Anda di halaman 1dari 15

MENGENAL OLAHAN KAYU DAN PROSES

PRODUKSINYA

Kayu olahan dalam pembuatan furniture dan interior adalah


bahan baku yang dibuat dari kayu solid yang diolah secara fabrikasi
menjadi berbagai jenis material yang dapat digunakan sebagai bahan
baku pembuatan furniture . Hasil olahan kayu tersebut dapat berupa
partikel atau serbuk kayu maupun serat kayu seperti partikelboard,
dapat pula berbentuk lapisan-lapisan kayu seperti plywood/multipleks,
dan pengolahan dengan proses kimiawi seperti MDF (Medium Density
Fiberboard).

Proses pembuatan dari pohon menjadi kayu olahan terbilang


sangat efisien dengan memanfaatkan hampir seluruh bagian dari
pohon menjadi kayu. Segala bagian dari pohon seperti kulit kayu, sisa
potongan serbuk kayu, batang, ranting dsb dapat di proses menjadi
jenis kayu hasil olahan . Berbeda dengan material kayu solid yang
hanya didapatkan dari batang pohon saja.

Hal ini yang menyebabkan kayu lebih murah dan ekonomis


sebagai bahan alternatif pembuatan furniture untuk interior rumah
seperti wardrobe, kitchen set, kursi makan dan lain sebagainya.

Adapun berbagai jenis olahan kayu yang melalui peroses


pengolahan tertentu yaitu sebagai berikut:

1. Vinir

Vinir adalah lembaran kayu tipis yang didapat dari mengupas,


menyayat, atau menggergaji kayu. jenis kayu yang biasanya dibuat
menjadi olahan vinir adalah jenis kayu lunak, ringan, dan golongan
kelas kuat dan awet seperti kayu agatis, kamper, kruing dan
meranti.
2. Kayu lapis

Kayu lapis adalah papan yang terbuat dan susunan beberapa


lapis vinir, biasanya dengan jumlah lapisan ganjil.kayu lapis yang
diperdagangkan ada dua yaitu:

 Tripleks
Kayu lapis yang tersususn dari tiga lapis vinir. Serat kayu
bersilangan.
 Multipleks

Kayu lapis yang disusun lebih dari lima lapis vinir.

 Blockboard
Blockboard terdiri dari tiga bagian, yaitu lapisan atas, lapisan
inti, dan lapisan bawah. Lapisan intinya tersebut dari potongan–
potongan kayu kecil yang disusun secara vertikal dan direkatkan
menjadi satu lembar.
 Leminboard
Susunan leminboard sama dengan blockboard. Perbedaan
antara laminboard dengan blockboard adalah tebal potongan-
potongan kayu kecil lapisan intinya. Lebar potongan kayu kecil
untuk lapisan inti leminboard lebih tipis daripada blockboard
yaitu sekitar 5-7mm.

 Particleboard
Particleboard terbuat dari sisa pengolahan kayu seperti serutan
kayu, potongan-potongan kecil kayu, dan serbuk kayu. bahan-
bahan tersebut kemudian dicampur dengan perekat khusus dan
dipres dengan tekanan tinggi.
3. Papan serat kayu

Papan serat kayu terbuat dari serat-serat kayu yang dihaluskan.


Papan serat kayu juga mempunyai sifat yang lebih kuat daripada
particleboard karena mempunyai pori-pori yang kecil sebagai hasil
dari proses penghalusan tersebut. Umumnya sangat peka terhadap
air.

Adapun papan serat kayu yang banyak digunakan adalah


sebagai berikut:

 Papan serat kayu lunak (softboard)


Menggunakan perekat bitumen. Adapun ukuran yang
diperdagangkan adalah 1220 x 2440 x 10-16 mm.softboard
biasanya dipergunakan untuk instalasi thermal.

 Papan serat kayu keras (hardboard)


Meggunakan perekat parafin. Adapun ukuran yang
diperdagangkan 1220 x 2440 x 2,4-6 mm. Hardboard digunakan
untuk membuat furnitur.
 Medium density fibrebcard/MDF
Menggunakan perekat fenol-formaldehin. Ukuran yang
diperdagangkan adalah 1830 x 3100x 8-30 mm.MDF biasanya
digunakan untuk membuat furnitur.

 Hidh densitynfibrebord/HDF
HDF hampir sama dengan MDF lebih halus dan lebih kuat dibandingkan
MDF karena mengandung serat kayu lebih banyak dan temperatur lebih
tinggi dalam peroses pembuatannya. HDF digunakan untuk membuat
furnitur.
Proses produksi olahan kayu
Proses awal pada dasarnya sama dengan proses pembuatan
vinir kayu karena plywood terbuat dari lapisan beberapa lembar vinir.
Detail proses pembuatan vinir dapat dilihat di sini. Pembuatan papan
buatan, dalam hal ini multipleks, adalah proses lanjutan dari
pembuatan vinir.
1. Memilih kayu atau proses penebangan kayu
Pada tahap awal produksi tentu harus diawali dengan pemilihan
jenis kayu yang akan digunakan.
Langkah pertama dalam pembuatan papan buatan adalah memilih
kayu. kayu dipilih berdasarkan kelurusan dan diameternya bundar
atau tidak. Kayu yang baik untuk pembuatan plywood adalah yang
bebas dari mata kayu.
Pada produsen modern proses penebangan dilakukan dengan
menggunakan mesin tertentu yang memberikan keringanan dalam
penebangan kayu.
2. Pemanasan
Sebelum diadakan pemotongan finir maka finir terlebih dahulu
dipanaskan. Pemanasan dilakukan untuk melunakkan kayu dan
mata-mata kayunya yang membuatnya lebih mudah untuk
dipotong. Pemanasan juga untuk meningkatkan kualitas permukaan,
dan mengurangi kekasaran.Baldwin menyebutkan ada empat
keuntungan memanasi kayu bulat :
 Hasil finir yang lebih tinggi dapat diperoleh dari kayu bulat.
 Kualitas finir meningkat
 Biaya buruh berkurang
 Jumlah perekat dapat dikurangi
Pemanasan dapat dilakukan dengan mengukus (uap panas),
atau menyemprotkan air panas bersuhu 93o C. Pemanasan ini
dilakukan beberapa saat sebelum blok dikupas menjadi finir.

3. Pengupasan

Pengupasan dilakukan menggunakan pisau statis yang


dikasitkan pada blok kayu yang berputar. Hasil pengupasan ini
berupa lembaran tipis kayu yang disebut finir. Pengupasan
dilanjutkan hingga diameter blok tinggal 5,5 sampai 4,0 inchi. Oleh
karena finir hasil pengupasan masih berupa lembaran yang
memanjang maka pada proses selanjutnya finir dipotong-potong
sesuai dengam ukuran panjang plywood yang telah ditentukan.
Pengupasan ini dilakukan dengan cara menggapit kedua ujung
batang kayu lalu kayu tersebut berputar pada mata pisau sehingga
menghasilkan lembaran-lembaran kayu yang tipis dan siap diolah
pada tahap selanjutnya.

4. Penyimpanan dan pemotongan


Penyimpanan yang dimaksud di sini adalah bukanlah seperti
penyimpanan barang digudang atau sejenisnya. Yang dimaksudkan
hanyalah penyimpanan sementara sebelum finir dipotong sesuai
ukuran. Penyimpanan dapat dilakukan dengan 2 cara yakni sistem
gulungan dan sistem konveyer.
Sistem gulungan dirasakan kurang praktis dan lebih lambat
dibandingkan dengan sistem konveyer. Hal ini disebabkan pada
sistem gulungan finir mesti disusun berbentuk gulungan terlebih
dahulu sebelum dibawa ke mesin pemotong untuk dipotong sesuai
ukuran. Sementara pada sistem konveyer mesin pemotong
diletakkan satu jalur dengan mesin pengupas sehingga
memungkinkan pemotong dilakukan lebih cepat.
Setelah gulungan lapisan kayu telah siap tahap selanjutnya
dalam pengolahan kayu menjadi produk olahan siap jadi. Gulungan
tersebut kemudian dipotong sesuai dengan ukuran yang diinginkan
ataupun ukuran standar yang telah ditetapkan dalam pasaran,
dalam proses penggulunan lapisan ini kedua sisi lapisan kayu ini
dipotong agar bentuknya presisi.
5. Pengeringan finir
Pengeringan finir dilakukan dengan menyemprotkan udara
panas ke permukaan finir. Suhu yang dibutuhkan untuk
pengeringan ini mencapai 300o C. Dengan suhu setinggi ini
diharapkan diperoleh kestabilan yang merata ke seluruh bagian finir
dan memudahkan proses perekatannya.

6. Perekatan
Sebelum lembaran disusun seperti yang diinginkan, terlebih
dahulu permukaan finir disemprot dengan perekat. Biasanya
digunakan perekat sintesis thermosetting yang biasa mengeras
akibat terkena panas. Jenis perekat yang biasa digunakan adalah
Urea Formaldehide dan Fenol formaldehyde.
Dalam pembuatan kayu lapis bahan perekat merupakan
faktor penting kerena bersifat mempersatukan lembaran-
lembaran finir menjadi satu ketebalan tertentu. Berdasarkan
sifat-sifatnya perekat dibagi menjadi beberapa golongan yaitu :
a. perekat tahan kelembaban (moisture resistance)
b. perekast tahan panas dan cuaca (dry resistance )
c. perekat tahan air (water resistance)
Berdasarkan penggolongannya perekat terbagi atas ;
a. perekat berasal dari tumbuh-tumbuhan : perekat tapioka,
kedelai, perekat
b. biji kapuk dan lain-lain.
c. perekat yang berasal dari hewan : perekat kasein, perekat
darah (albumim) dan lain-lain.
d. perekat sintesis : perekat yang dibuat dari sintesis antara
lain ureaformaldehid, termosetting, fenol formaldehid,
resoresinol, formaldehid dan lain-lain.
Jenis-jenis perekat di atas digunakan untuk menghasilkan kayu
lapis yang perlu benar-benar menghasilkan kayu lapis yang yang
berkualitas baik, yiatu :
a. kayu lapis yang tahan terhadap air
b. kayu lapis yang tahan udara lembab
c. kayu lapis yang tahan terhadap suhu panas
7. pelaburan dan penyusunan finir
Setelah finir muka (face) dan inti (core) disusun seperti yang
dikehendaki, kemudian dilakukan pengepresan menggunakan mesin
dengan tekanan berkisar 110 – 200 psi tergantung pada jenis dan
kerapatan plywood yang diinginkan.
8. Penyelesaian
Dari mesin press, kayu lapis tersebut menuju mesin gergaji
untuk dibuat ukuran-ukuran standar arah memanjang dan melebar
kayu lapis tersebut. Dan selanjutnya kayu lapis masuk pada mesin
amri untuk dihaluskan bidang permukaannya, sekaligus diadakan
pengujian kualitas.

Kemudian diangkut dengan forklift untuk disimpan di dalam


gudang, disusun dengan baik dalam susunan mendatar di atas
landasan yang jarak dari lantai 10 – 20. lantai harus terlindungi
dari kelembaban, begitu pula keadaan gudang.