Anda di halaman 1dari 1

4 Jawa Pos Sabtu 18 Juni 2016

Menegakkan HAM
di Bumi Cenderawasih

P
EMERINTAH Indonesia sedang
berusaha keras menuntaskan
akar permasalahan di Papua. Me-
nyembuhkan luka dengan terlebih
dahulu mencabut duri yang telanjur
menyusup di balik kulit. Tidak lagi sekadar
memberikan obat merah dan langsung mem-
balutnya dengan perban.
Pekerjaan besar itulah yang sekarang dija-
lankan Tim Terpadu Penanganan Dugaan
Pelanggaran HAM di Provinsi Papua dan Papua
Barat. Tim itu dibentuk Menteri Koordinator
Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Pol-
hukam) Luhut Binsar Pandjaitan pada Mei 2016
atas perintah Presiden Joko Widodo.
Sejauh ini, dari 22 kasus dugaan pelanggaran
HAM yang masuk catatan Komnas HAM
berdasar kajian tahun 2011, ada tiga kasus
yang sudah ’’diakui’’ tim bentukan Luhut. Yaitu,
Wasior (2001), Wamena (2003), dan Paniai
(2014). Mungkin saja daftar itu akan bertambah.
Bergantung kesimpulan di lapangan.

Yang perlu digarisbawahi, Luhut sudah


menjanjikan bahwa tim akan bekerja serius,
transparan, dan tanpa rekayasa. Bahkan,
ILUSTRASI: AGUNG./JAWA POS

Kulit Bawang Identitas


kementeriannya tidak akan mengintervensi.
Semua berjalan secara objektif. Tentu saja DENGAN identitas apakah waban sama sekali. Sebab, apa dan melejit ke permukaan. hindarkan karena, sekali lagi, seseo-
janji tersebut harus dibuktikan. Tidak hanya Omar Mateen sebaiknya disebut? pun jawaban yang diberikan, ham- Dalam konteks Ambon pada 1999, rang kadang-kadang tidak bisa
kepada warga Papua dan Papua Barat atau Jawaban atas pertanyaan itu akan pir pasti jawaban tersebut mem- sudah pasti identitas muslim atau memilih situasi. Tiba-tiba saja sebuah
publik di dalam negeri, melainkan juga kepada melahirkan rentetan konsekuensi berangus sisi Omar yang lain Kristen yang akan mencuat. Dalam konteks politik datang menyergap dan
publik internasional yang selama ini aktif yang lain. Jika disebut muslim, dia –menyangkalnya, menihilkannya. konteks pertandingan sepak bola memaksa satu sama lain menegaskan
menyorotinya. akan dilekati atribusi: teroris. Jika Pertanyaan di atas hanya mungkin di Tambaksari, tidak penting lagi diri ke mana menghadap dan ke
Membuka pintu agar dunia luar melihat dianggap warga Amerika, boleh jadi dijawab dengan meyakinkan da- muslim atau Kristen karena yang mana pula berpihak.
setiap gerak perbaikan di Bumi Cenderawasih dia hanya disebut sakit jiwa. lam perspektif yang memandang pokok adalah Bonek atau Aremania. Namun, semoga lah kita masih
bukan perkara sulit. Apalagi, sejak 10 Mei 2015, Omar Mateen adalah pelaku pe- identitas sebagai sesuatu yang Di Afrika Selatan pada masa apar- bisa menarik napas dalam-dalam,
Jokowi membuka ruang yang seluas-luasnya nembakan yang menewaskan pu- tunggal, solid, tak terbagi. theid, warna kulit jelas menjadi mengambil jeda beberapa waktu,
bagi media, termasuk media asing, untuk luhan orang pengunjung kelab gay di Masalahnya,identitashampirselalu hal yang menentukan. Namun, di agar bisa melihat dan akhirnya me-
melakukan tugas jurnalistiknya. ”Mulai hari Orlando, Amerika Serikat. Orang tua bersifat jamak, plural, beraneka. Rwanda, warna kulit sudah tidak nyadari satu hal penting: mungkin
ini, wartawan asing diperbolehkan dan bebas Omar berasal dari Afghanistan. Orang Tidak ada orang yang sepenuhnya penting lagi karena yang menentukan saja seseorang yang menjadi lawan
datang ke Papua,” tegas Jokowi waktu itu setelah tuanya beragama Islam –begitu juga beridentitas tunggal. Masing-ma- (sekaligus mematikan) adalah seseo- sebenarnya punya lebih banyak
meninjau lahan pertanian di Kampung Wapeko, Omar. Namun, Omar lahir di New sing di antara kita terdiri atas ber- rang itu (etnis) Hutu atau Tutsi. Men- persamaan dengan kita daripada
Kecamatan Kurik, Kabupaten Merauke. York dan tumbuh sebagai anak ser- lapis-lapis identitas. Seseorang bisa jadi perempuan di Jerman sangat perbedaannya. Entah itu persamaan
Kompleks dan rumitnya persoalan Papua ta menjadi manusia dewasa di menjadi muslim, namun saat yang mungkin tidak berdampak, namun etnis, ras, warna kulit, agama, hobi,
dan Papua Barat memang tidak mungkin Amerika. Dia mencicipi dan sedikit sama juga merupakan seorang laki- menjadi perempuan di Afghanistan profesi, band/klub/pengarang favo-
banyak dibentuk oleh (jenjang) laki, seorang Jawa, seorang Marxis, O l e h pada masa kekuasaan Taliban jelas rit, atau persamaan yang lain.
bisa diselesaikan dengan cara-cara lama yang
serba menutup diri. Namun, terbuka saja sistem pendidikan di Amerika. atau seorang gay. Sekaligus juga akan sangat menentukan nasib. Pada Sebab, identitas boleh jadi bukan
tidak cukup. Pemerintah harus menyusun dan Omar tentu bisa disebut sebagai penggemar Persebaya sekaligus ZEN R.S.* 2012, di Jakarta, tidak penting identitas ’’jati diri’’, yang mengandaikan sea-
menjalankan paket kebijakan yang jelas untuk orang Afghanistan, setidaknya kare- Liverpool, pemuja Pramoedya anggota Gerindra atau PDIP. Namun, kan-akan ada inti yang ajek di
Papua. Pengawasan yang lebih ketat terhadap na orang tuanya memang tulen Ananta Toer dan Maxim Gorky, Ahok, dan jadi anggota geng motor hal itu bisa amat memengaruhi sila- dalam diri masing-masing. Seakan-
pemanfaatan dana otonomi khusus (otsus) dan berasal dari sana. Omar juga bisa hingga seorang berkulit cokelat dan atau komunitas fotografi. turahmi pada 2014. akan ada diri yang sak jati ning diri.
pembentukan tim terpadu untuk menangani disebut sebagai muslim karena dia berambut keriting. Ketika salah satu identitas me- Padahal, sangat mungkin dalam Kemungkinan seperti mengupas
dugaan pelanggaran HAM adalah contohnya. memang memeluk Islam. Namun, Mengikuti klasifikasi Amin Maalouf, nguat dan mengatasi identitas situasi yang lain, sebagai contoh, bawang: ketika kulitnya dikelupas
Dari sisi anggaran, komitmen pemerintah Omar sangat wajar juga jika dianggap secara garis besar identitas terbagi yang lain, itulah ’’situasi’’ yang dise- seorang Hutu dan Tutsi bisa berbagi satu demi satu, pada akhirnya tak
untuk memajukan Papua juga sudah baik. sebagai warga Amerika. Selain lahir dua: (warisan) vertikal dan horizontal. but sebagai politik identitas. Saya kopi karena sama-sama menyukai ditemukan satu pun biji. (*)
Sepanjang 2002–2015, pemerintah sudah dan besar di Amerika, dia memang Warisan vertikal adalah identitas menyebut itu ’’situasi’’ karena politik Barcelona atau sama-sama meng- Jadi, siapakah Omar Mateen?
mengucurkan dana otsus mencapai Rp 42 berpaspor Amerika. Sebagai warga yang tidak bisa dipilih (misalnya, identitas hampir selalu muncul gemari novelnya Chinua Achebe. Muslim? Seorang (Keturunan)
triliun. Itu belum termasuk dana tambahan Afghanistan, muslim, atau Amerika, jenis kelamin dan ras) –pendeknya dalam konteks tertentu. Bukan hadir Di luar stadion, seorang Bonek Afghanistan? Warga Amerika? Atau
infrastruktur Rp 12 triliun. Tahun ini alokasi dana semua itu mungkin dan sah. primordial, alami, tak tertampik. mak mbedunduk alias sekonyong- dan Aremania mungkin saja akan bahkan, seperti ditengarai banyak
otsus untuk Papua dan Papua Barat di APBN Lalu, identitas manakah yang Namun, identitas horizontal bisa konyong. Sebuah konteks, entah itu jejingkrakan bareng mendengar pihak, sebagai gay? (*)
adalah Rp 7,765 triliun. Semoga saja tuntasnya paling mewakili Omar? dipilih secara sadar dan mana suka. politik atau ekonomi atau sosial atau rima ’’Barisan Nisan’’ karena sama-
isu pelanggaran HAM akan mempercepat roda Kemungkinan akan ada banyak Misalnya, fans Man United atau yang lain, akan membuat salah satu sama menggemari Homicide. * Esais dan novelis, Penulis Traffic
pembangunan di tanah Papua. (*) jawaban atau justru tidak ada ja- Liverpool, Teman Ahok atau Lawan di antara aneka identitas menguat Politik identitas sering tidak ter- Blues serta Jalan Lain ke Tulehu

Dibentak Sekuriti Mal Bayar Dua Kali Lipat INFO


PADA Senin (13/6), saya pergi Apa tidak lebih baik hal tersebut ROMBONGAN kami sejumlah kan, kami dikenai biaya tiket Nam
ke Galaxy Mall untuk menjemput disampaikan dengan nada yang enam orang hendak berlibur ke La- Air seharga dua kali lipat. Untuk Kirim tulisan Anda
kakak dengan mengendarai mo- sopan? Tolong manajemen Galaxy buan Bajo, Sumbawa, NTB, 20 Mei. diketahui, jika membeli tiket Nam ke alamat di bawah ini:
tor. Saya menunggu di halam- Mall memasang rambu dilarang Kami membeli tiket pada 30 April. Air pada 30 April, harga tiket Nam
OPINI
an mal. Tiba-tiba saya didatangi berhenti dan mengingatkan pe- Betapa kecewanya kami, pada hari Air saat itu adalah Rp 428 ribu.
Naskah Opini panjang
dua petugas sekuriti. Dengan na- tugas sekuritinya untuk tidak keberangkatan, ternyata pesawat Mengapa kami dirugikan padahal tulisan sekitar 680 kata.
da membentak, mereka menyu- sembarangan membentak. dari Denpasar menuju Labuan pihak Garuda yang membatalkan Kirim ke:
ruh saya pergi. Menurut mereka, RUBENS SANTANA, Bajo dibatalkan. Kami kemudian penerbangan? Saya sudah men- opini_jp@jawapos.co.id.
lokasi itu bukan tempat berhenti. Manyar, Surabaya, 085704306xxx dialihkan ke Nam Air. coba menghubungi Garuda mela- Sertakan data CV, nomor
rekening, NPWP, copy
Sekembali dari Labuan Bajo, sa- lui e-mail, tetapi sampai sekarang
Paket Sudah Diterima
KTP, foto, dan nomor
ya mengurus refund ke kantor tidak kunjung dibalas. telepon.
customer service (CS) Garuda di EKA PEBRI, Naskah yang sudah lima
MOHON maaf atas ketidak- pengertian yang baik antar ke-
ILUSTRASI: CHIS/JAWA POS Bandara Ngurah Rai. Ternyata, Mt Haryono, Bojonegoro, hari di redaksi dan tidak

Goyang Hot di Pinggir Jalan


nyamanan yang dialami Bapak dua pihak. Paket kiriman (yang refund-nya tidak 100 persen. Bah- 085851450xxx termuat otomatis dianggap
kembali ke pengirim.

’’Petugas’’ Listrik Jualan Boks


Fian Ardiaz sebagaimana disam- dikirim pada 1 Juni, Red) sudah
paikan melalui kolom Pembaca diterima dengan baik oleh Bapak
BULAN suci Ramadan mestinya diisi dengan kegiatan PEMBACA MENULIS
Menulis edisi 10 Juni yang ber- Fian pada 7 Juni pukul 16.00.
positif dan membangun kesadaran spiritual masyarakat. TEMPAT usaha saya didatangi bahwa petugas kontrol melapor ke Untuk e-mail Pembaca
judul Paket Tidak Ditemukan. HENDRIANIDA PRIMANTI,
Namun, pada Rabu (15/6) sekitar pukul 23.00 saya melihat laki-laki yang mengaku petugas PLN kantor. Meskipun sempat setengah Menulis:
Saat ini permasalahan telah sele- Head of Media Relations Dept pm@jawapos.co.id
dua konser dangdut jalanan (elekton) lengkap dengan sound pada 27 Mei. Dia hendak mengecek memaksa, dia akhirnya pergi.
sai dan berakhir dengan saling JNE Express
besar di dua titik jalan. Yaitu, Jalan Simo dekat SPBU dan meteran listrik saya. Setelah dicek, Saya tidak berburuk sangka. Kalau Tulis alamat yang lengkap
depan SPBU Balongsari.
Alat Masak Akhirnya Sampai Yang terakhir cukup banyak dikerumuni penonton tua
maupun muda, bahkan anak-anak. Goyangan penyanyinya
menurut dia, meteran itu berkarat
terkena air hujan. Kondisi ini, kata
dia, berbahaya. Meski begitu, meteran
benar petugas kontrol menemukan
ada yang kurang baik, biasanya
diinfokan dulu kepada pemilik
disertai fotokopi identitas
dan nomor telepon Anda.
Diutamakan terkait dengan
fasilitas publik (*)
MENINDAKLANJUTI komplain Red) dari kantor Depok yang belum pun vulgar. Pola dan modelnya sama. Apakah dua pentas tersebut tidak perlu diganti, cukup rumah. Kenapa pakai dalih PLN?
Ibu Alfina yang berjudul Menunggu diterima. Dalam pertemuan itu, Ibu itu diselenggarakan event organizer (EO) yang sama? Buat dipasangi boks sebagai pelindung. Langsung saja bilang mau jual boks Atau kirim langsung ke
Kiriman Alat Masak di kolom Pem- Fina mengakui telah menerima apa hiburan malam ditutup selama Ramadan, tetapi malah redaksi Jawa Pos,
’’Saat ini saya tidak berniat menu- dengan kelebihan A, B, dan C. Kita Graha Pena Lantai IV,
baca Menulis edisi 10 Juni, keesokan kiriman pada 7 Juni. berpindah ke pinggir jalan dengan sangat provokatif? tupnya dengan boks, mungkin pasti lebih respek. Jalan Ahmad. Yani 88,
hari kami berkunjung ke rumah Ibu RONALD SIAHAAN, ERLINAWATI, lain kali,’’ jawab saya. Sempat saya RENNY PUSPITA LIE, Surabaya
Fina untuk menjelaskan persoalan Manajemen Pos Indonesia Tandes, Surabaya, 082132300xxx tanyakan bagaimana bisa tahu Panjang Jiwo Permai, lewat faksimile:
(031) 8285555.
kiriman (yang dikirim pada 25 Mei, Processing Centre Surabaya meterannya berkarat, dia menjawab Surabaya, 087854123xxx

Ombudsman: M. Choirul Shodiq, Rohman Budijanto


Jawa Pos Iklan: Lucia Cicilia, Dyah Shianti, Khoiron Fadil, Idris Hutasuhut, A. Syafi’i Zemud
Jawa Pos Radar
Direktur: Justin M. Herman, Andreas Didi
Pemasaran: Suprianto, Kiagus Firdaus, David Arya, Budi Suwarno Radar Malang: Kurniawan Muhammad Radar Kediri: Sholihuddin
Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Nurwahid Sugeng Sulaksono, Achmad Baidhowi, Dian Wahyudi, Eko Priyono, Tri Mujoko Bayuaji, Event: Rensi Dewi Bulan Radar Tulungagung: Wahyudi Novianto Radar Madiun: Aris Sudanang
Wakil Pemimpin Redaksi: Abd. Rokhim, Nanang Prianto Thoriq Sholikhul Karim, Siti Aisyah, Sekaring Ratri Adaninggar, Khafidul Ulum, Sidik Keuangan: Rina Prabawati, Libert Hutahaean Radar Bojonegoro: Zahidin H. Muntaha Radar Mojokerto: Andung Kurniawan
Kepala Liputan: Arief Santosa Kepala Biro Jakarta: Nanang Prianto Maulana Tualeka, Dhimas Ginanjar Satria Perdana, Restu Destiamardianti, Gunawan Pracetak: M. Tova Maulana Irfan, Satrijo M. Prabowo Radar Bromo: Taufik Lamade Radar Jember: Choliq Baya
Penerbit: PT Jawa Pos Koran Radar Banyuwangi: Samsudin Adlawi Radar Madura: Justin M. Herman
Senior Editor: Rohman Budijanto Kepala Kompartemen: Candra Wahyudi, Fathoni P. Sutanto, Diar Candra Tristiawan, M. Hilmi Setiawan, Bayu Putra, Ilham Dwi Ridlo
Corporate Lawyer Jawa Pos Group : Dr Harris Arthur Hedar SH MH Radar Solo: Eri Suhariyadi Radar Semarang: Abdul Aziz
Nanda, Mukas Kuluki, Ariyanti Kurnia Wancoko, Nora Sampurna, Dinda Lisna Amilia, M. Salsabil A’dn, Juneka Subaihul Mufid,
Redaktur: Wahyu Dwi Fintarto, Kholili Indro, Ibnu Yunianto, Amri Husniati, Endrayani Narendra Prasetya Utama Wijaya, Brianika Irawati, Ariski Prasetyo Hadi, Nuris Andi Direktur Utama: Azrul Ananda Radar Kudus: Baehaqi Radar Jogja: Berchman Heroe, Radar Bali: Rai Warsa
Dewi, Anda Marzudinta, Doan Widhiandono, Sidiq Prasetyo, Fatkhurroziq, Dwi Shintia Prasetyo, Puji Tyasari, Zalzilatul Hikmia, Dody Bayu Prasetyo Direktur : Eddy Nugroho, Leak Kustiyo Percetakan: PT Temprina Media Grafika
Irianti, Agus Muttaqin, Tatang Mahardika, Firzan Syahroni, Baskoro Yudho, Sofyan Wakil Direktur: Andreas Didi Alamat Percetakan: Jalan Sumengko Km 30-31 Wringinanom, Gresik.
Fotografer: Mahesa Indra (Koordinator Surabaya), M. Ali (Koordinator Jakarta), Dipta Wahyu
Telepon Redaksi: 031-8283333 (hunting), Fax: 031-8285555. Telepon Iklan: 031-8202275,
Hendra, M. Sholahuddin, Retnachrista R.S., Tomy C. Gutomo, Moh. Ilham Butsiyanto, Pratomo, Agus Wahyudi, Becky Subechi, Yuyung Abdi, Raka Deny, Slamet, Nur Frizal K., Jawa Pos Metropolitan
Priyo Handoko, Any Rufaidah General Manager: Suprianto Fax: 031-8294578. Telepon Pemasaran: 031-8202000, Fax: 031-8250009
Guslan Gumilang, Angger Bondan, Hendra Eka, Dite Surendra, Fedrik Fernando Tarigan
Asisten Redaktur: Nur Aini Roosilawati, Anton Hadiyanto, Janesti Priyandini, Naufal Kepala Kompartemen: Susilo Perwakilan Jakarta: Gedung Graha Pena, Jl Kebayoran Lama 12 Jakarta
Widi Asmoro, Kardono Setyorakhmadi, Anggit Satriyo Nugroho, Ahmad Ainur Rohman, Editor Bahasa: Andri Teguh Pryantoro (kepala), Didik Haryono, Hapidhoturropiah, Redaktur: Arief Indra Dwisetyadi, Latu Ratri Mubyarsah, Ali Mahrus, Selatan, Telepon: 021-53699500, Fax: 021-5349207
Andrianto Wahyudiono Ernawati, Frido Sri Adawina, Irwan Herdyanto, Yusuf M. Ridho Mochammad Dinarsa Kurniawan, Dani Nur Subagiyo Homepage: http//www.jawapos.com Email: editor@jawapos.co.id
Reporter: Suryo Eko Prasetyo, Aris Imam Masyhudi, Maya Apriliani Eko Susanti, Candra Desain Grafis dan Tata Artistik: Agung Kurniawan (koordinator), Taufik Teguh S., Budiono, JawaPos.com Harga Langganan: Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik Rp 98.000
Kurnia, Khusnul Cahyadi, Indria Pramuhapsari, Miftakhul Fahamsyah, Agus Wirawan, Bagus Hariadi, Siswoyo, Heri Susanto, Wahyu Kokkang Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Arwan Mannaungeng Jakarta: Rp 70.000 Luar Pulau: Tambah ongkos kirim

Wartawan Jawa Pos dilarang menerima uang maupun barang dari sumber berita. Wartawan Jawa Pos dibekali dengan kartu pers yang selalu dikenakan selama bertugas. Semua artikel dalam rubrik Komunikasi Bisnis, dan Shop & Style adalah pariwara.