Anda di halaman 1dari 21

Pengertian kayu

Kayu termasuk material yang sering digunakan oleh manusia untuk semua
keperluan karena mudah dalam proses pengerjaannya. Kayu tergolong sumber
daya alam yang diperbaharui, maksudnya pohon dapat ditanam kembali sehingga
menghasilkan kayu yang baru. Pengolahan hutan sebagai sumbar utama kayu
perlu diperhitungkan dengan seksama supaya tidak terjadi kalengkaan kayu yang
berakibat harga kayu menjadi lebih mahal. Kayu adalah jaringan, struktural serat
kertas yang ditemukan dibatang dan di akar pohon lainnya pada tanaman berkayu.

Kayu dapat didefinisikan sebagai sesutu bahan, yang diperoleh dari hasil
pemungutan pohon-pohon di hutan, perlu diperhitungkan secara cermat bagian-
bagian kayu yang dapat lebih banyak dimanfaatkan untuk suatu tujuan tertentu.
Berdasarkan tujuan penggunaannya, kayu dapat di bedakan menjadi kayu
pertukangan, kayu industri, kayu bakar, dan juga digunakan sebagai bahan
konstruksi untuk pembuatan rumah, alat perkakas, senjata, mebel, kemasan karya
seni dan kertas.

Macam-macam kayu

1. Ciri-ciri Kayu Lame : Ciri – ciri dari pohon ini memiliki tinggi bisa mencapai
lebih dari 40 m. Batang pohon tua beralur sangat jelas, sayatan berwarna krem
dan banyak mengeluarkan getah berwarna putih.Daun tersusun melingkar
berbentuk lonjong atau elip. Panjang bunga lebih dari 1 cm, berwarna krem
atau hijau, pada percabangan, panjang runjung bunga lebih dar 120 cm.
2. Ciri-ciri Kayu Pinus : Warna Kayu berwarna merah kecoklatan dan kayu gubal
berwarna kuning dan krem. Garis lingkaran tahun pinus radiata lumayan jelas
terlihat sehingga garis serat kayu pada pembelahan tangensial bisa terlihat jelas
pula.
3. Ciri-ciri Kayu Mahoni : Kayu Mahoni teksturnya cukup halus, seratnya indah
dan berwana merah muda sampai merah tua. Banyak digunakan sebagai
elemen dekorasi ruangan. Kuat II, III. Pohon mahoni banyak ditemui di antara
hutan Jati di Pulau Jawa, atau ditanam di tepi jalan sebagai tanaman pelindung.
4. Ciri-ciri Kayu Albasia : Pohon berukuran sedang sampai besar, tinggi dapat
mencapai 40 m, tinggi batang bebas cabang 20 m. Tidak berbanir, kulit
licin,berwarna kelabu muda, bulat agak lurus. Diameter pohon dewasa bisa
mencapai 100cm atau lebih. Tajuk berbentuk perisai, jarang, selalu hijau.
5. Kayu jati : Kayu yang memiliki predikat kayu kuat ini sering kali menjadi
patokan bahan kayu yang berkualitas bagi banyak orang. Kayu yang memiliki
warna umum coklat ini memiliki urat bewarna coklat gelap yang berjarak
antara satu dengan yang lainnya sedikit jarang. Kayu Jati yang berkualitas
tinggi biasanya di supply oleh daerah yang memiliki temperatur panas dan
tanah yang berkapur seperti di Jawa Tengah.

bagian-bagian kayu
Berikut ini bagian-bagian kayu menurut gambar diatas.

1.kulit

Kulit merupakan lapisan terluar dari pohon dan mempunyai dua bagian yaitu:

a. Kulit bagian luar yang mati dan mempunyai ketebalan yang bervariasi
menurut jenis pohonnya. Berfungsi sebagai pelindung terhadap
pengaruh dari luar seperti cuaca, serangga, dan jamur.
b. Kulit bagian dalam yang bersifat hidup dan tipis. Berfungsi sebagai
jalan nutrisi dari akar dan daun.

2.kambium

Kambium terletak di antara kulat dalam dan kayu gubal. Kambium


merupakan jaringan yang mempunyai lapisan tipis dan bening. Melingkari kayu
adapun fungsi kambium yaitu:

a. Fungsi kambium ke arah luar untuk membuat kulit baru menggantikan


kulit lama yang rusak.
b. Fungsi kambium ke arah dalam untuk membentuk kayu yang baru.

3.kayu gubal

Kayu gubal adalah bagian kayu yang masih mudah. Terdiri dari sel-sel
yang masih hidup dan terletang di sebelah dalam kambium. Kayu gubal berfungsi
sebagai penyalur cairan dari tempat penimbunan zat-zat makanan. Tebal lapisan
kayu gubal bervariasi menurut jenis pohonnya. Umumnya lebih tebal di
bandingkan kayu terasnya. Kayu gubal biasanya mempunyai warna terang.

4.kayu teras

Kayu teras terdiri dari sel-sel yang di bentuk melalui perubahan perubahan
sel hidup pada lingkungan kayu gubal bagian dalam. Terbentuknya kayu teras
disebabkan oleh terhentinya fungsi sebagai penyalur cairan dan proses-proses lain
dalam kehidupan kayu. Kayu teras labih awet dibanding kayu gubal karena umur
sel-selnya lebih tua sehingga dinding sel tebal dan kuat. Sel-sel tersebut berisi zat
ekstrasi yang dapat menambah keawatan kayu. Warna kayu teras lebih gelap
dibandingkan dengan kayu gubal.

5.hati

Hati terletak pada pusat lingkaran pohon. Hati berasal dari kayu awal yaitu
bagian kayu pertama hati dibentuk oleh kambium. Oleh karena itu umumnya hati
mempunyai sifat rapuh atau lunak.

6.lingkaran tahun (renggat)

Lingkaran tahun adalah batas antara kayu yang terbentuk pada permulaan
dan akhir suatu musim. Umur suatu pohon dapat diketahui melalui lingkaran-
lingkaran tahun ini. Apabila pertumbuhan diameter (membesar) terganggu oleh
musim kering karena pengguguran daun ataupun serangga-serangga/hama, maka
dapat terbentuk lebih dari satu lingkaran tahun (lingkaran umbuh) dalam satu
musim yang sama. Hal ini disebut lingkaran jenis palsu. Lingkaran tahun dapat
dilihat dengan mudah pada beberapa jenis kayu daun lebar. Pada jenis-jenis kayu
yang lain. Lingkaran tahunnya sulit dikenali, terutama kayu-kayu yang tumbuh di
daerah tropika. Hal ini disebabkan pertumbuhan kayu berlangsung sepanjang
tahun.

7.jari-jari

Jari-jari diukur dengan luas kedalam, berpusat pada sumbu batang. Jari-
jari berfungi untuk menyalurkan zat makanan dari kulit dalam ke bagian-bagian
dalam dari pohon.

hasil olahan kayu

Hasil olahan kayu bisa menghasilkan suatu produk seperti vinir, kayu
lapis, particleboard, blockoard, laminboard, dan lain-lain sebagainya.semua
produk ini sebelum menjadi suatu produk siap untuk digunakan oleh masyarakat
tentu melalui suatu proses produsi dengan memanfaatkan berbagai jenis kayu, sisa
potongan kayu, serbuk kayu dan bagian kayu lainnya.
hasil olahan kayu juga dapat berupa lantai kayu (parket), produk meubel dan lain-
lain sebagainya.hasil olahan kayu tersebut antara lain sebagai berikut:

1. vinir
Vinir adalah lembaran kayu tipis yang didapat dari mengupas,
menyayat, atau menggergaji kayu. jenis kayu yang biasanya dibuat
menjadi olahan vinir adalah jenis kayu lunak, ringan, dan golongan kelas
kuat dan awet seperti kayu agatis, kamper, kruing dan meranti.

2. Kayu lapis
Kayu lapis adalah papan yang terbuat dan susunan beberapa lapis
vinir, biasanya dengan jumlah lapisan ganjil.kayu lapis yang
diperdagangkan ada dua yaitu:
 Tripleks

Kayu lapis yang tersususn dari tiga lapis vinir. Serat kayu
bersilangan.

 Multipleks
Kayu lapis yang disusun lebih dari lima lapis vinir.
 Blockboard
Blockboard terdiri dari tiga bagian, yaitu lapisan atas, lapisan inti,
dan lapisan bawah. Lapisan intinya tersebut dari potongan–
potongan kayu kecil yang disusun secara vertikal dan direkatkan
menjadi satu lembar.

 Leminboard
Susunan leminboard sama dengan blockboard. Perbedaan antara
laminboard dengan blockboard adalah tebal potongan-potongan
kayu kecil lapisan intinya. Lebar potongan kayu kecil untuk lapisan
inti leminboard lebih tipis daripada blockboard yaitu sekitar 5-
7mm.
 Particleboard
Particleboard terbuat dari sisa pengolahan kayu seperti serutan
kayu, potongan-potongan kecil kayu, dan serbuk kayu. bahan-
bahan tersebut kemudian dicampur dengan perekat khusus dan
dipres dengan tekanan tinggi.

 Papan serat kayu


Papan serat kayu terbuat dari serat-serat kayu yang dihaluskan.
Papan serat kayu juga mempunyai sifat yang lebih kuat daripada
particleboard karena mempunyai pori-pori yang kecil sebagai hasil
dari proses penghalusan tersebut. Umumnya sangat peka terhadap
air.
Adapun papan serat kayu yang banyak digunakan adalah sebagai
berikut:
1. Papan serat kayu lunak (softboard)
Menggunakan perekat bitumen. Adapun ukuran yang
diperdagangkan adalah 1220 x 2440 x 10-16 mm.softboard
biasanya dipergunakan untuk instalasi thermal.
2. Papan serat kayu keras (hardboard)
Meggunakan perekat parafin. Adapun ukuran yang
diperdagangkan 1220 x 2440 x 2,4-6 mm. Hardboard
digunakan untuk membuat furnitur.

3. Medium density fibrebcard/MDF

Menggunakan perekat fenol-formaldehin. Ukuran yang


diperdagangkan adalah 1830 x 3100x 8-30 mm.MDF biasanya
digunakan untuk membuat furnitur.
4. Hidh densitynfibrebord/HDF
HDF hampir sama dengan MDF lebih halus dan lebih kuat
dibandingkan MDF karena mengandung serat kayu lebih
banyak dan temperatur lebih tinggi dalam peroses
pembuatannya. HDF digunakan untuk membuat furnitur.

Teknologi yang digunakan dalam pengolahan bahan kayu

Teknmologi adalah salah satu penunjang dalam melaukan aktifitas yang kita
lakukan sehingga kegiatan tersebut menjadi lebih mudah dan meringankan bebab
pekerjaan yang kita lakukan negitupun pada pengolahan bahan kayu menjadi
material bangunan yang siap untuk digunakan.

Adapun berbagai peralan berteknologi modern yang biasa digunakan dalam


pengolahan material kayu adalah sebagai berikut:

1. Bor Tangan Listrik multi guna (drill)


mesin bor listrik yang multi fungsi bisa untuk pengeboran kayu dan juga
untuk beton, agar pemakaian lebih efektif dan dapat digunakan segala
macam keperluan.

2. Mesin Ketam Tangan Listrik (Planer)

Kegunaannya adalah untuk memperbaiki permukaan kayu yang tidak rata


karena penyusutan kayu atau digunakan untuk menghaluskan permukaan
kayu.

3. Gergaji Tangan Listrik/Circular Saw

Kegunaannya untuk pemotongan kayu dengan permukaan yang lebar.


Bisa digunakan diatas penampang meja maupun dibawah meja dengan
membuatkan dudukan.
4. Mesin Amplas/Sander

Mesin amplas digunakan untuk menghaluskan permukaan kayu ataupun


juga dapat digunakan sebagai alat finishing.

5. Mesin Propil/Router

Digunakan untuk membentuk pola pada tepi kayu agar lebih rapi dan
menarik.
6. Mesin Scroll Saw

Digunakan untuk memotong dan membentuk pola pada bidang kerja.


Mesin scroll saw dapat digunakan pada media kayu, triplek, ackrilik,
plastic. Banyak digunakan pada industry mebel, kerajinan
tangan/handcraft, aksesoris.

7. Circular Saw Fit Table/Table Saw

Digunakan untuk memotong dan membelah kayu. Untuk memotong kayu


biasanya dilengkapi dengan bantuan mistar penghantar potong, sedangkan
untuk membelah kayu dilengkapi dengan mistar penghantar belah.
8. Mesin Tatah Bobok/Mortising Chisel Machine

Digunakan untuk membuat lubang memanjang, lubang bulat atau lubang


pen memanjang pada kayu yang digunakan sebagai lubang sambungan.
Mesin tatah bobok juga sebagai pengganti tatah bobok tangan sehingga
pekerjaan lebih cepat dan hasilnya lebih presisi.
9. Mesin Pasah Otomatis/ Automatic Planer

Berfungsi untuk mengerjakan perataan dan penghalusan permukaan kayu


pada sisi memanjang atau melebar.
10. Mesin Wood Jointer

Digunakan untuk meratakan permukaan kayu dengan penampang yang


panjang dan lebar. Pengetaman dengan jointer dihasilkan permukaan
yang halus dan rata pada berbagai sisi, sehingga untuk penyambungan
yang panjang dihasilkan sambungan yang lurus.

11. Mesin Band Saw

Mesin Band saw digunakan untuk memotong atau membelah kayu sesuai
dengan ukuran dan bentuk yang akan dibuat. Ada beberapa jenis band
saw sesuai dengan ukurannya.

 Bandsaw potong kayu Lebih banyak digunakan untuk memotong


kayu dengan ukuran yang kecil-kecil.
 Bandsaw belah kayu, Digunakan untuk membelah kayu dengan
ukuran yang besar-besar. Biasa digunakan pada industry
pengolahan kayu baik perusahaan maupun perorangan. Mesin
Band saw ini digerakkan dengan mesin diesel 24 Hp atau dengan
electromotor.

penerapan kayu pada konstruksi bangunan

Kayu dapat diguanakan pada konstruksi bangunan, mulai dari penerapan


kayu pada konstruksi pondasi, lantai, dinding dan atap bangunan.

 Fondasi kayu

Fondasi kayu umumnya digunakan pada konstruksi rumah sederhana karena


kayu tidak dapat menahan beban bangunan yang besar. Kayu yang
digunakan sebagai fondasi umumnya dari kelas I dan kelas awet I.
 Lantai kayu

Lantai kayu dapat memberi kesan hangat terhadap interior ruangan.


Konstruksi lantai kayu umumnya digunakan pada rumah-rumah tradisional
tapi pada zaman modern ini lantai kayu tidak hanya digunakan pada rumah
tradisional, rumah modern saat ini menjadikan kayu sebagai lantai
(parket).

 Dinding kayu

Konstruksi dinding kayu bangunan sederhana menggunakan papan-papan


kayu yang tentunya disusun sedemikian rupa sehingga membentuk suatu
pola yang unik dan menambah kesan hangat pada interior suatu bangunan.
 Konstruksi Atap kayu

Atap kayu yang dimaksud disini adalah terletak pada konstruksi atap itu
sendiri (kuda-kuda) dan bukan penutup atap yang terbuat dari bahan kayu
melainkan terbuat dari bahan lainnya.

Adapun mesin-mesin yang digunakan dalam pembuatan


berbagai jenis produk dari bahan kayu yaitu sebagai berikut:

1. Alat pemotong log.


Mesin ini biasanya memiliki cara kerja/operasi sama dengan chain saw,
cuman mesin ini menggunakan tenaga listrik. Terkadang untuk sejumlah
kasus, pemotongan log menggunakan chain saw, berbahan bakar bensin 2 tak.
2. Mesin pembersih kulit log (debarker machine)
Mesin pengupas kulit ini diperlukan, sebelum proses pengupasan. Hal ini
bertujuan di antaranya untuk menghilangkan kulit kayu, baik kulit lunak atau
keras, yang dapat mempengaruhi terhadap mesin pengupas (rotary).\
3. Mesin Pengupasan (rotary machine)
Fungsinya adalah membubut log kayu menjadi lembaran veneer.
4. mesin pengering (dryer machine)
Fungsinya adalah untuk mengeringkan gulungan veneer hasil pembubutan di
mesin rotary.
5. Mesin pemotong veneer (veneer clipper)
6. Mesin core composer.
Fungsinya adalah untuk menyambung veneer yang tidak berhasil dikupas
sempurna oleh mesin rotary (terputus-putus). Mesin ini terbagi dua, yaitu
mesin untuk short core composer, dan mesin untuk long core composer.
7. Mesin glue spreader
Fungsinya adalah untuk merekatkan lem pada veneer yang telah dikeringkan
dari dryer.
8. Mesin Hot Press
Fungsinya adalah untuk membentuk ikatan permanen antara veneer F/B, L/C,
dan C/C.
9. Double Saw machine
10. Double saw and Sander macine (alat potong dan ampelas)
11. Putty machine (mesin dempul).
12. Mesin sensor ketebalan (Thickness sensor machine)

Proses pembuatan salah satu olahan dari bahan kayu yaitu finir
meliputi beberapa tahapan pengerjaan yaitu sebagai berikut:
Proses pembuatan finir dimulai dengan pemotongan kayu menjadi ukuran
yang dikehendaki, pemberian perlakuan pendahuluan, pembersihan, pengirisan
atau pengupasan menjadi finir, pemotongan finir menjadi lembaran yang
dikehendaki untuk kemudian dikeringkan, atau untuk finir-finir muka / face dan
belakangan / back biasanya dari pisau pengupas kemudian finir digulung dan
dikeringkan untuk selanjutnya dipotong menjadi ukuran yang dikehendaki, setelah
itu baru finir-finir tadi dikelompokkan dan bila perlu diperbaiki.

1. Pemanasan
Sebelum diadakan pemotongan finir maka finir terlebih dahulu
dipanaskan. Pemanasan dilakukan untuk melunakkan kayu dan mata-mata
kayunya yang membuatnya lebih mudah untuk dipotong. Pemanasan juga
untuk meningkatkan kualitas permukaan, dan mengurangi
kekasaran.Baldwin menyebutkan ada empat keuntungan memanasi kayu
bulat :
o Hasil finir yang lebih tinggi dapat diperoleh dari kayu bulat.
o Kualitas finir meningkat
o Biaya buruh berkurang
o Jumlah perekat dapat dikurangi
Pemanasan dapat dilakukan dengan mengukus (uap panas), atau
menyemprotkan air panas bersuhu 93o C. Pemanasan ini dilakukan beberapa saat
sebelum blok dikupas menjadi finir.

2. Pengupasan
Pengupasan dilakukan menggunakan pisau statis yang dikasitkan pada
blok kayu yang berputar. Hasil pengupasan ini berupa lembaran tipis kayu
yang disebut finir. Pengupasan dilanjutkan hingga diameter blok tinggal 5,5
sampai 4,0 inchi. Oleh karena finir hasil pengupasan masih berupa lembaran
yang memanjang maka pada proses selanjutnya finir dipotong-potong sesuai
dengam ukuran panjang plywood yang telah ditentukan.
3. Penyimpanan dan pemotongan
Penyimpanan yang dimaksud di sini adalah bukanlah seperti
penyimpanan barang digudang atau sejenisnya. Yang dimaksudkan
hanyalah penyimpanan sementara sebelum finir dipotong sesuai ukuran.
Penyimpanan dapat dilakukan dengan 2 cara yakni sistem gulungan dan
sistem konveyer. Sistem gulungan dirasakan kurang praktis dan lebih
lambat dibandingkan dengan sistem konveyer. Hal ini disebabkan pada
sistem gulungan finir mesti disusun berbentuk gulungan terlebih dahulu
sebelum dibawa ke mesin pemotong untuk dipotong sesuai ukuran.
Sementara pada sistem konveyer mesin pemotong diletakkan satu jalur
dengan mesin pengupas sehingga memungkinkan pemotong dilakukan lebih
cepat.
4. Pengeringan Finir
Pengeringan finir dilakukan dengan menyemprotkan udara panas ke
permukaan finir. Suhu yang dibutuhkan untuk pengeringan ini
mencapai 300o C. Dengan suhu setinggi ini diharapkan diperoleh kestabilan
yang merata ke seluruh bagian finir dan memudahkan proses perekatannya.
5. Perekatan
Sebelum lembaran disusun seperti yang diinginkan, terlebih dahulu
permukaan finir disemprot dengan perekat. Biasanya digunakan perekat
sintesis thermosetting yang biasa mengeras akibat terkena panas. Jenis
perekat yang biasa digunakan adalah Urea Formaldehide dan Fenol
formaldehyde.
Dalam pebuatan kayu lapis bahan perekat merupakan faktor penting
kerena bersifat mempersatukan lembaran-lembaran finir menjadi satu
ketebalan tertentu. Berdasarkan sifat-sifatnya perekat dibagi menjadi
beberapa golongan yaitu :
a. perekat tahan kelembaban (moisture resistance)
b. perekast tahan panas dan cuaca (dry resistance )
c. perekat tahan air (water resistance)
Berdasarkan penggolongannya perekat terbagi atas ;
a. perekat berasal dari tumbuh-tumbuhan : perekat tapioka, kedelai,
perekat
b. biji kapuk dan lain-lain.
c. perekat yang berasal dari hewan : perekat kasein, perekat darah
(albumim) dan lain-lain.
d. perekat sintesis : perekat yang dibuat dari sintesis antara lain
ureaformaldehid, termosetting, fenol formaldehid, resoresinol,
formaldehid dan lain-lain.
Jenis-jenis perekat di atas digunakan untuk menghasilkan kayu lapis
yang perlu benar-benar menghasilkan kayu lapis yang yang berkualitas baik,
yiatu :
a. kayu lapis yang tahan terhadap air
b. kayu lapis yang tahan udara lembab
c. kayu lapis yang tahan terhadap suhu panas
6. pelaburan dan penyusunan finir
Setelah finir muka (face) dan inti (core) disusun seperti yang
dikehendaki, kemudian dilakukan pengepresan menggunakan mesin dengan
tekanan berkisar 110 – 200 psi tergantung pada jenis dan kerapatan plywood
yang diinginkan.
7. Penyelesaian
Dari mesin press, kayu lapis tersebut menuju mesin gergaji untuk dibuat
ukuran-ukuran standar arah memanjang dan melebar kayu lapis tersebut.
Dan selanjutnya kayu lapis masuk pada mesin amri untuk dihaluskan bidang
permukaannya, sekaligus diadakan pengujian kualitas. Kemudian diangkut
dengan forklift untuk disimpan di dalam gudang, disusun dengan baik dalam
susunan mendatar di atas landasan yang jarak dari lantai 10 – 20. lantai
harus terlindungi dari kelembaban, begitu pula keadaan gudang.