormon sirkulasi

Tortora, G., & Derrickson, B. (2014). Principles of Anatomy & Physiology (14th ed.).
United States of America: John Wiley & Sons, Inc.

Hormon Organ Penyekresi


Prostaglandin dan Leukotrien Semua sel kecuali sel darah merah
PENGARUH KLASIFIKASI HORMON TERHADAP
FUNGSI

Sifat kelarutan dan struktur kimia suatu hormon menentukan bagaimana


hormon memberikan efeknya pada sel target
Hormon pertama-tama ke sel target dengan mengikat reseptornya.
Reseptor untuk hormon larut dalam lemak terletak di dalam sel target.
Reseptor untuk hormon larut dalam air adalah bagian dari membran
plasma sel target
MEKANISME HORMON LARUT DALAM LEMAK

Tortora, G., & Derrickson, B. (2014). Principles of Anatomy & Physiology (14th ed.). United
Hormon larut dalam lemak berdifusi dari darah ke
dalam sel.
Kompleks reseptor (yang terletak di dalam
sitosol/nukleus) dengan hormon yang teraktivasi
kemudian mengubah ekspresi gen
RNA duta (mRNA) terbentuk, meninggalkan nukleus,
dan memasuki sitosol, lalu mengarahkan sintesis

States of America: John Wiley & Sons, Inc.


protein baru, seringkali enzim, pada ribosom.
Protein baru mengubah aktivitas sel dan
menyebabkan respon khas hormon itu
MEKANISME HORMON LARUT DALAM AIR

Tortora, G., & Derrickson, B. (2014). Principles of Anatomy & Physiology (14th ed.). United
Kompleks hormon larut dalam air (first messenger) dengan reseptor di
permukaan luar membran plasma sel mengaktifkan protein G yang
mengaktifkan adenilat siklase
Adenilat siklase yang teraktivasi mengubah ATP menjadi cyclic MAP
(cMAP) dan terjadi di sitosol
cAMP (second messenger) mengaktivasi protein kinase yang mungkin
bebas dalam sitosol atau terikat pada membran plasma

States of America: John Wiley & Sons, Inc.


Protein kinase yang teraktivasi memfosforilasi satu atau lebih protein
seluler
Protein terfosforilasi menyebabkan reaksi yang menghasilkan respon
fisiologis
Lalu, enzim yang disebut fosfodiesterase menonaktifkan cAMP dan respon
sel berhenti
AKSIS HIPOTALAMUS -
HIPOFISIS- ORGAN
ENDOKRIN
1. Central Nervous System mengirimkan sinyal atau input ke hipotalamus
2. Hipotalamus kemudian akan melepaskan tropik hormon sebagai respon dari
input yang diberikan CNS
3. Tropik hormon menuju hipofisis anterior melalui portal Hipotalamus – hipofisis
anterior
4. Hormon yang terbagi menjadi 2 jenis, yaitu releasing hormone dan inhibiting
hormone
5. Releasing hormon kemudian memicu hipofisis anterior untuk mensekresikan
hormon tertentu yang kemudian menuju organ endokrin (Gonad, Tiroid,
Adrenal)
6. Organ target mengeluarkan hormon yang diperlukan sesuai efek yang
diinginkan
7. Organ target lalu memberikan umpan balik negatif ke hipotalamus
8. Hipotalamus mensekresikan hormon inhibin untuk menghentikan produksi
hormon di hipofisis anterior (untuk homeostasis)
CONTOH

Keterangan :

Negative Feedback
CONTOH AKSIS

Peredaan stress
Proses :
1. Sinyal stress dikirim ke hipotalamus
2. Hipotalamus mengeluarkan corticotropin-releasing hormone
3. Hormon melewati portal khusus dan masuk ke hipofisis anterior
4. Hipofisis anterior mengeluarkan hormon ACTH dan corticotropin
5. Hormon tersebut melewati sirkulasi sistemik tiba di korteks kelenjar adrenal
6. Korteks kelenjar adrenal mengeluarkan hormon cortisol
7. Hormon cortisol mengubah sistem metabolik untuk menolak stress
ORGAN
REPRODUKSI
PEREMPUAN DAN
FUNGSINYA
REPRODUKSI WANITA
Fungsi utamanya adalah menghasilkan sel telur untuk menghasilkan
keturunan dan juga hormone seks wanita yang penting dalam
menjaga siklus reproduksi.

Sistem reproduksi wanita dibagi menjadi :

Genitalia Internal Genitalia External


Sherwood, Lauralee. 2016. Human Physiology: From Cells to Systems Ninth Edition. USA: Cencage Learning.
Sherwood, Lauralee. 2016. Human Physiology: From Cells to Systems Ninth Edition. USA: Cencage Learning.
GENITALIA LUAR

LABIA LABIA
MONS PUBIS MAYORA KLITORIS
MINORA

Pertemuan antara Struktur terbesar alat Sepasang lipatan Disebut juga kelentit
kedua bibir vagina kelamin luar perempuan kulit pada vagina
dengan bagian yang tebal dan yang halus dan tipis. Berupa tonjolan kecil
atas yang tampak berlapiskan lemak. dan memanjang serta
membukit Tidak mengandung homolog dengan
Mengelilingi organ pada lapisan lemak. penis pada pria.
alat kelamin luar lainnya
dan berakhir menjadi
mons pubis.
GENITALIA LUAR

ORIFICIUM KELENJAR BARTHOLIN‘S


URETHRA ORIFICIUM VAGINA VESTIBULAR GLANDS
Muara dari saluran Muara dari vagina Terletak di posisi
Analog dengan
kencing yang yang terdapat hymen distal vagina,
kelenjar bulbo-
terleak di bawah (selaput dara) menghasilkan mukus
urethral pada pria
klitoris yang menjaga
kelembaban dan
lubrikasi
Silverthorn, DE. (2010). Human Physiology: An Integrated Approach. 5th ed. San Fransisco, CA: Pearson Education.
GENITALIA DALAM

Ovarium tepat jauh ke germinal epitel.


Dimana Oogenesis terjadi dan 3. Korteks ovarium
menghasilkan hormon estrogen dan Lapisan yang di dalamnya terdapat
progesterone. Bagian-bagian ovarium yaitu : folikel-folikel.
4. Medula ovarium
1. Epitel germinal Bagian dalam korteks. Terdapat
Lapisan epitel sederhana yang pembuluh darah, serabut saraf, dan
menutupi permukaan ovarium. sedikit otot polos
2. Tunica albuginea
kapsul keputihan yang tersusun dari
jaringan ikat tidak beraturan terletak
Tortora, G. J. & Derrickson, B. (2014). Principles of Anatomy and Physiology (12th ed). United States: John Wiley & Sons, Inc
Uterine Tube/ Tuba Falopi/ Oviduktus
Merupakan saluran rahim yang menghubungkan ovarium dengan uterus.
Berfungsi menyalurkan ovum menuju uterus dengan gerak peristaltik dan sebagai
tempat fertilisasi. Struktur tuba falopii :
1. Infundibulum
Merupakan pangkal tuba falopii yang dekat dengan ovarium dan terdapat
tonjolan bernama fimbrae yang berperan sebagai penangkap ovum yang
terovulasi.
2. Ampula
Tempat terjadinya fertilisasi
3. Isthmus
Bagian tuba falopii yang dekat dengan uterus.
Uterine Tube/ Tuba Falopi/ Oviduktus 1. Perimetrium  lapisan dinding terluar.
berongga dan berdinding tebal terutama Tersusun dari sel epitel skuamosa selapis dan
berperan sebagai tempat implementasi dan jaringan ikat areolar
pertumbuhan janin. 2. Myometrium lapisan dinding tengah.
Terdapat pembuluh darah dan tersusun dari
1. Fundus  bagian paling atas uterus yang jaringan otot yang berfungsi dalam proses
dekat dengan tuba falopii kehamilan
2. Corpus Uteri  bagian tengah rahim, 3. Endometrium  lapisan dinding uterus
tempat pertumbuhan janin paling dalam. Tempat melekatnya janin.
3. Serviks Uteri  leher rahim, bagian paling Dihasilkan banyak lendir dan banyak
bawah dan tersempit dari rahim yang mengandung pembuluh darah. Lapisan ini
memanjang sampai vagina akan mengalami proses penebalan dan akan
mengelupas setiap bulannya jika tidak
Uterus pada manusia tersusun atas tiga terdapat zigot yang terimplantasi.
lapisan, yaitu :
Tortora, G. J. & Derrickson, B. (2014). Principles of Anatomy and Physiology (12th ed). United States: John Wiley & Sons, Inc
Tortora, G. J. & Derrickson, B. (2014). Principles of Anatomy and Physiology (12th ed). United States: John Wiley & Sons, Inc
Vagina
● Berbentuk tabung dilapisi dengan otot polos.
● Dinding vagina lebih tipis dan terdapat banyak
lipatan-lipatan yang mempermudah jalannya proses
kelahiran bayi.
● Terdapat lendir yang dikeluarkan dari dinding
vagina.
● Fungsi sebagai jalan lahir bayi dan sebagai organ
persetubuhan.
● Tersusun dari non-keratin berlapis jaringan epitel
skuamosa.
● Memiliki pH asam.
● Terdapat hymen → memblokir entrance ke vagina
yang bisa meregeang/ robek saat hubungan seksual
pertama atau aktivitas fisik lainnya.
Ligamen ligamentum dinding rahim.
Struktur pendukung pada alat kelamin 2. Mesovarium -> bagian dari
internal wanita yang berfungsi sebagai broad ligamen terkait dengan
penyokong uterus,terdapat pembuluh ovarium, menutupi bagian
darah dan sistem saraf. Bagian-bagian permukaan ovarium.
ligamen : 3. Mesosalpinx -> terkait dengan
tuba falopi
a. Broad ligament -> tersusun dari b. Uterine ligament -> menyokong uterus.
peritoneum (membran pelapis organ Terdiri dari :
dalam). Fungsi menyokong uterus, tuba 1. Round ligament -> sumber rasa
falopii, dan ovarium. Terdiri dari : sakit saat kehamilan karena terjadi
1. Mesometrium -> bagian terluas penekanan. 24
yang membungkus bagian proksimal

Tortora, G. J. & Derrickson, B. (2014). Principles of Anatomy and Physiology (12th ed). United States: John Wiley & Sons, Inc
2. Uterosacral ligament -> Terdapat jaringan ikat, saraf otonom, dan otot
polos. Timbul pada setiap sisi dinding posterior uterus pada sekitar serviks
dan membujur ke arah rektum.
c. Ovarian ligament -> menyokong ovarium dan menghubungkan ovarium ke
sisi rahim.
Suspensori ligamen -> meluas keluar dari ovarium. Fungsi dari ligamen
ini terdapat banyak pembuluh darah dan saraf.
Tortora, G. J. & Derrickson, B. (2014). Principles of Anatomy and Physiology (12th ed). United States: John Wiley & Sons, Inc
PROSES OOGENESIS
DAN SIKLUS
MENSTRUASI
PROSES OOGENESIS
OOGENESIS MASA JANIN
1. Oogonium (sel germinativum primordial) jutaan folikel primer, beberapa meluruh
mengalami dan berproliferasi hingga tersisa hanya sekitar 400
hingga menjadi jutaan Oosit primer. folikel. (jumlah sel telur di wanita sudah tetap,
oleh karena itu wanita bisa
2. Oosit Primer mulai mengalami meiosis I,
tetapi terhenti di Profase I. menopause)
3. Oosit primer yang terhenti ini, kemudian 5. Setelah lahir, maka folikel primer (diploid)
dikelilingi oleh granulosit hingga tadi beristirahat (tidak
terbentuk folikel primer. berproliferasi ataupun membelah) hingga tiba
masanya pubertas.
4. Folikel primer yang terbentuk akan
mengalami peluruhan, sehingga dari
OOGENESIS MASA PUBERTAS

Kadar hormone kelamin meningkat, memicu siklus 4. Namun ternyata mature oosit sekunder ini
ovarium terjadi kembali belum selesai menjalani meiosis II, si oosit
sekunder ini terhenti di tahap metaphase II
1. Sel oosit primer menyelesaikan meiosis I dan
(benang spindle yang mulai mengikat si
menghasilkan Oosit sekunder (haploid) dan 1
kromosom menjadi siap dibelah kromosomnya).
badan polar.
Disaat oosit sekunder ini bertemu dengan sperma,
2. Sel oosit sekunder dan badan polar 1 ini ia akan terangsang untuk melanjutkan meiosis II
mengalami meiosis II, menghasilkan 1 mature nya. (kromosom yang sudah terbagi dua akan
oosit sekunder dan 3 badan polar. tergantikan oleh kromosom dari sperma) 
terjadilah fertilisasi dan saat inilah mature oosit
3. Kemudian terjadi ovulasi, mature oosit sekunder bisa disebut sebagai Ovum.
sekunder keluar dari ovarium menuju tuba fallopi
(menunggu ada yang menghampiri)
SIKLUS MENSTRUASI

Siklus menstruasi terjadi dalam dua tahap, yaitu dan sel teka.
siklus ovarium dan siklus uterus (haid)
Folikel tersier (folikel antral)
1. Siklus Ovarium
- Dipengaruhi oleh FSH
Dibagi menjadi dua fase, yaitu fase folikular dan
fase luteal - Pada proses pembentukan Folikel pre-antral 
folikel antral menghasilkan hormone esterogen.
a. Fase folikular
- Terbentuk sebuah antrum (ruangan dalam
 Terbentuknya Folikel Primer dan Sekunder folikel), ruangan ini berisi cairan (liquor folikuli)
(folikel pre-antral) yang mengandung esterogen
- Folikel primordial => folikel pre-antral - Antrum ini terus membesar seiring dengan
adanya hormon esterogen. (folikel pun terus
- Sel granulosa yang menyelubungi folikel yang membesar)
terus menebal dan berproliferasi => terbentuk
zona pelusida (yang mengelilingi oosit primer)  Terbentuknya Folikel De Graaf (folikel matang)
- Oosit primer berubah menjadi oosit sekunder - Progesterone inilah yang akan menyiapkan
(oosit sekunder berada di tepi folikel) uterus untuk menjadi tempat fetus hasil fertilisasi
- Antrum sudah sangat besar. -Jika dalam sekitar 2 minggu tidak ada fertilisasi
maka dinding uterus (endometrium) akan meluruh
 Ovulasi
 Korpus albicans
- Karena antrum yang sudah cukup besar dan
adanya peningkatan kadar LH, folikel pun pecah Karena terus meningkatnya sekresi progesterone
dan oosit sekunder keluar menuju oviduk (tuba dan juga esterogen, inhibin pun juga meningkat
fallopi). guna menghambat sekresi hormon FSH
- Sisa dari folikel yang pecah menjadi korpus - Dengan berkurangnya kadar FSH yang
luteum. berakibat berkurangnya kadar progesterone dan
esterogen yang mendukung korpus luteum, maka
b. Fase luteal korpus luteum akan berdegenerasi menjadi
 Korpus luteum (luteum = kuning) korpus albican.
- Hormone LH terus menjaga perkembangan  Kemudian, karena rendahnya kadar esterogen,
korpus luteum. maka akan memicu sekresi FSH dan akan
dimulainya pembentukan folikel yang baru.
- Korpus luteum seiring dengan meningkatnya LH,
memicu untuk sekresi Progesteron dan esterogen.
2. Siklus Uterus
a. Fase proliferasi: Akhir fase folikular, kadar estrogen (hasil secret folikel) meningkat
sehingga endometrium menebal.
b. Fase sekretorik: terjadi setelah ovulasi, progesteron dari korpus luteum yang
menjaga endometrium meningkat, terbentuknya penebalan vaskularisasi endometrium.

c. Fase haid: Korpus luteum degenerasi, progesteron dan estrogen turun 


menghasilkan prostaglandin (penyebab vasokonstriksi pembuluh darah dan kontraksi
uterus, oksigen ke endometrium berkurang mengakibatkan kematian endometrium) 
dinding endometrium luruh. Berlangsung 5-7 hari.
ORGAN REPRODUKSI
LAKI-LAKI DAN
FUNGSINYA
Martini, F., Nath, J., Bartholomew, E., & Ober,
W. Fundamentals of anatomy & physiology.
Struktur sistem reproduksi pria secara garis besar adalah gonad, saluran,
aksesori kelenjar dan organ, dan alat kelamin eksternal.
 Gonad = (gone, seed, generation) organ reproduksi yang menghasilkan
gamet dan hormon
 Saluran = tempat menerima dan meneruskan gamet
 Kelenjar aksesori dan organ = menyekresikan cairan ke dalam saluran
reproduksi atau excretory ducts lainnya
 Alat kelamin eksternal = perineal structures
TESTIS

Berbentuk oval dengan panjang kira-kira 5 cm, diameter 2,5 cm dan berat
10-15 gram.
Testes ditutupi oleh lapisan padat dari jaringan fibrosa putih yang disebut
tunica albuginea.
Memiliki kira-kira 200-300 tobulus yang terdiri atas satu sampai tiga buah
tubula yang rapat dan membentuk koil dan disebut tubula seminiferus.

(2019). Retrieved 1 December 2019, from


http://repository.ut.ac.id/4358/1/PEBI4525-M1.pdf
PENURUNAN TESTIS

Pada waktu embrio testes


berkembang pada dinding abdomen
bagian posterior dan biasanya akan
memasuki skrotum setelah 32 minggu
(8 bulan), namun belum turun
seluruhnya, sampai tiba masa
kelahiran.

Martini, F., Nath, J., Bartholomew, E., & Ober,


W. Fundamentals of anatomy & physiology.
Martini, F., Nath, J., Bartholomew, E., & Ober,
W. Fundamentals of anatomy & physiology.
Martini, F., Nath, J., Bartholomew, E., & Ober,
W. Fundamentals of anatomy & physiology.
Sel – sel spermatogonia pada tubulus seminiferus yang terletak di daerah
berlawanan dengan membran dasar.
Sel-sel spermatogonia akan berkumpul membentuk epithel germinatum, semakin
kearah lumen semakin matang yang akhirnya melalui spermatosit pertama,
spermatosit dua dan spermatid akan berkembang menjadi sel-sel sperma.
Di dalam tubula juga terdapat sel-sel sustentakuler (nurse cell / sel sertoli) yang
juga berkembang selama proses pembentukan sperma. Sel ini menghasilkan
sekresi yang berfungsi untuk mensuplai makanan bagi sel-sel sperma atau
spermatozoa.
Selain itu pada tubula seminiferus ini terdapat pula sekelompok sel endokrin
intersitial (sel leydig) yang berfungsi untuk menghasilkan hormon testoteron
(androgen).
EPIDIDMIS

Martini, F., Nath, J., Bartholomew, E., & Ober,


W. Fundamentals of anatomy & physiology.
Adalah saluran panjang hampir 7m, tergulung – gulung sehingga
menempati ruangan yang sempit, terdiri dari kepala, badan, dan ekor.
Fungsi : Memonitor dan menyesuaikan sekret cairan (dengan stereocilia)
yang dihasilkan tubulus seminiferus, mendaur ulang spermatozoa yang
rusak, dan sebagai tempat pematangan juga melindungi spermatozoa
dalam proses tersebut.
VAS DEVERENSE

Adalah saluran penerus ke


kelenjar aksesori, ujungnya
disebut Ampulla (bagian yang
melebar), dapat menyimpan
spermatozoa berbulan-bulan
dan menjadikannya inaktif
(tempat penyimpanan
sementara spermatozoa).

Martini, F., Nath, J., Bartholomew, E., & Ober, W. Fundamentals of anatomy & physiology.
ACCESSORY GLANDS
Saluran-saluran pada organ reproduksi laki-laki Kelenjar prostat juga merupakan kelenjar
berfungsi sabagai tempat penyimpanan dan tambahan yang terletak di sebelah bawah
alat transportasi sperma, maka kelenjar- kantung kemih dan mengelilingi uretra bagian
kelenjar tambahan berfungsi untuk atas. Kelenjar ini hanya satu buah dan
mensekresikan cairan sperma. menghasilkan cairan alkalin yang dimasukkan
kedalam uretra prostatik. Cairan ini berperan di
Kantung sperma (seminal vesicle) terdapat satu dalam menetralisasi asamasam yang terdapat
pasang, memiliki struktur menyerupai kantong di dalam uretra dan di dalam vagina karena
yang berlekuk-lekuk dan terletak di bagian sperma tidak tahan suasana asam.
posterior kantung kemih. Kelenjar ini berfungsi
untuk mensekresikan cairan kental yang bersifat Kelenjar bulbourethral merupakan kelenjar
alkalis dan kaya akan fruktosa. Hasil sekresi ini tambahan lainnya yang berfungsi untuk
akan dimasukkan ke dalam saluran eyakulasi. menghasilkan lendir dan zat yang bersifat untuk
Kira-kira 60% cairan sperma berasal dari hasil menetralisasi urine. Jumlah kelenjar ini satu
sekresi kantung sperma. pasang dan terletak sebelah bawah sisi
membran uretra.
Martini, F., Nath, J.,
Bartholomew, E., & Ober,
W. Fundamentals of
anatomy & physiology.
PENIS

Penis digunakan untuk mentransfer sperma ke membesar dan mengeras, dan inilah yang
dalam vagina. Ujung distal penis mem-besar disebut ereksi penis. Perubahan penis berupa
disebut glans, bagian ini ditutupi oleh kulit yangereksi tersebut adalah suatu parasimpatis.
terpisah dinamakan prepuse.
Selama eyakulasi refleks parasimpatis akan
menyebabkan spinkter otot-otot polos pada
bagian dasar kantung kemih menutup karena
Proses : Di bawah pengaruh rangsangan adanya tekanan yang cukup besar pada
seksual atau lainnya akan terjadi dilatasi uretra sebagai akibat pembesaran dari corpus
(pelebaran) arteri-arteri yang mensuplai penis. spongiosum penis. Dengan demikian urine tidak
Sejumlah daerah akan memasuki sinus akan dapat dikeluarkan dan cairan sperma
pembuluh darah. Dengan masuknya darah ke tidak akan masuk ke dalam kantung kemih .
bagian penis ini menyebabkan corpora
cavernosa penis dan corpus spongiosum penis
(2019). Retrieved 1 December 2019, from
http://repository.ut.ac.id/4358/1/PEBI4525-M1.pdf
PROSES
SPERMATOGENESIS
Martini, F., Nath, J.,
Bartholomew, E., & Ober,
W. Fundamentals of
anatomy & physiology.
Spermatogenesis adalah proses berkelanjutan yang dapat terjadi sampai
akhir hayat / >70 thn manusia, dapat diamati di Tubulus Seminiferus pada
meiosis.
1. Spermatogonia/um melakukan mitosis (pendewasaan) dan menjadi
spermatosit primer yang menuju arah lumen.
2. Spermatosit primer bersiap meiosis untuk yang pertama, menjadi
sepasang bersifat haploid masih menuju arah lumen disebut spermatosit
sekunder.
3. Masing-masing melakukan meiosis untuk kedua kalinya dan menghasilkan
sepasang lagi disebut spermatosit primer.
4. Setelah itu, 2 pasang spermatosit primer tersebut mengalami spermiasi
(pendewasaan secara fisik).