Anda di halaman 1dari 12

“ANALISA LAPORAN KEUANGAN”

NESTLE
TAHUN 2017 – 2018

Febry Handayani
1606020096
7B/Akuntansi

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS


UNIVERSITAS ISLAM SYEKH-YUSUF TANGERANG
TAHUN 2019
HASIL RASIO DATA
NESTLE

1. RASIO LIKUIDITAS (INTERNAL LIQUIDITY RATIO)

A. RASIO LANCAR (CURRENT RATIO)

Keterangan Tahun 2017 Tahun 2018


Current Assets 31.884 41.003
Current Liabilities 38.189 43.030

Artinya :
Aset lancar perusahaan besarnya 0,8 kali lipat dari utang lancar
sehingga perusahaan dengan menggunakan aset lancar dapat membayar
seluruh utang lancar.
Dari hasil perhitungan current ratio = 83 % atau 0,83, artinya setiap
Rp.1 utang lancar dijamin oleh Rp. 0,83 harta lancar dari perusahaan tersebut,
atau perbandingannya antara aktiva lancar dengan hutang lancar adalah 0,8 : 1.
Dari perbandingan tersebut menjelaskan bahwa perusahaan masih tidak bisa
menutp hutang lancar dengan aktiva lancarnya.

Artinya :
Aset lancar perusahaan besarnya 0,95 kali lipat dari utang lancar
sehingga perusahaan dengan menggunakan aset lancar dapat membayar
seluruh utang lancar.
Dari hasil perhitungan current ratio = 95 % atau 0,95, artinya setiap
Rp.1 utang lancar dijamin oleh Rp. 0,95 harta lancar dari perusahaan tersebut,
atau perbandingannya antara aktiva lancar dengan hutang lancar adalah 0,95 :
1. Dari perbandingan tersebut menjelaskan bahwa perusahaan masih tidak bisa
menutp hutang lancar dengan aktiva lancarnya.
B. RASIO CEPAT (QUICK RATIO)

Keterangan Tahun 2017 Tahun 2018


Current Asset 31.884 41.003
Inventories 9.177 9.125
Current Liabilities 38.189 43.030

Artinya :
Dari hasil perhitungan quick ratio = 59,4% atau 5,9 (dibulatkan = 6)
artinya setiap Rp.1 utang lancar dijamin oleh Rp. 6 harta lancar dari
perusahaan tersebut, atau perbandingannya antara aktiva lancar dengan hutang
lancar adalah 6 : 1. Jika terjadi perbedaan yang sangat besar antara quick ratio
dengan current ratio, berarti terjadi investasi yang besar pada persediaan.

Artinya :
Dari hasil perhitungan quick ratio = 74,1% atau 7,4 (dibulatkan = 7)
artinya setiap Rp.1 utang lancar dijamin oleh Rp. 7 harta lancar dari
perusahaan tersebut, atau perbandingannya antara aktiva lancar dengan hutang
lancar adalah 7 : 1. Jika terjadi perbedaan yang sangat besar antara quick ratio
dengan current ratio, berarti terjadi investasi yang besar pada persediaan.

C. RASIO KAS (CASH RATIO)

Keterangan Tahun 2017 Tahun 2018


Cash and Cash Equivalents 7.938 4.640
Current Liabilities 38.189 43.030

Artinya :
Jika hanya mengandalkan kas dan marketable securities, perusahaan
hanya dapat melunasi 21% utang lancar (current liabilities). Dari hasil
perhitungan cash ratio = 21% atau 0,21 artinya setiap Rp.1 utang lancar
dijamin oleh Rp. 0,2 kas dan setara kas dari perusahaan tersebut, atau
perbandingannya antara aktiva lancar dengan hutang lancar adalah 0,2 : 1.
Rasio ini menunjukkan porsi jumlah kas + setara kas dibandingkan dengan
total aktiva lancar. Semakin besar rasionya semakin baik

Artinya :
Jika hanya mengandalkan kas dan marketable securities, perusahaan
hanya dapat melunasi 11% utang lancar (current liabilities). Dari hasil
perhitungan cash ratio = 11% atau 0,11 artinya setiap Rp.1 utang lancar
dijamin oleh Rp. 0,1 kas dan setara kas dari perusahaan tersebut, atau
perbandingannya antara aktiva lancar dengan hutang lancar adalah 0,1 : 1.
Rasio ini menunjukkan porsi jumlah kas + setara kas dibandingkan dengan
total aktiva lancar. Semakin besar rasionya semakin baik

2. RASIO SOLVABILITAS

A. DEBT TO ASSETS RASIO (DEBT RASIO)

Keterangan Tahun 2017 Tahun 2018


Total Liabilities 70.981 78.612
Total Assets 133.210 137.015

Artinya :
Rasio ini menunjukan bahwa 53% pendanaan perusahaan dibiayai
dengan hutang. Artinya, bahwa setiap Rp 100 pendanaan perusahaan Rp 53
dibiayai dengan hutang, Rp 47 disediakan oleh pemegang saham. Kondisi
tersebut juga menunjukan perusahaan dibiayai hampir sepenuhnya dari
hutang.

Artinya :
Rasio ini menunjukan bahwa 57% pendanaan perusahaan dibiayai
dengan hutang. Artinya, bahwa setiap Rp 100 pendanaan perusahaan Rp 57
dibiayai dengan hutang, Rp 43 disediakan oleh pemegang saham. Kondisi
tersebut juga menunjukan perusahaan dibiayai hampir sepenuhnya dari
hutang.
Semakin tinggi rasio ini maka pendanaan dengan utang semakin
banyak, maka semakin sulit bagi perusahaan untuk memperoleh tambahan
pinjaman karena dikhawatirkan perusahaan tidak mampu menutupi utang-
utangnya dengan aktiva yang dimilikinya. Sebaliknya semakin rendah rasio ini
maka semakin kecil perusahaan dibiayai dari utang.
Jika perusahaan ingin menambah hutang, maka perusahaan perlu
menambah dahulu ekuitasnya, jadi ketika perusahaan dilikuidasi masih
mampu menutupi hutangnya.
.

B. DEBT TO EQUITY RATIO (DER)

Keterangan Tahun 2017 Tahun 2018


Total Liabilities 70.981 78.612
Total Equity 62.229 58.403

Artinya :
Rasio ini menunjukkan bahwa kreditor menyediakan Rp 114,- tahun
2017 untuk setiap Rp 100,- yang disediakan pemegang saham.

Artinya :
Rasio ini menunjukkan bahwa tahun 2018 sebesar Rp 135,- untuk
setiap Rp 100,- yang disediakan pemegang saham. Turun jauh dibandingkan
tahun 2017.
Bagi kreditor semakin besar rasio ini maka akan semakin tidak
menguntungkan karena akan semakin besar resiko yang ditanggung atas
kegagalan yang mungkin terjadi di perusahaan. Sebaliknya, semakin rendah
rasio ini maka semakin tinggi tingkat pendanaan yang disediakan pemilik dan
semakin besar batas pengamanan bagi kreditor jika terjadi kerugian atau
penyusutan terhadap nilai aktiva. Rasio ini juga menunjukan kelayakan dan
resiko keuangan perusahaan.
C. LONG TERM DEBT TO EQUITY RATIO (LTDtER)

Keterangan Tahun 2017 Tahun 2018


Total Non Current Liabilities 32.792 35.582
Total Equity 62.229 58.403

Artinya :

Rasio ini menunjukan bahwa hutang jangka panjang menyediakan 53%


dari modal sendiri (ekuitas) milik perusahaan. Artinya 53% pendanaan
perusahaan dibiayai dari hutang jangka panjang dan 47% dari modal milik
perusahaan.

Artinya :

Rasio ini menunjukan bahwa hutang jangka panjang menyediakan 61%


dari modal sendiri (ekuitas) milik perusahaan. Artinya 61% pendanaan
perusahaan dibiayai dari hutang jangka panjang dan 39% dari modal milik
perusahaan.

Bagi kreditor semakin besar rasio ini maka akan semakin tidak
menguntungkan karena Semakin tinggi rasio ini maka semakin tinggi juga
hutang jangka panjang yang dimiliki perusahaan. Para kreditor beranggapan
bahwa dikhawatirkan perusahaan tidak mampu menutupi utang-utang jangka
panjang dengan aktiva yang dimilikinya. Rasio ini juga menunjukan kelayakan
dan resiko keuangan perusahaan.

3. RASIO AKTIVITAS (ACTIVITY RATIO)

A. TOTAL ASSETS TURN OVER (PERPUTARAN AKTIVA)

Keterangan Tahun 2017 Tahun 2018


Sales 89.590 91.439
Total Assets 133.210 137.015
B. PERPUTAR MODAL KERJA (WORKING CAPITAL TURN OVER)

Keterangan Tahun 2017 Tahun 2018


Sales 89.590 91.439
Current Assets 31.884 41.003
Current Liabilities 38.189 43.030

C. PERPUTARAN AKTIVA TETAP (FIXED ASSETS TURNOVER / FAT)

Keterangan Tahun 2017 Tahun 2018


Sales 89.590 91.439
Current Assets 31.884 41.003

Artinya :
FAT sebanyak 2,8 kali artinya setiap Rp 1,- aktiva tetap dapat
menghasilkan Rp 2,8 ,- penjualan.

Artinya :
FAT sebanyak 2,2 kali artinya setiap Rp 1,- aktiva tetap dapat
menghasilkan Rp 2,2 ,- penjualan.
D. PERPUTARAN PERSEDIAAN (INVENTORY TURN OVER)

Keterangan Tahun 2017 Tahun 2018


Sales 89.590 91.439
Inventory 9.177 9.125

Artinya :
Rasio ini menunjukkan 10 kali persediaan barang diganti dalam 1
tahun, jika rata – rata Industri 10 kali berarti IT baik. Perusahaan tidak
menahan persediaan dalam jumlah banyak.

Artinya :
Rasio ini menunjukkan 10 kali persediaan barang diganti dalam 1
tahun, jika rata – rata Industri 10 kali berarti IT baik. Perusahaan tidak
menahan persediaan dalam jumlah banyak.

E. HARI RATA-RATA PERSEDIAAN TERSIMPAN DIGUDANG

Artinya :
Jika rata – rata Industri 365/10 adalah 36,5 ini sama dengan 37 hari,
berarti hampir terdapat keterlambatan perubahaan persediaan .

Artinya :
Jika rata – rata Industri 365/10 adalah 36,5 ini sama dengan 37 hari,
berarti terdapat ketidakterlambatan perubahaan persediaan .
F. RATA-RATA UMUR PIUTANG

Keterangan Tahun 2017 Tahun 2018


Receivables 12.036 11.167
Sales 89.590 91.439

G. PERPUTARAN PIUTANG

Keterangan Tahun 2017 Tahun 2018


Sales 89.590 91.439
Receivables 12.036 11.167

Artinya :
Perputaran piutang hanya 7,44 kali, jika rata – rata Industri adalah 10
kali maka penagihan piutang tidak berhasil.

Artinya :
Perputaran piutang hanya 8,19 kali, jika rata – rata Industri adalah 10
kali maka penagihan piutang tidak berhasil.

H. HARI RATA-RATA PENAGIHAN PIUTANG (DAYS OF RECEIVABLE)

Artinya :
Rata – rata Industri :

Jika syarat 2/10, n/30 maka tahun 2017 dan 2018 melebihi dari
tanggal jatuh tempo 7 hari.
4. RASIO PROFITABILITAS
A. PROFIT MARGIN

Keterangan Tahun 2017 Tahun 2018


Sales 89.590 91.439
Cost of goods sold 45.571 46.070
EAIT 7.511 10.468

 GPM (GROSS Profit Margin)

Artinya :
Artinya, untuk setiap Rp 100 penjualan bersih yang dihasilkan oleh
perusahaan, Rp 51 dipergunakan untuk menutup Harga Pokok Penjualan,
sehingga tersisa Rp 49 saja untuk menutup biaya operasional. Dengan kata
lain, dari total penjualan netto yang dihasilkan, 51% nya habis digunakan
untuk menutup HPP dan hanya 49% yang tersisa untuk menutup biaya
operasional

Artinya :
Artinya, untuk setiap Rp 100 penjualan bersih yang dihasilkan oleh
perusahaan, Rp 50 dipergunakan untuk menutup Harga Pokok Penjualan,
sehingga tersisa Rp 50 saja untuk menutup biaya operasional. Dengan kata
lain, dari total penjualan netto yang dihasilkan, 50% nya habis digunakan
untuk menutup HPP dan hanya 50% yang tersisa untuk menutup biaya
operasional.

 NPM (NETT PROFIT MARGIN)

Artinya :

Untuk setiap Rp 100 dari penjualan bersih yang dihasilkan, laba bersih
yang tersisa hanya Rp 8. Sedangkan yang Rp 92 habis untuk menutup HPP,
biaya operasional dan pajak. Dengan kata lain, dari total penjualan netto yang
dihasilkan, perusahaan hanya menyisakan 8% laba bersih. Sedangkan 92%
nya habis untuk menutup HPP, Biaya Operasional dan Pajak.
Artinya :

Untuk setiap Rp 100 dari penjualan bersih yang dihasilkan, laba bersih
yang tersisa hanya Rp 11. Sedangkan yang Rp 89 habis untuk menutup HPP,
biaya operasional dan pajak. Dengan kata lain, dari total penjualan netto yang
dihasilkan, perusahaan hanya menyisakan 11% laba bersih. Sedangkan 89%
nya habis untuk menutup HPP, Biaya Operasional dan Pajak.

B. RETURN ON INVESTASI (ROI)

Keterangan Tahun 2017 Tahun 2018


EAIT 7.511 10.468
Total Assets 133.210 137.015

Artinya :
Artinya, untuk setiap Rp 100 yang digunakan perusahaan, maka
perusahaan memperoleh laba bersih setelah pajak sebesar Rp. 6. Dengan kata
lain kemampuan perusahaan secara keseluruhan dalam menghasilkan
keuntungan dengan jumlah keseluruhan aktiva yang tersedia didalam
perusahaan sebesar 6%

Artinya :
Artinya, untuk setiap Rp 100 yang digunakan perusahaan, maka
perusahaan memperoleh laba bersih setelah pajak sebesar Rp. 8. Dengan kata
lain kemampuan perusahaan secara keseluruhan dalam menghasilkan
keuntungan dengan jumlah keseluruhan aktiva yang tersedia didalam
perusahaan sebesar 8%
C. RETURN ON EQUITY (ROE)

Keterangan Tahun 2017 Tahun 2018


EAIT 7.511 10.468
Total Equity 62.229 58.403

Artinya :
Artinya untuk setiap Rp 100 yang diinvestasikan pada perusahaan,
pemegang saham memperoleh tambahan nilai ekuitas Rp 12. Bisa juga
dikatakan, dari total investasi pada perusahaan, pemegang saham memperoleh
kenaikan nilai ekuitas 12%

Artinya :
Artinya untuk setiap Rp 100 yang diinvestasikan pada perusahaan,
pemegang saham memperoleh tambahan nilai ekuitas Rp 18. Bisa juga
dikatakan, dari total investasi pada perusahaan, pemegang saham memperoleh
kenaikan nilai ekuitas 18%