Anda di halaman 1dari 38

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadiran Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat-
Nya yang telah dilimpahkan kepada kami sehingga kami dapat menyelesaikan
tugas dengan baik, namun demikian masih ada kekurangan didalamnya. Dan juga
kami berterima kasih kepada Ibu Prof. Dr. Ir. Ellen Joan Kumaat, MSc, DEA dan
Bapak Prof. Dr. Ir. Hieryco Manalip, Msc, DEA selaku dosen mata kuliah Metode
Numerik Lanjut yang telah memberikan kepercayaan tugas ini kepada kami.
Kami sangat berharap tugas ini dapat berguna dalam rangka menambah
wawasan serta pengetahuan. Kami juga menyadari sepenuhnya bahwa di dalam
tugas ini terdapat kekurangan dan jauh dari kata sempurna. Oleh sebab itu, kami
berharap adanya kritik, saran dan usulan demi perbaikan tugas yang telah kami
buat di masa yang akan datang, mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa
saran yang membangun.
Semoga tugas sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang
membacanya. Sekiranya tugas yang telah disusun ini dapat berguna bagi kami
sendiri maupun orang yang membacanya. Sebelumnya, kami mohon maaf apabila
terdapat kesalahan kata yang kurang berkenan dan juga kami memohon kritik dan
saran yang membangun demi perbaikan makalah ini di waktu yang akan datang.

Manado, Oktober 2019

Penyusun

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ............................................................................................. i


DAFTAR ISI ........................................................................................................... ii
DAFTAR GAMBAR ............................................................................................. iv
BAB I ...................................................................................................................... 1
PENDAHULUAN .................................................................................................. 1
1.1 Latar Belakang ......................................................................................... 1
1.2 Rumusan Masalah .................................................................................... 2
1.3 Tujuan ....................................................................................................... 2
1.4 Manfaat Penulisan .................................................................................... 2
BAB II ..................................................................................................................... 3
LANDASAN TEORI .............................................................................................. 3
2.1 Pengertian Metode Cholesky.................................................................... 3
2.2 Ciri-ciri Metode Cholesky ........................................................................ 3
2.3 Sejarah Python .......................................................................................... 4
2.4 Aplikasi Bahasa Phyton ............................................................................ 5
2.5 Mengapa Menggunakan Python ............................................................... 5
2.6 Kelebihan dan Kekurangan Python .......................................................... 6
2.7 Instalasi Python ........................................................................................ 7
2.8 Platform Python ........................................................................................ 9
2.9 Cara Menjalankan Program Pertama ...................................................... 10
BAB III ................................................................................................................. 11
PEMBAHASAN ................................................................................................... 11
BAB IV ................................................................................................................. 22
ANALISIS ............................................................................................................ 22
4.1 Perhitungan Manual dengan Metode Cholesky...................................... 22
4.2 Algoritma Metode Cholesky .................................................................. 23
4.3 Bagan Alir Metode Cholesky ................................................................. 24
4.4 Perhitungan Metode Cholesky Menggunakan Program Python ............ 24
BAB V................................................................................................................... 32

ii
PENUTUP ............................................................................................................. 32
5.1 Kesimpulan ............................................................................................. 32
5.2 Saran ....................................................................................................... 33
DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................... 34

iii
DAFTAR GAMBAR

Gambar 4.1 Bagan Alir Metode Cholesky ……………….………………….24


Gambar 4.2 Perhitungan Metode Cholesky Menggunakan Program
Python………………………………………………………………………....…30

iv
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Metode numerik adalah teknik untuk menyelesaikan permasalahan-
permasalahan yang diformulasikan secara matematis dengan cara hitungan
(Aritmatika). Persoalan yang melibatkan model matematika banyak muncul dalam
berbagai disiplin ilmu pengetahuan,seperti dalam bidang fisika, kimia, ekonomi,
atau pada persoalan rekayasa (engineering). Sehingga dapat dipecahkan dengan
suatu program.
Bahasa pemrograman, atau sering diistilahkan juga dengan bahasa
komputer atau bahasa pemrograman komputer, adalah instruksi standar untuk
memerintah komputer. Bahasa pemrograman ini merupakan suatu himpunan dari
aturan sintaks dan semantik yang dipakai untuk mendefinisikan program
komputer. Bahasa ini memungkinkan seorang programmer dapat menentukan
secara persis data mana yang akan diolah oleh komputer, bagaimana data ini akan
disimpan/diteruskan, dan jenis langkah apa secara persis yang akan diambil dalam
berbagai situasi.
Fungsi bahasa pemrograman yaitu memerintah komputer untuk mengolah
data sesuai dengan alur berpikir yang kita inginkan. Keluaran dari bahasa
pemrograman tersebut berupa program/aplikasi. Contohnya adalah program yang
digunakan oleh kasir di mal-mal atau swalayan, penggunaan lampu lalu lintas di
jalan raya, dll.
Bahasa Pemrograman yang kita kenal ada banyak sekali di belahan dunia,
tentang ilmu komputer dan teknologi dewasa ini. Perkembangannya mengikuti
tingginya inovasi yang dilakukan dalam dunia teknologi.
Metode Cholesky adalah salah satu metode yang digunakan dalam
penyelesaian masalah persamaan linear. Pada dasarnya metode ini hanyalah
bentuk khusus dari metode faktorisasi Doolittle. Namun sering kali suatu model
permasalahan menjadi rumit dan tidak dapat diselesaikan dengan metode

1
penyelesaian biasa. Oleh karena itu, digunakanlah metode lain yaitu metode
numerik jenis dekomposisi Cholesky.
Untuk menyelesaikan masalah-masalah diatas maka pada tugas ini
menggunakan program python. Python merupakan bahasa pemrograman yang
freeware atau perangkat bebas dalam arti sebenarnya, tidak ada batasan dalam
penyalinannya atau mendistribusikannya. Lengkap dengan source codenya,
debugger dan profiler, antarmuka yang terkandung di dalamnya untuk pelayanan
antarmuka, fungsi sistem, GUI (antarmuka pengguna grafis), dan basis datanya.

1.2 Rumusan Masalah


1. Bagaimana tahapan-tahapan dalam menyelesaikan soal dengan
metode ini?
2. Apakah semua permasalahan dapat diselesaikan dengan metode
Cholesky?
3. Apa kelebihan dan kekurangan dari metode Cholesky?

1.3 Tujuan
1. Untuk mengetahui tahapan-tahapan dalam menyelesaikan soal dengan
metode ini.
2. Untuk mengetahui apakah semua permasalahan dapat diselesaikan
dengan metode Cholesky.
3. Untuk mengetahui kelabihan dan kekurangan dari metode Cholesky.

1.4 Manfaat Penulisan


Dari penulisan makalah ini diharapkan mendatangkan manfaat berupa
penambahan pengetahuan serta wawasan kepada pembaca maupun penulis
tentang “ Metode Cholesky”

2
BAB II
LANDASAN TEORI

2.1 Pengertian Metode Cholesky


Dalam penyelesaian masalah-masalah rekayasa sipil sering kali digunakan
suatu cara penyelesaian yang disebut metode numerik. Metode numerik adalah
teknik yang digunakan untuk memformulasikan persoalan matematika sehingga
dapat dipecahkan dengan operasi perhitungan biasa (+, -, / , *). Salah satu cabang
metode numerik yang biasa digunakan adalah metode Cholesky.

Metode Cholesky adalah sebuah metode penyelesaian persamaan linear


simultan yang diperoleh dari rumusan matematika berdasarkan atas unsur
koefisien variabel yang simetris.

2.2 Ciri-ciri Metode Cholesky


Ciri-ciri dari persamaan linear simultan yang diselesaikan dengan
menggunakan metode Cholesky adalah :

1. Matriks yang akan diselesaikan harus merupakan matriks bujursangkar


yaitu matriks simetris yang ber-ordo sama ( jumlah baris sama dengan
jumlah kolom).

2. Unsur matriks baris sama dengan unsur matriks kolom pada indeks baris
dan kolom yang sama.

3. Angka di amn haruslah angka yang paling besar karena nilai di dalam tanda
akar harus bertanda positif.
4. Angka diluar diagonal utama harus memiliki nilai yang sama.

3
5. Ada 2 jenis rumusan dalam metode Cholesky. Hal ini berdasarkan jenis
matriks yang dikerjakan, yaitu apakah matriks tersebut memenuhi nilai
positif definitif?
Bila ya, maka penyelesaian matriks tersebut menggunakan rumusan :
[A] = [U T ] [U],
Bila tidak maka menggunakan rumusan [A]=[U T ][D][U].
(Mengenai rumus, akan dibahas pada bab selanjutnya)
Adapun ciri-ciri dari matriks yang memenuhi nilai positif definitif yaitu :
 Nilai pada diagonal utamanya selalu positif
 Determinannya bernilai positif

2.3 Sejarah Python


Python dikembangkan oleh Guido van Rossum pada tahun 1990 di CWI,
Amsterdam sebagai kelanjutan dari bahasa pemrograman ABC. Versi terakhir
yang dikeluarkan CWI adalah 1.2.
Tahun 1995, Guido pindah ke CNRI sambil terus melanjutkan
pengembangan Python. Versi terakhir yang dikeluarkan adalah 1.6. Tahun 2000,
Guido dan para pengembang inti Python pindah ke BeOpen.com yang merupakan
sebuah perusahaan komersial dan membentuk BeOpen PythonLabs. Python 2.0
dikeluarkan oleh BeOpen. Setelah mengeluarkan Python 2.0, Guido dan beberapa
anggota tim PythonLabs pindah ke DigitalCreations.
Saat ini pengembangan Python terus dilakukan oleh sekumpulan
pemrogram yang dikoordinir Guido dan Python Software Foundation. Python
Software Foundation adalah sebuah organisasi non-profit yang dibentuk sebagai
pemegang hak cipta intelektual Python sejak versi 2.1 dan dengan demikian
mencegah Python dimiliki oleh perusahaan komersial. Saat ini distribusi Python
sudah mencapai versi 2.6.1 dan versi 3.0.
Nama Python dipilih oleh Guido sebagai nama bahasa ciptaannya karena
kecintaan guido pada acara televisi Monty Python s Flying Circus. Oleh karena

4
itu seringkali ungkapan-ungkapan khas dari acara tersebut seringkali muncul
dalam korespondensi antar pengguna Python.

2.4 Aplikasi Bahasa Phyton

 Perangkat bantu shell. Tugas-tugas sistem administrator, program baris


perintah.

 Kerja bahasa ekstensi. Antarmuka untuk pustaka C/C++, kustomisasi


 Pembuatan prototipe secara cepat/pembuatan sistem aplikasi. Prototipe
yang dapat dibuang atau sesuai dengan permintaan.
 Modul berdasarkan bahasa pemrograman. Pengganti dari penulisan parser
khusus.
 Antarmuka pengguna grafis. Penggunaan GUI API sederhana dan canggih.
 Pengaksesan basisdata. Penyimpanan objek tetap, antarmuka sistem SQL.
 Pemrograman terdistribusi. Penggunaan API mekanisme client/server
terintegrasi.
 Skrip internet. Skrip CGI, antarmuka HTTP, Aplet WWW, dan lainnya.

2.5 Mengapa Menggunakan Python


Sisi utama yang membedakan Python dengan bahasa lain adalah dalam hal
aturan penulisan kode program. Bagi para programmer di luar python siap-siap
dibingungkan dengan aturan indentasi, tipe data, tuple, dan dictionary. Python
memiliki kelebihan tersendiri dibandingkan dengan bahasa lain terutama dalam
hal penanganan modul, ini yang membuat beberapa programmer menyukai
python. Selain itu python merupakan salah satu produk yang opensource, free,
dan multiplatform.
Beberapa fitur yang dimiliki Python adalah:

 memiliki kepustakaan yang luas; dalam distribusi Python telah


disediakan modul-modul siap pakai untuk berbagai keperluan.
 memiliki tata bahasa yang jernih dan mudah dipelajari.

 memiliki aturan layout kode sumber yang memudahkan pengecekan,


pembacaan kembali dan penulisan ulang kode sumber.

5
 berorientasi obyek.

 memiliki sistem pengelolaan memori otomatis (garbage collection,


seperti java)

 modular, mudah dikembangkan dengan menciptakan modul-modul


baru; modul-modul tersebut dapat dibangun dengan bahasa Python
maupun C/C++.
 memiliki fasilitas pengumpulan sampah otomatis, seperti halnya pada
bahasa pemrograman Java, python memiliki fasilitas pengaturan
penggunaan ingatan komputer sehingga para pemrogram tidak perlu
melakukan pengaturan ingatan komputer secara langsung.

2.6 Kelebihan dan Kekurangan Python


Kelebihan :
 Tidak ada tahapan kompilasi dan penyambungan (link) sehingga
kecepatan perubahan pada masa pembuatan system aplikasi meningkat.
 Tidak ada deklarasi tipe sehingga program menjadi lebih sederhana,
singkat, dan fleksible. Manajemen memori otomatis yaitu kumpulan
sampah memori sehingga dapat menghindari pencatatan kode
 Tipe data dan operasi tingkat tinggi yaitu kecepatan pembuatan system
aplikasi menggunakan tipe objek yang telah ada
 Pemrograman berorientasi objek Pelekatan dan perluasan dalam C
 Terdapat kelas, modul, eksepsi sehingga terdapat dukungan
pemrograman skala besar secara modular
 Pemuatan dinamis modul C sehingga ekstensi menjadi sederhana dan
berkas biner yang kecil Pemuatan kembali secara dinamis
modul phyton seperti memodifikasi aplikasi tanpa
menghentikannya
 Model objek universal kelas Satu Konstruksi pada saat aplikasi berjalan
Interaktif, dinamis dan alamiah Akses hingga informasi interpreter
 Portabilitas secara luas seperti pemrograman antar platform tanpa ports

6
 Kompilasi untuk portable kode byte sehingga kecepatan eksekusi
bertambah dan melindungi kode sumber
 Antarmuka terpasang untuk pelayanan keluar seperti perangkat Bantu
system, GUI, persistence, database, dll
Kekurangan:
 Beberapa penugasan terdapat diluar dari jangkauan python, seperti
bahasa pemrograman dinamis lainnya, python tidak secepat atau efisien
sebagai statis, tidak seperti bahasa pemrograman kompilasi seperti
bahasa C.
 Disebabkan python merupakan interpreter, python bukan merupakan
perangkat bantu terbaik untuk pengantar komponen performa kritis.

 Python tidak dapat digunakan sebagai dasar bahasa pemrograman


implementasi untuk beberapa komponen, tetapi dapat bekerja dengan
baik sebagai bagian depan skrip antarmuka untuk mereka.
 Python memberikan efisiensi dan fleksibilitas tradeoff by dengan tidak
memberikannya secara menyeluruh.
 Python menyediakan bahasa pemrograman optimasi untuk kegunaan,
bersama dengan perangkat bantu yang dibutuhkan untuk
diintegrasikan dengan bahasa pemrograman lainnya.

2.7 Instalasi Python


1. Pilih software Python versi yang diinginkan, contoh memakai python
versi 2.4

2. Klik software python, lakukan peng-instalan pada computer dan ikuti


langkah selanjutnya :

7
3. Pilih instal untuk semua user, klik tombol next :

4. Pilih direktori tujuan untuk tempat menyimpan program python, lalu


klik tombol next. Jika kita klik tombol Disk Usage maka muncul form
yang berisi informasi berapa besar kapasitas disk yang dibutuhkan
/digunakan untuk menginstal python(sekitar 49 MB) :

8
Jika klik tombol advanced, pilih compile .py ke byte code setelah
instalasi jika tidak memilih juga tidak apa-apa dan tekan finish,ikuti petunjuk
selanjutnya :

Selesai instalasi, komputer telah ada Python, khususnya versi 2.4 pada
folder C:\Python24

2.8 Platform Python


Python dapat digunakan untuk berbagai keperluan pengembangan
perangkat lunak dan dapat berjalan di berbagai macam sistem operasi karena
sifatnya yang multiplatform. Pada kebanyakan sistem operasi linux, bahasa
pemrograman ini menjadi standarisasi untuk disertakan dalam paket
distribusinya.
Seperti halnya bahasa pemrograman dinamis, python seringkali digunakan
sebagai bahasa skrip. Saat ini kode python dapat dijalankan pada sistem berbasis:
Linux/Unix, Windows, Mac OS X, OS/2, Amiga, Palm, Symbian (untuk produk-
produk Nokia).
Python didistribusikan dengan beberapa lisensi yang berbeda dari
beberapa versi. Lihat sejarahnya di Python Copyright. Namun pada
prinsipnya Python dapat diperoleh dan dipergunakan secara bebas, bahkan
untuk kepentingan komersial. Lisensi Python tidak bertentangan baik
menurut definisi Open Source maupun General Public License (GPL).

9
2.9 Cara Menjalankan Program Pertama
Klik tombol start  Program Python24 IDLE((Python GUI), IDLE(GUI-
Integrated Development Environment) dengan tampilan sebagai berikut :

Pada window diatas,,didalam prompt (>>>), tuliskan : print instalasi python


selesai Kemudian interpreter merespon dengan menampilkan

instalasi python selesai

pada layar. Ya, kita menuliskan program Python

10
BAB III
PEMBAHASAN

Persamaan linear simultan itu dapat dinyatakan sebagai:

Di dalam metode Cholesky, matriks [A] disebut matriks simetri apabila

di luar unsur diagonal, unsur matriks baris sama dengan unsur matriks kolom pada

indeks baris dan kolom yang sama. Dengan demikian unsur matriks simetri

dirumuskan sebagai :

Matriks simetri dapat dinyatakan sebagai produk matriks triangulasi

bawah dengan matriks triangulasi atas, dengan kedua matriks satu sama lain

adalah matriks transpose.

11
Dari persamaan diatas, unsur matriks [A] merupakan hasil produk unsur baris
dalam matriks [Uᵀ] dan unsur kolom matriks [U]. Hubungan unsur aij dengan
unsur uij baris pertama

12
13
Rumusan umum untuk menyatakan unsur matriks [A] pada posisi diagonal :

14
Sehingga rumusan umum untuk menyatakan unsur matriks [U] menurut
persamaan (1) adalah :

(1< i = j)

(1 < i < j)

; uij = 0 (i > j)

Persamaan (2), (3), dan (4) disebut formula faktorisasi yang mengubah
unsur matriks [A]menjadi unsur dari dua matriks [U]ᵀ dan [U] seperti persamaan
(1).

Cara ini dinamakan metode Akar Cholesky karena adanya unsur akar pada
pernyataan uii, dan hanya berlaku bagi matriks yang simetri serta nilai di bawah
tanda akar adalah bilangan positif. Untuk menjelaskan metode ini, tinjau matriks
simetri berikut ini :

15
Dapat dibuktikan :

Apabila matriks simetri tidak memenuhi nilai positif definitif, faktorisasi di


lakukan kedalam produk, maka :

Matriks [D] merupakan matriks diagonal dengan unsur-unsur matriks


berupa suku kuadrat dari faktorisasi baris matriks [U] [1]. Jika suku terfaktor
adalah uii, maka unsur diagonal dalam matriks [D] adalah :

16
Nilai kuadrat uii menghindarkan perhitungan di bawah tanda akar seperti
dalam persamaan (2). Dengan ketetapan ini, perlu dilakukan modifikasi untuk
persamaan (2) dan persamaan (3), prosedur modifikasi ini disebut cara Modifikasi
Cholesky. Persamaan (5) dapat dinyatakan dalam format yang lengkap berikut ini:

[A] =

Unsur matriks [A] di posisi diagonal berdasarkan rumusan (6) adalah a 11 =


d11 pada suku pertama. Suku pada posisi diagonal lainnya adalah :

(7)
Unsur matriks [A] di luar posisi diagonal sebagai :

(8)
Unsur matriks [D] dan [U] dapat diperoleh dengan menggunakan persamaan (7)
dan (8) dalam persamaan faktorisasi

17
Atau secara umum :

Jika diuraikan unsur matriks pada contoh :

18
19
20
21
BAB IV
ANALISIS

4.1 Perhitungan Manual dengan Metode Cholesky

Penerapan metode Cholesky pada matriks simetris yang memenuhi nilai positif
definitf

4 2 −10
[𝐴] = [ 2 5 7 ]
−10 7 70

Langkah-langkah yang harus dilakukan :


1. Cari nilai [U]

2 1 −5
[U] = [0 2 6]
0 0 3
2. Cari nilai [Uᵀ]
Mengubah baris jadi kolom dan sebaliknya
2 0 0
[Uᵀ] = [ 1 2 0]
−5 6 3

22
3. Pembuktian
Buktikan bahwa [A] = [Uᵀ] [U]

4 2 −10 4 2 −10
[ 2 5 7 ]=[ 2 5 7 ] (TERBUKTI BENAR)
−10 7 70 −10 7 70

4.2 Algoritma Metode Cholesky

 Input matriks berordo sama (simetris)


 Nilai didalam tanda akar harus sama bertanda positif (aₘₙ = positif)
 Analisa apakah matriks tersebut memenuhi matriks bernilai positif
definitif atau tidak bernilai positif definitive.

23
4.3 Bagan Alir Metode Cholesky

Mulai

(Input Data) Masukkan nilai elemen matriks


a11,a12,a13,a21,a22,a23,a31,a32,a33

Analisa Jenis Tidak Tidak


Matriks dapat
dikerjakan

Ya

Matriks bernilai positif Matriks tidak bernilai


definitif positif definitif

Selesai Selesai

Gambar 4.1 Bagan Alir Metode Cholesky

4.4 Perhitungan Metode Cholesky Menggunakan Program Python


Bahasa pemrograman PYTHON

print("--------------------------- KELOMPOK 3 -----------------------------------------")

print("-----------------------------------------------------------------------------------------")

print("====================================================")

print("============== METODE CHOLESKY ====================")

print("Diketahui : ")

print("Masukkan Nilai Elemen A")

24
a11=int(input("nilai a11= "))

a12=int(input("nilai a12= "))

a13=int(input("nilai a13= "))

a21=int(input("nilai a21= "))

a22=int(input("nilai a22= "))

a23=int(input("nilai a23= "))

a31=int(input("nilai a31= "))

a32=int(input("nilai a32= "))

a33=int(input("nilai a33= "))

print("MATRIKS A")

print("│",a11,"",a12,"",a13,"│")

print("│",a21,"",a22,"",a23,"│")

print("│",a31,"",a32,"",a33,"│")

print("Ditanya : ")

print("Penerapan metode Cholesky pada matriks simetris yang memenuhi nilai


positif definitif ? ")

print("Penyelesaian : ")

import math

print("===> Cari nilai [U]")

b=math.sqrt(a11)

print(" U11 =",b,"")

c=a12/b

print(" U12 =",c,"")

d=a13/b

25
print(" U13 =",d,"")

e=math.sqrt(a22-(c**2))

print(" U22 =",e,"")

f=(a23-c*d)/e

print(" U23 =",f,"")

g=math.sqrt(a33-(d**2)-(f**2))

print(" U33 =",g,"")

print(" Untuk U21, U31, U32 bernilai nol [0] karena i>j")

print(" │", b ," ",c,"",d,"│")

print(" [U] = │",0.0," ",e,"",f,"│")

print(" │",0.0,"",0.0,"",g,"│")

print("===> Cari nilai [U']")

print(" │",b,"",0.0,"",0.0,"│")

print(" [U']= │",c," ",e," ",0.0,"│")

print(" │",d," ",f," ",g,"│")

print("===> Pembuktian")

print("Buktikan bahwa [A]=[U'][U]")

print("│",a11,"",a12," ",a13,"│ │",b,"",0.0,"",0.0,"│ │",b," ",c,"",d,"│")

rint("│",a21,"",a22," ",a23,"│ = │",c," ",e," ",0.0,"│ │",0.0," ",e,"",f,"│")

print("│",a31,"",a32," ",a33,"│ │",d," ",f," ",g,"│ │",0.0,"",0.0,"",g,"│")

h=(b*b)+(0.0*0.0)+(0.0*0.0)

26
i=(b*c)+(0.0*e)+(0.0*0.0)

j=(b*d)+(0.0*f)+(0.0*g)

k=(c*b)+(e*0.0)+(0.0*0.0)

l=(c*c)+(e*e)+(0.0*0.0)

m=(c*d)+(e*f)+(0.0*g)

n=(d*b)+(f*0.0)+(g*0.0)

o=(d*c)+(f*e)+(g*0.0)

p=(d*d)+(f*f)+(g*g)

print(".")

print(".")

print(".")

print("│",a11,"",a12,"",a13,"│ │",h,"",i,"",j,"│")

print("│",a21,"",a22,"",a23,"│ = │",k,"",l,"",m,"│")

print("│",a31,"",a32,"",a33,"│ │",n,"",o,"",p,"│")

print("TERBUKTI BENAR")

27
28
29
Gambar 4.2 Perhitungan Metode Cholesky Menggunakan Program Python

Tidak semua persoalan linier dapat diselesaikan dengan metode Cholesky


ini . Hal ini dikarenakan adanya syarat-syarat tertentu yang harus dipenuhi seperti
bentuk matriks yang harus simetris, angka diluar diagonal utamanya harus
memiliki nilai yang sama, dan lain-lain.

30
Kelebihan Metode Cholesky:
1. Dapat mengetahui factor-faktor dari suatu matriks.

Kekurangan Metode Cholesky:


1. Tidak semua persoalan dapat diselesaikan dengan metode Cholesky
2. Terlalu banyak persyaratan dalam penyelesaiannya

31
BAB V
PENUTUP

5.1 Kesimpulan

Metode Cholesky adalah sebuah metode penyelesaian persamaan linear


simultan yang diperoleh dari rumusan matematika berdasarkan atas unsur
koefisien variabel yang simetris. Metode ini memiliki beberapa ciri, yaitu matriks
yang akan diselesaikan harus merupakan matriks bujursangkar (ber-ordo sama),
unsur matriks baris sama dengan unsur matriks kolom pada indeks baris dan
kolom yang sama. Angka diluar diagonal utama harus memiliki nilai yang sama.

Ada 2 jenis rumusan dalam metode Cholesky. Hal ini berdasarkan jenis
matriks yang dikerjakan, yaitu apakah matriks tersebut memenuhi nilai positif
definitive maka penyelesaian matriks tersebut menggunakan rumusan : [A] = [U T
] [U], Bila tidak maka menggunakan rumusan [A]=[U T ][D][U].
Adapun ciri-ciri dari matriks yang memenuhi nilai positif definitif yaitu :
 Nilai pada diagonal utamanya selalu positif
 Determinannya bernilai positif
Dari hasil penyusunan makalah yang kami lakukan, dapat disimpulkan
bahwa terapan metode numeric khususnya metode Cholesky dalam persoalan
matematika cukup diperlukan karena dengan metode ini dapat dibuktikan dan
dicari faktor dari suatu matriks.
Selain itu, berdasarkan analisis soal yang kami lakukan, dapat disimpulkan
bahwa tidak semua persoalan linier dapat diselesaikan dengan metode Cholesky
ini . Hal ini dikarenakan adanya syarat-syarat tertentu yang harus dipenuhi seperti
bentuk matriks yang harus simetris, angka diluar diagonal utamanya harus
memiliki nilai yang sama, dan lain-lain.

32
5.2 Saran
Untuk memudahkan pekerjaan lebih baik kita memanfaatkan aplikasi-
aplikasi komputer yang dapat membantu meringankan pekerjaan sehingga dapat
memaksimalkan waktu. Sebelum menggunakan program harus mengecek kembali
program yang ada didalamnya, harus sesuai dengan data yang akan diolah. Tugas
ini belum sepenuhnya sempurna, diharapkan agar dapat memberikan saran dan
masukan yang bersifat membangun untuk perbaikan dan menyempurnakan tugas
ini.

33
DAFTAR PUSTAKA

Lipson, Marc and Seymour Lipschutz. 2001. Schaum’s Outlines of Theory


and Problems of Linear Algebra 3th ed. New York: The McGraw-Hill Companies.

Yahya, Yusuf dkk. 2001. Matematika Dasar untuk Perguruan Tinggi.


Jakarta: Ghalia Indonesia.

Zakaria, Hasballah dan Amrinsyah Nasution. 2001. Metode Numerik


dalam Ilmu Rekayasa Sipil. Bandung: ITB.

Tam. Metode Cholesky. ars.uns.ac.id. [online] [28 Oktober 2019]

Zakaria, Hasballah dan Amrinsyah Nasution. Metode Numerik secara


Umum. mail.si.itb.ac.id. [online] [28 Oktober 2019]

file:///C:/Users/ASUS/Downloads/KONSEP%20DASAR%20PYTHON.p
df. [online] [16 Oktober 2019]

materimahasiswateknik.blogspot.com. [online] [28 Oktober 2019]

mti.ugm.ac.id. [online] [28 Oktober 2019]

www.eng.ui.ac.id. [online] [28 Oktober 2019]

www.google.com. [online] [28 Oktober 2019]

www.malang.ac.id. [online] [28 Oktober 2019]

www.math.ui.ac.id. [online] [28 Oktober 2019]

www.yahoo.com. [online] [28 Oktober 2019]

34