Anda di halaman 1dari 4

Dosen Pengampu:

1. Faradillah Firdaus, S. Psi., M.A


2. Kurniati Zainuddin, S. Psi., M.A
3. A. Nur Aulia Saudi, S. Psi., M.Si

TUGAS PSIKOLOGI PERDAMAIAN

ANALISIS FILM

DISUSUN OLEH:

Diah Cantika Adil Nur


1771342002
Parepare

FAKULTAS PSIKOLOGI

UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

2019
SINOPSIS FILM WISH

Film Wish (2013) bercerita mengenai keluarga kecil dimana putri keluarga
tersebut, So-Won, mengalami penganiayaan oleh pria tak dikenal dan menyebabkan
kecatatan fisik secara permanen dan trauma pada diri sang anak. Film ini berfokus pada
keluarga korban yang berjuang menuntut keadilan terhadap anaknya dimana
pengadilan hanya memberikan hukuman ringan terhadap pelaku karena adanya
pengaruh alkohol. Fokus kedua dari film ini adalah trauma yang dijalani anak sehingga
ia akan mengalami serangan panic ketika melihat tempat kejadian dan ayahnya.

HUBUNGAN FILM DAN TEORI PERDAMAIAN

1. Agresi
Agresi merupakan emosi maladaptif yang ditunjukkan dengan perilaku
menyakiti baik secara fisik maupun verbal. Dalam film Wish tersebut, terdapat
agresi verbal dan non verbal. Agresi fisik dilakukan oleh pelaku terhadap So-
Won. Jenis agresi yang dilakukan adalah agresi seksual dimana pelaku denga
sengaja melecehkan So-Won. Bentuk agresi verbal yang dapat dilihat yaitu
personal remarks, dimana ayah So-Won melakukan agresi verbal terhadap
pelaku karena perbuatan yang telah dilakukannya.
2. Atribusi
Di dalam film Wish, dapat dilihat bahwa terdapat banyak bias atrbusi yang
terjadi. Salah satunya yaitu fundamental attribution bias. Keluarga So-Won
mempersepsikan pelaku sebagai orang yang jahat karena adanya anggapan
bahwa perbuatan buruk yang dilakukannya disebabkan oleh sifatnya yang burk
da tidak melihat faktor lainnya (pengaruh alkohol). Bias lainnya yaitu self
blaming bias oleh So-Won. Hal ini ditandai dengan seringnya So-Won
mempercayai bahwa ia telah melakukan kesalahan sehingga terjadi hal tersebut.
Hal ini juga terjadi kepada Ibu So-Won. Ia merasa bahwa kejadian buruk yang
menimpa anaknya adalah kesalahannya.
3. Benevolence
Benevolence adalah sejauh mana individu ingin melakukan dan memberikan
(pelayanan) yang terbaik kepada orang lain, terlepas dari motif keuntungan
yang sifatnya egosentrisme. Perilaku ini dapat dilihat dari teman, ayah, dan Ibu,
So-Won terhadap So-Won serta perlakuan sahabat sang ibu terhadap Ibu So-
Won.
4. Prososial
Prososial adalah Setiap tindakan yang dilakukan dengan tujuan memberi
manfaat kepada orang lain.
 Casula heping, perilaku ini data dilihat dari cara penyewa kostum
meminjamkan salah satu kostumnya kepada ayah So-Won tanpa pamrih
 Emotional helping, psikolog yang membantu So-Won mengatasi
trauma membantu dengan alasan bahwa ia tidak ingin So-Won bunuh
diri sama seperti anaknya dikarenakan kasus yang sama.
5. Love
Salah satu bentuk cinta yang munul dalam film ini adalah cinta persahabata
antara Ibu So-Won dan sahabatnya. Bentuk cinta persahabatan ini disebabkan
karena proximity yaitu kedekatan mereka secara geografis sehingga
memungkinkan mereka untuk menjadi lebih dekat.
6. Self-Compassion
Salah satu aspek dari self compassion adalah common humanity. Pada akhir
film Wish, kita dapat melihat bahwa So-Won telah berhasil mengatasi
traumanya dan memiliki pemikiran bahwa kejadia yang menimpanya
merupakan hal yang dapat terjadi kepada siapa saja.