Anda di halaman 1dari 23

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Indonesia terletak pada khatulistiwa yang mempunyai hari guruh


sangat tinggi dengan aktifitas 100 sampai 200 hari – guruh per tahun.
Industri di Indonesia menggunakan semakin banyak peralatan sistim yang
canggih menggunakan komponen elektronik dan mikroprosesor dan sangat
sensitif terhadap PEdP ( Pulsa Elektromagnetik dari Petir ) atau LEMP (
Lightning Electromagnetic Pulse ). Karakteristik petir di Indonesia yang
berbeda dengan karakteristik petir diluar negeri yang dijadikan standar
oleh Badan Standarisasi duina pada umumnya.
Sangat sedikitnya informasi tentang Sistim Proteksi Petir dan
Sistem Penentu lokasi dan Pelacak Petir khususnya di negara tropis seperti
di Indonesia disamping sangat kurangnya “ Awareness “ atau kesiagaan
terhadap kemungkinan bahaya petir. Banyaknya instalasi-instalasi penting
dan berbahaya yang menjadi target mudah ( easy target ) bagi sambaran
petir karena strukturnya yang tinggi dan pada lokasi yang terbuka.
Wilayah Indonesia memiliki jumlah kilatan petir yang cukup
banyak. Sejumlah tempat di Indonesia memiliki potensi besar tersambar
petir. Salah satunya Depok, Bogor, Jakarta Selatan, Kuningan, Semarang,
Kudus, Bojonegoro dan Bondowoso. Pada tahun 2015 di daerah
Tasikmalaya, Jawa Barat, lima orang petani tersambar petir saat berteduh
di gubug sawah yang mengakibatkan dua orang tewas dan tiga
lainnyamengalami luka bakar. Di Bojonegoro, Jawa Timur,petani
tersambar petir ketika baru saja meninggalkan sawahnya. Sedangkan di
Perairan Tanjung Bumi Bangkalan, Sampang, Jawa Timur, sebanyak dua
orang menderita luka bakar akibat sambaran petir.
Sambaran petir yang terjadi baik secara langsung maupun tidak
langsung dapat menimbulkan Korban Jiwa, kerusakan pada bangunan,

1
peralatan dan instalasi listrik, maupun pipa gas, apabila terhubung dengan
pipa gas bisa berpotensi timbulnya api atau ledakan.

1.2 Rumusan Masalah


1. Apa yang dimaksud dengan petir dan sistem penangkal petir?
2. Apa itu tipe – tipe petir menurut prosesnya?
3. Apa jenis – jenis petir yang pernah terjadi?
4. Apa perlunya dari sistem penangkal petir?
5. Apa saja elemen atau bagian- bagian sistem penangkal petir?
6. Apa fungsi dari sistem penangkal petir?
7. Apa saja jenis-jenis sistem penangkal petir?
8. Bagaimana cara kerja sistem penangkal petir?
9. Bagaimana sistem pada bangunan penangkal petir?

1.3 Tujuan Penulisan

1. Mengetahui tentang definisi petir, perbedaan petir dengan kilat, tipe –


tipe petir dan sistem penangkal petir.
2. Mengetahui jenis – jenis petir yang pernah terjadi dan perlunya dari
sistem penangkal petir.
3. Mengetahui elemen atau bagian- bagian sistem penangkal petir.
4. Mengetahui fungsi dari sistem penangkal petir.
5. Mengetahui jenis-jenis sistem penangkal petir.
6. Mengetahui cara kerja dan sistem pada bangunan penangkal petir.

1.4 Manfaat Penulisan

Manfaat makalah ini adalah untuk menambah pengetahuan,wawasan dan


khazanah keilmuan tentang sistem penangkal petir.

2
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Petir

Petir, kilat, atau halilintar adalah gejala alam yang biasanya muncul pada
musim hujan saat langit memunculkan kilatan cahaya sesaat yang menyilaukan.
Beberapa saat kemudian disusul dengan suara menggelegar yang disebut guruh.

Petir ini terbentuk dengan kita memakai analogi sebuah kapasitor besar,
yang dimana lempengan pertama yaitu awan, lempengan ini bisa negatif ataupun
positif dan lempengan kedua yaitu bumi yang mempunyai sifat netral. Seperti
yang sudah kita ketahui, kapasitor merupakan sebuah elemen negatif di dalam
hubungan listrik yang dapat menyimpan daya sejenak atau bisa disebut energy
storage. Seperti juga petir, dimana terdapat awan yang bermuatan negatif dan
positif.

Proses terjadinya muatan di dalam awan, karena awan berjalan secara


teratur, dan selama perjalanannya dia akan berhubungan dengan awan-awan
lainnya yang mengakibatkan berkumpulnya muatan negatif di salah satu sisi,
entah itu di atas atau di bawah. Sedangkan muatan positif berkumpul di sisi
lainnya. Apabila perbedaan potensial diantara awan dan bumi besar, akan
mengakibatkan terjadinya pembuangan muatan negatif atau disebut elektron.
Dalam proses pembuangan ini, udara merupakan media yang akan dilalui
elektron. Apabila pada saat muatan elektron dapat menembus batas isolasi udara
inilah menjadikan suara ledakan atau guntur.

Kenapa terjadinya Petir lebih sering terjadi di musim penghujan? Karena


pada saat musim penghujan, udara mengandung lebih banyak kadar air yang
tinggi, yang mengakibatkan daya isolasi udara turun dan lebih gampang melewati.
Secara garis besar petir terjadi karena adanya perbedaan potensial yang tinggi
pada awan. Awan yang memiliki kelebihan elektron pada lapisan bawah
permukaan awan akan di buang ke daratan untuk menyeimbangkan muatannya.

3
Sedangkan di daratan terdapat proton, nah lalu pada proses pembuangan elektron
itulah terjadinya petir.

Perbedaan antara petir, kilat, Guruh/Gluduk, antara lain:

1. Petir

Petir merupakan fenomena kelistrikan udara berupa pelepasan


muatan positif dan negatif yang terjadi akibat perbedaan potensial antara
awan dan bumi dalam mencapai kesetimbangan (Griffiths, 1995). Petir
merupakan salah satu fenomena alam berupa kilatan cahaya disertai suara
menggelegar yang biasanya terjadi menjelang atau saat terjadi hujan,
namun tidak setiap kejadian hujan disertai dengan kejadian petir.

2. Kilat

Kilat adalah sebuah bunga api besar yang mucul akibat adanya
muatan listrik yang dibangkitkan awan- awan hujan angin. Kilat terjadi
akibat adanya perbedaan muatan listrik antara bumi dan awan yang terus
membesar.

3. Guruh / Gluduk

sebuah kata yang diperuntukkan untuk menggambarkan gelombang


kejut suara yang terjadi akibat pemanasan dan pemuaian udara yang sangat
cepat pada waktu dilalui oleh tangkapan kilat.

2.2 Tipe – Tipe Petir Menurut Prosesnya

Menurut M. Husni (2002), petir dibedakan menjadi 4 jenis berdasarkan


proses terjadinya, berikut:

1. Petir awan ke tanah / Cloud-to-Ground (CG)

Petir awan ke tanah atau cloud-to-ground (CG) merupakan jenis


petir yang berbahaya dan merusak. Petir ini terjadi akibat pelepasan
muatan negatif pada awan bagian bawah ke bumi. Petir tipe CG berbahaya

4
karena dapat menyambar objek-objek yang ada di atas permukaan tanah
dan berakibat merusak. Petir CG memiliki dua jenis muatan, yaitu petir
tipe +CG dan –CG.

2. Petir dalam awan / Intra-cloud (IC)

Petir dalam awan atau intra-cloud (IC) terjadi antara pusat-pusat


muatan berlawanan dalam awan yang sama. Tipe petir IC menjalar di
dalam awan.

3. Petir awan ke awan / Cloud-to-Cloud (CC)

Petir awan ke awan atau cloud-to-cloud (CC) terjadi antara pusat-


pusat muatan yang berbeda pada awan yang berbeda. Petir tipe CC
menjalar dari satu awan ke awan lain disekitarnya yang menjadi pusat
muatan terjadinya petir.

4. Petir awan ke udara / Cloud-to-Air (CA)

Petir awan ke udara atau cloud-to-air (CA) terjadi antara awan


bermuatan positif dengan udara bermuatan negatif. Petir tipe CA menjalar
dari awan ke udara di sekitarnya.

2.2 Jenis – Jenis Petir yang Pernah Terjadi

Ada beberapa jenis petir yang dikenal paling dahsyat atau


menyeramkan di alam semesta, sebagai berikut:

1. St. Elmo's Fire

Telah ada selama berabad-abad, dimulai dengan yunani kuno,


julius caesar, columbus dan magellan. Setelah penangkal petir menjamin
franklin, fenomena ini terlihat lebih di tanah, menyebabkan rasa takut
sebagai api biru terinspirasi cerita roh dan hantu.

5
2. Boom

Ball thunder adalah fenomena yang aneh, dengan laporan


peninjauan kembali ke yunani kuno. Jenis yang paling umum adalah
kilatan petir coret, tapi kilat ini menyebabkan ancaman terbesar terhadap
kehidupan dan properti. Petir dapat dipicu oleh berbagai peristiwa mulai
dari ledakan termonuklir untuk meluncurkan roket seperti challenger atau
apollo 12.

3. Deadly

Di amerika serikat, rata-rata 58 orang dibunuh setiap tahun oleh


petir. Sekitar 250 orang bertahan hidup setiap tahun setelah disambar
petir, namun sebagian besar hidup dengan bekas luka permanen.

4. Cloud Flashes

Ketika kilat menyala di awan, kadang-kadang anda dapat melihat


garis di udara di sekitar badai. Itu disebut kilat awan-ke-udara, atau
disebut sebagai "anvil crawler" petir juga dapat melakukan perjalanan dari
awan ke awan. Ketika kilat tampaknya tertanam di awan dan sepertinya
pada luminositas selama bagian flash, disebut lembar pencahayaan atau
intra-awan petir. Banyak orang telah melihat kilat yang panas, tapi
mengatakan mereka tidak mendengar guntur. Namun, guntur di kejauhan
itu terlalu jauh untuk didengar. Setiap kali ada petir, ada juga guntur.

5. Mind-blowing beauty

Petir melalui udara memancarkan cahaya putih, tetapi dapat


muncul sebagai warna yang berbeda tergantung pada kondisi cuaca.
Karena kelembaban, kabut, debu dan semacamnya, petir jauh dapat
muncul merah atau oranye dalam cara yang tidak sama saat matahari
terbenam.

6
2.4 Pengertian Sistem Penangkal Petir

Installasi penangkal petir merupakan suatu sistem yang


menggabungkan komponen–komponen dan peralatan–peralatan yang secara
keseluruhan berfungsi sebagai penangkal petir yang menyalurkan sambaran petir
ke tanah. Sistem tersebut dipasang sedemikian rupa sehingga semua bagian dari
bangunan beserta isinya atau benda–benda di dalamnya terlindung dan terhindar
dari bahaya sambaran langsung maupun tak langsung. Installasi ini di kelompokan
menjadi bagian penghantar diatas tanah dan penghantar didalam
tanah. Dengan pemasangan installasi penangkal petir tidak menambah atau
mengurangi kemungkinan suatu bangunan atau peralatan terkena sambaran petir,
akan tetapi bila terjadi sambaran petir arusnya akan disalurkan ke tanah lewat
installasi penyaluran sehingga bangunan dan peralatan didalamnya terlindung
. Penangkal petir adalah rangkaian jalur yang difungsikan sebagai jalan
bagi petir menuju ke permukaan bumi, tanpa merusak benda-benda yang
dilewatinya.
Sistem Grounding atau yang biasa disebut dengan penangkal petir, biasa
digunakan di berbagai bangunan baik rumah maupun perkantoran yang digunakan
untuk mengalihkan aliran listrik dari petir menuju ke tanah. Dan berikut mari kita
pahami lebih lanjut mengenai sistem instalasi penangkal petir tersebut.

7
2.5 Perlunya Sistem Penangkal Petir

Kerusakan harta benda dan kematian umat manusia yang disebabkan oleh
sambaran petir relatif tinggi, mulai dari meninggalnya seorang petani yang sedang
bekerja di sawah sampai terhentinya produksi sebuah kilang minyak penghasil
devisa negara disebabkan oleh sambaran petir baik secara langsung maupun tidak
langsung yaitu melalui radiasi, konduksi atau induksi gelombang elektromagnetik
petir. Dengan demikian ancaman sambaran petir (LEMP) pada peralatan canggih
perlu diwaspadai dan upaya perlindungan terhadap instalasi, bangunan yang
berisikan peralatan elektronik seperti pada industri, bank,instalasi penting, militer,
bahkan perorangan perlu ditingkatkan.

Kerugian juga berdampak terhadap operasional sebuah perusahaan dimana


sambaran petir dapat menimbulkan kerusakan yang cukup parah terhadap
instrument kerja perusahaan dan mengakibatkan terhentinya operasional. Apalagi
pada saat sekarang ini tidak ada satupun perusahaan yang tidak memakai
komponen yang berhubungan dengan elektronika.

Untuk mengatasi hal tersebut, maka perlindungan yang sesuai harus


diterapkan pada peralatan atau instalasi terhadap bahaya sambaran petir secara
langsung maupun tidak langsung. Memperhatikan bahaya yang diakibatkan
sambaran petir di atas, maka system proteksi petir harus mampu melindungi fisik
maupun peralatan dari bahaya sambaran langsung (external protection) dan
sambaran petir tidak langsung (internal protection) serta penyediaan grounding
system yang memadai serta terintegrasi dengan baik.

8
2.6 Elemen / Bagian – Bagian Dari Sistem Penangkal Petir

1. Batang penangkal petir

Batang penangkal petir berupa batang tembaga yang ujungnya


runcing. Dibuat runcing karena muatan listrik mempunyai sifat mudah
berkumpul dan lepas pada ujung logam yang runcing. Dengan demikian
dapat memperlancar proses tarik menarik dengan muatan listrik yang ada
di awan. Batang runcing ini dipasang pada bagian puncak suatu bangunan.
Splitzen (Batang Penangkal petir), sebuah alat berbentuk tiang yang
menyerap aliran listrik dari petir yang menyambar

2. Kabel / kawat konduktor

9
Kawat konduktor terbuat dari jalinan kawat tembaga. Diameter jalinan
kabel konduktor sekitar 1 cm hingga 2 cm . Kabel konduktor berfungsi
meneruskan aliran muatan listrik dari batang muatan listrik ke tanah. Kawat
konduktor tersebut dipasang pada dinding di bagian luar bangunan. Konduktor
(sistem pengkabelan), kabel yang digunakan sebagai penghantar aliran listrik
dari Splitzer menuju ke tanah (pembumian). Untuk kabel yang jauh dari
jangkauan biasanya menggunakan kabel BC, sedangkan yang dekat dengan
jangkauan biasa menggunakan kabel BCC dan NYY seperti Federal kabel atau
Supreme Kabel

3. Tempat pembumian

10
Tempat pembumian (grounding) berfungsi mengalirkan muatan
listrik dari kabel konduktor ke batang pembumian (ground rod) yang
tertanam di tanah. Batang pembumian terbuat dari bahan tembaga berlapis
baja, dengan diameter 1,5 cm dan panjang sekitar 1,8 - 3 m . Terminal,
sebuah sistem bawah tanah yang bertugas meneruskan hantara listrik ke
dalam tanah. Biasanya berupa pipa tembaga yang berdiameter setengah
inch dan memiliki panjang 3 sampai 4 meter.

Jadi, untuk menggabungkan ketiga komponen ini diperlukan sambungan


yang benar benar kuat agar tidak terlepas ketika dilalui aliran arus yang cukup
besar.

2.6 Fungsi Sistem Penangkal Petir


Manfaat Penangkal Petir, Penangkal petir sebagai media pengaman adalah
serangkaian komponen yang memiliki fungsi sebagai penyalur bagi sambaran
petir menuju ke permukaan tanah, sehingga tidak merusak dan berbahaya bagi
benda yang dilewatinya, sehingga menjamin keamanan bagi manusia dan
peralatan / instrument industri. Dari manfaat tersebut dapat kita simpulkan bahwa
perlu menggunakan penangkal petir apalagi pada bangunan yang bertingkat.
Fungsi penangkal petir adalah sebuah jalur rangkaian kabel tembaga yang
difungsikan sebagai jalan atau aliran bagi petir menuju ke permukaan bumi atau
ground, sehingga petir tidak akan merusak benda-benda yang dilewatinya.Fungsi
dan Kegunaan Penangkal Petir pada bangunan sangat banyak dan memberi
dampak positif bagi penggunanya. Dikawasan dengan intensitas sambaran petir
yang tinggi setiap bangunan yang di jadikan aktifitas, baik itu ketenagakerjaan
ataupun sosial wajib hukumnya tempat tersebut dilindungi oleh instalasi penagkal
petir di samping Instalasi pemadam kebakaran. Beberapa fungsi anti petir yang
perlu kita ketahui:
1. Perlindungan dari sambaran petir
Secara alamiah bahwa sambaran petir memerlukan objek
untuk menyalurkan dan menetralkan sambaran, seperti pohon dan
tanah lapang yang biasanya menjadi sasaran sambaran petir.

11
2. Menyalurkan arus petir

Sambaran petir yang telah mengenai terminal penangkal


petir sebagai alat penerima sambaran akan membawa arus yang
sangat tinggi, maka dari itu harus dengan cepat disalurkan ke bumi
(grounding) melalui kabel penyalur sesuai standart sehingga tidak
terjadi loncatan listrik yang dapat membahayakan struktur
bangunan atau membahayakan perangkat yang ada di dalam
sebuah bangunan.

3. Menapung petir

Dengan cara membuat grounding system dengan resistansi


atau tahanan tanah kurang dari 5 Ohm. Hal ini agar arus petir dapat
sepenuhnya diserap oleh tanah tanpa terjadinya step potensial.
Bahkan dilapangan saat ini umumnya resistansi atau tahanan tanah
untuk instalasi penangkal petir harus dibawah 3 Ohm.

4. Membawa muatan listrik petir langsung menuju kedalam tanah .


5. Mengurangi kerusakan sistem pada perangkat elektronik rumah,
karena adanya penyeimbang arus yang sudah di integrasikan ke
grounding system.

Untuk hal tersebut diatas diperlukan penangkal petir yang sangat handal
terutama untuk gedung, fasilitas umum dan pusat bisnis yang menghandalkan
komputer atau peralatan elektronik untuk seluruh kegiatan bisnisnya. Ada 4
kriteria yang harus di perhatikan dalam sistem penangkal petir untuk dapat
mengikuti standar dunia yang telah teruji antara lain :Jaringan Termination,
penghantar atau down conductors, jaringan pembumian grounding dan bonding
untuk menghindari side flashing.
Korosi adalah hal yang sering terjadi pada sistem penangkal petir. dengan
mutu material yang rendah banyak di dijumpai penangkal petir yang terpasang
hanya baik untuk 3-12 bulan. Setelah korosi terjadi pada semua komponen, sistem
penangkal petir tidak lagi menghantar dengan sempurna. Akibatnya jelas kerugian

12
material sampai bahaya kematian bagi manusia pastikan semua sistem penangkal
petir terbuat dari material tembaga murni, bukan campuran dan kwalitas pabrik
yang baik.

2.8 Jenis – Jenis Sistem Penangkal Petir


1. Penangkal petir konvensional

Teknik penangkal petir yang sederhana dan pertama kali dikenal


menggunakan prinsip yang pertama, yaitu dengan membentuk sebuah
tameng atau perisai yang berupa konduktor yang akan mengambil alih
sambaran petir. Penangkal petir semacam ini biasa disebut groundwires
(kawat tanah) pada jaringan hantaran udara, sedangkan pada bangunan-
bangunan dan perlindungan terhadap struktur, Benjamin franklin
memperkenalkan dengan sebutan lightning rod. Istilah ini tetap digunakan
sampai sekarang.

Ada 2 System yang di gunakan :

a. Faraday Cage/Sangkar Faraday

Penangkal Petir Sangkar Faraday adalah rangkaian jalur elektris


dari bagian atas bangunan menuju tanah/grounding dengan beberapa jalur
penurunan kabel, sehingga menghasilkan jalur konduktor berbentuk
sangkar yang melindungi bangunan dari sambaran petir.
Pemanfaatan struktur logam sebuah bangunan bisa dimanfaatkan,
misalnya :
- Rangka baja (H-Beam/I-WF)
- Pertulangan Beton
- Frame Alumunium
Pemanfaatan struktur logam tersebut bisa dilakukan dengan catatan
harus mengarah ke bawah/tanah di hubungkan dengan unit grounding
system.

13
b. Franklin Rod/Jalur Instalasi Tunggal

Penangkal Petir Franklin Rod adalah rangkaian jalur elektris dari


atas bangunan menuju sisi bawah/tanah dengan jalur kabel tunggal,
dengan cara memasang alat berupa batang tembaga dengan daerah
perlindungan berupa kerucut imajiner dengan sudut puncak 112 derajat.
Agar daerah perlindungan luar maka Franklin Rod di pasang pada
bangunan teratas (tinggi 1 - 3 Meter). Makin jauh dari Franklin Rod maka
perlindungan akan semakin lemah pada areal tersebut.
Dari kedua system instalasi penangkal petir konvensional tersebut
tentunya sangat di pertimbangkan mengenai standart keamanan, kualitas
instalasi, biaya dan estetika menjadi titik tolak utama bagi kita untuk
memilih, memakai system pengamanan sambaran petir manakah yang
sesuai untuk bangunan.

Gambar 2.1. Sistem Proteksi Penangkal Petir Konvensional

14
Penangkal petir konvensional sifatnya pasif, menunggu petir untuk
menyambar dengan mengandalkan posisinya yang lebih tinggi dari objek
sekitar serta ujung runcingnya.

2. Penangkal Petir RadioAktif

Penelitian terus berkembang akan sebab terjadinya petir , dan


dihasilkan kesimpulan bahwa petir terjadi karena ada muatan listrik di
awan yang dihasilkan oleh proses ionisasi , maka penggagalan proses
ionisasi di lakukan dengan cara memakai Zat berradiasi. Radiun 226 dan
Ameresium 241 , karena 2 bahan ini mampu menghamburkan ion
radiasinya yang bisa menetralkan muatan listrik awan.

Sedang manfaat lain adalah hamburan ion radiasi akan menambah


muatan pada Ujung Finial / Splitzer dan bila mana awan yang bermuatan
besar yang tidak mampu di netralkan zat radiasi kemuadian menyambar
maka akan condong mengenai penangkal petir ini.

Keberadaan penangkal petir jenis ini sudah dilarang pemakaiannya


, berdasarkan kesepakatan internasional dengan pertimbangan mengurangi
pemakaian zat beradiasi dimasyarakat.

15
Gambar 2.2. Sistem Proteksi Penangkal Petir radio aktif

3. Penangkal Petir Elektrostatik

Prinsip kerja penangkal petir Elektrostatik mengadopsi sebagian


system penangkal petir Radioaktif , yakni menambah muatan pada ujung
finial / splitzer agar petir selalu memilih ujung ini untuk disambar .

Perbedaan dari sisten Radioaktif dan Elektrostatik ada pada energi


yang dipakai. Untuk Penangkal Petir Radioaktif muatan listrik dihasilkan
dari proses hamburan zat berradiasi sedangkan pada penangkal petir
elektrostatik energi listrik dihasilkan dari Listrik Awan yang menginduksi
permukaan bumi.

2.9 Sistem Kerja Penangkal Petir


1. Batang Penangkal petir
Batang penangkal petir berupa batang tembaga yang
ujungnya runcing. Dibuat runcing karena muatan listrik
mempunyai sifat mudah berkumpul dan lepas pada ujung logam
yang runcing. Dengan demikian dapat memperlancar proses tarik
menarik dengan muatan listrik yang ada di awan. Batang runcing
ini dipasang pada bagian puncak suatu bangunan.

2. Kawat konduktor
Terbuat dari jalinan kawat tembaga, diameter jalinan kabel
konduktor sekitar 1 cm hingga 2 cm. Kabel konduktor berfungsi
meneruskan aliran muatan listrik dari batang muatan listrik ke
tanah. Kawat konduktor tersebut dipasang pada dinding di bagian
luar bangunan.
3. Tempat pembumian (grounding)
Berfungsi mengalirkan muatan listrik dari kabel konduktor
ke batang pembumian (ground rod) yang tertanam di tanah. Batang

16
pembumian terbuat dari bahan tembaga berlapis baja, dengan
diameter 1,5 cm dan panjang sekitar 1,8 - 3 m .

Saat muatan listrik negatif di bagian bawah awan sudah tercukupi, maka
muatan listrik positif di tanah akan segera tertarik. Muatan listrik kemudian segera
merambat naik melalui kabel konduktor , menuju ke ujung batang penangkal
petir. Ketika muatan listrik negatif berada cukup dekat di atas atap, daya tarik
menarik antara kedua muatan semakin kuat, muatan positif di ujung-ujung
penangkal petir tertarik ke arah muatan negatif. Pertemuan kedua muatan
menghasilkan aliran listrik. Aliran listrik itu akan mengalir ke dalam tanah,
melalui kabel konduktor, dengan demikian sambaran petir tidak mengenai
bangunan. Tetapi sambaran petir dapat merambat ke dalam bangunan melalui
kawat jaringan listrik dan bahayanya dapat merusak alat-alat elektronik di
bangunan yang terhubung ke jaringan listrik itu, selain itu juga dapat
menyebabkan kebakaran atau ledakan. Untuk mencegah kerusakan akibat jaringan
listrik tersambar petir, biasanya di dalam bangunan dipasangi alat yang disebut
penstabil arus listrik (surge arrestor).

17
2.10 Skema Pemasangan Instalasi Ground System Pada Bangunan

Pemasangan splitzen atau tiang penyangga yang berfungsi menyerap aliran


listrik petir diletakkan di tempat tertinggi dari suatu bangunan. Bentuk dari
Splitzen terbagi dua jenis, yaitu tunggal dan trisula dengan bahan utama adalah
batang tembaga dan langsung dihubungkan langsung ke terminal atua pipa
tembaga dengan menggunakan kabel BC 50 mm dari Supreme kabel ataupun
Federal kabel

Memasang instalasi sub terminal berbahan plat tembaga 5cm x 20 cm


yang memiliki integrasi dengan terminal di dalam rumah, untuk menghindari
korsleting pada perangkat elektronik.

Memasang sebuah arester pada sistem instalasi listrik yang dihubungkan


langsung ke dalam terminal grounding menggunakan kabel BC/ NYY ukuran 15
mm yang berfungsi untuk menurunkan tegangan lebih pada jaringan listrik.

Pemasangan terminal, sebagi tempat terhubungnya beberapa kabel dari


Splitzer menuju ke bawah tanah dengan menggunakan sebuah kabel BC
berukuran 50 mm.

Nilai tahanan dari sistem pembumian atau pentanahan sekitar 3 ohm.


Untuk itu jangan menanam pipa sistem pembumian di wilayah yang berpasir
ataupun berbatu, karena nilai tahanannya sedikit. Usahakan pemasangan
dilakukan di tanah yang memiliki kekedapan tanah tinggi.

2.11 Ruang lingkup pekerjaan system penangkal petir

Sistem penangkal petir adalah suatu sistem untuk menangkal atau


mencegah bangunan dari sengatan petir. Ruang lingkup pekerjaan dari system
penangkal petir di suatu bangunan meliputi 4 pekerjaan utama, yaitu:

18
a. Terminal Udara (Air Terminal )
Sistem air terminal ini harus mampu melindungi seluruh
bangunan serta sekelilingnya dari sambaran petir dan tidak
mempengaruhi peralatan elektrik yang ada dalam bangunan.
Terminal udara (air terminal) yang digunakan ada 3 macam,
yaitu: sistem komvensional air terminal, system Radio aktif air
terminal dan sistem elektrostatik.
b. Penghantar ( Down Conductor )
Down conductor terdiri dari satu jalur menghubungkan
secara listrik dengan sempurna antara air terminal dengan
system pertanahan. Down conductor terdiri dari kabel korial
(kabel BC) dari air terminal hingga kotak sambung (junction
box) di lantai dasar.
c. Sistem Pertanahan (Grounding system)
Elektroda pertanahan harus dimasukan ke dalam tanah
secara vertical, batang tembaga harus dilindungi terhadap
korosi dengan serbuk arang disekitar tembaga. Terminal
pertanahan (bak control).
d. Pekerjaan Bak Kontrol
Diantara penunjang dari sistem penangkal petir adalah bak
kontrol untuk melindungi perkabelan dan sistem pertanahan.

A. Sistem Penangkal Petir


a. Sistem konvensional atau sistem Faraday / Frangklin
Faraday dan juga Frangklin mengetengahkan sitem yang
sama tentang penyaluran petir ini, yaitu sistem penyalur arus listrik
yang menghubungkan antara bagian atas bangunan dan grounding,
sedangkan sistem perlindungan yang dihasilkan ujung penerima /
Splitzer adalah sama pada rentang 30 ~ 45 ‘ . Perbedaannya adalah
sistem yang dikembangkan oleh Faraday bahwa Kabel penghantar
terletak pada sisi luar bangunan dengan pertimbangan bahwa kabel

19
penghantar juga berfungsi sebagai penerima sambaran, Berupa
sangkar elektris atau biasa disebut sangkar Faraday.
b. Sistem radioaktif
Penelitian terus berkembang akan sebab terjadinya petir ,
dan dihasilkan kesimpulan bahwa petir terjadi karena ada muatan
listrik di awan yang dihasilkan oleh proses ionisasi , maka
penggagalan proses ionisasi di lakukan dengan cara memakai Zat
beradiasi misl. Radiun 226 dan Ameresium 241 , karena 2 bahan ini
mampu menghamburkan ion radiasinya yang bisa menetralkan
muatan listrik awan.
Keberadaan penangkal petir jenis ini sudah dilarang
pemakaiannya, berdasarkan kesepakatan internasional dengan
pertimbangan mengurangi pemakaian zat beradiasi dimasyarakat.
c. Sistem Elektrostatic
Prinsip kerja penangkal petir Elektrostatik mengadopsi
sebagian system penangkal petir Radioaktif , yakni menambah
muatan pada ujung finial / splitzer agar petir selalu memilih ujung
ini untuk disambar . Perbedaan dari sisten Radioaktif dan
Elektrostatik ada pada energi yang dipakai.
Untuk Penangkal Petir Radioaktif muatan listrik dihasilkan dari
proses hamburan zat berradiasi sedangkan pada penangkal petir
elektrostatik energi listrik dihasilkan dari Listrik Awan yang
menginduksi permukaan bumi.

20
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Pada bangunan tinggi untuk penangkal petirnya menggunakan sistem


penangkal petir elektrostatis, ini merupakan penangkal petir modern dengan
menggunakan sistem E.S.E (Early Streamer Emision). Sistem E.S.E bekerja
secara aktif dengan cara melepaskan ion dalam jumlah besar ke lapisan udara
sebelum terjadi sambaran petir.

Prinsip kerja penangkal petir elektrostatis mengadopsi sebagian system


penangkal petir radio aktif, yaitu menambah muatan pada ujung finial/splitzer
agar petir selalu melilih ujung ini untuk di sambar. Perbedaan dengan system
radio aktif adalah jumlah energi yang dipakai. Untuk penangkal petir radio aktif
muatan listrik dihasilkan dari proses hamburan zat berradiasi sedangkan pada
penangkal petir elektrostatis energi listrik yang dihasilkan dari listrik awan yang
menginduksi permukaan bumi. Penangkal petir elektrostatis saat ini menjadi
solusi petir terbaik di dunia, bahkan Anti Petir Flash Vectron telah di design
khusus untuk di terapkan didaerah tropis seperti di Indonesia.

Internal protection atau surge arrester merupakan sebuah instalasi


penangkal petir yang berfungsi untuk mengantisifasi induksi listrik yang
disebabkan oleh sambaran petir. Induksi arus petir dapat mempengaruhi bahkan
merusak jaringan listrik, jaringan PABX, jaringan elektronik dan jaringan LAN
atau internet. Dalam sebuah instalasi yang menggunakan kabel baik didalam atau
diluar bangunan tidak menutup kemungkinan menjadi jalan masuk untuk
dilalui induksi arus petir

21
3.2 Saran

Pengamanan bangunan bertingkat dari bahaya sambaran petir perlu


dilakukan dengan memasang suatu alat penangkal petir pada puncak sebuah
bangunan. Penangkal petir harus dipasang pada bangunan-bangunan yang tinggi
minimal bangunan dua lantai, terutama yang paling tinggi di antara sekitarnya.
Penangkal petir sangan berperan penting dalam sebuah bangunan dan pemasangan
penangkal petir perlu diperhitungkan keamanannya dan estetikanya.

22
DAFTAR PUSTAKA

http://www.instalasijaringan.com/sistem-utilitas-penangkal-petir.html

https://pakarpetir.co.id/penangkal-petir/
Di Akses pada tanggal 02-04-2019, jam 9.45

https://edoc.pub/-penangkal-petir-pdf-free.html
Di Akses pada tanggal 02-04-2019, jam 9.55

https://www.academia.edu/12907044/Makalah-penangkal-petir
Di Akses pada tanggal 02 April 2019, jam 10.10

PROF.DR.IR.H. Djuheri. Definisi Penangkal Petir.from


http://deltanarendra.com/definisi-penangkal-petir

Fajrianto Handaru. Indonesia Tempat Segudang Petir. From


http://www.bloggaul.com/ kargo23/readblog/108514/indonesia-tempat-segudang-
petir

P.T. Aman Barkah Sejahtera, Sistem Proteksi Petir Terpadu.from


http://www.petir.com/

http://networking.jaringan-komputer.com/instalasi-penangkal-petir.html

http://id.wikipedia.org/wiki/Penangkal_petir

23