Anda di halaman 1dari 12

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Konstruksi suatu bangunan selalu diciptakan untuk dapat menahan berbagai
macam muatan. Muatan yang dimaksud dalah muatan yang tersebut dalam
Peraturan Muatan Indonesia 1970 NI-18.
Berbagai muatan tergantung pada perencanaan, bahan dan tempat suatu
bangunan akan didirikan. Ada pula suatu kondisi muatan pada suatu konstruksi
dapat berubah dengan cepat sekali atau sebaliknya.
Muatan yang membebani suatu konstruksi akan dirambatkan oleh
konstruksi kedalam tanah melalui pondasi. Gaya-gaya dari tanah yang memberi
perlawanan terhadap gaya rambat tersebut disebut reaksi. Konstruksi yang stabil
harus diperhitungkan syarat kesetimbangan luar tersebut, yakni aksi = reaksi.
Muatan yang reaksi yang menciptakan kestabilan konstruksi disebut gaya luar.
Dalam hal konstruksi mencapai keseimbangan ini, maka konstruksi
dianggap Free Body yang menahan keseimbangan gaya luar. Konstruksi
merambatkan gaya dari muatan sampai kepada perletakan. Gaya rambat ini
diimbangi oleh gaya yang berasal dari kekuatan bahan konstruksi, berupa gaya
lawan dari konstruksi yang selanjutnya disebut gaya dalam.
Analisa struktur adalah proses untuk menentukan respon suatu struktur
akibat pembebanan agar memenuhi persyaratan keamanan (safety), biaya
(economy), dan terkadang estetika (aesthetics). Respon struktur ini biasanya diukur
dengan perhitungan reaksi-reaksi (reactions), gaya-gaya dalam batang (internal
forces), dan perpindahan posisi (displacement) struktur.

1.2 Rumusan Masalah


a. Apa yang dimaksud dengan gaya dalam?
b. Apa saja jenis gaya dalam ?
c. Bagaimana cara menghitung gaya dalam?

1
1.3 Tujuan Masalah
a. Untuk mengetahui pengertian gaya dalam
b. Untuk mengetahui jenis-jenis gaya dalam
c. Untuk mengetahui cara menghitung gaya dalam

2
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian
Gaya adalah penyebab yang mengubah sesuatu benda dari keadaan diam
menjadi bergerak, atau sebaliknya. Contoh bila seseorang menarik sebuah benda
dengan benang/tali, maka benda tersebut telah mendapatkan gaya sehingga benda
itu berpindah.

Gambar 2.1. Prinsip gaya


Sumber: Husin, 1989

Gaya pada mekanika teknik dapat diartikan sebagai beban yang bekerja
pada suatu konstruksi. Gaya merupakan besaran vektor atau aksi sebuah benda
terhadap benda lain yang umumnya ditentukan oleh titik tangkap (kerja), besar
dan arah. Sebuah gaya mempunyai besar, arah dan titik tangkap tertentu yang
digambarkan dengan anak panah. Makin panjang anak panah makin besar
gayanya.
Gaya dalam adalah gaya yang ada di dalam badan struktur yang
berusaha menjaga keseimbangan beban-beban luar yang bekerja pada struktur
(Reaksi vertikal/Rv dan Reaksi horisontal/Rh). Aksi gaya eksternal (beban)
menyebabkan timbulnya gaya internal (reaksi) di dalam elemen struktur.
Timbulnya tegangan dan regangan internal. Tegangan adalah intensitas
gaya/satuan luas (N/nm2).
Gaya dalam dapat juga diartikan sebagai gaya pada badan struktur yang
timbul akibat adanya keseimbangan gaya aksi dan reaksi. Gaya dalam tidak
mungkin timbul jika gaya aksi dan reaksi tidak seimbang. Apabila pada suatu
benda bekerja sebuah gaya, maka di dalam benda tersebut terjadi gaya lawan
yang besarnya sama dengan gaya tersebut dalam satu garis kerja (gaya aksi =
gaya reaksi, hukum Newton III). Tipe gaya internal, yaitu: Tarik, Tekan,
Lentur, Geser, Torsi, Tumpu.

3
Gaya Tarik. Kecenderungan menarik elemen hingga putus.
Kekuatan elemen tarik tergantung dari luas penampang, panjang dan
materialnya. Tegang tarik/gaya internal tarik terdistribusi merata pada
penampang elemen (gaya/luas).

Gaya Tekan. Kecenderungan menyebabkan hancur atau tekuk pada


elemen. Elemen pendek cenderung hancur, elemen panjang dapat tiba-tiba
tertekuk/fenomena buckling. Elemen panjang tidak dapat memikul beban
yang besar.
Gaya Lentur. Umumnya terjadi di balok. Jika satu permukaan terjadi
tekan, satu permukaan lain terjadi tarik. Tekan dan tarik terjadi pada satu
penampang yang sama. Kekuatan terhadap lentur tergantung dari distribusi
material pada penampang dan jenis material.
Gaya Geser. Aksi-aksi gaya berlawanan arah yang menyebabkan
bagian struktur tergelincir/geser terhadap yang lain, umumnya terjadi pada
balok
Gaya Torsi. Torsi adalah fenomena puntir, dimana terjadi gaya rotasi
berlawanan secara aksial pada penampang elemen struktur. Pada torsi, terjadi
gaya tarik dan tekan.

2.2 Jenis-Jenis Gaya Dalam

a. Gaya Normal
Gaya Normal adalah gaya dalam yang bekerja tegak lurus
penampang dan titik pusat kerja gaya pada titik berat penampang
dinama gaya itu bekerja. Gaya ini dapat juga disebut juga gaya
Aksial. Untuk lebih jelasnya lihat gambar berikut ini.

N Elemen struktur
N

N N Free Body

Gambar 2.2.1. Gaya Normal


Gaya Normal disimbolkan dengan huruf N dan satuan gaya ini
adalah berat, misalnya Kg.

4
b. Gaya Lintang
Gaya Lintang adalah gaya dalam yang berkerja melintang atau
tegak lurus gaya Normal atau sejajar penampang melintang
elemen struktur dimana gaya itu bekerja (lihar gambar berikut).
Gaya ini disimbolkan dengan huruf Q dan satuannya adalah
berat, misalnya Kg.

Q Free Body

N Elemen struktur N

Q
Q

N N

Q
Gambar 2.2.2. Gaya Lintang

c. Momen
Momen merupakan perkalian gaya dengan jarak terpendek.
Jarak terpendek adalah jarak yang tegak lurus terhadap gaya
dengan titik pusat momen. Sehingga satuan Momen adalah
berat kali jarak misalnya kg.m.

P
MA = PL
L
A A

Gambar 2.2.3. Momen

Jadi Momen titik A, (MA) adalah gaya kali jarak terpendek ke


titik A. Simbol Momen yang dipakai adalah M.

5
2.3 Sistem Perjanjian Tanda

Untuk menganalisa struktur dibutuhkan suatu perjanjian tanda.


Perjanjian tanda pada dasarnya dapat dibagi dua yakni: perjanjian tanda
yang sifatnya sementara dan perjanjian tanda yang tetap (ini merupakan
suatu kesepakatan yang telah baku secara umum). Perjanjian tanda yang
sifatnya sementara adalah perjanjian tanda yang dipakai pada perhitungan
reaksi perlatakan/tumpuan. Sedangkan perjanjian tanda yang tetap adalah
perjanjian tanda yang dipakai untuk menghitung dan menggambar gaya-
gaya dalam.
Agar tidak terjadi kesalahan dalam perhitungan maka kita gunakan
satu sistem perjanjian tanda yakni :
1. Untuk gaya horisontal dan vertikal mengikut perjanjian tanda diagram
Cartesius yaitu gaya horisontal kekanan bertanda positif (+)
sebaliknya kekiri bertanda negatif (-) sedangkan gaya vertikal keatas
betanda (+) sebaliknya kebawah bertanda negatif (-).
2. Untuk momen, putaran searah jarum jam bertanda positif (+)
sebaliknya bertanda negatif (-)
+

-
- +
+
-

Sistem perjanjian tanda ini hanya menyatakan arah bukan berarti nilai
dari pada gaya adalah negatif. Untuk perhitungan gaya-gaya dalam
perjanjian tanda di atas tidak dapat digunakan seluruhnya. Perjanjian
tanda di atas untuk gaya vertikal (gaya lintang) dan momen dapat dipakai
untuk arah tinjauan dari kiri ke kanan. Akan tetapi untuk arah tinjauan
dari kanan kekiri perjanjian tersebut berlaku sebaliknya seperti gambar di
bawah ini.

6
-

+
+
-

Untuk memudahkan mengingat perjanjian tanda untuk momen gunakan kaidah


kedua tangan anda. Lihat gambar di bawah ini.

+
+
Arah tinjauan Arah tinjauan

- -

Lebih jelasnya sistem perjanjian tanda untuk perhitunga Gaya Gaya Dalam dan
Penggambarannya lihat penjelasan berikut ini.

a. Gaya Normal
Gaya Tekan bertanda negatif (-) N N

N N
Gaya Tekan bertanda positif (+)

Gambar 2.3.4. Sistem perjanjian tanda untuk gaya normal


Untuk penggambaran bidang Normalnya, gaya yang bertanda negatif
digambarkan pada daerah/sisi bawah sedangkan yang bertanda positif
digambarkan pada daerah/sisi atas.

b. Gaya Lintang

Q Q

Q Q

Gambar 2.3.5. Sistem perjanjian tanda untuk gaya lintang

7
Untuk penggambaran bidang Lintangnya gaya yang bertanda negatif
digambarkan pada daerah/sisi bawah sedangkan yang bertanda positif
digambarkan pada daerah/sisi atas.

c. Momen

Gambar 3.5. Sistem perjanjian tanda untuk momen

Dengan kata lain elemen struktur melentur kebawah (sisi atas tertekan
dan sisi bawah tertarik) bidang momennya bertanda positif (+) sebaliknya
bila melentur keatas (sisi atas tertarik dan sisi bawah tertekan) bidang
momennya bertanda negatif (-). Untuk menggambaran bidang momen
positif digambar pada daerah tarik (bawah) dan bidang momen negatif
digambar pada daerah tarik (atas).
Sistem penggambaran ini tidak baku dalam literatur lain
penggambarannya berbeda dengan penjelasan diatas. Akan tetapi model
penggambaran ini yang paling umum dipakai.

2.4 Mencari Gaya-Gaya Dalam

Gaya dalam :

1. Gaya reaksi
2. Gaya momen (Mx) , Gaya Lintang ( Lx ), dan Gaya Normal ( Nx )

Gaya Lintang ( Lx ) = Selisih gaya verticalGaya Momen ( Mx ) = Gaya . Jarak

1. Beban terpusat.
2. Beban Merata.

8
 Beban berpusat

 Mencari Reaksi

Syarat :

∑H=0 ; ∑M=0 ; ∑V=0

 Mencari VA Mencari VB

∑MB = 0 ∑MA = 0

VA.6 – 5.3 = 0 VB.6 – 5.3 = 0

6VA – 15 = 0 6VB-15 = 0

6VA = 15 6VB = 15

VA = 2,5 T VB = 2,5 T

 Pengecekkan

∑V=0

VA + VB – 5 = 0

VA + VB = 5

2,5 T + VB = 5

VB = 2.5 T

9
 Menggambar Free Body

0 <X ≤ 3

Maka :

Lx = VA = 2,5

Mx = VA.X = 2,5 . X

3≤ X ≤ 6

X= 3+X’

X’ = X-3

Maka :

Lx = VA- P = 2,5 – 5 = -2,5

Mx = VA. X – 5.X’ = 2,5 X – 5( x-3 )

10
 Selanjutnya kita buat tabel seperti di bawah ini :

 Dari tabel di atas kita gambar Bidang Lintang

 Gambar Bidang Momen

Penting : Jika hasil Lx atau Mx bertanda (-) Maka arah gambarnya ke atas dan jika
bertanda ( + ) Maka arah gambarnya ke Bawah.

11
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Berdasarkan makalah yang telah dibuat, dapat ditarik kesimpulan bahwa
gaya dalam merupakan gaya yang ada di dalam badan struktur yang berusaha
menjaga keseimbangan beban-beban luar yang bekerja pada struktur. Atau
dengan kata lain dapat dikatakan bahwa gaya dalam adalah gaya pada badan
struktur yang timbul akibat adanya keseimbangan gaya aksi dan reaksi.
Gaya dalam terbagi kedalam 3 jenis, yaitu gaya normal (N), gaya lintang
(L), dan momen (M). Gaya normal yaitu gaya yang bekerja sejajar dengan
sumbu memanjang batang. Gaya lintang yaitu gaya yang bekerja tegak lurus
dengan sumbu memanjang batang. Gaya momen yaitu gaya yang
membengkokkan batang.

3.2 Saran
Sebaiknya kita sebagai mahasiswa teknik industri harus lebih memperdalam
ilmu mekanika teknik ini agar dapat menciptakan inovasi baru untuk kehidupan
yang lebih baik.

12