Anda di halaman 1dari 5

Almira Lisantika

19931215 201903 2 008

PENUGASAN E-LEARNING
AKUNTABILITAS

PUSAT PELATIHAN MANAJEMEN DAN


KEPEMIMPINAN NEGARA

19 Maret 2019
• Pekerjaan yang berhubungan dengan aspek akuntabilitas beserta
1 nilai akuntabilitas yang ada di dalamnya

Pegawai Negeri Sipil (PNS) memiliki hubungan yang sangat erat dengan aspek akuntabilitas.
PNS menerapkan aspek akuntailitas sebagai hubungan karena PNS merupakan pelayan
masyarakat yang harus dapat bertnggung jawab memberikan arahan yang memadai dan
bimbingan kepada masyarakat yang membutuhkan pelayanan dan/atau informasi dari kita.
Selain itu, hubungan ini juga perlu dibangun di antara pegawai dengan atasan atau/dan teman
sejawat, pegawai dengan institusi dan pegawai dengan negara. Hubungan antara atasan
atau/dan teman sejawat perlu dibangun untuk menciptakan suasana kerja yang baik.
Hubungan ini harus dapat dipertanggungjawabkan dan tidak boleh disalahgunakan untuk
kepentingan pribadi atau kelompok. Hubungan antara pegawai dengan institusi dan negara
dapat dilakukan dengan cara menjunjung tinggi martabat dan kehormatan, serta nama baik
institusi dan negara.

Akuntabilitas berorientasi pada hasil menuntut setiap pegawai/kelompok/institusi untuk


bertanggung jawab dalam menjalankan tugas dan kewajibannya, serta selalu bertindak dan
berupaya untuk memberikan kontribusi untuk mencapai hasil yang maksimal. Pegawai harus
dapat berinovasi dan berkreasi untuk meningkatkan kualitas kinerja pegawai dan institusi itu
sendiri. Contohnya, pegawai di bidang pengujian dapat melakukan inovasi untuk memastikan
penguji menggunakan pakaian laboratorium yang baik dan benar dengan cara memberikan
stiker pengingat yang menarik perhatian di depan pintu laboratorium.

Aspek akuntabilitas harus memiliki laporan mengharuskan pegawai untuk dapat


mempertanggungjawabkan kinerjanya selama jangka waktu tertentu yang telah ditetapkan.
Laporan tersebut memperlihatkan tindakan-tindakan apa saja yang telah dilakukan oleh
pegawai dan capaian-capaian yang telah diraih dari tindakannya tersebut. Laporan tersebut
harus transparan dengan menyertakan bukti yang nyata sehingga dapat
dipertanggungjawabkan. Sebagai contoh dari paragraph sebelumnya, melampirkan bukti
stiker pada laporan dan foto stikeryang telah ditempel di depan pintu, serta perubahan yang
terjadi setelah tindakan tersebut dilakukan.

Hasil dari laporan tersebut kemudian akan dievaluasi dan akan menghasilkan konsekuensi
karena aspek akuntabilitas memerlukan konsekuensi. Konsekuensi dapat berupa penghargaan
atau pun sanksi. Apabila hasil dari tindakan yang telah kita laporkan sebelumnya dapat
mencapai harapan atau target maka dapat diberikan penghargaan seperti kenaikan tunjangan.
Namun, apabila pegawai tidak mencapai hasil atau target yang diharapkan dapat dikenai
sanksi seperti pemberhentian kenaikan tunjangan sementara. Dengan begitu, pegawai akan
termotivasi untuk mengeluarkan usaha terbaiknya agar dapat mencapai target kerja sehingga
akuntabilitas dapat memperbaiki kinerja.
2
• Studi kasus akuntabilitas dalam konteks

Kasus yang diambil berkaitan dengan Bidang Pengujian di laboratorium terinspirasi dari
Hadi, A., 2008. Bidang Pengujian mempunyai tugas melaksanakan kebijakan operasional di
bidang pengujian kimia dan mikrobiologi Obat dan Makanan. Selama melakukan pengujian,
penguji dan laboratorium harus memenuhi nilai-nilai akuntabilitas. Akuntabilitas sebuah hasil
pengujian dapat dilihat dari jaminan data yang dihasilkan memiliki validitas data yang dapat
dipertanggungjawabkan secara ilmiah maupun hukum, penerapan pengendalian mutu internal
untuk data kualitas yang telah dihasilkan memenuhi batas keberterimaan, dan dapat
dibuktikan ketelusuran data yang telah dihasilkan.

Hal ini sangat diperlukan mengingat seorang penguji biasanya bekerja dengan dirinya sendiri
sehingga akan lebih mudah melakukan praktik kecurangan. Kecurangan yang dimaksud
seperti pengujian yang asal-asalan, pengujian yang tidak mengikuti prosedur yang ada,
pemalsuan data, penggunaan sumber daya negara (bahan dan alat uji) yang tidak semestinya,
bahkan pencurian data, bahan, atau alat laboratorium.

Selain itu, laboratorium dan peralatannya yang tidak dipelihara dengan baik dapat
menghilangkan nilai akuntabilitas dalam bekerja. Peralatan dalam laboratorium harus
dikalibrasi secara berkala agar data yang dihasilkan terjaga validitasnya.

• Pemecahan Masalah
3

Pemecahan masalah yang dapat diterapkan untuk menghindari permasalahan dari studi kasus
yang paling dasar adalah memberikan pendidikan dan menanamkan nilai akuntabilitas pada
masing-masing diri penguji. Selain itu, setiap penguji diwajibkan mengikuti training untuk
meningkatkan kapasitas dan kemampuan penguji dalam bidangnya masing-masing. Solusi
nyata yang dapat diterapkan yakni dengan penerapan sistem pembukuan pada alat bahan yang
masuk ke dalam laboratorium dan banyaknya alat dan bahan yang digunakan atau/dan rusak
atau hilang.
Pembuatan laporan hasil uji merupakan salah satu langkah untuk menerapkan nilai
akuntabilitas. Hasil dari uji laboratorium dapat menjadi bukti pertanggungjawaban seorang
penguji atas pengujiannya. Ketelusuran data yang dihasilkan dapat ditemukan dalam laporan
uji.

Laporan dan pengawasn yang dilakukan oleh atasan, kolega, dan bawahan akan
memunculkan suatu konsekuensi bagi si pegawai. Konsekeunsi bisa berupa penghargaan atau
sanksi tergantung dari capaian yang telah diraih oleh pegawai. Konsekuensi ini yang dapat
membuat pegawai terpacu untuk memberikan kemampuan terbaiknya dan menghasilkan hasil
yang memuaskan.

Aspek akuntabilitas dari laboratoriumnya sendiri dapat dibuktikan dengan penerapan mutu
pengendalian internal dan sertifikasi atau akreditasi dari badan resmi. Maka dari itu,
laboratorium wajib memenuhi kelengkapan, kebenaran, dan kesesuaian dalam pemenuhan
good laboratory practice berdasarkan ISO/IEC 17025 maupun peraturan perundang-
undangan yang berlaku dan harus terus diperbaharui dan disesuaikan dengan peraturan yang
baru.

Pembinaan, pengawasan, dan evaluasi yang dilakukan oleh lebaga yang independen dan
kompeten di bidang laboratorium menjadikan akuntabilitas pengujian laboratorium bukan
hanya tanggung jawab individu melainkan juga instansi.