Anda di halaman 1dari 2

Dasar Teori

Sebagai unit fungsional, sel memiliki kemampuan memperbanyak diri atau dikenal
dengan istilah reproduksi. Reproduksi sel berlangsung melalui pembelahan. Pembelahan sel
yang terjadi pada organisme eukariotik meliputi pembagian inti sel (kariokinesis) dan
pembagian sitoplasma (sitokinesis) melalui tahapan seperti pada mitosis maupun meiosis.
Tahapan pembelahan didasarkan pada perubahan letak (tingkah laku) kromosom selama
berlangsungnya proses pembelahan. Pembelahan sel di diawali dengan adanya aktivitas
pembelahan kromosom dalam beberapa tahap pembelahan. Pada setiap tahap pembelahan
mempunyai ciri-ciri tertentu yang dapat diamati proses-prosesnya melalui teknik atau perlakuan
tertentu yang diberikan pada kromosom tersebut. Adapun pembelahan sel dibedakan menjadi dua
macam, yaitu mitosis dan meiosis (Pratiwi, 2003).

Tumbuhan pada masa awal perkembangan mengalami pertumbuhan sangat banyak,


tumbuhan mengalami pembelahan sel secara tidak langsung yang disebut juga dengan mitosis
(setjo,2004). Mitosis adalah pembelahan duplikasi dimana sel memproduksi dirinya sendiri
dengan jumlah kromosom sel induk. Mitosis mempertahankan pasangan kromosom yang sama
melalui pembelahan inti dari sel somatis secara berturut turut. Peristiwa ini terjadi bersama-sama
dengan pembelahan sitoplasma dan bahan-bahan di luar inti sel dan memiliki peran penting
dalam pertumbuhan dan perkembangan hampir semua organisme.mitosis memiliki beberapa
tahapan meliputi profase metafase, anafase, dan telofase. Terjadi pada ujung akar, yang
mengalami pembelahan awal, mitosis terjadi dalam sel somatik yang bersifat meristematik, yaitu
sel-sel yang hidup terutama yang sedang tumbuh (ujung akar dan ujung batang), mitosis pada
tumbuhan terjadi selama mulai dari 30 menit sampai beberapa jam dan merupakan bagian dari
suatu proses yang berputar dan terus menerus.(Pulate, et al. 2008).

Proses mitosis ini terjadi bersama dengan pembelahan sitoplasma dan bahan-bahan di
luar inti sel. Pada mitosis setiap induk yang diploid (2n) akan menghasilkan dua buah sel anakan
yang masing-masing tetap diploid serta memiliki sifat keturunan yang sama dengan sel
induknya. Proses terjadinya mitosis terbagi ke dalam 5 fase, yaitu interfase, profase, metafase,
anafase dan telofase.( Nwangburuka, 2011).

Pada pembelahan sel secara mitosis ini sel mereplikasi diri sendiri, dimana sel induk yang
membelah mengandung kromosom diploid (2n), dan akan menghasilkan sel anakkan yang
diploid (2n) juga. Maka dari itu, pembelahan sel secara mitosis menghasilkan 2 sel anakan
identik. Dengan demikian siklus pembelahan sel merupakan proses penting dimana telur yang
dibuahi sel tunggal berkembang menjadi organisme dewasa dan proses dimana rambut, kulit, sel-
sel darah, dan beberapa organ terbentuk. Pembelahan sel ini terjadi selama pertumbuhan dan
reproduksi aseksual. Pada sel hewan dan manusia mitosis terjadi pada sel meristem somatik.
(Campbell, 2008).
Daftar pustaka

Campbell, N, A. dkk. 2008. Biologi Edisi Kedelapan Jilid 1. Jakarta : Erlangga.

Nwangburuka, C, C. dan Oyelana, O, A. 2011. Cytological Effects of Chloroquine on Root


Mitosis of Allium cepa L. Jurnal actaSATECH. 4 (1) : 25-35.

Pulate, P, V. dan Tarar, J, L. 2014. Cytogenetic Effects of Tilt On Root Tip Meristem of Onion
Allium Cepa L. International Journal of Plant Animal and Environtmental Science. 4 (2) : 53-57.

Pratiwi, D.A. 2003. Penuntun Biologi. Jakarta: Erlangga.

Setjo, 2004. Genetika Strata 1. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.