Anda di halaman 1dari 3

 Sistem Buffering dari Saliva pada Ruminansia

Pencernaan pada ruminansia bersifat khas. Hal ini disebabkan terdapat 3 (tiga)
proses yang jarang dijumpai pada hewan lain, yaitu pencernaan mekanis di dalam
mulut dengan bantuan saliva (air ludah), pencernaan fermentatif di dalam rumen
dengan bantuan mikroba rumen, dan pencernaan enzimatis pascarumen (Abidin, 2002).
Saliva merupakan buffer bikarbonat sekitar 100 mM, yang tersedia untuk
menetralisir produksi secara terus menerus dan meningkat selama makan dan ruminasi.
Fermentasi maksimum pada ruminansia terjadi lima jam setelah makan. Pada waktu 4-
5 jam setelah makan, pH rumen relative netral (kondisi ideal) untuk menjamin proses
yang maksimum karena nilai pH lebih rendah pada waktu 0,5 – 4 jam setelah makan,
kemudian diseimbangkan, karena produksi asam dan masuk buffer dari saliva atau basa
dari pakan.
Dalam cairan rumen juga terdapat saliva yang berfungsi sebagai buffer dan
membantu mempertahankan pH tetap pada 6,8. Saliva bertipe cair, membuffer asam-
asam hasil fermentasi mikroba rumen. Saliva merupakan zat pelumas dan surfactant
yang membantu di dalam proses mastikasi dan ruminasi. Saliva mengandung elektrolit-
elektrolit tertentu seperti Na, K, Ca, Mg, P, dan urea yang mempertinggi kecepatan
fermentasi mikroba (Hvelplund,1991).
Menurut Kaunang (2004), kisaran yang ideal pH untuk pencernaan serat adalah
6,3 sampai 7,0. Artinya kondisi rumen dalam keadaan optimal untuk pecernaan serat
dan menunjang pertumbuhan dan aktivitas bakteri selulolitik. Normalnya pH
disebabkan saliva yang diekskresikan dalam jumlah banyak oleh ruminansia
mengandung sejumlah besar natrium bikarbonat, yang sangat penting untuk menjaga
pH yang tepat dan berfungsi sebagai buffer terhadap VFA yang dihasilkan oleh
fermentasi bakterial (Tillman et al., 1982).
Pemberian pakan basal jerami padi fermentasi yang mengandung SK cukup
tinggi diduga menjadi faktor yang sangat berpengaruh merangasang sekresi saliva pada
ternak ruminansia. Menurut Bachrudin dan Cahyono (1995); Ørskov (1992), pakan
berserat berperan mendaur ulang buffer pada saliva akibat lamanya waktu yang
digunakan untuk makan dan ruminasi, yang berhubungan erat dengan VFA yang
dihasilkan. Apabila pH cairan rumen kurang dari 6,2 akan menghambat aktivitas
selulolitik, karena menurunnya populasi mikrobia tersebut di dalam rumen, sehingga
akan mempengaruhi aktivitas mikrobia selulolitik mencerna dinding sel tanaman.

KESIMPULAN

1. Saliva berfungi sebagai buffer untuk menetralisir produksi secara terus menerus
dan meningkat selama makan dan ruminasi dengan cara membuffer asam-asam
hasil fermentasi mikroba rumen. Pakan berserat tinggi berperan mendaur ulang
buffer pada saliva akibat lamanya waktu yang digunakan untuk makan dan
ruminasi.
DAFTAR PUSTAKA

Abidin, Z. 2002. Penggemukan Sapi Potong. Agro Media Pustaka. Jakarta.


Asikin, Nevyani. 2015. Karakteristik Fermentasi Rumen pada Ternak Kambing
Kacang Jantan yang diberi Pakan Komplit Berbasis Tongkol Jagung
Mengandung Sumber Protein yang Berbeda. Fakultas Peternakan Universitas
Hasanuddin Makassar. [Skripsi]
Bachruddin, Z., E.W. Cahyono. 1995. Pengaruh pakan serat kasar dari jerami padi
terhadap aktivitas enzim selulase dan hemiselulase cairan rumen ternak
ruminansia. Berkala penelitian. Program Pasca Sarjana UGM, Yogyakarta.
Hvelplund,T. 1991. Volatile Fatty Acids and Protein Production in The Rumen. In :
J.P.Jouvany (Ed), Rumen Microbial Metabolism and Ruminant Digestion Inra:
Paris.
Kaunang, C. L. 2004. Uji In Vivo Silase Hijauan Pakan yang Dipupuk Kandang dan
Air Belerang pada Domba. Tesis S-2. Program Pasca Sarjana Institut Pertanian
Bogor.
Ørskov E.R. 1992. Protein nutrition in ruminants. Second edition. Published by
Academic Press Ltd, London.
Rahman, D. K. 2008. Pengaruh Penggunaan Hidrolisat Tepung Bulu Ayam dalam
Ransum terhadap Kecernaan Bahan Kering dan Bahan Organik serta
Konsentrasi Amonia Cairan Rumen Kambing Kacang Jantan. Fakultas
Pertanian Universitas Sebelas Maret Surakarta. [Skripsi]
Tillman, A. D., H. Hartadi, S. Reksohadiprodjo, S. Prawirokusumo dan S.
Lebdosoekojo. 1982. Ilmu Makanan Ternak Dasar. Gadjah Mada University
Press. Yogyakarta.
Usman, Yunasri. 2013. Pemberian Pakan Serat Sisa Tanaman Pertanian (Jerami
Kacang Tanah, Jerami Jagung, Pucuk Tebu) Terhadap Evolusi pH, N-NH3 dan
VFA Di dalam Rumen Sapi. Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala, Banda
Aceh. Vol (13) No. 2 : 53-58.