Anda di halaman 1dari 7

ASPEK HUKUM DAN LINGKUNGAN BISNIS

PERTEMUAN 8

Nama : Ingrid Anastasya


NIM : 20180103160

PROGRAM STUDI MAGISTER MANAJEMEN

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS ESA UNGGUL

JAKARTA

2019
Lingkungan Sosial
Salah satu faktor sosial yang berpotensi sebagai peluang setiap bidang usaha ialah
pertumbuhan penduduk. Kabupaten Bekasi adalah salah satu daerah yang memiliki jumlah
penduduk terpadat di Indonesia. Jumlah penduduk yang besar menjadi potensi terhadap
perkembangan usaha dalam memasarkan produk. Berdasarkan hasil registrasi penduduk, jumlah
Penduduk Kabupaten Bekasi tahun 2016 mencapai 3.371.691 jiwa dan sebagian besar pekerja di
Kabupaten Bekasi bergerak pada sektor industri. Kabupaten Bekasi merupakan kawasan sektor
industri terbesar se Asia Tenggara yaitu dengan 2.215 unit pabrik.

Tabel 1
Laju Pertumbuhan Penduduk Kabupaten Bekasi, 2010-2017

Tahun Laju pertumbuhan


[1] [2]
2010 4.18
2011 4.23
2012 4.16
2013 4.08
2014 4.02
2015 3.95
2016 3.87
2017 3.81
Sumber : BPS Kabupaten Bekasi

Tabel 2
Jumlah Penduduk menurut Kecamatan di Kabupaten Bekasi, 2013-2017
Jumlah Penduduk / Population (jiwa/people)
Kecamatan / District
2013 2014 2015 2016 2017*
[1] [2] [3] [4] [5] [6]
Setu 128,816 133,500 138,237 143,384 144,624
Serang Baru 127,747 140,912 155,985 168,038 173,585
Cikarang Pusat 67,630 72,911 92,591 99,446 100,714
Cikarang Selatan 185,228 199,593 252,864 275,781 278,476
Cibarusah 83,968 86,092 87,316 89,530 92,168
Bojongmangu 25,534 26,055 26,459 26,767 27,363
Cikarang Timur 100,598 102,360 101,097 102,579 107,854
Kedungwaringin 58,400 59,952 60,855 61,463 63,660
Cikarang Utara 262,608 268,694 261,811 263,603 278,421
Karangbahagia 96,952 98,852 93,641 95,359 97,369
Cibitung 231,335 243,428 250,809 262,368 281,824
Cikarang Barat 243,264 251,493 254,171 262,044 278,237
Tambun Selatan 469,668 481,652 473,823 482,702 505,012
Tambun Utara 166,630 180,363 195,334 210,167 215,879
Babelan 248,270 258,381 267,920 283,551 297,645
Tarumajaya 128,866 132,858 146,052 153,494 158,437
Tambelang 35,523 36,338 36,710 36,961 38,461
Sukawangi 44,770 45,851 47,133 48,029 48,297
Sukatani 74,655 76,920 73,103 73,986 74,944
Sukakarya 43,106 43,972 44,812 45,284 46,817
Pebayuran 95,167 97,242 99,113 100,471 102,400
Cabangbungin 47,336 48,455 48,439 48,529 49,018
Muaragembong 36,041 36,824 37,738 38,155 38,818
Kabupaten Bekasi 3,002,112 3,122,698 3,246,013 3,371,691 3,500,023
Sumber: BPS Kabupaten Bekasi

Hal ini dianggap peluang oleh APRO Catering dalam menyediakan kebutuhan pangan
melalui jasa catering. APRO catering menjadikan pabrik-pabrik yang berada di Kabupaten Bekasi
sebagai mitra bisnis. Karyawan pabrik biasanya dituntut untuk menggunakan waktu seefektif
mungkin, tak terkecuali waktu untuk beristirahat, oleh sebab itu APRO catering menawarkan jasa
katering untuk makan siang karyawan dengan pelayanan yang cepat dan tepat waktu sesuai dengan
kondisi pabrik-pabrik tersebut.

Lingkungan Industri
 Tingkat Persaingan dengan Kompetitor
Menurut porter persaingan antar pesaing dalam industri yang sama menjadi pusat kekuatan
persaingan. Kekuatan ini menjadi penentu utama dalam bisnis, dimana perusahaan harus bersaing
secara agresif untuk mendapatkan pangsa pasar yang besar. kompetitor yang dimaksud dalam hal
ini ialah pemain yang menghasilkan serta menjual produk yang sama dan bersaing merebutkan
pasar. Saat ini tidak hanyak harga yang menjadi kompetisi, tetapi ada kualitas pelayanan, kualitas
produk, dan lainnya. Semakin banyaknya kompetitor membuat perusahaan harus semakin
berjuang keras untuk memperebutkan pasar. Perusahaan kita akan semakin diuntungkan apabila
posisi perusahaan lebih kuat dibandingkan pesaing
APRO catering memiliki beberapa kompetitor dalam industri bisnis yang sama yaitu
Abimanyu Catering, Kaena Indah Gemilang, dan Indo Catering dan masih banyak lagi yang juga
melayanin jasa pemesanan catering untuk karyawan pabrik. Perkembangan industry catering
berkembang pesat. Menurut data dari Badan Pariwisata dan Kebudayaan, pada tahun 2016 jumlah
catering di Kabupaten Bekasi sebesar 26 unit, dan pada tahun 2017 meningkat menjadi 28 unit.
Namun jumlahnya masih tergolong sedikit dan belum mampu memenuhi kebutuhan karyawan
pabrik.
Dalam industri catering, tidak ada perbedaan yang signifikan antar perusahaan. Faktor yang
menjadi pembeda hanya menu makanan, citra rasa dan kualitas. Faktor yang menjadi penghambat
bagi perusahaan lain tidak terlalu besar, dikarenakan untuk memulai bersaing dengan industri
catering tidak membutuhkan modal besar
Berikut ini tabel yang menggambarkan persaingan APRO catering dengan para
kompetitornya dalam industry yang sama, sehingga dengan semakin banyaknya kompetitor
menandakan bahwa ancaman ini memiliki posisi yang sangat kuat dalam bisnis jasa boga

Tabel 3.
Pesaingan APRO catering dalam industri yang sama
Perusahaan Layanan
Abimanyu Catering Catering untuk pabrik
Kaena Indah Gemilang Catering untuk pabrik
Indo Catering Catering untuk pabrik

 Ancaman Produk atau Jasa Pengganti

Hal ini biasanya berupa produk pengganti yang sejenis. Adanya produk pengganti akan
membatasi jumlah laba potensial yang didapat dari suatu industri, biasanya disebabkan karena
konsumen mendapatkan produk pengganti yang lebih murah serta memiliki kualitas yang lebih
baik, seperti dari segi pelayanan atau rasa. Semakin sedikit produk pengganti yang tersedia di
pasaran maka akan semakin menguntungkan perusahaan kita
Saat ini masyarakat sudah mulai mengembangkan system informasi dengan model
delivery. Sehingga jasa boga kateringpun mengikuti jaman dengan system online seperti
Kaluna.id. Kaluna.id adalah usaha catering yang dalam pemesanannya menggunakan system
online. Selain itu banyaknta resto dan rumah makan disekitaran pabrik. Dari segi tarif produk,
pengganti menawarkan dengan tarif yang beragam, mulai dari yang murah, sedang, dan mahal

 Ancaman Pendatang Baru

Ancaman pesaing suatu perusahaan tidak selalu datang dari para pesaing lama. Seiring
dengan berkembangnya usaha, maka akan muncul juga ancaman dari para pesaing baru. Masuknya
pesaing dalam industri tersebut maka akan membuat pesaingan semakin ketat yang pada akhirnya
menyebabkan turunnya keuntungan yang diterima. Hal ini juga disebabkan rendahnya modal yang
dibutuhkan sehingga pendatang baru dapat ikut berkompetisi dalam persaingan usaha sejenis.
Kemudian, kebijakan pemerintah dalam kepengurusan izin mendirikan usaha catering cukup sulit
sehingga dapat menjadi hambatan. Tetapi dalam industri ini tidak diperlukan keahlian spesifik
untuk pendatang baru masuk ke industri ini serta tidak ada teknologi eklusif yang harus dimiliki
suatu perusahaan.

Setelah dianalisis diketahui bahwa hambatan masuk bagi pendatang baru untuk
menganca, industri sangat TINGGI.

Tabel 4

Hasil Analisa Ancaman Pendatang Baru

No Variabel Indikator

1 Skala ekonomi Layanan yang disiapkan oleh pendatang baru dalam


skala sedang
2 Kebutuhan modal Kebutuhan modal yang diperlukan membuka
catering tidak besar
3 Diferensiasi produk Produk dari pesaing memiliki diferensiasi produk
3 Biaya pengalihan Biaya peralihan ke produk dari pendatang baru
tinggi

5 Teknologi Tidak diperlukan teknologi tinggi yang dibutuhkan


untuk membuat produk

6 Kebijakan pemerintah Kebijakan pemerintah yang mendukung maupun


menghambat pendatang baru untuk memulai bisnis

 Daya Tawar Menawar Pemasok/Penjual

Produk bahan baku makanan dapat disuplai oleh banyak pemasok, seperti pemasok daging
sapi, pemasok unggas, pemasok seafood, pemasok sayur dan buah, pemasok beras, pemasok
peralatan, pemasok perlengkapan, pemasok kemasan, pemasok air mineral, pemasok LPG.

Bahan baku yang digunakan oleh APRO catering untuk memproduksi makanan yang dijual
merupakan bahan yang banyak beredar di pasar, sehingga relatif mudah untuk didapatkan. Dengan
pernyataan berikut menujukan bahwa daya tawar dari pemasok cenderung rendah.

Strategi yang digunakan oleh perusahaan kami adalah perusahaan sangat selektif dalam
memilih pemasok bahan bakunya dan bekerjasama dengan pemasok yang sesuai dengan standar
bahan baku. Perusahaan kami juga menggunakan lebih dari satu pemasok untuk setiap bahan baku
sehingga dapat mengurangi kekuatan tawar-menawar dari pemasok, dan perusahaan juga dapat
memantau pergerakan harga bahan baku.

Tabel 5
No Variabel Indikator
1 Pemasok didominasi oleh Layanan yang disiapkan oleh pendatang
beberapa perusahaan baru dalam skala sedang
2 Industri bukan satu-satu Kebutuhan modal yang diperlukan
tempat pemasok menjual membuka catering tidak besar
produknya
 Daya Tawar Menawar Konsumen

Pembeli pada industri makanan sehat adalah perusahaan pabrik. Keutungan yang didapat
pembeli dalam hal ini konsumen tentunya menjadi faktor bagi konsumen untuk tawar-menawar.
Biasanya konsumen dalam memilih jasa catering meliputi citra rasa, kebersihan, harga dan kualitas
produk yang sudah terpercaya, sehingga kualitas menjadi faktor utama yang terpenting bagi
konsumen karena produk tersebut mempengaruhi kesehatan konsumen. Kesalahan dalam milih
bahan baku merupakan kesalahan yang sangat fatal.

Kenaikan harga dari produk yang sudah ada membuat konsumen beralih ke pesaing.
Pembeli dapat dengan mudah mempunyai informasi lengkap mengenai suatu produk dan
pesaingannya melalui internat sehingga konsumen dapat lebih selektif dalam mengambil
keputusan untuk membeli suatu produk. Tetapi jumlah penyedia catering di Kabupaten Bekasi
hanya 28 unit sedangkan jumlah perusahaan yang ada di Bekasi sekitar 4000 perusahaan.

Tabel 6
Hasil Analisa Perhitungan Persaingan Diantara penawaran konsumen
No Variabel Indikator
Pembeli mempunya informasi Pembeli memiliki informasi pesaing dan
1 lengkap mengenai suatu produk mempengaruhi pengambilan keputusan
Biaya beralih ke produk lain Besarnya biasanya membuat beralih ke
2 produk lain

Pentingnya kualitas produk Kualitas produk menjadi faktor utama


3
Jumlah pesaing Tidak banyak jumlah catering di wilayah
4 tersebut