Anda di halaman 1dari 18

PERTEMUAN II Unsur-unsur negara

NEGARA, KEWARGANEGARAAN, SERTA 1. Penduduk


HAK DAN KEWAJIBAN WN Semua orang (penduduk Indonesia dan WNA)
yang berdomisili serta menyatakan kesepakatan
Thomas van Aquino >> keberadaaan negara didorong ingin bersatu.
dua hal, yaitu manusia sebagai makhluk sosial (social 2. Wilayah
animal) dan sebagai makhluk politik (animal Negara memiliki batas/territorial (darat, laut,
politcum). udara).
Pada hakikatnya, manusia haus kekuasaan >> 3. Pemerintah
diperlukan keberadaaan negara untuk melindungi Adanya pemerintah yang berdaulat. Indonesia
masyarakat dari penguasa yg otoriter >> ada kesadaran >> sistem pemerintahan presidensiil.
untuk menciptakan mekanisme pembentukan negara.
Klasifikasi negara
Pengertian dan definisi negara 1. Jumlah penguasa dan orientasi kekuasaan
Negara: state, staat, dan etat >> status atau statum n penguasa Bentuk positif Bentuk negatif
(bahasa latin) >> artinya keadaan tegak, tetap. Satu orang Monarki Tirani
Sekelompok Aristokrasi Oligarki
Definisi negara menurut beberapa ahli: Banyak orang Demokrasi Mobokrasi

1. John Locke dan Rousseau >> negara adalah 2. Bentuk negara ditinjau dari sisi konsep dan
suatu badan atau organisasi hasil dari teori modern
perjanjian masyarakat. a. Negara Kesatuan
2. Max Weber >> negara adalah suatu masyarakat Adl negara merdeka dan berdaulat, satu
yang mempunyai monopoli dalam penggunaan pemerintah pusat yang berkuasa dan
kekerasan fisik secara sah dalam suatu wilayah. mengatur seluruh daerah.
3. Roger F. Soltau >> negara adalah alat atau - Negara kesatuan dengan sistem
wewenang yang mengatur atau mengendalikan sentralisasi
persoalan-persoalan bersama atas nama Seluruh persoalan diatur pempus.
masyarakat. - Negara kesatuan dengan sistem
4. Max Iver >> suatu negara harus memenuhi 3 desentralisasi
unsur pokok, pemerintahan, komunitas atau Kepala daerah diberikan kesempatan
rakyat dan wilayah tertentu. untuk mengatur daerahnya sendiri
Sifat-sifat negara (otonomi daerah).
b. Negara Federasi
1. Memaksa Gabungan dari beberapa negara bagian dari
Memaksakan kehendak dan kekuasaan melalui negara serikat. Negara federasi bertugas
jalur hukum. mengenai hubungan LN, pertahanan
2. Monopoli negara, keuangan, dan urusan pos.
Negara menguasai hal-hal tertentu demi tujuan
negara. 3. Asas penyelenggaraan kekuasaan
3. Totalitas a. Menurut ekonomi
Negara mengatur semua hal mencakup Negara agraris, negara industry, negara
kewenangan negara. berkembang, negara sedang berkembang,
dan negara belum berkembang.
b. Menurut politik
Negara demokratis, negara otoriter, negara Menurut UU Nomor 12 Tahun 2006
totaliter, negara satu partai, negara (Kewarganegaraan RI), penggolongan asas
multipartai kewarganegaraan yaitu:
c. Menurut sistem pemerintahan
Sistem pemerintahan presidensil, 1. Asas Kewarganegaraan Umum
parlementer, junta militer a. Asas kelahiran (ius soli)
d. Menurut ideology bangsa Penentuan status kewarganegaraan berdasar
Negara sosialis, negara liberal, negara tanah/daerah kelahiran
komunis, negara fasis, negara agama. b. Asas keturunan (ius sanguinis)
Penentuan status kewarganegaraan berdasar
Fungsi negara keturunan/darah
c. Asas kewarganegaraan tunggal
1. Fungsi pertahanan dan keamanan Asas yang menentukan satu
Melindungi rakyat dari ATHG. Contoh: kewarganegaraan bagi setiap orang
meningkatkan kualitas dan kuantitas penjagaan d. Asas kewarganegaraan ganda
daerah perbatasan oleh TNI. Asas yang menentukan bahwa setiap orang
2. Fungsi pengaturan dan ketertiban dapat memiliki dua kewarganegaraan
Menciptakan peraturan dan menjalankannya
2. Asas Kewarganegaraan Khusus
demi terwujudnya tatanan yang baik. Contoh: a. Asas kepentingan nasional
UU sistem pendidikan, UU pemilu. Asas yang menentukan kewarganegaraan
3. Fungsi kesejahteraan dan kemakmuran dengan mengutamakan kepentingan
Eksplorasi SDA dan mengembangkan SDM. nasional
4. Fungsi keadilan menurut hak dan kewajiban b. Asas perlindungan maks.
Menciptakan dan menegakkan hukum secara Asas yang mewajibkan pemerintah
tegas dan tanpa pilih kasih. memberikan perlindungan penuh untuk
Elemen kekuatan negara setiap WN
c. Asas keterbukaan
1. SDM Asas yg menentukan bahwa segala hal yang
2. Territorial negara berhubungan dengan WN harus dilakukan
3. SDA secara terbuka
4. Kapasitas pertanian dan industry d. Asas publisitas
5. Kekuatan militer dan mobilitasnya Ketika seseorang kehilangan atau
6. Kekuatan yang abstrak memperoleh kewargangeraaan maka harus
diumumkan.
Warga negara
Masalah status kewarganegaraan
Pasal 26 UUD ’45: warga negara adalah bangsa
Indonesia asli atau bangsa lain yang disahkan dengan 1. Apatride, seseorang tidak memiliki
UU sebagai warga negara.” kewarganegaraan. Terjadi karena dia lahir di
negara yang menganut asas ius sanguinis.
Kewajiban WN >> bela negara, menaati peraturan.
2. Bipatride, seseorang punya dua
Hak WN >> hak untuk hidup layak, mendapat kewargangeraan. Mungkin terjadi karena dia
keamanan, pendidikan, beragama, menyampaikan berasal dari orang tua yang negaranya
pendapat, dll. menganut asas ius sanguinis, sedangkan dia
lahir di negara asas ius soli.
Asas kewarganegaraan
3. Multipatride, seseorang punya > 2 8. Jika pelaksanaan sumpah tidak dapat dilakukan
kewargangeraan, penduduk yang tinggal di karena kelalaian pejabat, pemohon dapat
daerah perbatasan antar dua negara. menyatakan sumpah di hadapan pejabat lain
yang ditunjuk menteri
Syarat dan tata cara memperoleh 9. Pejabat tersebut membuat berita acara dan
kewarganegaraan Indonesia max.14 hari sejak tanggal pengucapan sumpah,
Menurut UU Nomor 62 Tahun 1958 dan diperbarui berita acara harus disampaikan
dalam UU Nomor 12 Tahun 2006, yang meliputi: 10. Setelah pengucapan sumpah, pemohon wajib
menyerahkan dokumen keimigrasian atas nama
1. Telah berusi 18 tahun/sudah menikah sendiri ke kantor imigrasi max.14 hari
2. Bertempat tinggal di Indonesia paling singkat 5 11. Salinan keputusan presiden tentang
tahun berturut-turut atau 10 tahun tahun tidak pewarganegaraan menjadi bukti sah
berturut-turut kewarganegaraan
3. Sehat jasmani dan rohani 12. Menteri mengumumkan hasil pewarganegaraan
4. Dapat berbahasa Indonesia dan mengakui dalam berita negara RI
Pancasila sebagai dasar negara dan UUD 1945
5. Tidak pernah dipidana dengan pidana penjara 1 Hak dan kewajiban WN
tahun atau lebih Hak WNI (UUD 1945)
6. Jika dengan kewarganegaraan Indonesia, tidak
menjadi berkewarganegaraan ganda 1. Pekerjaan dan penghidupan yang layak
7. Mempunyai pekerjaan dan/atau penghasilan 2. Hidup dan mempertahankan kehidupan
tetap 3. Membentuk keluarga dan melanjutkan
8. Membayar uang pewarganegaraan ke kas keturunan melalui perkawinan
negara. 4. Mendapatkan pendidikan, ilmu pengetahuan
dan teknologi, seni dan budaya demi
Tata cara sebagai berikut. meningkatkan kualitas hidupnya dan/atau demi
1. Permohonan diajukan di Indonesia oleh kesejahteraan hidupnya
pemohon secraa tertulis dengan bahasa 5. Setiap anak berhak atas kelangsungan hidup,
Indonesia di atas kertas bermeterai cukup tumbuh, dan berkembang, serta perlindungan
kepada presiden melalui menteri. terhadap kekerasan dan diskriminasi.
2. Menteri meneruskan permohonan + 6. Setiap orang berhak atas status
pertimbangan kepada presiden max.3 bulan kewarganegaraan
sejak tanggal permohonan diterima 7. Setiap orang berhak atas kebebasan berserikat,
3. Permohonan dikenakan biaya berkumpul, dan mengeluarkan pendapat
4. Presiden mengabulkan atau menolak 8. Setiap WN berhak atas kesempatan yang sama
permohonan pewarganegaraan dalam pemerintahan
5. Keputusan presiden mengenai pengabulan 9. Setiap orang berhak atas pengakuan, jaminan,
terhadap permohonan pewarganegaraan perlindungan, dan kepastian hukum yang adil
berlaku efektif sejak tanggal pemohon serta perlakuan yang sama di depan hukum
mengucapkan sumpah/janji setia 10. Setiap orang bebas memeluk agama dan
6. Max.3 bulan sejak keputusan presiden dikirim beribadah menurut agamanya, memilih
kepada pemohon, pejabat memanggil pemohon pendidikan dan pengajaran, memilih pekerjaan,
untuk mengucapkan sumpah/janji setia. memilih kewarganegaraan, memilih tempat
7. Jika tidak hadir tanpa alasan, keputusan tinggal di wilayah negara, dan meninggalkanya
presiden batal demi hukum. serta berhak kembali.
Kewajiban WNA

1. Membayar pajak sesuai kontrak utama antara


negara dengan warga negara dan membela
tanah air (pasal 27)
2. Membela pertahanan dan keamanan negara
(pasal 29)
3. Menghormati hak asasi orang lain dan
mematuhi pembatasan yang terutang dalam
peraturan (pasal 28)
4. Menjunjung hukum dan pemerintahan
5. Wajib ikut serta dalam upaya bela negara
6. Wajib tunduk kepada pembatasan yang
ditetapkan untuk menjamin pengakuan serta
penghormatan atas hak dan kebebasan orang
lain
7. Wajib mengikuti pendidikan dasar
PERTEMUAN III 5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat
Indonesia
PANCASILA
Anggota panitia Sembilan
Sejarah lahirnya Pancasila
1. Ir. Soekarno
a. Diusulkan pertama kali oleh Ir. Soekarno pada 2. Moh. Hatta
1 Juni 1945 dalam sidang BPUPKI. 3. A.A. Maramis
Rumusannya adalah (1) Kebangsaan Indonesia, 4. Abikoesno Tjokrosoejoso
(2) Internasional atau kemanusiaan, (3) 5. Abdoel Kahar Muzakar
Mufakat atau demokrasi, (4) Kesejahteraan 6. Haji Agus Salim
sosial, (5) Ketuhanan yang berkemanusiaan. 7. Achmad Soebarjo
Penjelasan 8. K.H. Wachid Hasjim
1. Moh. Yamin 9. Muh. Yamin
1. Peri kebangsaan
2. Peri kemanusiaan Agenda sidang PPKI
3. Peri ketuhanan
4. Peri kerakyatan a. 18 Agustus 1945
5. Kesejahteraan rakyat 1. Mengesahkan UUD RI (pembukaan –
2. Mr. Supomo pasal-pasal)
3. Ir. Soekarno 2. Pemilihan presiden dan wapres
Pancasila: 3. Sementara waktu presiden didampingi KNI
1. Kebangsaan (nasionalisme) sampai terbentuknya DPR, MPR
2. Kemanusiaan (internasionalisme) b. 19 Agustus 1945
3. Musyawarah mufakat (demokrasi) 1. Menetapkan wilayah Indonesia menjadi 8
4. Kesejahteraan rakyat prov dan menunjuk gubernur
Provinsi Gubernur
5. Ketuhanan yang berkebudayaan
1 Jawa Barat Sutarjo
Trisila: Kartohadikusumo
2 Jawa Tengah R. Panji Suroso
1. Sosio-nasionalisme 3 Jawa Timur R.M. Suryo
2. Sosio-demokrasi 4 Sumatera Tengku Muh. Hassan
3. Ketuhanan 5 Borneo Ir. Pangeran Muh. Noor
6 Sulawesi dr. GSSJ Ratulangie
Ekasila: gotong toyong 7 Maluku J. Latuharhary
8 Sunda Kecil I Gusti Ktut Puja
b. 22 Juni 1945, Panitia Sembilan sidang (dari
tokoh-tokoh BPUPKI) membahas pidato dan
2. Menetapkan 12 departemen + menteri
usul-usul mengenai dasar negara.
3. Mengusulkan dibentuknya tentara
c. Hasil sidang adalah Piagam Jakarta, dengan
kebangsaan
rumusan Pancasila:
4. Pembentukan komite nasional @provinsi
1. Ketuhanan dengan kwajiban menjalankan
c. 22 Agustus 1945
syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya
1. Dibentuknya Komite Nasional (ketua
2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
KNIP: Kasman Singodimedjo)
3. Persatuan Indonesia
2. Dibentuknya Partai Nasional Indonesia
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat
3. Dibentuknya tentara kebangsaan
kebijaksanaan dalam permusyawaratan
perwakilan Ideologi-ideologi di dunia
1. Marxisme-Leninisme Fungsi dan peranan Pancasila dalam Kehidupan
2. Liberalism Bermsyarakat, Berbangsa dan Bernegara
3. Sosialisme
4. Kapitalisme a. Sebagai jiwa bangsa Indonesia
b. Sebagai kepribadian bangsa Indonesia
Pancasila sebagai Ideologi Bangsa c. Dasar negara RI
d. Sumber dari segala sumber hukum di Indonesia
Ideologi (bahasa Yunani) >> eidos (gagasan) dan logos e. Sebagai perjanjian luhur Indonesia
(ilmu) f. Sebagai pandangan hidup yang mempersatukan
Pancasila sebagai ideologi (pandangan hidup) >> bangsa Indonesia
konsep dasar mengenai masa depan dan cita-cita g. Sebagai cita-cita dan tujuan bangsa Indonesia
bangsa Indonesia untuk mewujudkan masyarakat adil h. Sebagai moral pembangunan
dan makmur. i. Pembangunan nasional sebagai pengamalan
Pancasila
Pentingnya ideologi:
Keunggulan Ideologi Pancasila dibanding yang lain
1. Membentuk identitas negara
2. Menyatukan anggota negara 1. Digali dari nilai yang benar-benar dihayati
3. Mengatasi konflik yang terjadi bangsa Indonesia.
4. Mengatasi perbedaan yang ada 2. Dapat diterapkan dalam segala aspek
5. Menjadi dasar dan arah yang ingin dicapai kehidupan.
bangsa dan bangsa. 3. Ada keseimbangan antara kepentingan umat
dan pribadi.
Pancasila sebagai Ideologi Terbuka

Ideologi terbuka >> Pancasila dapat mengikuti


perkembangan yang terjadi pada negara lain. Karena
ideologi Pancasila memiliki nilai-nilai:

a. Nilai Dasar
Nilai yang tidak dapat diubah sepanjang bangsa
Indonesia berpedoman pada nilai tersebut.
Contoh: sila-sila Pancasila.
b. Nilai Instrumental
Nilai pendukung utama dari nilai dasar. Nilai
ini dapat mengikuti setiap perkembangan
zaman. Contoh: Tap MPR, UU, PP.
c. Nilai Praktis
Nilai yang harus ada dalam praktik
penyelenggaraan negara. Sifatnya abstrak.
Contoh: memberi teladan untuk tidak KKN.

Pancasila sebagai dasar negara

Seluruh tata peenyelenggaraan kenegaraan di


Indonesia harus berdasarkan pancasila.

Pancasila sebagai sumber dari segala sumber hukum di


Indonesia.
PERTEMUAN IV Contohnya, Garuda Pancasila, bendera, bahasa,
IDENTITAS NASIONAL lagu kebangsaan.
3. Alat-alat kelengkapan yang digunakan untuk
Identitas Nasional >> “manifestasi nilai-nilai budaya mencapai tujuan, seperti bangunan, teknologi,
yang tumbuh dan berkembang dlm aspek kehidupan dan peralatan manusia.
suatu bangsa dengan ciri khas dan menjadi pembeda 4. Tujuan yang ingin dicapai suatu bangsa.
dengan bangsa lain. Identitas dari sumber ini bersifat dinamis dan
Arti penting Identitas Nasional tidak tetap.

1. Sebagai jati diri atau kepribadian bangsa Unsur pembentuk identitas nasional berdasar
Indonesia dalam menghadapi tantangan parameter sosiologi
globalisasi 1. Suku bangsa
2. Sebagai pendorong yang mampu 2. Kebudayaan
menumbuhkan dan memelihara semangat 3. Bahasa
nasionalisme 4. Kondisi geografis
3. Berperan sebagai sarana pemersatu bangsa
Indonesia Unsur-unsur pembentukan identitas nasional

Fungsi Identitas Nasional 1. Sejarah


2. Kebudayaan
1. Diperlukan dalam interaksi antar bangsa. a. Akal budi
2. Menentukan status dan peranan bangsa di b. Peradaban
dunia internasional. c. Pengetahuan
3. Pola interaksi antar identitas dalam suatu 3. Suku bangsa
masyarakat bangsa menunjukkan struktur 4. Agama
sosial masyarakat. 5. Budaya unggul
Klasifikasi Identitas Nasional 6. Bahasa

a. Identitas Fundamental, Pancasila merupakan Karakteristik jati diri bangsa Indonesia


falsafah bangsa, dasar negara, dan ideologi 1. Pancasila >> falsafah, dasar negara, ideologi
negara bangsa dan negara
b. Identitas Instrumental, berisi UUD 1945 dan 2. Bentuk negara >> NKRI
tata perundangannya, bahasa Indonesia, 3. Bentuk pemerintahan >> Republik
lambing negara, bendera negara, lagu 4. Lambing negara >> Garuda Pancasila,
kebangsaan semboyan Bhineka Tunggal Ika
c. Identitas Alamiah, meliputi negara kepulauan 5. Bahasa nasional >> Bahasa Indonesia
(archipelago) dan pluralism dalam suku, 6. Bendera negara >> Sang Merah Putih
bahasa, budaya, dan agama. 7. Lagu kebangsaan >> Indonesia Raya
Indikator identitas nasional 8. Geografis >> negara kepulauan di daerah
khatulistiwa
1. Identitas nasional menggambarkan pola 9. Melindungi dan menjunjung tinggi HAM
perilaku yang terwujud melalui aktivitas 10. Persekutuan negara >> non-blok
masyarakat sehari-hari. Misalnya, adat istiadat, 11. Sifat bangsa Indonesia >> cinta damai dan
tata kelakuan, dan kebiasaan. kemerdekaan, gotong royong dan ramah tamah,
2. Lambing-lambang yang menggambarkan anti terorisme.
tujuan dan fungsi bangsa secara simbolis.
Identitas nasional sebagai karakter bangsa

Karakter bangsa >> watak khas bangsa Indonesia yang


membedakan dengan bangsa lain.

Hal-hal yang perlu diperhatikan bangsa Indonesia


dalam menjaga dan memelihara identitas nasional:

1. Nation building
2. Stabilitas politik untuk mencegah disintegrasi
bangsa
3. Pembangunan ekonomi

Lunturnya identitas nasional

1. Klaim budaya oleh negara lain


2. Identitas nasional Indonesia sebagai negara
yang belum beradab. Contohnya, korupsi.
3. Pancasila sebagai dasar negara belum
sepenuhnya dilaksanakan dengan baik.

Langkah yang dapat digunakan untuk mengatasi


lunturnya identitas nasional

1. Membangun kembali rasa nasionalisme.


2. Penanaman nilai-nilai Pancasila melalui proses
pendidikan.
3. Melestarikan kebudayaan.
4. Mengimplementasikan Pancasila dan semangat
dasar pembukaan UUD 1945.
PERTEMUAN V & VI 4. Bangunan hukum dan semua organisasi
yang ada dalam negara.
KONSTITUSI & RULE OF LAW 5. Bentuk negara, bentuk pemerintahan,
Konstitusi >> peraturan tertulis dan tidak tertulis. sistem pemerintahan dari negara tersebut.
b. Hak dan kewajiban WN, Negara, dan
1. Kumpulan kaidah yang memberikan hubungannya
pembatasan-pembatasan kekuasaan kepada c. Prosedur mengubah UUD
para penguasa.
2. Dokumen tentang pembagian tugas dan Fungsi umum konstitusi (UUD)
sekaligus petugasnya dari suatu sistem politik. 1. Tata aturan dalam pendirian lembaga-lembaga
3. Gambaran dari lembaga-lembaga negara. yang permanen (lembaga suprastruktur dan
4. Gambaran yang menyangkut masalah HAM. infrastruktur politik).
UUD >> bagian tertulis dari konstitusi 2. Tata aturan dalam hubungan negara dengan
WN serta dengan negara lain.
Klasifikasi konstitusi 3. Sumber hukum dasar yang tertinggi. Artinya,
seluruh peraturan harus mengacu pada UUD.
1. Konstitusi tertulis dan tidak tertulis
2. Konstitusi fleksibel dan rijid Fungsi konstitusi (UUD) dlm Negara Demokrasi
3. Konstitusi derajat tinggi dan tidak derajat Konstitusional
tinggi
4. Konstitusi serikat dan kesatuan 1. Membatasi kekuasaan pemerintah, sehingga
5. Konstitusi sistem presidensiil dan parlementer tidak absolut.
2. Sebagai cara yang efektif dalam membagi
Hal-hal yang diatur dalam konstitusi kekuasaan.
3. Sebagai perwujudan dari hukum yang tertinggi
a. Pembagian kekuasaan negara
(supremasi hukum) yang harus ditaati oleh
b. Hubungan antar lembaga negara
rakyat dan penguasanya.
c. Hubungan negara dengan WN.
Fungsi konstitusi (UUD) dlm Negara Komunis
Konstitusi (UUD) berisi 3 hal pokok
1. Sebagai cerminan kemenangan-kemenangan
1. Adanya jaminan HAM dan warga negara
yang telah dicapai dalam perjuangan kea rah
2. Ditetapkan susunan ketatanegaraan suatu
masyarakat komunis.
negara yang bersifat fundamental
2. Sebagai pencatatan formal (legal) dari
3. Adanya pembagian dan pembatasan tugas
perjuangan yang telah dicapai.
ketatanegaraan yang juga bersifat fundamental
3. Dasar hukum untuk perubahan masyarakat
Budiardjo (1996), setiap UUD memuat ketentuan- yang dicita-citakan dan dapat diubah setiap kali
ketentuan mengenai: ada pencapaian kemajuan.

a. Organisasi negara Dinamika pelaksanaan konstitusi di Indonesia


1. Pembagian kekuasaan legislatif, eksekutif,
1. UUD 1945 (18 Agustus 1945 – 27 Desember
yudikatif.
1949)
2. Pembagian kekuasaan antara pempus
Pada masa ini, kolonial Belanda masih ingin
dengan pemda.
menjajah Indonesia.
3. Prosedur menyelesaikan masalah
2. Konstitusi RIS (27 Desember 1949 – 17
pelanggaran hukum oleh salah satu badan
Agustus 1950)
pemerintah.
Karena usaha Belanda untuk menjajah Dewan Konstituante (hasil pemilu demokratis)
Indonesia setelah Perang Dunia II (Jepang mendapat tugas menyusun UUD baru sebagai
kalah) mendapat perlawanan, Belanda pengganti UUDS.
menerapkan politik adu domba dengan cara 4. UUD 1945 (5 Juli 1959 – 1966)
mendirikan negara bagian di nusantara. Dewan Konstituante gagal menyusun UUD
Tujuannya adalah kekuasaan negara terpecah baru. Lalu Ir. Soekarno mengeluarkan Dekrit
dan dapat dieliminir Belanda. Presiden 5 Juli 1959.
Lalu, tentara Belanda melakukan Agresi a. Dibubarkannya Konstituante.
Militer I dan II untuk menjajah Indonesia. b. Diberlakukannya kembali UUD 1945.
Karena terdesak, atas pendapat PBB diadakan c. Tidak berlakunya lagi UUDS 1950.
KMB (23 Agustus 1949 – 2 November 1949) d. Dibentuknya Majelis Permusyawaratan
di Den Haag. Rakyat Sementara (MPRS) dan Dewan
Hasil KMB: Pertimbangan Agung Sementara (DPAS)
a. Mendirikan Negara RIS yang diberlakuakan dalam waktu yang
b. Penyerahan kedaulatan kepada RIS yang sesingkat-singkatnya.
berisi 3 hal, yaitu (1) piagam penyerahan
kedaulatan dari kerajaan Belanda kepada 1959 – 1966 >> orde lama; 1966 – 1999 >>
pemerintah RIS, (2) status uni, (3) orde baru (Presiden Soeharto)
persetujuan perpindahan. Penyimpangan konstitusi (UUD 1945) yaitu
c. Mendirikan uni antara RIS dengan kerajaan sebagai berikut:
Belanda.
a. Presiden merangkap sebagai eksekutif dan
Tetapi, konstitusi RIS ini hanya sebagai UUD legislatif.
yang bersifat sementara. Karena lembaga yang b. Mengeluarkan UU dlm bentuk Penetapan
membuat dan menetapkan konstitusi ini Presiden tanpa persetujuan DPR.
tidaklah representatif. c. MPRS mengangkat presiden seumur hidup.
d. Hak budget DPR tidak berjalan, karena
3. UUDS (15 Agustus 1950 – 5 Juli 1959)
Sebagai negara yang baru terbentuk, setelah 1960 pemerintah tidak mengajukan
pemerintah Indonesia membutuhkan tahap- RUU APBN untuk dapat persetujuan DPR.
tahap konsolidasi kekuasaan yang efektif, e. Pimpinan lembaga-lembaga tingi dan
sehingga bentuk kesatuan lebih cocok daripada tertinggi negara diangkat menjadi menteri-
bentuk federal. menteri negara dan presiden menjadi ketua
Awalnya, negara bagian (NRI, NIT, NST) DPA.
bergabung menjadi satu wilayah RI >> kembali Pelaksanaan konstitusi (UUD) dalam
ke bentuk NKRI. kepemimpinan Presiden Soeharto:
Maka diperlukan satu naskah UUD. Lalu
ditetapkan UU No.7 Tahun 1950. a. Membentuk lembaga-lembaga yang
UUDS 1950 ini bersifat mengganti Konstitusi tersebut dalam UUD 1945 yang ditetapkan
RIS 1949. dengan UU.
Sistem parlementer yang dianut UUDS b. Menyelenggarakan mekanisme
menyebabkan kondisi politik tdk stabil, karena kepemimpinan nasional lima tahunan.
sering berganti kabinet. c. Menggunakan sistem pemerintahan
1950 – 1959, sudah berganti 7 kabinet, presidensial.
sehingga proker tidak berjalan. 5. UUD 1945 (1966 – 1999)
1966 – 1999 >> orde baru, yaitu pemerintahan
yang menjalankan tatanan kehidupan
berbangsa dan bernegara menurut Pancasila Tambahan dan perubahan 3 bab (24 pasal)
dan UUD 1945 secara murni dan konsekuen. tentang:
Ternyata, pelaksanaan UUD 1945 tidak - Kedaulatan dan Negara Indonesia
berlangsung dengan lancer dan teratur menurut - MPR
UUD 1945. - Pencalonan presiden dan wakil presiden
Hal itu dilihat dari adanya reformasi yang - Pemilihan presiden dan wakil presiden
menimbulkan pergantian kepemimpinan - Pemakzulan
nasional (Presiden Soeharto >> wapres B.J. - Hak-hak presiden
Habibie) - Kementerian negara
6. UUD 1945 amandemen 1999 (1999 – - DPD
sekarang) - Pemilihan umum
Inti penerapan sistem pemerintahan pasca - Keuangan negara
amandemen konstitusi (UUD 1945) antara lain: - BPK
a. Perubahan ideologi politik, dari sosialis - MA dan kekuasaan kehakiman, KY,
demokrat (orba) menjadi liberal berintikan dan MK
demokrasi dan kebebasan individu serta 4. Sidang tahunan MPR 10 Agustus 2002
pasar bebas. a. Perubahan UUD 1945 (pertama, kedua,
b. Penyelenggaraan otonomi daerah kepada ketiga, dan keempat) ditetapkan sebagai
Pemda tk.I dan II (kab/kota). UUD 1945.
c. Pelaksanaan pemilu langsung presiden dan b. Penambahan bagian akhir pada perubahan
wakil presiden. kedua UUD NRI 1945 dengan kalimat,
d. Pelaksanaan kebebasan pers yang “Perubahan tersebut diputuskan dalam
bertanggung jawab. rapat paripurna MPR RI ke-9 tanggal 18
e. Perubahan UU politik yang berintikan Agustus 2000 sidang tahunan MPR RI dan
pemilu langsung dan sistem multipartai. mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.”
f. Pelaksanaan amandemen konstitusi (UUD c. Pengubahan penomoran pasal 3 (3&4),
1945) yang berintikan perubahan struktur perubahan III UUD 1945 menjadi pasal 3
ketatanegaraan Indonesia yang ditandai (2&3); pasal 25 E perubahan II menjadi
dengan ditetapkannya konstitusi (UUD pasal 25 A.
1945) sebagai lembaga tertinggi negara. d. Penghapusan judul bab IV tentang DPA
dan penghapusan substansi pasal 16 serta
Proses perubahan UUD 1945 (OANA) penempatannya ke dalam bab III tentang
1. Sidang umum MPR 19 Oktober 1999 Kekuasaan Pemerintah Negara.
8 pasal tentang hak dan kewajiban presiden dan e. Pengubahan dan/atau penambahan:
wapres serta hak legislatif. - Keanggotaan MPR
2. Sidang tahunan MPR 18 Agustus 2000 - Pemilihan pasangan presiden dan
Tambahan dan perubahan 5 bab (25 pasal) wapres secara langsung
mengenai: - Pemakzulan presiden dan wapres
- Otonomi daerah - Hak presiden
- DPR - Dewan Penasehat Presiden
- Wilayah negara - Mata uang
- Kewarganegaraan - Bank sentral
- Hak dasar (HAM) - Kekuasaan kehakiman
- Pertahanan dan keamanan - Pendidikan dan kebudayaan
- Perlengkapan negara - Perekonomian nasional dan
3. Sidang tahunan MPR 9 November 2001 kesejahteraan sosial
- Perubahan konstitusi Mekanisme pembuatan UU atas usul inisiatif DPR
- Aturan peralihan serta aturan tambahan RI

Institusi Legislasi Pembuatan UU dilakukan oleh DPR RI (legislatif).

Bertugas untuk membuat konstitusi (UUD 1945) dan 1. Komisi mengajukan usul inisiatif RUU kepada
peraturan perundang-undangan yang ada di bawahnya, Badan Legislasi DPR RI.
meliputi (1) Badan Legislatif (DPR) dan (2) Badan 2. Badan Legislasi DPR RI mengirimkan RUU
Eksekutif (presiden). kepada pemerintah untuk dibahas dan
selanjutnya dikembalikan lagi kpd pimpinan
Proses amandemen UUD (pasal 37 ayat 1 – 4) DPR RI.
1. Usul perubahan pasal-pasal UUD dapat 3. Pimpinan DPR RI mengirimkan RUU tersebut
diagendakan dalam sidang MPR apabila kepada komisi yang terkait.
diajukan at least 1/3 jumlah anggota MPR. 4. Pimpinan komisi membentuk pansus untuk
2. Setiap usul perubahan pasal-pasal UUD membahas RUU usulan pemerintah atau usulan
diajukan secara tertulis dan ditunjukkan dengan inisiatif DPR RI.
jelas bagian yang diusulkan untuk diubah dan 5. Pansus mengadakan rapat dengar pendapat
alasannya. dengan elemen-elemen terkait.
3. Untuk mengubah pasal-pasal UUD, sidang 6. Pimpinan DPR RI mengadakan sidang
MPR dihadiri oleh at least 2/3 dari jumlah paripurna untuk mendengarkan pandangan
anggota MPR. umum dari fraksi-fraksi yang selanjutnya
4. Putusan untuk mengubah pasal-pasal UUD menetapkan RUU menjadi UU.
dilakukan dengan persetujuan at least 50%+1
Mekanisme pembuatan PERDA
dari seluruh anggota MPR.
Pembuatan PERDA dilakukan secara bersama-sama
Mekanisme pembuatan UU & PERPU oleh Gubernur/Bupati/Walikota dengan DPRD tk.I&II.
Pembuatan UU dilakukan bersama-sama dengan 1. Pemda tk.I&II mengajukan rancangan PERDA
presiden dan DPR RI. kepada DPRD melalui sekretaris DPRD I atau
1. Pemerintah mengajukan RUU melalui II.
Mensesneg kepada Setjen DPR RI. 2. Sekretaris DPRD mengirim rancangan perda
2. Setjen DPR RI mengirimkan RUU kepada kepada pimpinan DPRD tk.I atau II.
pimpinan DPR RI. 3. Pimpinan DPRD tk.I atau II mengirimkan
3. Pimpinan DPR RI mengirimkan RUU tersebut perda tersebut kepada komisi terkait.
kepada komisi yang terkait. 4. Pimpinan komisi membentuk pansus untuk
4. Pimpinan komisi membentuk pansus untuk membahas rancangan perda usulan pemerintah
membahas RUU usulan pemerintah atau usulan atau inisiatif DPRD I atau II.
inisiatif DPR RI. 5. Pansus mengadakan rapat dengar pendapat
5. Pansus mengadakan rapat dengar pendapat dengan elemen-elemen terkait.
dengan elemen-elemen (pemerintah, 6. DPRD tk.I atau II mengadakan sidang
professional, pengusaha, parpol, LSM, ormas, paripurna untuk mendengarkan pandangan
OKP, tokoh masyarakat). umum dari fraksi-fraksi dan menetapkan
6. DPR mengadakan sidang paripurna untuk rancangan perda >> PERDA.
mendengarkan pandangan umum dari fraksi-
Mekanisme pembuatan PP
fraksi yang selanjutnya menetapkan RUU
menjadi UU. Sepenuhnya dilakukan oleh pemerintah (eksekutif).
Hierarki peraturan perundang-undangan di yang adil serta perlakuan yang sama di hadapan
Indonesia (pasal 7 (1) UU Nomor 12 Tahun 2011) hukum (pasal 28D ayat 1).
5. @orang berhak untuk bekerja serta mendapat
1. UUD 1945 (kebijaksaaan umum) imbalan dan perlakuan yang adil dan layak
2. Ketetapan MPR (mengikat ke dalam/ke luar) dalam hubungan kerja (pasal 28D ayat 2).
3. UU / Perppu (kebijakan nasional)
4. PP (kebijakan pemerintah atau teknis) Proses penegakan hukum di Indonesia dilakukan
5. Perda I oleh lembaga:
6. Perda II
1. Kepolisian
Berdasar TAP MPR RI Nomor III/MPR/2000 a. Fungsi
Memelihara keamanan DN yang meliputi
1. UUD 1945 pemeliharaan keamanan dan ketertiban
2. Ketetapan MPR RI masyarakat, penegakan hukum,
3. UU perlindungan, pengayoman, dan pelayan
4. PERPU kepada masyarakat.
5. PP b. Tugas pokok
6. Kepres - Memelihara keamanan dan ketertiban
7. Perda masyarakat
Pengertian rule of law - Menegakkan hukum
- Memberikan perlindungan,
Adalah kekuasaan UU yang terorganisir. pengayoman, dan pelayanan kepada
masyarakat
Fungsi rule of law
c. Wewenang
Merupakan jaminan secara formal terhadap “rasa - Melakukan penangkapan, penahanan,
keadilan” bagi rakyat Indonesia dan juga “keadilan penggeledahan, dan penyitaan
sosial” >> sehingga diatur dalam Pembukaan UUD - Melaksanakan pemeriksaan khusus
1945, bersifat tetap dan instruktif bagi penyelenggara sebagai bagian dari tindakan kepolisian
negara. dlm rangka pencegahan
- Memberikan bantuan pengamanan
Prinsip-prinsip rule of law secara formal termuat dlm 2. Kejaksaan
pasal-pasal UUD 1945, yaitu: Lembaga pemerintahan yang melaksanakan
kekuasaan negara di bidang penuntutan dan
1. Negara Indonesia adalah negara hukum (pasal
penyidikan pidana khusus berdasar KUHP.
1 ayat 3).
Diselenggarakan oleh Kejagung (ibukota
2. Kekuasaan kehakiman merupakan kekuasaan
negara), kejaksaan tinggi (ibukota provinsi),
yang merdeka untuk menyelenggarakan
dan kejaksaan tinggi (kabupaten).
peradilan guna menegakkan hukum dan
Tugas dan wewenang sebagai berikut:
keadilan (pasal 24 ayat 1).
a. Melakukan penuntutan
3. Segenap WN bersamaan kedudukannya di
b. Melaksanakan penetapan hakim dan
dalam hukum dan pemerintahan dan wajib
putusan pengadilan yang telah memperoleh
menjunjung hukum dan pemerintahan itu
hukum tetap
dengan tidak ada kecualinya (pasal 27 ayat 1).
c. Melakukan pengawasan terhadap
4. Bab X A tentang HAM (10 pasal), antara lain
pelaksanaan putusan pidana bersyarat,
bahwa @orang berhak atas pengakuan,
putusan pidana pengawasan, dan keputusan
jaminan, perlindungan, dan kepastian hukum
lepas bersyarat.
d. Melakukan penyidikan terhadap tindak Menyelenggarakan peradilan, baik pidana
pidana terentu berdasar UU. dan perdata di tingkat kabupaten dan
3. KPK tingkat banding di peradilan tinggi.
a. Tugas pokok Pasal 57 UU Nomor 8 Tahun 2004 >>
- Berkoordinasi dengan instansi lain yang prioritas peradilan (korupsi, terorisme,
berwenang melakukan pemberantasan narkotika/psikotoprika, pencucian uang).
korupsi.
- Melakukan penyelidikan, penyidikan,
dan penuntutan terhadap tindak pidana
korupsi.
- Melakukan tindakan-tindakan
pencegahan tidak pidana korupsi.
b. Wewenang
- Melakukan pengawasan, penelitian,
penelaahan terhadap instansi yang
menjalankan tugas dan wewenang
dengan pemberantasan korupsi.
- Mengambil alih penyidikan dan
penuntutan terhadap pelaku korupsi
yang sedang dilakukan oleh polisi dan
kejaksaan.
- Menetapkan sistem pelaporan dlm
kegiatan pemberantasan korupsi.
- Meminta laporan instansi terkait
mengenai pencegahan tindak pidana
korupsi.
4. Badan peradilan
a. MA
Wewenang
- Mengadili pada tk.kasasi terhadap
putusan yang diberikan pada tingkat
terakhir oleh pengadilan
- Menguji peraturan perundang-undangan
di bawah UU terhadap UU.
- Kewenangan lain yang ditentukan UU.
b. MK
Merupakan lembaga peradilan pada
tk.pertama dan terakhir untuk:
- Menguji UU terhadap UUD
- Memutuskan sengketa kewenangan
lembaga negara yang kewenangannya
diberikan oleh UUD 1945
- Memutuskan pembubaran parpol
- Memutuskan perselisihan tentang hasil
pemilu
c. Pengadilan Negeri & Pengadilan Tinggi
PERTEMUAN VII 3. Pengaturan sistem dan distribusi kekuasaan
DEMOKRASI DI INDONESIA negara
4. Pengawasan oleh rakyat
Demokrasi >> Bahasa Yunani >> demos (rakyat) dan
demos (pemerintahan) Model-model demokrasi

Artinya, pemerintahan yang rakyatnya memegang 1. Demokrasi liberal


peranan yang sangat menentukan. Pemerintahan yg dibatasi oleh UU dan pemilu
bebas diselenggarakan dlm waktu yg ajeg.
Unsur-unsur yg menopang tegaknya demokrasi 2. Demokrasi terpimpin
1. Negara hukum Para pemimpin percaya bahwa semua tindakan
2. Masyarakat madani (civil society) mereka dipercaya oleh rakyat, tetapi menolak
3. Infrastruktur politik pemilihan umum yg bersaing sbg kendaraan
4. Pers yang bebas dan bertanggungjawab untuk menduduki kekuasaan.
3. Demokrasi sosial
Manfaat demokrasi Demokrasi yg menaruh kepedulian pada
keadilan sosial dan egalitarianism bagi
1. Kesetaraan bagi warga negara
persyaratan untuk memperoleh kepercayaan
2. Memenuhi kebutuhan-kebutuhan umum
politik.
3. Pluralism dan kompromi
4. Demokrasi partisipasi
4. Menjamin hak-hak dasar
Menekankan hubungan timbal balik antara
5. Pembaruan kehidupan sosial
penguasa dan yang dikuasai.
Nilai-nilai demokrasi membutuhkan hal-hal 5. Demokrasi konstitusional
sebagai berikut:
Jenis-jenis demokrasi
1. Kesadaran akan pluralism
1. Berdasarkan cara menyampaikan pendapat
2. Sikap yang jujur dan pikiran yang sehat
a. Demokrasi langsung
3. Demokrasi membutuhkan kerja sama antar WN
Rakyat ikut serta dalam proses
dan sikap serta itikad baik
pengambilan keputusan untuk menjalankan
4. Demokrasi membutuhkan sikap kedewasaan
kebijakan pemerintah.
5. Demokrasi membutuhkan pertimbangan moral
b. Demokrasi tidak langsung (perwakilan)
Prinsip demokrasi yang harus ada dalam Demokrasi ini dijalankan oleh rakyat
pemerintahan (Robert A. Dahl) melalui wakil rakyat yang dipilihnya
melalui pemilu.
1. Adanya kendali atas keputusan pemerintahan c. Demokrasi perwakilan dengan sistem
2. Adanya pemilihan yang teliti dan jujur pengawasan langsung dari rakyat
3. Adanya hak memilih dan dipilih Rakyat memilih wakilnya untuk duduk di
4. Adanya kebebasan menyatakan pendapat tanpa lembaga perwakilan rakyat, tetapi wakil
ancaman rakyat dalam menjalankan tugas diawasi
5. Adanya kebebasan mengakses informasi rakyat melalui referendum (pemungutan
6. Adanya kebebasan berserikat yang terbuka suara untuk mengetahui kehendak rakyat
secara langsung).
Parameter untuk mengukur demokrasi, melalui:
Demokrasi ini dijalankan di Swiss.
1. Pembentukan pemerintahan melalui pemilu Klasifikasi referendum:
2. Sistem pertanggungjawaban pemerintahan 1. Referendum wajib
Dilakukan untuk meminta persetujuan - Bertujuan untuk menyejahterakan
rakyat terhadap hal yang dianggap rakyat.
sangat penting atau mendasar. - Negara yang dibentuk tidak mengenal
2. Referendum tidak wajib perbedaan kelas.
Dilaksanakan jika dlm waktu tertentu - Semua WN sama dalam hukum dan
setelah RUU diumumkan, sejumlah politik.
rakyat mengusulkan referendum. Jika 4. Berdasarkan wewenang & hubungan antar
tidak ada referendum dalam rentang kelengkapan negara
waktu tersebut, RUU dpt menjadi UU a. Demokrasi sistem parlementer
yg bersifat tetap. Ciri-ciri pemerintahan parlementer:
3. Referendum konsultif - DPR lebih kuat dari pemerintah
Referendum ini hanya sebatas meminta - Kepala pemerintahan (eksekutif)
persetujuan, karena rakyat tidak disebut PM dan memimpin kabinet
mengerti permasalahannya, pemerintah dengan sejumlah menteri yang
meminta pertimbangan pada ahli bidang bertanggung jawab kepada DPR
tertentu yang berkaitan dengan - Program kebijakan kabinet disesuaikan
permasalahan itu. dengan tujuan politik anggota parlemen
2. Berdasarkan titik perhatian atau prioritas - Kedudukan kepala negara terpisah dari
a. Demokrasi formal kepala pemerintahan, hanya berfungsi
Secara hukum menempatkan semua orang sebagai simbol negara.
dalam kedudukan yang sama dalam bidang - Jika pemerintah dianggap tidak mampu,
politik. Individu diberi kebebasan yang maka anggota parlemen (DPR) dapat
luas, sehingga disebut juga demokrasi meminta mosi tidak percaya kepada
liberal. parlemen untuk membubarkan
b. Demokrasi material pemerintah.
Memandang manusia mempunyai b. Demokrasi sistem presidensil
kesamaan dlm bidang sosio-ekonomi, Ciri-ciri pemerintahan presidensil:
sehingga persamaan bidang politik tdk - Kepala negara adalah presiden
menjadi prioritas. Dikembangkan di negara - Kekuasaan eksekutif presiden
sosialis-komunis. dijalankan berdasarkan kedaulatan yg
c. Demokrasi campuran dipilih dari dan oleh rakyat langsung
Berupaya menciptakan kesejahteraan atau melalui badan perwakilan
seluruh rakyat dengan menempatkan - Presiden mempunyai kekuasaan
kesamaan derajat dan hak @orang. mengangkat dan memberhentikan
3. Berdasarkan prinsip ideologi menteri
a. Demokrasi liberal - Menteri bertanggung jawab kepada
- Memberikan kebebasan luas pada presiden (bukan ke DPR).
individu. Presiden & DPR setara sebagai lembaga
- Campur tangan pemerintah ditolak. negara, tidak saling membubarkan.
- Tindakan sewenang-wenang
pemerintah terhadap warganya Pelaksanaan demokrasi di Indonesia
dihindari. 1. Demokrasi parlementer (liberal)
- Pemerintah bertindak berdasar Diterapkan saat masa berlakunya UUD 1945
konstitusi. (1945 – 1949) – RIS 1949 – UUDS 1950.
b. Demokrasi rakyat (proletar) Kehidupan politik dan pemerintahan tidak
stabil, sering berganti pemerintahan (cabinet)
>> banyak proker kabinet tdk berjalan baik dan Demokrasi pancasila >> menjalankan
berkesinambungan. pemerintahan dengan menerapkan Pancasila &
2. Demokrasi terpimpin UUD 1945 secara murni dan konsekuen.
Dekrit presiden (5 Juli 1959) dipandang Ciri umum demokrasi pancasila, yaitu:
sebagai usaha mencari jalan keluar dari 1. Mengutamakan musyawarah untuk mufakat
kemacetan politik melalui pembentukan 2. Mengutamakan kepentingan negara dan
kepemimpinan yang kuat >> diterapkan masyarakat
Demokrasi Terpimpin. 3. Tidak memaksakan kehendak kpd orang
Secara konsepsional, demokrasi terpimpin lain
memiliki kelebihan yang dpt mengatasi 4. Selalu diliputi semangat kekeluargaan
permasalahan yg dihadapi rakyat. 5. Adanya rasa tanggung jawab dlm
Pokok-pokok demokrasi terpimpin: menghasilkan musyawarah
a. Demokrasi terpimpin bukanlah dictator 6. Dilakukan dng akal sehat dan sesui hati
b. Demokrasi terpimpin adl demokrasi yg nurani
cocok dng kepribadian dan dasar hidup 7. Hasil keputusan harus dapat
bangsa Indonesia dipertanggungjawabkan secara moral
c. Demokrasi terpimpin adl demokrasi di kepada Tuhan Yang Mahaesa berdasarkan
segala soal kenegaraan dan nilai-nilai kebenaran dan keadilan.
kemasyarakatan, meliputi bidang politik, Tetapi, masih ada penyimpangan saat orba
ekonomi, dan sosial. (tidak sesuai dengan prinsip demokrasi
d. Inti dari pimpinan dlm demokrasi terpimpin pancasila), antara lain:
adl permusyawaratan yg dipimpin oleh a. Penyelenggaraan pemilu yang tidak jujur
hikmat kebijaksanaan. dan tidak adil.
e. Oposisi dlm arti melahirkan pendapat yg b. Rotasi kekuasaan eksekutif hampir
sehat dan membangun diharuskan dlm dikatakan tidak ada
demokrasi terpimpin. c. Pengekangan kebebasan berpolitik bagi
PNS
Tetapi dlm praktiknya, konsep-konsep tersebut d. Kekuasaan kehakiman tdk mandiri karena
tdk terealisasikan, sehingga sering ada para hakim adl anggota PNS Departemen
penyimpangan nilai Pancasila dan UUD 1945. Kehakiman
Penyebabnya: presiden, kelemahan legislatif e. Kurangnya jaminan kebebasan
sebagai partner dan pengendali eksekutif, mengemukakan pendapat
situasi politik yg tdk menentu. f. Sistem kepartaian tdk otonom dan berat
sebelah
Ciri-ciri pemerintahan pada masa ini: g. Maraknya praktik KKN
h. Para menteri dan gubernur diangkat
a. Terbatasnya parpol
menjadi anggota MPR
b. Berkembangnya pengaruh komunis
4. Demokrasi langsung (reformasi)
c. Meluasnya peranan ABRI sebagai unsur
Demokrasi yang dijalankan masa reformasi
sosial politik
masih tetap demokrasi pancasila. Bedanya ada
3. Demokrasi pancasila (orde baru)
pada aturan pelaksanaan dan praktik
Latar belakang >> penyelewengan dan
penyelenggaraan.
permasalahan yg dialami bangsa Indonesia
Beberapa perubahan pelaksanaan demokrasi
pada masa demokrasi parlementer dan
masa reformasi:
terpimpin.
a. Pemilu lebih demokratis
b. Parpol lebih mandiri
c. Pengaturan HAM
d. Lembaga demokrasi lebih berfungsi
e. Konsep trias politika (legislatif, eksekutif,
yudikatif), @ bersifat otonom penuh

Ciri-ciri umum demokrasi pancasila era


reformasi lebih ditekankan pada:

1. Menegakkan kedaulatan rakyat dng


memberdayakan pengawasan sebagai
lembaga negara, lembaga politik, dan
kemasyarakatan.
2. Pembagian secara tegas wewenang antara
badan legislatif, eksekutif, dan yudikatif.
3. Penghormatan kepada keberadaan asas, ciri
aspirasi, dan program partai politik yang
multipartai.

“Ambis itu tidak salah. Yang salah adalah ketika ada


teman butuh bantuan, kita diam saja”

Ayo Semangat UTS. Sebentar lagi kita lulus. Aamiin…

-Peter