Anda di halaman 1dari 2

KASUS

Seorang ibu umur 35 tahun, TB 158 cm, BB 54 kg. ibu tersebut adalah seorang guru di
SMP. Mengeluh diare sampai dengan 7-10 x sehari. Disertai demam, suhu tubuhnya 38º C. hasil
diagnosa ibu tersebut mengalami colitis dengan pendarahan. Selama 2 minggu ini berat badan
ibu tersebut turun 2 kg karena nafsu makan sangat kurang. Ibu tersebut kelihatan pucat, HB nya
10 mm/hg. Dokter menyarankan untuk memberikan diet yang sesuai. Ibu tersebut tidak
menyukai oseng-oseng, tidak suka ikan laut dan hasil olahannya. Sangat menyukai jajanan pasar.
Hasil pemeriksaan laoratorium lainnya adalah : gula darah puasa 115 mg/dl. Kolestrol darah 205
mg%. hitung kalori dan zat-zat gizi serta susun menunya untuk satu hari.

SYARAT DIET

Syarat-syarat diet penyakit colitis adalah:

1. Pada fase akut dipuaskan dan diberi makanan secara parenteral saja.
2. Bila fase akut teratasi, pasien diberi makanan secara bertahap, mulai dari bentuk cair (per
oral maupun enteral), kemudian meningkat menjadi diet sisa rendah dan serta rendah.
3. Bila gejala hilang dapat diberikan makanan biasa.
4. Kebutuhan gizi, yaitu:
a) Energy tinggi dan protein tinggi
b) Supermen vitamin dan mineral antara lain vitamin A,C,D, asam folat, vitamin
B12, kalsium, zat besi, magnesium, dan seng.
5. Makanan enteral rendah atau bebas laktosa dan mengandung asam lemak rantai sedang
(medium chain tryglicerida = MCT) dapat diberikan karena sering terjadi intoleransi
laktosa dan malabsorpsi lemak.
6. Cukup cairan dan elektrolit
7. Menghindari makanan yang menimbulkan gas
8. Sisa rendah dan secara bertahap kembali ke makanan biasa.

PRINSIP

a) Energy tinggi dan protein tinggi


b) Cukup cairan dan elektrolit
c)

TUJUAN

Tujuan diet penyakit colitis adalah

1. Memperbaiki ketidakseimbangan cairan dan elektrolit


2. Mengganti kehilangan zat gizi dan memperbaiki status gizi kurang
3. Mencegah iritasi dan inflamasi lebih lanjut
4. Mengistirahatkan usus pada masa akut

MAKANAN YANG TIDAK DIANJURKAN

1. Menghindari Makanan tinggi serat serta bumbu yang tajam


2. Menghindari daging berserat kasar (lihat sesuai dengan toleransi perorangan)
3. Menghindari makanan yang terlalu berlemak, terlalu manis, terlalu asam, dan berbau
tajam

MAKANAN YANG DIANJURKAN

1. Sumber hidrat arang : beras dibubur saring, roti dibakar, kentang dipure, macaroni, mi,
bihun direbus, biscuit, kreakers, tepung-tepungan dibubur atau dipuding.
2. Sumber protein hewani: daging, hati digiling halus, ikan dicincang, telur direbus, ditim,
diceplok air dan dicampur dalam makanan dan minuman, susu 2 gelas sehari.
3. Sumber protein nabati: tahu atau tempe ditim atau direbus, ditumis, keju, sari
kedelai,kacang tanah
4. Lemak: margarin dan mentega dalam jumlah yang terbatas
5. Sayuran : sari sayuran, sayuran yang tak banyak serat seperti kacang panjang, buncis
muda,bayam, labu siam, tomat masak, wortel direbus, dikukus dan ditumis.
6. Buah : buah yang tidak tinggi serat dan tidak menimbulkan gas: papaya, pisang, air jeruk,
sawo, sari jambu biji, sari nenas, sari sirsak, apel dikupas dan ditumis.
7. Minuman: the, sirup, kopi encer
8. Bumbu : garam, vetsin, gula, cuka, salam, laos, kunyit,kunci dalam jumlah terbatas.