Anda di halaman 1dari 43

MODUL BAHAN AJAR

( METODOLOGI KEPERAWATAN )

BERFIKIR KRITIS

LILIN ROSYANTI
INDRIONO HADI
POLTEKKES KENDARI
2017
1
Modul Metodologi keperawatan

Program Studi : Keperawatan


Kode Mata Kuliah :
Nama Mata Kuliah : Metodologi keperawatan
Jumlah Sks : 2
Semester : 2 (dua)
Mata Kuliah Pra Syarat : -
Strandar Kompentensi : Mahasiswa Dapat Mengetahui, Memahami, Menganalisis
berfikir kritis dalam keperawatan.

Indikator :
1. Pengertian Berfikir Kritis
2. Manfaat dan Fungsi Berfikir Kritis
3. Asumsi Berfikir (think):
4. Elemen Berpikir Kritis
5. Model Berpikir Kritis Dalam Keperawatan
6. Analisa Berfikir Kritis
7. Berfikir Bogis dan Kreatif
8. Karakteristik Berpikir Kritis
9. Pemecahan Masalah Dalam Berpikir Kritis
10. Proses Pengambilan Keputu- san Berfikir Kritis Dalam Keperawatan

Tujuan Pembelajaran:Setelah Perkuliahan Diharapkan Mahasiswa Mampu :


1. Menjelaskan Pengertian Berfikir Kritis
2. Menjelaskan Manfaat dan Fungsi Berfikir Kritis
3. menjelaskan Asumsi Berfikir (think):
4. Memahami Elemen Berpikir Kritis
5. Memahami Model Berpikir Kritis Dalam Keperawatan
6. Memahami Analisa Berfikir Kritis
7. Memahami Berfikir Bogis dan Kreatif
8. Memahami Karakteristik Berpikir Kritis
9. Memahami Pemecahan Masalah Dalam Berpikir Kritis
10. Memahami Proses Pengambilan Keputu- san Berfikir Kritis Dalam
Keperawatan

2
Pokok-pokok Materi :
1. Pengertian Berfikir Kritis
2. Manfaat dan Fungsi Berfikir Kritis
3. AsumsiBerfikir(think):
4. Elemen Berpikir Kritis
5. Model Berpikir Kritis Dalam Keper- awatan
6. Analisa Berfikir Kritis
7. Berfikir Logis dan Kreatif
8. Karakteristik Berpikir Kritis
9. Pemecahan Masalah Dalam Berpikir Kritis
10. Proses Pengambilan Keputusan Berfikir Kritis Dalam Keperawatan

3
PENDAHULUAN

A. Latar belakang

Berfikir merupakan suatu proses yang berjalan secara


berkesenambungan mencakup interaksi dari suatu rangkayan pikiran dan
persepsi. Sedangkan berfikir karitis merupakan konsep dasar yang terdiri dari
konsep berfikir yang berhubungan dengan proses belajar dan kritis itu sendiri
berbagai sudut pandang selain itu juga membahas tentang komponen berfikir
kritis dalam keperawatan yang didalamnya dipelajari defenisi,elemen berfikir
kritis,model berfikir kritis,analisa berfikir kritis,berfikir logis dan kreatif,
krakteristik berfikir kritis,pemecahan masalahdan langka-langka pemecahan
masalah,proses pengambilan keputusan,fungsi berfikir kritis,model
pebggunaan atribut,proses intuisi,indikator, dan prinsip utama .
Perawat sebagai bagian dari pemberi layanan kesehatan, yaitu memberi
asuhan keperawatan dengan menggunakan proses keperawatan akan selalu
dituntut untuk berfikir kritis dalam berbagai situasi. penerapan berfikir kritis
dalam proses keperawatan dengan kasus nyata yang akan memberikan
gambaran kepada perawat tentang pemberian asuhan keperawatan yang
komprehensif dan bermutu. Seseorang yang berfikir dengan cara kreatif akan
melihat setiap masalah dengan sudut yang selalu berbeda meskipun obyeknya
sama, sehingga dapat dikatakan, dengan tersedianya pengetahuan baru,
seseorang profesional harus selalu melakukan sesuatu dan mencari apa yang
selalu efektif dan ilmia dan memberikan hasil yang lebih baik untuk
kesejateraan diri maupun orang lain.
Proses berfikir ini dilakukan sepenjang waktu sejalan dengan
keterlibatan kita dalam pengalaman baru dan menerapkan pengetahuan yang
kita miliki, kita jadi lebih mampu untuk membentuk asumsi, ide-ide dan
membuat simpulan yang valid. Semua proses tersebut tidak terlepas dari
sebuah proses berfikir dan belajar.
Berpikir kritis adalah cara manusia berpikir secara logis tentang suatu
hal. Dengan berpikir secara kritis, manusia bisa menganalisis fakta, membuat
gagasan atau pendapat, mempertahankan pendapat, menarik kesimpulan,

4
mengevaluasi argument dan memecahkan masalah. Dalam keperawatan,
berpikir kritis sangatlah diperlukan karena bagaimanapun juga semua
tindakan keperawatan yang dilakukan membutuhkan tingkat pemikiran yang
tinggi. Tidak ada tindakan yang dilakukan tanpa berpikir secara kritis. Berpikir
bukan suatu proses yang statis dan menoton, tetapi selalu berubah secara
konstan dan dinamis dalam setiap hari atau setiap waktu.
Dalam praktik keperawatan, seorang perawat haruslah mempunyai
keterampilan dan pengetahuan untuk menganalisis keluhan pasien, mencari
informasi,memprediksi,dan dapat menggunakan alasan-alasan yang rasional
karena mengingat profesi yang langsung berhadapan dengan nyawa manusia.
Proses berpikir ini dilakukan sepanjang waktu sejalan dengan keterlibatan kita
dalam pengalaman-pengalaman baru dan menerapkan pengetahuan yang kita
miliki sehingga kita bisa jadi lebih mampu untuk membuat pendapat,ide-
ide,ataupun kesimpulan-kesimpulan yang baik. Semua proses tersebut tidak
terlepas dari sebuah proses berpikir dan belajar.
Berpikir kritis adalah suatu aktifitas kognitif yang berkaitan dengan
penggunaan nalar. Belajar untuk berpikir kritis berarti menggunakan proses-
proses mental, seperti memperhatikan, mengkategorikan, seleksi, dan
menilai/memutuskan.
Kemampuan dalam berpikir kritis memberikan arahan yang tepat dalam
berpikir dan bekerja, dan membantu dalam menentukan keterkaitan sesuatu
dengan yang lainnya dengan lebih akurat. Oleh sebab itu kemampuan berpikir
kritis sangat dibutuhkan dalam pemecahan masalah / pencarian solusi, dan
pengelolaan proyek.Pengembangan kemampuan berpikir kritis merupakan
integrasi beberapa bagian pengembangan kemampuan, seperti pengamatan
(observasi), analisis, penalaran, penilaian, pengambilan keputusan, dan
persuasi. Semakin baik pengembangan kemampuan-kemampuan ini, maka
kita akan semakin dapat mengatasi masalah-masalah/proyek komplek dan
dengan hasil yang memuaskan.
Kemampuan berpikir kritis merupakan kemampuan yang sangat
esensial untuk kehidupan, pekerjaan, dan berfungsi efektif dalam semua
aspek kehidupan lainnya. Berpikir kritis telah lama menjadi tujuan pokok
dalam pendidikan sejak 1942. Penelitian dan berbagai pendapat tentang hal

5
itu, telah menjadi topik pembicaraan dalam sepuluh tahun terakhir ini (Patrick,
2000:1). Definisi berpikir kritis banyak dikemukakan para ahli.
Kember (1997) menyatakan bahwa kurangnya pemahaman pengajar
tentang berpikir kritis menyebabkan adanya kecenderungan untuk tidak
mengajarkan atau melakukan penilaian ketrampilan berpikir pada siswa.
Seringkali pengajaran berpikir kritis diartikan sebagai problem solving,
meskipun kemampuan memecahkan masalah merupakan sebagian dari
kemampuan berpikir kritis (Pithers RT, Soden R., 2000).
Review yang dilakukan dari 56 literatur tentang strategi pengajaran
ketrampilan berpikir pada berbagai bidang studi pada siswa sekolah dasar dan
menengah menyimpulkan bahwa beberapa strategi pengajaran seperti
strategi pengajaran kelas dengan diskusi yang menggunakan pendekatan
pengulangan, pengayaan terhadap materi, memberikan pertanyaan
yang memerlukan jawaban pada tingkat berpikir yang lebih tinggi,
memberikan waktu siswa berpikir sebelum memberikan jawaban
dilaporkan membantu siswa dalam mengembangkan kemampuan berpikir.
Dari sejumlah strategi tersebut, yang paling baik adalah
mengkombinasikan berbagai strategi

PEMBAHASAN MODUL

1. Proses Pembelajaran :1

6
Apakah Anda sudah siap dengan materi pembelajaran yang baru. Saya
berharap Anda sudah siap, Materi yang akan kita pelajari pada kegiatan
belajar-2 ini, adalah “ Berfikir kritis”
Apakah Anda mengetahui tentang Berfikir kritis? Coba Anda sebutkan
pengertian berfikir kritis menurut Anda, Tuliskan jawaban Anda pada kolom
dibawah ini!

Bagaimana jawaban Anda, tentu benar bukan! Selanjutnya jawaban Anda


bandingkan atau cocokkan dengaN pendapat para ahli berikut ini:
1) Pengertian Berpikir Kritis.
Berfikir merupakan suatu proses yang berjalan secara
berkesinambungan mencakup interaksi dari suatu rangkaian pikiran dan
persepsi. Sedangkan berfikir karitis merupakan konsep dasar yang terdiri
dari konsep berfikir yang berhubungan dengan proses belajar dan kritis itu
sendiri berbagai sudut pandang selain itu juga membahas tentang
komponen berfikir kritis dalam keperawatan yang didalamnya dipelajari
defenisi, elemen berfikir kritis, model berfikir kritis, analisa berfikir kritis,
berfikir logis dan kreatif, krakteristik berfikir kritis, pemecahan masalah dan
langkah-langkah pemecahan masalah, proses pengambilan keputusan,
fungsi berfikir kritis, model penggunaan atribut, proses intuisi, indikator,
dan prinsip utama .
Anda sebagai seorang Perawat merupakan bagian dari pemberi layanan
kesehatan, yaitu memberikan asuhan keperawatan dengan menggunakan

7
proses keperawatan akan selalu dituntut untuk berfikir kritis dalam
berbagai situasi. penerapan berfikir kritis dalam proses keperawatan
dengan kasus nyata yang akan memberikan gambaran kepada anda tentang
pemberian asuhan keperawatan yang komprehensif dan bermutu.
Seseorang yang berfikir dengan cara kreatif akan melihat setiap masalah
dengan sudut yang selalu berbe- da meskipun obyeknya sama, sehingga
dapat dikatakan, dengan tersedianya pengetahuan baru, seseorang
profesional harus selalu melakukan sesuatu dan mencari apa yang selalu
efektif dan ilmia dan memberikan hasil yang lebih baik untuk kesejateraan
diri maupun orang lain.
Nah, selanjutnya Apakah Anda mengetahui apa pengertian Berfikir
kritis? Coba Anda sebutkan pengertian berfikir kritis menurut Anda,
Tuliskan jawaban Anda pada kolom dibawah ini!

Bagaimana jawaban Anda, tentu benar bukan!


Selanjutnya jawaban Anda bandingkan atau cocokkan dengan pendapat
beberapa ahli berikut ini:
a. Menurut para ahli (Pery dan Potter,2005), berpikir kritis adalah suatu
proses dimana seseorang atau individu dituntut untuk
menginterfensikan atau mengevaluasi informasi untuk membuat
sebuah penilain atau keputusan berdasarkan kemampuan,menerapkan
ilmu pengetahuan dan pengalaman.
b. Menurut Bandman (1988), berpikir kritis adalah pengujian secara
rasion- al terhadap ide-ide, kesimpulan, pendapat, prinsip,
pemikiran,masalah, kepercayaan, dan tindakan.

8
c. Menurut strader(1992),berfikir kritis adalah suatu proses pengujian yang
menitik beratkan pendapat tentang kejadian suatu Afakta yang mutakhir
dan menginterprestasikanya serta mengevaluasi pendapat-pendapat
tersebut untuk mendapatkan suatu kesimpulan tentang adanya perpetif
atau pandangan baru. Berfikir kritis adalah suatu proses berfikir
sistematik yang penting bagi seorang prfesional. Berfikir kritis akan
membantu profisional dalam memenuhi kebutuhan klien. Berfikir kritis
adalah berfikir dengan tujuan dan mengarah sasaran yang membantu
individu dan membantu penilaian berdasarkan data bukan fikiran.
Berfikir kritis berdasarkan pada metode penyelidikan ilmiah,yang juga
menjadi akar dalam proses keperawatan.
Berfikir kritis dan proses keperawatan adalah krusial untuk
keperawatan professional karena cara berfikir ini terdiri atas
pendekatan kolistik untuk pemecahan masalah. Berfikir kritis adalah
proses perkembangan kompleks yang berdasarkan pada fikiran rasional
dan cermat. Menjadi pemikir kritis adalah sebuah denominator umum
untuk pengetahuan yang menjadi contoh dalam pemikiran disiplin
mandiri. Jadi yang di maksud dengan berfikir kritis merupakan suatu
tehnik befikir yang melatih kemampuan dalam mengevaluasi atau
melakukan penilaian secara cermat tentang tepat tidaknya atau layak
tidaknya suatu gagasan yang mencakup penilaian dan analisis secara
rasional tentang semua informasi masukan,pendapat,dan ide-ide yang
ada,kemudian merumuskan kesimpulan dan mengambil suatu
keputusan.
d. Definisi Berfikir Kritis Menurut iskandar (2009:86-87) kemampuan
berfikir merupakan kegiatan penalaran yang reflektif,kritis dan kreatif
yang beroreientasi pada suatu proses inteletual yang melibatkan
pembentukan kosep(concept tualizing),aplikasi,analisis,menilai
informasi yang terkumpul (sintesis) atau di hasilkan dari pengamatan
,pengalaman,refleksi,komunikasi sebagai landasan kepada suatu
keyakinan (kepercayaan) dan tindakan. Berfikir adalah satu keaktifan
pribadi manusia yang mengakibatkan penemuan yang terarah kepada

9
suatu tujuan. Kita berfikir ntuk menemukan pemahaman yang kita
kehendaki.
Untuk lebih mengoptimalkan dalam proses berpikir kritis
setidaknya anda harus faham dari komponen berpikir kritis itu sendiri,
dan komponen berpikirkritis meliputi pengetahuan dasar, pengalaman,
kompetensi, sikap dalam ber- pikir kritis, standar/ krakteristik berpikir
kritis. Keterampilan kongnitif yang digunakan dalam berpikir kualitas
tinggi memerlukan disiplin intelektual, evaluasi diri, berpikir ulang,
oposisi, tantangan dan dukungan.

2) Manfaat dan Fungsi Berfikir Kritis


a. Manfaat Berfikir Kritis
Berpikir kritis adalah proses perkembangan kompleks, yang
berdasar- kan pada pikiran rasional dan cermat menjadi pemikir kritis
adalah denominatur umum untuk pengetahuan yang menjadi contoh
dalam pemikiran yang disiplin dan mandiri. Sebagai seorang perawat
tentu Anda sering diperhadapakan oleh situasi yang kritis dalam
memberikan pelayanan keperawatan kepada pasien. Anda harus
bertindak cepat - tepat dalam mengambil keputusan tanpa harus
merugikan dan membahayakan diri pasien atau diri sendiri.
Nah, selanjutnya Apakah Anda mengetahui kenapa anda perlu
melakukan Berfikir kritis? Coba Anda sebutkan manfaat berfikir kritis
menurut Anda, Tuliskan jawaban Anda pada kolom dibawah ini!

Bagaimana jawaban Anda, tentu benar bukan! Selanjutnya


jawaban Anda bandingkan atau cocokkan dengan pemaparan berikut

10
ini: Betul sekali, anda dapat menggunakan Proses berfikir ini sepanjang
waktu sejalan dengan keterlibatan anda dalam pelayanan keperawatan
dan menerapkan pengetahuan yang anda miliki, sehingga anda jadi
lebih mampu untuk membentuk asumsi, ide-ide dan membuat simpulan
yang valid. Semua proses tersebut tidak terlepas dari sebuah proses
berfikir dan belajar.

b. Komponen Berpikir Kritis


Untuk lebih mengoptimalkan dalam proses berpikir kritis setidaknya
paham dan tahu dari komponen berpikir kritis itu sendiri, meliputi ;
1) Pengetahuan dasar spesifik Komponen pertama berpikir kritis adalah
pengetahuan dasar perawat yang spesifik dalam keperawatan.
Pengetahuan dasar ini meliputi teori dan informasi dari ilmu-ilmu
pengetahuan, kemanusiaan, dan ilmu-ilmu keperawatan dasar.
2) Pengalaman Komponen kedua dari berpikir kritis adalah pengalaman.
Pengalaman perawat dalam peraktik klinik akan mempercepat proses
berpikir kritis karena ia akan berhubungan dengan kliennya, melakukan
wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan membuat keputusan untuk
melakukan perawatan terhadap masalah kesehatan.
Pengalaman adalah hasil interaksi antara individu melalui alat
indranya dan stimulus yang berasal dari beberapa sumber belajar. Menurut
Rowntree pada proses belajar ada lima jenis stimulus/ rangsangan yang
berasal dari sumber belajar yaitu :
1) Interaksi manusia (verbal dan nonverbal), adalah interaksi antara manusia
baik verbal maupun nonverbal.
2) Realita (benda nyata, orang dan kejadian), adalah rangsangan yang
meliputi benda-benda nyata, peristiwa nyata, binatang nyata, dan
sebagainya.
3) Pictorial representation, adalah jenis rangsangan gambar yang mewakili
suatu objek dan peristiwa nyata.
4) Written symbols, adalah lambang tertulis yang dapat disajikan dalam
berbagai macam media.

11
5) Recorded sound, adalah rangsangan dengan suara rekaman yang
membantu mengontrol realitas mengingat bahwa suara senantiasa
berlangsung atau jalan terus.

c. Kompetensi Kompetensi berpikir kritis merupakan proses kognitif yang


digunakan untuk membantu penilaian keperawatan. Terdapat tiga tipe
kompetensi, yaitu: Berpikir kritis umum, meliputi pengetahuan tentang
metode ilmiah, penyelesaian masalah, dan pembuatan keputusan.
1) Berpikir kritis secara sepesifik dalam praktik klinik meliputi alasan
mengangkat diagnose dan membuat keputusan untuk perencanaan
tindakan selanjutnya.
2) Berpikir kritis yang sepesifik dalam keperawatan melalui pendekatan
proses keperawatan (pengkajian sampai evaluasi).

d. Sikap dalam berpikir kritis Sikap dalam berpikir kritis merupakan sikap
yang diperoleh dari proses berpikir kritis dan sikap belum merupakan
suatu tindakan atau aktivitas, akan tetapi merupakan predisposisi
tindakan/ kesiapan untuk bereaksi terhadap stimulus atau objek menurut
Newcomb dalam Notoatmodjo (1993), sikap merupakan kesiapan atau
kesediaan untuk bertindak.
e. Standar / karakteristik berpikir kritis Dalam standar berpikir kritis
terdapat dua komponen:
1) Standar intelektual Dalam standar intelektual untuk menghasilkan
proses berpikir perlu di perhatikan tentang; rasional dan memiliki
alasan yang tepat, reflektif, menyelidik, otonomi berpikir, kreatif,
terbuka dan mengevaluasi.
2) Standar professional Pada standar professional keperawatan memiliki
kode etik keperawatan dan standar praktek asuhan keperawatan

Secara garis besar manfaat berpikir krits bagi perawat adalah;


1. Penerapan profesionalisme.
Seorang pemikir yang baik tentu juga seorang perawat yang baik.
Diperlukan oleh perawat, karena : Perawat setiap hari mengambil

12
keputusan, Perawat menggunakan keterampilan berfikir : menggunakan
pengetahuan dari berbagai subjek dan lingkungannya dan menangani
perubahan yangberasaldaristressor lingkungan
2. Penting dalam membuat keputusan.
Menurut Mz.Kenzie Critical thinking ditujukan pada situasi, rencana,
aturan yang terstandar dan mendahului dalam menggunakan pengeta-
huan untuk mengembangkan hasil yang diharapkan keterampilan guna
mensintesa ilmu yang dimiliki untuk memilih tindakan. Pelaksanaan
keperawatan :
- pelaksanaan tindakan keperawatan adalah keterampilan dalam
menguji hipotesa,Tindakan nyata yang menentukan tingkat
keberhasilan
- Evaluasi keperawatan - Mengkaji efektifitas tindakan -Perawat
harus dapat mengambil keputusan tentang pemenuhan kebutu-
han dasar klien, - Perlukah diulangi keperawatan.

3. Argumentasi dalam keperawatan Sehari-hari perawat dihadapkan pada


situasi harus berargumentasi untuk menentukan, menjelaskan
kebenaran, mengklarifikasi isu, memberikan penjelasan,
mempertahankan terhadap suatu tuntutan/tuduhan.
Menurut Badman and Badman (1988) terkait dengan konsep berfikir
dalam keperawatan :
a) Berhubungandengansituasiperdebatan.
b)Debat tentang suatu isu
c)Upayauntukmempengaruhiindividu/kelompok
d) Penjelasan yang rasional

4. Penerapan Proses Keperawatan


Perawat berfikir kritis pada setiap langkah proses keperawatan,
mengumpulkan data dan validasi, perawat melakukan observasi berfikir
kritis dalam pengumpulan data, Mengelola dan menggunakan ilmu-ilmu
lain yang terkait., Perumusan diagnosa keperawatan

13
Tahappengambilan keputusan yang paling kritis, Menentukan
masalah dan argumen secara rasional, - Lebih terlatih, lebih tajam dalam
masalah
Perencanaan keperawatan : pembuatan keputusan. Critical
thinking Investigasi terhadap tujuan gunamengeksplorasi situasi,
phenomena, pertanyaan, ataumasalah untuk menuju pada hipotesa atau
keputusan secaraterintegrasi.
Critical thinking : Pengujian yang rasional terhadap ide-
ide, pengaruh, asumsi, prinsip-prinsip, argumen, kesimpulan-
kesimpulan, isu-isu, pernyataan, keyakinan dan aktifitas
(BandmanandBandman,1988).Pengujian berdasarkan alasan ilmiah,
pengambilan keputusandan kreatifitas.
Nah, selanjutnya bagaimana Asumsi Berfikir kritis? Coba Anda
jelaskan asumsi menurut Anda, Tuliskan jawaban Anda pada kolom
dibawah ini!

Bagaimana jawaban Anda, tentu benar bukan! Selanjutnya


jawaban Anda bandingkan atau cocokkan dengan pemaparan berikut
ini:
f. Fungsi Berfikir Kritis Dalam Keperawatan Berikut ini merupakan fungsi
atau manfaat berpikir kritis dalam keperawatan adalah sebagai berikut:

14
1) Penggunaan proses berpikir kritis dalam aktifitas keperawatan se- hari-
hari
2) Membedakan sejumlah penggunaan dan isu- isu dalam keper- awatan.
3) Mengidentifikasi dan merumuskan masalah keperawatan
4) Menganalisis pengertian hubungan dari masing-masing idikasi,
penyebab dan tujuan, serta tingkat hubungan.
5) Menganalisis argumen dan isu-isu dalam kesimpulan dan tindakan yang
dilakukan.
6) Menguji asumsi-asumsi yang berkembang dalam keperawatan.
7) Melaporkan data dan petunjuk-petunjuk yang akurat dalam keper-
awatan.
8) Membuat dan mengecek dasar analisis dan faliidasi data keper- awatan.
9) Merumuskan dan menjelaskan keyakinan tentang aktifitas keper-
awatan
10) Memberikan alasan-alasan yang relevan terhadap keyakinan dan
kesimpulan yang dilakukan.
11) Merumuskan dan menjelaskan nilai-nilai keputusan dalam keper-
awatan
12) Mencari alasan-alasan kriteria, prinsip-prinsip dan akktifitas nilai- nilai
keputusan.
13) Mengefaluasi penampilan kinerja perawat dan kesimpulan asuhan
keperawatan.

3) Asumsi Berfikir (Think)


Berfikir, perasaan dan berbuat dilakukan komponen dasar bersama
atau sejalan pada saat melakukan keperawatan. Berfikir tanpa melakukan
ses- uatu adalah sia-sia bekerja tanpa berfikir adalah sangat berbahaya
Berfikir atau berbuat tanpa diserta perasaan tidak mungkin. Metoda berfikir
kritis menurut Freely debate adalah : lndividual decision Group, Persuasi,
Propaganda, Coercion Nah, selanjutnya bagaimana elemen Berfikir kritis?
Coba Anda jelaskan elemen berfikir kritis menurut Anda, Tuliskan jawaban
Anda pada kolom dibawah ini!

15
...........................................................................................................
...................................................................................................................
...................................................................................................
……………………………………………………………………………………………....
........................................................................................................
…………………………………………………………………………………………….
...........................................................................................................
…………………………………………………………………………………………….
Bagaimana jawaban Anda, tentu benar bukan! Selanjutnya jawaban Anda
bandingkan atau cocokkan dengan pemaparan berikut ini:
4) Elemen Berpikir Kritis
Berbagai elemen yang digunakan dalam penelitian dan komponen, pe-
mecahan masalah, keperawatan serta kriteria yang digunakan dengan
komponen keterampilan dan sikap berpikir kritis. Elemen berpikir kritis
antara lain:
a. Menentukan tujuan
b. Menyususn pertanyaan atau membuat kerangka masalah
c. Menujukan bukti
d. Menganalisis konsep
e. Asumsi Perspektif yang digunakan selanjutnya keterlibatan dan
kesesuaian Kriteria elemen terdiri dari kejelasan, ketepatan, ketelitan dan
keterkaitan.
Nah, selanjutnya bagaimana model Berfikir kritis dalam keperawatan? Coba
Anda sebutkan model berfikir kritis menurut Anda, Tuliskan jawaban Anda
pada kolom dibawah ini! Bagaimana jawaban Anda, tentu benar bukan!
...........................................................................................................
...........................................................................................................
...........................................................................................................
...........................................................................................................
...........................................................................................................
...........................................................................................................
...........................................................................................................
...........................................................................................................

16
Dalam penerapan pembelajaran pemikiran kritis di pendidikan keper-
awatan, dapat digunakan tiga model, yaitu: feeling, vision model, dan exam-
ine model yaitu sebagai berikut:
a. Feling Model
Model ini menerapkan pada rasa, kesan, dan data atau fakta yang
ditemukan. Pemikir kritis mencoba mengedepankan perasaan dalam
melakukan pengamatan, kepekaan dalam melakukan aktifitas
keperawatan dan perhatian. Misalnya terhadap aktifitas dalam
pemeriksaan tanda vital, perawat merasakan gejala, petunjuk dan
perhatian kepada pernyataan ser- ta pikiran klien.
b. Vision model
Model ini dingunakan untuk membangkitkan pola pikir, mengorganisasi
dan menerjemahkan perasaan untuk merumuskan hipotesis, analisis,
du- gaan dan ide tentang permasalahan perawatan kesehatan klien,
beberapa kritis ini digunakan untuk mencari prinsip-prinsip pengertian
dan peran sebagai pedoman yang tepat untuk merespon ekspresi.
c. Exsamine model
Model ini di gunakan untuk merefleksi ide, pengertian dan visi. Perawat
menguji ide dengan bantuan kriteria yang relevan. Model ini digunakan
untuk mencari peran yang tepat untuk analisis, mencari, meguji, melihat
konfirmasi, kolaborasi, menjelaskan dan menentukan sesuatu yang
berkaitan dengan ide. Model berfikir kritis dalam keperawatan menurut
para ahli,
1) Costa and colleagues (1985) Menurut costa and colleagues klasifikasi
berpikir dikenal sebagai ‘the six Rs” yaitu:
a) Remembering ( mengingat)
b)Repeating (mengulang)
c) Reasoning (memberi alasan)
d) Reorganizing (reorganisasi)
e) Relating (berhubungan)
f) Reflecting (merenungkan)
2) Lima model berpikir kritis
a) Total recall

17
b)Habits ( kebiasaan)
c) Inquiry ( penyelidikan / menanyakan keterangan )
d) New ideas and creativity
e) Knowing how you think (mengetahui apa yang kamu pikirkan)
Selanjutnya bagaimana dengan alasan berfikir kritis menurut
anda? Ada empat alasan berpikir kritis yaitu:
deduktif, induktif, aktifitas informal, aktivitas tiap hari, dan praktek.

Untuk menjelaskan lebih mendalam tentang defenisi tersebut, alasan


berpikir kritis adalah untuk mengenalisis penggunaan bahasa, perumusan
masalah, penjelasan, dan ketegasan asumsi, kuatnya bukti-bukti,menilai
kesimpulan, membedakan antara baik dan buruknya argumen serta mencari
kebenaran fakta dan nilai dari hasil yang diyakini benar serta tindakan yang
dilakukan.

Nah, selanjutnya bagaimana Analisa Berfikir kritis dalam keperawatan? Coba


Anda jelaskan analisa berfikir kritis menurut Anda, Tuliskan jawaban Anda
pada kolom dibawah ini!

Bagaimana jawaban Anda, tentu benar bukan! Selanjutnya jawaban Anda


bandingkan atau cocokkan menurut para ahli berikut ini:

1. Analisa Berfikir Kritis

18
a. Analisis kritis merupakan suatu cara untuk mencoba memahami
kenyataan kejadian atau peristiwa dan pernyataan yang ada dibalik
makna yang jelas atau makana langsung. Analisis kritis
mempersaratkan sikap untukberani menentang apa yang dikatakan atau
dikemukaan oleh pihak-pi hak yang berkuasa
b. Analisis kritis merupakan suatu kapesitas potensi yang dimiliki oleh
semua orang demikian analisis kritis tetap akan tumpul dan tidak
berkembang apabila tidak di asa atau dipraktekan
c. Analisis kritis merupakan upaya peribadi atau upaya kolektif
d.Analisis kritis menentukan kemungkinan sesuatu kesempatan yang lebih
baik ke arah langka untuk memperbaiki kenyataan atau situasi yang telah
dianalisis.
e.Peran terpenting untuk melaksanakan analisis kritis bukanlah serangkaian
langkah atau pertanyaan yang berangkat dari ketidak tahuan menuju
kepencerahan.
f. Analisis kritis juga mencoba memahami riwayat pernyataan situasi atau
masalah yang perlu dipahami. Analisis kritis mengkaji situasi atau peris-
tiwa yang tengah dalam proses perubahan.
Nah, selanjutnya bagaimana cara Berfikir kritis secara logis dan kreatif?
Coba Anda jelaskan menurut Anda, Tuliskan jawaban Anda pada kolom
dibawah ini!

Bagaimana jawaban Anda, tentu benar bukan! Selanjutnya jawaban Anda


bandingkan atau cocokkan pemaparan berikut ini:

19
2. Berfikir Logis dan Kreatif Berfikir logis adalah penalaran atau keterampilan
berfikir dengan tepat, ketepatan berfikir sangat tergantung pada jalan
pikiran yang logis dalam ber- fikir secara logis. Kita harus terampil untuk
mengerti fakta, memahami konsep hubungan dalam menarik kesimpulan.
Berfikir kreatif adalah berfikir lintas bidang yang ditandai dengan
krakterlistik berfikir. Disamping itu berfikir kreatif juga menuntut adanya
pengikatan diri terhadap tugas yang tinggi yang artinya kreatifitas menuntut
disiplin yang tinggi dan konsisten terhadap bidang tungas.
Nah, selanjutnya bagaimana karakteristik Berfikir kritis? Coba Anda
jelaskan menurut Anda, Tuliskan jawaban Anda pada kolom dibawah ini!

Bagaimana jawaban Anda, tentu benar bukan! Selanjutnya jawaban Anda


bandingkan atau cocokkan pemaparan berikut ini:
3. Karakteristik Berpikir Kritis
Karakteristik Berpikir Kritis adalah
a. Konseptualisasi
Konseptualisasi artinya : proses intelektual membentuk suatu
konsep. Sedangkan konsep adalah fenomena atau pandangan
mental tentang realitas, pikiran-pikiran tentang kejadian, objek atribut,
dan sejenisnya.
Dengan demikian konseptualisasi merupakan pikiran abstrak
yang digenerilisasi secara otomatis menjadi simbol-simbol dan
disimpan dalam otak.
b. Rasional dan Beralasan

20
Artinya argumen yang diberikan selalu berdasarkan analisis dan mempu-
nyai dasar kuat dari fakta fenomena nyata.
c. Reflektif Artinya bahwa seseorang pemikir kritis tidak menggunakan
asumsi atau presepsi dalam berpikir atau mengambil keputusan tetapi
akan menyediakan waktu untuk mengumpulkan data dan
menganalisisnya berdasar- kan disiplin ilmu. Fakta dan kejadian.
d. Bangian dari suatu sikap Yaitu pemahaman dari suatu sikap yang harus
diambil pemikir kritis akan :
selalu menguji apakah sesuatu yang dihadapi itu lebih baik atau lebih
buruk dibanding yang lain.
e. Kemandirian berpikir Seorang berpikir kritis selalu berpikir dalam dirinya
tidak pasif menerima pemikiran dan keyakinan orang lain menganalisis
semua isu, memutuskan secara benar dan dapat dipercaya.
f. Berpikir adil dan terbuka Yaitu mencoba untuk beruubah dari pemikiran
yang salah dan kurang menguntungkan menjadi benar dan lebih baik.
g. Pengambilan keputusan berdasarkan keyakinan Berpikir kritis
dingunakan untuk mengevaluasi suatu argumentasi dan kesimpulan,
mencipta suatu pemikiran baru dan alternatif solusi tindakan yang akan
diambil.
h. Watak (dispositions) Seseorang yang mempunyai keterampilan berpikir
kritis mempunyai sikap skeptis, sangat terbuka, menghargai sebuah
kejujuran, respek terhadap berbagai data dan pendapat,resespek
tehadap kejelasan dan ketelitian, mencari pandangan-pandangan lain
yang berbeda, dan akan berubah sikap ketika terdapat sebuah pendapat
yang diangapnya baik.
i. Kriteria (criteria) Dalam berpikir kritis harus mempunyai sebuah kriteria
atau patokan. Untuk sampai kearah mana maka harus menemukan
sesuatu untuk diputuskan atau dipercayai.meskipun sebuah argumen
dapat disusun dari berapa sum- ber pembelajaran, namun akan
mempunyai kriteria yang berbeda. Apabila kita akan menerapkan
standarlisasi maka haruslah berdasarkan relenfansi, keakuratan fakta-
fakta, berdasarkan sumber yang kredibel, teliti tidak benas dari logika
yang keliru, logika yang konsisten dan pertimbangan yang matang. j.

21
Sudut pandang Yaitu cara memandang atau menafkirkan dunia ini, yang
akan menentukan kontruksi makna.seseorang yang berfikir dengan
kritis akan memandang sebuah penomena dari berbagai sudut pandang
yang berbeda.

Nah, selanjutnya bagaimana langkah-langkah pemecahan masalah


dalam Berfikir kritis? Coba Anda jelaskan menurut Anda, Tuliskan
jawaban Anda pada kolom dibawah ini :

Bagaimana jawaban Anda, tentu benar bukan! Selanjutnya jawaban Anda


bandingkan atau cocokkan pemaparan berikut ini:

4. Pemecahan Masalah Dalam Berpikir Kritis


Pemecahan masalah termasuk dalam langkah proses pengambilan
keputusan, yang difokuskan untuk mencoba memecahkan masalah
secepatnya. Ma- salah dapat digambarkan sebagai kesenjangan diantara
“apa yang ada dan apa yang seharusnya ada”. Pemecahan masalah dan
pengambilan keputusan yang efektif diprediksi bahwa individu harus
memiliki kemampuan berfikir kritis dan mengembangkan dirinya dengan
adanya bimbingan dan role model di lingkungan kerjanya. Langkah-
Langkah Pemecahan Masalah
a. Mengetahui hakekat dari masalah dengan mendefinisikan masalah yang
dihadapi.
b. Mengumpulkan fakta-fakta dan data yang relevan.
c. Mengolah fakta dan data.

22
d. Menentukan beberapa alternatif pemecahan masalah.
e. Memilih cara pemecahan dari alternatif yang dipilih.
f. Memutuskan tindakan yang akan diambil.
g. Evaluasi.

Nah, selanjutnya bagaimana Proses pengambilan keputusan Berfikir kritis


dalam keperawatan? Coba Anda jelaskan menurut Anda, Tuliskan
jawaban Anda pada kolom dibawah ini!

Bagaimana jawaban Anda, tentu benar bukan! Selanjutnya jawaban Anda


bandingkan atau cocokkan pemaparan berikut ini:

5. Proses Pengambilan Keputusan Berfikir Kritis Dalam Keperawatan


keputusan dalam penyelesaian masalah adalah kemampuan mendasar bagi
praktisi kesehatan, khususnya dalam asuhan keperawatan dan ke- bidanan.
Tidak hanya berpengaruh pada proses pengelolaan asuhan keperawatan
dan kebidanan, tetapi penting untuk meningkatkan kemampuan
merencanakan perubahan. Perawat dan bidan pada semua tingkatan posis
iklinis harus memiliki kemampuan menyelesaikan masalah dan mengambi
lkeputusan yang efektif, baik sebaga ipelaksana/staf maupun sebagai
pemimpin. Penyelesaian masalah dan pengambilan keputusan bukan
merupakan bentuk sinonim. Pemecahan masalah dan proses pengambilan
keputusan membutuhkan pemikiran kritis dan analisis yang dapat

23
ditingkatkan dalam praktek. Pengambilan keputusan merupakan upaya
pencapa iantujuan den- gan menggunakan proses yang sistematis dalam
memilih alternatif. Tidak semua pengambilan keputusan dimulai dengan
situasi masalah.
Ada lima hal yang perlu diperhatikan dalam pengambilan keputusan :
a. Dalam proses pengambilan keputusan tidak terjadi secara kebetulan.
b. Pengambilan keputusan tidak dilakukan secara sembrono tapi harus ber
dasarkan pada sistematika tertentu :
1). Tersedianya sumber-sumber untuk melaksanakan keputusan yang
akan diambil.
2). Kualifikasi tenaga kerja yang tersedia
3). Falsafah yang dianut organisasi
4). Situasi lingkungan internal dan eksternal yang akan mempengaruhi
ad- ministrasi dan manajemen di dalam organisasi.
c. Masalah harus diketahui dengan jelas.
d. Pemecahan masalah harus didasarkan pada fakta-fakta yang terkumpul
dengan sistematis.
e. Keputusan yang baik adalah keputusan yang telah dipilih dari berbagai
alternatif yang telah dianalisa secara matang.
Selanjutnya mari kita lanjutkan tentang bagaimana proses intuisi, apakah
anda tahu? Tuliskan jawaban Anda pada kolom dibawah ini!

Bagaimana jawaban Anda, tentu benar bukan!


Selanjutnya jawaban Anda bandingkan atau cocokkan pemaparan
berikut ini:
Proses intuisi merupakan pendorong utama untuk benalar logis (masuk
akal) sekaligus pemicu aktifitas berfikir bagi siswa untuk itu perlu adanya
upaya pemilihan pendekatan pembelajaran yang tepat dan efektif untuk
tercapainya kemampuan berfikir yang diharapkan mampu mengoptimalkan
serta memupuk sikap positif dan pola berfikir yang membudaya dalam men-

24
gatasipermasalahan real word. Salah satu solusi yang dipandang tepat untuk
mewujudkan tuntutan tersebut adalah pendekatan kontekstual berbasis intu-
isi sebagai suatu pendekatan yang diawali dengan berintiwisi informal dalam
menyelesaikan masalah berkonteks yang rancang secara kusus.
Bagaimana dengan aspek-aspek berfikir kritis yang anda fahami ? Nah,
Coba Anda jelaskan menurut Anda, Tuliskan jawaban Anda pada kolom
dibawah ini!

Bagaimana jawaban Anda, tentu benar bukan!


Selanjutnya jawaban Anda bandingkan atau cocokkan pemaparan
berikut ini: Betul sekali, mari kita cermati pemaparan berikut ini.

Kegiatan berpikir kritis dapat dilakukan dengan melihat penampilan dari


beberapa perilaku selama proses berpikir kritis itu berlangsung. Perilaku
berpikir kritis seseorang dapat dilihat dari beberapa aspek:
a. Relevance yaitu keterkaitan dari pernyataan yang dikemukan.
b. Importance, yaitu Penting tidaknya isu atau pokok-pokok pikiran yang
dikemukaan.
c. Novelty, yaitu Kebaruan dari isi pikiran, baik dalam membawa ide-ide atau
informasi baru maupun dalam sikap menerima adanya ide-ide orang lain.
d. Outside material yaitu menggunakan pengalamanya sendiri atau bah- an-
bahan yang diterimanya dari perkuliahan
e. Ambiguity clarified yaitu mencari penjelasan atau informasi lebih lanjut jika
dirasakan ada ketidak jelasan
f. Linking ideas, yaitu senantiasa menghubungkan fakta, ide atau pandan- gan
serta mencari data baru dari informasi yang berhasil dikumpulkan.
g. justification yaitu memberi bukti-bukti, contoh, atau justifikasi terhadap
suatu solusi atau kesimpulan yang diambilnya.

25
Termasuk didalamnya senantiasa memberikan penjelasan mengenai
keuntungan dan kerungian dari suatu situasi atau solusi. Bagaimana
dengan indikator bahwa seseorang telah berfikir kritis yang anda fahami ?
Nah, Coba Anda jelaskan menurut Anda, Tuliskan jawaban Anda pada
kolom dibawah ini!

Bagaimana jawaban Anda, tentu benar bukan! Selanjutnya jawaban Anda


bandingkan atau cocokkan pemaparan berikut ini:

Beberapa pendapat dari ahli tentang indakator bahwa seseorang telah


berfikir kritisi pada suatu situasi tertentu, seperti; Wade (1995)
mengidentifikasi delapan kerakteristik berpikir kritis, yakni meliputi:
1) Kegiatan merumuskan pertanyaan
2)Membatasi permasalahan
3) Menguji data-data
4) Menganalisis berbagai pendapat
5) Menghindari pertimbangan yang sangat emosional
6) Menghindari penyederhanaan berlebihan
7) Mempertimbangkan berbagai interpretasi
8) Mentolerasi ambiguitas

Nah, sampai di sini uraian materi pembelajaran Kegiatan Belajar, secara


garis besar, tentulah Anda telah memahaminya. Namun, untuk lebih
memantapkan pe mahaman Anda mengenai materi pembelajaran yang baru

26
saja Anda pelajari. Selamat, anda telah menyelesaikan kegiatan belajar-4
tentang Berfikir kritis, dengan demikian Anda sebagai perawat harus
memahami tentang makna dan ensensi yang terkadung dalam berfikir kritis
dalam keperawatan tersebut sebagai pegangan dan landasan Anda dalam
memberikan asuhan keperawatan pada pasien.
Hal-hal penting yang telah anda pelajari dalam kegiatan belajar ini adalah
sebagai berikut : ( rangkuman )
1. Berfikir merupakan suatu proses yang berjalan secara
berkesinambungan mencakup interaksi dari suatu rangkaian pikiran
dan persepsi.
Sedangkan berfikir karitis merupakan konsep dasar yang terdiri dari
konsep berfikir yang berhubungan dengan proses belajar dan kritis itu
sendiri berbagai sudut pandang selain itu juga membahas tentang
komponen berfikir kritis dalam keperawatan yang didalamnya dipelajari
defenisi,elemen berfikir kritis,model berfikir kritis,analisa berfikir
kritis,berfikir logis dan kreatif, krakteristik berfikir kritis,pemecahan
masalahdan langkah-langkah pemecahan masalah,proses pengambilan
keputusan,fungsi berfikir kritis,model pengunaan atribut,proses
intuisi,indikator, dan prinsip utama
2. Manfaat Berfikir kritis bagi seorang perawat adalah :Penerapan
profesion- alisme, Pengetahuan tehnis dan keterampilan tehnis dalam
memberikan askep, Penting dalam membuat keputusan, Argumentasi
dalam keperawatan,
Pengambilankeputusandalamkeperawatan,Penerapan Proses
Keperawatan
3. Asumsi Berfikir (Think),
berfikir, perasaan dan berbuat dilakukan komponen dasar bersama
atau sejalan pada saat melakukan keperawatan. Berfikir tanpa
melakukan sesuatu adalah sia-sia bekerja tanpa berfikir adalah sangat
berbahaya Berfikir atau berbuat tanpa diserta perasaan tidak mungkin.
4. Metodaberfikirkritis menurutFreely debate adalah : lndividual decision
Group, Persuasi, Propaganda, Coercion

27
5. Elemen berpikir kritis antara lain: Menentukan tujuan, Menyususn per-
tanyaan atau membuat kerangka masalah, Menujukan bukti,
Menganalisis konsep, Asumsi
6. Modela Berfikir Kritis Dalam Keperawatan, dalam penerapan
pembelajaran pemikiran kritis di pendidikan keperawatan, dapat
digunakan tiga model, yaitu: feeling, vision model, dan examine model.
7. Analisis berfikir kritis, Analisis kritis merupakan suatu cara untuk
mencoba memahami kenyataan kejadian atau peristiwa dan pernyataan
yang ada dibalik makna yang jelas atau makana langsung. Analisis
kritis mempersarat- kan sikap untuk berani menentang apa yang
dikatakan atau dikemukaan oleh pihak-pihak yang berkuasa
8. Berfikir logis dan kreatif, berfikir logis adalah penalaran atau
keterampilan berfikir dengan tepat, ketepatan berfikir sangat
tergantung pada jalan pikiran yang logis dalam berfikir secara logis.
Kita harus terampil untuk mengerti fakta, memahami konsep hubungan
dalam menarik kesimpulan.
9. Berfikir kreatif adalah berfikir lintas bidang yang ditandai dengan
krakterlistik berfikir. Disamping itu berfikir kreatif juga menuntut
adanya pengikatan diri terhadap tugas yang tinggi yang artinya
kreatifitas menuntut disiplin yang tinggi dan konsisten terhadap bidang
tungas.
10. Karakteristik Berpikir Kritis, karakteristik berpikir kritis adalah yaitu
Kon- septualisasi, Rasional dan Beralasan, Reflektif, Bangian dari suatu
sikap, Ke- mandirian berpikir, Berpikir adil dan terbuka, Pengambilan
keputusan ber- dasarkan keyakinan, Watak (dispositions), Kriteria
(criteria), Sudut pandang
11. Langkah-Langkah Pemecahan Masalah yaitu : Mengetahui hakekat
dari masalah dengan mendefinisikan masalah yang dihadapi,
Mengumpulkan fakta-fakta dan data yang relevan, Mengolah fakta dan
data, Menentukan beberapa alternatif pemecahan masalah, Memilih
cara pemecahan dari al- ternatif yang dipilih, Memutuskan tindakan
yang akan diambil, Evaluasi.

28
12. keputusan dalam penyelesaian masalah adalah kemampuan
mendasar bagi praktisi kesehatan, khususnya dalam asuhan
keperawatan. Tidak ha- nya berpengaruh pada proses pengelolaan
asuhan keperawatan dan ke- bidanan, tetapi penting untuk
meningkatkan kemampuan merencanakan perubahan. Perawat pada
semua tingkatan posis iklinis harus memiliki ke- mampuan
menyelesaikan masalah dan mengambi l keputusan yang efektif, baik
sebaga ipelaksana/staf maupun sebagai pemimpin

TEST FORMATIF :
Petunjuk: Bacalah setiap butir soal berikut ini dengan cermat dan
kerjakanlah terlebih dahulu butir soal yang menurut Anda relatif lebih mudah.
Usahakanlah untuk mengerjakan semua butir soal Test Formatif. Waktu
yang disediakan adalah 20 menit. Apabila masih tersisa waktu, periksalah
kembali lembar jawaban Anda, apakah masih ada butir soal yang belum
terjawab, selamat mengerjakan
Test Formatif dan sukses bagi Anda.
1. Berpikir kritis adalah suatu proses dimana seseorang atau individu dituntut
untuk menginterfensikan atau mengevaluasi informasi untuk membuat
sebuah penilain atau keputusan berdasarkan kemampuan,menerapkan ilmu
pengetahuan dan pengalaman. Pengrtian tersebut menurut :
a.Menurut Bandman (1988),
b.Menurut para ahli (Pery dan Potter,2005)
c.Menurut Abraham Maslow
d.Menurut Fahleti
2. Manfaat Berfikir kritis bagi seorang perawat adalah, kecuali :
a. Penerapan etis
b. Pengetahuan tehnis dan keterampilan tehnis
c. Pentingdalammembuatkeputusan,
d. Argumentasidalamkeperawatan
3. Metodaberfikirkritis menurutFreely debate adalah : kecuali :
a. lndividual decision Group,
b. Persuasi,

29
c. Propaganda,
d Problem solving
4. Elemen berpikir kritis antara lain, kecuali :
a. Menentukan tindakan
b. Menyusun pertanyaan
c. Menujukan bukti,
d. Menganalisis konsep
5. Dalam penerapan pembelajaran pemikiran kritis di pendidikan
keperawatan, dapat digunakan tiga model, yaitu: kecuali
a. feeling
b. vision model
c. examine model
d. Nursing model
6. Berfikir lintas bidang yang ditandai dengan krakterlistik berfikir disebut
a. Berfikir logis
b. Berfikir kreatif
c. Berfikir kritis
d. Berfikir tepat

7. Karakteristik Berpikir Kritis adalah yaitu kecuali


a. idealisme
b.Konseptualisasi,
c. Rasional dan Beralasan
d. Reflektif,
8. Langkah pertama Pemecahan Masalah yaitu
a. Mengetahui hakekat dari masalah
b. Mengumpulkan fakta-fakta dan data yang relevan
c. Mengolah fakta dan data,
d. Menentukan beberapa alternatif pemecahan masalah
9. Suatu cara untuk mencoba memahami kenyataan kejadian atau peristiwa
dan pernyataan yang ada dibalik makna yang jelas atau makana langsung.
Disebut
a. Analisis kritis

30
b. Berfikir kreatif
c. Berfikir kritis
d. Berfikir logis
10. Berikut ini merupakan fungsi atau manfaat berpikir kritis dalam
keperawatan adalah sebagai berikut: kecuali
a. Penggunaan proses berpikir kritis dalam aktifitas keperawatan sehari-hari
b. Menyamakan sejumlah penggunaan dan isu- isu dalam keperawatan
c. Mengidentifikasi dan merumuskan masalah keperawatan
d. Menganalisis pengertian hubungan dari masing-masing idikasi,
penyebab dan tujuan, serta tingkat hubungan

TUGAS
Berikut ini diberikan soal-soal tugas. Anda diminta mengerjakan di
lembar kertas tersendiri (tidak di dalam modul). Apabila semua soal tugas
sudah selesai Anda kerjakan, Selamat anda sudah berhasil menyelesaikan
semua tugas dari setiap kegiatan belajar pada modul ini.

Jawablah soal tugas di bawah ini dengan singkat dan jelas !


1. Jelaskan pengertian Berfikir kritis dalam keperawatan
2. Jelaskan Bagaimana langkah-langkah berfikir kritis yang anda lakukan
dalampelayan keperawatan di tempat anda bekerja
3. Jelaskan model berfikir kritis yang pernah anda lakukan dalam anada
memberikan asuhan keperawatan di tempat anda bekerja

Bagaimana jawaban Anda? Tentunya ke tiga soal tadi sudah selesai Anda
kerjakan. Jika belum,cobalah pelajari kembali materi yang masih kurang Anda
pahami dan jangan lupa kerjakan soal tugas yang belum selesai Anda
kerjakan.
Apabila semua soal tugas sudah selesai Anda kerjakan, diskusikan
dengan fasilitator anda.
Bagaimana hasil jawaban Anda? Semoga semua jawaban Anda benar.
Nah, Selamat atas keberhasilan Anda. Apabila belum sepenuhnya berhasil atau

31
belum mencapai 80% benar, sebaiknya Anda pelajari kembali materi
pembelajaran Kegiatan Belajar 4,
terutama materi pembelajaran yang belum Anda pahami. Setelah itu,
cobalah kerjakan kembali soal tugas Kegiatan Belajar-4. Semoga kali ini Anda
dapat menyelesaikannya dengan benar. Bagaimana? Apabila memang Anda
telah berhasil menyelesaikan semua soal tugas dengan benar atau setidak-
tidaknya 80% benar,
Selamat anda sudah berhasil menyelesaikan semua tugas dari setiap
kegiatan belajar pada modul ini. Selamat, Anda telah berhasil menyelesaikan
materi pembelajaran yang diuraikan pada Modul yang berjudul “Konsep Dasar
Keperawatan 2”. Sebagai tindak lanjut dari penyelesaian Modul ini, Anda
haruslah mengerjakan Tes Akhir Modul (TAM).
Tujuannya adalah untuk mengetahui sejauh mana tingkat pengua- saan
Anda terhadap keseluruhan materi pembelajaran yang telah Anda pelajari.
Selamat mengerjakan TAM dan sukses tentunya.
Apabila Anda telah berhasil mengerjakan TAM minimal 80% benar, maka
Anda dika- takan telah menguasai materi pembelajaran yang diuraikan di
dalam Modul ini. Seandainya jawaban Anda belum mencapai 80% benar, Anda
pelajari ulang Modul ini. Setelah itu mintalah kesempatan untuk mengerjakan
TAM yang kedua kali.

BERFIKIR KRITIS DALAM PROSES KEPERAWATAN


A. PENGKAJIAN
a. Pengkajian
Pengkajian adalah upaya mengumpulkan data secara lengkap dan
sistematis untuk dikaji dan dianalisis sehingga masalah kesehatan dan
keperawatan yang di hadapi pasien baik fisik, mental, sosial maupun
spiritual dapat ditentukan tahap ini mencakup tiga kegiatan,yaitu
Pengumpulan Data, Analisis Data dan Penentuan Masalah kesehatan serta
keperawatan.
1) Pengumpulan data
Tujuan :

32
Diperoleh data dan informasi mengenai masalah kesehatan yang ada
pada pasien sehingga dapat ditentukan tindakan yang harus diambil
untuk mengatasi masalah tersebut yang menyangkut aspek fisik,
mental, sosial dan spiritual serta faktor lingkungan yang
mempengaruhinya. Data tersebut harus akurat dan mudah dianalisis.
Jenis data antara lain:
a) Data Objektif, yaitu data yang diperoleh melalui suatu pengukuran,
pemeriksaan, dan pengamatan, misalnya suhu tubuh, tekanan
darah, serta warna kulit.
b) Data subjekif, yaitu data yang diperoleh dari keluhan yang dirasakan
pasien, atau dari keluarga pasien/saksi lain misalnya; kepala pusing,
nyeri dan mual.
Adapun focus dalam pengumpulan data meliputi :
1) Status kesehatan sebelumnya dan sekarang
2) Pola koping sebelumnya dan sekarang
3) Fungsi status sebelumnya dan sekarang
4) Respon terhadap terapi medis dan tindakan keperawatan
5) Resiko untuk masalah potensial
6) Hal-hal yang menjadi dorongan atau kekuatan klien
2) Analisa data Analisa data adalah kemampuan dalam mengembangkan
kemampuan berpikir rasional sesuai dengan latar belakang ilmu
pengetahuan.
3) Perumusan masalah Setelah analisa data dilakukan, dapat dirumuskan
beberapa masalah kesehatan. Masalah kesehatan tersebut ada yang
dapat diintervensi dengan Asuhan Keperawatan (Masalah Keperawatan)
tetapi ada juga yang tidak dan lebih memerlukan tindakan medis.
Selanjutnya disusun Diagnosis Keperawatan sesuai dengan prioritas.
Prioritas masalah ditentukan berdasarkan kriteria penting dan segera.
Penting mencakup kegawatan dan apabila tidak diatasi akan
menimbulkan komplikasi, sedangkan Segera mencakup waktu misalnya
pada pasien stroke yang tidak sadar maka tindakan harus segera
dilakukan untuk mencegah komplikasi yang lebih parah atau kematian.
Prioritas masalah juga dapat ditentukan berdasarkan hierarki

33
kebutuhan menurut Maslow, yaitu : Keadaan yang mengancam
kehidupan, keadaan yang mengancam kesehatan, persepsi tentang
kesehatan dan keperawatan.

b. Diagnosa Keperawatan
Diagnosa Keperawatan adalah suatu pernyataan yang menjelaskan
respon manusia (status kesehatan atau resiko perubahan pola) dari
individu atau kelompok dimana perawat secara akuntabilitas dapat
mengidentifikasi dan memberikan intervensi secara pasti untuk menjaga
status kesehatan menurunkan, membatasi, mencegah dan merubah
(Carpenito,2000).
Perumusan diagnosa keperawatan :
1) Actual : Menjelaskan masalah nyata saat ini sesuai dengan data klinik
yang ditemukan.
2) Resiko : Menjelaskan masalah kesehatan nyata akan terjadi jika tidak
dilakukan intervensi.
3) Kemungkinan : Menjelaskan bahwa perlu adanya data tambahan untuk
memastikan masalah keperawatan kemungkinan.
4) Wellness : Keputusan klinik tentang keadaan individu, keluarga atau
masyarakat dalam transisi dari tingkat sejahtera tertentu ketingkat
sejahtera yang lebih tinggi.
5) Syndrom : diagnose yang terdiri dar kelompok diagnose keperawatan
actual dan resiko tinggi yang diperkirakan muncul/timbul karena suatu
kejadian atau situasi tertentu.

c. Rencana keperawatan
Semua tindakan yang dilakukan oleh perawat untuk membantu klien
beralih dari status kesehatan saat ini kestatus kesehatan yang di uraikan
dalam hasil yang di harapkan (Gordon,1994). Merupakan pedoman
tertulis untuk perawatan klien. Rencana perawatan terorganisasi
sehingga setiap perawat dapat dengan cepat mengidentifikasi tindakan
perawatan yang diberikan.

34
Rencana asuhan keperawatan yang di rumuskan dengan tepat
memfasilitasi konyinuitas asuhan perawatan dari satu perawat ke
perawat lainnya. Sebagai hasil, semua perawat mempunyai kesempatan
untuk memberikan asuhan yang berkualitas tinggi dan konsisten.
Rencana asuhan keperawatan tertulis mengatur pertukaran informasi
oleh perawat dalam laporan pertukaran dinas. Rencana perawatan
tertulis juga mencakup kebutuhan klien jangka panjang(potter,1997)

d. Implementasi keperawatan
Merupakan inisiatif dari rencana tindakan untuk mencapai tujuan
yang spesifik. Tahap pelaksanaan dimulai dimulai setelah rencana
tindakan disusun dan ditujukan pada nursing orders untuk membantu
klien mencapai tujuan yang diharapkan. Oleh karena itu rencana
tindakan yang spesifik dilaksanakan untuk memodifikasi faktor-faktor
yang mempengaruhi masalah kesehatan klien.
Adapun tahap-tahap dalam tindakan keperawatan adalah sebagai
berikut :
1) Tahap 1 : persiapan Tahap awal tindakan keperawatan ini menuntut
perawat untuk mengevaluasi yang diindentifikasi pada tahap
perencanaan.
2) Tahap 2 : intervensi Focus tahap pelaksanaan tindakan perawatan
adalah kegiatan dan pelaksanaan tindakan dari perencanaan untuk
memenuhi kebutuhan fisik dan emosional. Pendekatan tindakan
keperawatan meliputi tindakan : independen,dependen,dan
interdependen.
3) Tahap 3 : dokumentasi Pelaksanaan tindakan keperawatan harus
diikuti oleh pencatatan yang lengkap dan akurat terhadap suatu
kejadian dalam proses keperawatan.

e. Evaluasi Perencanaan
evaluasi memuat criteria keberhasilan proses dan keberhasilan
tindakan keperawatan. Keberhasilan proses dapat dilihat dengan jalan
membandingkan antara proses dengan pedoman/rencana proses

35
tersebut. Sedangkan keberhasilan tindakan dapat dilihat dengan
membandingkan antara tingkat kemandirian pasien dalam kehidupan
sehari-hari dan tingkat kemajuan kesehatan pasien dengan tujuan yang
telah di rumuskan sebelumnya.
Sasaran evaluasi adalah sebagai berikut:
1) Proses asuhan keperawatan, berdasarkan criteria/ rencana yang telah
disusun.
2) Hasil tindakan keperawatan ,berdasarkan criteria keberhasilan yang
telah di rumuskan dalam rencana evaluasi.

Hasil Evaluasi Terdapat 3 kemungkinan hasil evaluasi yaitu :


1) Tujuan tercapai,apabila pasien telah menunjukan perbaikan/ kemajuan
sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan.
2) Tujuan tercapai sebagian,apabila tujuan itu tidak tercapai secara
maksimal, sehingga perlu di cari penyebab dan cara mengatasinya.
3) Tujuan tidak tercapai, apabila pasien tidak menunjukan
perubahan/kemajuan sama sekali bahkan timbul masalah baru.dalam
hal ini perawat perlu untuk mengkaji secara lebih mendalam apakah
terdapat data, analisis, diagnosa, tindakan, dan faktor-faktor lain yang
tidak sesuai yang menjadi penyebab tidak tercapainya tujuan.

B. PROSES KEPERAWATAN DENGAN PENDEKATAN BERPIKIR KRITIS


Perawat sebagai bagian dari pemberi pelayanan kesehatan, yaitu
memberi asuhan keperawatan dengan menggunakan proses keperawatan
akan selalu dituntut untuk berfikir kritis dalam berbagai situasi. Penerapan
berfikir kritis dalam proses keperawatan dengan kasus nyata yang akan
memberi gambaran kepada perawat tentang pemberian asuhan
keperawatan yang komprehensif dan bermutu.
Seorang yang berfikir dengan cara kreatif akan melihat setiap
masalah dengan sudut yang selalu berbeda meskipun obyeknya sama,
sehingga dapat dikatakan, dengan tersedianya pengetahuan baru, seorang
profesional harus selalu melakukan sesuatu dan mencari apa yang paling

36
efektif dan ilmiah dan memberikan hasil yang lebih baik untuk
kesejahteraan diri maupun orang lain.
Proses berfikir ini dilakukan sepanjang waktu sejalan dengan
keterlibatan kita dalam pengalaman baru dan menerapkan pengetahuan
yang kita miliki, kita menjadi lebih mampu untuk membetuk asumsi, ide-
ide dan menbuat simpulan yang valid. Semua proses tersebut tidak terlepas
dari sebuah proses berfikir dan belajar.
Pada proses keperawatan perawat perlu mengidentifikasi dan
menganalisis isu-isu berdasarkan perspektif dari beberapa sudut pandang
yang berbeda untuk dapat memutuskan apa yang harus dilakukan. Berfikir
kritis adalah suatu proses dimana seseorang atau individu dituntut untuk
menginterpretasikan dan mengevaluasi informasi untuk membuat sebuah
penilaian atau keputusan berdasarkan kemampuan, menerapkan ilmu
pengetahuan dan pengalaman. (Pery & Potter,2005).
Menurut Bandman dan Bandman (1988), berpikir kritis adalah
pengujian secara rasional terhadap ide-ide, kesimpulan, pendapat, prinsip,
pemikiran, masalah, kepercayaan dan tindakan.
Menurut Strader (1992), bepikir kritis adalah suatu proses pengujian
yang menitikberatkan pendapat tentang kejadian atau fakta yang mutakhir
dan menginterprestasikannya serta mengevaluasi pandapat-pandapat
tersebut untuk mendapatkan suatu kesimpulan tentang adanya perspektif
pandangan baru. Untuk mendapatkan suatu hasil berpikir yang kritis,
seseorang harus melakukan suatu kegiatan (proses) berpikir yang
mempunyai tujuan (purposeful thinking), bukan “asal” berpikir yang tidak
diketahui apa yang ingin dicapai dari kegiatan tersebut. Artinya, walau
dalam kehidupan sehari-hari seseorang sering melakukan proses berpikir
yang terjadi secara “otomatis” (missal ; dalam menjawab pertanyaan “siapa
namamu?”). banyak pula situasi yang memaksa seseorang untuk
melakukan kegiatan berpikir yang memang di “rencanakan” ditinjau dari
sudut “apa” (what), “bagaimana” (how), dan “mengapa” (why). Hal ini
dilakukan jika berhadapan dengan situasi (masalah) yang sulit atau baru.

C. TINJAUAN BERDASARKAN KASUS

37
a. Tindakan Invasive
Tindakan invasive adalah tindakan atau prosedur yang bisa menimbulkan
cedera pada pasien baik bersifat minor atau mayor yang bertujuan untuk
pemberian medikasi atau menyelesaikan masalah medis yang terjadi pada
pasien. Contoh sederhana yaitu pemasangan infuse, kateter, NGT, dan
lain-lain.
b. Prosedur keperawatan
1. Pengkajian Pengkajian adalah upaya mengumpulkan data secara
lengkap dan sistematis untuk dikaji dan dianalisis sehingga masalah
kesehatan dan keperawatan yang di hadapi pasien baik fisik, mental,
sosial maupun spiritual dapat ditentukan.tahap ini mencakup tiga
kegiatan,yaitu pengumpulan data,analisis data,dan penentuan
masalah kesehatan serta keperawatan.
a. Pengumpulan data
1) Tujuan : Diperoleh data dan informasi mengenai masalah kesehatan yang
ada pada pasien sehingga dapat ditentukan tindakan yang harus di
ambil untuk mengatasi masalah tersebut yang menyangkut aspek
fisik,mental,sosial dan spiritual serta faktor lingkungan yang
mempengaruhinya. Data tersebut harus akurat dan mudah di analisis
jenis data antara lain:
a) Data objektif, yaitu data yang diperoleh melalui suatu pengukuran,
pemeriksaan, dan pengamatan, misalnya suhu tubuh, tekanan darah,
serta warna kulit.
b)Data subjekyif, yaitu data yang diperoleh dari keluhan yang dirasakan
pasien, atau dari keluarga pasien/saksi lain misalnya,kepala
pusing,nyeri,dan mual.

2) Adapun focus dalam pengumpulan data meliputi


 Status kesehatan sebelumnya dan sekarang
 Pola koping sebelumnya dan sekarang
 Fungsi status sebelumnya dan sekarang
 Respon terhadap terapi medis dan tindakan keperawatan
 Resiko untuk masalah potensial

38
 Hal-hal yang menjadi dorongan atau kekuatan klien

b. Analisa data
Analisa data adalah kemampuan dalam mengembangkan kemampuan
berpikir rasional sesuai dengan latar belakang ilmu pengetahuan.
c. Perumusan masalah
Setelah analisa data dilakukan, dapat dirumuskan beberapa masalah
kesehatan. Masalah kesehatan tersebut ada yang dapat diintervensi
dengan asuhan keperawatan (masalah keperawatan) tetapi ada juga yang
tidak dan lebih memerlukan tindakan medis. Selanjutnya disusun
diagnosis keperawatan sesuai dengan prioritas. Prioritas masalah
ditentukan berdasarkan criteria penting dan segera. Penting mencakup
kegawatan dan apabila tidak diatasi akan menimbulkan komplikasi,
sedangkan segera mencakup waktu misalnya pada pasien stroke yang
tidak sadar maka tindakan harus segera dilakukan untuk mencegah
komplikasi yang lebih parah atau kematian. Prioritas masalah juga dapat
ditentukan berdasarkan hierarki kebutuhan menurut Maslow, yaitu :
Keadaan yang mengancam kehidupan, keadaan yang mengancam
kesehatan, persepsi tentang kesehatan dan keperawatan.

2. Diagnosa keperawatan
Diagnosa keperawatan adalah suatu pernyataan yang menjelaskan respon
manusia (status kesehatan atau resiko perubahan pola) dari individu atau
kelompok dimana perawat secara akontabilitas dapat mengidentifikasi dan
memberikan intervensi secara pasti untuk menjaga status kesehatan
menurunkan, membatasi, mencegah dan merubah (Carpenito,2000).

Perumusan diagnosa keperawatan :


a. Actual Menjelaskan masalah nyata saat ini sesuai dengan dataklinik yang
ditemukan.
b. Resiko Menjelaskan masalah kesehatan nyata akan terjadi jika tidak di
lakukan intervensi.

39
c. Kemungkinan Menjelaskan bahwa perlu adanya data tambahan untuk
memastikan masalah keperawatan kemungkinan.
d. Wellness Keputusan klinik tentang keadaan individu,keluarga,atau
masyarakat dalam transisi dari tingkat sejahtera tertentu ketingkat
sejahtera yang lebih tinggi.
e. Syndrom Diagnose yang terdiri dar kelompok diagnosa keperawatan
actual dan resiko tinggi yang diperkirakan muncul/timbul karena suatu
kejadian atau situasi tertentu.

3. Rencana keperawatan
Semua tindakan yang dilakukan oleh perawat untuk membantu klien
beralih dari status kesehatan saat ini kestatus kesehatan yang di uraikan
dalam hasil yang di harapkan (Gordon,1994). Merupakan pedoman tertulis
untuk perawatan klien. Rencana perawatan terorganisasi sehingga setiap
perawat dapat dengan cepat mengidentifikasi tindakan perawatan yang
diberikan. Rencana asuhan keperawatan yang di rumuskan dengan tepat
memfasilitasi konyinuitas asuhan perawatan dari satu perawat ke perawat
lainnya. Sebagai hasil, semua perawat mempunyai kesempatan untuk
memberikan asuhan yang berkualitas tinggi dan konsisten. Rencana
asuhan keperawatan tertulis mengatur pertukaran informasi oleh perawat
dalam laporan pertukaran dinas. Rencana perawatan tertulis juga
mencakup kebutuhan klien jangka panjang(potter,1997)

4. Implementasi keperawatan
Merupakan inisiatif dari rencana tindakan untuk mencapai tujuan
yang spesifik. Tahap pelaksanaan dimulai dimulai setelah rencana tindakan
disusun dan ditujukan pada nursing orders untuk membantu klien
mencapai tujuan yang diharapkan. Oleh karena itu rencana tindakan yang
spesifik dilaksanakan untuk memodifikasi faktor-faktor yang
mempengaruhi masalah kesehatan klien.
Adapun tahap-tahap dalam tindakan keperawatan adalah sebagai
berikut :

40
a. Persiapan Tahap awal tindakan keperawatan ini menuntut
perawat untuk mengevaluasi yang diindentifikasi pada tahap
perencanaan.
b. Intervensi Focus tahap pelaksanaan tindakan perawatan adalah
kegiatan dan pelaksanaan tindakan dari perencanaan`untuk
memenuhi kebutuhan fisik dan emosional. Pendekatan tindakan
keperawatan meliputi tindakan : independen,dependen,dan
interdependen.
c. Dokumentasi Pelaksanaan tindakan keperawatan harus diikuti
oleh pencatatan yang lengkap dan akurat terhadap suatu kejadian
dalam proses keperawatan.

5. Evaluasi Perencanaan
evaluasi memuat criteria keberhasilan proses dan keberhasilan
tindakan keperawatan. Keberhasilan proses dapat dilihat dengan jalan
membandingkan antara proses dengan pedoman/rencana proses tersebut.
Sedangkan keberhasilan tindakan dapat dilihat dengan membandingkan
antara tingkat kemandirian pasien dalam kehidupan sehari-hari dan tingkat
kemajuan kesehatan pasien dengan tujuan yang telah di rumuskan
sebelumnya.Sasaran evaluasi adalah sebagai berikut :
a. Proses asuhan keperawatan, berdasarkan criteria/ rencana yang telah
disusun.
b. Hasil tindakan keperawatan ,berdasarkan criteria keberhasilan yang
telah di rumuskan dalam rencana evaluasi.
c. Hasil evaluasi Terdapat 3 kemungkinan hasil evaluasi yaitu :
1) Tujuan tercapai,apabila pasien telah menunjukan perbaikan/
kemajuan sesuai dengan criteria yang telah di tetapkan.
2) Tujuan tercapai sebagian,apabila tujuan itu tidak tercapai secara
maksimal, sehingga perlu di cari penyebab dan cara mengatasinya.
3)Tujuan tidak tercapai,apabila pasien tidak menunjukan
perubahan/kemajuan sama sekali bahkan timbul masalah
baru.dalam hal ini perawat perlu untuk mengkaji secara lebih
mendalam apakah terdapat data, analisis, diagnosa, tindakan, dan

41
faktor-faktor lain yang tidak sesuai yang menjadi penyebab tidak
tercapainya tujuan. Setelah seorang perawat melakukan seluru
proses keperawatan dari pengkajian sampai dengan evaluasi kepada
pasien,seluruh tindakannya harus di dokumentasikan dengan benar
dalam dokumentasi keperawatan.

STUDI KASUS
SKENARIO : Critical in nursing proses
Pukul 02:00 pagi pada suatu rumah sakit , perawat Yanti diruang rawat
medikal bedah, setelah melaksanakan tindakan pemasangan infus pada
seorang pasien baru masuk, kemudian perawat melewati sebuah kamar yang
tidak tertutup rapat dan melihat lampu kamar tersebut masih menyala ,
didalam kamar tersebut dirawat terlihat seorang pasien Ny. B sendiri. Ia
berjalan menemui Ny. B dan berkata:”bu saya perhatikan lampu kamar ibu
masih menyala. Bagaimana keadaan ibu?”, sudah tidur ?, Ny. B berkata:``Saya
baik-baik saja`` kemudian membalikan badan kearah berlawanan dari
Perawat.
Perawat Yanti juga memperhatikan bahwa ada sekumpulan tissue bekas
di lantai dan seprei klien berantakan. Mata klien bengkak dan merah,karena
takut mengganggu istirahat Ny.B, maka perawat Yanti pun tidak bertanya lagi
dan segera meninggalkan kamar Ny.B.
Analisa Kasus :
1. Klien takut menceritakan masalahnya kepada perawat dengan tindakannya
membalikkan badan kearah berlawanan dari perawat setelah mengatakan saya
baik – baik saja.
2. Perawat takut mengganggu waktu istirahat klien sehingga ia tidak sempat
menanyakan apa yang sebenarnya terjadi pada klien.

Uraikan sebaiknya apa yang harus perawat lakukan sesuai dengan konsep
berfikir krits dan tahap-tahap proses keperawatan.

Silahkan bekerja.

42
43